EDUMANDIRI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN DASAR Vol 01. No. Juli-Desember 2025 ISSN 3089-9575 https://ojs. id/index. php/edumandiri ANALISIS MODEL COOPERATIF LEARNING TIPE STAD PEMBELAJARAN PPKN KELAS V SDN 08 KAYU BUNGA Naomi Bedu Yantia1. Septian Peterianus2 & Mukhlisin3 1 Mahasiswa Program Studi PGSD STKIP Melawi 2,3 Dosen STKIP Melawi A E-mail: naomibeduyantia12@gmail. Abstract The purpose of this study is to analyze the use of the Cooperative Learning model of the Student Teams Achievement Division (STAD) type in Civics Education (PPk. instruction for Grade V at SDN 08 Kayu Bunga. This research uses a qualitative method, specifically a descriptive qualitative research The main subjects in this study are fifteen grade students from SDN 08 Kayu Bunga, consisting of seven female and eight male students. The dataset used in this research were obtained through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The data collected are qualitative in nature, prividing a descriptive account That way. I can help you better with summarizing or analyzing the results of observations and interviews related to it experiences and understanding of using the learning model, as well as the challenges and solutions in applying the learning model in Civics (PPK. This research was conducted in the fifth grade of SDN 08 Kayu Bunga. The findings from the study show that the experience and understanding of applying the Cooperative Learning approach, specifically the Student Teams Achievement Division (STAD) type, created a more lively classroom atmosphere and increased student engagement. In planning the learning model, the material was delivered according to the studentsAo abilities, and group division was done heterogeneously. During the implementation of the learning model, students were required to participate by contributing their own ideas to complete the assigned tasks. The challenges encountered included students who were not yet accustomed to using the learning model and the varying abilities of the student. Solutions to these challenges included providing motivation to students who lacked self-confidence and offering guidance from their group members. Keywords: STAD Model. Civix Education Learning Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran cooperative learning dengan tipe Student Teams Achievement Division dalam pembelajaran PPKn di kelas V SDN 08 Kayu Bunga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun subjek utama penelitian ini terdiri dari siswa kelas V SDN 08 Kayu Bunga yang berjumlah 15 orang siswa terdiri dari 7 perempuan dan 8 laki-laki. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Data diperoleh berupa data kualitatif yang berisi deskriptif tentang hasil observasi dan wawancara mengenai pengalaman dan pemahaman menggunakan model pembelajaran, perencanaan dan pelaksanaan menggunakan model pembelajaran dan kendala serta solusi dalam penerapan model pembelajaran pada mata pelajaran PPKn. Penelitian ini dilakukan di kelas V salah satu SDN Naomi Bedu Yantia. Septian Peterianus & Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 57 - 64 08 Kayu Bunga. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengalaman dan pemahaman dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division, suasana kelas menjadi lebih menarik dan siswa lebih terlibat aktif. Perencanaan menggunakan model pembelajaran menyampaikan materi menyesuaikan kemampuan siswa, dalam pembagian kelompok secara heterogen. Pelaksanaan model pembelajaran, pada saat proses pembelajaran siswa diwajibkan untuk berpartisipasi memberikan masing-masing idenya untuk menyelesaikan tugas yang Tantangan yang dihadapi ada siswa yang belum terbiasa menggunakan model pembelajaran dan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Solusi dalam mengatasi tantangan memberikan motivasi siswa yang belum percaya diri dan bimbingan dari teman-teman satu Kata Kunci: Model STAD. Pembelajaran PPKn PENDAHULUAN Model pembelajaran menjadi alat penting untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif. pedoman sistematis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Ananda et al. , . menyatakan Model pembelajaran adalah serangkaian tahapan dalam penyampaian materi pelajaran yang meliputi semua aspek sebelum, selama, dan setelah proses pembelajaran oleh guru, serta mencakup semua fasilitas yang digunakan secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Model dirancang untuk memfasilitasi proses pembelajaran dan sangat penting untuk keberhasilan pengajaran. Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah cooperative learning, yang mengutamakan kolaborasi antar siswa dalam proses belajar, sehingga mereka dapat saling berbagi ide dan pengalaman (Ali, 2. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) telah terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Pendekatan ini berfokus pada kolaborasi dan interaksi antar peserta didik. Salah satu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kerja sama antar siswa dalam kelompok kecil. Tujuan utama STAD adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa secara individu maupun kelompok melalui kegiatan belajar bersama dan saling membantu. Melalui model STAD, peserta didik memiliki peluang untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sekelas dalam rangka meraih keberhasilan belajar (Wulandari, 2. Keberhasilan dalam proses belajar di sekolah sangat ditentukan oleh kompetensi berbicara siswa. Kurangnya penguasaan keterampilan berbicara yang efektif dapat menjadi kendala bagi siswa dalam memahami materi di berbagai bidang studi. (Widiyasari et al. , 2. Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memegang peranan strategis dalam pengembangan karakter siswa dan pemahaman ideologi nasional di Indonesia. Tujuannya untuk menghasilkan warga negara yang cerdas, terampil dan berprinsip selaras dengan Pancasila dan UUD 1945 (Imron, 2. Penyelenggaraan Naomi Bedu Yantia. Septian Peterianus & Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 57 - 64 PPKn mengalami perkembangan seiring dengan perubahan kurikulum tahun 1962, menyesuaikan dengan tujuan pemerintah (Widiyono, 2. Penerapan model pembelajaran yang inovatif dan pendidikan berbasis karakter sangat penting untuk membangun karakter positif siswa di pembelajaran PPKn. tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis penggunaan model pembelajaran cooperatif learning tipe Student Teams Achievement Division dalam pembelajaran PPKn di kelas V SDN 08 Kayu Bunga. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif Menurut Sugiyono . , metode kualitatif didasarkan pada filosofi postpositivisme atau interpretif dan digunakan untuk mempelajari objek dalam kondisi alami. Dalam metode ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama, sementara pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi yang mengkombinasikan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh biasanya bersifat kualitatif. Instrumen penelitian kualitatif merupakan alat pengumpulan data yang melibatkan peneliti sebagai instrumen kunci (Alhamid & Anufia, 2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus utama penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 08 Kayu Bunga sebanyak 15 orang, terdiri dari 7 perempuan dan 8 laki-laki. Data dikumpulkan menggunakan tiga metode utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai sumber informasi sekunder. Seluruh data yang diperoleh dianalisis secara sistematis guna memperoleh temuan yang valid dan sesuai dengan fokus kajian. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dilakukan setelah keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Data yang dikumpulkan berbentuk data kualitatif yang memuat deskriptif tentang hasil observasi dan wawancara mengenai pengalaman dan pemahaman menggunakan model pembelajaran, perencanaan dan pelaksanaan menggunakan model pembelajaran dan kendala serta solusi dalam menggunakan model pembelajaran dalam pembelajaran PPKn. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengalaman Guru menggunakan model Student Teams Achievement Division Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada kelas V SDN 08 Kayu Bunga, terlihat bahwa guru menggunakan model pembelajaran selama proses belajar mengajar dalam pembelajaran PPKn. Sejalan dengan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Awaliah et al. , . menggunakan Model pembelajaran memberikan pengaruh yang baik terhadap aktivitas belajar siswa. Naomi Bedu Yantia. Septian Peterianus & Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 57 - 64 (Akhiruddin et al. , 2. menyatakan bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dan lingkungannya yang bertujuan untuk mencapai perubahan perilaku. Keberhasilan pembelajaran bergantung pada interaksi efektif antara komponen-komponennya, serta pemahaman terhadap faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Berdasarkan temuan yang diperoleh melalui teknik wawancara yang telah dilaksanakan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa. pengalaman dan pemahaman dalam menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division yang telah digunakan kurang lebih 3 tahun berjalan oleh wali siswa kelas V pada saat pelaksanaan proses belajar mengajar. Model pembelajaran yang digunakan yakani berfokus pada siswa dan sistemnya kerja kelompok wali kelas V memilih menggunakan model pembelajaran selama proses belajar mengajar supaya siswa lebih aktif mengemukakan ide. Perencanaan Pembelajaran Student Teams Achievement Division Perencanaan dan Pelaksanaan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division wali kelas mengatakan menyiapkan materi menyesuaikan kemampuan siswa. Pembagian kelompok dilakukan secara heterogen, sehingga siswa saling berinteraksi untuk mengerjakan tugas yang diberikan dan siswa lebih aktif untuk mengemukakan ide dan pendapat untuk menjawab soal yang harus diselesaikan secara kerja kelompok. Pelaksanan Pembelajaran Student Teams Achievement Division Pelaksanaan proses belajar mengajar wali kelas juga memberikan bimbingan kepada kelompok-kelompok belajar dan memberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan jika terdapat materi yang kurang dipahami. Saat pembelajaran diterapkan dengan model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division, siswa aktif berkomunikasi dan berinteraksi dengan guru serta teman-teman dalam kelompoknya. muncul sikap saling menghargai pendapat dan kalobarasi antar peserta didik. Model pembelajaran kooperatif merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kerja sama siswa dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan yang sama. Pendekatan ini membantu mengembangkan keterampilan sosial yang penting, mendorong penerimaan terhadap latar belakang dan menciptakan saling ketergantungan positif di kalangan siswa (Hasanah & Himami, 2. Model ini dirancang khusus untuk memaksimalkan intraksi dan partisipasi siswa, karena inti dari model pembelajaran Student Teams Achievement Division adalah kerja sama tim untuk mencapai tujuan belajar bersama. Siswa terlibat aktif dalam diskusi untuk mengatasi masalah atau merespons pertanyaan melalui saling berbagi ide dan mendengarkan pendapat teman. Setiap siswa bertanggung jawab secara individu atas pemahamannya sendiri, tetapi juga Naomi Bedu Yantia. Septian Peterianus & Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 57 - 64 bertanggung jawab atas keberhasilan tim kelompok. Hal ini melatih kemampuan komunikasi dan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru serta siswa, penggunaan model Student Teams Achievement Division membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Siswa merasa lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan bisa berinteraksi dengan anggota kelompok masing- masing dan percaya diri saat prenstasi hasil kerja kelompok Pernyataan ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wulandari . Model pembelajaran ini mendorong kerja sama dengan cara belajar secara berkelompok, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, termotivasi, dan bertanggung jawab terhadap Evaluasi dan refleksi Guru Evaluasi diakhir pembelajaran dilakukan untuk proses pembelajaran yang lebih baik kedepananya, proses ini dilakukan untuk menganalisis apakah proses pembelajaran berjalan dengan baik, apa yang perlu di perbaiki dan bagaimana strategi pembelajaran dapat di adaptasi untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan efektif di masa yang akan datang. Merefleksikan keberhasilan dan tantangan dapat membantu memahami respons siswa terhadap pembelajaran, mengidentifikasi kebutuhan belajar yang beragam dan menyesuaikan pendekatan siswa. Melalui proses evaluasi, baik guru maupun siswa bisa mengidentifikasi efektivitas unsur-unsur yang terdapat dalam pembelajaran. (Viola, 2. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti menemukan bahwa mengevaluasi proses pembelajaran menggunakan model Student Teams Achievement Division dilakukan dengan melihat dari kesalahan-kesalahan dan kekurangan sehingga dapat dievaluasi lebih baik lagi, memberikan motivasi siswa untuk bisa bekerja sama dalam kelompok dan melatih supaya siswa percaya diri saat presentasi. Motivasi merupakan dorongan yang dapat bersumber dari dalam individu . otivasi intrinsi. maupun dari lingkungan luar . otivasi ekstrinsi. Dorongan internal untuk bertindak sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor penghambat, seperti rasa malas, kurangnya disiplin, atau rendahnya kepercayaan diri (Ningsih et al. , 2. Temuan ini memiliki kesesuaian dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh (Wulandari, 2. menyatakan bahwa AuMelalui kegiatan evaluasi, peserta didik dapat menyusun kembali inti materi yang diperoleh baik dari penjelasan pendidik maupun hasil diskusi kelompok yang dilakukanAy. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang dipelajari dimana siswa menyelesaikan tugas bersama-sama. Naomi Bedu Yantia. Septian Peterianus & Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 57 - 64 Tantangan dan Solusi Kesulitan yang ditemui saat menerapkan model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti menemukan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan dan belum terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan selama proses pembelajaran dikarenakan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Sehingga dalam menyampaikan materi harus menyasuaikan kemampuan siswa. Solusi untuk mengatasi tantangan tersebut yaitu dengan melihat kemampuan siswa, memberi motivasi siswa yang belum bisa. Memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang masih belum dipahami dan melatih kepercayaan diri siswa. Sejalan dengan hasil penelitian yang diperoleh dari Wulandari . menyatakan bahwa Dalam penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division, banyak siswa merasa kebingungan karena belum familiar dengan cara pelaksanaan model tersebut. KESIMPULAN Pembelajaran dengan Model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division adalah metode yang menekankan pada diskusi kelompok antar siswa. Siswa dibagi ke dalam kelompok heterogen dengan tujuan agar setiap anggota dapat saling membantu, berbagi pengetahuan, serta menunjukkan sikap toleransi ketika anggota lain mengemukakan pendapat dan Proses pembelajaran melibatkan peserta didik dalam diskusi kelompok antar peserta didik, sehigga tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division selama proses pembelajaran supaya siswa lebih aktif mengemukakan ide, siswa saling berinteraksi untuk mengerjakan tugas yang Model ini dirancang untuk mendorong siswa saling memotivasi dan membantu satu sama lain dalam menguasi materi pelajaran sehingga bisa menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Hal ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran tersebut sangat efektif diterapkan, terutama pada mata pelajaran PPKn. Tantangan utama adalah perbedaan kemampuan siswa dan pembiasaan menggunakan model pembelajaran. Meskipun pengelompokkan dilakukan secara heterogen ada beberapa siswa yang belum terbiasa dalam Proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division menyebabkan pembelajaran menjadi kurang efektif dan Naomi Bedu Yantia. Septian Peterianus & Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 57 - 64 Pembagian kelompok secara heterogen dan memberikan tugas yang terdefinisi dengan baik kepada setiap anggota kelompok untuk memastikan keterlibatan yang setara. Membimbing setiap kelompok untuk bekerja sama dengan baik dan memahami tugas dan memotivasi siswa yang mengalami kesulitan belajar agar lebih aktif dalam kelompok. REFERENSI