Jurnal Sains dan Kesehatan . Vol. No 1 Mei . e-ISSN 2961Oe8150 Pengaruh Minuman Carica papaya L. terhadap Dismenore pada Remaja Sarah Cesar 1. Pauzan Effendi 2 . Elvi Destariyani 3* 1,2,3 Prodi Sarjana Terapan. Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes. Bengkulu. Indonesia ARTICLE INFORMATION A B S T R A C T Received: 8 Mei 2024 Revised: 25 Mei 2024 Accepted: 30 Mei 2024 DOI : 10. 57151/jsika. Dismenore merupakan nyeri perut yang terjadi saat menstruasi ditandai dengan nyeri singkat sebelum atau selama menstruasi. Keluhan nyeri ini berlangsung satu hingga beberapa hari selama Tujuan Penelitian ini untuk melihat Pengaruh minuman carica papaya L terhadap penurunan dismenore. Metode penelitian pra-eksperimental one group pretest-postest without control group Populasi dalam penelitian sebanyak 220 orang. Sampel 40 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Penelitian menunjukkan terjadi penurunan dismenore setelah intervensi dengan beda mean 3,85. Kesimpulan ada pengaruh minuman Carica Papaya L terhadap dismenore . <0,. Diharapkan minuman carica papaya L menjadi alternatif nonfarmakologis untuk mengatasi dismenore. KEYWORDS Carica papaya. Dismenore Carica papaya L. Dysmenorrhea CORRESPONDING AUTHOR Nama : Elvi Destariyani Address: Jl. Indragiri no 3 Padang Harapan Bengkulu E-mail : pauzaneffendi@gmail. Dysmenorrhea is abdominal pain that occurs during menstruation, characterized by brief pain before or during menstruation. These pain complaints last one to several days during menstruation. This research aims to see the effect of Carica Papaya L drink on reducing dysmenorrhea. Method: pre-experimental research one group pretest-posttest without control group design. Population 220 A sample of 40 people was taken by using purposive sampling technique. Analysis used the Wilcoxon signed rank test. Results: Showed a decrease in dysmenorrhea after intervention with a mean difference of 3. Conclusion: There was an effect of Carica Papaya L drink on dysmenorrhea . <0. It is hoped that Carica papaya L drink will become a non-pharmacological alternative for treating dysmenorrhea. PENDAHULUAN Dismenore merupakan nyeri perut yang terjadi saat menstruasi ditandai dengan nyeri singkat sebelum atau selama menstruasi. Keluhan nyeri ini berlangsung satu hingga beberapa hari selama menstruasi (Barcikowska et al. , 2. Dismenore dialami oleh 1. 425 orang . %) mengalami dismenore dengan rincian dismenore berat 10-15%. Hal ini didukung oleh penelitian yang telah dilakukan di berbagai negara dengan hasil bahwa prevalensi dismenore primer di setiap negara lebih dari 50% (Bakhsh et al. , 2. Prevalensi dismenore di Indonesia sebesar 64,25% terdiri dari 54,89% dismenore dan 9,36% dismenore sekunder. Dismenore primer menyerang 75% remaja putri . -21 tahu. dengan derajat nyeri yang bervariasi (Arisani & Wahyuni, 2. Prevalensi dismenore primer di kota Bengkulu tahun 2022 yaitu sebanyak 711 orang . %) dari 8. 610 siswi remaja putri mengalami dismenore primer (Kemendikbud, 2. Penyebab nyeri haid yang terjadi saat dismenore primer yaitu adanya produksi prostaglandin (PGF2 dan PGE. yang berlebihan di endometrium selama menstruasi yang menyebabkan vasekonstriksi pada pembuluh darah dan hipertonus miometrium, akibatnya dapat menimbulkan nyeri pada bagian perut bawah dan iskemia. Jika respon inflamasi ini berlanjut, maka dapat meningkatkan tingkat nyeri pada wanita dengan kram menstruasi (Partiwi, 2. Dismenore memberikan dampak psikologis seperti mudah emosi, stress dan kecemasan. Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan dapat dengan mudah berkembang menjadi suatu masalah besar dengan semua rasa kesal yang dirasakan (Mou et al. , 2. Penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan sekitar 60% remaja menderita dismenore dan 14% absen sekolah secara teratur (Halitopo, 2. Penelitian United Nations ChildrenAos Fund (UNICEF) di Indonesia pada tahun 2015 menemukan fakta satu dari enam anak perempuan yang mengalami nyeri haid pada saat menstruasi absen dari sekolah selama satu hari atau lebih (Tanton et al. , 2. Open acces: https://ejournal. id/index. php/jsika Jurnal Sains dan Kesehatan . Vol. No 1 Mei . e-ISSN 2961Oe8150 Upaya penanganan dismenorea bisa dilakukan secara farmakologi maupun non farmakologi. Penanganan secara Farmakologi dilakukan dengan cara pemberian analgesik, terapi hormonal, terapi dengan NSAID sedangkan terapi non farmakologi dapat dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi nyeri dismenore tanpa menggunakan obat-obatan kimia. Salah satunya yaitu dengan mengkonsumsi minuman herbal daun papaya, yang murah dan mudah diperoleh (Aboualsoltani et al. , 2. Pepaya (Carica papaya L) yaitu tanaman obat yang sering digunakan. Daun pepaya mengandung Vitamin E dapat menekan aktivitas enzim fosfolipase A dan siklooksigenase yang dapat membuat produksi prostaglandin menjadi terhambat dan bersifat rileksasi (Mayunita & Nurfitriana, 2. Daun pepaya memiliki efektifitas untuk mengurangi dismenorea karena kandungan senyawa kimianya memiliki khasiat sebagai analgetik dan dapat menghambat prostaglandin sehingga dapat mengurangi Daun pepaya diketahui mengandung kelompok flavonoid dan alkaloid yang berperan sebagai analgetik sehingga rasa nyeri yang dirasakan oleh subjek penelitian setelah minum rebusan daun pepaya ataupun jus daun pepaya menjadi lebih ringan ataupun tidak merasakan nyeri. (Rahmah et al. , 2. Hasil penelitian (Fitri Maulani et al. , 2. menunjukkan daun pepaya bisa mengurangi nyeri haid yang berfungsi sebagai pereda nyeri . Hasil penelitian (Rahmah et al. , 2. menunjukkan ada pengaruh pemberian daun pepaya (Carica Papaya L) terhadap remaja penderita Daun pepaya memiliki efek mengurangi nyeri haid karena senyawa kimia yang terkandung dalam daun pepaya memiliki sifat analgetik/pereda nyeri dan mampu menghambat prostaglandin sehingga nyeri dismenorea berkurang. Berdasarkan data Kemendikbud Kota Bengkulu tahun 2022 prevalensi kejadian dismenore pada remaja putri persentase tertinggi yaitu SMP N 02 . %). SMPN 05 12% dan SMPN 04 11% (Kemendikbud Kota Bengkulu, 2. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu pada tahun ajaran 2022/2023 didapatkan jumlah siswi terbanyak pada SMPN 02 Kota Bengkulu berjumlah 578 siswi . ,70%). SMPN 05 Kota Bengkulu berjumlah 524 siswi . ,07%) dan SMPN 04 Kota Bengkulu berjumlah 493 siswi . ,71%). Data yang tercatat di SMPN 02 pada bulan Januari terdapat 42 siswi . ,26%) izin karena Hasil wawancara pihak UKS dan beberapa siswi menyatakan bahwa siswi belum pernah diberikan ataupun mengkonsumsi minuman carica papaya L untuk mengurangi nyeri dismenore. Efek samping dari obat-obatan kimia seringkali menimbulkan masalah baru yang tak kalah berat, menjadi salah satu pendorong pengobatan tradisional. Obat-obatan herbal atau jamu yang diproses secara modern dan didukung hasil risetpun semakin banyak tersedia. Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan intervensi dengan minuman carica papaya L yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh carica papaya L terhadap dismenore. METODE Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimental dengan menggunakan rancangan pre-test-post-test without control group design. Lokasi penelitian di SMPN 02 Kota Bengkulu dan waktu penelitian telah dilakukan pada bulan Mei-Juni Tahun 2023. Populasi penelitian seluruh remaja putri kelas Vi di SMPN 02 Kota Bengkulu pada Tahun 2023 yang berjumlah 220 orang. Sampel penelitian ini adalah remaja putri kelas Vi yang berjumlah 220 siswi di SMPN 02 Kota Bengkulu Tahun 2023 yang sedang dismenore hari pertama yang sebanyak 40 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kriteria Inklusi pada penelitian ini adalah bersedia menjadi responden, remaja yang berusia 13-14 tahun, sudah menstruasi lebih dari 1 tahun, remaja yang mengalami dismenore pada hari pertama sampai hari ke dua menstruasi dalam 3 bulan terakhir berturut-turut, remaja yang memilih metode non farmakologi. Kriteria Eksklusi pada penelitian ini adalah remaja putri yang sudah mendapatkan obat analgetik selama dismenore dan remaja dengan penyakit ginekologi . enyakit reproduks. Sampel diberikan pre test dengan angket skala Wong Baker Faces sebelum diberikan perlakuan dengan pemberian minuman carica papaya L, setelah itu peneliti akan menghitung hasil pre test tersebut. Setelah pre test, responden diberikan intervensi yaitu pemberian minuman carica papaya L yang dikonsumsi sebanyak 1x/hari selama 2 hari. Dilanjutkan test akhir . setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan angket skala wong baker faces yang sama pada saat pre test. Analisa data dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data berdistribusi tidak normal. Uji normalitas dengan menggunakan uji Shapiro Wilk, dengan hasil normal jika syarat p > 0,05. Jurnal Sains dan Kesehatan . Vol. No 1 Mei . e-ISSN 2961Oe8150 HASIL & PEMBAHASAN Analisis Univariat Variabel Usia responden Usia Menarche Lama menstruasi Lama nyeri haid Tabel 1. Karakteristik Responden Kategori 13 tahun 14 tahun 15 tahun 10 tahun 11 tahun 12 tahun 13 tahun 5 hari 6 hari 7 hari 8 hari 1 hari 2 hari 3 hari 4 hari Sumber: Data Primer, 2023 Berdasarkan Tabel 1 diketahui hampir sebagian besar . 0%) anak remaja berusia 14 tahun, hampir sebagian responden . 0%) usia menarche 12 tahun, hampir sebagian responden . lama menstruasi selama 5 hari dan setengah responden . ,0%) mengalami nyeri haid selama 2 hari . Minuman Carica Papaya L Pre-test Post-test Sumber: Data Primer, 2023 Tabel 2. Rata-Rata Intensitas Dismenore Dismenore Mean A SD 75 A 2. 90 A 1. Min-Max Berdasarkan tabel 2 diketahui setelah diberikan minuman carica papaya L terjadi penurunan dismenore menjadi skala 0 sampai dengan 3 dengan beda mean 3. Analisis Bivariat Tabel 3. Pengaruh Minuman Carica papaya L terhadap Dismenore Carica papaya L Intervensi . Selisih penurunan meanA SD Pre-test 75 A 2. Post-test 90 A 1. Sumber: Data primer , 2023 p-value Tabel 3 menunjukkan penurunan dismenore setelah diberikan minuman carica papaya L dengan beda mean 3. hasil uji statistik p-value=0,000 yang dapat disimpulkan ada pengaruh minuman carica papaya L terhadap dismenore. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi karakteristik responden yaitu sebagian besar . 0%) usia menarche 12 tahun. Menarche adalah saat haid/mentruasi pertama yang dialami oleh seorang wanita. Umumnya seorang Wanita mengalami menarche pada usia rata-rata 12,5 tahun (Hatmanti et al. , 2. Menarche merupakan tanda awal dari perkembangan seks sekunder dari tubuh seorang Wanita (Proverawati, 2. Hasil penelitian menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden yaitu hampir sebagian besar . ,5%) mengalami haid selama 5 hari. Menstruasi biasanya berlangsung 3 sampai 5 hari, ada yang 1 sampai 2 hari diikuti darah sedikit-sedikit dan ada yang sampai 7 sampai 8 hari. Jumlah darah normal yang keluar rata-rata 33,2 A 16 cc (Habiba & Benagiano, 2. Wanita yang mengalami menstruasi lebih lama dapat meningkatkan kejadian dismenorea Primer. Pada saat menstruasi wanita mengalami perdarahan pervaginam selama 2 sampai 7 hari, jumlah darah yang Jurnal Sains dan Kesehatan . Vol. No 1 Mei . e-ISSN 2961Oe8150 keluar kurang lebih 40 ml. Namun, ada beberapa kejadian pada wanita terjadi perdarahan lebih dari 10 hari dan lebih banyak (Itani et al. , 2. Hasil penelitian (Destariyani, 2. menunjukkan bahwa ada hubungan antara lamanya Haid dengan Kejadian Dismenorea. Wanita dengan periode menstruasi yang lebih lama beresiko mengalami dismenorea dibanding periode menstruasi yang normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi karakteristik responden yaitu sebagian besar . ,0%) mengalami nyeri haid selama 2 hari. Nyeri yang dirasakan berhubungan dengan produksi hormon progesteron yang meningkat oleh jaringan ikat yang disebut . orpus luteu. , yang berperan sebagai pengganti jaringan ovarium setelah sel telur yang matang dilepaskan setiap bulan dan apabila hormon progesteron yang dihasilkan sudah cukup tinggi baru timbul keluhan dismenore. Sehingga keluhan nyeri haid muncul setelah beberapa kali mengalami dismenore (Septadina, 2. Hasil penelitian menunjukkan nilai rataAe rata skala dismenore setelah diberikan minuman Carica Papaya L mengalami penurunan sebesar 3. 85 poin dari sebelum mendapat minuman Carica Papaya L. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh p value sebesar 0,000 <0. 05 yang dapat disimpulkan ada pengaruh minuman Carica Papaya L terhadap penurunan intensitas dismenore. Hal ini dikarenakan Carica papaya L mengandung vitamin E, dimana vitamin E yang terkandung dapat menghambat pembentukan prostaglandin. Kandungan carica papaya bisa menghambat metabolisme enzim fosfolipase A dan dapat menghambat proses aktivasi enzim siklooksigenase pada fase pasca tranlasi produksi prostaglandin. Hal ini dapat memberikan efek pengurangan rasa nyeri haid yang dialami wanita secara periodic (Kamilla et al. , 2. daun pepaya (Carica papaya L) positif mengandung alkaloid, triterpenoid, steroid, flavonoid, saponin, dan tannin (Ilham et al. , 2. Alkaloid dan flavonoid berperan sebagai analgetik untuk meredakan nyeri (Sharma et al. , 2. Daun pepaya mengandung Vitamin E yang akan menekan aktivitas enzim fosfolipase A dan siklooksigenase sehingga akan menghambat produksi prostaglandin. Sebaliknya vitamin E juga meningkatkan produksi prostasiklin dan PGE2 yang berfungsi sebagai vasodilator yang bisa merelaksasi otot polos uterus (Hariono et al. , 2. Hasil penelitian (Liana, 2. menunjukkan bahwa rata-rata skor nyeri sebelum diberikan rebusan Carica Papaya L yaitu rata-rata skor 5,40A 0,73 dengan skor minimum 4 dan skor maksimum 6. Dan setelah diberikan rebusan Carica Papaya L didapatkan rata-rata skor nyeri 3,60 A 0,91 dengan skor minimum 2 dan skor maksimum 5. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan tingkat nyeri sebelum dan setelah diberikan rebusan Carica Papaya L. Daun pepaya (Carica papaya L) memiliki kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antiinflamasi yang mampu menghambat enzim siklooksigenase I (COX-. yang berperan dalam biosintesis dalam pembentukan radang penyebab nyeri. Aktivitas pemblokiran terhadap enzim siklooksigenase menyebabkan sintesis prostaglandin oleh asam arakidonat menjadi semakin menurun sehingga menyebabkan rasa nyeri yang dialami oleh wanita berkurang (Islam MA et al. , 2. sejalan dengan penelitian (Antina, 2. yaitu hasil analisis didapatkan p-value=0,007<0,05 artinya ada perbedaan yang bermakna antara skala nyeri dismenorea sebelum dan sesudah diberikan rebusan daun Carica papaya L mengandung vitamin E yang berfungsi untuk menurunkan nyeri haid dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin. Hasil penelitian (Fitri Maulani et al. , 2. didapatkan bahwa daun pepaya dapat mengurangi nyeri haid yang bertindak sebagai analgesic. Hasil penelitian (Rahmah et al. , 2. juga menunjukkan ada pengaruh pemberian daun pepaya (Carica Papaya L) terhadap remaja yang mengalami dismenore. Daun pepaya memiliki efek mengurangi nyeri haid senyawa kimia yang terkandung didalamnya memiliki sifat analgetik dan dapat menghambat prostaglandin sehingga dapat mengurangi nyeri haid. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada penurunan skala nyeri yaitu sebesar 3. 85 point yang mana skala nyeri sebelum diberikan minuman Carica papaya L rata-rata sebesar 6. 74 dan setelah diberikan minuman Carica papaya L rata-rata nyeri turun menjadi sebesar 2. Daun papaya memiliki kandungan plavonoid yang berfungsi sebagai analgetik, hal ini dikarenakan kandungan flavonoid mampu menghambat produksi dan metabolism enzim siklooksigenase sehingga mekanisme kerja dan produksi prostaglandin juga terhambat. Sintesis prostaglandin yang berkurang menyebabkan produksi asam arakidonat juga terhambat PENUTUP Adapun hasil dalam penelitian ini ialah terdapat perbedaan penurunan nilai rataAe rata skala dismenore setelah diberikan minuman Carica Papaya L 3. 85 poin setelah mendapat intervensi . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh minuman Carica Papaya L terhadap Jurnal Sains dan Kesehatan . Vol. No 1 Mei . e-ISSN 2961Oe8150 penurunan intensitas dismenore. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yaitu tidak dilakukan analisis faktor penyebab lain dari dismenore, salah satunya ialah kondisi medis/ penyakit tertentu. DAFTAR PUSTAKA