Jurnal PPKM UNSIQ I . ISSN: 2354-869X APLIKASI SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DI SMK TAKHASSUS KALIBEBER WONOSOBO Adi Suwondoa Program Studi Teknik Informatika Universitas Sains Al QurAoan (UNSIQ) Wonosobo Email: adiunsiq@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima : 24 Desember 2013 Disetujui : 18 Januari 2014 Sirkulasi buku pada perpustakaan adalah kegiatan rutin yang membutuhkan pencatatan pada setiap transaksinya, didalam catatan tersebut anggota maupun buku-buku perpustakaan akan berbeda identitas dan riwayat tanggal pinjam kembalinya, sehingga terjadi tumpukan transaksi sirkulasi yang cukup banyak. Histori transaksi ini setiap saat harus dapat dibuka kembali untuk melakukan proses apakah pengembalian atau peminjaman. Sebagai akibatnya petugas perpustakaan harus benar-benar membuka dan mengingat kembali untuk tiap-tiap transaksi sirkulasi, belum lagi harus menghitung lama pinjam, apakah telat mengembalikan, apakah anggota tersebut masih aktif dan lain sebagainya. sehingga dibutuhkan suatu sistem automasi untuk membantu transaksi sirkulasi, membuka histori dengan cepat, dan melakukan perhitungan-perhitungan yang Era sekarang telah muncul berbagai brand software aplikasi yang terpaket dengan aplikasi-aplikasi lain, di dalam paket tersebut sudah terdapat banyak aplikasi untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya mulai dari pengolah kata, angka, data, presentasi, surat elektronik dan lain sebagainya. Dengan aplikasi Kata Kunci: perpustakaan, sirkulasi, sistem ARTICLE INFO ABSTRACT Article History Received : December 24, 2013 Accepted : January 18, 2014 Circulation of books in the library is a routine activity that requires recording on each transaction, and members in the record books the library will be different identity and history of the return date of borrowing, resulting in stacks of considerable circulation This transaction history at any time shall be reopened to process returns whether or borrowing. As a result of the librarian should be completely open and recall for each transaction circulation, not to mention the need to calculate long loan, whether late returns, whether the member is still active, and so forth. so it takes a transaction automation system to help circulation, opens with a quick history, and perform the necessary calculations. The present era has emerged a different brand of software applications that are bundled with other applications, inside the package there are already a lot of applications to assist people in completing work ranging from word processing, figures, data, presentations, electronic mail, and so forth. With the application. Key Words : information systems Pendahuluan Sirkulasi pengembalian buku pada perpustakaan ternyata membutuhkan penanganan yang intensif, karena menyangkut posisi buku saat Pada transaksi sirkulasi tersebut terdapat catatan penting untuk penelusuran buku-buku dan anggota perpustakaan seperti. buku apa Jurnal PPKM UNSIQ I . 31-39 yang sedang dipinjam, oleh siapa, buku berapa yang dipinjam, kapan kembali, dan Tentu perlu diingat kondisi buku dan anggota saat ini. Bertambahnya transaksi setiap saat membuat rekaman data akan transaksi menjadi sangat besar, dan ini merupakan aset penting untuk selalu diingat sebagai data pokok untuk penelusuran buku dan anggota perpustakaan. Sistem komputer terstuktur mampu melakukan instruksi-instruksi khusus yang telah diprogramkan sebelumnya. Sistem ini dapat disebut sistem aplikasi. Pada penelitian ini akan dibuat sebuah sistem aplikasi komputer untuk melakukan pencatatan sirkulasi perpustakaan untuk memudahkan para staf perpustakaan melakukan transaksi Tinjaun Pustaka Sistem Sistem memiliki definisi yang berbeda menurut sumber yang berbeda, tetapi memiliki maksud dan tujuan yang sama. Menurut peneliti sendiri sistem adalah suatu kesatuan aturan sehingga menuju maksud yang diharapkan. Menurut Mj. Alexander, sistem merupakan suatu group dari elemen Ae elemen baik yang berbentuk fisik maupun non-fisik yang menunjukkan satu kumpulan saling berhubungan diantaranya dan berinteraksi bersama Ae sama menuju satu atau lebih tujuan, sasaran atau akhir dari sebuah sistem. Menurut John M. Echols dan Hassan Shadly, sistem diartikan sebagai susunan, seperti halnya dalam kata sistem saraf berarti susunan saraf, sistem jaringan berarti susunan jaringan dan sebagainya. Dari beberapa pengertian tentang sistem dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sistem adalah suatu kesatuan utuh yang terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. (Teguh Wahyono, 2004, hal. Data Data memiliki arti yang berbeda pula jika dilihat dari beberapa sudut pandang yang Menurut peneliti sendiri data adalah ISSN: 2354-869X sumber masukkan yang diolah oleh sistem sehingga menghasilkan informasi Menurut bahasa. Data diartikan sebagai istilah yang berasal dari kata datum yang berarti fakta atau bahan Ae bahan keterangan. Dari sudut pandang bisnis, terdapat pengertian data bisnis sebagai berikut: "Business Data is an Organizations Description of Things and Events That The Face". Jadi data menurut pengertian ini adalah diskripsi organisasi tentang sesuatu . dan kejadian . yang Gordon B. Davis. Data sebagai bahan mentah informasi yang dirumuskan sebagai sekelompok lambang Ae lambang tidak acak yang menunjukkan jumlah atau tindakan hal Ae hal lain. (Teguh Wahyono, 2004, hal. Database Management System (DBMS) Kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program, untuk pengelolanya disebut DBMS. Database adalah kumpulan datanya, sedang pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program yang komersial untuk membaca data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam (Harianto Kristanto, 2000, hal. Tool Design System dan Aplikasi Ada beberapa tool design system yang sering digunakan dalam design, diantaran Data Flow Diagram (DFD) dan Unified Model Language (UML). DFD biasaya digunakan untuk design system terstruktur sementara UML untuk design system berorientasi objek. Tetapi tidak ada aturan untuk dapat menggunakan tool yang berbeda pada sistem yang berbeda pula. Pada penelitian ini penulis menggunakan DFD Data Flow Diagram (DFD) Data flow diagram (DFD) didefinisikan sebagai model logis yang menjelaskan sistem sebagai jaringan kerja . ub siste. dari proses penyimpanan data serta dihubungkan pula dengan sumber dan tujuan. DFD digambarkan dalam bentuk simbol - simbol diantaranya simbol yang digunakan adalah: Jurnal PPKM UNSIQ I . Alur Data Gambar 1 Alur Data Gambar anak panah dipakai untuk menunjukkan alur data . nformasi atau obje. Nama alur data ditulis pada garis atau C Proses Gambar 2 Gambar Proses Gambar menunjukkan tugas atau proses yang manual ataupun yang otomatis. Gambar ini tidak hanya menunjukkan alur data input ke dalam lingkaran tetapi juga menunjukkan transformasi data input ke dalam output. Data tersebut kemudian mengalir keluar lingkaran. Tepi Model atau Sumber. Nama Gambar 3 Gambar Tepi Model atau Sumber Segi empat digunakan untuk simbol keadaan eksternal untuk menunjukkan tempat asal data . atau tempat tujuan data. Penyimpanan atau Storage Nama Gambar 4 Gambar Penyimpanan atau Storage Gambar segi empat terbuka menunjukkan gudang informasi atau objek. Nama tempat penyimpanan data tersebut dituliskan di dalam gambar tersebut ISSN: 2354-869X Delphi Ide munculnya Delphi sebenarnya berasal dari bahasa pemrograman yang cukup terkenal, yaitu Pascal. Bahasa Pascal sendiri telah diciptakan pada tahun l97l oleh ilmuwan dari Swiss, yaitu Niklaus Wirth. Nama Pascal diambil dari ahli matematika dan filsafat dari Perancis, yaitu Blaise Pascal . Sejak saat itu, muncul beberapa versi Pascal di antaranya Turbo Pascal yang dirilis oleh Borland International tahun 1983. Turbo Pascal yang muncul pertama kali hanya dapat dijalankan di sistem operasi DOS, namun dalam perkembangan selanjutnya. Borland International juga merilis Turbo Pascal yang berjalan di Windows 3. x, yaitu Turbo Pascal For Windows. Karena pemrograman Windows dengan Turbo Pascal masih dirasa cukup sulit, sejak Borland International mengembangkan bahasa Pascal yang bersifat Hasil dari pengembangan ini adalah dirilisnya Delphi 1 pada tahun 1995. Perkembangan Delphi tidak berhenti sampai di situ, tahun berikutnya, 1996. Borland merilis Delphi 2 untuk Windows 95 atau NT . etwork technolog. Dalam tahun Ae tahun berikutnya. Borland pengembangan Delphi, seperti saat ini ada Delphi 7. Delphi 7 memiliki banyak tambahan fitur baru sehingga menjadi bahasa pengembangan yang cukup kompleks. Fokus Borland pada Delphi 7 adalah menjadikan Delphi sebagai e-business, yang salah satu ujung tombaknya adalah webservice. Delphi 7 sendiri memiliki tiga versi, yaitu personal, professional dan enterprise Metode Penelitian Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall, dimana pengembangan ini dilakukan secara berurutan dan linier. Adapun langkah pengembangan metode ini digambarkan dalam diagram Jurnal PPKM UNSIQ I . ISSN: 2354-869X Analysis Design Coding Testing Mainfenance Gambar 3. 2 Metode The Classic Life Cycle (Waterfal. Pada membutuhkan beberapa analisis terlebih dahulu sebagai awal dalam kebutuhan sistem yang ada. Jika urutan-urutan tersebut sesuai pada pengembangan sistem dengan waterfall adalah sebagai berikut: Analisis Merupakan perancangan system dengan metode System Life Cycle. Langkah pertama adalah mendeskripsikan sistem secara menyeluruh sebagai satu kesatuan sistem yang akan dicapai. Kemudian menganalisa ketentuan sistem. Dalam ketentuan ini termasuk ketentuan komputerisasi perpustakaan yang akan dirancang, maka diperlukan infrastruktur yang mendukungnya, seperti software, hardware dan brain ware . anusia itu Designing Pada tahap ini, semua subsistem dalam menyusun aplikasi perpustakaan akan dirancang lebih detail. Mulai dari layout, antar muka input-an, antar muka outputan, kesemuanya itu dirancang secara mendetail. Pada tahap design ini akan melalui beberapa tahap yakni: Menentukan model sistem secara logis Model sistem dapat ditentukan secara logis dan mendetail dengan menggunakan tool design system seperti data flow diagram (DFD). Penulisan . bahasa Script merupakan logika perintahperintah yang dituliskan di masing-masing Script alternative tindakan bagi para pengguna button yang dimaksud. Coding Tahap Yakni bahasa yang digunakan untuk memberikan instruksi kepada komputer tentang maksud dan tujuan dari logika yang telah direncanakan pada tahap design di atas. Didalam coding tentu dilakukan beberapa tahapan guna memvalidasi instruksiinstruksi, apakah maksud dari insturksi tersebut dapat berjalan sesuai keinginan atau masih terdapat kesalahan. Testing Sistem yang telah dirancang kemudian memasuki tahap pengujian, dimana pada pengujian ini umumnya dilakukan dengan dua cara, yakni pengujian white box dan black box. Dimana dalam pengujian white box instruksi ataupun barisan-barisan kode program akan di validasi tiap-tiap langkahnya terkait looping, decision serta rutin-rutin penting lainnya. Sementara pada pengujian black box akan di validasi tindakan dalam pengoperasian, seperti ketika pengguna menekan tombol buka apakah proses tersebut akan menampilkan kotak dialog buka atau tidak, sehingga pada pengujian black box ini lebih pada pengujian proses interface-nya. Pengujian ini bermaksud untuk menemukan hal-hal Jurnal PPKM UNSIQ I . ISSN: 2354-869X berikut: fungsi yang tidak benar atau tidak ada, kesalahan antarmuka . nterface error. , kesalahan pada struktur data serta . erformance Maintenance Tahap ini menjadi tahap dimana pengembangan sebuah sistem diperlukan. Dengan adanya tahap perawatan, hal-hal baru yang mungkin harus ditambahkan Penyesuaian dengan kebutuhan-kebutuhan Data Anggota Anggota Input Anggota mendatang menjadikan sistem terus perlu di rawat sehingga program aplikasi perpustakaan yang dirancang mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan yang Setelah pada tahapan waterfall satu persatu kita pahami, maka tahap selanjutnya adalah merancang logika sistem perpustakaan menggunakan tool design system data flow diagram (DFD). Adapun DFD sistem aplikasi perpustakaan ini seperti pada gambar 5 Info Anggota Tb. Anggota Manj. Anggota Data Anggota Buku Data Buku Input Buku Info Buku Tb. Buku Manj. Buku Data Buku Transaksi Sirkulasi Staff Perpustakaan Tb. Sirkulasi Info. Sirkulasi Manj. Sirkulasi Data Sirkulasi Laporan Data Buku Data Anggota Laporan Kepala Perpustakaan Gambar 5 DFD Level 0 Sistem Pada design system yang dirancang terdapat 3 tabel untuk menyimpan data-data Sehingga dari ketiga tabel tersebut saling berrelasi pada tabel transaksional yakni tabel sirkulasi. Adapun relasi antar tabel terlihat seperti pada gambar 6 berikut Jurnal PPKM UNSIQ I . ISSN: 2354-869X Gambar 6 Relasi tabel sistem perpustakan Terlihat bahwa 2 buah tabel berelasi pada tabel sirkulasi. Sementara field-field pada masing-masing tabel juga terlihat pada Hasil dan Pembahasan Design system yang telah dibuat di atas menjadi acuan untuk membangun program aplikasi perpustakaan. Aplikasi perpustakaan dibuat dengan bahasa pemrograman Delphi. Tampilan antarmuka yang dihasilkan dari penelitian ini berupa manajemen data pada perpustakaan, diantarnya adalah: master anggota dan buku, dimana halaman ini digunakan untuk manajemen data anggota dan Sirkulasi pinjam kembali, dimana halaman ini akan digunakan untuk manajemen transaksi peminjaman dan Kemudian laporan anggota dan buku dimana halaman ini akan menampilkan data anggota dan buku dengan kriteria-kriteria yang telah disertakan dalam aplikasi ini. Halaman-halaman tersebut di atas dapat dibuka dengan menggunakan menu yang diatur sedemikian rupa pada halaman utama Gambar 7 Menu utama program aplikasi perpustakaan Menu Aplikasi Pada menu aplikasi hanya terdapat 1 buah menu di bawahnya yakni keluar, yang digunakan untuk mengakhiri aplikasi Menu Master Di bawah menu ini ada dua menu yakni anggota dan buku dimana masing masing digunakan untuk memanajemen sesuai Jurnal PPKM UNSIQ I . ISSN: 2354-869X Gambar 8 Form manajemen data Anggota Gambar 9 Form manajemen data buku Menu Sirkulasi Di bawah menu ini terdapat 2 sub menu yakni pinjam dan kembali, dimana Gambar 10 Form transaksi Peminjaman Jurnal PPKM UNSIQ I . ISSN: 2354-869X Gambar 11 Form transaksi pengembalian Menu Laporan Pada form yang tampil pertama kali ketika Menu ini memiliki 2 sub menu yakni menu laporan E anggota di buka adalah anggota dan buku dimana halaman ini form pilihan laporan data anggota, yang nantinya akan menampilkan beberapa dapat menampilkan semua data anggota, bentuk laporan sesuai fasilitas yang anggota habis masa aktif, dan pembuatan disertakan dalam rancangan programnya. kartu anggota Gambar 12 Form pilihan laporan data anggota Gambar 13 Laporan data anggota Jurnal PPKM UNSIQ I . 31-39 Kemudian ketika menu laporan E buku dibuka akan tampil form pilihan menampilkan semua buku yang ada. ISSN: 2354-869X menampilkan buku-buku yang sudah telat kembali, dan pembuatan label berformat kode batang. Gambar 14 Form pilihan laporan buku Gambar 15 laporan data buku Kesimpulan Berdasarkan penelitian ini, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Proses perpustakaan dapat dikembangkan dengan Delphi dan Access Rekaman data anggota, buku, anggota peminjam, buku yang dipinjam dapat dengan mudah dilihat dengan sistem yang dirancang ini Meminimalisir pencatatan pada buku, karena semua telah dilakukan secara otomatis oleh aplikasi Calon anggota dapat langsung dibuatkan kartu anggota serta pelabelan buku dengan format kode batang sudah dapat dilakukan Daftar Pustaka