Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrikes. Available Online at: https://prin. id/index. php/JURRIKES Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visual terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dusun Batu Merah B Terkait ISPA Karol Octrisdey1*. Made Susilawati2. Meliance Bria3. Melkianus Ratu4. Handrianus Akoit5. Veronika Nitsae6. Ahmad Mumtaz Tauba7 1,4,5,6,7 Universitas Timor. Indonesia Kemenkes Poltekkes Kupang. Indonesia Alamat: Jl. Km. 09 Kelurahan Sasi Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara - Propinsi Nusa Tenggara Timur Korespondensi penulis: octrisdeykarol@gmail. Abstract. Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is a health problem that still occurs frequently, especially in areas with limited access to health information and knowledge. One effort that can be made to overcome this problem is by providing health education to the community. Health education conducted using interesting and easy-to-understand media, such as audio-visual media, has been proven to be able to increase public understanding more effectively. This study aims to determine the effect of the use of audio-visual media in health education on increasing the knowledge of the Batu Merah B Hamlet community regarding ARI. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, in which 50 people were selected purposively as the research sample. Data were collected using questionnaires before and after the health education intervention using audio-visual media. Data analysis was performed using the Wilcoxon test to examine differences in knowledge before and after the intervention. The results showed a significant increase in knowledge after the health education intervention . < 0. The average score of community knowledge increased from 2 in the pretest to 83. 5 in the posttest. This improvement demonstrates the effectiveness of audiovisual media in conveying information related to acute respiratory infections (ARI) and facilitates public understanding and Therefore, it is recommended that health education using audiovisual media be used more widely in health promotion activities to achieve better results and accelerate changes in public health behavior. Health education using audiovisual media also provides a more interactive and engaging learning experience, thereby increasing community engagement in the learning process. Keywords: Audio Visual. Health Education. ISPA. Knowledge. Quasi Experiment. Abstrak. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi, khususnya di daerah dengan akses informasi dan pengetahuan kesehatan yang terbatas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Edukasi kesehatan yang dilakukan menggunakan media yang menarik dan mudah dipahami, seperti media audio visual, terbukti mampu meningkatkan pemahaman masyarakat secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual dalam pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat Dusun Batu Merah B terkait ISPA. Desain penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest, di mana 50 orang dipilih secara purposive untuk menjadi sampel Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebelum dan setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon untuk menguji perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi pendidikan kesehatan . < 0,. Skor ratarata pengetahuan masyarakat meningkat dari 60,2 pada pretest menjadi 83,5 pada posttest. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media audio visual efektif dalam menyampaikan informasi terkait ISPA dan memudahkan masyarakat dalam memahami serta mengingat informasi tersebut. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan dengan media audio visual disarankan untuk digunakan lebih luas dalam kegiatan promosi kesehatan untuk mencapai hasil yang lebih baik dan mempercepat perubahan perilaku kesehatan masyarakat. Pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual juga memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik, sehingga meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Audio Visual. ISPA. Kuasi Eksperimen. Pendidikan Kesehatan. Pengetahuan. Received: Juli 08, 2025. Revised: Juli 22, 2025. Accepted: Agustus 05, 2025. Online Available: Agustus 07, 2025 Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visualterhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dusun Batu Merah B Terkait ISPA LATAR BELAKANG Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. ISPA menyerang saluran pernapasan bagian atas maupun bawah dan dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau faktor lingkungan seperti polusi udara, kepadatan hunian, serta kebiasaan merokok dalam rumah tangga (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Kemenkes RI], 2019. World Health Organization [WHO], 2. Berdasarkan data Kemenkes RI, kasus ISPA selalu menempati posisi teratas dalam laporan penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan primer (Kemenkes RI, 2. Salah satu faktor penting dalam upaya penanggulangan ISPA adalah pengetahuan masyarakat tentang cara pencegahan, pengenalan gejala awal, serta perilaku hidup bersih dan Kurangnya pemahaman mengenai ISPA menyebabkan masyarakat cenderung mengabaikan gejala awal, tidak segera mencari pertolongan medis, dan tidak melakukan tindakan pencegahan yang memadai (Notoatmodjo, 2. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Namun demikian, penyampaian informasi kesehatan yang bersifat konvensional seperti ceramah satu arah sering kali tidak efektif karena kurang menarik dan sulit dipahami oleh semua kalangan, khususnya masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah (Maulana, 2. Media audio visual sebagai alat bantu dalam pendidikan kesehatan dapat menjadi solusi alternatif yang lebih interaktif, komunikatif, dan mudah diterima. Penggunaan video, animasi, dan suara dapat membantu menyampaikan informasi secara lebih jelas dan menarik sehingga lebih mudah diingat (Arsyad, 2. Dusun Batu Merah B merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam aspek pengetahuan kesehatan masyarakat, termasuk mengenai ISPA. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar masyarakat di wilayah ini belum memahami secara menyeluruh tentang penyebab, gejala, cara penularan, dan pencegahan ISPA (Observasi Lapangan, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat Dusun Batu Merah B terkait ISPA. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. KAJIAN TEORITIS Pendidikan Kesehatan Pendidikan kesehatan merupakan proses yang dirancang untuk membantu individu, kelompok, atau masyarakat agar memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan terkait kesehatan. Menurut Notoatmodjo . , pendidikan kesehatan adalah upaya yang dilakukan untuk memengaruhi perilaku seseorang agar sadar, mau, dan mampu menerapkan prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari pendidikan kesehatan adalah menciptakan perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat agar mampu melakukan pencegahan penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan (Notoatmodjo, 2. Media Audio Visual dalam Pendidikan Kesehatan Media merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran yang berfungsi menyampaikan pesan atau informasi secara efektif. Media audio visual adalah media yang menggabungkan unsur suara dan gambar gerak, seperti video, animasi, dan film pendek. Penggunaan media ini mampu menarik perhatian, meningkatkan pemahaman, serta memperkuat daya ingat seseorang terhadap materi yang disampaikan. Menurut Azhar Arsyad . , media audio visual sangat efektif dalam menyampaikan pesan karena melibatkan dua indera sekaligus, yaitu pendengaran dan penglihatan. Hal ini dapat meningkatkan efektivitas penyampaian informasi, terutama bagi masyarakat dengan tingkat literasi rendah atau terbatas. Dalam konteks pendidikan kesehatan, media audio visual dapat digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep kesehatan secara lebih menarik dan mudah dipahami. Gambar, animasi, dan suara dapat menyederhanakan informasi yang kompleks sehingga masyarakat dapat menerima dan mengingat materi dengan lebih baik (Arsyad, 2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung hingga alveoli, termasuk organ tambahan seperti sinus, telinga tengah, dan pleura. ISPA bersifat akut, berlangsung kurang dari 14 hari, dan dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Penyakit ini mudah menular melalui droplet . ercikan luda. saat penderita batuk atau bersin Faktor risiko ISPA meliputi sanitasi lingkungan yang buruk, kualitas udara yang rendah, kepadatan penduduk, kurangnya ventilasi di rumah, kebiasaan merokok dalam rumah, dan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Pencegahan ISPA sangat bergantung pada perilaku masyarakat, seperti etika batuk, mencuci tangan. Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visualterhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dusun Batu Merah B Terkait ISPA penggunaan masker, dan menjaga kebersihan lingkungan (Kementerian Kesehatan RI, 2019. WHO, 2. Pengetahuan sebagai Indikator Perubahan Pengetahuan merupakan domain kognitif yang menjadi dasar dalam pembentukan sikap dan perilaku seseorang. Perubahan pengetahuan merupakan indikator awal keberhasilan suatu program edukasi. Menurut Bloom . , pengetahuan dapat dibedakan dalam beberapa tingkatan, mulai dari mengetahui, memahami, menerapkan, hingga mengevaluasi. Dalam penelitian ini, pengetahuan masyarakat tentang ISPA mencakup pengertian, penyebab, gejala, penularan, pencegahan, dan penanganan awal. Pendidikan kesehatan dengan media audio visual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam domaindomain tersebut. (Bloom, 1956. Arsyad, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest, yaitu mengukur pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di Dusun Batu Merah B, yang merupakan wilayah dengan kasus ISPA yang masih tinggi. Waktu penelitian berlangsung selama bulan Mei hingga Juni 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Dusun Batu Merah B yang berusia 18 tahun ke atas dan berdomisili tetap di dusun tersebut. Sampel berjumlah 50 orang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria: Berusia Ou 18 tahun Bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penelitian Tidak memiliki gangguan pendengaran atau penglihatan yang dapat menghambat pemahaman materi Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tertutup yang berisi pertanyaan mengenai pengetahuan tentang ISPA meliputi pengertian, penyebab, gejala, penularan, pencegahan, dan penanganan awal. Kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Prosedur Penelitian meliputi : Pretest: Mengukur tingkat pengetahuan awal masyarakat menggunakan kuesioner sebelum diberikan penyuluhan. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Intervensi: Melaksanakan pendidikan kesehatan dengan media audio visual yang berisi informasi lengkap mengenai ISPA. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk pemutaran video berdurasi 20 menit di tempat pertemuan warga. Posttest: Setelah penyuluhan, diberikan kembali kuesioner yang sama untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat. Data hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal dan berskala ordinal. Pengujian dilakukan dengan tingkat signifikansi 5% ( = 0,. Hasil uji statistik digunakan untuk menentukan apakah terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi pendidikan kesehatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Oesapa. Bakunase Dan Sikumana dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama pengobatan terhadap perubahan jumlah dan jenis leukosit pada penderita TB paru di Kota Kupang. Data diperoleh dari pemeriksaan laboratorium dan analisis rekam medis pasien yang menjalani terapi obat anti-tuberkulosis (OAT). Hasil Penelitian Penelitian ini melibatkan 19 responden dari masyarakat Dusun Batu Merah B dengan karakteristik usia, jenis kelamin, dan latar belakang pendidikan yang bervariasi. Analisis data menggunakan uji paired samples t test untuk melihat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual. Hasil pengukuran pengetahuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Rata-rata skor pengetahuan sebelum intervensi . adalah 50,98 dengan rentang skor 087. Setelah diberikan penyuluhan dengan media audio visual, rata-rata skor pengetahuan meningkat menjadi 87,17 dengan rentang skor 56-100. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 . < 0,. , yang berarti peningkatan pengetahuan masyarakat tentang ISPA setelah pendidikan kesehatan adalah signifikan secara statistik. Pembahasan Peningkatan pengetahuan masyarakat Dusun Batu Merah B terkait ISPA setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan tersebut efektif. Media audio visual mampu menyampaikan informasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk mereka yang memiliki tingkat pendidikan rendah. Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visualterhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dusun Batu Merah B Terkait ISPA Penggunaan gambar, animasi, dan suara dalam media ini membantu memvisualisasikan materi kesehatan, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas dan lebih mudah Hal ini sejalan dengan teori dari Arsyad . yang menyatakan bahwa media audio visual meningkatkan daya tangkap dan retensi informasi (Arsyad, 2. Selain itu, pendidikan kesehatan yang diberikan secara langsung dengan metode interaktif memungkinkan peserta untuk bertanya dan berdiskusi, sehingga pemahaman mereka lebih mendalam. Hal ini mendukung hasil penelitian sebelumnya oleh Andriani et al. yang menunjukkan bahwa intervensi edukasi dengan media interaktif dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat secara signifikan. Pengetahuan yang meningkat ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah ISPA, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengobatan dini (Notoatmodjo, 2014. WHO, 2. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena tidak menggunakan kelompok kontrol sehingga efek penyuluhan tidak dapat dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapat intervensi. Penelitian lanjutan dengan desain eksperimental yang lebih kuat disarankan untuk menguatkan temuan ini (Bloom, 1956. Kementerian Kesehatan RI, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audio visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat Dusun Batu Merah B terkait Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Metode ini efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan sehingga masyarakat lebih memahami penyebab, gejala, pencegahan, dan penanganan ISPA. Saran Bagi Dinas Kesehatan dan Pemerintah Desa: Disarankan untuk mengintegrasikan media audio visual dalam program penyuluhan kesehatan guna meningkatkan efektivitas edukasi masyarakat. Bagi Masyarakat Dusun Batu Merah B: Diharapkan masyarakat aktif mengikuti penyuluhan kesehatan dan menerapkan pengetahuan yang didapatkan untuk mencegah ISPA. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Bagi Peneliti Selanjutnya: Disarankan melakukan penelitian dengan desain eksperimental yang melibatkan kelompok kontrol untuk memperoleh bukti yang lebih kuat terkait efektivitas media audio visual dalam pendidikan kesehatan. UCAPAN TERIMA KASIH