Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN: e 2776-785X Pelatihan Life Skill Membuat Sablon dalam Meningkatkan Kemandirian Warga Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Ciamis Dhanni Meisya Larasati1A. Lilis Karwati2 1,2,3Universitas Siliwangi Email : dhanimesya@gmail. com1, liliskarwati@unsil. Article history: Received: 2023-01-12 Revised: 2023-04-16 Accepted: 2023-04-28 ABSTRACT Penelitian ini memiliki latar belakang masalah yaitu kurangnya keterampilan yang ada dimasyarakat, banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia, danbanyaknya permintaan dari masyarakat untuk mengadakan pelatihan life skill. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui proses serta hasil pelatihan membuat sablon oleh warga belajar di SKB Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode pendekatan kualitatif dengan deskriptifdengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Sumber data pada penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian proses pelatihan life skill membuat sablon dalam meningkatkan kemandirian warga belajardi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ciamis yaitu pelatihan membuat sablon memiliki sarana prasarana seperti ruangan kelas, alat dan bahan membuat sablon. Dalam pelaksanaanya pamong belajar yaitu memberikan materi dan metode praktekagar warga belajar dapat mudah paham. Tujuan program pelatihan sablon yaitu untuk menambah serta mengembangkan life skill warga belajar melalui pelatihan membuat sablon agar memiliki kemandirian dalam hidupnya dan memiliki keterampilan untuk kehidupannya di masa depan. Hasil pelatihan life skill membuat sablon, warga belajar mendapatkan ilmu pengetahuan tentang cara membuat sablon dan memiliki keterampilan dalam membuat sablon serta warga belajar juga bisa membuka usaha atau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Simpulannya setelahmengikuti kegiatan pelatihan warga belajar bisa mendapatkan pekerjaan atau dapatmenyesuaikan kerja yang lebih baik dan dapat membuka usaha di bidang pembuatan Kata kunci: Pelatihan. Life Skill. Kemandirian ABSTRACT This research has a background problem, namely the lack of skills in the community, the large number of unemployed in Indonesia, and the large number ofrequests from the public to hold life skills training. The purpose of this study is to find out the process and results of screen printing training by residents studying at the Ciamis Regency SKB. The method used in this study is a qualitative descriptivemethod with data collection techniques namely interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and data verification and drawing conclusions. The data sources in this study are primary data sources and secondary data sources. The research results obtained in the life skill training process research to make screen printing in increasing the independence of citizens learning at the Ciamis Learning ActivityCenter (SKB), namely screen printing training has infrastructure such as classrooms, tools and materials for screen printing. In carrying out tutoring, namely providing material and practical methods so that learning residents can easily understand. The purpose of the screen printing training program is to increase and develop the life skills of learning citizens through screen printing training so that they have independence in their lives and have skills for their livesin the future. The results of the life skills training in making screen printing, residents learn to gain knowledge about how to make screen printing and have skills in making screen printing and learning residents can also open businesses orget better jobs. Keywords: Training. Life Skills. Independence. Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN: e 2776-785X PENDAHULUAN Sejalan dengan inipermasalahan pengangguran masih menjadi permasalahan tersendiri bagi masyarakat, sulitnya lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan yang ada, pekerjaan yang tersedia di lapangan tidak bertumbuh kembang secara cepat dan sulit bertambah jumlahnya secarasignifikan. Dilihat fakta di lapangan permasalahan tenaga kerja di lingkungan masyarakat akhir-akhirini semakin kompleks. Hal ini dapat diamati dari jumlah pengangguran yang terus meningkat dan terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini di lapangan pekerjaan yang ada cakupanya semakin Malik Hadjar dalam (Slamet 2022, hlm . mendefinisikan kecakapan hidup sebagai kecakapan untuk bekerja selain kecakapan untuk ke jalur akademik. Dengan begitu kecakapan hidup . ife skil. yaitu kemampuanuntuk menghadapi problemakehidupan, kemudian merupakan secara proaktif dan kreatif, mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Hakikat pendidikan kecakapan hidup dalam pendidikan nonformal adalah upaya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, sikap, dan kemampuan yang memungkinkan warga belajardapat hidup mandiri. Dalampenyelenggaraan pendidikankecakapan hidup . ife skil. Coombs dan Ahmed dalam (Kamil 2009, hlm . menyatakan pendidikan nonformal adalah setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir diselenggarakan di luar sistem pendidikan formal, diselenggarakansecara tersendiri atau merupakan bagian penting dari sebuah sistem yang lebih luas dengan maksud memberikan layanan khusus kepada warga belajar atau membantu mengidentifikasi kebutuhan belajar agar sesuai dengan kebutuhan dan mencapai tujuan belajarnya. Jika SDM yang ada tidak dapat bersaing di dunia kerja maka akan mengakibatkan terjadinya Menurut laporantahunan yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 dalam laporan yang berjudul Kabupaten Ciamis dalam angka 2021 menyatakan bahwa jumlah pengangguran Kabupaten Ciamis 2020 mencapai 38. 425 jiwa, sedangkan pada tahun 766 orang naik menjadi 32. 702 orang di tahun 2019. Maka dari laporan tersebut diketahui bahwa jumlah pengangguran di Kabupaten Ciamis terus naik di setiaptahunya. Dari data tersebut bisa disebutkan bahwa selama kurun waktu 3 tahun di Kabupaten Ciamis terjadi peningkatan jumlah pengangguran terutama terjadi pada tahun 2019 Penganguran tersebut bisadisebabkkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena terjadinya wabah pandemi virus covid-19, selama pandemi masyarakat harus merelakan pekerjaannya karena adanya pembataasan yang dilakukan pemerintah sehingga tidak bisa beraktivitas secara normal. Pada tahun 2022 aktivitas sosial dan ekonomi mulai kembali pulih hal ini terjadi seiiring berangsur pulihnya stabilitas pencemaran virus covid-19,namun hal ini juga menjadi berat dimana masyarakat harus beradaptasilagi dengan kebiasaan yang lama setelah sekian lama terhenti, salah satu hal yang harus dipertimbangkan program-program yang dilaksanakan di SKB Kabpuaten Ciamis dapat terusberjalan dan mampu memberikankontribusi yang tinggi untuk peserta didiknya dalam meningkatkan kemandirian. SKB mewadahi warga belajar untuk mendapatkan life skill yang akan mereka inginkan , banyak sekali program- program pelatihan life skill yang diadakan oleh SKB dalam mendidik warga belajar supayamendapatkan skill yang merekabutuhkan diantaranya adalah skilluntuk menyablon , salah satu pelatihan ini sangat diminati oleh warga belajar dikarenakan dalam pelatihan menyablon banyak peluang dan benefit yang mereka terima yang bisa menunjang dalam dunia kerja salah satunya yaitu mendapatkan sertifikat yang bisa di jadikan acuan perusahaan untuk menerima warga belajar yang sudah lulus, dan jugabisa membuka lapangan pekerjaan sendiri karena sudah mempunyai keterampilan pasca pelatihan sablon di SKB yang akan berani bersaing di dalam usaha Program-program yang dilaksanakan di SKB Kabpuaten Ciamis dapat terus berjalan dan mampu memberikan kontribusi yang tinggi untuk peserta didiknya dalam meningkatkan SKB mewadahi warga belajar untuk mendapatkan life skill yang akan mereka inginkan , banyak sekali program- program pelatihan life skill yang diadakan oleh SKB dalam mendidik warga belajar supaya mendapatkan skill yang mereka butuhkan diantaranya adalah skill untuk menyablon , salah satu pelatihan ini sangat diminati oleh warga belajar dikarenakan dalam Page 32 of 8 PELATIHAN LIFE SKILL MEMBUAT SABLON DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIRAN WARGA BELAJAR DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN CIAMIS Dhanni Meisya Larasati 1A. Lilis Karwati2 pelatihan menyablon banyak peluang dan benefit yang mereka terima yang bisa menunjang dalam dunia kerja salah satunya yaitu mendapatkan sertifikat yang bisa di jadikan acuan perusahaan untuk menerima warga belajar yang sudah lulus, dan juga bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri karena sudah mempunyai keterampilan pasca pelatihan sablon di SKB yang akan berani bersaing di dalam usaha sablon METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Ciamis. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada ketertarikan peneliti untuk mengkaji secara mendalam mengenai proses pelatihanlife skill membuat sablon dalam meningkatkan kemandirian warga belajar tersebut. Satuan Pendidikan nonformal (SPNF) SKB Kabupaten Ciamis terletak di Jalan Bojong huni Nomor 07 Kelurahan Maleber. Kabupaten Ciamis. Jawa Barat. Program Sanggar kegiatan belajar (SKB) secara umum dikembangkanatas dasar kebutuhan, kondisi situasi permasalahan yang dihadapimasyarakat dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik dengan pemahaman pada pengembangan sikap dan kepribadianprofessional dan penguasaanpengetahuan keterampilanfungsional. Sanggar kegiatan belajar (SKB) sebagai Satuan Pendidikan memiliki tugas untuk menyelenggarakan program danpengabdian kepada masyarakat. Program yang dilaksanakan salah satunya yaitu pelatihan sablon yang sedang penulis teliti. Dalam melayanidan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. SPNF SKB Kabupaten Ciamis yaitu, menciptakan masyarakat yang gemar belajar, bekerja dan berusaha, sehingga terwujud masyarakat yang kreatif mandiri, berakhlakul kharimah dan mampu menghadapi tantangan Tujuan SPNF SKB Kabupaten Ciamis yaitu mampu memenuhi kebutuhan dasar peserta didik atau sasaran, sehingga Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Ciamis menjadi alternative atau pilihan bagi masyarakat. Strategi SPNF Kabupaten Ciamis yaitumemantapkan kerja sama lintas sektoral terpadu. Dalam pelaksanaan program dengan prinsip koordinasi,integrasi dan sinkronisasi. Kemitraan artinya SPNF SKBKabupaten Ciamis bekerja sama dengan beberapa mitra atau lembaga diantaranya: Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dalam hal ini bekerjasama dengan puskesmas ciamis. Pemerintah daerah kecamatan dan desa wilayah binaan yaitu kecamatan Cikoneng,Kecamatan Tambaksari, kecamatan Rajadesa, dan KecamatanPanawangan. UMKM Sablon Program yang Dilaksanakan Program-program yang ada di SPNF SKB Kabupaten Ciamis diantaranya yaitu: Kesetaraan. Layanan Pendidikan kesetaraan Paket B danPaket C. Kursus dan Pelatihan. Kursus dan pelatihan tata rias pengantin. Kursus dan pelatihan menjahit. Kursus dan pelatihan tata kecantikan rambut. Kursus dan pelatihan menyablon, 33 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN: e 2776-785X Kursus dan pelatihan Garneer kue,Kursus dan pelatihan. Baki lamaran HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Proses pelatihan membuat sablon di Sanggar kegiatan belajar (SKB) Kabupaten Ciamis memiliki peran yang sangat penting. Dalam prosespelatihan membuat sablon akanterlihat bahwa warga belajar memilikikemandirian dalam mengikutikegiatan pelatihan seperti pada wawancara di atas, warga belajar mampu membeli peralatan sablon sendiri dikarenakan lembaga mempunyai kekurangan yaitu pada alat dan bahan membuat sablon. Selain itu juga, dana yang ada untuk program pelatihan sablon ini diberikan langsung oleh pemerintah guna agar warga belajar memiliki keterampilan serta inovasi untuk masa depannya. Pada proses pelatihan membuat sablon, pamong belajar memberikan materi serta dengan metode praktek agar warga belajar mampu memahami yang disampaikan oleh pamong belajar dan agar pelatihan yang dijalankan tidak sia-sia dan akanmenjadi pengalaman yang baik. Selain itu juga, pada prosespelaksanaan pelatihan warga belajar memiliki hambatan dan kesulitan seperti pada saat praktek warga belajar memiliki kesulitan yaitudalam pengecapan sablon serta membuat pola Hambatan yang dirasakan warga belajar yaitualat dan bahan yang sedikit serta ruangan yang kurang luas mengingat warga belajar yang mengikuti kegiatan pelatihan sablon cukup banyak. Kepala SKB Kabupaten Ciamis juga merasakan bahwa alatdan bahan yang sedikit karena tidak bisa dipinjamkan atau diberikan kepada warga belajar, jadi hanya digunakan di saat pelatihan saja. Proses pelatihan membuat sablon di SKB Kabupaten Ciamis meliputi analisis kebutuhan pelatihan mengidentifikasi pembinaankaryawan akan perlukan untuk mengisi pekerjaan baru pada masa depan. Hasil analisis ini akan mendukung perencanaan penyedia kerja yaitu kemampuan yang dapat membantu warga belajar dalam proses kegiatan pelatihan serta pembelajaran yaitu menjadikan wargabelajar menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Terkait dengan pelatihanmembuat sablon. SKB Kabupaten Ciamis memberikan pelatihan yang cukup baik dalam praktek dan ilmu Kepala SKB Kabupaten Ciamis berusaha memberikan yang terbaik kepada warga belajar untuk terus menempuhPendidikan agar menjadikannyaindividu yang memiliki keterampilan serta agar hidupnya menjadi sejahtera. Selain itu juga, pamong belajar memberikan metode mengajaryang cukup baik dikarenakan materi serta praktek yang dijalankan cukup seimbang serta warga belajar memahami pelatihan membuat sablon meskipun memiliki hambatan serta kesulitan yang harus segera diberikan Selanjutnya. Desain program pelatihan keseluruhan, merencanakan keseluruhan program pelatihan yaitu kemampuan yang dapat membantu warga belajar dalam proses kegiatan pelatihan serta pembelajaran. Di SKB Kabupaten Ciamis memiliki beberapa strategi dalam kegiatan pelatihan membuat sablon agar warga belajar dapat belajar dengan nyaman dan dapat dipahami oleh setiap warga belajarseperti tidak hanya diberikan materi saja tetapi warga belajar juga langsung mempraktekan cara membuat sablon. Yang ke-tiga. Mengembangkan program berartibenar-benar merakit isi dan Page 34 of 8 PELATIHAN LIFE SKILL MEMBUAT SABLON DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIRAN WARGA BELAJAR DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN CIAMIS Dhanni Meisya Larasati 1A. Lilis Karwati2 materi pelatihan dari program tersebut yaitu kemampuan untuk menyusun pikirandengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan ini secara kompeten melalui kata-kata untuk mengungkapkan pikiran-pikiran. Artinya, kita dapat melihat bagaimana output serta outcome dan interaksi warga belajar di saat pelatihan berlangsung. Menurut pamong belajar, warga belajar dalam pelatihancukup cekatan dan terampil artinya warga belajar sangat antuasias ketika pelaksanaan pelatihan serta tujuan warga belajar dalam mengikuti pelatihan ini yaitu untuk menambah pengalaman serta mengembangkan keterampilan agar suatu saat dapat membuka usaha atau bekerja di bidang sablon. Yang ke-empat ada Implementasikan pelatihan, benar-benar melaksanakan program pelatihan, dengan menggunakan salahsatu atau lebih metode pelatihan. Artinya dalam hal ini berkaitan prosespelatihan, menurut pamong belajar,warga belajar dalam pelatihan cukup cekatan dan terampil artinya wargabelajar sangat antuasias ketika pelaksanaan Yang terakhir evaluasi efektivitas mata pelajaran tersebut, suatu kegiatan untuk memastikan keberhasilan program pelatihan yang diukur dari reaksi peserta pelatihan, apakah yang dipelajari oleh peserta pelatihan dari program tersebut dan sejauh mana perilaku atau hasil on the job mereka berubah sebagai hasil dari programtersebut. Dalam penelitian ini, kepala SKB Kabupaten Ciamis, pamong belajar, serta warga belajar memiliki harapan agar warga belajar setelahmengikuti kegiatan pelatihan dapat mengembangkan keterampilannyadan dapat hidup lebih sejahtera. Sanggar kegiatan belajar (SKB) Kabupaten Ciamis pada pelatihan membuat sablon memiliki proses yang sangat baik, dimulai dengan dana yang disalurkan oleh pemerintah serta pamong belajar yang memberikan pelatihan serta materi yang cukup baik meskipun hambatannya yaitu kurang luasnya ruangan yang membuat pelatihan sedikit tidak nyaman. Hal ini sejalan dengan wexley dan Latham dalam (Marwansyah 2016, hlm . tujuan pelatihan adalah sebagai berikut: Meningkatkan kesadaran diriindividu. Meningkatkan motivasi individu untuk melaksanakan tugas atau pekerjaannya secara Meningkatkan keterampilanindividu dalam satu bidang keahlianatau lebih. Tujuan pelatihan adalah agar individu, dalam situasi kerja dapat memperoleh kemampuan untuk mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan tertentu secara memuaskan, mencegah keusangan keterampilan pada semua tingkat organisasi 35 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN: e 2776-785X SIMPULAN Proses pelatihan membuat sablon akan terlihat bahwa warga belajar memiliki kemandirian dalam mengikuti kegiatan pelatihan seperti pada wawancara di atas, warga belajar mampu membeli peralatan sablon sendiri dikarenakan lembaga mempunyai kekurangan yaitu pada alat dan bahan membuat sablon. Selain itu juga, dana yang ada untuk program pelatihan sablon ini diberikan langsung oleh pemerintah guna agar warga belajar memiliki keterampilan serta inovasi untuk masa depannya. Pada proses pelatihan membuat sablon, pamong belajar memberikan materi serta dengan metode praktek agar warga belajar mampu memahami yang disampaikan oleh pamong belajar dan agar pelatihan yang dijalankan tidak sia- sia dan akan menjadi pengalaman yang baik. Selain itu juga, pada proses pelaksanaan pelatihan warga belajar memiliki hambatan dan kesulitan seperti pada saat praktek warga belajar memiliki kesulitan yaitu dalam pengecapan sablon serta membuat pola sablon. Hambatan yang dirasakan warga belajar yaitu alat dan bahan yang sedikit serta ruangan yang kurang luas mengingat warga belajar yang mengikuti kegiatan pelatihan sablon cukup banyak. Hasil pelatihan nmerupakan salah satu output serta outcome yang akan diperoleh setiap warga belajar yang menempuh pembelajaran atau pelatihan. Output yang didapat warga belajar SKB Kabupaten Ciamis yaitu mendapatkan ilmu pengetahuan serta keterampilan membuat Sedangkan, outcome yang didapat oleh warga belajar yaitu dapat membuka usaha atau bekerja dibidang sablon. Kepala SKB Kabupaten Ciamis dan pamong belajar juga berharap dengan adanya pelatihan membuat sablon dapat bermanfaat bagi warga belajar selain mendapatkan pekerjaan juga warga belajar dapat mengembangkan keterampilannya menjadi sangat profesional. Hasil pelatihan membuat sablon di SKB Kabupaten Ciamis meliputi keadaan seseorang yang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya. Dalam hal ini, seseorang memiliki keinginan atau Hasrat untuk menjadi lebih baik kedepannya dan memiliki aktualitas diri. Saran. Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti dapat memberikan saran-saran Mengevaluasi kegiatan pelatihan membuat sablon baik itu pamong belajar maupun warga belajar. Tidak membiarkan hambatan atau kesulitan yang dirasakan oleh warga belajar, segera diperbaiki atau diberikan solusi. Mengadakan alat dan bahanyang lebih banyak. Memberikanruangan kelas yang luas dan nyaman REFERENSI