Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Volume. Nomor. 3 September 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 46-62 DOI: https://doi. org/10. 55606/jupsim. Available online at : https://journalcenter. org/index. php/jupsim Pengaruh Debt To Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2024 Novia Anggelina1*. Kenedi2. Furtasan Ali Yusuf3 Universitas Bina Bangsa. Indonesia noviaanggelina171102@gmail. com 1*, 17satriaforbangsa@gmail. com 2, fay@binabangsa. Alamat: JL. Raya Serang-Jakarta. KM. 03 No. Penancangan. Kec. Cipocok Jaya. Kota Serang. Banten 42124 . Indonesia Korespondensi penulis: noviaanggelina171102@gmail. Abstract. Company value is a key indicator reflecting investor confidence in a firm's future prospects. In the banking sector, which operates under strict regulatory frameworks and high risk exposure, the choice of capital structure and the efficiency of asset utilization are critical factors influencing market valuation. Over the period 2017Ae2024, fluctuations in the Price to Book Value (PBV). Debt to Equity Ratio (DER), and Return on Assets (ROA) among banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) have presented notable dynamics warranting further examination. This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of DER and ROA on company value, as measured by PBV, within the banking sub-sector. Employing a quantitative research design, panel data from four banking companiesAiselected through purposive samplingAiwere analyzed. The study utilized panel data regression, with the most appropriate model determined via Chow. Hausman, and Lagrange Multiplier tests. Classical assumption testing and descriptive statistical analysis were also conducted to ensure The findings indicate that ROA has a significant positive impact on company value, demonstrating the importance of profitability in enhancing market valuation. In contrast. DER exhibits a significant negative partial effect, suggesting that higher leverage may erode investor confidence and depress valuation. Simultaneously. DER and ROA jointly exert a significant influence on PBV, confirming that both profitability and capital structure are integral to shaping firm value in the banking sector. The study concludes that profitability plays a dominant role in improving company value, while capital structure must be strategically managed to optimize its contribution to market perception. These results offer practical implications for banking management, highlighting the need to maintain healthy profitability levels while carefully balancing debt usage to achieve sustainable growth in firm value. Keywords: Company Value. DER. ROA Abstrak. Nilai perusahaan mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek masa depan perusahaan. Dalam sektor perbankan yang sangat diatur dan penuh risiko, pemilihan struktur modal serta efektivitas penggunaan aset menjadi faktor krusial dalam membentuk nilai perusahaan. Fluktuasi rasio Price to Book Value (PBV). Debt to Equity Ratio (DER), dan Return on Assets (ROA) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017Ae2024 menunjukkan dinamika yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DER dan ROA baik secara parsial maupun simultan terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan sub-sektor perbankan yang terdaftar di BEI selama periode tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data panel. Sampel penelitian terdiri dari 4 perusahaan perbankan yang dipilih berdasarkan kriteria purposive sampling. Teknik analisis menggunakan regresi data panel dengan model terbaik yang ditentukan melalui uji Chow. Hausman, dan Lagrange Multiplier. Uji asumsi klasik serta analisis deskriptif juga dilakukan untuk memastikan validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara DER juga berpengaruh signifikan secara parsial namun dengan arah hubungan negatif. Secara simultan. DER dan ROA memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa profitabilitas memiliki peran dominan dalam meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan struktur modal perlu dioptimalkan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap nilai pasar perusahaan perbankan. Kata Kunci : DER. Nilai ,ROA. Received: Juni 3, 2025. Revised: Juli 20, 2025. Accepted: Agustus 12, 2025. Online Available: Agustus 14, 2025 Pengaruh Debt To Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2024 LATAR BELAKANG Nilai perusahaan merupakan indikator utama yang mencerminkan persepsi investor terhadap kinerja dan prospek masa depan suatu entitas bisnis. Dalam industri perbankan yang sangat teregulasi dan berisiko tinggi, aspek keuangan seperti struktur modal dan profitabilitas menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi nilai perusahaan. Salah satu indikator nilai perusahaan yang umum digunakan adalah Price to Book Value (PBV), yang mencerminkan perbandingan antara harga pasar saham dan nilai buku perusahaan. Selama periode 2017Ae2024, perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menunjukkan fluktuasi signifikan dalam rasio PBV. Debt to Equity Ratio (DER), dan Return on Assets (ROA). Tahun 2020 menjadi puncak tertinggi PBV, namun diikuti oleh penurunan pada tahun-tahun berikutnya, yang mencerminkan ketidakstabilan persepsi pasar terhadap nilai perusahaan perbankan. Di sisi lain. DER mengalami tren penurunan sejak 2020, yang menunjukkan upaya perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap utang. Sementara itu. ROA sempat menurun di awal pandemi, lalu mengalami pemulihan pada tahun-tahun selanjutnya. Perbedaan hasil dalam penelitian sebelumnya terkait pengaruh DER dan ROA terhadap nilai perusahaan menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel ini dengan nilai perusahaan belum sepenuhnya konsisten. Beberapa studi menunjukkan pengaruh signifikan, sementara lainnya tidak menemukan hubungan yang berarti. Hal ini menimbulkan kesenjangan penelitian . esearch ga. yang penting untuk dikaji lebih lanjut, khususnya dalam konteks industri perbankan Indonesia pasca pandemi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DER dan ROA secara parsial maupun simultan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di BEI selama periode 2017Ae2024. KAJIAN TEORITIS Nilai Perusahan Brigham dan Houston . , menyatakan bahwa nilai perusahaan mencerminkan seberapa besar dana yang ingin dikeluarkan investor untuk membeli suatu perusahaan, yang menggambarkan persepsi mereka terhadap hasil operasional perusahaan sekarang dan di waktu yang akan datang. Nilai pasar, yang ditunjukkan oleh kurs saham perusahaan di bursa, biasanya merupakan hubungan antara nilai suatu perusahaan dan nilainya di pasar. (Prawira, 2. Dalam kajian ini menggunakan pengukuran Price to Book Value (PBV) dimanfaatkan sebagai ukuran dalam mengevaluasi kinerja perusahaan, karena PBV mampu membuktikan sejauh JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 46-62 mana investor pasar menilai suatu perusahaan dibandingkan dengan nilai bukunya. Rasio ini memberikan gambaran apakah saham perusahaan dinilai layak, melebihi nilai sebenarnya . , atau dibawah nilai sewajarnya . menurut investor. Struktur Modal Ada beberapa definisi yang menjelaskan struktur modal menurut para ahli sebagai Menurut Brigham dan Houston . menyatakan struktur modal didefinisikan sebagai gabungan antara utang, saham preferen, dan ekuitas yang dirancang untuk menunjang kenaikan harga saham perusahaan. Susunan modal yang tepat berperan dalam mengoptimalkan nilai perusahaan. (Kebijakan et al. , 2. Menurut Irham Fahmi mempresentasikan skema pembiayaan perusahaan, terutama yang terdiri atas utang jangka panjang serta dana yang diperoleh dari modal sendiri. (Riset & Indonesia, 2. Menurut Sulindawati dkk. , . menyatakan bahwa struktur modal membandingkan bagaimana hutang dan ekuitas digunakan, yang memperlihatkan sejauh mana utang dimanfaatkan dalam membiayai kegiatan investasi, sehingga membantu investor dalam menilai keseimbangan antara risiko dan imbal hasil yang mungkin diperoleh. (Angela & Jumono, 2. Secara keseluruhan, struktur modal merunjuk pada kombinasi antara modal sendiri dan utang jangka panjang yang dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memadai aktivias bisnisnya, baik untuk keperluan operasional harian maupun kegiatan investasi. Pada studi ini, struktur modal perusahaan dianalisis memakai indikator Debt to Equity Ratio (DER), karena rasio ini secara jelas membandingkan seluruh jumlah utang dan ekuitas yang dimiliki oleh bisnis. DER digunakan untuk menentukan sejauh mana bisnis bergantung pada pendanaan utang untuk beroperasi terhadap pembiayaan utang dalam menjalankan operasionalnya. Profitabilitas Ada beberapa definisi yang menjelaskan tentang profitabilitas menurut para ahli sebagai berikut : Menurut Sutrisno . Rasio profitabilitas ini berfungsi untuk mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan laba selama waktu tertentu. Selain itu, rasio ini mengindikasikan efisiensi manajemen dalam mengelola operasional perusahaan, sebagaimana Pengaruh Debt To Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2024 tercermin dari laba yang diperoleh melalui hasil penjualan maupun investasi. (Turnover & Ratio, 2. Menurut penelitian oleh Fitriani dan Komara . Profitabilitas berfungsi untuk menilai seberapa efektif strategi keuangan perusahaan dalam menghasilkan laba. Tingginya rasio profitabilitas menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengelola operasinya secara efisien, meskipun berada dalam kondisi pasar yang kompetitif. (Turnover & Ratio, 2. Menurut Irham Fahmi . , profitabilitas adalah indikator yang berfungsi untuk mengukur seberapa efektif kinerja manajemen secara keseluruhan, yang tercermin dari besarnya laba yang diperoleh baik melalui aktivitas investasi maupun penjualan. (Kinerja et , 2. Secara keseluruhan disimpulkan bahwa profitabilitas yaitu indikator efektivitas perusahaan dalam memproleh profit melalui aktivitas operasionalnya, termasuk dari penjualan produk maupun pendapatan lainnya seperti investasi. Bagian ini menguraikan teori-teori relevan yang mendasari topik penelitian dan memberikan ulasan tentang beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dan memberikan acuan serta landasan bagi penelitian ini dilakukan. Jika ada hipotesis, bisa dinyatakan tidak tersurat dan tidak harus dalam kalimat tanya. Riset ini menggunakan ROA sebagai indikator acuan dalam mengukur tingkat profitabilitas suatu perusahaan karena metrik ini menunjukkan seberapa baik bisnis menghasilkan uang dari semua Saat mengevaluasi kinerja keuangan dan seberapa baik sumber daya perusahaan digunakan. ROA merupakan metrik yang penting. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh perusahaan sub sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20172024 dengan jumlah 47 perusahaan. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu empat perusahaan subsektor perbankan yang konsisten terdaftar di BEI selama periode 2017Ae 2024 dan tidak mengalami kerugian berturut-turut: PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Mandiri Tbk. Analisis dilakukan dengan regresi data panel teknik yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan model Ordinary Least Squares (OLS) dalam data panel yang dipakai untuk memperkirakan hubungan antara variabel bebas dan terikat secara efisien. Pendekatan OLS dipilih karena fleksibel terhadap data yang memiliki derajat integrasi campuran, yaitu I. dan I. , serta mampu memberikan estimasi parameter yang efisien JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 46-62 meskipun ukuran sampel terbatas. Proses pengolahan data dilakukan dengan bantuan sofware EViews 12. Tahapan analisis meliputi uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik yang terdiri dari . ji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelas. , uji spesifikasi model random effect terbaik dipilih berdasarkan uji Chow. Hausman, dan Lagrange Multiplier. Metode estimasi regresi data panel yang terdiri dari uji common effect model, uji fixed effect model, dan uji random effect model, pengujian hipotesis serta uji koefisien determinasi (R. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Statistik deskriptive memberikan gambaran umum mengenai karakteristik masingmasing variabel penelitian, seperti Debt to Equity Ratio. Return on Assets dan Price to Book Value. Hasil penelitian statistik ini disajikan dalam tabel berikut untuk menggambarkan distribusi, kecenderungan pusat, serta penyebaran data dari setiap variabel yang diteliti. Tabel 1. Hasil Statistik Deskriptif PBV DER ROA Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Observations Sumber: Data Olahan Eviews 12, 2025 Berdasarkan tabel diatas pada variabel PBV (Y) menunjukkan rata-rata harga saham perusahaan sekitar 2,489140 lebih tinggi dari nilai bukunya. Artinya, perusahaan dianggap cukup baik oleh investor. Nilai PBV Tertinggi sebesar 4. 777748 dan nilai PBV Terendah 970430 artinya ada perusahaan yang dihargai pasar sangat tinggi, tapi ada juga yang dinilai lebih rendah dari nilai bukunya karena < 1. Sedangkan Standar deviasi nya sebesar 300415 artinya penilaian pasar terhadap perusahaan bervariasi, tidak semua dinilai sama oleh Pengaruh Debt To Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2024 Pada variabel DER (X. menunjukkan rata-rata sebesar 5. 462500 artinya secara umum perusahaan memiliki utang lebih besar dibandingkan modal sendiri, ini menunjukkan tingkat ketergantungan terhadap utang cukup tinggi. Nilai tertinggi sebesar 6. 760000 dan nilai terendahnya sebesar 2. 450000 artinya ada perusahaan yang sangat tinggi utangnya dibanding modal, tapi ada juga yang cukup rendah. Sedangkan nilai Standar deviasi nya sebesar 0. artinya perbedaan antar perusahaan dalam hal DER sangat besar, tidak semua perusahaan sama dalam mengelola utangnya. Pada variabel ROA (X. menunjukkan rata-rata sebesar 3. 016563 dari total aset yang dimiliki, artinya seberapa efektif bisnis menggunakan aset untuk menghasilkan laba masih tergolong rendah. Nilai tertinggi sebesar 4. 030000 dan nilai terendahnya sebesar 0. artinya perbedaan antar perusahaan tidak terlalu jauh, yang menunjukkan nilai ROA cukup Sedangkan nilai Standar deviasi sebesar 0. 844457 artinya tingkat perbedaan efisiensi antar perusahaan tidak terlalu besar. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Hasil uji normalitas penelitian ini dilihat dari grafik uji Jarque-Bera sebagai berikut : Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Sumber: Eviews 12 data diolah 2025 Tabel diatas menunjukkan bahwa Jarque-Bera sebesar 3,715179 dengan probabilitas sebesar 0,156048. Karena nilai probabilitas tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data model ini berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Test multikolinearitas bermaksud guna mendeteksi apakah ada keterkaitan yang kuat antara variabel bebas yang dapat mempengaruhi hasil regresi. Apabila nilai Variance Inflation Factor (VIF) yang diperoleh tidak melebihi angka 10, sehingga kesimpulan JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 46-62 yang di dapat bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas dalam model. Hasil output analisis multikolinearitas ditampilkan sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Variance Inflation Factors Date: 06/02/25 Time: 12:58 Sample: 1 32 Included observations: 32 Variable Coefficient Variance Uncentered VIF Centered VIF DER ROA Sumber: Eviews 12 data diolah 2025 Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Centered VIF baik X1 atau X2 dimana nilai tersebut sebesar 1. 048609 kurang dari 10, maka dinyatakan tidak terdapat masalah Uji Heteroskedastisitas Untuk menguji adanya pelanggaran asumsi heteroskedastisitas digunakan Uji Breusch Ae Pagan - Godfrey Heterocekedasticity. Uji heteroskedastisitas diperoleh dengan cara membandingkan Obs* R- Square dengan R2 (Chi-Squar. Jika nilai Obs* RSquare lebih kecil dari X2 tabel, maka tidak ada heteroskedastisitas pada model. Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey Null hypothesis: Homoskedasticity F-statistic Prob. Prob. ChiObs*R-squared 180322 Square. Prob. ChiScaled explained SS 1. 031319 Square. Sumber: Eviews 12 data diolah 2025 Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas, nilai probabilitas Chi-Square pada Obs*R-Square sebesar 0,3362. Karena nilai tersebut melebihi dari tingkat signifikansi 0,05, maka Ho diterima. Artinya, model regresi memenuhi asumsi homoskedastisitas, atau dengan kata lain, tidak terdapat indikasi adanya masalah heteroskedastisitas dalam Pengaruh Debt To Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2024 Uji Autokorelasi Pengujian autokorelasi diterapkan guna mengindentifikasi adanya keterkaitan antara residual dalam persamaan regresi yang terjadi secara berkala antar waktu. Uji Breusch-Godfrey digunakan untuk mendeteksi autokorelasi, dimana jika p-value > 0,05 mengindikasikan tidak adanya autokorelasi dalam model. Berikut adalah hasil output : Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: Null hypothesis: No serial correlation at up to 18 lags F-statistic Prob. Obs*R-squared Prob. Chi-Square. Sumber : Eviews 12 , data diolah 2025 Hasil uji autokorelasi menggunakan metode Breusch-Godfrey ditunjukkan dalam tabel 4. 5, nilai probabilitas F-statistic sebesar 0,0904 dan nilai Chi-Square sebesar 0,1229, keduanya lebih lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa masalah autokorelasi tidak ditemukan dalam model regresi ini. Uji Spesifikasi Model Uji Chow Untuk mengetahui pendekatan regresi data panel yang paling tepat apakah model efek tetap . ixed effec. atau model biasa . ommon effec. dilakukanlah pengujian menggunakan Uji Chow. Hasil output dari pengujian tersebut antara lain: Tabel 6. Hasil Uji Chow Sumber: Eviews 12 , data diolah 2025 Berdasarkan output yang diperoleh, nilai probabilitas . untuk Cross-Section F sebesar 0,0000, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 . %). Dengan demikian, disimpulkan bahwa model efek tetap . ixed effec. yang sesuai diterapkan dibandingkan model efek acak . andom effec. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 46-62 Uji Hausman Pengujian Hausman bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa efek individu . fek wakt. dalam model data panel adalah tidak berkorelasi dengan variabel independen. Jika hipotesis ini diterima, jadi model random effects lebih cocok untuk digunakan. Namun, jika hipotesis ini ditolak, maka model fixed effects lebih sesuai untuk digunakan. Hasil dari Uji Hausman yaitu: Tabel 7. Hasil Uji Hausman Sumber : Eviews 12, data diolah 2025 Berdasarkan hasil yang diperoleh, nilai probabilitas Cross-Section Random sebesar 0,1736, yang melebihi tingkat signifikansi 0,05 . %). Dari hasil tersebut, terlihat bahwa model efek acak . andom effec. lebih tepat digunakan dibandingkan model efek tetap . ixed effec. Uji Lagrange Multiplier (LM) Pengujian Lagrange Multilier (LM) memiliki tujuan untuk menilai perbedaan apakah model fixed effect atau random effect lebih sesuai dalam menganalisis regresi data Tabel berikut menyajikan hasil pengujuan LM: Tabel 8. Hasil Uji Lagrange Multiplier Sumber : Eviews 12, data diolah 2025 Pengaruh Debt To Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2024 Uji Analisis Regresi Model Data Panel Analisis regresi untuk data panel bertujuan untuk menyatukan data waktu dan individu agar dapat mengendalikan perbedaan karakteristik masing-masing variabel, meningkatkan akurasi estimasi, serta menganalisis perubahan variabel dari waktu ke waktu. Berikut ini adalah hasil dari output pengujiannya : Tabel 9. Model Regresi Data Panel Sumber : Eviews 12, data diolah 2025 Seperti yang terlihat pada tabel 4. 9, model regresi yang digunakan adalah sebagai PBV = 2. 798606 Ae 0. 138653 DER 0. 144868 ROA Hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa: Constanta = 2. 798606 mengatakan bahwa variabel DER dan ROA dianggap konstan. Akibatnya, nilai (PBV) perusahaan perbankan sebesar 2. 798008 dengan asumsi jika nilai variabel lain tidak berubah atau konstan. Koefisien 1 = -0. 138653 hal ini menunjukkan pengaruh negatif maka dapat dinyatakan bahwa jika variabel X1 meningkat, variabel Y akan menurun, dan begitu pula Koefisien 2 = 0. 144868 hal ini menunjukkan pengaruh positif maka dapat dinyatakan bahwa jika variabel X2 meningkat, variabel Y juga meningkat, dan sebaliknya. Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Melalui analisis ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi seberapa besar tiap variabel independen memengaruhi variabel dependen. Uji ini digunakan untuk JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 46-62 menentukan apakah DER dan ROA berpengaruh signifikan terhadap PBV. Nilai probabilitas . -valu. variabel dianggap signifikan jika nilai tersebut di bawah 0. maka variabel dianggap signifikan. Namun, jika melebihi 0. 05, variabel tersebut dianggap tidak signifikan. Hasil output Uji t-statistik yaitu: Tabel 10. Hasil Uji t Sumber: Eview 12, data diolah 2025 Hasil output t-statistik Tabel diatas, menjelaskan variabel independen Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai t-stat sebesar -2,410015 dengan nilai probabilitas 0,02255, sedangkan nilai t-stat variabel Return on Assets (ROA) sebesar 2,410015 dengan nilai probabilitas 0,0329. Untuk menentukan signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, dilakukan perbandingan dengan nilai ttabel yang dihitung berdasarkan kriteria signifikansi 0,05 serta derajat kebebasan . = n- k. Berikut adalah perhitungan nilai ttabel : ttabel = df = . = 0,05/2 : 32-3 = 0,025 : 29 = 2,045 Dari hasil perhitungan diatas, diperoleh nilai ttabel sebesar A2,045. Dengan demilian, pengaruh setiap variabel independen terhdap variabel dependen dapat disimpulkan sebagai berikut: Debt to Equity Ratio (DER) Nilai t-stat sebesar -2,410015 terletak di luar rentang Aettabel hingga ttabel, yaitu (-2,410015 < -2,. , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan arah hubungan negatif. Pengaruh Debt To Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2024 Gambar 1. Daerah Penolakan Dan Penerimaan H0 (Data diolah penulis, 2. Gambar di atas menunjukkan posisi nilai thitung pada kurva distribusi t dua ekor . wo-tailed tes. , dimana -2,410015 berada pada daerah penolakan H0 DER mempengaruhi Nilai Perusahaan. Return on Assets (ROA) Nilai t-stat sebesar -2,410015 terletak di luar rentang Aettabel hingga ttabel, yaitu . ,240319 > 2,. , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa Return on Assets (ROA) berpengaruh signifikan terhadap Nilai perusahaan. Gambar 2. Daerah Penolakan dan Penerimaan H0 (Data diolah penulis, 2. Gambar di atas, menunjukkan posisi nilai thitung pada kurva distribusi t dua ekor . wo-tailed tes. , dimana -2,40319 terlihat jauh di sebelah kanan daerah penolakan H0, yang menunjukkan bahwa hasil pengujian sangat Hal ini memperkuat bahwa ROA memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Uji Simultan (Uji F) Tujuan dari uji simultan adalah untuk mengidentifikasi apakah seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen dalam model regresi. Apabila nilai F-statistik melebihi F-tabel pada tingkat signifikansi tertentu, sehingga hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. diterima, yang JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 46-62 mengindikasikan bahwa variabel bebas secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Hasil output F-statistik yaitu: Tabel 11. Hasil Uji F Sumber: Eviews 12, data diolah 2025 Hasil output ditunjukkan dalam tabel diatas bahwa nilai F-stat hasil regresi panel data memiliki F-stat sebesar 5. 229106 dengan nilai signifikansi 5% ( = 0,. serta derajat kebebasan . = n-k-1 ( 32-2-1= 29 ) yang nilainya F-tabel sebesar 3,33. Kriteria untuk pengambilan keputusan dalam uji F adalah: Apabila Fhitung > Ftabel dan/atau nilai signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha Apabila Fhitung O Ftabel dan/atau nilai signifikansi Ou 0,05, maka H0 diterima dan Ha Gambar 3. Daerah Penolakan dan Penerimaan H0 (Data diolah penulis, 2. Hasil perbandingan antara nilai Fstat 5. 229106 dan Ftabel 3,33 menunjukkan bahwa Fstat > Ftabel, dengan signifikansi 0,05. Dengan demikian, hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Artinya, terdapat hubungan antara variabel bebas dan variabel independen. Jadi, disimpulkan bahwa DER dan ROA secara simultan berpengaruh signifikan terhadap PBV pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2017Ae2024. Pengaruh Debt To Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2024 Uji Koefisien Determinasi (R. Pengujian koefisien determinasi (R. ditunjukkan guna menilai tingkat efektivitas baik variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat. Nilai R2 dapat berkisar dari 0 hingga 1, dan lebih banyak variabel dependen yang dapat dijelaskan melalui model regresi semakin tinggi Hasil output analisis koefisien determinasi (R. Tabel 12. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Sumber : Eviews 12, data diolah 2025 Dari Tabel diatas, nilai R sebesar 0,265045 mengindikasikan bahwa variabel independen mampu menjelaskan sebesar 26,50% dari variasi nilai perusahaan. Dari hasil regresi juga didapat nilai Adjusted R2 yaitu sebesar 0. 214359, artinya setelah mengalami penyesuaian, perubahan variabel tidak bebas dapat dijelaskan dengan variabel bebasnya sebesar 73,50%. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017Ae2024, dapat disimpulkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang berarti semakin tinggi DER cenderung menurunkan Price to Book Value (PBV) akibat meningkatnya risiko gagal bayar, beban bunga, dan berkurangnya kepercayaan investor. Sebaliknya. Return on Assets (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan aset dalam menghasilkan laba mampu meningkatkan kepercayaan pasar dan menaikkan PBV. Secara simultan. DER dan ROA terbukti berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, di mana struktur modal yang sehat dan profitabilitas yang tinggi menjadi kombinasi penting dalam membentuk persepsi positif Dalam konteks perbankan, keseimbangan antara penggunaan utang dan pencapaian laba menjadi kunci strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai perusahaan di mata pasar. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 46-62 Saran