Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pengaruh Motivasi Intrinsik. Kepemimpinan Transformasional dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Billa Laura Ashari1. Dewi Andriani2. Vera Firdaus3 1,2*,3 Prodi Manajemen. Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Maret, 2025 Disetujui: Maret, 2025 Dipublikasi: Maret, 2025 _________________ Kata kunci: Motivasi Intrinsik. Kepemimpinan Transformasional. Komitmen Organisasi. Kinerja Karyawan Keywords: Intrinsic Motivation. Transformational Leadership. Organizational Commitment. Employee Performance Corresponding Author: Dewi Andriani Email: dewiandriani@umsida. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik, kepemimpinan transformasional, dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan di umkm. Riset yang dicoba ini oleh penulis pada riset ini merupakan riset deskriptif kuantitatif, pada riset deskriptif kuantitatif menggunakan metode total sampling dalam pengumpulan Umkm yang akan dilakukan riset ini adalah umkm kampung pia yang terletak di Desa Warurejo Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Populasi dalam penelitian ini merupakaan karyawan yang bekerja pada UMKM Kampung Pia Desa Warurejo. Sample dari penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling yang didapatkan dari total sample yaitu sebanyak 90 responden. penelitian ini menggunakan data primer kuesioner dengan skala likert yang diolah menggunakan smartpls. yang didapatkan yaitu motivasi intrinsik berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan di umkm ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the effect of intrinsic motivation, transformational leadership, and organizational commitment on employee performance in umkm. The research attempted by the author in this research is quantitative descriptive research, in quantitative descriptive research using the total sampling method in collecting information. The umkm that will be carried out this research is umkm kampung pia which is located in Warurejo Village. Gempol District. Pasuruan Regency. The population in this study were employees who worked at the UMKM Kampung Pia Warurejo Village. The sample of this study was purposive sampling method obtained from a total sample of 90 respondents. study uses primary data questionnaires with a Likert scale which are processed using smartpls. the results obtained are intrinsic motivation affects employee performance, transformational leadership affects employee performance and organizational commitment affects employee performance in umkm. A 2025 Billa Laura Ashari. Dewi Andriani. Vera Firdaus This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil dan menengah atau yang biasa dikenal dengan istilah UMKM merupakan suatu bagian dari perekonomian yang berperan penting mendorong pemerataan ekonomi dan kekuatan dalam perekonomian di Indonesia. Dengan kontribusi yang luar biasa dalam berbagai aspek. UMKM tidak hanya menjadi penggerak utama perekonomian negara, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi masyarakat luas. Sebagai sektor yang secara aktif terlibat dalam menciptakan lapangan kerja bagi . ,87%) penduduk usia kerja di Indonesia. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 295 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. UMKM memiliki posisi penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang sedang Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM, kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 60,34% pada tahun 2017. Kontribusi ini, menurut data tersebut, hampir tidak dapat ditingkatkan, yang menunjukkan bahwa pangsa UMKM di pasar ekspor Indonesia hanya sebesar 15,7%(Kondisi. Covid, and Indonesia 2. UMKM merupakan usaha kecil yang dimiliki dan dijalankan oleh individu atau sekelompok kecil. Mereka beroperasi di tingkat lokal, menghasilkan berbagai produk dan layanan, mulai dari produksi tradisional hingga teknologi modern(Hasan and Rohman 2. kelebihan UMKM terletak pada fleksibilitas, kreativitas dan adaptabilitas dalam menjawab berbagai kebutuhan pasar(Vinatra et al. Tidak hanya itu saja. UMKM memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja. Dalam mengarungi pasar dunia. UMKM diharapkan dapat mengungguli para Mereka harus mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, efektivitas, dan Produktivitas dan lingkungan kerja ini sangat erat kaitannya dengan sumber daya Sumber daya manusia sangat penting dalam setiap organisasi atau bisnis, dengan adanya sumber daya manusia, mereka tidak hanya akan berkolaborasi, tetapi juga berkontribusi pada tujuan organisasi atau bisnis(Irjanto and Setiawan 2. Setiap UMKM menghadapi satu tantangan atau kesulitan. Dalam kasus UMKM, harus diakui bahwa mayoritas pelaku UMKM sebagian besar dilatarbelakangi oleh berbagai masalah yang tidak mudah diselesaikan, yang paling signifikan adalah kualitas sumber daya manusia (SDM)(Cafe et al. Bagi keberlangsungan organisasi, salah satu faktor yang tidak kalah penting adalah kinerja karyawan karena keberhasilan organisasi atau bisnis tergantung pada kualitas sumber daya manusianya(Andriani 2. Kemajuan akan suatu organisasi hanya bisa dicapai dengan adanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing(Irma Aldiani and Yualiana Nelisma 2. Sumber daya manusia memiliki potensi berkembang secara aktif serta dapat meningkatkan kinerja untuk mencapai tujuan Pekerjaan yang sukses akan tercapai jika kebiasaan kerja karyawan baik(RAMADONA. Dwi Cahya, and Maulida 2. Kinerja karyawan harus diperhatikan oleh setiap organisasi untuk dapat menilai dan mengetahui hasil kerja dari karyawannya. Karena kinerja karyawan yang baik dan memuaskan akan menghasilkan prestasi yang baik bagi suatu organisasi, begitupun sebaliknya kinerja karyawan yang buruk akan menghasilkan prestasi yang rendah bagi organisasi tersebut(RAMADONA. Dwi Cahya, and Maulida 2. Kinerja dari karyawan saat ini dirasa kurang disebabkan kurangnya pengawasan dan membuat motivasi kerja para karyawan menjadi menurun, produktivitas yang menurun dalam menghasilkan produk membuat waktu untuk menghasilkan produk tersebut lebih lama dari target yang sudah ditentukan oleh setiap UMKM. Dengan hal tersebut dapat dimaknai jika faktor motivasi sangat berpengaruh pada kinerja karyawan di umkm. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja, dalam penelitian ini fokus pada variabel motivasi intrinsik, kepemimpinan transformasional, dan komitmen organisasi. Motivasi intrinsik . epuasan pribadi dari pekerjaan itu sendir. dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kerja, pengakuan, dan kepemimpinan. Ketika motivasi karyawan rendah, mereka cenderung menunjukkan minat yang rendah terhadap pekerjaan, kurang inisiatif, dan menurunkan kinerja. Motivasi merupakan daya tarik internal yang mempengaruhi dedikasi seseorang untuk mencapai tujuan(Karyawan et al. Seorang pekerja juga membutuhkan motivasi untuk pekerjaan mereka agar mendapatkan hasil yang Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 296 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. maksimal(Agustin 2. Ada dua metode motivasi yaitu motivasi langsung . irection motivatio. yaitu motivasi yang diberikan langsung kepada seseorang untuk membantu memenuhi kebutuhan dan kepuasannya seperti pujian, penghargaan, tunjangan, dan bonus. Kemudian motivasi tidak langsung . ndirect motivatio. yaitu motivasi yang diberikan melalui sarana yang dapat memperkuat dan meningkatkan kepercayaan diri seseorang atau dorongan untuk melakukan pekerjaan mereka sehingga mereka akan percaya diri dan mampu melaksanakannya(Nurrohmah 2. Dengan motivasi yang tepat, karyawan terdorong untuk membuat kemajuan sebanyak mungkin dalam menyelesaikan tugas. Dengan motivasi yang kuat, seseorang dapat membangun komitmen akuntabilitas untuk melakukan semua tugas yang telah menjadi keharusan. Oleh karena itu, setiap karyawan perlu memiliki komponen penting ini karena motivasi akan mendorong karyawan untuk menjadi lebih sukses dan produktif dalam peran mereka di dalam organisasi(Febriyanni. Batubara, and Marpaung Faktor penting dalam meningkatkan produktivitas karyawan adalah memiliki pemimpin yang dapat memengaruhi kinerja tim dan secara aktif bekerja untuk mencapai tujuan melalui gaya kepemimpinan yang tepat(Prayudi 2. Gaya kepemimpinan adalah gaya yang diperlukan oleh pemimpin ketika bersosialisasi dengan bawahannya guna meningkatkab dorongan kerja(Fenny and Setyawan 2. Gaya kepemimpinan yang baik dapat menanamkan rasa percaya diri dan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras dan lebih lama, sehingga dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Kepemimpinan yang efektif dapat meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi karyawan untuk bekerja lebih giat agar terjadi peningkatan pada produktivitas karyawan(Kamil Hafidzi et al. Salah satu jenis kepemimpinan yang menekankan pentingnya pemimpin dalam memberikan visi dan dukungan kepada karyawan agar dapat mencapai tujuan yang lebih tinggi adalah Kepemimpinan kepemimpinan yang dapat mendorong karyawan untuk mengenali nilai-nilai pribadi mereka sendiri dan menunjukkan kesediaan mereka untuk mengubah hal-hal yang berada di luar batas mereka(Timur Sari 2. Selain motivasi dan gaya kepemimpinan transformasional, komitmen organisasi tidak kalah penting dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan. Komitmen organisasi didefinisikan sebagai kekuatan identitas seseorang dalam keterlibatan organisasi tertentu. Komitmen organisasi juga merupakan loyalitas pegawai terhadap organisasi yang diikutinya, dicerminkan dari keterlibatan seseorang yang tinggi untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Loyalitas karyawan tercermin dari kesediaan dan kemauannya untuk tetap berusaha menjadi bagian dari organisasi, serta keinginan yang kuat untuk tetap berada di dalam organisasi tersebut(Suhakim and Badrianto 2. Artinya. Organisasi memiliki karakteristik tertentu, sedangkan konsep komitmen organisasi berkaitan dengan tingkat keakraban yang dimiliki karyawan dengan organisasi tempat mereka bekerja dan keinginan untuk tetap berada di Komitmen organisasi adalah keadaan yang mewujudkan karakteristik hubungan karyawan dengan organisasi atau implementasinya yang mempengaruhi apakah karyawan akan terus bekerja di organisasi atau tidak(Babu Hahang 2. Pada penelitian(Liana and Neva Denjayanti 2. yang menggunakan motivasi sebagai variabel dependen dan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi menggunakan komitmen organisasi. Pada penelitian ini, motivasi dijelaskan lebih kuat dengan menggunakan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 297 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. variabel motivasi intrinsik dan komitmen organisasi sebagai variabel dependen. Penelitian(Gofur. Sundari, and Kustiari 2. juga menggunakan variabel independen kepemimpinan dalam penelitiannya, pada penelitian tersebut tidak dijelaskan jenis kepemimpinan yang seperti apa yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan di UMKM, sehingga penelitian ini akan mengembangkan penelitian sebelumnya dengan menguatkan variabel kepemimpinan transformasional. Kemudian pada penelitian ini memiliki jumlah sample yang lebih banyak yakni 90, lebih banyak dari sample penelitian sebelumnya yang hanya 66 sample. Selain motivasi, gaya kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan UMKM, organisasi harus mempunyai komitmen organisasi yang berguna memaksimalkan kinerja karyawan organisasi tersebut(Babu Hahang 2. Karena komitmen organisasi juga merupakan salah satu faktor terpenting dalam memulai bisnis, memiliki karyawan memungkinkan bisnis untuk berkontribusi secara signifikan terhadap kesuksesan dan keberlangsungan industri masing-masing(Agustin 2. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi intrinsik, kepemimpinan transformasional, dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan UMKM. Penelitian ini nantinya akan dilakukan pada UMKM kampung Pia Warurejo. Kampung Pia Warurejo Gempol sebagai salah satu desa di kecamatan Gempol yang terkenal atau identik dengan produk UMKM nya yaitu Kue Pia. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang bagaimana pengaruh motivasi, kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi terhadap kinerja di UMKM kampung Pia Warujrejo gempol METODE Obyek untuk penelitian ini adalah UMKM Kampung Pia Desa Warurejo Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu gejala, hipotesis, atau fenomena yang terjadi secara faktual, sistematis, dan akurat(Margareta 2. Populasi dalam penelitian ini merupakaan karyawan yang bekerja pada UMKM Kampung Pia Desa Warurejo. Sample dari penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling yang didapatkan dari total sample yaitu sebanyak 90 responden. Adapun kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Karyawan UMKM yang sudah bekerja minimal selama dua tahun. Adapun variable independen dalam penelitian ini yaitu motivasi intrinsik (X. , kepemimpinan transformasional (X. , komitmen organisasi (X. , dan variable dependen adalah kinerja karyawan (Y). Pengumpulan data untuk penelitian ini akan dilakukan secara online dengan menggunakan Google Form. Penelitian ini menggunakan satu jenis skala, yaitu skala linkert dengan rentang jawaban Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Netral (N). Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS)(Lidara 2. Setelah semua data terkumpul, aplikasi analisis Partial Least Square (PLS) merupakan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pemodelan kuadrat terkecil parsial dengan pemodelan persamaan struktural. Hipotesis didasarkan pada nilai t-statistik. Signifikansi statistik dari parameter memberikan informasi yang berkaitan dengan varians antar variabel dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari motivasi intrinsik, kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan di UMKM Kampung Pia Desa Warurejo Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 298 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. HASIL Frekuensi jawaban responden variabel motivasi intrinsik STS Variabel kepemimpinan transformasioal STS KT1 KT2 KT3 KT4 KT5 KT6 variabel komitmen organisasi STS KO1 KO2 KO3 KO4 KO5 KO6 STS Variabel kinerja karyawan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 299 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Hasil Analisis Data Validitas Konvergen Menurut (Produk et al. ) validitas konvergen ditinjau dari nilai outer loadings dan Average Variance Extracted (AVE) dimana nilai cut off value pada masing-masing nilai, yakni: untuk outer loadings/loading factor nilai yang disyaratkan adalah 0,7 tetapi untuk penelitian tahap awal, nilai 0,5-0,7 maka masih dinyatakan lolos uji validitas konvergen. Kemudian (Ecm. Nastiti, and Marsella 2. mengemukakan bahwa Convergent Validity dianggap terpenuhi jika nilai Average Variance Extracted (AVE) adalah Ou 0,5. Adapun hasil uji validitas konvergen yakni sebagai berikut: Outer Loadings Tabel 4. KO1 KO2 KO3 KO4 KO5 KO6 KT1 KT2 KT3 KT4 KT5 KT6 Hasil Outer Loadings Kepemimpinan Kinerja Komitmen Motivasi Transformasional Karyawan Organisasi Intrinsik Umkm Sumber: SmartPLS Berdasarkan tabel 4. 1 diatas, terlihat bahwa semua nilai outer loading untuk semua variabel memiliki nilai > 0,7. Sehingga semua item variabel lolos dalam pengujian outer Average Variance Extracted (Uji Validita. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 300 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Variabel Tabel 4. Hasil Average Variance Extracted AVE Nilai Kritis Keterangan Kepemimpinan Transformasional Kinerja Karyawan Umkm > 0,5 Valid > 0,5 Valid Komitmen Organisasi > 0,5 Valid Motivasi Intrinsik > 0,5 Valid Sumber: SmartPLS Tabel 4. 2 menunjukkan bahwa ketiga variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid karena menghasilkan nilai AVE > 0,5. Hasil Analisis Reliabilitas Tabel 4. Hasil CronbachAos Alpha Cronbach's Rule of Result Alpha Thumb Kepemimpinan >0. Reliabel Transformasional Kinerja Karyawan >0. Reliabel Umkm Komitmen >0. Reliabel Organisasi Motivasi Intrinsik >0. Reliabel Sumber: SmartPLS Tabel 4. 3 menunjukkan bahwa seluruh variabel yang digunakan pada penelitian ini bersifat reliabel karena menghasilkan nilai cronbachAos alpha > 0,7. Disimpulkan bahwa data telah lolos uji reliabilitas maka data dapat dilanjutkan ke analisis berikutnya. Composite Reliability Variable Kepemimpinan Transformasional Kinerja Karyawan Umkm Komitmen Organisasi Motivasi Intrinsik Composit Reliability Tabel 4. Rule of Thumb Result >0. Reliable >0. Reliable >0. Reliable >0. Reliable Dari tabel diatas, nilai Composit Realibility semua variabel memiliki nilai Composit Realibility > 0,7, sehingga data reliable dan dapat dilakukan pengujian olah data selanjutnya. Goodness of Fit (GoF) Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 301 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Goodness of Fit (GoF) bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian dan kelayakan suatu model penelitian. Pada nilai GoF, terdapat tiga kriteria nilai untuk pengambilan kesimpulan (Stress. Satisfaction, and Promotion n. ), yakni: nilai 0,10 maka tingkat kelayakan kecil (GoF smal. , kemudian nilai 0,25 maka tingkat kelayakan sedang (GoF mediu. , terakhir, nilai 0,36 maka tingkat kelayakan besar (GoF larg. Adapun hasil nilai GoF pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil nilai rata Ae rata AVE dan rata Ae rata R2 Variabel Nilai Average Variance Extracted (AVE) Kepemimpinan Transformasional Kinerja Karyawan Umkm Komitmen Organisasi Motivasi Intrinsik Rata-Rata 0,966 Sumber: SmartPLS ycycyc = Ooycycyc yeo ycya = Ooya. ynyiya yeo ya. yyiyi = ya. ynyeyayc Hasil perhitungan di atas meunjukkan bahwa nilai GoF yang dihasilkan oleh model penelitian ini adalah sebesar 0,8423 yang mana disimpulkan bahwa keseluruhan dalam kinerja model prediksi yang ditinjau pada tingkat kesesuaian antara inner model dengan outer model adalah memiliki tingkat kelayakan yang besar karena menghasilkan nilai GoF di atas 0,36 Nilai Koefisien Determinasi Adapun pada analisis data akan disajikan pertama kali mengenai hasil uji model struktural . nner mode. pada koefisien determinasi (R. Dalam menentukan nilai koefisien determinasi / R-square (R. , nilainya berkisar dari 0 sampai 1 dan dibagi menjadi tiga kriteria penilaian, yang pertama untuk nilai Rsquare (R. Ae 0,. termasuk bersifat substansial / kuat, yang kedua untuk nilai R-square (R. ,74 Ae 0,. termasuk bersifat moderat / sedang, yang ketiga untuk nilai R-square (R. ,49 Ae 0,. termasuk bersifat lemah. Adapun nilai koefisien determinasi yang dihasilkan oleh penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Nilai R-Square Variabel R Square Kinerja Karyawan Umkm Sumber: SmartPLS Berdasarkan hasil nilai koefisien determinasi . yang dihasilkan oleh konstruk Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 302 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. penelitian sebagai berikut : Sumbangan variabel Motivasi Intrinsik. Kepemimpinan Transformasional dan Komitmen Organisasi kepada variabel Kinerja Karyawan Umkm sebesar 0,966 atau 96,6%. Sedangkan sisanya sebesar 3,4% . -96,. dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian. Gambar 4. Pls Algorithm Nilai Relevansi Prediktif Dalam menentukan nilai relevansi prediktif (Q. , nilainya berkisar dari 0 sampai 1. Jika nilai Q2 > 0 maka menunjukkan model yang digunakan dalam penelitian memiliki relevansi prediktif dan jika nilai Q2 O 0 maka menunjukkan model yang digunakan dalam penelitian kurang memiliki relevansi prediktif. Nilai relevansi prediktif semakin mendekati angka 1 berarti model penelitian semakin memiliki model prediktif yang tinggi. Tabel 4. Hasil Relevansi Prediktif (Q. Variabel Dependen Q Square Kinerja Karyawan Umkm Sumber: SmartPLS Berdasarkan hasil nilai relevansi prediktif . yang dihasilkan oleh konstruk penelitian adalah sebesar 0,844 pada variabel Kinerja Karyawan Umkm. Sehingga nilai tersebut lebih besar dari nilai 0 maka keadilan distributif terhadap Y memiliki relevansi Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 303 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Gambar 4. Hasil Relevansi Prediktif Model FIT SRMR d_ULS ChiSquare NFI Tabel 4. Saturated Estimated Model Model Uji model fit dapat dilihat dari nilai SRMR model. Di dalam model pls dinyatakan telah memenuhi kriteria jika nilai SRMR < 0,10. Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai SRMR sebesar 0,020 ( <0,. , sehingga model dinyatakan fit dan layak digunakan untuk menguji Kemudian Nilai NFI mulai 0 Ae 1 diturunkan dari perbandingan antara model yang dihipotesiskan dengan suatu model independen tertentu. Model mempunyai kecocokan tinggi jika nilai mendekati 1. Berdasarkan tabel diatas nilai NFI berada pada 0,903 yang berarti memiliki kecocokan model yang dapat dinyatakan baik. Hasil Uji Hipotesis Pengaruh lansung Uji Signifikansi Hasil Hipotesis dengan Uji sig Adapun kriteria dalam uji signifikansi ini antara lain : Jika nilai Probabilitas > 0,05, maka tidak terjadi pengaruh antara variabel independen terhadap dependen atau H0 diterima dan Ha ditolak. Jika nilai Probabilitas < 0,05, maka terjadi pengaruh antara variabel independen terhadap dependen atau H0 ditolak dan Ha diterima. Tabel 4. Hasil Kalkulasi Bootstrapping Kode Hipotesis Original P values Kesimpulan Sample Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 304 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kepemimpinan Transformasional -> Kinerja Karyawan Umkm Komitmen Organisasi -> Kinerja Karyawan Umkm Motivasi Intrinsik -> Kinerja Karyawan Umkm 003 <0,05 Terdapat pengaruh positif signifikan antar variabel 000 <0,05 Terdapat pengaruh positif signifikan antar variabel 029 <0,05 Terdapat pengaruh positif signifikan antar variabel Sumber: SmartPLS Gambar 4. Hasil Botstraping PEMBAHASAN Hipotesis pertama : motivasi intrinsik berpengaruh terhadap kinerja karyawan di umkm Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan umkm. Hasil analisis ini juga menunjukkan bahwa motivasi intrinsik mempengaruhi kinerja karyawan umkm karena dalam konteks UMKM, motivasi intrinsik karyawan sangat penting, dengan motivasi intrinsik tinggi akan lebih produktif, inovatif, dan berkomitmen terhadap pekerjaan mereka. Motivasi intrinsik meliputi pencapaian, pengakuan dan tanggung jawab, yang berkontribusi langsung pada peningkatan kinerja karyawan. Hasil ini berdasarkan indikator yang digunakan dalam penelitian, yakni harapan dan minat. Karyawan lebih termotivasi secara alami, mereka bekerja bukan hanya karena gaji, tetapi karena mereka merasa senang dan memiliki makna dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Maka penting bagi pemilik UMKM untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung motivasi intrinsik agar kinerja karyawan meningkat. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan ritongga dan mei, disebutkan bahwa motivasi intrinsik memiliki peran penting dalam mempengaruhi kinerja karyawan di umkm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel "motivasi intrinsik" memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan umkm. Hal ini menunjukkan bahwa Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 305 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Menemukan bahwa motivasi intrinsik memiliki hubungan yang kuat dengan peningkatan kinerja karyawan di sektor UMKM di Indonesia. (Ritonga et al. Hipotesis kedua : kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja karyawan di umkm Berdasarkan hasil analisis data membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja karyawan di umkm. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini menunjukkan kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di umkm. Di sektor UMKM, kinerja karyawan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan karena UMKM memiliki struktur organisasi yang lebih fleksibel dan kedekatan yang lebih erat antara pemimpin dan karyawan dibandingkan dengan perusahaan Salah satunya dengan adanya kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan semangat kerja karyawan dengan memberikan tujuan yang jelas dan mengapresiasi kontribusi mereka. Dalam kepemimpinan trasnformasional ini. Pemimpin menjadi panutan dan memberikan contoh positif bagi karyawan. Dengan perhatian individu yang tinggi, karyawan merasa lebih dihargai sehingga mengurangi turnover atau perpindahan kerja. Sebagaimana dalam indiktor inspirasi, stimulasi dan pertimbangan (Yusuf. Subyantoro, and Hartati 2. Melalui stimulasi intelektual, pemimpin transformasional mengajak karyawan untuk berpikir kritis dan mencari solusi baru. Ini sangat penting bagi UMKM yang membutuhkan fleksibilitas dan inovasi untuk bersaing. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Afif Fiqhi dan Wawan Prahiawan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja anggota dan organisasi. Perubahan hendaknya dilakukan terlebih dahulu oleh seorang pemimpin, karena pemimpin merupakan contoh dalam organisasi. Pemimpin yang baik yang tidak hanya sekedar memimpin, tapi juga mampu menggerakan organisasinya untuk berubah melalui motivasi dan inspirasi. (Fiqhi and Prahiawan 2. Hipotesis ketiga : komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan di Berdasarkan dari hasil analisis data membuktikan bahwa komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan di umkm. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di umkm. Hasil analisis ini juga menunjukkan bahwa komitmen organisasi mempengaruhi kinerja karyawan di umkm, karena Karyawan yang memiliki komitmen tinggi terhadap organisasi cenderung lebih loyal, produktif, dan termotivasi untuk mencapai tujuan perusahaan. (Suhakim and Badrianto 2. Sehingga Karyawan yang memiliki komitmen tinggi lebih cenderung tetap bekerja dalam jangka panjang. Selain itu Karyawan merasa memiliki keterikatan emosional terhadap organisasi. Sebagaimana dalam indikator komitmen yang efisien dan berkelanjutan. Karyawan yang memiliki komitmen tersebut akan bekerja lebih giat karena merasa terikat secara emosional dengan organisasi sehingga berdampak pada kinerja karyawan di umkm. Pada penelitian rahmat kurniawan, mereka menemukan bahwa Komitmen Organisasi memiliki pengaruh positif serta signifikan kedalam variabel Kinerja karyawan umkm. Jadi Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 306 | 309 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 295-309 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. semakin baik komitmen karyawan dalam melaksanakan tugas akan meningkatkan hasil kinerjanya dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. (Kurniawan and Kadeni 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dan diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa : Motivasi intrinsik berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di umkm. Hal ini menunjukkan bahwa dengan motivasi intrinsik tinggi akan lebih berdanpak pada peningkatan kinerja karyawan di umkm. Kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja karyawan di umkm. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan semangat kerja karyawan dengan memberikan tujuan yang jelas dan mengapresiasi kontribusi mereka sehingga berdampak pada kinerja karyawan di umkm. Komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di umkm. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki komitmen organisasi tinggi akan bekerja lebih giat karena merasa terikat secara emosional dengan organisasi sehingga berdampak pada kinerja karyawan di umkm. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka saran dalam penelitian ini sebagai Untuk UMKM kampung pia gempol terus menciptakan lingkungan kerja yang mendukung motivasi intrinsik, menciptakan kepemimpinan transormasonal yang baik dan membangun komitmen organisasi yang berdampak pada peningkatan kinerja karyawannya sehingga dengan strategi yang tepat. UMKM dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi turnover karyawan, dan mencapai pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan. Untuk peneliti selanjutnya bisa meneliti menggunakan metode teknik pengujian yang berbeda untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dan dapat mengembangkan faktor-faktor atau variabel yang lain. DAFTAR PUSTAKA