Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 Kompetensi Universitas Balikpapan GERAKAN CHILDFREE DI INSTAGRAM: ANALISIS KONSTRUKSI SOSIAL PENGARUH GITA SAVITRI Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 Universitas Sahid1,2 pos-el: halimahtu. sdh@gmail. com1, marlisameliaa@gmail. ABSTRAK Kemajuan teknologi telah merevolusi kehidupan manusia, menawarkan kemudahan yang tak tertandingi di berbagai bidang, bahkan mengubah cara kita berbagi aktivitas sehari-hari di platform media sosial. Di antara platform-platform tersebut. Instagram menonjol dan banyak digunakan, memungkinkan pengguna untuk menampilkan aktivitas mereka ke dunia online. tengah lanskap digital ini, banyak influencer yang menjadi terkenal, dan Gita Savitri, yang dikenal karena perspektifnya tentang Childfree, telah menjadi sosok yang menonjol. Untuk mengeksplorasi fenomena ini, penelitian ini mengadopsi metodologi Fenomenologi, yang menggali pengalaman dan persepsi subjektif individu. Yang mendasari penyelidikan ini adalah teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger, yang menyatakan bahwa realitas sosial dibentuk secara kolektif oleh interaksi manusia. Landasan penelitian ini dibangun di atas pemeriksaan menyeluruh terhadap literatur yang relevan dan beragam referensi, untuk memastikan pemahaman komprehensif tentang pokok bahasan. Kata Kunci: bebas anak, gita savitri, konstruksi sosial. ABSTRACT Technological progress has revolutionized human life, offering unparalleled convenience in various spheres, even transforming the way we share our daily endeavors on media sosial Among these platforms. Instagram stands as a prominent and widely-used one, enabling users to showcase their activities to the online world. Amidst this digital landscape, numerous influencers have risen to fame, and Gita Savitri, known for her perspective on Childfree, has become a notable figure. To explore this phenomenon, the research adopts a Phenomenological methodology, delving into the subjective experiences and perceptions of Underpinning the investigation is Peter L. Berger's Social Construction theory, which posits that social realities are shaped collectively by human interactions. The study's foundation is built upon a thorough examination of relevant literature and diverse references, ensuring a comprehensive understanding of the subject matter. Keyword: childfree, gita savitri, social constructions. PENDAHULUAN Teknologi adalah suatu sistem yang dirancang oleh manusia dengan tujuan untuk mempermudah dan menghasilkan tingkat efisiensi dan efektivitas dengan memberikan dampak yang besar tetapi Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat setiap harinya seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Dapat kita lihat perkembangan teknologi di mulai Vol. No. Juni 2024 dari adanya era teknologi komunikasi dan informasi, era teknologi industri, hingga era teknologi pertanian. Baik kehidupan pribadi hingga sosial. Merebaknya dunia online semakin membuat kehidupan menjadi lebih Mulai dari kemudahan dalam berbelanja, bekerja, hingga memperoleh informasi dari berbagai belahan dunia pun dapat dilakukan di rumah. Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 Kecanggihan tersebut juga memberikan banyak pembaruan seperti dengan munculnya aplikasi yang digunakan berinteraksi dengan orang lain dalam jarak yang jauh. Media sosial pun mulai merambah menjadi kebutuhan manusia saat ini. Adanya mempengaruhi kehidupan sosial dalam masyarakat (Istiani & Islamy, 2. Salah satu platform media sosial yang populer adalah Instagram. Instagram telah menjadi wadah bagi pengguna untuk berbagi momen-momen penting dalam kehidupan mereka, seperti foto, video, cerita, dan pemikiran melalui postingan dan cerita singkat. Salah satu fenomena menarik yang muncul di media online Instagram adalah fenomena "Childfree". Instagram sebagai salah satu media sosial yang saat ini menjadi sebuah gaya hidup baru ditengah-tengah masyarakat khususnya di kalangan anak muda yang memakai sosial media di kehidupan sehariharinya (Khatibah, 2. Instagram merupakan sebuah aplikasi berbagi foto mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya Saat ini, semakin majunya kebudayaan umat manusia, semakin banyak permasalahan yang timbul dan bisa menjadikan sebuah perdebatan diantara umat manusia. Seperti (Siswanto & Neneng Nurhasanah. Childfree akhir-akhir ini menjadi perbincangan yang hangat di kalangan Fenomena ini mengacu pada kelompok individu yang memilih untuk tidak memiliki anak dan secara aktif menyuarakan pilihan mereka untuk hidup tanpa anak (Rahmawati, 2. Fenomena keluarga tanpa anak jelas menjadi salah satu problematika baru dalam masyarakat yang harus segera di cari jalan keluarnya. Keluarga yang memilih untuk Childfree, jelas akan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan bertolak belakang dengan narasi agama yang justru menganjurkan adanya keberadaan seorang anak ditengahtengah keluarga (Rindu Fajar Islamy et , 2. Melalui akun Instagram, seperti pada kasus Gita Savitri, fenomena ini telah menjadi konstruksi sosial yang menarik perhatian banyak Dalam konteks sosial media Instagram, konstruksi sosial fenomena "Childfree" postingan, caption, hashtag, dan interaksi dengan pengikut. Melalui konten-konten yang mereka bagikan, individu yang mengidentifikasi diri sebagai "Childfree" dapat membentuk mendukung dan memahami pilihan hidup mereka. Fenomena "Childfree" di Instagram juga dapat menjadi ruang bagi pengguna untuk menghadirkan narasi alternatif mengenai pilihan hidup yang berbeda dari norma sosial yang umum. Fenomena "Childfree" juga dapat menimbulkan tanggapan dan reaksi beragam dari pengguna lain yang memiliki pandangan yang berbeda atau mungkin merasa tersinggung dengan tema tersebut. Sebenarnya fenomena masalah psikologis ini pernah dibahas beberapa tahun sebelumnya oleh Susanti dan Nurchayati. Pada tulisan mereka dikatakan bahwa menikah tanpa memiliki anak bisa menjadi pilihan hidup bagi beberapa perempuan. Meskipun terdapat kebebasan dalam memutuskan hal ini, namun ada sejumlah masalah psikologis yang mungkin dihadapi oleh perempuan yang memilih jalur ini. Salah satu masalah utama adalah tekanan sosial dari lingkungan sekitar yang masih meyakini bahwa menjadi ibu adalah tujuan utama dari pernikahan. Teori permasalahan psikologis yang telah dikemukakan kemungkinan akan terjadi beberapa tahun setelahnya (Susanti & Nurchayati. Salah satu tujuan penting sebuah Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 melangsungkan keturunan (Moeloek dalam (Susanti & Nurchayati, 2. ) Dalam konstruksi sosial fenomena "Childfree" di Instagram pada kasus Gita Savitri, perlu untuk memahami bagaimana pengaruh dan interaksi sosial media dapat membentuk persepsi dan identitas individu dalam ranah "Childfree" (Rahmawati, 2. Penelitian ini dapat mengungkap lebih lanjut bagaimana media sosial, khususnya Instagram, berkomunikasi, berbagi nilai-nilai, dan membentuk komunitas daring yang memperkuat identitas sosial mereka. Keberadaan internet sedikit banyak Pola interaksi dilakukan tanpa harus dalam satu ruang dan waktu Internet meleburkan batasbatas yang menghambat seseorang untuk berinteraksi (Nainggolan et al. Karena kemudahan tersebut mulailah banyak orang yang menjadi (Selebritis Instagra. dimana mereka memiliki konten yang menarik dan mampu memberikan informasi yang menarik bagi para pengguna Instagram. Salah satu Influencer terkenal di Instagram yakni Gita Savitri. Beliau merupakan warga negara Indonesia yang saat ini sedang bekerja di Negara Jerman bersama Gita sendiri merupakan wanita muslim yang pintar, cerdas, berwibawa, dan juga mandiri. Hal tersebut terlihat dari postingan yang ia Gita sendiri telah memiliki suami berwarganegara Indonesia dan ikut tinggal di Jerman bersama Gita. Namun, seiring berjalannya waktu. Gita dan suami tak kunjung dikaruniai anak sehingga menimbulkan rasa penasaran dari para pengikut Instagram Gita. Banyak sekali warga Indonesia atau yang biasa disebut netizen mempertanyakan mengenai keinginan Gita dan suami untuk memiliki anak. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Namun, ternyata Perempuan bernama Gita Savitri Devi asal Palembang itu sepakat dengan suaminya bahwa ingin hidup berdua saja tanpa kehadiran anak (Saepullah et al. , 2. Ia juga menjelaskan bahwa memiliki anak menyusahkan, dan juga tidak bebas. Ucapan Gita pun membuat netizen geram lantaran banyak orang yang tidak mendukung ucapannya dan berpikir bahwa anak merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh tuhan. Adanya hal tersebut Gita menjadi viral dan banyak yang menghujat dirinya lantaran pendapatnya yang kurang Kronologi pertama dimulai ketika Gita Savitri memutuskan untuk menjadi childfree bersama sang suami setelah mengalami keresahan tentang peran Masyarakat menanyakan kapan akan memiliki anak, tetapi jarang menanyakan mengapa dia ingin memiliki anak. Gita berdiskusi dengan suaminya. Paul, tentang keinginan untuk memiliki anak. Awalnya. Paul menginginkan anak. Gita kesulitan dan tanggung jawab yang terkait dengan menjadi orang tua, mereka akhirnya setuju untuk hidup tanpa anak. Gita juga mengakui adanya sifat narsistik yang diturunkan dari ibunya, membuatnya ragu untuk menjadi seorang ibu. Kronologi selanjutnya dilanjutkan ketika Gita Savitri, yang dikenal sebagai Gitasav, menjadi viral di sosial media karena kontroversi opini mengenai hidup tanpa anak atau childfree. Sebuah komentar tentang awet muda tanpa anak memicu perbincangan di Twitter. Gita menyatakan bahwa hidup tanpa anak membantu menjaga penampilan dan menghindari stres terkait anak-anak. Dia juga pernah mendapat hujatan karena komentarnya tentang protes Timnas Jerman di Piala Dunia 2022 Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 terkait LGBT. Gita adalah seorang influencer, content creator, dan penulis yang populer di kalangan muda. Dia menikah dengan Paul Partohap dan telah membuat konten di YouTube sejak tahun 2009. Gita berbagi pandangan dan opini tentang berbagai isu dalam video dan tulisan-tulisannya. Dia juga menerbitkan novel berjudul Rentang Kisah dan merilis lagu Seandainya yang berbicara tentang percintaan dengan suaminya. Ringkasnya Gitasav viral di media sosial karena menjadi pendukung childfree dan mengemukakan opini tentang kehidupan tanpa anak. Dia berbagi pandangan dan pengalaman di Instagram dan YouTube tentang mengapa dia memilih untuk tidak memiliki anak. Gita juga mengakui adanya sifat narsistik yang diturunkan dari ibunya, yang membuatnya ragu untuk menjadi seorang ibu. Dia telah menjadi sorotan netizen beberapa kali komentar-komentar METODE PENELITIAN Berdasar atas latar belakang yang dituliskan oleh peneliti, maka dari itu, peneliti ingin mengetahui fenomena yang sedang terjadi di Instagram milik infuencer Gita Savitri. Teori tersebut berkaitan dengan komunikasi dan juga adanya perubahan pada perilaku sosial. Pada penelitian ini peneliti ingin menggunakan teori Konstruksi Sosial. Salah satu teorinya yang berpengaruh adalah Teori Konstruksi Sosial. Teori ini termasuk tradisi atau metateori sosiokultural . Sociocultural Theories menekankan pada struktur atau bentuk pengawasan terhadap individu. Teori ini lebih fokus terhadap makna dan penafsiran bersama yang dikonstruksi dalam jaringan implikasinya pada konstruksi kehidupan organisasi . turan, norma, nilai. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan (Karman, dalamnya terkandung bahwa sebuah kenyataan itu dibangun Realitas merupakan konstruksi sosial dengan asumsi dasar pada teori konstruksi sosial yang dikemukakan oleh Berger dan Luckman. Dalam penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dimana diartikan sebagai metode fenomenologi merupakan salah satu jenis metode penelitian kualitatif yang kesamaan makna yang menjadi esensi dari suatu konsep atau fenomena, yang secara sadar dan individual dialami oleh sekelompok individu dalam hidupnya. Secara intens fenomenologi dicetuskan pertama kali sebagai kajian filsafat oleh Edmund Husserl dalam (Suyanto. Dalam hal ini, peneliti ingin melihat bagaimana individu atau netizen fenomena yang ingin dilihat peneliti tersebut menjadikan peneliti memilih studi literatur dalam metode penelitian yang ingin diambil. Dimana studi literatur nantinya akan menganalisis beberapa teks rujukan, jurnal ilmiah, dan beberapa rujukan dari media Online. Penelitian pendekatan kualitatif yang digunakan untuk menyelidiki dan memahami berbagai permasalahan sosial dengan tujuan mendapatkan data deskriptif dalam bentuk tulisan atau literatur. Metode penelitian kualitatif merupakan suatu cara yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa narasi wawancara, pengamatan, penggalian dokumen (Wahidmurni, 2. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, yang mencakup usaha untuk mencari informasi relevan tentang topik Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam era sosial media yang terus berkembang, fenomena "childfree" telah menjadi perhatian utama di tengah masyarakat modern. Gaya hidup ini semakin populer, dan tulisan ini berfokus pada pandangan dan pemikiran Gita Savitri keputusannya untuk hidup tanpa anak. Perkembangan sosial dan teknologi telah mengubah pola hidup individu secara signifikan. Salah satu perubahan yang mencolok adalah semakin banyak pasangan atau individu yang memilih untuk tidak memiliki anak, biasa dikenal dengan sebutan "childfree. Alasan di balik pilihan ini sangat beragam, termasuk keinginan untuk lebih fokus pada karier, mengejar hobi tanpa batasan, peduli pada isu lingkungan, atau pertimbangan unik lainnya sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan individu. Sosial media berperan penting "childfree. " Kini, masyarakat dapat dengan mudah terhubung dengan orangorang yang memiliki pandangan serupa melalui berbagai platform seperti Instagram. Twitter, dan Facebook. Gita Savitri, sebagai seorang tokoh yang menarik perhatian dalam konteks gaya hidup "childfree," aktif berbicara di media sosial tentang pilihan hidupnya Pendekatan Gita Savitri terhadap kehidupan tanpa anak menjadi topik menarik dan kontroversial. Melalui akun media sosialnya, ia berbagi perspektifnya mengenai bagaimana hidup "childfree" telah memberikan kebahagiaan dan kepuasan dalam Namun, pandangan ini juga mendapatkan beragam reaksi dari masyarakat yang memiliki sudut pandang berbeda mengenai peran dan makna keluarga dalam kehidupan. Tulisan ini akan mengeksplorasi lebih dalam tentang pemikiran Gita Savitri terhadap fenomena "childfree" di Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan era sosial media. Akan dijelaskan dengan mendalam argumen yang dia kemukakan, apa yang menginspirasinya untuk memilih gaya hidup ini, serta persepsi sosial mengenai pilihan hidup tanpa anak. Selain itu, peran sosial menyebarkan pandangan "childfree" ini ke masyarakat juga akan diberikan sorotan khusus. Hal ini juga bertujuan untuk secara mendalam mengeksplorasi pemikiran Gita Savitri mengenai fenomena "childfree" yang teramati di era sosial media. Akan dipaparkan secara terperinci argumen-argumen yang dia ajukan, serta faktor-faktor yang menginspirasinya dalam memilih gaya hidup ini, dan bagaimana pandangannya mempengaruhi persepsi sosial mengenai pilihan hidup tanpa Selain itu, peran utama sosial menyebarkan pandangan "childfree" ke masyarakat juga akan diberikan sorotan Melalui terhadap pandangan Gita Savitri dan respons masyarakat terhadapnya, tujuan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena "childfree" dalam era sosial Fenomena ini memunculkan pertanyaan mendalam mengenai makna keluarga, konsep kebahagiaan, serta membentuk pola pikir dan tindakan di tengah perubahan zaman yang terus berkembang dan terhubung. Tulisan ini diharapkan akan memberi wawasan lebih dalam tentang kompleksitas pilihan hidup tanpa anak dan implikasinya bagi masyarakat modern. Eksternalisasi Menurut Berger dan Luckmann . dalam buku "The Social Construction of Reality", proses krusial di mana individu mencurahkan dirinya ke dalam dunia, baik dalam Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 aktivitas fisik maupun mentalnya. Eksternalisasi merupakan tahap adaptasi diri, tahap di mana orang menyesuaikan dengan kondisi di mana ia tinggal, bisa jadi pada tahap adaptasi ini ia akan memberikan pengaruh, pengaruh atau eksternalisasi ini bisa berasal dari individu masyarakat biasa, dari para tokoh elit, atau dari kelompokkelompok tertentu (Fitria et al. Dalam konteks media sosial, proses ini terwujud ketika individu seperti Gita Savitri mengekspresikan pandangan dan pilihan hidupnya secara terbuka melalui berbagai platform. Penelitian yang dilakukan oleh Jacobsen Munar menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sarana bagi individu untuk melakukan proses eksternalisasi diri. Melalui aktivitas seperti membuat posting, berbagi foto, dan menulis opini, identitas, nilai-nilai, dan pandangan mereka kepada khalayak luas. Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan Gita Savitri dalam mengekspresikan pilihan hidup "Childfree"nya di media sosial. Dalam konteks teori Konstruksi Sosial, proses eksternalisasi yang dilakukan Gita Savitri melalui media sosial berkontribusi dalam membentuk realitas sosial yang lebih luas tentang fenomena "Childfree". Seperti yang dijelaskan oleh Berger dan Luckmann . , realitas sosial tidak hadir begitu saja, melainkan dikonstruksi melalui interaksi dan tindakan manusia secara terus-menerus. Dengan mengekspresikan dan menyuarakan pilihan hidupnya secara terbuka. Gita Savitri berperan dalam menjadikan "Childfree" sebagai bagian dari realitas sosial yang diakui dan dipahami oleh Objektivasi Proses objektivisasi merupakan fenomena sosial yang signifikan dalam Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Menurut Berger dan Luckmann . , objektivisasi terjadi ketika perspektif individu dan pilihan hidup menjadi bagian dari realitas sosial mempengaruhi cara berpikir orang dan norma-norma Melalui media dan interaksi sosial, pandangan seperti AuChildfreeAy karya Gita Savitri dapat lebih terlihat dan diterima oleh masyarakat, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi persepsi sosial terhadap konsep keluarga. Sebagaimana dikemukakan Berger dan Luckmann . AuObjektivisasi adalah proses dimana suatu produk aktivitas sosial menjadi suatu fakta . yang bersifat eksternal dan tidak bergantung pada penciptanya. Ay Proses ini sangat penting dalam memahami bagaimana realitas sosial dibentuk, terutama dalam konteks Ketika perspektif individu dan pilihan hidup seperti Gita Savitri masyarakat, fenomena AuChildfreeAy dapat menjadi lebih terlihat dan dihargai sebagai aspek penting dari keragaman pilihan hidup dalam masyarakat. Teori Konstruksi Sosial memberikan wawasan berharga dalam memahami kompleksitas interaksi sosial dan bagaimana perspektif individu dapat membentuk realitas sosial. Sebagaimana dikemukakan oleh Gergen AuKonstruksionisme menyatakan bahwa pemahaman kita tentang dunia bukanlah cerminan realitas obyektif, melainkan produk interaksi dan negosiasi sosial. Ay Dalam kasus AuChildfreeAy, karena semakin banyak orang memilih untuk hidup tanpa anak dan mendiskusikan pilihan mereka secara terbuka, fenomena ini menjadi bagian dari perubahan sosial yang lebih besar dalam masyarakat. Misalnya, media mungkin meliput Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 fenomena AuChildfreeAy sebagai tren yang sedang berkembang, menyoroti semakin banyaknya individu yang memilih gaya hidup ini. Atau, masyarakat mungkin mulai menyadari bahwa memilih gaya hidup tanpa anak adalah alternatif yang valid dan sah dalam mendefinisikan keluarga dan kebahagiaan. Proses objektivisasi mengakui bahwa cara pandang dan pilihan hidup individu seperti Gita Savitri mempunyai dampak nyata dalam membentuk realitas sosial dan mencerminkan pola pikir yang muncul di masyarakat. Internalisasi Internalisasi adalah aspek penting perspektif dan pilihan hidup individu, seperti gaya hidup AuChildfreeAy Gita Savitri, dapat memengaruhi pemikiran dan keyakinan orang lain. Dengan berbagi pengalaman dan pandangannya di media sosial. Gita Savitri telah berperan dalam membentuk realitas menginspirasi orang lain untuk mengadopsi gaya hidup AuChildfreeAy sebagai gaya hidup mereka. Fenomena ini menggambarkan relevansi Teori Konstruksi Sosial dalam mengungkap kompleksitas interaksi sosial dan bagaimana perspektif individu dapat membentuk realitas sosial yang lebih Internalisasi mengidentifikasi dirinya dalam pranata sosial di mana dia menjadi anggotanya. Internalisasi, yaitu tahap di mana orang menyerap kembali realitas sosial dan struktur dunia objektif ke dalam struktur kesadaran subjektif (Putri et. , 2. Proses internalisasi terjadi ketika gaya hidup dan cara pandang Gita Savitri yang AuChildfreeAy diterima dan diadopsi oleh dirinya sendiri dan orang Ketika dia berbagi Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan perspektifnya tentang hidup tanpa anak di media sosial, orang lain dapat terinspirasi dan menginternalisasikan ide-idenya. Misalnya, seseorang yang sebelumnya ragu-ragu untuk memilih gaya hidup AuChildfreeAy mungkin akan mendapatkan kepercayaan diri atau dukungan dari cerita Gita Savitri. Proses internalisasi ini mencerminkan bagaimana cara pandang individu dapat mempengaruhi satu sama lain dan membentuk pola pikir dan keyakinan diri sendiri. Sebagaimana penelitian yang diterbitkan dalam Journal Social Psychology. Auinternalisasi adalah proses persuasi diri, di mana individu mengadopsi dan menginternalisasikan sikap dan nilainilai yang konsisten dengan konsep dirinyaAy (Kelman, 1. Proses ini sangat penting dalam memahami bagaimana norma-norma dan nilai-nilai sosial dibangun dan dilestarikan. Selain itu, penelitian tentang menunjukkan bahwa individu lebih cenderung mengadopsi sikap dan perilaku yang konsisten dengan identitas sosial dan keanggotaan kelompoknya (Tajfel & Turner, 1. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran online Gita Savitri dan dukungannya terhadap gaya hidup "bebas anak" mungkin telah menciptakan rasa kebersamaan dan identitas sosial di internalisasi perspektifnya. Selain itu, konsep internalisasi juga terkait erat dengan gagasan tentang norma-norma sosial dan bagaimana norma-norma tersebut dikonstruksi dan dipelihara melalui interaksi sosial (Cialdini, 2. Seiring dengan penerimaan gaya hidup Gita Savitri yang Aubebas anakAy di dunia maya, hal ini mungkin berkontribusi pada Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 pembentukan norma sosial baru yang seputar peran sebagai orang tua dan Dalam era sosial media yang "Childfree" yang melibatkan pilihan hidup tanpa anak telah menarik perhatian banyak orang. Salah satu perbincangan adalah Gita Savitri, yang secara terbuka menyuarakan dan menerapkan gaya hidup "Childfree" Dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger, kita dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana pandangan dan pilihan hidup individu, seperti yang diungkapkan oleh Gita Savitri, dipengaruhi oleh interaksi sosial dan diartikulasikan dalam realitas sosial yang lebih luas. Dalam konteks Gita Savitri, proses eksternalisasi dalam teori Konstruksi Sosial "Childfree" mengartikulasikannya melalui media Melalui akun media sosialnya, ia secara aktif berbicara tentang pilihan hidup tanpa anak dan berbagi pandangannya tentang bagaimana "Childfree" kebahagiaan dan kepuasan dalam Dalam pandangannya menjadi nyata dan dikenali oleh masyarakat yang lebih luas, membentuk bagian dari realitas sosial yang beragam. Proses eksternalisasi Gita Savitri ini mencerminkan pentingnya peran media menyebarkan pandangan "Childfree" ke masyarakat. Berbagai platform seperti Instagram. Twitter, dan Facebook menjadi wadah di mana pandangan tersebut dapat mencapai audiens yang lebih luas dan mempengaruhi persepsi sosial tentang Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan pilihan hidup tanpa anak. Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial membawa isu-isu sosial yang kompleks seperti "Childfree" menjadi lebih terlihat dan diperbincangkan Namun, penting untuk diingat bahwa proses objektivasi juga turut berperan dalam membentuk realitas sosial fenomena "Childfree. " Ketika semakin banyak orang yang memilih gaya hidup ini dan berbicara terbuka "Childfree" menjadi bagian dari perubahan sosial yang lebih besar yang terjadi di masyarakat. Media dan masyarakat mulai mengakui bahwa pilihan hidup "Childfree" merupakan alternatif yang valid dan sah dalam mendefinisikan arti keluarga dan Proses objektivasi ini mencerminkan bagaimana realitas interpretasi dan makna yang dipahami oleh masyarakat. Pandangan Gita Savitri tentang "Childfree" menjadi bagian dari realitas sosial yang dipahami oleh banyak orang, tetapi tetap memunculkan reaksi beragam dari masyarakat yang memiliki sudut pandang berbeda tentang keluarga dan Fenomena menunjukkan kompleksitas realitas sosial yang terbentuk oleh berbagai pandangan dan pilihan hidup individu dalam masyarakat. Proses internalisasi juga merupakan bagian yang signifikan dalam konteks "Childfree" Gita Savitri. Ketika ia berbagi pemikiran dan pengalaman di media sosial, orang lain dapat terinspirasi dan menginternalisasi ide-ide tersebut. Misalnya, seseorang yang sebelumnya ragu untuk memilih "Childfree" menemukan keyakinan atau dukungan dari cerita Gita Savitri. Proses ini mencerminkan bagaimana pandangan individu dapat saling mempengaruhi Halimahtu Sadiah1. Marlisa Amelia2 dan membentuk pola pikir keyakinan masing-masing. Kompetensi Universitas Balikpapan KESIMPULAN Secara keseluruhan, penerapan teori Konstruksi Sosial terhadap fenomena "Childfree" Gita Savitri memberikan wawasan tentang bagaimana pandangan dan pilihan hidup individu dipengaruhi oleh interaksi sosial dan diartikulasikan dalam realitas sosial yang lebih luas. Fenomena ini menunjukkan betapa kompleksnya proses sosial dalam membentuk realitas yang beragam dan unik di dalam masyarakat. Namun, sebagai sebuah teori. Konstruksi Sosial juga memiliki keterbatasannya. Teori ini tidak secara eksplisit membahas bagaimana kekuatan sosial dan struktur pembentukan realitas sosial. Selain itu, pandangan dan pilihan hidup individu tidak selalu diakui dan dihormati dalam masyarakat, terutama jika mereka berbeda dari norma-norma sosial yang Dalam konteks fenomena "Childfree," masih ada stereotip dan stigma yang terkait dengan pilihan hidup tanpa anak, terutama bagi Masyarakat cenderung memiliki harapan bahwa perempuan harus menjadi ibu dan memiliki anak, sehingga pilihan hidup "Childfree" sering kali dianggap sebagai sesuatu yang tidak biasa atau dianggap aneh. Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger memberikan sudut pandang yang memahami fenomena "Childfree" Gita Savitri. Proses membentuk realitas sosial di sekitar pandangan dan pilihan hidup individu Dalam era sosial media, peran media sosial sangat penting dalam "Childfree" Namun, fenomena ini juga menunjukkan kompleksitas realitas sosial dan bagaimana pandangan dan dipengaruhi oleh norma-norma sosial dan persepsi masyarakat. Vol. No. Juni 2024 DAFTAR PUSTAKA