Vol 2 No. 5 September 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 168 - 177 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/j4ny5y09 PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. RETURN ON EQUITY. RETURN ON INVESTMENT. NET PROFIT MARGIN TERHADAP HARGA SAHAM Syifa Rizqiyyah a*. Dicky Arisudhana b a Ekonomi & Bisnis / Akuntansi, 2132520277@student. Universitas Budi Luhur. Jakarta b Ekonomi & Bisnis / Akuntansi, dicky. arisudhana@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jakarta Korespondensi Abstract This study analyzed the effect of Company Size. Return On Equity. Return On Investment and Net Profit Margin on stock prices. The object of the research is a nickel sub-sector company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2021-2024. This method is analogous to quantitative shortening with multiple linear regression analyses processed using version 20 of the SPSS software. The natural samples of the study were obtained using purposive sampling techniques, from 44 companies and in the population 36 samples of companies that met the criteria. Research results show that partial Company Size and Return On Equity do not improve on stock prices. Meanwhile. Return On Investment and Net Profit Margin have a significant effect on stock prices. Keywords: Company Size. Return On Equity. Return On Investment. Net Profit Margin and Stock Price. Abstrak Penelitian ini menganalisis pengaruh Ukuran Perusahan. Return On Equity. Return On Investment dan Net Profit Margin terhadap harga saham. Objek penelitian ini adalah perusahaan pertambangan sub sektor nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021-2024. Metode ini kausal dengan pendekatan kuantitaif dengan analisi regresi linier berganda yang diolah menggunakan software SPSS versi 20. Sampel dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik purposive sampling, dari 44 perusahaan dalam populasi diperoleh 36 sampel perusahaan yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Ukuran Perusahaan dan Return On Equity tidak berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan Return On Investment dan Net Profit Margin berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap harga saham. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan. Return On Equity. Return On Investment. Net Profit Margin dan Harga Saham. PENDAHULUAN Keberadaan pasar modal di Indonesia mulai diminati sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana yang menarik bagi pemodal. Melalui pasar modal . apital marke. pemodal memperoleh berbagai alternatif investasi dalam menginvestasikan modalnya dan pengusaha dapat memperoleh tambahan modal dengan menjual instrument-instrumen keuangan jangka Panjang perusahaannya, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri. Menurut (Adnyana, 2. Saham yaitu suatu tanda bukti kepemilikan dana seseorang ataupun badan usaha pada suatu perusahaan. Disamping berinvestasi saham yang mendapatkan return yang cukup tinggi, saham juga mempunyai Tingkat resiko yang tinggi. Investor dalam mengambil suatu keputusan investasi pada Naskah Masuk 27 Agustus, 2025. Revisi 28 Agustus, 2025. Diterima 29 Agustus, 2025. Terbit 8 September. Syifa Rizqiyyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 168 Ae 177 saham didahului dengan proses menganalisis. Dilakukannya analisis guna untuk melihat adanya variabel nantinya diperkiraan dapat mempengaruhi harga saham. Harga Saham adalah harga pasar yang tercatat setiap hari pada harga penutupan saham. Harga saham akan selalu mengalami fluktuasi baik pertumbuhan maupun penurunan, harga saham di pasar saham ditentukan oleh adanya penawaran dan permintaan. Semakin banyak orang membeli saham, maka semkain tinggi harga saham akan naik dan sebaliknya, jika banyak orang menjual saham perusahaan maka harga saham akan cenderung turun (Kusjono & aryanti. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan pertambangan di Indonesia telah menjadi salah satu sektor yang paling diperhatikan oleh investor, baik domestik maupun internasional. Ketergantungan pada komoditas seperti batubara, nikel, emas dan tembaga membuat sektor ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global, yang sering kali berdampak langsung pada harga saham perusahaan-perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) (Hamid & Khair,2. Indonesia ialah negara dengan kekayaan sangat melimpah, berbagai macam kekayaan alam yang tersebar luas di Indonesia yang salah satunya adalah sektor pertambangan (R Cariena et al. , 2. Sektor pertambangan memiliki peran penting dalam meningkatkan penerimaan negara dimana hal ini berkaitan dengan investasi penanaman Nikel menjadi salah satu sektor industri bisnis pertambangan yang banyak diincar oleh pelaku pasar. Saham nikel dianggap sangat pontensial dalam memberikan keuntungan kepada para pemegang sahamnya. Nikel merupakan salah satu barang tambang yang sangat berharga dan memiliki nilai jual tinggi di pasar Di tengah fluktuasi pasar yang dinamis, para investor mencari cara untuk menilai potensi pertumbuhan dan stabilitas perusahaan-perusahaan ini. Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham yaitu Ukuran perusahaan. Return On Equity. Return On Investment dan Net profit Margin. Ukuran perusahaan menegaskan bahwa semakin besar ukuran perusahaan, semakin banyak asset yang dimiliki dan semakin besar dana yang dibutuhkan untuk menjaga kegiatan operasionalnya (Purwanti, 2. Return On Equity adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dengan modal yang dimilikinya (Larasati & Suhono, 2. Return On Investment merupakan rasio untuk membandingkan laba dengan total asset yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Rasio ini digunakan untuk menilai tinggi rendahnya Tingkat pengembalian perusahaan dalam asset yang dimilikinya (Abigail, 2. Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang mengukur persentase laba bersih yang dihasilkan dari total penjualan bersih. Rasio ini diperoleh dengan membagi laba bersih dengan penjualan bersih, di mana laba bersih sendiri dihitung dengan mengurangi laba sebelum pajak dengan beban pajak penghasilan (Thian, 2022:. TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori sinyal . ignaling theor. pertama kali dikemukakan oleh Spence . yang menjelaskan bahwa pihak pengirim . emilik informas. memberikan suatu isyarat atau sinyal berupa informasi mencerminkan kondisi suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pihak penerima . Menurut Purnamasari & Djuniardi . isyarat atau sinyal adalah suatu tindakan yang diambil perusahaan untuk memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal informasi dibuat untuk memenuhi kebutuhan para investor maupun calon investor dalam menentukan akan menanamkan modalnya pada perusahaan yang bersangkutan atau tidak. Signalling theory juga terfokus pada pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investor di masa depan. Menurut Irham Fahmi . Signalling Theory adalah teori yang membahas tentang naik turunya harga di pasar saham seperti harga saham, obligasi dan sebagainya, sehingga akan memberi pengaruh pada keputusan investor. Tanggapan para investor terhadap sinyal positif dan negatif adalah sangat mempengaruhi kondisi pasar, mereka akan bereaksi dengan berbagai cara dalam menanggapi sinyal tersebut, seperti memburu saham yang dijual atau melakukan tindakan dalam bentuk tidak bereaksi seperti menunggu duluperkembangan yang ada baru kemudian mengambil tindakan. 2 Teori Keagenan (Agency Theor. Teori keagenan dicetuskan oleh Jensen dan Meckling . Teori keagenan yaitu hubungan antara 2 pihak yang pertama pemiliki . dan yang kedua manajer . Teori keagenan . gency theor. menurut Silaban dan Suryani . menjelaskan bahwa hubungan manajemen . dengan pemegang Pengaruh Ukuran Perusahaan. Return On Equity. Return On Investment. Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Syifa Rizqiyya. Syifa Rizqiyyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 168 Ae 177 saham . yang disebut dengan prinsipal. Munculnya perbedaan kepentingan diantara pihak internal dan eksternal sehingga menimbulkan konflik kepentingan. Sehingga dibutuhkan pihak penengah untuk menghadapi konflik tersebut yaitu membutuhkan auditor eksternal yang bertugas untuk mengevaluasi dan memberikan opini terkait laporan keuangan perusahaan yang telah di buat dan disusun oleh manajemen sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Untuk menyakinkan dan dapat dipercaya laporan keuangan perusahaan tersebut maka diperoleh Akuntan Publik untuk memeriksa kembali bahwa laporan keuangan perusahaan terbebas dari kecurangan dan telah di susun dengan standar akuntansi yang berlaku dan mendapatkan opini laporan keuangan wajar tanpa pengecualian. Menurut Handoko dan Handoyo . , teori keagenan terbentuk karena terdapat pengelompokan fungsi yang berbeda antara principal dengan manajemen atau agent. Adapun beberapa tanggung jawab agent kepada principal antara lain menjalankan dan melaporkan tindakan dalam bentuk laporan. Laporan tersebut bisa berupa laporan keuangan yang di mana informasi di dalamnya dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Apabila pengelolaan operasional dijalankan dengan baik, maka perusahaan akan terhindar dari tindakan manajemen laba. 3 Harga Saham Menurut Farild et al. , . Harga Saham yaitu harga yang tercipta pada bursa saham di suatu masa karena dipengaruhi pembeli saham dan penjual saham akibat kegiatan penawaran dan permintaan di pasar saham. Harga Saham dapat dihitung sebagai berikut: Harga Saham = LN (Closing Pric. 4 Ukuran Perusahaan Menurut Yumaniarti et al. , . ukuran perusahaan adalah ukuran perusahaan yang dilihat dari total Apabila perusahaan mempunyai aset yang besar maka pihak manajemen akan memiliki fleksibelitas lebih dalam menggunakan aset yang ada untuk keperluan operasional Perusahaan. Ukuran Perusahaan dihitung sebagai berikut: Ukuran Perusahaan = LN (Asse. 5 Return On Equity Menurut Handoko et al. , . ROE merupakan ukuran profitabilitas yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas modal yang ditanamkan oleh pemegang saham. Nilai ROE yang tinggi sering dianggap sebagai indikator perusahaan yang efektif dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham, sehingga berpotensi meningkatkan harga saham di pasar modal. Return On Equity dihitung sebagai Return On Equity = Laba Bersih x 100% Total Ekuitas 6 Return On Investment Menurut Pratama et al. , . ROI merupakan indikator profitabilitas yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas aset yang digunakan. Semakin tinggi ROI, maka semakin efisien perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki untuk menciptakan nilai ekonomis. Return On Investment dihitung sebagai berikut: Return On Investment = Laba Bersih x 100% Total Aset 7 Net Profit Margin Menurut Sari dan Utami . Net Profit Margin adalah ukuran profitabilitas yang menunjukkan persentase laba bersih dari pendapatan perusahaan. NPM mencerminkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya operasional dan pajak sehingga menghasilkan laba yang optimal. Net Profit Margin dihitung sebagai berikut: Return On Equity = Laba Bersih x 100% Penjualan Bersih JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 168 - 177 Syifa Rizqiyyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 168 Ae 177 8 Kerangka Teoritis Kerangka teoritis adalah konsep-konsep yang sebenarnya merupakan abstraksi dari hasil pemikiran atau kerangka dan acuan yang pada dasarnya bertujuan mengadakan kesimpulan terhadap dimensi-dimensi. Setiap penelitian selalu disertai dengan pemikiran-pemikiran teoritis, dalam hal ini adanya hubungan timbal balik yang erat antara teori dengan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan konstruksi. Dalam kerangka pemikiran ini menjelaskan secara singkat mengenai keterkaitan antara Ukuran Perusahaan. Return On Equity (ROE). Return On Investment (ROI) dan Net Profit Margin (NPM) terhadap Harga Saham. Ukuran Perusahaan (X. Return On Equity (X. Harga Saham (Y) Return On Investment (X. Net Profit Margin (X. Gambar 1 Kerangka Teoritis 9 Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Ukuran Perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat dinyatakan dengan total aset atau total penjualan bersih. Besarnya suatu aset yang dimiliki oleh perusahaan bila tidak dikelola dengan baik untuk kegiatan operasi perusahaan maka tidak akan dapat menghasilkan laba yang besar. Laba yang tidak maksimal akan membuat harga saham menurun. Besar kecilnya suatu aset yang dimiliki suatu perusahaan tidak akan dapat memprediksi besarnya laba yang akan didapat oleh suatu perusahaan dan return yang didapat oleh investor. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Vini Alvianita dan Muhammad Rivandi . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah : H1 : Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham Pengaruh Return On Equity terhadap Harga Saham Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari modal yang ditanamkan oleh pemegang saham. Namun. ROE yang tinggi tidak selalu mencerminkan kinerja yang ROE bisa tampak tinggi bukan karena laba yang besar, melainkan karena nilai ekuitas yang sangat kecil, misalnya akibat perusahaan memiliki beban utang yang besar. Dalam kondisi seperti ini. ROE memberikan gambaran kinerja yang menyesatkan karena keuntungan yang diperoleh diperbesar oleh tingginya leverage. Investor cenderung tidak tertarik dengan situasi seperti ini karena struktur modal yang tidak sehat berisiko tinggi terhadap keberlangsungan usaha dan stabilitas keuangan jangka panjang Pernyataan ini didukung oleh penelitian Niluh Sri Yuniarti. Wiwin Sultaeni dan Ilham Akbar Gasuru . menyatakan bahwa ROE tidak berpengaruh dan signifikan terhadap Harga Saham H2 : Return On Equity berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham Pengaruh Return On Investment terhadap Harga Saham Rasio ini menunjukkan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari keseluruhan dana pada aktiva yang digunakan untuk operasional. Semakin baik profitabilitas perusahaan maka akan meningkatkan harga saham, yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Peningkatan harga saham mencerminkan bahwa pasar merespons positif terhadap kinerja keuangan perusahaan, sehingga dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar modal. Pernyataan ini didukung oleh Dian Indah Sari . yang menyatakan bahwa Return On Investment (ROI) berpengaruh signifikan dan berpengaruh positif terhadap harga saham H3 : Return On Investment berpengaruh positif siginifkan terhadap harga saham Pengaruh Net Profit Margin terhadap Harga Saham rasio yang menunjukkan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan total penjualan perusahaan. Net Profit Margin (NPM) yang tinggi berarti perusahaan mampu menghasilkan laba bersih yang besar dari Pengaruh Ukuran Perusahaan. Return On Equity. Return On Investment. Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Syifa Rizqiyya. Syifa Rizqiyyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 168 Ae 177 penjualannya, yang mencerminkan efisiensi dan profitabilitas. Semakin tinggi Net Profit Margin (NPM), semakin menarik perusahaan bagi investor, sehingga harga saham cenderung naik. Pernyataan ini didukung oleh Suryawuni. Wirda Lilia. Mutiara Stevia Lase. Nisa Purnama Sari Br Bangun dan Gres Cella Elena . yang menyatakan bahwa Net Profit Margin berpengaruh positif dan signifikan secara simultan dan secara parsial terhadap harga saham. H4 : Net Profit Margin berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham Metodologi Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kausal dengan pendekatan kauntitatif. Penelitian ini berfokus pada pengukuran dan analisi data numerik untuk memahami pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan sub sektor nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2021-2024 melalui website w. id dengan populasi sebanyak 44 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling teknik dengan melakukan penentuan kriteria pada sampel. Berikut ini kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel pada penelitian adalah: Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Perusahaan pertambangan Sub Sektor Nikel yang memiliki dan menerbitkan laporan keuangan secara konsisten selama tahun pengamatan yaitu 2021-2024. Data penelitian didapat dari sumber sekunder, yaitu berupa laporan keuangan pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2024 yang dipublikasi melalui website w. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Uji Statistik Deskriftif Hasil uji statistik deskriptif akan menyajikan keseluruhan data yang digunakan pada penelitian ini serta dapat menunjukkan nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata dan nilai standar deviasi dari masingmasing variabel. Ukuran Perusahaan Return On Equity Return On Investment Net Profit Margin Harga Saham Valid N . Sumber : SPSS 20. Tabel 4. 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Minimum Maximum 2,55 3,45 -7,56 1,22 -5,95 ,75 -5,49 5,66 1,13 2,42 Mean 3,1498 ,1112 -2,2364 -1,7104 1,8919 Std. Deviation ,19416 ,78955 1,36976 1,56416 ,25972 Dari tabel 4. 1 dapat dijelaskan bahwa keseluruhan data sebanyak 144 data. 2 Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik pada penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinearitas. Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah hasil dari regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas dan gejala autokorelasi. Model regresi ini akan dapat dijadikan paramenter yang memang dapat dipertanggungjawabkan atau akurat. Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel berkontribusi normal atau tidak untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak dilakukan uji statistic Kolmogorov-Smirnov Test. Residual berdistribusi normal jika memiliki nilai signifikan > 0,05. Dan dapat didekteksi dengan melihat penyebaran data . pada sumbu diagonal dari grafik atau melihat histogram dari residualnya. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 168 - 177 Syifa Rizqiyyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 168 Ae 177 Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Sumber : SPSS 20. Tabel 4. 1 Uji Normalitas Unstandardized Residual Mean 0E-7 Std. Deviation ,24915670 Absolute ,051 Positive ,029 Negative -,051 ,616 ,842 Berdasarkan tabel diatas, hasil pengolahan data diperoleh nilai signifikan (Si. unstandardized residual bernilai yaitu 0,842, artinya nilai signifikan (Si. > 0,05 sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian ini berdistribusi normal dan dapat dilanjutkan untuk pengujian selanjutnya. Uji Multikolinearitas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel Hal ini dapat dilihat dari nilai tolerance > 0. 1 dan nilai VIF < 10 maka model regresi bebas dari multikolinearitas. Hasil dari uji multikolinearitas pada penelitian ini sebagai berikut. Tabel 4. 3 Uji Multikolinearitas Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 1 (Constan. 2,078 ,354 5,879 Ukuran Perusahaan -,052 ,113 -,039 -,461 Return On Equity ,047 ,027 ,144 1,764 Return On Investment ,039 ,017 ,204 2,238 Net Profit Margin -,034 ,015 -,206 -2,281 Sumber : SPSS 20. Model Sig. ,000 ,646 ,080 ,027 ,024 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,932 ,989 ,798 ,808 1,073 1,011 1,254 1,237 Berdasarkan tabel 4. 10 diatas, dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari masing Ae masing variable independent yaitu Ukuran Perusahaan (X. Return On Equity (X. Return On Investment (X. Net Profit Margin (X. > 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antar variable independen tidak terjadi masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengataman ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedasitas. Model (Constan. Ukuran Perusahaan Return On Equity Return On Investment Net Profit Margin Tabel 4. 4 Uji Heteroskedastisitas Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta ,344 ,208 -,041 ,066 -,054 -,011 ,016 -,060 ,015 ,010 ,138 -,012 ,009 -,126 Sig. 1,653 -,624 -,717 1,475 -1,360 ,101 ,533 ,475 ,142 ,176 Pengaruh Ukuran Perusahaan. Return On Equity. Return On Investment. Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Syifa Rizqiyya. Syifa Rizqiyyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 168 Ae 177 Sumber : SPSS 20. Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa hasil signifikansi Ukura Perusahaan (X. 0,533. Return On Equity (X. 0,475. Return On Invesment (X. 0,142. Net Profit Margin (X. 0,176. Semua hasil signifikansi menunjukkan nilai > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada penelitian ini, sehingga model regresi layak digunakan. Uji Autokorelasi Uji ini bertujuan untuk menguji apakah suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . Autokorelasi dapat muncul dikarenakan observasi berurutan sepanjang waktu yang saling berkaitan satu sama lainnya. Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi adalah dengan uji Durbin-Watson (DW tes. , menghasilkan nilai DW hitung . dan nilai DW tabel . L & dU). Berikut tabel hasil uji autokorelasi menggunakan uji DurbinWattson dalam penelitian ini: Model Sumber : SPSS 20. R Square ,461 Tabel 4. 5 Uji Autokorelasi Model Summary Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson ,441 ,19455 2,043 Data tabel diatas, maka diperoleh nilai DW dari model regresi ini adalah 2,043 sedangkan nilai dari tabel DW dengan signifikansi 0,05 dengan jumlah sampel (N) = 114 serta jumlah variable independent (K) = 4 diperoleh nilai dL sebesar 1,6710 dan dU sebesar 1,7851. Berdasarkan tabel Durbin Watson hasil yang diperoleh adalah dL = 1,6710 dan dU = 1,7851. Nilai DW = 2,043 lebih besar dari batas . U) 2,329 dan kurang dari 2,2149 . -dU). Hasil autokorelasi dengan uji Durbin Watson digambarkan sebagai berikut dU < DW < 4-dU = 1,7851 < 2,043 < 2,2149. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada data dalam penelitian. 3 Pengujian Hipotesis 1 Analisis Regresi Linier Berganda Regresi Linier Berganda dipergunakan untuk melihat arah dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui apakah hipotesis penelitian teruji signifikan atau tidak signifikan. Model (Constan. Ukuran Perusahan Return On Equity Return On Investment Net Profit Margin Sumber : SPSS 20. Tabel 1 Uji Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Std. Error 2,078 ,354 -,052 ,113 ,047 ,027 ,039 ,017 -,034 ,015 Standardized Coefficients Beta -,039 ,144 ,204 -,206 Berdasarkan tabel diatas maka persamaan regresinya adalah: HS = 2,078 -0,052 Ukuran Perusahaan 0,047 Return On Equity (ROE) 0,039 Return On Invesment (ROI) -0,034 Net Profit Margin (NPM) e 2 Uji Kelayakan Model (Uji F) Uji F yaitu untuk mengetahui apakah persamaan model regresi dapat digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji F digunakan untuk mengetahui apakah model regresi layak untuk digunakan dalam penelitian. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 168 - 177 Syifa Rizqiyyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 168 Ae 177 Model Regression Residual Total Sumber : SPSS 20. Tabel 4. 7 Uji Kelayakan (Uji F) Sum of Squares Mean Square ,769 ,192 8,877 ,064 9,646 3,010 Sig. ,020b Uji F test tersebut. F-hitung sebesar 7,304 sedangkan F-tabel dengan tingkat signifikan 5% diperoleh Ftabel sebesar 2,44. Karena F-hitung > F-tabel dan nilai probablitasnya 0,020 . ,020 < 0,. maka diartikan bahwa model layak untuk digunakan dalam penelitian. 3 Uji Parsial (Uji . Uji t digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependennya tingkat signifikansi 0,05 digunakan dan uji dilakukan. Dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel maka dapat diambil kesimpulan apabila nilai t hitung > nilai t tabel maka terdapat pengaruh signifikan demikian sebaliknya apabila nilai t hitung < nilai t tabel maka tidak terdapat pengaruh signifikan Model (Constan. Ukuran Perusahaan Return On Equity Return On Investment Net Profit Margin Sumber : SPSS 20. Tabel 4. 8 Uji Parsial (Uji . Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 2,078 ,354 -,052 ,113 -,039 ,047 ,027 ,144 ,039 ,017 ,204 -,034 ,015 -,206 Sig 5,879 -,461 1,764 2,238 -2,281 ,000 ,646 ,080 ,027 ,024 Diketahui : t-tabel = 1,977 (Signifikan 0,. Penjelasan dari persamaan regresi pada tabel 4. 16 adalah sebagai berikut Berdasarkan hasil uji secara parsial. Variabel ukuran perusahaan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,646 . ,646 > 0,. dan nilai t hitung . 0, 461 < t tabel 1,977. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara ukuran perusahaan terhadap harga Saham. Berdasarkan hasil uji secara parsial. Variabel return on equity memiliki nilai signifikansi sebesar 0, 080 . ,080 > 0,. dan nilai t hitung . 1,764 < t tabel 1,977. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara return on equity terhadap harga saham. Berdasarkan hasil uji secara parsial. Variabel return on investment memiliki nilai signifikansi sebesar 0,027 . ,027 < 0,. dan nilai t hitung . 2,238 > t tabel 1,977. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara return on invesment terhadap harga saham. Berdasarkan hasil uji secara parsial. Variabel net profit margin memiliki nilai signifikansi sebesar 0,024 . ,024 < 0,. dan nilai t hitung . 2,281 > t tabel 1,977. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara net profit margin terhadap harga saham. 7 Hasil Penelitian Pengaruh Ukuran Perusahaan (X. Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji secara parsial, uji parsial variabel ukuran perusahaan terhadap harga saham diperoleh nilai sig. sebesar 0,646 . ,646 > 0,. , hal ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Keadaan ini menggambarkan kemampuan Perusahaan dalam mengelola seluruh asset atau investasi untuk menghasilkan penjualan. Semakin besar rasio ini maka semakin tinggi harga saham karena investor menilai perusahaan mampu mengelola asset yang dimiliki dengan baik. Perusahaan dengan ukuran perusahaan yang besar cenderung memiliki lebih banyak sumber daya untuk memenuhi kewajiban, mengelola risiko, dan berinvestasi dalam peluang bisnis yang menguntungkan. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Return On Equity. Return On Investment. Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Syifa Rizqiyya. Syifa Rizqiyyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 168 Ae 177 Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vini Alvianita dan Muhammad Rivandi . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Dan Teori tersebut didukung oleh penelitian Mark Gerald Muhonis dan Merry Susanti . ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh Return On Equity (X. Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji secara parsia pada variabel return on equity dan pengaruhnya terhadap harga saham diperoleh nilai sig. sebesar 0,080 . ,080 > 0,. 0,812, hal ini berarti bahwa return on equity tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini bisa disebabkan karena Return On Equity tidak menggambarkan prospek perusahaan. ROE hanya menggambarkan besarnya jumlajh pengembalian atas investasi yang dilakukan oleh investor sehingga pasar saham tidak terlalu merespon ROE sebagai pertimbangan investasi yang akan dilakukan oleh investor. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lisa Nur Hidayati. Siti Hayati Efi Friantin dan Ika Swasti Putri . dengan hasil Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Pengaruh Return On Investment (X. Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji secara parsial, variabel return on investment dan pengaruhnya terhadap harga saham diperoleh nilai sig. sebesar 0,027 . ,027 < 0,. Hal ini menggambarkan bahwa return on investment berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Hal ini dikarenakan ROI menggambarkan seberapa laba bersih yang akan didapatkan oleh perusahaan dari seluruh kekayaan yang telah didapatkan. Meningkatnya laba bersih berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan sehingga semakin tinggi Return On Investment maka semakin tinggi pula harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dian Indah Sari . yang menyatakan bahwa return on investment berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Dwi Artha & Tri Yuniarti . yang mengemukakan bahwa return on investment (ROI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham. Pengaruh Net Profit Margin (X. Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji secara parsial, variabel net profit margin dan pengaruhnya terhadap harga saham diperoleh nilai sig. sebesar 0,024 . ,024 < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa net profit margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Keadaan ini menggambarkan bahwa perusahaan mampu mengendalikan biaya operasional dengan baik sehingga keuntungan bersih yang diperoleh yang lebih besar dan meningkat. Dengan naiknya jumlah keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan diproksikan dengan net profit margin maka memotivasi investor dalam membeli saham dan memperbesar jumlah sahamnya. Naiknya jumlah permintaan saham oleh investor di pasar modal akan berdampak dan berpengaruh positif terhadap naiknya jumlah harga per lembar saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suryawuni. Wirda Lilia. Mutiara Stevia Lase. Nisa Purnama Sari Br Bangun & Cella Elena . yang menyatakan bahwa net profit margin (NPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Kemudian hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rosdian Widiawati Watung & Vanjte Ilat . 6 ) yang mengemukakan bahwa net profit margin (NPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham Return on equity secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham Return on investment secara parsial berpengaruh terhadap harga saham Net profit margin secara parsial berpengaruh terhadap harga saham Saran Perusahaan sebaiknya dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan aset dam modal serta memperhatikan kebijakan yang dapat meningkatkan transparansi dan kredibilitas di mata investor. Bagi penelitian selanjutnya sampel penelitian dapat diperbanyak dan juga sebaiknya dapat menggunakan variabel independen lain yang mempengaruhi variabel dependennya yaitu harga saham selain variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu ukuran perusahan, return on equity (ROE), return on investment (ROI) dan net profit margin (NPM) sehingga dapat diperoleh hasil penelitian yang lebih baik dengan cakupan yang lebih komprehensif. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 168 - 177 Syifa Rizqiyyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 168 Ae 177 Jangka waktu penelitian dapat diperpanjang dan dengan jumlah sampelperusahaan yang lebih Perpanjangan periode penelitian dan penambahan jumlah sampel agar memberikan hasil yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA