Jurnal Pendidikan Modern . Volume 09 Nomor 01 Tahun 2023,8-16 Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Belajar terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SDN 2 SukorejoWedi Klaten Esti Setyawati Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Widya Dharma Klaten, estisetyawati17@gmail. Sri Suwartini Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Widya Dharma Klaten, sri_t2n@yahoo. Nela Rofisian Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Widya Dharma Klaten, rofisian@yahoo. Abstrak Penelitian ini dilandasi akibat minimnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan kurangnya semangat ke sekolah, bosan, dan kurang tertarik saat mengikuti kegiatan belajar di kelas. Peristiwa ini disebabkan oleh kurangnya ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar, seperti kondisi gedung sekolah yang kurang baik, kondisi ruang kelas, dan keberfungsian perpustakaan yang belum maksimal. Tujuan penelitian ini ialah untuk menyadari dampak ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar terhadap motivasi belajar siswa di SDN 2 Sukorejo Wedi Klaten. Pendekatan penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian ex-post facto. Populasi penelitian yakni siswa kelas IV. V dan VI sebanyak 43 siswa. Pemilihan sampel dilangsungkan dengan teknik stratified random sampling & banyak sampel menjadi 30 siswa. Pengambilan data dilaksanakan memanfaatkan kuesioner serta dokumentasi. Hasil studi ini menunjukkan nilai signifikansi sebanyak 0,000 lebih kecil dari probabilitas 0,05. Koefisien determinasi dari hasil penelitian ini sebanyak 0,463 yang artinya ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar di SDN 2 Sukorejo Wedi Klaten memberikan sumbangan positif terhadap motivasi belajar siswa sebesar 46,3%, lebihnya didorong karena faktor lain yang tak termasuk pada penelitian ini. Kata Kunci: fasilitas belajar, prasarana, motivasi belajar PENDAHULUAN Pendidikan ialah suatu cara terencana yang digunakan demi mengubah perilaku manusia supaya jadi individu yang semakin baik lagi. Pendidikan menduduki tugas krusial ketika mengembangkan SDM yang dapat dipercaya. Muhibbin Syah dalam (Khairunnisa, 2. mengatakan bahwa. AuPendidikan pada mulanya dapat didefinisikan semacam upaya tersadar manusia untuk menumbuh kembangkan kemampuan sumber daya manusia dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar anak didik sehingga dapat merealisasikan impian yang diidam-idamkanAy. Sementara itu, satu diantara cara yang dlaksanakan demi memenuhi dan mengaktualkan impian tersebut adalah memberikan sarana pembelajaran yang layak serta memadai. Dimyati dan Mudjiono dalam (Khairunnisa, 2. menyebutkan bahwasanya akomodasi belajar dibagi 2 macam yakni, sarana & Kegiatan belajar mengajar di sekolah bakal berlangsung dengan efektif bila ditunjang karena fasilitas belajar yang cukup, baik jumlah, kondisi, ataupun kelengkapannya. Berlandasakan dilaksanakan oleh peneliti di SDN 2 Sukorejo Esti Setyawati. Sri Suwartini. Nela Rofisian. Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Belajar terhadap Motivasi Wedi Klaten dapat dilihat bahwa fasilitas belajar terutama prasana pendukung belajar yang ada di sekolah kurang memadai. Dimulai dari kondisi gedung sekolah yang kurang baik dengan beberapa kerusakan pada jendela dan atap plafon yang jebol, dan cat dinding yang sudah Kondisi meja dan kursi yang kurang layak unuk digunakan sehingga berpengaruh pada kenyamanan siswa saat mendudukinya. Dan fasilitas perpustakaan yang tidak dimaksimalkan penggunaannya. Hal ini dikarenakan ruang perpustakaan yang dialihfungsikan sebagai ruang guru karena kekurangan tempat. Pihak sekolah harus menyediakan fasilitas pengelolaannya agar bisa menambah dorongan belajar siswa. Kondisi ini searah atas pendapat Syamsu Yusuf dalam (Rahmawati, 2. bahwa fasilitas belajar adalah salah satu penyebab eksternal yang berdampak pada keinginan belajar siswa. Kawasan sekolah yang baik bisa mendorong peserta didik supaya belajar lebih (Sakdiyah dan Fajar, 2. Oleh sebab itu, berlandaskan persoalan yang sudah diutarakan peneliti akan membatasi studi ini yaitu guna fasilitas belajar difokuskan pada permasalahan fasilitas prasarana pendukung belajar & untuk motivasi belajar difokuskan hanya pada motivasi belajar ekstrinsik. Tujuan penelitian ini ialah demi memahami bagaimana pendukung belajar terhadap motivasi belajar siswa di SDN 2 Sukorejo Wedi Klaten Tahun Pelajaran 2022/2023. METODE Pendekatan penelitan yang dipakai distudi ini merupakan metodologi kuantitatif. Teknik penelitian yang dipakai ialah ex-post facto Penelitian ex-post facto merupakan studi yang diarahkan guna menganalisis insiden yang terjadi secara terbalik untuk mengetahui unsur-unsur yang bisa menyebabkan peristiwa (Adnan et al. , 2. Populasi dipenelitian ini ialah siswa kelas IV. IV. VI Sekolah Dasar Negeri 2 Sukorejo Wedi Klaten Tahun Pelajaran 2022/2023 yang jumlahnya 43 siswa. Sampel dipenelitian ini sebanyak 30 siswa. Pengambilan sampel memakai teknik propotionte stratified random Penelitian ini dilaksanakan selama kira-kira empat bulan (Maret-Mei 2. Teknik pengumpulan data memanfaatkan Kuesioner dimanfaatkan demi mengetahui ketersediaan akomodasi prasarana pendukung belajar dan mengetahui motivasi belajar siswa. Sementara itu, dokumenasi berupa foto-foto yang diambil saat siswa mengisi kuesioner. Sebelum dilakukan penelitian dilaksanakan uji coba instrumen terlebih dulu guna mendapati kevalidan dan kereliabilitasannya. Instrumen penelilitan ini menggunakan kuesioner dengan model skala likert. Teknik skala likert memiliki tingkatan jawaban sangat positif sampai sangat negatif, yang bisa berbentuk kata-kata sangat setuju, setuju, tidak setuju & sangat tidak setuju (Sugiyono, 2. Untuk keperluan analisis kuantitatif, lalu tanggapan dari kuesioner nantinya diberi skor sbb: Tabel 1. Skor Jawaban Kuesioner Jawaban Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor Item Favorable Unfavorable Dipenelitian ini baik kuesioner ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar maupun kuesioner motivasi belajar, masing-masing terdiri dari 15 item pertanyaan. Pada kuesioner ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar terdapat 11 item pernyataan favorable dan 4 item pernyataan unfavorable. Sedangkan Jurnal Pendidikan Modern . Volume 09 Nomor 01 Tahun 2023,8-16 kuesioner motivasi belajar juga terdapat 11 item pernyataan favorable dan 4 pernyataan Teknik analisis data yang digunakan dalam peneltian ini adalah tenik analisis statistik Menurut (Ghozali, 2. statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness . emencengan distribus. Teknik analisis data ada dua tahap yaitu uji prasayarat meliputi uji normalitas dan uji linearitas dan uji hipotesis yaitu uji analisis regresi linear sederhana dan uji koefisien determinasi. nilai r-tabel dan nilai r-hitung dengan taraf signifikansi 0,05 (Sujarweni, 2. Instrumen tersebut dinyatakan valid bila r-hitung lebih besar dari r-tabel. Pada uji coba ini jumlah responden sebanyak 13 siswa. Nilai r-tabel dengan taraf signifikansi 0,05 untuk responden sejumlah 13 diperoleh nilai 0,553. Hasil pengujian instrumen sbb: Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Ketersediaan Fasilitas Prasarana Pendukung Belajar Uji Validitas Uji validitas dimanfaat demi memahami kesamaan dan ketetapan instrumen kuesioner yang dibutuhkan dalam penelitian. Untuk mengetahuinya peneliti menggunakan dua langkah yaitu dengan menggunakan tim ahli . xpert judgmen. dan validitas isi . ontent Hasil dari validitas yang dilakukan oleh tim ahli kedua kuesioner ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar dan motivasi belajar siswa menunjukkan bahwa kuesioner tersebut layak untuk digunakan uji Sedangkan uji validitas isi dilakukan dengan mengujicobakan kuesioner kepada siswa SDN 2 Sukorejo di luar sampel yang dipakai untuk penelitian, yakni sejumlah 13 siswa. Dalam penghitungannya, peneliti memakai bantuan program SPSS 26, dengan dasar pengambilan keputusan dengan mencocokkan Rata-Rata R-hitung R-tabel Keterangan 15 butir 0,680 0,553 15 butir item Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Studi dilangsungkan di Sekolah Dasar Negeri 2 Sukorejo. Wedi. Klaten. Sekolahini berlokasi di Desa Pacalan. Kelurahan Sukorejo. Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Sebelum dilakukannya studi, penelaah melaksanakan uji coba instrumen kuesioner terlebih dulu. Uji coba ini terdiri dari uji validitas dan uji reliabiitas. Jumlah Item Hasil uji validitas menunjukkan bahwasanya penghitungannya dikatakan valid seluruhnya. Peristiwa ini diamati dari r- hitung>r-tabel dengan rata-rata r-hitung sebesar 0,680. Sehingga semua butir item pernyataan sejumlah 15 pernyataan dalam kuesioner ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar valid dan dapat dipercaya untuk digunakan dalam Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Motivasi Belajar Siswa Jumlah Item Rata-Rata R-tabel Keterangan R-hitung 0,651 0,553 15 butir item Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 Hasil uji validitas menunjukkan bahwasanya penghitungannya dikatakan valid seluruhnya. Kejadian ini diamati dari r- hitung>r-tabel dengan rata-rata r-hitung sebesar 0,651. Sehingga semua butir item pernyataan sejumlah 15 pernyataan dalam kuesioner motivasi belajar siswa valid serta bisa dipercaya untuk dipakai Esti Setyawati. Sri Suwartini. Nela Rofisian. Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Belajar terhadap Motivasi Tabel 6. Statistik Deskripsi Data Ketersediaan Fasilitas Prasarana Pendukung Belajar Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dipenelitian ini dimanfaatkan demi mengetahui keterpercayaan, keterhandalan, keajegan, kestabilan, dan konsistensi dari instrumen yang digunakan. Menurut (Sujarweni, 2. latar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas mengacu pada nilai CronbachAos Alpha yang terdapat dalam tabel output SPSS. Kuesioner dinyatakan reliabel/konsisten apabila nilai CronbachAos Alpha lebih dari 0,60 maka. Hasil uji reliabilitas dari tiap kuesioner sbb: Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Ketersediaan Fasilitas Prasarana Pendukung Belajar Reliability Statistics CronbachAos Alpha N of Items ,787 Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 Berlandaskan hasil uji reliabilitas, kuesioner diterangkan reliabel/konsisten disebabkan nilai CronbachAos Alpha 0,787 > 0,6. Valid Missing Nilai Rata-Rata Nilai Tengah Nilai Modus Standar Deviasi Jangkauan Nilai Minimal Nilai Maksimal Nilai Total Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 Pada tingkat kecenderungan ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar di Sekolah Dasar Negeri Sukorejo pengkategorian jadi 3. kategori yakni tinggi, sedang & rendah. Distribusi kecenderungan ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar sbb: Tabel 7. Distribusi Kecenderungan Ketersediaan Fasilitas Prasarana Pendukung Belajar Tabel5. Hasil Uji Reliabilitas Motivasi Belajar Siswa Interval Skor X < 43,05 43,05 O X < 52,89 52,89 O X Reliability Statistics CronbachAos Alpha N of Items ,789 Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 Berlandaskan dasar pengambilan keputusan reliabilitas, nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,789 > 0,6 sehingga kuesioner motivasi belajar siswa dinyatakan reliabel atau konsisten. Analisis Statistik Deskriptif Data pendukung belajar diperoleh melalui kuesioner yang sudah dilangsungkan oleh siswa. Dipenelitian ini jumlah pernyataan kuesioner yang digunakan adalah 15 butir. Penghitungan skor yang digunakan yaitu bernilai 1 sampai 4. Berikut ini data yang telah diperoleh dari penelitian. 47,97 49,00 4,923 Presentase Sedang Tinggi Frekuensi Kategori Rendah Jumlah Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 Persebaran kecenderungan ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar dikategori rendah berupa frekuensi sejumlah 5 responden . ,7%), dikategori sedang sejumlah 18 responden . %) & dikategori tinggi sejumlah 7 responden . ,3%). Data motivasi belajar siswa didapat dari kuesioner yang sudah diisi oleh siswa. Dipenelitian ini jumlah soal kuesioner yang digunakan adalah 15 butir. Penghitungan skor yang digunakan yaitu bernilai 1 sampai 4. Jurnal Pendidikan Modern . Volume 09 Nomor 01 Tahun 2023,8-16 Berikut ini data yang telah diperoleh dari Tabel 8. Statistik Deskripsi Data Motivasi Belajar Siswa Valid Missing Nilai Rata-Rata Nilai Tengah Nilai Modus Standar Deviasi Jangkauan Nilai Minimal Nilai Maksimal Nilai Keseluruhan Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 47,00 47,00 4,331 26 for windows. Menurut (Ghozali, 2. dasar pembuat keputusan dalam uji normalitas Kolmogorov-Smirnov yaitu data berdistribusi normal jika nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05. Tetapi jika nilai signifikansi (Sig. ) < 0,05 maka data tidak tersebar dengan semestinya. Berikut ini hasil dari perhitungan uji normalitas dengan menggunakan bantuan program SPSS26. Tabel 10. Hasil Uji Normalitas Pemahaman tingkat kecenderungan motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri 2 Sukorejo dilakukan dengan pengkategorian jadi 3. kategori yakni rendah, sedang, dan tinggi. Distribusi kecenderungan motivasi belajar siswa Tabel 9. Distribusi Kecenderungan Motivasi Belajar Siswa X < 42,67 42,67 O X < 51,33 51,33 O X Presentase Sedang Tinggi Jumlah Interval Skor Frekuensi Kategori Rendah Penghitungan persebaran kecenderungan motivasi belajar siswa tersebut mengantongi kecenderungan motivasi belajar yang rendah sejumlah 3 siswa . %), dalam kategori sedang sejumlah 22 siswa . ,3%) & dalam kategori tinggi sebanyak 5 siswa . ,7%). Uji Normalitas Uji normalitas ialah suatu percobaan yang digunakan untuk menguji sebaran data apakah tersebar dengan semestinya atau tidak. Dalam penelitian ini peneliti memilih uji normalitas Kolmogorov-Smirnov memakai program SPSS Beralaskan tabel perolehan uji normalitas Asymp. Sig. -taile. memperlihatkan nilai 0,200. Nilai ini 0,200 >0,05. Oleh karena itu sesuai dasar pembuat keputusan, bisa diputuskan bahwasanya data pada penelitian ini terdistribusi normal. Uji Linearitas Uji linearitas adalah uji yang dimanfaatkan demi memahami apa kedua variabel mengantongi hubungan yang sejalan/tidak secara berarti (Ananda & Fadhli, 2. Dasar pembuat keputusan dalam uji linearitas yakni dengan memadukan nilai signifikansi (Sig. dengan 0,05. Jika nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05 maka ada hubungan yang sejalan secara berarti antara variabel bebas dengan variabel terikat. Esti Setyawati. Sri Suwartini. Nela Rofisian. Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Belajar terhadap Motivasi Hasil penghitungan uji linearitas dengan menggunakan bantuan program SPSS26 sbb: Tabel 11. Hasil Uji Linearitas Sum Mean Squar Squar Motivasi Betwe (Combin 362,8 1 25,92 2,14 Belajar Siswa* Group Linearity 252,13 1 252,1 20,8 Ketersedi s Deviatio 110,75 1 8,519 ,706 Fasilitas n from 0 Prasarana Linearity Pendukun Within Groups 181,11 15 12,07 g Belajar Total 544,00 29 Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 ,07 ,00 ,73 Beralaskan tabel di atas terlihat nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,733 yang jika dilihat dari dasar pengambilan keputusan maka nilai signifikansi 0,733 > 0,05. Bisa diputuskan bahwa adanya ikatan linear yang berarti antara variabel ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar dengan variabel motivasi belajar siswa. Uji Analisis Regresi Sederhana Analisis regresi ialah analisis yang dipakai guna memahai hubungan kausal sebab akibat/ikatan dari segi fungsi diantara satu variabel bebas dengan variabel terikat (Ananda dan Fadhli, 2. Untuk dapat melakukan analisis regresi maka harus memenuhi syarat yakni, melakukan uji validitas & uji reliabilitas pada instrumen kuesioner, melakukan uji normalitas & uji linearitas. Latar pengambilan keputusan pada analisis regresi linear sederhana yakni memakai perbandingan nilai signifikansi dengan nilai 0,05. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Namun jika nilai signifikansi > 0,05, maka Ho diterima dan Ha Penghitungan uji analisis regresi dengan menggunakan SPSS 26 for windows. Berikut ini hasil dari uji regresi linear sederhana Tabel 12. Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Standardize Unstandardize Coefficient d Coefficients Std. Sig Model Error Beta 1 (Constan. 18,27 5,871 3,11 ,00 Ketersediaa ,599 ,122 ,681 4,91 ,00 n Fasilitas Prasarana Pendukung Belajar Dependent Variable: Motivasi Belajar Siswa Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 Berlandaskan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hingga bisa diputuskan bahwasanya Ho ditolak dan Ha diterima, yang maksudnya didapati dampak yang relevan antara ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar terhadap motivasi belajar peserta didik. Dalam studi ini memanfaatkan rumus persamaan linear sederhana secara umum yaitu Y = a bX. Dalam persamaan tersebut Y adalah fasilitas prasarana pendukung belajar, a adalah angka konstan, b adalah angka koefisien regresi, dan X adalah motivasi belajar siswa. Maka dari persamaan tersebut dapat ditulis Y = 18,273 0,599X, yang dapat diartikan bahwa a ialah nilai konstan dari unstandardized coeficients yang nilainya sebesar 18,273. Angka ini ialah nilai konstan yang artinya, bila tidak pendukung belajar maka nilai tetap motivasi belajar siswa 18,273. Kemudian b ialah nilai koefisien regresi yang nilainya 0,599 yang artinya, tiap penambahan 1% tingkat ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar maka motivasi belajar siswa bakal bertambah sebanyak 0,599 . ,9%). Maka dari Jurnal Pendidikan Modern . Volume 09 Nomor 01 Tahun 2023,8-16 itu, bisa dikutip bahwasanya ketersediaan berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi digunakan demi menangkap berapa banyak kontribusi pengaruh variabel dependen pada variabel independen (Ghozali, 2. Berikut tertera hasil dari uji koefisien determinasi menggunakan bantuan SPSS 26: Tabel 13. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model ,681a Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,463 ,444 3,22860 Predictors: (Constan. Fasilitas Prasarana Pendukung Belajar Sumber: Data Olahan Peneliti, 2023 Berlandaskan tabel tertera, bisa dipahami bahwasanya nilai koefisien determinasi (R Squar. ialah 0,463 atau 46,3%. Ini bisa diartikan bahwa ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar sebagai variabel bebas memberi tunjangan pengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebanyak 46,3% & selebihnya diakibatkan karena faktor lain. Aspek-aspek yang berdampak pada motivasi belajar meliputi faktor luar diri dan dalam diri. Dikutip dari Winkel dalam (Arumi, 2. motivasi belajar siswa terdapat dua jenis, yakni motivasi intrinsik & ekstrinsik. Motivasi intrinsik ialah motivasi yang keluar dari dalam diri seseorang tanpa adanya desakan dari orang lain dan benar-benar dari kesadarannya dan keinginan siswa sendiri. Sementara itu, motivasi ekstrinsik ialah yang muncul akibat pengaruh dari luar diri siswa dan sering dikaitkan pada area sekolah semacam fasilitas belajar, sarana dan prasarana sekolah. Berdasarkan hasil penelitian ini ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar yang ada di SDN 2 Sukorejo yang meliputi gedung sekolah, ruang kelas, dan perpustakaan dalam kategori sedang. Fasilitas prasarana pendukung belajar ini mempunyai peran yang krusial terhadap motivasi belajar siswa. Dengan tersedianya fasilitas prasarana pendukung belajar yang bagus seperti keadaan bangunan sekolah nan layak, kualitas ruang kelas nan nyaman, dan keberfungsian perpustakaan maka akan mempengaruhi motivasi belajar siswa menjadi lebih baik. Fasilitas prasarana pendukung belajar termasuk ke dalam hal dari luar diri yang memberikan pengaruh pada motivasi belajar Di penelitian ini, indeks motivasi belajar siswa yang dipakai ialah dua dari total enam indeks motivasi belajar yang disampaikan oleh (Uno, 2. Dua indeks tersebut yaitu . hadirnya aktifitas yang atraktif saat belajar, aktifitas yang atraktif ini dapat berupa kegiatan yang menggunakan fasilitas yang ada di sekolah seperti kegiatan di luar kelas ataupun di . hadirnya area belajar yang aman, area belajar disini dapat berupa fasilitas prasarana pendukung belajar yang positig seperti bangunan sekolah yang baik, ruang kelas yang mencukupi, dan ruang perpustakaan yang Kedua indikator tersebut dipilih karena berhubungan dan sesuai dengan variabel bebas yang diuji yaitu fasilitas prasarana pendukung belajar. Adapun empat indikator motivasi belajar berbeda yang berdampak pada motivasi belajar siswa dan tidak termasuk dipenelitian ini yakni adanya ambisi & impian berhasil, hadirnya keinginan & kepentingan dalam belajar, hadirnya harapan & angan-angan masa depan, terdapat reward dalam belajar. Fasilitas prasarana pendukung belajar yang tersedia di sekolah memiliki kaitan dan keterikatan terhadap motivasi belajar siswa. Hubungan dan keterikatan ini bisa diamati dari pendukung belajar yang ada, maka motivasi Esti Setyawati. Sri Suwartini. Nela Rofisian. Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Belajar terhadap Motivasi belajar siswa akan meningkat. Berbanding terbalik, andai fasilitas prasarana pendukung belajar kurang baik, motivasi belajar siswa bakal berkurang atau menurun. Berlandaskan hasil penelitian yang sudah diperoleh, dibuktikan bahwasanya didapati pengaruh ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar terhadap motivasi belajar siswa dengan pengaruh sebesar 46,3%. Buntut studi ini searah dengan penelitian yang dilangsungkan oleh (Khairunnisa, 2. dimana ditunjukkan bahwasanya ada dampak yang berarti ditengah ketersediaan fasilitas sekolah atas minat belajar siswa di MTs Ulumul QurAoan Kab. Kota Langsa dengan hasil nilai r-hitung > r-tabel yakni 0,612 Ou 0,349. Hasil koefisien determinasi sebesar 38% yang artinya, ditemukan pengaruh ketersediaan fasilitas belajar terhadap motivasi belajar siswa presentasenya pengaruh sebesar 38%. PENUTUP Simpulan Beralaskan hasil penelitian & pengkajian dalam studi ini bisa digaris bawahi, ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar berdampak baik pada motivasi belajar siswa di SDN 2 Sukorejo. Peristiwa ini dibuktikan pada uji regresi linear sederhana dengan nilai signifikansi < 0,05, yakni 0,000 < 0,05. Besar sumbangan pengaruh sebesar 46,3%. variabel ketersediaan fasilitas prasarana pendukung belajar mempengaruhi motivasi belajar siswa dan selebihnya didorong lantaran faktor lain yang tidak tercantum dalam studi ini. Saran Masukan yang mampu peneliti sampaikan berkaitan dengan fasilitas belajar dan motivasi belajar antara lain: Pihak sekolah wajib menaikkan bobot dan banyaknya fasilitas belajar yang terdapat di sekolah menjadi penopang proses belajar & disertakan dengan manajemen yang teratur. Guru selaku fasilitator dapat memanfaatkan segala fasilitas belajar yang ada di sekolah. Perkara ini bisa dilangsungkan dengan melaksanakan pembelajaran di luar kelas, tapi masih di area sekolah atau bisa juga memanfaatkan perpustakaan. Bagi peneliti berikutnya yang akan meneliti persoalan yang sama tentan fasilitas belajar bisa mengkaji fasilitas belajar yang lain metode/model media/alat belajar, sumber belajar, atau bisa juga mengenai kurikulum yang digunakan. DAFTAR PUSTAKA