Jurnal Siti Rufaidah Volume 3 Nomor 2 Mei 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 01-11 DOI : https://doi. org/10. 57214/jasira. Available online at: https://journal. org/index. php/JASIRA Kajian Literatur Alasan Penggunaan Rokok Elektrik (Vap. Serta Dampaknya pada Generasi Z 1Nayla Jasmine Fadillah, 2 Risky Akaputra, 3*Andriyani Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Jakarta jezzma30@gmail. com 1, risky. akaputra@umj. id 2, andriyani@umj. id 3* Alamat: JL. Ahmad Dahlan. Cirendeu. Ciputat. Kota Tangerang Selatan. Banten, 15419 E-mail Korespondensi : andriyani@umj. Abstract : One way to convert conventional cigarettes to electronic cigarettes is by using vapes. Electronic cigarettes have been widely available since 2014 and have gained popularity among various customer demographics. The number of people using electronic cigarettes in Indonesia continues to increase every year. The trend of vape pods has gained popularity among Generation Z and other young Many people use vape pods because they provide a variety of flavors and less concentrated The use of vapes, or electronic cigarettes, has become common among young Generation Z. The purpose of this study was to determine the substantial impact of vaping and smoking on the lifestyle of Generation Z. The methodology used was a literature review using a qualitative descriptive study Literature analysis was conducted using fifteen publications from national and international databases, including Google Scholar and PubMed, published between 2020 and 2025. The findings of the review indicate that a number of factors, such as family, friends, and environment, influence vape user adherence. Keywords: Electronic Cigarettes. Lifestyle. Vape Abstrak : Salah satu cara untuk mengubah rokok konvensional menjadi rokok elektronik adalah dengan menggunakan vape. Rokok elektronik telah tersedia secara luas sejak tahun 2014 dan telah mendapatkan popularitas di antara berbagai demografi pelanggan. Jumlah orang yang menggunakan rokok elektronik di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Tren vape pod telah mendapatkan popularitas di kalangan Generasi Z dan generasi muda lainnya. Banyak orang menggunakan vape pod karena memberikan berbagai rasa dan asap yang tidak terlalu pekat. Penggunaan vape, atau rokok elektronik, telah menjadi hal yang umum di kalangan anak muda Generasi Z. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak substansial dari vaping dan merokok terhadap gaya hidup Generasi Metodologi yang digunakan adalah telaah pustaka dengan menggunakan pendekatan studi deskriptif Analisis pustaka dilakukan dengan menggunakan lima belas publikasi dari basis data nasional dan internasional, termasuk Google Scholar dan PubMed, yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Temuan telaah menunjukkan bahwa sejumlah faktor, seperti keluarga, teman, dan lingkungan, memengaruhi kepatuhan pengguna vape. Kata Kunci: Rokok Elektronik. Gaya Hidup. Vape PENDAHULUAN Penggunaan rokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik . , masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang serius secara global. Rokok konvensional telah terbukti meningkatkan risiko berbagai penyakit mematikan seperti penyakit jantung, kanker paru-paru, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Rokok elektrik, yang awalnya dipromosikan sebagai alternatif yang lebih aman, kini terbukti juga memiliki Received: April 12, 2025. Revised: April 21, 2025. Accepted: Mei 02, 2025. Published: Mei 11, 2025. e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 01-11 dampak buruk terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Menurut Widyantari dan Lestari . , cairan vape yang mengandung zat seperti nikotin, pelarut, dan perasa memiliki potensi toksik yang tinggi. Paparan jangka panjang terhadap bahan-bahan tersebut dapat memicu penyakit paru akut seperti E-cigarette or Vaping product use Associated Lung Injury (EVALI). PPOK, hingga kanker paru. Meskipun tidak mengandung tembakau secara langsung, bahan kimia dalam vape menghasilkan aerosol yang bersifat karsinogenik dan merusak jaringan paru-paru. Generasi Z mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 merupakan kelompok yang paling rentan terhadap tren penggunaan vape. Generasi ini tumbuh di era digital dan sangat akrab dengan gawai serta media sosial, yang turut membentuk perilaku dan gaya hidup mereka. Informasi dan promosi mengenai vape dengan mudah diakses melalui media sosial, menjadikan vape bukan sekadar alat konsumsi nikotin, tetapi juga simbol gaya hidup modern yang keren dan kekinian. Saepulloh et al. menyatakan bahwa kemunculan pod vape dengan berbagai varian rasa dan aroma yang ringan serta desain yang menarik membuat produk ini diminati oleh kalangan muda. Baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan, rokok elektrik kini telah menjadi bagian dari tren hidup anak muda, termasuk Generasi Z. Tren ini menandakan adanya pergeseran nilai di mana vape dianggap sebagai simbol kebebasan dan ekspresi diri, bukan lagi sebagai produk kesehatan yang berisiko. Namun di balik tampilan modernnya, vape menyimpan potensi bahaya yang tidak kalah mematikan dibanding rokok konvensional. Dalam kajian oleh Simanjuntak et al. , ditemukan bahwa meskipun vape tidak menghasilkan tar seperti rokok, zat-zat seperti formaldehida dan vitamin E asetat yang terkandung dalam aerosol dapat menimbulkan kerusakan struktural pada paru-paru. Bronchoalveolar Lavage (BAL) menunjukkan peningkatan zat-zat toksik pada pengguna vape, yang dapat menyebabkan kerusakan fungsi surfaktan paru. Akibatnya, timbul gangguan pernapasan berat yang banyak menyerang remaja dan dewasa muda. Studi ini menegaskan bahwa meskipun vape sering dianggap sebagai metode penghentian merokok yang lebih ringan, kenyataannya dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan masih belum sepenuhnya diketahui dan berpotensi lebih parah dalam jangka panjang. Dari sisi kebersihan dan kesehatan mulut, penggunaan vape juga menunjukkan efek Sarfina dan Utami . dalam studi kasusnya menjelaskan bahwa kandungan nikotin dalam vape memiliki efek toksik pada kelenjar saliva yang dapat menurunkan laju aliran air liur. Hal ini berdampak pada menurunnya kebersihan rongga mulut, menyebabkan gigi terasa kotor dan menimbulkan keluhan oral lainnya. Efek ini sama seperti pada rokok KAJIAN LITERATUR ALASAN PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK (VAPE) SERTA DAMPAKNYA PADA GENERASI Z konvensional, yang juga menimbulkan gangguan pada kesehatan gigi dan gusi. Ini menunjukkan bahwa rokok elektrik bukan hanya berdampak pada paru-paru dan sistem kardiovaskular, tetapi juga pada sistem oral yang seringkali luput dari perhatian pengguna. Penggunaan vape di kalangan remaja juga tidak dapat dilepaskan dari konstruksi sosial tentang gaya hidup modern. Rahmat et al. menyatakan bahwa gaya hidup modern yang diadopsi oleh Generasi Z melibatkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan untuk tampil sesuai tren. Dalam konteks ini, vape bukan hanya dipakai untuk mengonsumsi nikotin, tetapi juga sebagai bentuk identitas sosial. Ketika media sosial menjadi pusat interaksi dan validasi diri, penggunaan vape menjadi bagian dari AubrandingAy remaja agar terlihat menarik dan kekinian. Devin dan Mabrur . menambahkan bahwa pada masa remaja, proses pencarian jati diri sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Oleh karena itu, kehadiran vape dalam kehidupan remaja dapat menciptakan ilusi akan eksistensi, meskipun di baliknya tersembunyi risiko kesehatan yang Studi oleh Mulyadi et al. menunjukkan bahwa baik rokok maupun vape dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik, meskipun terdapat perbedaan efek antar studi. Dari 20 literatur yang ditinjau, 12 menyatakan peningkatan tekanan darah lebih tinggi pada rokok, sementara 8 lainnya membahas efek serupa dari Perbedaan ini menunjukkan bahwa walaupun vape dianggap lebih ringan, kandungan nikotinnya tetap memengaruhi sistem saraf simpatik dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, asumsi bahwa vape lebih aman tidak sepenuhnya dapat diterima secara ilmiah, karena mekanisme tubuh yang terkena dampaknya tetap sama dengan perokok biasa. Pada pencegahan, pendekatan edukatif dan religius juga menjadi hal penting. Rosidi et al. menekankan pentingnya edukasi kepada remaja mengenai bahaya vape. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan kepada siswa SMA menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi tentang dampak rokok elektrik. Edukasi ini harus dilakukan secara terus menerus agar remaja tidak hanya tahu risikonya, tetapi juga terdorong untuk menghindarinya. Kemudian dalam islam segala bentuk kebiasaan yang merusak tubuh adalah perbuatan yang dilarang. Berdasarkan hal tersebut umat Islam, khususnya generasi muda, dianjurkan untuk menjauhi vape demi menjaga amanah kesehatan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Pencegahan melalui pendidikan dan nilai moral dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk menekan peningkatan penggunaan vape di kalangan Generasi Z. Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR. 2 MEI 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 01-11 KAJIAN TEORITIS Pada kajian ini, terdapat dua variabel utama: alasan penggunaan rokok elektrik . sebagai variabel bebas . , dan dampaknya terhadap Generasi Z sebagai variabel terikat . Variabel bebas menjelaskan mengapa individu, khususnya remaja, tertarik menggunakan vape, sedangkan variabel terikat menguraikan konsekuensi kesehatan atau perilaku dari penggunaan tersebut. Pemahaman tentang kedua variabel ini sangat penting agar penanganan dan edukasi terhadap perilaku vaping di kalangan remaja dapat dilakukan secara tepat sasaran. Salah satu alasan utama Generasi Z menggunakan vape adalah karena adanya persepsi bahwa vape merupakan alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok Simanjuntak et al. menyoroti bahwa banyak remaja percaya vape dapat membantu mereka berhenti merokok. Vape dianggap modern, tidak meninggalkan bau menyengat, dan memiliki banyak varian rasa, sehingga menjadikannya lebih menarik. Selain itu, pengaruh media sosial dan lingkungan pertemanan juga sangat besar dalam mendorong perilaku ini. Hal ini memperkuat bahwa persepsi sosial dan psikologis berperan sebagai pemicu kuat, menjadikannya sebagai variabel bebas yang memengaruhi meningkatnya penggunaan vape. Namun, penggunaan vape ternyata membawa dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Widyantari dan Lestari . menjelaskan bahwa vape dapat menyebabkan gangguan paru-paru akut seperti EVALI (E-cigarette or Vapingassociated Lung Injur. , serta risiko jangka panjang seperti PPOK dan kanker paru. Senyawa kimia dalam cairan vape seperti zat psikoaktif, pelarut, dan flavoring memiliki potensi toksik yang merusak jaringan paru, terutama jika digunakan dalam jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa dampak fisiologis akibat penggunaan vape menjadi variabel terikat yang memiliki hubungan erat dengan motivasi awal penggunaannya. Tidak hanya berdampak pada paru-paru, vape juga memengaruhi kesehatan gigi dan Sarfina dan Utami . melaporkan bahwa kandungan nikotin dalam vape menurunkan laju alir saliva, yang berdampak pada kebersihan mulut dan meningkatkan risiko karies serta gangguan pada rongga mulut. Ini membuktikan bahwa dampak negatif vape meluas ke berbagai aspek kesehatan tubuh. Penelitian ini menambahkan dimensi baru dalam memahami variabel terikat, yaitu bahwa dampak vape tidak hanya terbatas pada sistem respirasi, tetapi juga pada sistem oral dan bahkan sistem kardiovaskular. Mulyadi et al. melalui kajian literatur menunjukkan bahwa nikotin dalam vape dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, meskipun tidak setinggi rokok KAJIAN LITERATUR ALASAN PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK (VAPE) SERTA DAMPAKNYA PADA GENERASI Z Namun, tetap saja terjadi respons sistem saraf simpatik yang menyebabkan efek kardiovaskular. Di sisi lain. Rosidi et al. membuktikan bahwa edukasi efektif dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya vape. Ini memperkuat bahwa persepsi awal yang keliru dapat diubah melalui intervensi edukatif, yang menjadi faktor moderasi antara variabel bebas dan variabel terikat. Dengan memahami struktur hubungan antar variabel ini, upaya pencegahan dan kebijakan kesehatan masyarakat dapat disusun secara lebih strategis. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review atau SRL, yakni menyeleksi tiap jurnal atau penelitian terdahulu dan mendapatkan hasil berupa rujukan dari model/ide yang akan dikembangkan ke depannya (Ritonga, 2. Melalui metode ini, peneliti meninjau dan mengidentifikasi artikel secara terstruktur, dengan setiap prosesnya mengikuti langkah- langkah yang telah ditentukan. Peneliti mengumpulkan referensi untuk penelitian ini dari Google Scholar dan PubMed. Artikel yang dipilih mencakup berbagai topik dengan tanggal publikasi mulai dari tahun 2020 hingga 2025 dan semuanya membahas tentang alasan yang memengaruhi Gen Z dalam menggunakan vape. Hanya 6 dari 15 artikel yang digunakan yang dipilih oleh peneliti untuk dimasukkan dalam tabel hasil dan diskusi karena artikel tersebut terkait erat dengan kata kunci. C/KEPK-FKMUMJ/V/2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Jurnal yang Membahas Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Vape Pada Gen Nama Peneliti Labora Sitinjak. Susihar Susihar Karmelia Nova Diana. Maulidya Judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruh i Remaja Mengkonsums i Rokok Elektrik Hubungan Teman Sebaya Perilaku Penerbit & Tahun Kesimpulan Vol 6 No 1 . JAKHKJ Juni 2020 Teman sebaya menjadi faktor utama yang mendorong remaja menggunakan rokok Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, 2020 Usia 15Ae24 tahun memiliki tingkat ketertarikan lebih tinggi pada rokok Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR. 2 MEI 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 01-11 Digandiana Penggunaan , dkk. Rokok Elektrik di Kalangan Mahasiswa Fenomena Wanita Perokok Elektrik di Angkringan Zahra Sendok Raihana Melintir Kelurahan Pakansari Kecamatan Cibinong Edukasi Bahaya Muhamad Penggunaan Rinaldhi Rokok 4 Tandah. Konvensional Khusnul Dan Elektrik Diana, dkk. Pada Remaja Di SMP Negeri 7 Palu kelompok usia 25Ae 44 tahun. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah, 2025 Dorongan psikologis seperti stres, keingintahuan, dan keinginan berhenti merokok mendorong wanita memakai vape. Al Khidmat: Vol. 7 No. Tahun 2024 Remaja usia 11Ae13 tahun mulai merokok karena rasa ingin tahu, tekanan pertemanan, dan kondisi emosional seperti stres. Nabeel A. Janjua. Noah T. Kreski. Katherine Keyes Social, 2023 Sep:144:107754 Firdi Devin, 6 Muhamma d Faaiq Mabrur Pengaruh Vape Terhadap Kesehatan Pada Gen Z Vol 1. No 1, (Jan-Jun Aep Saepulloh, 7 Muhamma d Iqbal. Fenomena Perokok Vape Dan Pengaruhnya Terhadap Lifestyle Generasi Z Hyumin Han. Gyumin Son A systematic review of Tidak ditemukan hubungan antara penggunaan vape dan harga diri, tetapi ada kaitan dengan Kandungan nikotin dalam vape memiliki potensi adiktif dan menimbulkan risiko kesehatan setara dengan rokok biasa. Volume 6. No. Penggunaan vape berdampak negatif terhadap paru-paru dan bisa memicu gangguan kognitif serta perilaku. 2023 Nov 1:340:129-138 Penggunaan vape dipengaruhi oleh perilaku teman dan kebiasaan merokok KAJIAN LITERATUR ALASAN PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK (VAPE) SERTA DAMPAKNYA PADA GENERASI Z Made K. Wirajaya, 9 Putu I. Farmani. Putu A. Laksmini Determinan Penggunaan Rokok Elektrik (Vap. pada Kalangan Remaja di Indonesia orang tua serta nasihat keluarga. KESKOM, 2024. 237Ae245 Pengetahuan, lingkungan sosial dan keluarga, serta gaya hidup menjadi penentu perilaku merokok elektrik. Pembentukan vape Danny R. Vape (Rokok sebagai gaya hidup Elektri. dipengaruhi oleh Pinisi Journal. Vol. 4 No. 10 Djarumia. Sebagai Gaya faktor internal 1. Maret 2024 Hidup seperti sikap. Awaru Modern. pengalaman, dan Banyak yang percaya vape Pemberdayaan Vol. 4 No. 2 (Nov 2. , membantu berhenti Junaidi. Kesehatan DOI: merokok, meski Ratna Said Anak Usia 54259/pakmas. persepsi bahwa vape Sekolah. lebih aman bisa Penggunaan vape Hubungan secara terusPenggunaan Rokok Mohammat Universitas Elektrik gangguan fungsi Gafur Muhammadiyah Jember Vapor Dengan paru dan Tidal Volume. konsentrasi serta Faktor yang Meskipun vape Memengaruhi berbahaya bagi Weni N. Pemakaian paru-paru. Aisyah. Rokok Miracle Journal of Public penggunaannya di 13 Amrita C. Elektrik serta Health. Vol. 7 No. Des kalangan remaja Rahayu. Dampaknya tetap meningkat karena berbagai Kesehatan Paru Remaja Remaja dengan Factors tingkat kecemasan Jinyung rendah tetap rentan 14 Kim, with Korean 2023 Nov 1:340:129-138 menggunakan vape Serim Lee adolescent's ekarena kemudahan cigarette use. akses dan kebiasaan Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR. 2 MEI 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 01-11 Faktor-Faktor Yang Mahasiswa memilih Monifa Mempengaruh vape karena alasan ZONA KEBIDANAN. Putri, i Penggunaan gaya hidup. Vol. 13 No. Agustus Fitriyani Rokok lingkungan sosial. Bahriyah Elektrik dan citra diri yang (Vap. Pada ingin ditampilkan. Mahasiswa Berdasarkan hasil tinjauan terhadap 15 artikel yang telah dilakukan, ditemukan berbagai faktor yang memengaruhi penggunaan rokok elektrik . pada remaja. Faktorfaktor tersebut dapat dikategorikan ke dalam faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup pengetahuan, tingkat kepercayaan diri, serta jenis kelamin. Sementara itu, faktor eksternal meliputi dukungan orang tua, pengaruh lingkungan teman sebaya, serta akses dan ketersediaan rokok elektrik di lingkungan sekitar. Adapun dampak penggunaan rokok elektrik terhadap kesehatan paru-paru remaja umumnya berkaitan dengan munculnya berbagai gejala pernapasan, seperti batuk, sesak napas, asma, nyeri dada, mengi, serta batuk kering terutama pada malam hari. Penggunaan rokok elektrik juga meningkatkan risiko terjadinya EVALI (E-cigarette or Vaping product use-Associated Lung Injur. , yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan remaja secara keseluruhan (Aisyah et al. , 2. Remaja pada umumnya kurang memiliki pengetahuan tentang rokok elektrik. Kurangnya pemahaman remaja tentang rokok elektrik merupakan salah satu faktor yang menyebabkan ketidaktahuan mereka tentang topik tersebut. Penggunaan rokok elektrik oleh remaja dipengaruhi oleh informasi yang tidak akurat dari pemerintah, pendidik, serta media cetak dan elektronik. Pengetahuan remaja juga dipengaruhi oleh informasi yang disampaikan oleh orang tua, teman sebaya, instruktur, serta media cetak dan elektronik. Remaja akan lebih tahu jika mereka memiliki akses ke lebih banyak informasi. Sebaliknya, jika materinya kurang memadai, pengetahuan remaja pun akan kurang Akibat ketidaktahuan ini, banyak remaja yang masih belum menyadari bahwa cairan rokok elektrik mengandung nikotin. Salah satu bahan utama dalam cairan atau larutan rokok elektrik adalah nikotin. Cairan rokok elektrik yang berbeda memiliki kadar nikotin yang berbeda. ada yang kadar nikotinnya tinggi, ada yang kadar nikotinnya rendah, dan ada yang bebas nikotin. Mayoritas remaja masih belum menyadari bahwa rokok elektrik mengandung banyak komponen berbahaya. Pada dasarnya, larutan rokok elektrik mengandung empat campuran: dietilen glikol (DEG), nitrosamin khusus tembakau (TSNA), serat silika, formaldehida. KAJIAN LITERATUR ALASAN PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK (VAPE) SERTA DAMPAKNYA PADA GENERASI Z kumarin, rimoraban, dan karbonil yang dapat menyebabkan kanker. Meskipun demikian, rokok elektrik memiliki manfaat dibandingkan rokok tradisional, yaitu dalam kaitannya dengan variasi rasa. Lebih dari 7000 rasa berbeda tersedia untuk penggunaan dalam rokok Remaja didorong untuk menggunakan rokok elektrik karena kondisi ini, yang menawarkan berbagai rasa, termasuk permen, buah-buahan, dan lainny. (Wirajaya. Farmani, dan Laksmini 2. KESIMPULAN DAN SARAN Peneliti menyimpulkan dari temuan tersebut bahwa vape sama berbahayanya dengan Nikotin, yang dapat menyebabkan kecanduan, terdapat dalam rokok dan vape. Selain itu, bahayanya sama mematikannya dengan bahaya yang terkait dengan rokok. Sebagai remaja, khususnya anggota Generasi Z, kita perlu mengenali risiko yang terkait dengan vaping berdasarkan temuan penelitian tersebut. Selain hal-hal tersebut di atas, umat Islam wajib menjauhi segala bentuk kerusakan dan kemungkaran, termasuk vaping, karena hal itu tidak hanya dapat merugikan tubuh tetapi juga orang lain. Berdasarkan hal tersebut marilah kita sebagai umat Islam dan remaja yang peduli terhadap kesehatan diri sendiri, menjaga diri dari hal-hal yang dapat membahayakan tubuh kita. Berdasarkan kesimpulan di atas, disarankan agar Generasi Z meningkatkan literasi kesehatan terkait bahaya penggunaan vape melalui edukasi yang tepat, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun media sosial. Pemerintah dan lembaga pendidikan juga diharapkan aktif menyelenggarakan program penyuluhan dan kampanye anti-vape yang berbasis data ilmiah. Selain itu, pendekatan nilai-nilai agama dan moral perlu diperkuat agar remaja tidak hanya memahami risiko kesehatan, tetapi juga menyadari pentingnya menjaga tubuh sebagai amanah dari Tuhan. Dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang bebas dari pengaruh rokok UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyusunan kajian ini. Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, serta kepada penulis-penulis sumber referensi yang telah menjadi dasar teori dan data ilmiah dalam penelitian ini. Tidak lupa, apresiasi juga diberikan kepada keluarga dan rekan-rekan yang telah memberikan motivasi dan semangat selama proses penulisan berlangsung. Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR. 2 MEI 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 01-11 DAFTAR PUSTAKA