Volume 2 Issue 2 Bulan Desember 2023 Quality: Journal of Islamic Studies Online at https://jurnal. id/index. php/qjis/index E-ISSN: 2963-5330 PENGARUH HUKUMAN HAFALAN SURAH PENDEK TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA MTS. AL BAROKAH DESA JAHARUN B KECAMATAN GALANG Nurainun STAI Serdang Lubuk Pakam nurainun@gmail. ABSTRAK Penelitian ini didasarkan oleh hukuman yang berbentuk hafalan surah pendek, kemudian tujuan penuli melakukan penelitian ini untuk mengentahui Pengaruh Hukuman Hafalan Surah Pendek Terhadap Kedisiplinan Siswa MTs Al Barokah desa jaharun B Kec. Galang. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif setalah penelitian ini dilakukan penulis di MTs Al Barokah Desa Jaharun B Kec. Galang dengan sampel sebanyak 80 orang dan data yang penulis dapatkan dari siswa/i dengan menggunakan teknik angket atau kueseioner. Adapun hasil penelitian ini hukuman hafalan surah pendek memperlihatkan angka 58,02 hasil standart deviasi memperlihatkan angka 6,07 dan frekuensi tertinggi didapatkan dari variabel x yaitu dengan bearan nilai 56-63 mendapatkan hasil sebesar 41,25% yang dapat dikatakan setuju. Adapun hasil mean . ata-rat. variabel Y yaitu kedisiplinan siswa memperlihatkan angka sebesar 61,25 dan stardant deviasi memperlihatkan angka sebesar 5,38 dan frekuensi tertinggi didapatkan dari variabel Y 58- 63 mendapatkan hasil 42,5% yang dapat dikatakan setuju. Setelah penulis melalukan penelitian dan mendapatkan mean ( rata- rat. variabel X dan variabel Y, maka penulis melakukan hijau hipotesis yang mendapatkan hasil sebesar 0, 845. Kata Kunci: Hukuman Hafalan Surah Pendek. Kedisiplinan Siswa ABSTRACT This study is based on punishment in the form of short surah memorization, then the author's purpose in conducting this study is to determine the Effect of Short Surah Memorization Punishment on Student Discipline at MTs Al Barokah. Jaharun B Village. Galang District. The method used by the author in this study is a quantitative method after this study was conducted by the author at MTs Al Barokah. Jaharun B Village. Galang District with a sample of 80 people and the data obtained by the author from students using a questionnaire technique. The results of this study of short surah memorization punishment showed a figure of 58. 02, the standard deviation results showed a figure of 6. 07 and the highest frequency was obtained from the x variable, namely with a value of 56-63, getting a result of 41. 25% which can be said to agree. The mean result of variable Y, namely student discipline, shows a figure of 61. 25 and the standard deviation shows a figure of 5. 38 and the highest frequency is obtained from variable Y 58-63 getting a result of 42. 5% which can be said to agree. After the author conducted research and obtained the mean of variable X and variable Y, the author conducted a hypothesis test which obtained a result of 0. Keywords: Short Surah Memorizing Punishment. Student Discipline PENDAHULUAN Sekolah berperan penting dalam mempersiapkan siswa untuk dapat memecahkan masalah kehidupan masa kini dan masa yang akan datang untuk menghadapi tantangan yang semakin meningkat. Disekolah sangat sering di temukan siswa yang bermasalah, dengan menunjukan berbagai gejala penyimpangan prilaku dari kategori ringan hingga berat. Semakin tinggi tingkat kenakalan remaja membuat sekolah harus lebih proaktif untuk membangun disiplin disekolah (Hikmawati, 2. Kedisiplinan adalah sebuah kunci yang ada di sekolah untuk menjadikan siswa-siswi pribadi yang lebih mandiri, karena disiplin siswa-siswi akan memiliki pola hidup yang teratur dan tertata. Dengan terbiasa disiplin siswa mampu mengembangkan kepribadian yang positif dan mampu memperoleh prestasi yang memuaskan. Disiplin merupakan sikap mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat yang berupa ketaatan kepada peraturan di tetapkan etik norma kaidah yang berlaku dalam masyarakat untuk tujuan tertentu. Pembentukan sikap disiplin yang dibawa dari lingkungan keluarga akan menjadi modal besar bagi pembentukan kedisiplinan di lingkumgan sekolah (Mulyasa, 2. Kata disiplin seringkali dipahami sebagai suatu kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengatur dan memanfaatkan waktunya seefektif dan sebaik Sehingga, tidak satu detikpun dari waktu yang dimilikinya terbuang percuma tanpa ada hasil yang bisa diambilnya. Pemahaman terhadap kata disiplin seperti demikian tidaklah keliru, karena memang salah satu bentuk disiplin adalah memang terkait dengan pemanfaatan waktu. Begitu pentingnya penghargaan dan pemanfaatan waktu sehingga Rasulullah saw mengingatkan umatnya dalam sebuah haditsnya. AII I CE I OE CE IOE AE CE CIE AE CE E E CE NIEA AIE CE ACEA Artinya: AuPergunakanlah lima waktu sebelum datang waktu yang lima. hidupmu sebelum datang waktu matimu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu lapangmu sebelum datang waktu sempitmu, waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu. Ay (H. R Baihaqi. Siswa yang terbiasa tidak disiplin akan mengalami kesulitan saat mereka terjun ke lingkungan masyarakat, dan dalam dunia pekerjaan setelah mereka selesai menempuh pendidikan dari sekolah karena dunia pekerjaan sangat menuntut kedisiplinan. apabila suatu sekolah menerapkan ke disiplin dan dilaksanakan oleh seluruh siswa dengan baik maka akan menjadi keuntungan bagi sekolah, misalnya dari prestasi siswa yang meningkat karena terbiasa disiplin selama pembelajaran di sekolah. Karena itu dalam pendidikan perlu menggunakan beberapa metode sehingga tercipta suasana yang nyaman mudah dipahami oleh anak didik dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Di antara metode pendidikan adalah hukuman yang diberikan kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah atau tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru (Kompri, 2. Sebenarnya didalam dunia pendidikan tidak semua siswa bisa disiplin, tetapi itulah tugas dan tantangan seorang pendidik dalam mengembangkan pola pikir peserta didik, seberusaha mungkin semua guru menginginkan yang terbaik untuk para peserta didiknya, tetapi karakter siswa tidak semua sama, ada yang benar-benar membutuhkan perhatian lebih dan sebagainya, ada juga para peserta didik yang memang selalu mencari kesalahan dan tidak disipin baik saat proses pembelajaran berlangsung atau sedang melakukan aktifitas dilingkungan Selaku pendidik kita sangat ingin melakukan perubahan dalam ketidak disiplinan siswa. berbagai cara atau metode hukuman diberikan kepada para peserta didik, banyak yang tidak senang diberi hukuman dengan cara yang menurut mereka terlalu keras, bahkan akan menimbulkan perselisihan antara seorang peserta didik dengan pendidik, orang tua murid juga akan ikut serta apabila metode hukuman yang diberikan seorang bisa membuat anaknya cedera. itu sebabnya sebagai seorang dendidik kita harus bisa merubah dari sesuatu yang memungkinkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pada dasarnya metode hukuman sangat baik dan mempunyai dampak positif kepada anak didik. Namun dalam proses pendidikan selama ini metode hukuman yang diterapkan oleh sebagian pendidik di sekolah memahami substansi dan prinsip-prinsipnya sehingga metode hukuman yang diterapkan terkadang dapat membahayakan dan mencederai fisik anak didik (Yanuar, 2. Memaknai hukuman yang cenderung negatif tentu sangat menggelisahkan dunia pendidikan. Hukuman seharusnya sebagai salah satu metode atau alat untuk mendisiplinkan anak didik yang dapat dimaknai secara positif, dan hukuman seharusnya menjadi metode pendidikan yang menjamin kreativitas dan kecerdasan anak sehingga berkembang menjadi lebih baik. Hukuman bukanlah bentuk siksaan, baik fisik maupun rohani yang sesuka hati diberikan kepada anak didik. Hukuman adalah suatu usaha yang diberikan anak didik untuk memberikan kesadaran dan menuntun anak didik ke arah yang lebih baik serta mampu memberikan motivasi agar menjadi pribadi yang imajinatif, kreatif dan produktif. Apabila pendidik menghukum anak didik dengan cara kekerasan dapat merusak jiwa dan akan melahirkan watak-watak yang pembangkang (Poerwakatja, 1. Dalam dunia pendidikan hukuman merupakan hal yang wajar, apabila derita yang ditimbulkan oleh hukuman itu memberi perkembangan moral, bagi anak didik. Hukuman dikatakan berhasil apabila dapat membangkitkan perasaan penyesalan akan perbuatannya. Sebelum memberikan hukuman pendidik perlu memberikan arahan pra pembelajaran terhadap anak didik, jika melanggar peraturan yang telah diterapkan atau tata tertib sekolah, maka akan mendapatkan sanksi. Bahwasanya tujuan dari hukuman bukan untuk memberikan nilai-nilai negatif yang diterima oleh anak didik akan tetapi pemberian hukuman terhadap anak didik bertujuan untuk memberikan pembelajaran dan efek jera dan tidak mengulangi kesalahan yang sama agar anak didik menjadi lebih disiplin, karena kedisiplinan merupakan kunci untuk meraih kesukses di masa depan (Suwarno, 1. Di MTs. Al-Barokah Desa Jaharun B kec. Galang siswa yang melanggar peraturan sekolah selalu diberikan hukuman tergantung dari kesalahan apa yang telah dilanggar oleh siswa. Penelitian ini berdasarkan cara dari salah satu Guru mata pelajran fiqih di MTs. Al-Barokah Desa Jaharun B kec. Galang yang mempunyai keunikan dalam memberikan hukuman yaitu menghafalkan surah pendek bagi siswa yang tidak mengerjakan tugas sekolah dan mendapatkan nilai kurang bagus sehingga harus melakukan remedial atau perbaikan nilai. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan ibu fauziah guru mata pelajaran fiqih, ibu fauziah mempunyai alasan tersendiri untuk memberikan hukuman yang berbentuk menghafal surah pendek ini dikarenakan ibu fauziah merasa bingung dengan siswa yang tidak jera dengan hukuman yang diberikan seperti, membersihkan kamar mandi, menyiram bunga berdiri didepan kelas hingga jam pelajaran selesai. justru para siswa mengganggap hukuman yang diterima mereka itu hal yang kecil sehingga mereka tidak merasa jera justru terus menerus melakukan kesalahan yang sama. Maka dari itu ibu fauziah mempunyai cara baru untuk memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas sekolah yaitu dengan cara menghafal surah pendek dimana hukuman ini sangat berdampak positif untuk para sisiwa/i. karena menghafal surah pendek yang terdapat di dalam al- quran merupakan suatu kegiatan yang sangat mulia dimata Allah maupun manusia. Selain itu, mengkhatamkan AlQurAoan adalah amal yang paling dicintai Allah. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dijelaskan: a a a a e ae a a ca a ca a a a a a a a a a a a aAcEEa aO Ee a aIE A ca a e a A aO aIA: A CEA- Ae E aI eaaEA : A uaE cEEa CEA A CE E O OEA: A CEA s A eI aI A a a e ca a a ca a e a ca a a a a e a e a e e Ae a I eaI a acOE E e aCA Ae 2872 : A ON EIOA. AI uaE aaN a aEI EA a Ae EIaaE CE acEaO OA a a a e a a e a e ca a a a a e a Aa ae a A as AA 202: A Ae a10 : AA Ae EA A a I I ECI I aEA- AII EIOA Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw. AuWahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?Ay Beliau menjawab. AuAl-hal wal murtahal. Ay Orang ini bertanya lagi. AuApa itu alhal wal murtahal, wahai Rasulullah?Ay Beliau menjawab. AuYaitu yang membaca Al-QurAoan dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari Ay (HR. Tirmidzi:2872. Sunan Tirmidzi. Bab maa jaa-a annal-QurAoan unzila Aoalaa sabAoati ahruf, juz 10, hal. Di MTs. Al-Barokah Desa Jaharun B kec. Galang ini tidak ingin memberikan hukuman dengan kekerasan maka dari itu lebih memilih dengan cara menghafalkan surah pendek atau ayat ayat yang berhubungan dengan pelajran alasan nya karena anak didik dapat mempertanggung jawabkan hafalan yang diberi dan memberikan efek jera terhadap mereka sehingga anak didik menjadi lebih disiplin. Juga metode hafalan surah pendek sebagai hukuman ini diterapkan agar anak didik memiliki hafalan surah pendek yang bermanfaat untuk anak didik, yang awalnya mereka tidak memilki hafalan surah pendek kerena hukuman ini mereka menjadi memliki hafalan yang mana hafalan ini akan diuji ketika kenaikan kelas dan menjadi salah satu syarat untuk naik Dengan adanya metode hafalan sebagai hukuman yang diberikan kepada peserta didik jauh lebih bermakna dan bernilai fositif, dimana dari banyaknya siswa yang tadinya tidak mampu dalam hapalan, perlahan-lahan mulai terbiasa dengan hapalan yang telah diberikan, walaupun awal-awal banyak siswa yang masih acuh tak acuh dengan metode hukuman ini. Namun jika masih ada anak didik yang belum hafal karena hukuman menghafal surah pendek, guru tetap terus menagih hafalan itu sampai mereka bisa hafal, dan dengan metode ini anak didik menjadi disiplin dalam mengerjakan tugas. Berdasarkan latar belakang yang dijelaskan di atas, maka penulis merumuskan beberapa masalah yaitu . Bagaimana hukuman hafalan surah pendek di MTs Al Barokah Desa Jaharun B Kec. Galang?, . Bagaimana kedisiplinan siswa di MTs Al Barokah Desa Jaharun B Kec. Galang?, . Bagaimana pengaruh signifikan hukuman hafalan terhadap kedisiplinan siswa di MTs Al Barokah Desa Jaharun B Kec. Galang? METODE PENELITIAN Pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menunjukan hubungan antar variabel memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan hasilnya. Desain penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif harus terstuktur, baku, formal, dan dirancang sematang mungkin sebelumnya (Tanzeh, 2. Setiap melaksanakan suatu penelitian haruslah memiliki lokasi atau tempat dimana penelitian ini dilaksanakan. Demikian juga halnya dengan penelitian yang penulis laksanakan, mengambil lokasi penelitiannya di MTs Al- Barokah Desa Jaharun B Kec. Galang. Wilayah ini dekat dengan lingkungan masyarakat. Adapun tempat yang menjadi objek penelitian ini adalah siswa- siswi di MTs AlBarokah Desa Jaharun B Kec. Galang. Sampel adalah bagian dari jumlah karateristik yang dimiliki oleh populasi. Oleh karena itu ruang lingkup penelitian bersifat umum dan masalah yang diteliti adalah sejenis variabel-variabel penelitiannya (Arikunto, . Penulis mengmbil sampel sebanyak 80 orang. Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, yaitu, kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data (Sugiyono, 2. Pada penelitian ini pengambilan data dilakukan dengan skala. Skala tersebut kemudian diberi skor berdasarkan model skala likert yang telah dimodifikasi. Skala likert adalah skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena Skala likert memiliki 2 bentuk pernyataan, yaitu pernyataan positif dan negatif (Siregar, 2. Deskripsi Data Penelitian. Untuk mendeskripsikan data maka dicari hal-hal sebagai berikut: Ukuran tendensi sentral, yaitu rata-rata hitung dan modus Ukuran penempatan Ukuran penyimpangan, yaitu varian dan simpangan baku Pengkategorian peringkat penetapan disiplin dan nilai siswa menjadi 5 kelompok yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang, buruk. Hal ini didasarkan konsep skala lima yang dirancang oleh Gronlurd, adapun rumus untuk mencarinya adalah: -ycU Ae 1,5 S O A -ycUI Ae 0,5 S O B r_tabel . ,7140 > 0,220 ). Uji keberatian koefisien korelasi antara variabel penelitian digunakan statistik t yaitu: yc t = OoycAOe22 Oo1Oeyc 0,7140Oo80Oe2 Oo1Oe. 2 6,30462 0,53 = 11,89 Dari hasil perhitungan uji keberartian koefisien korelasi antara variabel penelitian antara sebesar dan ttabel pada yu = 0,05 dan dk 80-2= 78 adalah = 1,665 Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara menyebarkan angket kepada sampel penelitian dan mengambil nilai pengaruh hukuman hafalan surah pendek terhadap kedisiplinan siswa yang ada dipenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara hukuman hafalan surah pendek terhadap kedisiplinan siswa di MTs Al Barokah Jaharun B. Dari hasil penelitian didapat nilai rata Aerata hukuman hafalan surah pendek adalah dan setelah diukur dengan skala lima dapat diketahui bahwa hukuman hafalan surah pendek yang sangat setuju mendapatkan frekuensi 23,75%, setuju mendapatkan frekuensi 41,25 %, kurang setuju mendapatkan frekuensi 32,5%, tidak setuju mendapatkan frekuensi 2,5%. Demikian pula nilai rata-rata kediplinan siswa adalah yang sangat setuju mendapatkan frekuensi 32,5%, setuju mendapatkan frekuensi 42,5%, kurang setuju mendapatkan frekuensi 20%, tidak setuju mendapatkan frekuensi 5%. Penelitian ini mengungkapkan bahawa hukuman hafalan surah pendek mempunyai pengaruh yang berarti signifikan dan juga positif . pada angka 0,845. Artinya semakin tinggi pengaruh hukuman hafalan surah pendek terhadap kedisiplinan siswa di MTs Al Barokah Jaharun B. Hipotesis yang menyatakan bahwa jika thitung > ttabel maka hipotesis diterima dan jika thitung < ttabel maka hipotesis ditolak, sehingga dari penelitian ini diperoleh 11,89 > 1,665 . Maka hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara hukuman hafalan surah pendek terhadap kedisiplinan siswa di MTs Al-Barokah Jaharun B. Untuk mengetahui prngaruh dari faktor terhadap hukuman hafalan surah pendek tentu memerlukan penelitian yang lebih spesifik lagi. Namun demekian penulis mengakui kekurangan dari hasil penelitian ini. Antara lain keterbatasan ilmu yang penulis miliki, tidak adanya analisis lanjut terhadap angket dan fenomenaAefenomena yang terjadi serta objektivitas penelitian yang belum SIMPULAN Setelah mengemukakan beberapa pembahasan dalam bab sebelumnya, berupa analisis masalah mengolah data yang diperoleh dari hasil observasi dan penyebaran angket kepada sejumlah siswa-siswi yang menjadi sampel dalam penelitian ini maka diperoleh kesimpulan yaitu . Penelitian mengenai hukuman hafalan surah pendek didapatkan hasil dari mean . ata-rat. variabel x yaitu memperlihatkan angka sebesar 58,02 Sedangkan hasil dari standart deviasi variabel x yaitu memperlihatkan angka sebesar 6,07. Penelitian mengenai kedisiplinan siswa didapatkan hasil dari mean ( rata-rat. variabel Y yaitu memperlihatkan angka sebesar 61,25 Sedangkan hasil dari standart deviasi variabel Y yaitu memperlihatkan angka sebesar 5,38. Setelah penulis melakukan penelitian dan mendapatkan hasil mean ( rata - rat. dari variabel x dan y serta hasil frekuensi tertinggi dari variabel x dan y, maka penulis melakukan uji hipotesis yang mendapatkan hasil 0,845. DAFTAR PUSTAKA