JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Dede Ruslan,1 Syahidin2 Institut Miftahul Huda1 Universitas Pendidikan Indonesia2 Email: dederuslan@upi. edu, syahidin@upi. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk membahas mengenai transformasi pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Penelitian ini menggunakan metode library research untuk menggali literatur-literatur yang relevan dengan transformasi pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Penelusuran literatur akan dilakukan dengan menggunakan kata kunci seperti inovasi pembelajaran, pendidikan agama Islam, teknologi pendidikan, kualitas pembelajaran, dan transformasi teknologi pembelajaran pada berbagai database seperti google scholar, scopus, dan buku referensi dan lain sebagainya. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Pendidikan agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan moralitas umat Islam, pendidikan ini perlu mengalami transformasi untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Transformasi tersebut mencakup berbagai aspek, seperti pembelajaran daring . -learnin. yang memberikan fleksibilitas dan jangkauan yang lebih luas bagi peserta didik. Pembelajaran berbasis multimedia, dengan menggunakan media audiovisual seperti video, presentasi interaktif, dan kuis berbasis game, dapat memperkaya pengalaman belajar dan membuat pembelajaran lebih menarik. Pembelajaran berbasis game . ame based learnin. juga membantu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif dengan mengintegrasikan elemen-elemen permainan yang Kolaborasi dalam pembelajaran sosial melalui platform digital, seperti google classroom dan microsoft teams, memfasilitasi interaksi dan kerjasama antar peserta didik. Selain itu, evaluasi berbasis digital memungkinkan pendidik untuk melacak perkembangan peserta didik secara lebih cepat dan efisien, memberikan umpan balik langsung. JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. dan meningkatkan kualitas proses evaluasi. Secara keseluruhan, transformasi pendidikan agama Islam melalui penggunaan teknologi digital dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih fleksibel, menarik, dan efektif, sesuai dengan kebutuhan zaman. Kata Kunci: Era Digital. Pendidikan Agama Islam. Transformasi Pembelajaran PENDAHULUAN Di era digital yang semakin maju, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pendidikan Digital 5. 0 muncul sebagai suatu paradigma baru yang memanfaatkan teknologi canggih untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar (Sarim et al. , 2. Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam, yang merupakan komponen penting dalam pendidikan karakter dan moral, juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan peserta didik zaman modern. (Danuri, 2. Tujuan utama pendidikan adalah membentuk individu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Dengan memanfaatkan teknologi, pembelajaran pendidikan agama Islam dapat dirancang sedemikian rupa sehingga mampu mencapai tujuan tersebut dengan lebih Salah satu aspek krusial dalam memenuhi tantangan pendidikan saat ini adalah pemanfaatan media digital sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran (Sarim et al. , 2. Pendidik sebagai fasilitator utama dalam kelas memiliki peran strategis dalam merancang dan menerapkan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi. Penggunaan media digital bukan hanya sebagai sarana pendukung, melainkan juga sebagai daya pikat untuk meningkatkan minat dan partisipasi peserta didik terhadap mata pelajaran tertentu, termasuk pembelajaran pendidikan agama Islam. (Syamsi, 2. Pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moralitas individu, sekaligus memperkuat JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. jati diri agama dalam masyarakat yang semakin plural. Negara Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman budaya dan agama, pendidikan agama Islam bukan hanya bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik, tetapi juga untuk membangun rasa toleransi, kedamaian, dan rasa saling menghormati antarumat beragama (Tarlam et , 2. Namun, dengan pesatnya perkembangan zaman, khususnya di era digital, tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam semakin kompleks. Transformasi dalam pendekatan dan metode pengajaran pendidikan agama Islam sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, agar lebih relevan dengan kebutuhan generasi milenial yang hidup di dunia digital. Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi kini menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, mempengaruhi cara kita berinteraksi, belajar, dan mengakses informasi. Dalam bidang pendidikan, teknologi memberikan peluang untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih menarik, fleksibel, dan efektif. Namun, tantangan utama bagi pendidikan agama, termasuk pendidikan agama Islam adalah bagaimana memanfaatkan teknologi ini tanpa mengorbankan kualitas pendidikan agama itu sendiri. Oleh karena itu, transformasi pendidikan agama Islam di era digital menjadi hal yang mendesak untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. (Sarim et al. , 2. Salah satu elemen kunci dalam transformasi pendidikan agama Islam di era digital adalah penerapan teknologi dalam proses Teknologi dapat digunakan untuk memperkaya materi ajar, memberikan akses lebih luas terhadap informasi, dan meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran berbasis digital, seperti video pembelajaran, aplikasi pendidikan, platform e-learning, dan media sosial, dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran pendidikan agama Islam dapat dilakukan secara lebih fleksibel dan menyenangkan, sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. dan menarik minat peserta didik untuk lebih mendalami ajaran agama Islam. Banyak peneliti tedahulu yang membahas mengenai pembelajaran pendidikan agama Islam, yaitu sebagai berikut: pertama. Lusi Romadanti meneliti tentang evolusi metode pembelajaran pendidikan agama Islam. (Romadanti, 2. Kartika mengkaji mengenai strategi guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik di sekolah dasar. (Kartika & Arifudin, 2. Salisah membahas tentang peran pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik di era digital tinjauan literatur. (Salisah et al. , 2. Ika mengkaji mengenai strategi pengawas pendidikan agama Islam dalam meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Islam di sekolah (Kartika & Saepudin, 2. dan kelima. Ridiana meneliti mengenai tahapan perencanaan peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah. (Ridiana & Sirozi, 2. Dari berbagai penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang akan dijadikan sebagai rujukan atas kajian terdahulu maka peneliti akan meneliti tentang transformasi pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Penelitian ini mempunyai kesamaan dengan penelitian sebelumnya yaitu sama sama membahas tentang pendidikan agama Islam, namun terdapat perbedaan terutama dari hasil penelitian, metode penelitian yang digunakan, dan analisis penelitian yang digunakan. Berdasarkan latar belakang tersebut dan berbagai kajian terhadap penelitian terdahulu maka penelitian ini penting untuk dilaksanakan. Transformasi pendidikan agama Islam di era digital adalah sebuah langkah penting untuk memastikan bahwa pendidikan agama dapat tetap relevan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan esensi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, pembelajaran pendidikan agama Islam dapat menjadi lebih menarik, interaktif, dan efektif dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, moderat, dan mampu menghadapi tantangan global dengan bijaksana. Transformasi ini membuka peluang besar bagi pendidikan agama Islam JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. untuk berperan lebih aktif dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghargai. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode library research untuk menggali literatur-literatur yang relevan dengan transformasi pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Penelusuran literatur akan dilakukan dengan menggunakan kata kunci seperti inovasi pembelajaran, pendidikan agama Islam, teknologi pendidikan, kualitas pembelajaran, dan transformasi teknologi pembelajaran pada berbagai database seperti google scholar, scopus, dan buku referensi dan lain sebagainya. Sumber-sumber yang diperoleh akan dianalisis secara mendalam menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi tema-tema utama, tren terkini, serta model-model inovasi yang telah diterapkan. Selain itu, akan dilakukan analisis komparatif untuk membandingkan berbagai pendekatan inovasi yang ada. Melalui metode ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai transformasi pembelajaran pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. PEMBAHASAN Transformasi Pembelajaran Teori transformasi dikembangkan oleh Mezirow pada tahun 70 Mezirow mengembangkan teori transformasi dalam dunia Teori transformasi muncul karena konsep pembelajaran lama yang memfokuskan bahwa peserta didik sebagai objek bukan subjek pendidikan. Selain itu peserta didik dikatakan pasif sehingga tidak ada pengakuan terhadap potensi peserta didik. Keberhasilan pembelajaran dapat dilihat pada konsep ini karena berfokus pada kinerja akademik peserta didik. Pendidikan ini menggunakan pendekatan lama yaitu pendekatan instrumentalis. Pendekatan instrumentalis yang mempunyai fokus melihat perubahan peserta didik JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. melalui tingkah laku tambahnya hafalan dan lain sebagainya. Padahal pendidikan manusia dilaksanakan kapan saja dan dimana saja. Karakteristik peserta didik dalam pendidikan non-formal bersifat Dimana peserta didik memberikan arti yang berbeda untuk menilai pengalaman belajarnya. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran transformativ. (Dina Destari, 2. Transformasi mempunyai keyakinan bahwa keberhasilan suatu pembelajaran yaitu mendengarkan peserta didik menilai pengalaman Keberhasilan peserta didik dalam belajar dilihat dari psikologi peserta didik. Khususnya perubahan cara pandang peserta Peserta didik mempunyai cara pandang baru yang diperoleh melalui proses berfikir kritis. Kegiatan proses pembelajaran transformative membutuhkan arah pendidikan transformative. Setiap proses pendidikan harus mengetahui besarnya implikasi hasil pendidikan untuk zaman yang mendatang. Teori pembelajaran transformatif mendorong munculnya teori pendidikan transformatif. Akan tetapi beberapa ahli ada yang mengartikan istilah pembelajaran dan pendidikan. Sebagaian para ahli mengatakan bahwa antara pembelajaran dan pendidikan berbeda. Belajar yaitu kegiatan perolehan pengetahuan serta mengorganisasikan, mempertanyakan, membuat keputusan, dan mengeksplorasi asumsi dan konstruksi diri sendiri terhadap realitas. Belajar adalah suatu Sedangkan pendidikan yaitu suatu program pembelajaran. Dengan demikian, pendidikan mempunyai tujuan dan durasi waktu dalam pembelajaran. (Verawati et al. , 2. Pendidikan mengarahkan peserta didik untuk menerima asumsi tentang kekuatan, realitas, moralitas, dan formulasi pengetahuan yang diilhami oleh kurikulum (Alam Tarlam & Koriah, 2. Teori transformatif pada pembelajaran mengarah pada terbentuknya peserta didik yang ditandai dengan kebebasan berfikir peserta didik. Pendidikan transformatif menghargai potensi individu. Komponen pendidikan perlu diarahkan pada pemahaman diri serta merancang masa depan guna melakukan tindakan berupa perbaikan masa depan. JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. Pendidikan mempunyai prinsip transformative learning akan mengintegrasikan refleksi terhadap diri peserta didik yang dikaitkan dengan pengalamannya guna dan mentransformasi kompetensi hasil Prinsip untuk mewujudkan pendidikan transformative ada lima, yaitu: kesadaran kritis peserta didik meningkat, berorientasi pada masa depan . otensi yang dimiliki peserta didik dikembangkan guna kehidupan masa mendatan. , berorientasi pada nilai-nilai humanis, berorientasi skill, serta adanya jaminan kualitas. (Musthofa, 2. Inovasi Pembelajaran Inovasi diartikan sebagai segala sesuatu yang baru atau perubahan yang diterapkan. Ini mencakup gagasan, praktik, barang, atau objek yang mengalami perubahan dengan perencanaan sistematis, bertujuan memberikan dampak positif dan dianggap baru oleh individu atau kelompok yang menggunakannya (Alam Tarlam, & Neneng Hasanah, 2. Tujuan utama dari inovasi adalah untuk mencapai tujuan tertentu atau menyelesaikan masalah tertentu. Sementara itu, difusi merujuk pada proses menyebarkan inovasi melalui saluran khusus kepada anggota kelompok sosial tertentu dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks pendidikan, inovasi merujuk pada ide, strategi, atau barang baru yang dianggap baru oleh individu atau kelompok, dan digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan. Penerimaan inovasi oleh masyarakat dipengaruhi oleh karakteristik inovasi itu sendiri serta ketepatan dalam menyebarluaskannya. (Sepriyanti et al. , 2. Roger menyebutkan beberapa ciri inovasi, di antaranya: Pertama, keuntungan relatif, yang menunjukkan seberapa menguntungkannya inovasi bagi penerimanya. semakin besar keuntungannya, semakin cepat inovasi tersebar. Kedua, kompatibilitas, yaitu sejauh mana inovasi sesuai dengan nilai, pengalaman, dan kebutuhan penerima. Ketiga, kompleksitas, menunjukkan seberapa sulitnya inovasi dipahami dan digunakan oleh penerima. Keempat, trialabilitas, menunjukkan apakah inovasi dapat dicoba oleh penerima atau tidak. JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. Inovasi yang dapat dicoba lebih cepat diterima. Kelima, observabilitas, menunjukkan seberapa mudah hasil inovasi diamati oleh orang (Rogers, 2. Semakin mudah diamati, semakin cepat inovasi Inovasi pembelajaran berbasis IT mengacu pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Pendidikan Digital 5. Pendidikan digital 5. 0 adalah sebuah konsep yang menggambarkan integrasi mendalam antara teknologi digital canggih dengan proses pembelajaran. Konsep ini lahir dari visi masyarakat 5. di mana teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia secara menyeluruh. Dalam konteks pendidikan, digital 5. berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, efektif, dan relevan dengan kebutuhan (Yuniarto & Yudha, 2. Manfaat dari pendidikan digital 5. 0 yaitu: pertama, pembelajaran yang lebih personal. Setiap peserta didik memiliki gaya belajar yang Teknologi digital dapat membantu menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu, sehingga meningkatkan motivasi dan efektivitas belajar. kedua, akses yang lebih luas. Batasan geografis dan waktu tidak lagi menjadi penghalang untuk belajar. Peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja. ketiga, peningkatan keterampilan abad 21. Pendidikan digital 0 dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang sangat dibutuhkan di era digital. dan keempat, pembelajaran yang lebih Teknologi digital dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk (Mega, 2. Adapun tantangan dari pendidikan digital 5. 0 adalah pertama, kesetaraan akses. Tidak semua peserta didik memiliki akses yang sama terhadap teknologi. Penting untuk memastikan bahwa semua peserta JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. didik memiliki kesempatan yang sama untuk belajar secara digital. kedua, pendidik perlu memiliki keterampilan digital yang memadai untuk memanfaatkan teknologi secara efektif. dan ketiga, keamanan Privasi data peserta didik harus menjadi prioritas utama. Penting untuk memastikan bahwa data peserta didik terlindungi dari akses yang tidak sah. (Hasanah & Sukri, 2. Pendidikan Digital 5. 0 menawarkan visi yang menarik tentang masa depan pendidikan di era digital. Dengan mengintegrasikan teknologi mutakhir dalam proses belajar-mengajar, kita tidak hanya dapat meningkatkan efektivitas pendidikan tetapi juga membuatnya lebih inklusif dan adaptif. Sementara tantangan seperti kesetaraan akses dan privasi data harus diatasi dengan serius, potensi transformasi yang ditawarkan oleh Pendidikan Digital 5. 0 adalah langkah maju yang signifikan dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik dan lebih relevan untuk abad ke-21. Transformasi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital Pendidikan agama Islam memiliki peranan dalam membentuk karakter dan moralitas umat Islam (Lindawati & Tarlam, 2. Namun, dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, pendidikan agama Islam juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital. Era digital menuntut adanya transformasi dalam berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan untuk dapat menjawab tantangan zaman dan meningkatkan kualitas Transformasi atau perubahan yang terjadi melibatkan proses yang berlangsung dalam rentang waktu yang panjang dan terkait dengan situasi masyarakat pada periode tersebut, sementara juga mempengaruhi keberlanjutan budaya masyarakat tersebut. Ada tiga tahapan dalam pelaksanaan proses transformasi, yakni sebagai berikut: pertama, invensi, yaitu proses transformasi yang bermula dari dalam masyarakat itu sendiri, di mana masyarakat menemukan inovasi baru JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. yang kemudian memunculkan perubahan. kedua, difusi, adalah proses perubahan yang melibatkan penyebaran dan penerimaan perubahan atau penciptaan sesuatu yang lebih baik. ketiga, konsekuensi, yaitu hasil atau dampak yang timbul sebagai akibat dari suatu proses transformasi. Berdasarkan analisis terhadap berbagai sumber referensi dari artikel jurnal dan buku ber-ISBN maka transformasi pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital adalah sebagai berikut: Pembelajaran daring Pembelajaran daring adalah proses pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan,bersifat terbuka dan masif sehingga dapat menjangkau peserta yang lebih luas dalam jumlah yang banyak. Pembelajaran daring juga dikenal dengan istilah e-learning, bentuk platform pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dan E-learning dapat digunakan sebagai wadah penunjang pembelajaran daring untuk berbagai tingkatan pendidikan, dari SD. SMP. SMA hingga perguruan tinggi. Kelebihan e-learning terletak pada fleksibilitasnya, di mana peserta didik dapat belajar di mana saja dan kapan pun tanpa terikat oleh batasan ruang dan waktu, asalkan terhubung ke internet untuk mengakses platform e-learning yang disediakan oleh lembaga pendidikan. (Surahman et al. , 2. Pembelajaran berbasis multimedia Pembelajaran berbasis multimedia yaitu pembelajaran dengan memanfaatkan media audiovisual . eperti gambar, audio, dan vide. untuk memperkaya pengalaman belajar dan memudahkan pemahaman konsep. Contohnya sebagai berikut: pertama, youtube yaitu sumber daya video yang sangat berguna untuk menyampaikan materi dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah dipahami. Banyak video edukatif yang tersedia, baik dari kanal resmi maupun pendidikan non-formal. (Mujianto, 2. kedua, prezi adalah sebuah alat presentasi berbasis cloud yang memungkinkan pembuatan presentasi interaktif dan visual yang lebih menarik dibandingkan dengan slide tradisional. ketiga, kahoot yaitu sebuah platform JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. berbasis game untuk membuat kuis interaktif. Pendidik dapat membuat kuis atau survei yang dapat diakses peserta didik secara langsung, memotivasi peserta didik untuk lebih aktif dan berkompetisi dalam pembelajaran. (Irwan et al. , 2. Pembelajaran berbasis game (Game based learnin. Pembelajaran berbasis game mengacu pada penggunaan game . aik yang dikembangkan khusus untuk pendidikan atau yang dirancang secara komersia. dalam konteks pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan (Tarlam et al. , 2. Dalam model ini, permainan digunakan sebagai alat untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran melalui berbagai mekanisme permainan yang menyenangkan dan menantang. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik, memotivasi, dan mendalam melalui interaksi langsung yang terjadi dalam permainan. Pembelajaran berbasis game bukan hanya mengandalkan elemen hiburan, tetapi juga berfokus pada pencapaian pembelajaran yang relevan dengan kurikulum Kolaborasi dan pembelajaran sosial melalui platform digital Platform seperti google classroom, microsoft teams, dan memberikan pengalaman belajar untuk peserta didik untuk belajar bersama dalam kelompok kecil atau berkolaborasi secara online. Evaluasi pembelajaran yang lebih mudah dan efektif. Transformasi digital juga membantu proses evaluasi belajar menjadi lebih cepat dan efisien. Tes atau ujian berbasis digital dapat langsung memberikan hasil dan analisis yang mendetail tentang kinerja peserta didik. Pendidik dapat lebih mudah melacak perkembangan dan memberikan umpan balik secara langsung. (Nastia et al. , 2. Berdasarkan penjelasan tesebut dapat disimpulkan bahwa transformasi pendidikan agama islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep, memudahkan proses evaluasi, dan JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. memfasilitasi kolaborasi di kalangan peserta didik. Transformasi teknologi pembelajaran telah membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan personal. Dengan kemajuan dalam teknologi seperti pembelajaran daring, aplikasi pembelajaran, dan penggunaan media interaktif, pendidikan kini dapat lebih mudah diakses dan lebih relevan dengan kebutuhan KESIMPULAN Pendidikan agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan moralitas umat Islam, pendidikan ini perlu mengalami transformasi untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Transformasi tersebut mencakup berbagai aspek, seperti pembelajaran daring . -learnin. yang memberikan fleksibilitas dan jangkauan yang lebih luas bagi peserta didik. Pembelajaran berbasis multimedia, dengan menggunakan media audiovisual seperti video, presentasi interaktif, dan kuis berbasis game, dapat memperkaya pengalaman belajar dan membuat pembelajaran lebih menarik. Pembelajaran berbasis game (Game-Based Learnin. juga membantu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif dengan mengintegrasikan elemen-elemen permainan yang menantang. Kolaborasi dalam pembelajaran sosial melalui platform digital, seperti Google Classroom dan Microsoft Teams, memfasilitasi interaksi dan kerjasama antar peserta didik. Selain itu, evaluasi berbasis digital memungkinkan pendidik untuk melacak perkembangan peserta didik secara lebih cepat dan efisien, memberikan umpan balik langsung, dan meningkatkan kualitas proses evaluasi. Secara keseluruhan, transformasi pendidikan agama Islam melalui penggunaan teknologi digital dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih fleksibel, menarik, dan efektif, sesuai dengan kebutuhan zaman. JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 2 . 118- 133 Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital JUPIDA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul Huda Volume 02 Nomor 02 . 118-133 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/JUPIDA ISSN 3026-2739 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA