PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN BAJU DAN BROSS DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK PANTI ASUHAN AuAL-AMINAy KEDUNGTURI SIDOARJO Sutono1. Ach Khusnan2 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Menganti Gresik Email: sutonostaialazhar@gmail. 1,2, (Diajukan: 20 Februari2023. Direvisi: 21 Maret2023. Diterima: 29 April 2. ) ABSTRAK Tujuan pendampingan adalah sebuah Upaya untuk membentuk mental wirausaha bagi anak anak yang berada panti asuhan. Disamping itu juga kagiatan tersebut bisa mendapat respon baik dari masyarakat, agar semua hasil produksi anak asuh panti bisa diterima di beberapa institusi termasuk sekolahan dan pondok Namun disebabkan minimnya pengetahuan dan pengalaman mereka, menyebabkan usaha jahit baju, dan bross mengalami kemadekan. Pendampingan ini mendasar pada sebuah permasalahan Bagaimana cara melakukan pendampingan kewirausahaan kepada anak didalam asrama LKSA Al-amin serta Apa yang harus dilakukan dalam membentuk kemandirian anak dalam praktek pembuatan baju dan bross. Untuk mengupas permasalahan tersebut maka peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif denggan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, serta analisis data dan keabsahan data menggunakan tri anggulasi data. Upaya pendampingan dalam pembuatan baju dan brosh adalah bentuk kongkrit dalam proses menguatkan soft skill pada diri anak. Sebagai kalangan muda yang produktif, yang berada di panti asuhan memiliki potensi untuk dapat berkembang lebih baik agar terciptanya kemandirian ekonomi dalam diri mereka. Disamping itu juga program ini bertujuan untuk mewujudkan wirausaha muda mandiri yang mampu menciptakan peluang usaha bagi panti asuhan serta masyarakat sekitar. Hasil yang dicapai pada program pendampingan ini bagi Masyarakat yaitu membuat jahitan berdesain kreatif dan kemeja unik, meningkatkan Sumber Daya Anak agar mampu memproduksi, dan bisa berimplikasi pada pemenuhan kebutuhan anak anak. Kata kunci : kewirausahaan, kemandirian anak, keterampilan anak, panti asuhan ABSTRACT The aim of mentoring is an effort to form an entrepreneurial mentality for children in orphanages. Apart from that, this activity can also get a good response from the community, so that all the products produced by children in foster care can be accepted at several institutions including schools and Islamic boarding However, due to their lack of knowledge and experience, their clothes and brooch sewing business has failed. This assistance is based on the problem of how to provide entrepreneurship assistance to children in the LKSA Al-amin dormitory and what must be done to form children's independence in the practice of making clothes and brooches. To explore these problems, the researcher used a qualitative descriptive method by collecting data using observation, interviews and documentation, as well as data analysis and data validity using data triangulation. Assistance efforts in making clothes and brooches are a concrete form of the process of strengthening soft skills in children. As productive young people, those in orphanages have the potential to develop better in order to create economic independence within themselves. Apart from that, this program also aims to create independent young entrepreneurs who are able to create business opportunities for orphanages and the surrounding community. The results achieved in this mentoring program for the community are making creatively designed stitches and unique shirts, increasing children's resources so they are able to produce, and can have implications for meeting children's needs. Keywords: entrepreneurship, children's independence, children's skills, orphanage Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan BajuA , (Sutono. Ach Khusna. | 99 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. PENDAHULUAN Salah satu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi suatu bangsa dapat dilihat dari pertumbuhan wirausaha pada tiap Negara. Sesuai data yang diliput oleh Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) yang mengacu pada data Kementerian Perindustrian yang mengatakan bahwa Indonesia masih membutuhkan minimal sekitar 4 juta pengusaha baru. utono, 2. Rasio wirausaha di Indonesia saat ini masih sekitar 3,1 % dari populasi penduduk, jauh tertinggal bila dibandingkan dengan jumlah wirausaha di negara-negara lain, seperti di Jepang. Cina. Malaysia. Singapura dan Thailand yang sudah di atas 4 %. Untuk menambah wirausaha baru itu, maka pemerintah harus giat mendorong berbagai investasi baik penanaman modal dari dalam negeri maupun transfer teknologi. Sebab hanya dengan menambah jumlah wirausaha, maka permasalahan ekonomi bisa diminimalisir. Wirausaha atau Entrepreneurs merupakan agen perubahan ekonomi yang strategis sehingga Indonesia dapat berubah dari Negara berpendapatan menengah ke bawah . ower middle income countr. menjadi Negara berpendapatan menengah ke atas . pper middle income countr. Kelompok wirausaha atau entrepreneur dikenal sebagai modal manusia . uman capita. yang memiliki peranan dalam memajukan perekonomian. Menjadi seorang entrepreneur harus ditanamkan kepada jiwa-jiwa muda bangsa kita sejak sekarang. Entrepreneur bisa memiliki banyak pemaknaan. Namun, jika kita sedang bicara seputar bisnis maka Entrepreneur adalah sosok utama yang menggerakan segala aliran darah, detak jantung bahkan pompa udara bagi seluruh bagian tubuh dunia bisnis itu . utono, 2. Sebagai salah satu perwujudan dari Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian pada masyarakat, maka kami menginisiasi pelatihan kewirausahaan melalui pengenalan ecommerce bagi anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Amin Desa Kedungturi. Kecamatan Taman. Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan pada identifikasi diatas maka, ada focus pemberdayaan, yaitu: Bagaimana cara melakukan pendampingan kewirausahaan kepada anak didalam asrama LKSA Al-amin?. Apa tahapan yang harus dilakukan dalam mendampingi kemandirian dalam praktek pembuatan baju dan bros?. Upaya untuk membentuk mental wirausaha sebenarnya telah dilakukan oleh para pengurus panti asuhan. Mereka pernah mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo berupa peralatan produksi mesin jahit serta pelatihan keterampilan bagi anak asuh panti. Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan BajuA , (Sutono. Ach Khusna. | 100 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. Selain itu, keterampilan elektronika dan komputer juga pernah didapatkan oleh anak Selain itu, . Semua kagiatan tersebut mendapat respon baik dari masyarakat, terbukti dengan semakin diterimanya hasil produksi anak asuh panti di beberapa institusi termasuk Namun disebabkan minimnya pengetahuan dan pengalaman mereka, menyebabkan usaha jahit baju, sablon, konveksi dan yang telah berjalan tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan kemudian berhenti produksi. melihat kondisi perekonomian warga Desa Kedungturi tersebut, kami membekali anak-anak Yatim LKSA Al- Amin dengan kemampuan berwirausaha melalui teknologi Dengan adanya pembekalan ini diharapkan anak-anak yatim tersebut dapat membuka toko online dengan barang-barang yang merupakan produksi dari pemilik konveksi di sekitar asrama LKSA Al-Amin. Kami berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak pengusaha konveksi. Dengan memberikan pelatihan kepada anak-anak asuh asrama untuk ikut menjualkan melalui online marketing sekaligus memupuk jiwa wirausaha yang menjadi tambahan keahlian saat nanti sudah tidak di asrama lagi. Keterampilan usaha yang dimiliki oleh anak-anak panti asuhan juga masih tergolongsangat terbatas, karena belum pernah mendapatkan pendampingan dari pihakpihak yangberkompeten dalam bidang kewirausahaan. Padahal jika dilihat dari usia mereka yang tergolong produktif, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam kegiatan kewirausahaan yang kreatif sesuai jiwa muda anak-anak panti asuhan. Tahapan selanjutnya yang dilakukan adalah mengajari anak-anak yatim mengupload produk-produk serta bagaimana cara menyusun tampilan yang menarik pada toko online agar pembeli tertarik untuk membeli. Selain itu, anak-anak yatim diberikan tambahan informasi mengenai cara mengetahui produk-produk apa saja yang terjual paling banyak, yang paling diminati, serta produk yang sering masuk dalam wishlist pembeli. Memberikan spirit untuk menambah semangat dan mental yang kuat untuk melakukan kegiatan berjualan, menitipkan barang jajanan di stand stand pasar yang berada disekitar area asrama. Membantu lembaga kesejahteraan anak Al Amin untuk menciptakan peluang pekerjaan, menumbuhkan semangat kreatifitas dan inovasi dalam dunia usaha, menciptakan lulusan anak anak dari al amin bisa membuat peluang pekerjaan, memiliki jiwa pengusaha dimasa yang akan datang Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan BajuA , (Sutono. Ach Khusna. | 101 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. METODE Penelitian ini termasuk penelitian lapangan . ield research, menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkap gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami sebagai sumber langsung dengan instrumen kunci penelitian itu sendir, (Sutono, 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui interview dan wawancara langsung dengan pihak perbankan yang diambil berdasarkan wewenang, pengetahuan, dan pekerjaan sebagai data Adapun data pendukung melalui penggalian literatur seperti kepustakaan, internet yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti dan relevan dengan topik Selain itu juga digunakan dokumentasi, terutama untuk menelusuri data historis. Pengolahan data meliputi: . klasifikasi, . interpretasi, . Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, (Sutono, 2. Prosedur kerja yang akan dilaksanakan untuk mendukung realisasi metode yang ditawarkan dalam bentuk rencana kegiatan, tersusun dalam skedul pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat untuk program sesuai dengan tahapan sebagai berikut: . tahap assesment. tahap perencanaan alternatif program atau kegiatan. tahap pemformulasian rencana aksi. tahap pelaksanaan . program atau . tahap evaluasi. Berikut ini adalah kegiatan yang telah dilakukan oleh tim selama kegiatan bagi Masyarakat dengan mitra Panti Asuhan atau lembaga kesejahteraan anak (LKSA), al-amin kedungturi yaitu : . pelatihan entrepreneurship motivation. pelatihan dan workshop teknik produksi, . pelatihan penguasaan perangkat lunak untuk proses disain kaos kreatif, baju seragam, kerudung, jilbab, . Pelatihan dan pendampingan strategi marketing dan promosi, . pelatihan manajemen usaha. pendampingan menjahit baju dan bross Pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung pada setiap hari Minggu, mulai tanggal 01 maret, 10 Mei, dan 30 Juli 2023 dari Pukul 08. 00 s. 00 WIB, dengan dihadiri 25 anak asrama LKSA Al-Amin. Langkah-Langkah Dalam Pendampingan Pelaksanaan program ini memang dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan Lembaga Kesejahteraan Sosial anak dalam bidang kewirausahaan melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan yang menitik beratkan kepada pengembangan usaha. Metode Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan BajuA , (Sutono. Ach Khusna. | 102 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. pelaksanaan program yang akan dilakukan adalah : . Pelatihan produksi, . pelatihan pemasaran, . pelatihan manajemen usaha, . Semua metode ini merupakan satu kesatuan dari program pendampingan. Pemilihan Subyek Dampingan Kegiatan pengabdian ini memiliki relevansi dengan kebutuhan kegiatan pelatihan yang diadakan di LKSA Al-Amin dalam mendampingi Kewirausahaan anak, untuk menciptakan para usahawan di LKSA Al-Amin. Dan juga sesuai dengan program pemerintah untuk menjadikan para pengusaha sebanyak banyaknya demi untuk meberikan peluang pekerjaan bagi para pengangguran sehingga bisa mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengagguran. karena inti dari jiwa kewirausaAhaan yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui berfikir kreatif dan bertindak inovatif untuk mencipAtakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup, maka seorang wirausaha harus memApuyai kemampuan kreatif dalam mengemAbangkan ide dan pikirannya terutama dalam menciptakan peluang usaha dalam pikrannya. Ini sangat dibutuhkan bagi para generasi muda seperti anak anak yang tinggal di asrama LKSA al-amin desa kedungturi kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Pelaksanaan Pengabdian Kepada MaAsyarakat (PKM) tahap pertama diikuti oleh 30 perserta. Terdiri dari 12 peserta dari mitra 1 dan 18 peserta dari mitra 2. Jumlah peserta lebih dari target yang direncanakan. Peserta memberikan respon yang bagus dan juga aktif selama mengikuti kegiatan. Tahap kedua, yaitu praktik . membuat bros dari manik-manik . dihadiri oleh 25 peserta. BeAberapa remaja putra tertarik mengikuti pelatiAhan. Pelatihan jahit merupakan hal yang baru bagi peserta sehingga diperlukan waktu lebih lama dalam satu kali pembuatan. Rata-rata peserta mampu menghasilkan antara 3-4 baju permingu. Respon peserta sangat bagus dan anAtusias dalam mengikuti pelatihan. Target utaAma dari pelaksanaan pelatihan tercapai, yaitu peserta mampu membuat baju dengan baik sesuai dengan petunjuk pembuaAtan. Ada juga anak anak dibekali dengan mengaplikasikan jjaringan wifi untuk melatih membuat toko online. Mulai dari mendowload aplikasi toko online, cara mengaplikasikan. Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan BajuA , (Sutono. Ach Khusna. | 103 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. cara mengupload barang barang yang akan dimasukkan dalam aplikasi toko online. Seperti baju muslim, sarung, jilbab, mukena dan juga baju baju muslim anak anak. Beberapa peserta sudah mampu mengemAbangkan kreativitasnya dalam mendesain Hasil interaksi dan angket respon peserta terhadap pelatihan pembuatan bros manikmanik dapat dilihat pada tabel berikut: Secara teknis metode yang digunakan adalah pelatihan kewirausahaan dan praktik . pembuatan bros manik-manik. Tahapantahapan yang digunakan sebagai berikut: Pelatihan kewirausahaan yang akan dilatihkan meliputi: pelatihan motivasi berwiArausaha, pelatihan perencanaan bisnis, serta pelatihan promosi dan pemasaran. PelaksaAnaan kegiatan PKM dilakukan selama tiga hari yaitu bertempat di Asrama LKSA Al-Amin. Dampak Perubahan I (Penyampaian Materi Kewirausahaan dan Pembuatan baju dapat Dipahami Dengan bai. Pada fase awal pelatihan, penting bagi tim pengabdian untuk memastikan bahwa teori kewirausahaan dan cara membuat bros dapat dipahami dengan baik oleh remaja panAtiasuhan, hal tersebut sering kita kenal dengan aspek kognitif peserta didik. Istilah cogniAtive berasal dari kata cognition, yang berarAti knowing atau mengetahui, yang dalam arti luas berarti perolehan, penataan, dan penguAnaan pengetahuan (Neisser, 1. PerkemAbangan kognitif pada seorang individu berApusat pada otak, dalam perspektif psikologi kognitif otak adalah sumber sekaligus pengenAdalii ranah-ranah kejiwaan seperti ranah afekAtif . , dan ranah psikomotor . Tanpa ranah kognitif, sulit dibayangkan seorang siswa dapat berfikir. Selanjutnya, tanpa berfikir mustahil siswa tersebut dapat memahami faeAdah materi-materi yang disajikan. Dapat kita pahami dari uraian di atas bahwa hubungan kognitif dengan hasil belajar sangat berparan penting, karena tanpa adanya fungsi kognitif pada peserta didik, ia tidak akan mampu unAtuk memahami apa yang disampaikan. Hasil angket menunjukkan secara umum materi pelatihan dapat dipahami dengan baik oleh Berdasarkan persepsi peserta, mayAoritas setuju bahwa pemateri/pelatih telah menjelaskan materi dengan baik . ,65%) dan ada 23,53% yang sangat setuju, namun ada juga yang merasa cukup setuju . ,82%). Dengan banyaknya yang merasa bahwa maAteri dapat diterima dengan baik, harapan kami akan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan menciptakan keterampilan dalam membuat baju. Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan BajuA , (Sutono. Ach Khusna. | 104 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. Dampak Perubahan II (Pelatihan Pembuatan baju dapat Menjadi Keterampilan Bagi anak Putri LKSA Al Ami. Sesuai dengan inti dari jiwa kewirausaAhaan yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui berfikir kreatif dan bertindak inovatif untuk mencipAtakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup, maka seorang wirausaha harus memApuyai kemampuan kreatif dalam mengemAbangkan ide dan pikirannya terutama dalam menciptakan peluang usaha dalam pikrannya, dia dapat mandiri dalam usaha yang digelutiAnya tanpa harus bergantung pada orang lain. Sebelum itu dilakukan, seorang wirausaha harus terlebih dahulu terampil membuat produk sesuai dengan spesifikasinya, sehingga produknya dapat diterima pasar kelak. Pada pelatihan ini keterampilan yang diAjadikan dasar adalah bros manik-manik. BaArang handmade ini tentu butuh ketelitian, konAsistensi, dan kreativitas yang Bros manAik-manik merupakan produk buatan tangan yang sedang berkembang seiring semaakin banyaknya masyarakat Indonesia yang berhiAjab. Maka perlu adanya kepastian bahwa pemAbuatan bros manik-manik ini akan menjadi suatu keterampilan yang dapat dilakukan dan dikembangkan oleh remaja putri pantiasuhan guna mendukung tingkat kemandirian remaja di kedua mitra. Tujuan KegiatanUntuk menunjang hal tersebut, telah dilakukan pemasangan jaringan internet di dalam panti asuhan. Mohammad hatta berharap dengan pemasangan jaringan internet ini dapat membantu kegiatan pembuatan toko online serta proses upload barang-barang yang akan dijual. Merupakan suatu proses untuk memberikan pemahaman berkaitan dengan dasar-dasar kewirausahaan serta pengenalan teknologi informasi, agar diperoleh pemahaman yang sama karena anak asuh yang dilatih memiliki tingkat pendidikan yang berbeda-beda dari usia SD sampai usia SMA. menghasilkan calon calon entrepreneurship remaja di LKSA Al-Amin. meningkatkan kualitas SDM para anak anak di asrama LKSA Al-Amin dan pengasuh dan penurusnya, sehingga ke depannya semakin lebih baik lagi Diskusi Keilmuan Jumlah pengangguran di Indonesia seAmakin hari semakin meningkat jumlahnya. Hampir sebagian besar pengangguran tersebut adalah pengangguran terdidik . Hal Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan BajuA , (Sutono. Ach Khusna. | 105 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. tersebut dikarenakan pola pikir mereka yang masih berusaha mencari pekerjaan . ob seekAe. dibanding dengan menciptakan lapangan pekerjaa . ob creato. Salah satu usaha untuk mengubah pola pikir itu adalah dengan meAnumbuhkan jiwa wirausaha. Dengan wirausaAha ini diharapkan mampu melatih kemandirian dan menciptakan lapangan kerja Jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat sedikit yaitu sekitar 0,18% dari jumAlah penduduknya. Padahal, suatu negara diAkatakan maju apabila negara tersebut memiAliki jumlah minimum wirausaha sebesar 2% dari penduduknya. Oleh karena itulah maka perluMenumbuhkan jiwa wirausaha dengan membekali ketrampilan yang berguna sanAgat diperlukan oleh masyarakat khususnya masyarakat yang belum memiliki pekerjaan . Pengangguran banyak sekali dijumpai di masyarakat perkotaan maupun pinggiran dan sebagian besar mereka adalah kaum remaja putus sekolah. Mereka tidak meAmiliki ketrampilan khusus yang dapat menduAkung untuk mencari kerja. Kondisi inilah yang sangat dikuatirkan oleh lembaga sosial yang banyak menampung anak-anak maupun remaAja yang bermasalah sosial yaitu panti asuhan. Panti asuhan merupakan salah satu tempat unAtuk menampung anak-anak, remaja, maupun dewasa yang kurang beruntung dalam permaAsalahan sosial (Muchti, 2. Salah satu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi suatu bangsa dapat dilihat dari pertumbuhan wirausaha pada tiap Negara. Sesuai data yang diliput oleh Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) yang mengacu pada data Kementerian Perindustrian yang mengatakan bahwa Indonesia masih membutuhkan minimal sekitar 4 juta pengusaha baru. Rasio wirausaha di Indonesia saat ini masih sekitar 3,1 % dari populasi penduduk, jauh tertinggal bila dibandingkan dengan jumlah wirausaha di negara-negara lain, seperti di Jepang. Cina. Malaysia. Singapura dan Thailand yang sudah di atas 4 %. Untuk menambah wirausaha baru itu, maka pemerintah harus giat mendorong berbagai investasi baik penanaman modal dari dalam negeri maupun transfer Sebab hanya dengan menambah jumlah wirausaha, maka permasalahan ekonomi bisa diminimalisir. Wirausaha atau Entrepreneurs merupakan agen perubahan ekonomi yang strategis sehingga Indonesia dapat berubah dari Negara berpendapatan menengah ke bawah . ower middle income countr. menjadi Negara berpendapatan menengah ke atas . pper middle income countr. Kelompok wirausaha atau entrepreneur dikenal sebagai modal manusia Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan BajuA , (Sutono. Ach Khusna. | 106 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. uman capita. yang memiliki peranan dalam memajukan perekonomian. Menjadi seorang entrepreneur harus ditanamkan kepada jiwa-jiwa muda bangsa kita sejak sekarang. Entrepreneur bisa memiliki banyak pemaknaan. Namun, jika kita sedang bicara seputar bisnis maka Entrepreneur adalah sosok utama yang menggerakan segala aliran darah, detak jantung bahkan pompa udara bagi seluruh bagian tubuh dunia bisnis itu sendiri (Kambali et al, 2. Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan menumbuhkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik demi memperoleh keuntungan yang lebih besar (Muhamad Arif, et al, 2. Entrepreneur adalah profesi yang bisa menjadi solusi bagi penghapusan kasus-kasus yang terkait dengan korupsi pada era saat ini. Seorang entrepreneur bisa dikatakan juga sebagai praktisi bisnis yang memang akan memberikan banyak nafas hidup, kontribusi bagi masyarakat yang defisit dana dan memerlukan pekerjaan. Disamping itu juga dengan dengan kemampuan seorang entrepreneur yang kreatif dapat membuka ladang, lahan, bahkan ruang harapan hidup bagi pengangguran di Indonesia. Saat ini, wacana entrepreneur sudah merebak dimana-mana, bahkan sudah banyak yang menindaklanjuti hal tersebut dengan bisnis riil di lapangan. Seminar-seminar dan training kewirausahaan pun terus berkembang dan turut mendorong lahirnya para entrepreneur baru. Hal ini juga diikuti oleh berkembangnya berbagai komunitas entrepreneur di berbagai daerah. SIMPULAN Berdasarkan laporan kegiatan yang telah dipaparkan. Pelaksanaan PKM telah dijalankan denAgan baik dan tanpa halangan yang berarti. Dengan kerjasama tim yang baik dan peran serta aktif dari narasumber/pelatih, serta inAstitusi mitra dalam kegiatan pengabdian ini maka semuanya telah berjalan sesuai yang di-harapkan dan harapannya dapat memberikan manfaat bagi mitra pengabdian masyarakat dalam keberlanjutan usaha kelompok LKSA Al Amin. berikut ini beberapa kesimpulan yang bisa dihasilkan, yaitu : entrepreneurship anak anak panti asuhan Al Amin sebagai upaya menunjang kemandirian . kegiatan Pendampingan meliputi membuat perencanaan bisnis. Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan BajuA , (Sutono. Ach Khusna. | 107 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. pelatihan dan pendampingan produksi, promosi dan pengembangan jaringan pemasaran, mengelola keuangan bagi anak anak panti asuhan al amin kedungturi DAFTAR PUSTAKA