Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Strategi Edukasi Pengelolaan Sampah Oleh Kader PKK Untuk Meningkatkan Kebersihan Lingkungan di Desa Pulosari Siti Napsiyah Arifuzzaman1 . Almira Al Rayyan2* . Muhammad Adam Farros3 . Mohammad Azidan4 . Nurul Aulia Asifa5 . Salsabila Nur Rizky6 Dakwah dan Ilmu Komunikasi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta *Korespondensi : almiraalrayyan@gmail. Abstrak Pengelolaan sampah merupakan tantangan signifikan di Indonesia, termasuk di Desa Pulosari. Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi edukasi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Kader PKK untuk meningkatkan kebersihan lingkungan di Desa Pulosari. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kader PKK berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai program edukasi, termasuk sosialisasi di posyandu, pengajian, dan pertemuan komunitas. Strategi yang diterapkan meliputi pelatihan pemilahan sampah, kampanye kebersihan, dan program "Jumat Bersih". Penggunaan media visual seperti spanduk dan banner, serta upaya optimalisasi media sosial juga menjadi bagian dari strategi edukasi. Meskipun menghadapi tantangan dari pihak luar yang membuang sampah sembarangan, program ini telah berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pemeliharaan kebersihan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan sangat efektif dalam membangun kesadaran kolektif dan mengubah perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Kata kunci: Strategi. Edukasi. Pengelolaan Sampah Abstract Waste management is a significant challenge in Indonesia, including in Pulosari Village. Bandung Regency. This study aims to analyze the waste management education strategy implemented by PKK Cadres to improve environmental cleanliness in Pulosari Village. Using a qualitative approach with descriptive methods, this research involved semi-structured interviews, observations, and literature The results show that PKK Cadres play a crucial role in raising community awareness through various educational programs, including socialization at integrated health posts, religious gatherings, and community meetings. The strategies implemented include waste sorting training, cleanliness campaigns, and the "Clean Friday" program. The use of visual media such as banners and the effort to optimize social media are also part of the educational strategy. Despite facing challenges from outsiders who litter, this program has successfully increased community participation in waste management and environmental cleanliness maintenance. This study concludes that a comprehensive and sustainable educational strategy is highly effective in building collective awareness and changing community behavior towards waste Keywords: Strategy. Education. Waste Management Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 9 No. Mei 2025 penduduk mencapai 3,7 juta jiwa dan setiap orang menghasilkan 0,3 kg sampah per hari. Desa Pulosari mengalami peningkatan volume sampah seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan perubahan pola konsumsi Kondisi adanya pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga melibatkan pemberdayaan dan edukasi masyarakat. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah tidak dapat dicapai tanpa adanya upaya komunikasi yang efektif (Antin, 2017: 196-. Pada umumnya, desa-desa membayar pengangkut sampah untuk membawa sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), namun keterbatasan menyebabkan sampah menumpuk. Kondisi ini diperburuk oleh faktor cuaca, di mana angin kencang dapat menyebabkan sampah berserakan, membahayakan kebersihan lingkungan (Wartama, 2020: . Beberapa warga bahkan memilih untuk membakar sampah yang menumpuk, yang menghasilkan asap tebal serta berisiko Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pola pengelolaan sampah yang melibatkan peran aktif masyarakat. Salah satu solusi yang diterapkan adalah dengan melibatkan Kader PKK sebagai fasilitator dalam mendorong masyarakat untuk mengelola sampah dengan benar. Sumaryadi . pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk membangun kapasitas mereka dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu. Teori Perubahan Perilaku yang dijelaskan oleh Rogers . dalam Diffusion of Innovations mendukung peran Kader PKK, di mana perubahan perilaku masyarakat terjadi secara bertahap Pengelolaan sampah merupakan tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia. Penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak buruk seperti pencemaran lingkungan, banjir, dan penyebaran penyakit. Sampah. Prawiro . didefinisikan sebagai bahan yang dibuang sebagai akibat dari proses produksi, baik di rumah tangga maupun Sampah juga dipandang sebagai material yang tidak memiliki nilai guna dan tidak diinginkan setelah Pencemaran tanah yang diakibatkan oleh sampah plastik serta zat kimia beracun yang tertimbun di dalam tanah menyebabkan penurunan tingkat kesuburan tanah. Selain itu, pencemaran air laut mengganggu ekosistem perairan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Permasalahan lingkungan terkait pengelolaan sampah pada tahun 2022 masih menjadi salah satu isu utama yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bandung. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per 24 Juli 2024, timbunan sampah nasional mencapai 31,9 juta ton, di mana 35,67% atau sekitar 11,3 juta ton masih belum tertangani dengan baik. Data ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran dan tindakan yang lebih efektif dalam pengelolaan sampah guna meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Notoatmodjo . menyatakan bahwa pengelolaan sampah yang efektif melibatkan beberapa tahapan seperti pemusnahan yang tepat. Desa Pulosari Kabupaten Bandung. Jawa Barat, merupakan salah satu contoh komunitas yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah. Dengan jumlah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mulai dari kesadaran hingga adopsi praktik baru. Di Desa Pulosari. Kader PKK berhasil menggerakkan perubahan melalui edukasi mengenai pemilahan sampah serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Seperti halnya di Desa Pulosari. Kabupaten Bandung, kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah telah berkembang dengan baik. Masyarakat desa ini aktif dalam mempraktikkan pengelolaan sampah melalui kegiatan pemilahan sampah di rumah tangga yang bermanfaat untuk mempermudah dalam mendaur ulang, menjaga kesehatan masyarakat, dan menjaga Setelah mengetahui manfaat pemilahan sampah, langkah selanjutnya adalah mengelola sampah dengan metode 3R, yang berarti mengosongkan sampah serta program kebersihan rutin seperti "Jumat Bersih. Program-program ini didukung oleh Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang berperan strategis dalam memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan Keberhasilan programprogram tersebut tentunya tidak lepas Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pulosari. PKK merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan kaum wanita yang terdapat di Desa Pulosari. Meskipun pengelolaan sampah di desa ini sudah berjalan baik. Desa Pulosari masih menghadapi tantangan dari pihak luar yang membuang sampah sembarangan di wilayah desa. Tantangan ini memerlukan pendekatan dan strategi tambahan untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga secara Vol. 9 No. Mei 2025 METODE PELAKSANAAN Kegiatan yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan proses penelitian kualitatif artinya jenis kegiatan ilmiah ini bertujuan untuk memahami fenomena dalam konteks Kegiatan menekankan pentingnya interaksi dan komunikasi yang mendalam antara peneliti dan objek yang diteliti. Metode deskriptif membantu mendeskripsikan fenomena secara jelas dan sistematis berdasarkan data yang diperoleh dari Melalui pendekatan kualitatif, kegiatan ini berusaha untuk menggali makna dan pemahaman yang mendalam tentang strategi edukasi pengelolaan sampah yang diterapkan oleh Kader PKK di Desa Pulosari. Kegiatan ini Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Jawa Barat dengan subjek penelitian yaitu Kader PKK yang berperan aktif dalam kegiatan edukasi terkait pengelolaan sampah. Kader PKK dipilih sebagai subjek penelitian karena mereka memiliki peran penting dalam sampah kepada masyarakat di tingkat Kegiatan bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami strategi edukasi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Kader PKK di Desa Pulosari. Dengan memahami strategi edukasi yang diterapkan, kegiatan ini efektivitas program edukasi pengelolaan sampah di tingkat desa. Adapun teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi dan studi Wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan mengikuti satu rangkaian pertanyaan terbuka. Dimana Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) konsistensi wawancara terstruktur yang memastikan bahwa topik-topik tertentu wawancara tidak terstruktur yang memungkinkan percakapan yang lebih mengumpulkan informasi yang lebih kaya dan lebih mendalam. Teknik observasi melalui pengamatan langsung terhadap situasi atau peristiwa yang ada di lapangan. Menurut Nasution dalam Sugiyono . , observasi adalah proses di mana peneliti melakukan pengamatan langsung untuk lebih memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, sehingga dapat memperoleh pemahaman yang Sedangkan teknik studi literatur digunakan sebagai metode pengumpulan data dan informasi yang melibatkan mencari informasi atau pengetahuan dari sumber seperti buku, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan dengan subjek penelitian (Dewi dalam Rusmawan. Peneliti menggunakan purposive sampling, yaitu memilih informan yang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan topik penelitian. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer. Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti secara langsung dari sumber pertama atau objek penelitiannya. Namun, menurut Lofland . alam Lexy J. Moleong, 2010 : . , "sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakanAy. Sumber data ini berasal dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan di lapangan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh yakni langsung dari salah satu Kader PKK di Desa Pulosari. Setelah peneliti melakukan proses wawancara maka didapatkan hasil data dan juga hipotesis terkait topik Setiap wawancara ini Vol. 9 No. Mei 2025 direkam dan kemudian ditranskrip untuk dijadikan sebagai keperluan analisis. Teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis data naratif dan selanjutnya penarikan kesimpulan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan melakukan pengajuan permohonan penelitian lalu berlanjut pada penerimaan dari subjek yang diteliti. Selanjutnya secara kesepakatan bersama menentukan tempat dan juga waktu yang sesuai. Dengan demikian, pengumpulan data dilakukan secara cermat dan sistematis untuk memastikan keakuratan dan kevalidan hasil penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara bersama Kader PKK, dapat dihasilkan beberapa temuan. Masyarakat Desa Pulosari telah memiliki kesadaran yang cukup baik dalam mengelola sampah di lingkungan mereka. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka yang memilah anorganik, sebelum dibuang atau diolah lebih lanjut. Mereka dengan telaten memisahkan sampah makanan, sisa sayuran, dan daun kering ke dalam wadah kompos, sementara botol plastik, kertas, dan kaleng dikumpulkan terpisah untuk didaur ulang. Kegiatan pemilahan ini merupakan bagian dari usaha beroperasinya TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce. Reuse. Recycl. yang ada di Desa Pulosari. Berdasarkan Pedoman Teknis TPS 3R . , program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah dan Ketersediaan lahan untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di kawasan perkotaan terbatas, sehingga program ini penting. Pelaksanaan program melibatkan masyarakat dan Pemerintah Daerah. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) masyarakat dan pemerintah agar program ini berkelanjutan (Harpi, 2022:. TPS 3R adalah fasilitas masyarakat, yang mengacu pada pendekatan pengelolaan sampah sesuai dengan permintaan dan kebutuhan (Wahyono, 2013:. Fasilitas ini memainkan peran penting dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan, di mana sampah yang sudah dipilah diolah sesuai prinsip pengurangan, penggunaan ulang, dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Sampah organik yang terkumpul diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah, sementara sampah non-organik didaur ulang menjadi barang-barang yang memiliki nilai ekonomis. Program ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga Desa Pulosari. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa masyarakat merupakan kunci utama sampah yang berkelanjutan. Selain pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, warga Desa Pulosari juga terlibat aktif dalam kegiatan rutin menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya melalui program "Jumat Bersih. " Program ini dilakukan secara rutin setiap minggu, di mana penduduk desa bersama-sama membersihkan fasilitas umum seperti jalan, tempat ibadah, dan lahan-lahan publik. Masyarakat Desa Pulosari dengan berserakan, mengecat ulang pagar, dan menata taman di sekitar lingkungan Kegiatan ini tidak hanya melibatkan warga dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja yang diajak untuk Vol. 9 No. Mei 2025 ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan secara fisik, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan sebagai bagian dari kehidupan seharihari. Melalui program "Jumat Bersih," warga Desa Pulosari diajarkan untuk lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama setiap individu. Integrasi antara edukasi dan aksi nyata ini telah berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta mencegah munculnya penyakit akibat sampah yang tidak terkelola dengan baik. Keberhasilan program "Jumat Bersih" ini menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif, masyarakat Desa Pulosari mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk Meskipun warga Desa Pulosari telah menunjukkan tingkat kesadaran yang tinggi dalam pengelolaan sampah, desa ini masih menghadapi tantangan besar akibat tindakan orang-orang dari sembarangan di wilayah desa. Masalah ini terutama terlihat di area-area seperti sungai dan lahan kosong. Tindakan tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak negatif pada kesehatan masyarakat dan estetika Sungai yang dulunya mengalir jernih dan menjadi tempat bermain anak-anak, tumpukan sampah plastik, botol minuman, dan sisa makanan yang dibuang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sampah yang dibuang di sungai dapat menyebabkan pencemaran air, banjir, dan menjadi tempat berkembangnya penyakit. Bau Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) busuk yang menyengat dari sampah yang membusuk di sungai juga Sementara itu, sampah yang menumpuk di lahan kosong dapat menghasilkan limbah berbahaya yang sulit untuk diolah. Limbah plastik, baterai, dan sisa obat-obatan yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air tanah, mengancam kesehatan masyarakat dan ekosistem di Kondisi ini menjadi salah satu tantangan utama bagi desa dalam upaya menjaga kebersihan dan Meskipun program kebersihan dan pengelolaan sampah di desa sudah berjalan dengan baik, masalah ini menunjukkan perlunya pendekatan tambahan untuk mengatasi dampak negatif dari tindakan pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah desa, bersama dengan masyarakat, perlu bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif, seperti meningkatkan pengawasan di area rawan pembuangan sampah, melakukan masyarakat luar, dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengolah sampah yang sudah terlanjur dibuang. Untuk Desa Pulosari melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi mengenai pengelolaan sampah melalui beberapa strategi yang berbasis melibatkan kader PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarg. serta posyandu . os pelayanan terpad. Pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat merupakan pendekatan pengelolaan sampah yang berfokus pada kebutuhan dan permintaan masyarakat. Proses ini dirancang, dilaksanakan, diawasi, dan dievaluasi bersama oleh masyarakat, dengan pemerintah dan lembaga terkait bertindak sebagai motivator dan Vol. 9 No. Mei 2025 Peran motivator adalah mendorong masyarakat agar mampu memikirkan dan menemukan solusi untuk masalah sampah yang mereka Namun, jika masyarakat belum siap, maka tugas pemerintah atau lembaga lainnya adalah mempersiapkan mereka terlebih dahulu, misalnya melalui pelatihan, studi banding, atau memperlihatkan contoh program yang telah berhasil (Subekti, 2. Kader PKK memainkan peran penting dalam menjalankan program edukasi ini dengan memanfaatkan berbagai forum Mereka dengan semangat dan penuh dedikasi menyebarkan pesanpesan penting tentang pengelolaan sampah kepada seluruh warga desa. Sosialisasi dilakukan secara rutin di posyandu, tempat di mana ibu-ibu dan lansia mendapatkan informasi tentang pentingnya pemilahan sampah dan cara membuang sampah dengan benar. Kader PKK dengan sabar dan ramah menjelaskan tentang manfaat memilah anorganik, serta cara mengolah sampah bermanfaat untuk tanaman. Selain itu, kader PKK juga menyelenggarakan kegiatan edukasi selama pengajian dan berbagai pertemuan komunitas lainnya. Di dalam pertemuan-pertemuan ini, mereka memberikan penjelasan tentang teknik pengelolaan sampah, seperti pembuatan pupuk kompos, cara mendaur ulang sampah plastik, dan pentingnya meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Mereka juga sehari-hari dengan memberikan contohcontoh praktis dan mudah diterapkan. Melalui berbagai kegiatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kader PKK berhasil menanamkan kesadaran dan pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang baik kepada seluruh warga Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Desa Pulosari. Mereka memberikan motivasi dan dukungan kepada warga untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan Dengan demikian, program edukasi yang dijalankan oleh kader PKK menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Pulosari. Selain sosialisasi tatap muka, kader PKK juga menerapkan berbagai strategi praktis untuk mendukung Mereka mengorganisasi pelatihan dan workshop yang melibatkan berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa, untuk mengajarkan teknik pemilahan sampah, daur ulang, dan pengurangan sampah. Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan secara langsung cara memilah sampah organik dan non-organik, cara membuat kompos dari sampah organik, dan cara mendaur ulang sampah plastik menjadi barangbarang yang bermanfaat. Materi edukatif seperti brosur dan poster juga pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Brosur dan poster ini berisi informasi tentang jenis-jenis sampah, cara memilah sampah, dan manfaat pengelolaan sampah yang baik. Selain itu, program lomba kebersihan antar RW atau desa diadakan untuk memotivasi warga menjaga kebersihan lingkungan melalui semangat kompetisi yang sehat. Warga desa bersemangat mereka, menata taman, dan membuat berbagai kreasi dari sampah daur ulang untuk mengikuti lomba ini. Kader PKK juga berkolaborasi dengan puskesmas dan organisasi lingkungan untuk mengadakan seminar yang membahas pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap kesehatan. Seminar ini menghadirkan narasumber ahli yang Vol. 9 No. Mei 2025 memberikan informasi tentang bahaya pencemaran lingkungan akibat sampah, penyakit yang dapat ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik, dan solusi untuk mengatasi masalah Dengan berbagai strategi edukasi yang kreatif dan inovatif, kader PKK berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Pulosari tentang pengelolaan sampah. Mereka tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga melibatkan warga secara aktif dalam berbagai kegiatan yang mendorong mereka untuk diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung upaya edukasi tersebut. Desa Pulosari menggunakan spanduk dan banner sebagai alat Spanduk ditempatkan di lokasi strategis di desa, seperti jalan utama dan pasar, untuk pengunjung agar tidak membuang Spandukspanduk ini dihiasi dengan gambargambar yang menarik dan pesan-pesan yang jelas dan mudah dipahami. Beberapa gambar bumi yang sedang menangis karena tercemar sampah, sementara yang lain menampilkan gambar orangorang yang sedang membersihkan lingkungan dengan penuh semangat. Pesan-pesan pada spanduk dirancang agar jelas dan menarik, bertujuan pentingnya kebersihan lingkungan. Spanduk dengan kalimat "Buang Sampah Pada Tempatnya" atau "Ayo Jaga Kebersihan Lingkungan Kita" terpampang dengan jelas, mengingatkan setiap orang untuk bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Selain spanduk. Desa Pulosari juga memasang banner di tempat-tempat umum seperti di depan kantor desa, di dekat tempat sampah, dan di area wisata. Banner ini Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) berisi informasi tentang program pengelolaan sampah yang sedang berjalan di desa, seperti jadwal pengumpulan sampah, lokasi TPS 3R, dan cara memilah sampah. Dengan menggunakan spanduk dan banner sebagai alat pengingat visual. Desa Pulosari lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Warga dan pengunjung desa menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan lebih peduli pembuangan sampah sembarangan. Selain itu, penggunaan media sosial juga digunakan untuk menyebarluaskan Akun Instagram desa pernah digunakan untuk menyebarkan pesan edukasi tentang cara mengelola sampah dengan baik. Mereka memposting gambar-gambar tentang kegiatan bersihbersih desa, cara memilah sampah, dan manfaat daur ulang. Mereka juga menggunakan Instagram Stories untuk membagikan tips singkat tentang pengelolaan sampah. Namun, seiring waktu, aktivitas di media sosial ini menurun dan kurang efektif dalam menjangkau audiens. Postingan di akun Instagram desa menjadi jarang, dan interaksi dengan followers pun semakin Oleh karena itu, ada peluang untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial dengan meningkatkan frekuensi posting, memperbarui konten secara berkala, dan melibatkan lebih banyak elemen komunitas dalam kampanye digital. Desa Pulosari dapat meningkatkan frekuensi posting di akun Instagram mereka dengan memposting konten edukasi tentang pengelolaan sampah secara rutin, minimal dua kali Mereka menghadirkan informasi yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, seperti tips membuat Vol. 9 No. Mei 2025 kompos, cara mendaur ulang sampah plastik, dan informasi tentang program pengelolaan sampah di desa. Untuk melibatkan lebih banyak elemen komunitas dalam kampanye digital. Desa Pulosari dapat mengundang warga desa untuk berbagi cerita tentang pengalaman mereka dalam mengelola Mereka mengadakan kontes foto atau video dengan tema pengelolaan sampah untuk Dengan mengoptimalkan penggunaan media sosial. Desa Pulosari dapat menjangkau lebih banyak orang dan meningkatkan kesadaran masyarakat Secara keseluruhan, upaya yang dilakukan oleh kader PKK, mencerminkan pendekatan menyeluruh dalam mengatasi masalah pengelolaan Dengan menggabungkan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, diharapkan dapat terjadi perubahan signifikan dalam kebiasaan pengelolaan sampah dan pemeliharaan kebersihan lingkungan di Desa Pulosari. Program edukasi yang dilakukan oleh kader PKK di posyandu, pengajian, dan pertemuan komunitas telah berhasil menjangkau memberikan pengetahuan yang penting tentang pengelolaan sampah. Pelatihan dan workshop yang diselenggarakan oleh kader PKK telah meningkatkan keterampilan warga dalam memilah Penggunaan spanduk dan banner sebagai alat pengingat visual telah meningkatkan Sementara itu, upaya untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang dan meningkatkan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) interaksi dengan masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi ini. Desa Pulosari telah berhasil membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Warga kebersihan lingkungan mereka dan aktif terlibat dalam berbagai program pengelolaan sampah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama dan komitmen yang kuat. Desa Pulosari dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Vol. 9 No. Mei 2025 oleh Kader PKK. Terlebih lagi strategi pengelolaan sampah ini juga telah digunakan di akun-akun media sosial seperti Instagram dengan menyebarkan hal terkait pengelolaan sampah yang sudah terlaksana sebelumnya. Meskipun aktivitas media sosial menurun, namun mengoptimalkan penggunaan media sosial dengan menambahkan elemen komunitas ke dalam kampanye digital, memperbarui konten secara berkala, dan meningkatkan frekuensi posting. Kader PKK telah berhasil menjangkau berbagai kelompok usia melalui program pendidikan mereka yang dimulai dari posyandu, seminar, bahkan Penggunaan spanduk dan banner sebagai pengingat visual juga telah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ini telah menghasilkan lingkungan yang lebih sehat dan bersih berkat integrasi pendidikan dengan tindakan nyata. Meskipun kesadaran masyarakat dan partisipasi aktif dalam pengelolaan sampah telah meningkat, masih ada tantangan yang perlu diatasi, salah satunya adalah partisipasi pihak luar yang tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Orang-orang dari sembarangan di desa masih menjadi masalah besar bagi desa. Akibatnya, diperlukan pendekatan tambahan untuk mengatasi konsekuensi dari tindakan pihak luar yang tidak bertanggung Untuk menyelesaikan masalah, pemerintah desa dan masyarakat harus Ini meningkatkan pengawasan di area rawan pembuangan sampah dan masyarakat luar. Akibatnya. Desa Pulosari akan memiliki kemampuan untuk terus meningkatkan kinerja KESIMPULAN Berdasarkan bagaimana pentingnya strategi edukasi pengelolaan sampah oleh Kader PKK lingkungan di Desa Pulosari. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi edukasi pengelolaan sampah Kader PKK sangat penting untuk meningkatkan kebersihan lingkungan di Desa Pulosari. Strategi ini pengelolaan sampah yang baik. Masyarakat telah lebih memahami cara memilah dan mengolah sampah melalui pelatihan pemilahan sampah, kampanye Masyarakat Desa Pulosari sangat terlibat dalam pengelolaan sampah. Masyarakat mengkolaborasikan antara kegiatan pemilahan sampah di rumah tangga dan program "Jumat Bersih" ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain memilah sampah, masyarakat juga ikut terlibat dalam kegiatan rutin untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Masyarakat kini telah memperoleh keterampilan yang lebih baik dalam mengurangi sampah berkat adanya pelatihan dan seminar yang diadakan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) program pengelolaan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan Vol. 9 No. Mei 2025 Infoburinyay. 4, 11 Jun. Bupati Bandung gelar rembug Bedas di tiga desa Pangalengan. Diakses https://infoburinyay. com/2024/0 6/11/bupatibandung-gelarrembug-bedas-di-tiga-desapangalengan/ Istiqomah. Mafruhah. Gravitiani, , & Supriyadi. Konsep Reduce. Reuse. Recycle dan Replace dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Polanharjo Kabupaten Klaten. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan. Teknologi, dan Seni bagi Masyaraka. , 8. Retrieved https://doi. org/10. 20961/semar. Notoatmodjo. Soekidjo . Kesehatan Masyarakat : Ilmu Dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta Pratiwi. Dinamika Proses Pengambilan Keputusan Dalam Adopsi Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Reduce. Reuse. Recycle . Dan Perunahan Perilaku Warga Dalam Pengelolaan Sampah [Universitas Gadjah Mad. Https://Etd. Repository. Ugm. Ac. Id/Penelitian/Detail/121764 Prawiro. Manajemen Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Penerbit Andi. Rogers. Diffusion Of Innovations. New york: Free Press Of Glencoe. Sugandi. Relin. , & Yuliani, . Strategi Komunikasi Tim Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Di Desa Ubung Kaja. Anubhava: Jurnal Ilmu Komunikasi Hindu, 3. , 534Ae Retrieved REFERENSI Antin. Komunikasi Dan Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah. Jakarta: Pustaka