Jurnal AGRINIKA. September-2022. : 200-207 Manajemen Faktor Produksi Pada Usahatani Padi Dengan Pupuk Tambahan POC Pada Wilayah Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Wiwiek Andajani1*. Agustia Dwi Pamujiati1. Satriya Bayu Aji1. Neli Saadati1. Djoko Rahardjo1 1Progam Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Kadiri *Korespondensi: wiwiekand@unik-kediri. Diterima 15 Agustus 2022/ Direvisi 29 Agustus 2022 / Disetujui 12 September 2022 ABSTRAK Peningkatan produksi padi adalah suatu hal yang mutlak demi menunjang ketahanan pangan nasional. Hal ini tidak terlepas dari input yang digunakan oleh petani dalam aktifitas bercocok tanam, salah satunya adalah penggunaan pupuk. Pemupukan sebagai faktor penting untuk persediaan unsur hara selama siklus pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk di masyarakat ada dua jenis, yaitu pupuk kimia dan pupuk organik. Perkembangan kedua jenis pupuk tersebut seakan seperti dua sisi koin. Pupuk kimia memang memiliki keunggulan untuk mempercepat proses panen daripada pupuk Beberapa dampak pupuk kimia ialah mulai dari ekosistem yang menjadi tidak Harga pupuk kimia yang semakin hari semakin mahal di tengah kebutuhan petani untuk mempercepat dan memperbanyak jumlah produksinya. Hal tersebut bisa dihindari dengan mulai penggunaan pupuk organik. Artikel ini melakukan peneltian yang berfokus pada efisiensi usahatani padi dengan pupuk tambahan Pupuk Organik Cair (POC). Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis asosiatif. Sampel yang digunakan sebanyak 50 petani di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Sampel tersebut diambil dari 94 petani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC. usahatani padi dengan pupuk tambahan POC bisa dinilai efisien beserta memiliki pengaruh terhadap produksi padi. Rata-rata produksi per Hektar adalah 7. 296 Kg gabah kering panen. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk usahatani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC adalah sebesar Rp 18. 319 per hektar. Pendapatan usahatani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC per Hektarnya sebesar Rp 14. 207 dalam satu musim tanam. Kata kunci: Faktor Produksi Pertanian. Pupuk Organik Cair. Usahatani Padi ABSTRACT Increasing rice production is an absolute thing to support national food security. This is inseparable from the inputs used by farmers in farming activities, one of which is the use of fertilizers. Fertilization is an important factor for nutrient supply during the plant growth There are two types of fertilizers used in the community, namely chemical fertilizers and organic fertilizers. The development of the two types of fertilizers is like two sides of a Chemical fertilizers do have the advantage of speeding up the harvest process more than organic fertilizers. Some of the effects of chemical fertilizers are starting from an unbalanced ecosystem. The price of chemical fertilizers is getting more and more expensive amid the farmers' need to accelerate and increase the amount of production. This can be avoided by starting to use organic fertilizers. A study was conducted on the efficiency of rice farming with additional liquid organic fertilizer (POC). Using quantitative research methods, its approach was descriptive and associative analysis. The sample used was 50 farmers in Sawuh Village. Siman District. Ponorogo Regency. The sample was taken from 94 rice farmers who used additional POC fertilizer. Rice farming with Wiwiek Andajani. Manajemen Faktor ProduksiA additional POC fertilizer can be considered efficient and affects rice production. The average production per hectare was 7,296 Kg of harvested dry grain. The average cost incurred for rice farming using additional POC fertilizer was IDR18,263,319 per hectare. The income of rice farming using additional POC fertilizer per hectare was IDR14,932,207 in one growing season. Keywords: Agricultural Production Factors. Liquid Organic Fertilizer. Rice Farming PENDAHULUAN Beras pokok hampir seluruh Masyarakat Indonesia (Septiadi dan Joka, 2. Belum adanya makanan pengganti menyebabkan ketergantungan pada beras sangat tinggi (Paipan dan Abrar. Bukan hanya itu, tingkat konsumsi beras juga secara pasti dan terus menerus terjadi peningkatan, sepadan jumlah konsumen komoditi tersebut (Salasa, 2. Sejak periode 2015 sampai dengan periode 2020 grafik jumlah warga di negara ini tumbuh 38% per tahun (Badan Pusat Statitistik Republik Indonesia, 2. Maka terjadi pula peningkatan konsumsi beras di periode 2015 sebesar 1,626 kg per kapita setiap minggu, menjadi 1,731 kg per kapita setiap minggu pada tahun 2020 (Badan Pusat Statitistik Jawa Timur. Maka produksi padi merupakan hal yang wajib dilakukan (Putra dan Ulfa Walmi, 2. Peningkatan produksi padi tidak terlepas dari input yang digunakan oleh petani dalam usahataninya (Juliyanti dan Usman, 2. Salah satunya adalah penggunaan pupuk untuk menunjang kualitas dan kuantitas produksi (Ishaq, et , 2. Pemupukan sebagai faktor penting untuk memenuhi unsur hara pada masa siklus perkembangan tumbuhan (Putri. Penggunaan pupuk organik mulai banyak digunakan sebagai alternatif mereduksi efek penggunaan pupuk non organik (Zikria dan Damayanti, 2. Dampak berkurangnya fungsi ekosistem serta Harga pupuk kimia yang semakin hari semakin mahal di tengah kebutuhan memperbanyak jumlah produksinya (Ammurabi, et al. , 2. Pemanfaatan pupuk organik selain bisa memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman (Samad Hasbullah. Penggunaan pupuk organik juga dapat menekan pengeluaran biaya petani dan (Mauliddah dan Rosmaniar 2. Pertanian organik memiliki potensi untuk mengurangi risiko gagal panen dan (Rachma dan Umam, 2. Pemilihan pupuk organik bisa menekan biaya pupuk kimia, menjaga kesuburan tanah, serta bisa mengurangi ketergantungan terhadap subsidi pupuk kimia (Ridwan dan Rastono, 2. Provinsi paling tertinggi dalam hal produksi beras. Provinsi Jawa Timur kemudian disusul oleh Provinsi Jawa Barat (Sutas 2. Pada Provinsi Jawa Timur terdapat beberapa lumbung padi. Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo lumbung pada Provinsi Jawa Timur. Desa produksi hasil panen padi. Hal ini Page 201 of 207 Wiwiek Andajani. Manajemen Faktor ProduksiA dilakukan dengan cara memilih pupuk dari bahan organik. Bagi petani sekaligus pemilik hewan ternak bisa tersebut untuk pupuk organik cair. Untuk petani bukan sebagai pemilik hewan ternak bisa kerjasama dengan petani pemilik hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan POC. Budidaya tanaman padi yang berbasis POC ini diusahakan bisa menjadikan tanah menjadi lebih subur produktivitas tanaman, meminimalisasi biaya usahatani dan dapat membantu petani untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik. Namun ada juga sebagaian kecil petani di lokasi penelitian, menjadikan pupuk anorganik untuk mengolah sawahnya. Beberapa fakta yang disampaikan sebelumnya, menjadikan penulis untuk Penelitian tersebut untuk mengetahui tingkat pendapatan petani. Kemudian juga perlu dilakukan perbandingan pendapatan usahatani padi yang menggunakan pupuk organik dan pupuk kimia. Unsur Ae unsur pengaruh pendapatan usahatani. Dengan demikian setelah dilakukan pertimbangan untuk dilanjutkan atau tidak penggunaan POC dalam usahatani padi di wilayah penelitian. BAHAN DAN METODE Metode yang digunkan peneliti adalah kuantitatif akan tetapi dilakukan selanjutnya analisisnya adalah asosiatif. Hal ini disebabkan beberapa variabel akan dilakukan penelusuran hubungan Analisis asosiatif artinya pendekatan dengan sifat menanyakan tentang keterkaitan dua atau lebih suatu variabel (Sugiyono, 2. Sampel petani dalam penelitian ini, adalah petani padi yang menggunakan pupuk tambahan yaitu pupuk organik cair (POC) yang ada di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Jumlah populasi sebanyak 94 petani padi. Sampel yang akan diambil Sampel yang diambil sebesar paling sedikit 10 kali dari jumlah populasi (Sugiyono, 2. Sampel responden ditentukan dengan teknik pengambilan sampling secara acak sederhana (Sugiyono, 2. Data pada eksperimen ini antara lain data primer, yang didapatkan berasal dari survei dan wawancara langsung kepada petani responden Sedangkan data sampingan berasal dari literatur yang mendukung penelitian, data lembaga yang terkait. Tentunya data yang relevan dengan masalah yang sedang dibahas dan diteliti (Moleong 2. Untuk eksperimen ini dengan cara dilihat melalui perputaran uang atau biaya dalam usaha tersebut (Suratiyah 2. Biaya produksi usaha ini bisa dibedakan menjadi dua, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap. Biaya tetap merupakan biaya yang penggunaanya tidak habis dalam satu masa produksi, atau dapat dikatakan dapat digunakan berulang kali dalam proses produksi, misalnya pajak tanah, alat-alat pertanian, dan bunga Biaya tidak tetap, adalah biaya yang besarnya tergantung pada skala produksi, yang akan habis dalam sekali produksi, misalnya biaya sarana produksi pupuk, bibit, pestisida, dan lainnya upah Rumus biaya produksi sebagai berikut: Page 202 of 207 Wiwiek Andajani. Manajemen Faktor ProduksiA TC = TFC TVC Dimana: = Total Cost (Biaya Tota. TFC = Total Fixed Cost (Total Biaya Teta. TVC = Total Variable Cost (Total Biaya Variabe. Penerimaan diperoleh dari perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Penerimaan ini berupa nilai material yang diterima petani dari hasil Penerimaan dihitung menggunakan rumus sebagai TR = P. Pendapatan adalah selisih antara penerimaan dan total seluruh biaya (TFC TVC) yang dikeluarkan oleh petani dalam satu masa proses produksi Pendapatan dapat dihitung dengan rumus : rr = TR - TC Metode analisis uji hipotesis menggunakan analisis efesiensi, analisis faktor Ae faktor produksi terhadap pendapatan, analisis pengaruh faktor produksi pupuk poc terhadap produksi (Sugiyono 2. Analisis Efisiensi Untuk uji kelayakan usahatani padi di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo menggunakan tata cara sebagai berikut R/(C ratio= TR/TC) Kriteria penerimaan atau penolakan R/C ratio > 1 berarti usaha tersebut menguntungkan/efisien. R/C ratio = 1 berarti usaha tersebut tidak rugi dan tidak untung (Break Event Poin. R/C ratio < 1 berarti usaha tersebut tidak untung . atau tidak efisien. Apabila semakin tinggi, nilai R/C rationya, maka tingkat keuntungan yang diperoleh juga semakin tinggi, artinya usahatani tersebut adalah efisien dalam penggunaan faktor produksi usahatani. Analisis Faktor-Faktor Produksi Terhadap Pendapatan. Analisis ini menggunakan analisis regresi berganda sebagai berikut Y = a b1X1 b2X2 b3X3 A bnXn. Analisis Korelasi Berganda (Simulta. Apabila kekuatan hubungan antara kedua variable menggunakan metode analisis korelasi parsial atau Analisis Korelasi Pearson Product Moment, dengan Analisis Pengaruh Faktor Produksi Pupuk POC Terhadap Produksi, menggunakan : Analisis Regresi dan Korelasi Sederhana. Y = a bX Di mana : Y = Nilai estimate variable terikat a = Titik potong garis regresi pada b = Gradien garis regresi . erubahan nilai estimate Y per satuan perubahab nilai X) X = Nilai variable bebas Nilai a dan b pada persamaan menggunakan rumus sebagai berikut : Page 203 of 207 Wiwiek Andajani. Manajemen Faktor ProduksiA Hipotesis: Diduga usahatani padi dengan pupuk tambahan POC adalah efisien, dan Diduga yang paling berpengaruh pada usahatani padi dengan pupuk tambahan POC adalah proses produksi pupuk itu sendiri. HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi penelitian berada di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Pertimbangan daerah ini karena petani di desa tersebut telah menggunakan pupuk tambahan. Pupuk tambahan yaitu berupa pupuk organik cair (POC). Penelitian dilakukan mulai Bulan November tahun 2021 sampai dengan bulan Maret tahun 2022. Target merupakan gambaran keadaan dan status dari orang tersebut. Pada penelitian ini sampel penelitian adalah petani padi dengan pupuk tambahan POC. Target sampel penting untuk gambaran latar belakang petani padi dengan pupuk tambahan POC. Identitas tanggungan keluarga, luas lahannya, lama usahatani padi dan tingkat pendididkan yang dimiliki. Idendtitas responden sangat pentimg untuk diketahui sehingga dapat memberikan bertaninya terutama dalam peningkatan Jumlah responden petani padi dengan pupuk tambahan POC sebesar 50 petani Penelitian pendaatan salah satunya adalah biaya usahatani padi. Biaya yang dimaksud adalah biaya yang dikeluarkan dalam satu kali musim tanam (MT). Biaya tetap pada usahatani antara lain meliputi biaya sewa lahan, pajak, biaya sarana dan prasaranan alat-alat pertanian dan Sedangkan biaya variabel meliputi biaya untuk keperluan benih, pupuk, obat-obatan ongkos tenaga kerja, dan irigasi, serta lain-lainnya. Total 319 (Tabel . Tabel 1. Biaya Produksi Usahatani di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Biaya Produksi Jumlah (R. 1 Biaya Variabel: Biaya Benih Biaya Pupuk Biaya Obat-Obatan Biaya tenaga Kerja 2 Biaya Tetap Pajak Penyusutan Alat-Alat Total Biaya Proses Produksi Sumber: Data primer diolah, 2022 Data tentang hasil penjualan beras juga menjadi perhatian peneliti. Ratarata produksi padi per Hektar nya setelah menggunakan tambahan POC 296 Kg gabah kering. Harga jual gabah kering berkisar di antara Rp 000 Ae Rp 450. 000 per Kw. Sehingga penerimaan dari usahatani padi di Desa Sawuh adalah sebesar Rp. dalam satu MT (Tabel . Dengan Page 204 of 207 Wiwiek Andajani. Manajemen Faktor ProduksiA demikian maka dalam satu MT. Petani memperoleh pendapatan sebesar Rp 390 Ae Rp 18. 319 = Rp Apabila dihitung dalam satu pendapatan sekitar Rp 4. Tabel 2. Pendapatan Usahatani di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Uraian Hasil Produksi Usahatani Satu MT Rata Ae Rata Produksi (Kw/H. 72,96 Rata Ae Rata Harga Penerimaan Jual (Rp/K. (R. 000 - 450. Sumber: Data primer diolah, 2022 Apabila Maka data yang diperoleh adalah RC Rasio = TR/TC atau 390 : 18. 319 = 1,818. R/C ratio > 1, artinya usaha tersebut menguntungkan atau efisien. Efisien faktor-faktor produksi usahataninya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa usahatani padi dengan menggunakan pupuk tambahan POC di Desa Sawuh. Kecamatan Siman. Kabupaten Ponorogo adalah efisien dalam penggunaan faktor-faktor Untuk analisis hasil uji hipotesis, diketahui output sig. F change 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa variabel X1. uas X2. iaya X3. iaya pupu. X4. iaya obat-obata. , dan X5. iaya tenaga kerj. tersebut secara simultan berhubungan dengan variabel Y . Untuk melihat tingkat keeratan tersebut dapat kita lihat pada nilai R . oefisien korelas. Dari hasil analisis tersebut, nilai R = 0,999 terletak pada Nilai Pearson Correlation Sehingga bahwa tidak terdapat pengaruh pada faktor X4. iaya obat-obata. dan X5. iaya Y. Untuk uji f. Berdasarkan output analisis diketahui nilai signifikan untuk pengaruh X secara simultan sebesar terhadap Y adalah sebesar 0,00 < 0,05 dan nilai F hitung 8833,996 > F tabel 0,81 s/d 1,00 yang artinya derajat hubungan antara variabel Penggunaan pupuk POC terhadap Jumlah produksi padi merupakan kategori korelasi Sedangkan Hubungan masing-masing pendapatan dapat diketahui nilai sig. Untuk pengaruh X1. uas laha. dan X2(Biaya beni. adalah sebesar 0,00 < 0,05 dan nilai t hitung X1 : 7,416 > 2,015 dan X2 :4,436 > 2,015 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada faktor X1. uas laha. dan X2(Biaya . Diketahui nilai sig. Untuk pengaruh X3. iaya pupu. adalah sebesar 0,11 > 0,05 dan nilai t hitung X1: -2,652 < 2,015. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada faktor X3. iaya Y. Diketahui nilai sig. Untuk pengaruh X4. iaya obat-obata. dan X5. iaya tenaga kerj. adalah sebesar 0,00 < 0,05 dan nilai t hitung X4: -5,271 < 2,015 dan X5 : -17,270 > 2,015 . 2,42, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari faktor X secara simultan terhadap Y. Dari hasil analisis hipotesis, dapat disimpulkan bahwa: . Penggunaan faktor produksi . uas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan dan ongkos tenaga kerj. pada usahatani padi dengan pupuk tambahan POC di Desa Sawuh. Kecamatan Siman. Page 205 of 207 Wiwiek Andajani. Manajemen Faktor ProduksiA Kabupaten Ponorogo, adalah efisien. Penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, obat-obatan dan tenaga berpengaruh terhadap usahatani padi dengan tambahan pupuk POC . erajad kepercayaan 95 %). Secara parsial factor produksi luas lahan, benih dan penggunaan pupuk tambahan POC berpengaruh terhadap usahatani padi dengan pupuk tambahan POC . erajad kepercayaan 95 %). Terdapat pengaruh penggunaan pupuk tambahan POC terhadap produksi usahatani padi . erajad kepercayaan 95 %). Besarnya pengaruh penggunaan pupuk tambahan POC terhadap produksi padi sebesar 73 % . erajad kepercayaan 95 %). KESIMPULAN Penggunaan faktor produksi . uas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan dan ongkos tenaga pada usahatani padi dengan pupuk tambahan POC di Desa Sawuh. Kecamatan Siman. Kabupaten Ponorogo, adalah efisien. Faktor produksi pupuk yang paling berpengaruh . terhadap usahatani padi dengan pupk tambahan POC, yaitu sebesar 73 % . erajad kepercayaan 95 %). DAFTAR PUSTAKA