JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 PENERAPAN REBUSAN DAUN KEMANGI (OCIMUM SANCTUM L. ) DALAM PENANGANAN PERTAMA DEMAM PADA PENDERITA DI WILAYAH RT 001/ RW 009 CAKUNG BARAT. CAKUNG JAKARTA TIMUR Rizki Pebrian. Ana Maryana. Dosen Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya . Mahasiswa Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya . Email: rizkyfebrianpratama@gmail. ABSTRAK : Demam adalah proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh ketika suhu meningkat melebihi suhu tubuh normal (>37,5AC), biasanya disebabkan oleh infeksi . akteri, virus, jamur atau parasi. , penyakit autoimun, keganasan , ataupun obat Ae obatan. Daun kemangi (Ocimum Basilicum L) adalah tumbuhan herbal Yang dapat digunakan sebagai insektisida hayati. Tanaman ini banyak tumbuh di Indonesia jadi mudah ditemukan. Daun kemangi bisa diolah sebagai obat tradisional, yaitu sebagai pereda migrain, stres, demam, diare, mengobati sariawan, pereda sariawan, pereda masuk angin, daun untuk antioksidan alami, kemangi juga bisa menolak gigitan nyamuk dengan aromatiknya. Hasil penelitian menunjukan Tn. I, pada hari ketiga sudah tidak panas dan suhu normal yaitu S: 36,8AC. Sedangkan Ny. M, pada hari ketiga badan masih lumayan panas dan suhu yaitu S: 37,0AC dan belum sesuai target. Faktor yang mempengaruhi kesembuhan Tn. I lebih cepat yaitu gaya hidup sehat seperti kegiatan olahraga. Kata Kunci: Demam. Manfaat Daun Kemangi. LATAR BELAKANG Demam merupakan response Yang dialami tubuh untuk melawan infeksi jika suhu melebihi nilai normal yaitu (>37,5AC). Demam adalah proses alami untuk melawan infeksi Yang terjadi di dalam tubuh. Biasany suhu ketika demam terjadi adalah > 37,2AC, demam terjadi karena terjadinya infeksi Yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan parasit, biasanya juga karena penyakit autoimun, keganasan , daun karna obat-obatan. (Surinah dan Hartini, 2. Daun kemangi (Ocimum Basilicum L) adalah tumbuhan herbal Yang dapat digunakan sebagai insektisida hayati. Daun kemangi bisa diolah sebagai obat tradisional, yaitu sebagai pereda migrain, stres, demam, diare, mengobati sariawan, pereda sariawan, pereda masuk angin, daun untuk antioksidan alami, kemangi juga bisa menolak gigitan nyamuk dengan aromatiknya. (Zahra. dkk, 2. Badan kesehatan Dunia (WHO) mengemukakan jumlah kasus demam di seluruh dunia mencapai 18-34 juta. Anak merupakan yang rentan terkena demam, walaupun gejala yang dialami lebih ringan dari orang dewasa. Hampir disemua daerah endemik, insidensi demam banyaj terjadi pada anak usia 5-19 tahun. Data kunjungan ke fasilitas kesehatan pediatrik di Brazil terdapat sekitar 19% sampai 30% anak diperiksa karena menderita demam. Profil Indonesia mengungkapkan bahwa jumlah penderita demam yang disebabkan oleh infeksi dilaporkan sebanyak 112. 511 kasus demam dengan jumlah kematian 871 orang. Kepala Dinas kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, ada 970 kasus demam berdarah yang terjadi di Jakarta sejak awal 2020hingga 10 Maret lalu. Widyastuti merinci kasus DBD yang terjadi selama 2020, yakni 275 kasus pada Januari 2020, 600 kasus pada Februari 2020 dan 95 kasus pada Maret 2020. Berdasarkan pemetaan wilayah, kasus DBD tertinggi pada 2020 terjadi di Jakarta Barat dengan 269 kasus, kemudian Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan masing- masing 265 Kemudian Jakarta Utara ada 103 kasus, di Jakarta Pusat 62 kasus dan di Kepulauan 24 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 Seribu 76 kasus. Kepala Satuan Pelaksana Puskesmas Kelurahan Cakung Barat Dr. Istika Rahma mengakui adanya peningkatan angka kasus DBD di wilayahnya. Tercatat ada 16 kasus DBD selama tahun 2018, sedangkan pada 2019 hingga Februari telah tercatat 12 Berdasarkan latar belakang diatas didapatkan rumusan masalah yaitu AuPenerapan Penggunaan Ramuan Rebusan Daun Kemangi Dalam Penanganan Pertama Demam Pada Penderita Di Wilayah Rt 001/ Rw 009 Cakung Barat. Cakung. Kota Jakarta TimurAy. implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan yang dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2021. Berikut gambaran tiap kasus yang akan dibahas pada setiap kasusnya. Pengkajian Tabel 4. 1 Partisipan Identitas Pasien Partisipan Partisipan Nama pasien Tn. Ny. Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Usia 25 tahun 24 tahun Status Belum Sudah Agama Islam Islam Suku bangsa Jawa Jawa Pendidikan SMK MTS Bahasa yang Bahasa Bahasa Indonesia Jawa Pekerjaan Pegawai IRT METODE Pada penelitian ini penulis menggunakan desain penelitian studi kasus dengan melakukan pengelolaan pemberian rebusan air daun kemangi pada 2 partisipan demam dari mulai tahap pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi keperawatan yang selanjutnya di amati dan dipelajari dengan menggunakan landasan teori dan penelitian tersebut di laporkan secara deskripsi. Metode yang di gunakan adalah wawancara terstruktur, studi dokumen, dan observasi menggunakan instrument yang sudah ditetapkan. Metode ini di lakukan terhadap dua orang partisipan dengan diagnosa medis Demam di Rt 001/ Rw 009 Cakung Barat. Cakung. Kota Jakarta Timur. Pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk mengumpulkan data yaitu pemeriksaan tanda-tanda vital . ekanan darah, nadi, pernafasan dan suhu bada. Dx medis Demam Demam Tabel 4. 2 Riwayat Keperawatan Riwayat Partisipan Partisipan HASIL Penulis pembahasan mengenai studi kasus pada 2 pasien dengan penerapan teh dan kompres hangat daun kemangi untuk pereda suhu tubuh pada pasien demam di wilayah Rt 001/ Rw 009 kelurahan Cakung Barat, kecamatan Cakung kota Jakarta Timur. Studi kasus dilakukan dengan menggunakan proses keperawatan yang terdiri dari lima tahapan, yaitu: Penyakit Riwayat Partisipan Partisipan Penyakit mengatakan mengatakan Sekarang dingin dan dingin dan Riwayat Kesehatan Masa Partisipan Partisipan mengatakan mengatakan 25 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 Lalu dulu pernah Tidak sehari pada Pagi hari, berwarna Kuning kecoklatan konsentrasi Padat dan Tidak ada Hipertensi dan demam masa lalu Riwayat Partisipan Partisipan Kesehatan mengatakan mengatakan sore hari, sedangkan Partisipan 2 mengatakan Keluarga Tidak ada Tidak Mandi 2x sehari pada Pagi dan sore hari. Partisipan 1 mengatakan melakukan Oral Hygine 2x sehari pada Pagi dan sore hari. Keluarga Keluarga sedangkan Partisipan 2 mengatakan melakukan Baik Baik Riwayat Pada Pola Personal Hygine: Partisipan 1 mengatakan Mandi 2x sehari pada Pagi dan Oral Hygine 2x sehari pada Pagi dan sore hari. Partisipan 1 mengatakan mencuci rambut 1x Psikososial dan sehari, sedangkan Partisipan 2 mengatakan mencuci rambut 2hari sekali. Pada Pola Istirahat dan Tidur: Partisipan 1 Pola nutrisi: Partisipan 1 mengatakan makan 2x sehari. Nafsu makan Sedang. Porsi makan yang dihabiskan Satu porsi. Makanan yang tidak disukai Jengkol, pare dan pete. Makanan yang membuat alergi Sea food. Makanan Sea Vegetarian. Makan Partisipan mengatakan Lama tidur siang 2 jam. Lama tidur malam 7 jam dan Kebiasaan sebelum Nonton Partisipan 2 mengatakan Lama tidur siang 1 jam. Lama tidur malam 7 jam dan Kebiasaan sebelum tidurnya Nonton TV. mengatakan makan 3x sehari. Nafsu makan Pada Pola Aktivitas dan Latihan: Partisipan Sedang. Porsi makan yang dihabiskan Satu 1 mengatakan Waktu bekerja 8 jam, ia porsi. Makanan yang tidak disukai Makanan melakukan olahraga yaitu futsal dan sepak bola yang terasa pait. Tidak ada alergi, pantangan, dan melakukannya seminggu 2x, sedangkan dan diet makan. Partisipan 2 mengatakan Waktu bekerja 4 jam, ia tidak melakukan olahraga. Pada Pola eliminasi: Partisipan 1 mengatakan BAK 6-7x sehari, berwarna Kuning dan Tidak Partisipan mengatakan BAK 6-7x sehari. Kuning dan Tidak ada keluhan. Partisipan 1 mengatakan BAB 2x sehari pada Pagi dan siang hari, berwarna Kuning kecoklatan, konsentrasi Padat dan Tidak ada keluhan. Pengkajian Fisik Pemeriksaan fisik pada partisipan 1 dan partisipan 2 yaitu pada partisipan 1 hasil TTV TD:120/80 mmHg. ND:78x/ RR:22x/menit. S: 37,2A C. GCS: E:4 M:6 V:5=15. SaO2 95, sedangkan partisipan 2 hasil TTV TD:90/70 mmHg. ND: 80x/ menit, sedangkan Partisipan 2 mengatakan BAB 1x 26 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 RR:22x/menit. S:37 AC. GCS: E:4 M:6 DO: V:5=15. SaO2 95. TTV: TTV: tidak sesak dengan RR 18x/menit. Sistem partisipan 1 Denyut nadi teraba, tekanan darah 120/80 mmHg, akral hangat, peningkatan TD: 90/70 mmHg ND: 18x/menit, sedangkan Partisipan 2 terlihat Partisipan 1 terlihat tidak sesak dengan RR TD: 120/80 Sistem pernafasan kedua partisipan yaitu Kardiovaskuler ND: RR:22x/menit RR: SH:37,5A C 22x/menit GCS: 15 SH: 37,6 AC GCS: 15 capiler 3 detik, sedangkan partisipan 2Denyut Dehidrasi Dehidrasi Saraf Pusat kedua partisipan yaitu Partisipan 1 Tubuh Tubuh kehilangan mengatakan pusing, suhu: 37,2A C tingkat kesadaran composmetis, sedangkan Partisipan nadi teraba, tekanan darah 90/70 mmHg, akral Etiologi hangat, peningkatan capiler 3 detik. Sistem Penurunan cairan 1 mengatakan tidak pusing. Suhu:37 AC tingkat kesadaran composmetis. Sistem Pencernaan Penurunan kedua partisipan yaitu partisipan 1 Tb 170 cm, cairan intrasel Peningkatan suhu BB 80kg, partisipan 1 mengatakan tidak ada Peningkatan partisipan 2 Tb 146 cm. BB 50kg, partisipan 2 suhu tubuh Hipertermi Hipertermi Sistem Muskulosketal kedua partisipan yaitu partisipan 1 dan 2 adalah Masalah Hipertermi Hipertermi sama- sama pergerakan sendi bebas, kekuatan otot baik. Diagnosa Keperawatan Tabel 4. 3 Analisa Data Partisipan 1 Partisipan 2 Analisa DS: Data Tn. I Ny. W mengatakan badan panas sudah badan panas sehari ini DO: pusing sudah 2 hari ini PROBLEM ETIOLOGI PARTISIPAN 1 DS: DATA Partisipan Diagnosa Keperawatan : Hipertermi Berhubungan Dengan Dehidrasi DS: Tn. Hipertermi Dehidrasi Tubuh 27 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 pusing sudah 2 hari ini Ny. Hipertermi Dehidrasi DO: TTV: DS: TD: Penurunan cairan intrasel dingin dan pilek sudah sehari ini 120/80 mmHg Tubuh ND: 78x/ menit Peningkatan DO: RR:22x/menit suhu tubuh TTV: TD: 90/70 Penurunan cairan intrasel SH:37,5A C GCS: 15 Hipertermi PARTISIPAN 2 Diagnosa Keperawatan : Hipertermi Berhubungan Dengan Dehidrasi PEMBAHASAN Pada bagian ini penulis membahas tentang AuPenerapan Rebusan Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L. ) Dalam Penanganan Pertama Demam Pada Penderita Di Wilayah Rt 001/ Rw 009 Cakung Barat. Cakung Jakarta TimurAy. Pembahasan ini dibuat untuk membandingkan antara tinjauan teori dengan asuhan keperawatan yang telah dilakukan melalui pendekatan proses asuhan keperawatan yang meliputi: Pengkajian. Diagnosa. Intervensi. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan. Pengkajian yang dilakukan pada Tn. I dan Ny. M dilakukan secara menyeluruh mulai dari riwayat penyakit sekarang, riwayat kesehatan terdahulu, riwayat kesehatan keluarga dan pengkajian fisik. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Nurarif, 2. bahwa pengkajian dengan demam pengkajian pada gejala seperti suhu diatas 37,5AC, hangat pada sentuhan, menggigil, dehidrasi dan penigkatan frekuensi Hasil pengkajian data Tn. I penulis menemukan adanya kesamaan antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus yang ada. Pada pengkajian Tn. mengatakan badan panas dingin dan pusing sudah 2 hari dan ketika dicek suhunya 37,5AC. Hal ini ND: 80x/ menit RR: 22x/menit Peningkatan SH: suhu tubuh AC,GCS: 15 Hipertermi sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Surinah dalam Hartini, 2. Demam adalah proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh ketika suhu meningkat melebihi suhu tubuh normal (>37,5AC). Pengkajian tentang peyakit keluarga diperoleh data bahwa keluarga klien tidak ada yang menderita demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan data adanya suhu tinggi, kliaen merasa panas dingin, peningkatan frekuensi pernafasan dan dehidrasi. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Nurarif, 2. demam akan terlihat dengan tanda dan gejala suhu lebih tinggi dari 37,5AC - 39AC, kulit kemerahan, pada sentuhan, peningkatan frekuensi pernapasan, menggigil dan Pada pengkajian riwayat kesehatan terdahulu klien mengtakan bahwa mempunyai riwayat penyakit hipertensi. Sedangkan hasil pengkajian data Ny. mengatakan badan panas dingin sudah sehari dan ketika dicek suhunya 37,6AC. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Surinah dalam Hartini, 2. Demam adalah proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh ketika suhu meningkat melebihi suhu tubuh normal (>37,5AC). Pengkajian tentang peyakit keluarga 28 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 klien tidak ada yang menderita demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan data adanya suhu tinggi, klien merasa panas dingin, peningkatan frekuensi pernafasan dan dehidrasi. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Nurarif, 2. demam akan terlihat dengan tanda dan gejala suhu lebih tinggi dari 37,5AC - 39AC, kulit kemerahan, hangat pada sentuhan, peningkatan frekuensi pernapasan, menggigil dan dehidrasi. Dari hasil analisa data yang dilakukan kepada Tn. I dan Ny. M, sehingga penulis menemukan diagnosa keperawatan utama adalah hipertensi Masalah keperawatan yang penulis temukan pada Tn. I dan Ny. Untuk mengatasi hipertermi pada Tn. I dan Ny. M penulis telah melakukan intervensi dan implementasi keperawatan mengacu pada Pada penerapan intervensi Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Zahra. dkk, 2. Daun kemangi (Ocimum Basilicum L) bisa diolah sebagai obat tradisional, yaitu sebagai pereda demam. Pada penerapan intervensi penulis lebih menekankan kepada partisipan untuk menerapkan terapi rebusan daun kemangi dengan cara meminum teh daun kemangi dan kompres hangat daun kemangi. Berdasarkan evaluasi yang sudah penulis lakukan yaitu untuk meliat respon dari kedua partisipan itu sediri, diperoleh dari Tn. pada hari ketiga sudah tidak panas dan suhu normal yaitu S: 36,8AC. Sedangkan Ny. M, pada hari ketiga badan masih lumayan panas dan suhu yaitu S: 37,0AC dan belum sesuai target. Dari respon kedua klien, penulis dapat menyimpulkan bahwa melakukan terapi rebusan daun kemangi dengan cara meminum teh daun kemangi dan kompres hangat daun kemangi dapat membantu meredakan suhu badan diatas normal. Evaluasi keberhasilan penerapan terapi rebusan daun kemangi dengan cara meminum teh daun kemangi dan kompres hangat daun kemangi pada kedua klien menunjukan Tn. I dan Ny sama mematuhi program terapi rebusan daun kemangi. Tetapi Tn. I lebih sering berolah raga setiap pagi hari dan malam hari, sedangkan Ny. M tidak berolah raga dan sering melakukan pekerjaan rumah dan mengurusi anaknya. SIMPULAN DAN SARAN Cara mengatasi demam terdapat dua tindakan yaitu secara farmakologi dan non farmakologis. Penanganan secara farmakologi penderita demam yaitu memberikan antiseptik. PCT, penanganan non farmakologi yaitu dengan cara memberikan rebusan daun kemangi. Daun kemangi (Ocimum Basilicum L) adalah tumbuhan herbal Yang dapat digunakan sebagai insektisida hayati. Tanaman ini banyak tumbuh di Indonesia jadi mudah ditemukan. Daun kemangi bisa diolah sebagai obat tradisional, yaitu sebagai pereda migrain, stres, demam, diare, mengobati sariawan, pereda sariawan, pereda masuk angin, daun untuk antioksidan alami, kemangi juga bisa menolak gigitan nyamuk dengan (Zahra. dkk, 2. Kandungan senyawa yang terdapat pada kemangi adalah senyawa cirsimaritin, cirsilineol, apigenin, isotymusin, tanin dan asam rosmarinat, dan jumlah yang cukup besar dari eugenol . omponen utama minyak atsir. (Singh, dkk. Tidak kalah dengan manfaat daun sirsak untuk menurunkan demam, daun kemangi juga bisa dikonsumsi untuk mengatasi beberapa jenis demam baik pada orang dewasa maupun anak anak. Beberapa jenis demam yang bisa ditangani dengan mengonsumsi rebusan daun kemangi:Demam dan masuk angin balita, demam dan meriang, mengatasi demam dan batuk dan demam disertai sakit kepala. Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang peneliti lakukan mengenai Penerapan Rebusan Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L. ) Dalam Penanganan Pertama Demam Pada Penderita Di Wilayah Rt 001/ Rw 009 Cakung Barat. Cakung Jakarta Timur, didapatkan kesimpulan sebagai 29 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 Keberhasilan penerapan daun kemangi sebagai pereda demam yaitu harus mematuhi program terapi daun kemangi DAFTAR PUSTAKA