Tersedia secara online https://e-journal. id/index. php/dv/ E-ISSN: 2775-4200 P- ISSN: 2580-8028 Jurnal Dhammavicaya: Volume: Vi Nomor: 1 Juli 2024 Halaman: 34-51 Pengaruh Iklim Sekolah dan Disiplin Diri terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta Djumiati1*. Ida Ayu Gede Yadnyawati2. Muljadi3 Institut Nalanda. Indonesia yummichin@yahoo. Idayadnya@gmail. Muljadi@nalanda. Alamat: Jl. Pulo Gebang No. 107 Cakung Ae Jakarta Timur Korespondensi penulis: yummichin@yahoo. ABSTRACT One of the important topics in education is the factors that influence student learning outcomes. This study aims to analyze the influence of school climate and self-discipline on student learning outcomes in Jakarta Private High Schools. The independent variables in this study are school climate (X. and self-discipline (X. , while the dependent variable is learning outcomes (Y). This study uses a quantitative approach with a correlation method to test the relationship between variables. The sample of this study consisted of 171 respondents selected from a population of 300 students using a non-probability sampling technique, based on the Slovin formula. Data collection was carried out through a questionnaire with a Likert scale consisting of four answer choices, and distributed using Google Forms. Hypothesis testing was carried out using SPSS 20. for Windows, with validity testing using Product Moment Correlation and reliability using the Cronbach Alpha The results showed that school climate has a positive influence on student learning outcomes with a correlation coefficient of 0. 765 and a determination coefficient of 0. Self-discipline also has a positive influence on student learning outcomes with a correlation coefficient of 0. 716 and a determination coefficient Overall, school climate and self-discipline have a positive influence on learning outcomes with a correlation coefficient of 0. 812 and a determination coefficient of 0. The regression obtained is 1. 2 = 6. 160X1 0. 105X2. These findings indicate the importance of improving school climate and selfdiscipline to optimize student learning outcomes. Keywords: Cronbach's Alpha. School Climate. Self-Discipline. ABSTRAK Salah satu topik yang penting dalam pendidikan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim sekolah dan disiplin diri terhadap hasil belajar siswa di SMA Swasta Jakarta. Variabel independen dalam penelitian ini adalah iklim sekolah (X. dan disiplin diri (X. , sedangkan variabel dependen adalah hasil belajar (Y). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi untuk menguji hubungan antar variabel. Sampel penelitian ini terdiri dari 171 responden yang dipilih dari populasi 300 siswa dengan teknik non-probability sampling, berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert yang terdiri dari empat pilihan jawaban, dan disebarkan menggunakan Google Forms. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan SPSS 20. 0 for Windows, dengan uji validitas menggunakan Korelasi Product Moment dan reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah mempunyai pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,765 dan koefisien determinasi sebesar 0,585. Disiplin diri juga memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,716 dan koefisien determinasi sebesar 0,512. Secara keseluruhan iklim sekolah dan disiplin diri berpengaruh positif terhadap hasil belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,812 dan koefisien determinasi sebesar 0,659. Regresi yang diperoleh adalah 1,2 = -6,980 0,160X1 0,105X2. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan iklim sekolah dan disiplin diri untuk mengoptimalkan hasil belajar Kata kunci: Alpha Cronbach. Iklim Sekolah. Disiplin Diri. Riwayat Artikel : Diterima: 18-07-2024 Disetujui: 31-07-2024 Alamat Korespondensi: Djumiati Institut Nalanda. Indonesia Jl. Pulo Gebang No. Cakung Ae Jakarta Timur Email : yummichin@yahoo. LATAR BELAKANG Pendidikan Pembelajaran merupakan hal yang penting bagi siswa untuk mencapai tujuan akhir pembelajaran yaitu hasil belajar siswa. Dalam proses pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar jangka panjang bagi siswa. Keberhasilan proses pembelajaran tidak pernah terlepas dari kegiatan belajar mengajar di dalam kelas yang merupakan kegiatan inti dari proses pencapaian hasil belajar. Dalam kegiatan belajar dan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti guru sendiri, siswa, fasilitas, maupun suasana interaksi dari berbagai faktor dalam pembelajaran. Seperti dalam proses pembelajaran di dalam kelas, bagaimana upaya guru menciptakan iklim kelas yang juga merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran Di samping itu guru perlu memahami perkembangan siswa baik perkembangan fisik maupun perkembangan emosional yang mempunyai konstribusi kuat terhadap perkembangan intelektual atau perkembangan mental serta perkembangan kognitif siswa. Tujuan dari pembelajaran pada dasarnya adalah menciptakan suatu perubahan tingkah laku, baik intelektual maupun segi moral dan sosial. Semua unsur tersebut saling terkait antara satu dengan lainnya dalam mendukung tercapainya tujuan maupun keberhasilan proses Keberhasilan belajar siswa tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan yang dimilikinya, tetapi juga ditentukan oleh motivasi dan disiplin diri belajarnya. Sering ditemukan siswa yang mempunyai kemampuan yang tinggi gagal dalam belajarnya disebabkan oleh dukungan dari pihak sekolah dan disiplin diri. Dukungan sekolah dan disiplin diri hakikatnya merupakan usaha siswa dalam mencapai kebutuhan belajarnya. Kegiatan belajar-mengajar melibatkan beberapa komponen yaitu guru, peserta didik, dan bahan ajar (Rizqiani, 2. Selain peranan seorang guru sangat penting yaitu bagaimana seorang guru mengembangkan potensi kegiatan pengajarannya dan potensi siswanya. Dalam proses belajar mengajar akan terjadi interaksi antara peserta didik . dan guru. Pembelajaran yang menimbulkan interaksi belajar-mengajar antara guru-siswa mendorong prilaku belajar siswa. Iklim sekolah dan disiplin yang terdapat pada diri siswa menjadi faktor utama untuk pencapaian hasil belajar yang baik. Tetapi pada kenyataannya faktor dari dalam diri saja tidak sepenuhnya menunjang dalam proses hasil belajar tanpa adanya dukungan dari guru sebagai pembimbing dan sarana pendidikan dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil survey pendahuluan, penelitian relevan sebelumnya, observasi dan interview dari 30 Siswa SMA, maka didapatkan iklim sekolah yang masih rendah . % permasalahanny. dan disiplin diri yang masih rendah . % permasalahanny. sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa yang menjadi belum optimal dan masih rendah . % permasalahanny. sisanya 5% permasalahan lainnya seperti motivasi belajar, integritas siswa dan lainnya. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan tanggal 01 November 2021 sampai tanggal 10 Desember 2021 terhadap 30 Siswa SMA Swasta di Jakarta, menghasilkan data dimana siswa belum menunjukkan hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan. Hasil belajar siswa beragam dan cenderung sangat rendah, dari hasil analisis survey pendahuluan yang meliputi aspek pengetahuan . yaitu proses berpikir, sikap ( afektif ) dan ketrampilan ( psikomotorik ) diketahui bahwa . Terdapat 68,33% siswa bermasalah dalam dimensi kognitif khususnya dalam menguasai materi pembelajaran yang diberikan guru dan menganalisa soal Ae soal pengayaan berstruktur yang diberikan. Terdapat 66,67% siswa bermasalah dalam dimensi psikologis dimana siswa kurang memiliki hasrat atau minat dalam mengikuti kegiatan belajar sehingga tidak bisa berkonsentrasi penuh untuk memahami materi yang disampaikan guru. Terdapat 70,00 % siswa bermasalah dalam dimensi sikap , dimana kedisiplinan belajar siswa masih rendah dan tidak memiliki sikap proaktif dan antusias dalam melakukan tugas kelompok maupun tugas mandiri. Terdapat 60,00% siswa bermasalah dalam dimensi kemampuan dan tanggung jawab, dimana siswa tidak mampu meminimalkan kesalahan dalam menyelesaiakn tugas atau soal-soal latihan sehingga selalu menunda-nunda tugas yang diberikan guru. Terdapat 60,00% siswa bermasalah dalam dimensi evaluasi dimana siswa tidak mampu mengevaluasi hasil pembelajarannya sehingga tidak menindaklanjuti jika menemui kesulitan dalam belajar. Dari kesimpulan pertama diketahui bahwa hasil penilaian dari ujian baik secara tertulis maupun lisan yang merupakan aspek kognitif siswa cenderung rendah yaitu 68,33 %. Secara spesifik, faktor yang mempengaruhi nilai yang dicapai siswa itu rendah, belum diketahui secara pasti, karena hasil belajar siswa dipengaruhi berbagai aspek. Hasil Belajar ditunjukkan oleh perubahan prilaku dan sikap yang permanen , yang menunjukkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik, lebih meningkat dan lebih positif, tetapi perubahan sikap umumnya juga merupakan hasil belajar dalam jangka waktu Panjang dan relative sulit diukur. Demikian juga dengan hasil belajar psikomotor yang memerlukan waktu yang relatif lama dibandingkan dengan hasil belajar kognitif . Oleh karena itu , hasil belajar yang digunakan untuk mengukur kompetensi siswa umumnya masih menggunakan tes tertulis atau pun lisan yang dimaksud untuk mengukur kemampuan kognitif. Meskipun perubahan kurikulum telah mengalami beberapa kali perubahan, pada pelaksanaannya guru lebih sering melakukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa, karena jenis evaluasi ini mudah diukur. Berdasarkan hasil survey dan observasi pra penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, dapat diidentifikasikan pada riset ini, yaitu : . Masih rendahnya iklim sekolah disebabkan oleh suasana belajar yang kurang kondusif , persepsi individu yang negatif , dukungan guru terhadap siswa masih kurang, tidak ada interaksi antara kepala sekolah dengan tenaga pendidik dan peserta didik, tidak ada pemeliharaan sistem dan selalu berubah perubahan sistem sekolah. Masih terdapat rendahnya disiplin diri disebabkan oleh tidak ada antusias yang tinggi, sikap prilaku yang tertib dan efisien masih rendah, kurang ketaatan, kesetiaan & keteraturan, tidak mematuhi pada tata tertib atau peraturan, kurang kesadaran dalam pengendalian diri, . Masih rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan kognitif siswa, psikologis siswa masih rendah, sikap siswa masih kurang , rendahnya kemampuan siswa dan kurang bertanggungjawab, evaluasi diri siswa masih kurang. Identifikasi hasil belajar yang akan dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya yang mencakup pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, yaitu kemampuan kognitif, psikologis . ntelegensi, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan, dan kesiapa. , sikap, tanggung jawab dan evaluasi. Pada era industri 4. 0 saat ini, diperlukan kemampuan efektivitas knowledge management yang baik, agar setiap informasi, pengetahuan, database dapat dengan mudah dilakukan iidentifikasi dan pemetaan, didokumentasikan dengan baik, di evaluasi, dan di sharing, sehingga guru sekolah minggu Buddha dapat bekerja lebih produktif, menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, meningkatkan kemampuan dan tanggug jawab dan kinerja guru sekolah minggu Buddha dalam pencapaian tujuan organisasi. Budaya organisasi sekolah minggu Buddha adalah sebuah sistem makna yang membentuk pola nilai, norma, keyakinan dan sikap setiap guru sekolah minggu Buddha. Ketika budaya organisasi sekolah minggu Buddha yang baik, menyenangkan dan mendukung pelaksaan tugas dan tanggung jawab guru sekolah minggu Buddha tentunya sangat mempengaruhi kinerja guru sekolah minggu Buddha (Hidayat, 2. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Iklim Sekolah Sekolah adalah tempat di mana semua unit kerja sekolah menjalankan fungsi dan tugas Tidak terlepas dari iklim yang ada di dalam suatu sekolah. iklim sekolah adalah keadaan atau kondisi yang ada di dalam sekolah. Iklim Usman menurut Gilmer Secara formal, iklim sekolah mengacu pada hubungan sosial dan kerja di antara karyawan dan administrator sekolah, dan merupakan karakteristik yang membedakan sekolah dari sekolah lain. Menurut Daryanto dan Hery Tarno, iklim sekolah secara konseptual didefinisikan sebagai sekumpulan elemen yang memberi warna atau karakter, spirit, etos, dan suasana batin setiap sekolah. Secara operasional, sebagaimana halnya pengertian iklim pada cuaca, iklim sekolah dapat dilihat dari faktor seperti kurikulum, sarana, kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan pembelajaran di kelas. Iklim sekolah adalah keadaan kehidupan yang berlangsung di sekolah dengan unsur-unsur yang berada di dalamnya yaitu interaksi adalah kehidupan proses belajar mengajar dan lingkungan. Selain itu, menurut Litwin dan Stringer dalam Hardiyanto iklim sekolah merupakan efek subyektif yang dirasakan . ercieved subjective effect. dari sistem formal, gaya informal dari manager, dan faktor penting lain dari lingkungan pada sikap . , kepercayaan . , nilai . , dan motivasi . orangorang yang bekerja pada suatu lembaga tertentu . Menurut Husnaini Usman iklim sekolah merupakan persepsi warga terhadap lingkungan sekolah, organisasi formal dan non formal sekolah, kepribadian partisipan, kepuasan motivasi, dan kepemimpinan kepala sekolah yang mempengaruhi iklim sekolah tersebut. Iklim sekolah juga merupakan salah satu model konseptual dari kultur organisasi yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dan guru dalam membentuk tujuan, membantu meningkatkan keyakinan diri, usaha, ketekunan, dan prestasi belajar siswa serta kepuasaan guru atas keberhasilannya mengajar. Menurut Freiberg, iklim sekolah adalah inti dari sebuah sekolah, yang terdiri dari siswa, guru, administrator, dan staf Menurut Sergiovanni dalam Warni Tuner, iklim sekolah adalah perasaan yang dimiliki oleh guru, karyawan, dan siswa di suatu lembaga pendidikan. Dengan kata lain, iklim sekolah adalah pola tingkah laku yang dipengaruhi oleh seluruh stakeholder atau warga sekolah secara keseluruhan, serta sumber tekanan dari aktivitas pemimpin. Dengan kata lain, "tata cara bagaimana kita melakukan segala hal di sekolah" dipengaruhi oleh "iklim sekolah". Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan secara umum bahwa "iklim sekolah" adalah suasana di dalam sekolah yang dibentuk oleh hubungan antara seluruh anggota staf sekolah, termasuk hubungan antara kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa. Ketika iklim sekolah baik, hal-hal seperti metode belajar mengajar, tingkat produktivitas sekolah, sikap dan moral individu di sekolah, dan faktor lainnya. Faktor Penentu Iklim Sekolah Semua pekerja sekolah harus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah lingkungan. Dalam hal ini, ada komponen yang mempengaruhi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah. Faktor-faktor berikut mempengaruhi lingkungan kerja guru dan belajar siswa: . Penempatan Personalia merupakan esalahan dalam menempatkan personalia sekolah, khususnya guru, dapat menyebabkan perilaku mereka terganggu, yang dapat merusak lingkungan sekolah. Oleh karena itu, penempatan guru harus sesuai dengan spesialisasi, kegemaran, keterampilan, dan karakter mereka. Pembinaan hubungan dan komunikasi yang efektif sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang baik karena ini adalah bagian yang paling banyak dilakukan oleh guru, terutama selama proses Dengan demikian, kepala sekolah harus memprioritaskan pembinaan tersebut untuk guru. Dinamika guru dipahami sebagai kepala sekolah harus secara bijak mengontrol dinamika ini. Oleh karena itu, kepala sekolah harus mendorong siswa untuk menjadi kreatif dan melaksanakan ide-ide tersebut untuk menciptakan keharmonisan dan keselarasan di . Penyelesaian Konflik digunakan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, masalah harus ditangani dari sudut pandang pencegahan dan penyelesaian. Penghimpunan dan pemanfaatan informasi biasanya kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola informasi dengan baik. Ini karena melakukannya dengan benar akan berdampak positif pada peningkatan lingkungan belajar dan kinerja sekolah. METODE PENELITIAN Riset ini merupakan penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2010:. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey kausal dengan teknik korelasi . Data empiris yang dikumpulkan terdiri dari dua variabel bebas yaitu Iklim Sekolah (X. dan Disiplin Diri (X. dengan variabel terikat Hasil Belajar Siswa (Y). Untuk mendapatkan data di lapangan digunakan alat ukur ( instrume. berupa kuisioner/angket tertutup yang disusun berdasarkan indikator Ae indikator yang ada dalam variabel penelitian dengan kisi Ae kisi yang selanjutnya sebagai acuan pembuatan butir Ae butir instrument menggunakan skala Likert. Data primer yang dikumpulkan adalah data mengenai iklim sekolah, disiplin diri dan hasil belajar siswa. Teknik pengukuran yang akan dilaksanakan yaitu dengan teknik rating scale dimana penyusunannya dalam bentuk butir Ae butir pernyataan dari tiap- tiap indikator ynag ada pada variabel penelitian dan dari tiap pernyataan diikuti sebanyak 5 ( lima ) responden yg menunjukkan tingkatan skala sikap responden. Selanjutnya dilakukan tahap pembuatan instrument, tahap pengujian instrument dengan menggunakan perhitungan statistik, tahap berikutnya yaitu mendapatkan validasi instrumen dan relabilitias instrumen, setelah itu melakukan penyebaran instrumen yang ditunjukkan kepada semua yang telah ditentukan. Pada Riset ini menggambarkan hubungan antara iklim sekolah, disiplin diri dengan hasil belajar siswa yang mana konsistensi masalah bahwa hasil belajar siswa (Y) dipengaruhi dari beberapa faktor penunjuang antara lain iklim sekolah (X. dan disiplin diri (X. Data pada riset ini dilakukan pada beberapa SMA Swasta di Jakarta dimana mayoritas beragama Buddha. Instrumen pengukuran data pada riset ini dalam memperoleh data dilapangan menggunakan kuesioner dengan teknik rating scale uang menggambarkan tingkatan skala sikap dari seorang responden. Populasi pada riset sebanyak 300 siswa dari enam SMA Swasta di Jakarta. Berdasarkan populasi tersebut proses penentuan sampel yang terdapat pada riset ini memakai metode sensus, adapun teknik pengambilan sampel pada riset ini dilakukan dengan jenis Probability Sampling. Tabel 1. Penetuan Sampel dalam Penelitian Sebaran Siswa SMA Swasta Sekolah Ukuran Sampel Jumlah Prosentase Slovi Pembulata Siswa (%) SMA Budi Agung SMA Dhammasavana SMA Dhamma Budhi Bakti 50 SMA Permai SMA Dharma Suci SMA Bunga Hati Bangsa Total Keseluruhan Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data secara deskriptif berdasarkan informasi yang diperoleh sebelum menguji hipotesis. Dalam teknik analisa data dekriptif ini digunakan untuk penyajian data, ukuran sentral dan ukuran dari skor setiap variabel yang diteliti. Penyebaran data menggunakan daftar distribusi dan histogram. Ukuran sentral meliputi mean, median dan modus dan ukuran penyebaran meliputi varian dan simpangan baku. Teknik analisis yang digunakan menguji hipotesis dengan menggunakan teknik analisis regresi dan korelasi berganda yaitu dengan persamaan : Y = a b1 X1 b2 X2 yuA . Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian uji prasyarat analisis yaitu : uji normalitas gallat taksiran, uji homogenitas, uji Linearitas dan signifikansi koefisiensi regresi dan korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat kerapatan linier antara sepasang variabel / perubah. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil riset ini dapat dideskripsikan data yang dikumpulkan dengan dua varibel bebas iklim sekolah dan disiplin diri serta satu variabel terikat hasil belajar siswa SMA Swasta di jakarta dengan sampel responden 171 siswa maka berdasarkan hasil analisis dari keseluruhan responden Siswa SMA Swasta di jakarta yang diteliti didapat data distribusi frekuensi terlihat pada tabel berikut: Tabel 2. Distribusi Frekuensi Variabel Iklim Sekolah (X. Kelas Interval Kelas Frekwensi Absolut 84 Ae 93 94 Ae 103 104 Ae 113 114 Ae 123 124 Ae 133 134 Ae 143 19 144 Ae 153 23 154 Ae 163 5 Jumlah Sumber: Data diolah . Frekwensi Relatif (%) 7,02 7,60 15,79 16,96 25,15 11,11 13,45 2,92 Pada tabel di atas bahwa kebutuhan porsi terbesar penelitian Iklim Sekolah (X. siswa SMA Swasta di Jakarta berada pada kelas interval antara 124 - 133 sebesar 25,15% dari Posisi ke dua ditempati oleh kelas interval 114 - 123 sebesar 16,96%. Posisi ke tiga ditempati kelas interval 104 - 113 sebesar 15,79%. Posisi ke empat ditempati kelas interval 114 - 153 sebesar 13,45%. Posisi ke lima ditempati kelas interval 134 Ae 143 sebesar 11,11%. Posisi ke enam ditempati kelas interval 94 Ae 103 sebesar 7,60%. Posisi ke tujuh ditempati kelas interval 84 Ae 93 sebesar 7,02% dan posisi ke delapan ditempati kelas interval 154 Ae 163 sebesar 2,92%. Hal ini menunjukkan bahwa Iklim Sekolah (X. siswa SMA Swasta di Jakarta belum merata dan perlu ditingkatkan Iklim Sekolah (X. siswa SMA Swasta di Jakarta. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Variabel Disiplin Diri (X. Kelas Interval Kelas 69 Ae 78 79 Ae 88 89 Ae 98 99 Ae 108 109 Ae 118 119 Ae 128 129 Ae 138 139 Ae 148 Jumlah Sumber: Data diolah . Frekwensi Absolut Frekwensi Relatif (%) 7,02 7,60 15,79 16,96 25,15 11,11 13,45 2,92 Pada tabel di atas bahwa kebutuhan porsi terbesar penelitian Disiplin Diri (X. Siswa SMA Swasta di Jakarta berada pada kelas interval antara 109 - 118 sebesar 25,15% dari Posisi kedua ditempati oleh kelas interval 99 - 108 sebesar 16,96%. Posisi ke tiga ditempati kelas interval 89 - 98 sebesar 15,79%. Posisi ke empat ditempati kelas interval 129 Ae 138 sebesar 13,45%. Posisi ke lima ditempati kelas interval 119 Ae 128 sebesar 11,11%. Posisi ke enam ditempati kelas interval 79 - 88 sebesar 7,60%. Posisi ke tujuh ditempati kelas interval 69 - 78 sebesar 7,02% dan posisi ke delapan ditempati kelas interval 139 Ae 148 sebesar 2,92%. Hal ini menunjukkan bahwa Disiplin Diri (X. Siswa SMA Swasta di Jakarta belum merata dan perlu ditingkatkan Disiplin Diri (X. Siswa SMA Swasta. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Variabel Hasil Belajar (Y) Kelas Interval Kelas 13 Ae 15 16 Ae 18 19 Ae 21 22 Ae 24 25 Ae 27 28 Ae 30 31 Ae 33 34 Ae 36 Jumlah Sumber: Data diolah . Frekwensi Absolut Frekwensi Relatif (%) 7,60 12,28 14,62 16,37 20,47 14,04 11,70 2,92 Pada tabel di atas bahwa kebutuhan porsi terbesar penelitian Hasil Belajar (Y) Siswa SMA Swasta di Jakarta berada pada kelas interval antara 25 - 27 sebesar 20,47% dari populasi. Posisi kedua ditempati oleh kelas interval 22 - 24 sebesar 16,37%. Posisi ke tiga ditempati kelas interval 19 - 21 sebesar 14,62%. Posisi ke empat ditempati kelas interval 28 Ae 30 sebesar 14,04%. Posisi ke lima ditempati kelas interval 16 - 18 sebesar 12,28%. Posisi ke enam ditempati kelas interval 31 - 33 sebesar 11,70%. Posisi ke tujuh ditempati kelas interval 13 Ae 15 sebesar 7,60% dan posisi ke delapan ditempati kelas interval 34 Ae 36 sebesar 2,92%. Hal ini menunjukkan bahwa Hasil Belajar (Y) Siswa SMA Swasta di Jakarta belum merata dan perlu ditingkatkan Hasil Belajar (Y) Siswa SMA Swasta di Jakarta. Pengujian Persyaratan Analisis Hasil perhitungan normalitas galat taksiran Y-1-2 menggunakan SPSS V. 20 pada kolom Klomogorov- Simirnov atau Shapiro-Wilk diperoleh Hasil Belajar (Y) Rhitung = 0,079. Iklim Sekolah(X. Rhitung = 0,200 dan Disiplin Diri (X. Rhitung = 0,61 sementara itu Ltabel:. =0. 05:n=. = 0,067 dan Ltabel:. =0. 01:n=. = 0,078. Sementara itu Persyaratan normal, jika bilangan Sig. lebih dari 0,05 artinya Lembaran data berasal dari populasi yang berdistribusi Normal adalah Rhitung > Rabel, dengan demikian galat baku taksiran Y-1-2 berasal dari populasi yang berdistribusi Normal. Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Galat Lhitung Y-1 0,200 Y-2 0,200 Syarat Normal: Lhitung > Sig. Sumber : Data diolah . Ltabel ( =0. 05:n=. 0,067 0,067 Keterangan ( =0. 01:n=171 0,078 0,078 Normal Normal Tabel 7. Hasil Uji Homogenitas PENGELOMPOKAN Sig. Keterangan Y atas X1 Y atas X2 Syarat homogen: Sig. > 0,05. Sumber : Data diolah . 0,577 0,678 Homogen Homogen Tabel 8. Hasil Uji Multikoleniaritas Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,547 1,827 0,547 1,827 Model Iklim Sekolah Disiplin Diri Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Data diolah . Tabel 9. Hasil Uji Linieritas PENGELOMPOKAN Y dan X1 Y dan X2 Syarat Homogen: Sig > 0,05 Sumber: Data diolah . Sig. 0,397 0,556 Keterangan Linier Linier Hasil perhitungan linieritas menggunakan SPSS V. 20 pada kolom Sig. Deviation from Liniearity sebesar 0,556 lebih besar dari 0,05 . ,556 > 0,. Persyaratan linier, jika bilangan Sig. lebih dari 0,05 artinya Nilai variabel Disiplin Diri dan Hasil Belajar memiliki hubungan yang linier. Pengujian Hipotesis Tabel 10. Koefisien Korelasi antara Iklim Sekolah (X) terhadap Hasil Belajar (Y) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. -5,119 Iklim Sekolah 0,236 Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Data diolah . Standardized Coefficients Std. Beta Error 1,903 0,015 0,765 Sig. -2,689 15,438 0,008 0,000 Untuk menguji adanya pengaruh antara Iklim Sekolah (X. terhadap Hasil Belajar (Y) dilakukan uji signifikan persamaan regresi dengan uji t. Persamaan Analisa Hipotesis teruji bila signifikansi < 0,05, maka Nilai variabel X1 terdapat berpengaruh. Berdasarkan perhitungan diperoleh tingkat signifikansi Iklim Sekolah (X. 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 15,438 > t tabel 1,654 kesimpulanya terdapat berpengaruh, skor thitung = 15,438 dan skor ttabel . ,05. = 1,654 skor ttabel . ,01. = 2,349. Hal ini berarti thitung > ttabel. Dengan demikian menunjukan bahwa persamaan regresi tersebut signifikan, bahwa Analisa Hipotesis Alternatif (H. diterima dan Analisa Hipotesis (H. ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada berpengaruh positif dan signifikan antara Iklim Sekolah (X. terhadap Hasil Belajar (Y). Tabel 11. Hasil Uji Koefisien Korelasi antara Disiplin Diri (X. terhadap Hasil Belajar (Y) Coefficientsa Unstandardized Model Coefficients Std. Error (Constan. 2,029 1,673 Disiplin Diri 0,205 0,015 Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Data diolah . Standardize Coefficients Beta 0,716 Sig. 1,212 13,319 0,227 0,000 Untuk menguji adanya pengaruh antara Disiplin Diri (X. terhadap Hasil Belajar (Y) dilakukan uji signifikan persamaan regresi dengan uji t. Persamaan Analisa Hipotesis teruji bila signifikansi < 0,05, maka Nilai variabel X2 terdapat berpengaruh. Berdasarkan perhitungan diperoleh tingkat signifikansi Disiplin Diri (X. 0,000 < 0,05 dan nilai nilai t hitung 13,319 > t tabel 1,654 kesimpulanya terdapat berpengaruh, skor thitung = 13,319, dan skor ttabel . ,05. = 1,654 skor ttabel . ,01. = 2,349. Hal ini berarti thitung > ttabel. Dengan demikian menunjukan bahwa persamaan regresi tersebut signifikan, bahwa Analisa Hipotesis Alternatif (H. diterima dan Analisa Hipotesis (H. ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada berpengaruh positif dan signifikan antara Disiplin Diri (X. terhadap Hasil Belajar (Y). Tabel 12. Hasil Uji Koefisien Korelasi antara Iklim Sekolah (X. dan Disiplin Diri (X. terhadap Hasil Belajar (Y) Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Sig. Std. Beta Error 1 (Constan. -6,980 1,758 -3,970 0,000 Iklim Sekolah 0,160 0,019 0,518 8,504 0,000 Disiplin Diri 0,105 0,017 0,367 6,030 0,000 Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Data diolah . Model Untuk menguji adanya pengaruh antara Iklim Sekolah (X. dan Disiplin Diri (X. terhadap Hasil Belajar (Y) dilakukan uji signifikan persamaan regresi dengan uji t. Persamaan Analisa Hipotesis teruji bila signifikansi < 0,05, maka Nilai variabel X1 dan X2 terdapat Berdasarkan perhitungan diperoleh tingkat signifikansi X1 = 0,000 < 0,05 dan X2 = 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung X1 = 8,504 > t tabel 1,654 sedangkan nilai thitung X2 = 6,030 > t tabel 1,654. Kesimpulanya terdapat berpengaruh, dimana didapat skor thitung = 8,504 dan 6,030, sedangkan skor ttabel . ,05. = 1,654 skor ttabel . ,01. =2,349. Hal ini berarti thitung > ttabel. Dengan demikian menunjukan bahwa persamaan regresi tersebut signifikan, bahwa Analisa Hipotesis Alternatif (H. diterima dan Analisa Hipotesis (H. ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada berpengaruh positif dan signifikan antara Iklim Sekolah (X. dan Disiplin Diri (X. terhadap Hasil Belajar (Y). Dari hasil perhitungan koefisien korelasi antara Disiplin Diri (X. dan Hasil Belajar (Y), persamaan Analisa Hipotesis teruji bila nilai Signifikance . -taile. < 0,05 maka terdapat hubungan yang positif dan signifikan. Berdasarkan perhitungan uji koefisien korelasi dengan nilai Signifikance . -taile. Disiplin Diri (X. adalah 0,000 < 0,05 dan nilai pearson correlation sebesar 0,716 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antar Nilai variabel X2 dengan Nilai variabel Y, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian koefisien korelasi antara Disiplin Diri (X. dan Hasil Belajar (Y) adalah signifikan. Berarti terdapat hubungan positif dan signifikan . antara Disiplin Diri (X. dengan Hasil Belajar (Y), termasuk dalam kategori tingkat hubungan kuatAdapun hasil uji koefisien korelasinya adalah seperti berikut: Tabel 13. Hasil Uji Koefisien Korelasi Korelasi Antara Y dengan X1 Y dengan X2 Syarat signifikan: Sig. < 0,05 Sumber : Data diolah . Pearson Correlation 0,765 0,716 Sig. -taile. 0,000 0,000 Keterangan Signifikan Signifikan Pembahasan Hasil Penelitian Berikut ini akan disajikan pembahasan hasil riset tentang hasil analisis regresi dan koresional antara Nilai variabel Iklim Sekolah (X. dan Disiplin Diri (X. baik secara sendirisendiri . maupun secara bersama-sama . terhadap Hasil Belajar (Y) Siswa SMA Swasta di Jakarta, pembuktian Analisa Hipotesis yang bersumber dari Lembaran data kuesioner dan latihan soal yang diperoleh dihubungkan dengan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Siswa SMA Swasta di Jakarta ada tiga Analisa Hipotesisi dan Pembahasan mengenai temuan empiris ini akan dijelaskan dalam uraian sebagai berikut. Persamaan regresi 1 = 0,236 X1 - 5,119 dengan skor Persamaan Analisa Hipotesis teruji t hitung > t tabel = 15,438 > 1,654 dan Fhitung = 238,343 > Ftabel . ,05. = 1,66, Ftabel . ,01. = 2,03, yang artinya bahwa persamaan regresi positif dan sangat signifikan. Persamaan regresi tersebut bersifat linier, skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1 = 0,765, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat antara Iklim Sekolah (X. terhadap Hasil Belajar (Y) Siswa SMA Swasta di Jakarta. Persamaan regresi 2 = 0,205 X2 2,029 dengan skor Persamaan Analisa Hipotesis teruji t hitung > t tabel yaitu 13,319 > 1,654 dan Fhitung = 177,389 > Ftabel . ,05. = 1,66, Ftabel . ,01. = 2,03, yang artinya bahwa persamaan regresi positif dan sangat signifikan. Persamaan regresi tersebut bersifat linier, skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry2 = 0,716, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat antara Disiplin Diri (X. terhadap Hasil Belajar (Y) Siswa SMA Swasta di Jakarta. Persamaan regresi 3 = 0,160 X1 0,105 X2 Ae 6,980 dengan skor Persamaan Analisa Hipotesis teruji Fhitung = 162,287 > Ftabel . ,05. = 1,67. Ftabel . ,01:. = 2,06, yang artinya persamaan regresi berpengaruh positif dan sangat signifikan. Persamaan regresi tersebut bersifat linier, skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1. 2 = 0,812, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat antara Iklim Sekolah (X. dan Disiplin Diri (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) Siswa SMA Swasta di Jakarta. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Widyanggoro Pamungkas. Cepi S. Abdul Jabar . menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara parsial profesionalitas . 2 = 12,4%), kepuasan kerja . 2= 11,2%) dan Disiplin Diri . 2= 7,7%) terhadap Hasil Belajar, dan secara bersama-sama pengaruhnya (R. sebesar 22,3% maka didapatkan hasil Analisa Penelitian pengujian ini dimana siswa memiliki iklim sekolah dengan suasana belajar yang kondusif, perhatian dan dukungan kepala sekolah dan guru serta disiplin diri terhadap kepatuhan terhadap perturan dan tatatertib, memiliki kesadaran dalam pengendalian diri, prilaku yang efisien dan antusias diri yang tinggi sehingga mencapai tujuan pembelajaran dengan hasil belajar yang baik. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Secara ideal dari penelitian dengan melakukan tahapan penelitian kuantitatif melalui proses analisa hasil pengolahan data, perhitungan statistik, pengujian Analisa Hipotesis dan pembahasan hasil penelitian yang kemudian diperkuat dengan tahap penelitian kualitatif melalui proses observasi, wawancara mendalam dan pengumpulan dokumen, maka penelitian mengenai peningkatan Hasil Belajar (Y) Siswa SMA Swasta di Jakarta melalui Iklim Sekolah dan Disiplin Diri menghasilkan beberapa kesimpulan penelitian yang dirinci sebagai berikut: Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Nilai variabel Iklim Sekolah dengan Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta dengan koefisien ry1 = 0,765, koefisien determinasi . 2 = 0,585 . ,5%) dengan persamaan regresi Y= -5,119 0,236X1 . Hal ini berarti semakin tinggi Iklim Sekolah maka semakin tinggi Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta. Dari hasil temuan yang diperoleh dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa Iklim Sekolah yang baik akan menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi siswa, sehingga memberikan persepsi siswa yang baik dalam belajar, terdapat dukungan guru dan hubungan baik anatar kepala sekolah, guru dan siswa. Apabila setiap sekolah menjaga Iklim sekolah dengan baik dalam pemeliharaan sistem dan maupun perubahan sistem tetap dalam komitmen maka akan memberikan kontribusi dalam peningkatan Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta dimana siswa merasa nyaman, tentram dengan lingkungan yang tenang dan sejuk dalam pembelajaran, serta fasilitas yang beragam menunjang pembelajaran di kelas. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Nilai variabel Disiplin Diri dengan Nilai variabel Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta, dengan koefisien ry2 = 0,716, koefisien determinasi . 2 = 0,512 . ,2%) dengan persamaan regresi Y = 2,029 0,205X2. Hal ini berarti semakin baik Disiplin Diri maka semakin meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta. Dari hasil temuan yang diperoleh dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa Disiplin Diri yang memiliki nilai ketaatan dan kesetiaan mematuhi segala bentuk peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah, dengan adanya kesadaran dalam pengendalian diri, jujur dalam perbuatan dan perkataan sehingga memiliki prilaku yang tertib baik dan efisien. Disamping itu siswa memiliki antusias diri yang tinggi dalam belajar pastilah akan meningkatkan hasil belajar yang baik. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Nilai variabel Iklim Sekolah dan Disiplin Dirisecara bersama- sama dengan Nilai variabel Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien ry12 = 0,812, koefisien determinasi . 2 = 0,659 . ,9%) dengan persamaan regresi Y = -6,980 0,160 X1 0,105 X2 . Berarti semakin tinggi Iklim Sekolah dan semakin baik Disiplin Diri secara bersama - sama dapat meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta. Dimana dengan memiliki ketaatan dan kesadaran dalam pengendalian diri serta persepsi siswa terhadap system sekolah yang baik akan meningkatkan Hasil Belajar siswa. Saran Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan dan implikasi di dalam penelitian, bahwa Hasil Belajar dapat ditingkatkan dengan adanya Iklim Sekolah dan Disiplin Diri . Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif masukan bagi kepala sekolah, serta pihak / instansi terkait untuk meningkatan hasil belajar siswa. Saran Ae saran terhadap hasil belajar dapat diuraikan sebagai berikut : . Pihak sekolah dapat memberikan dukungan moriil bagi siswa serta lingkungan belajar yang mendukung agar siswa mendapatkan fasilitas yang baik untuk mengeksplorasi kemampuan yang dimilikinya untuk meningkatkan hasil belajarnya. Kepala Sekolah memberikan perhatian kepada guru berupa penyediaan sarana dan prasarana belajar seperti kelengkapan bahan ajar. Sehingga siswa mendapatkan pembelajaran yang . Sekolah memberikan kebebasan bagi guru untuk menjalankan proses pembelajaran dikelas sesuai dengan kurikulum yang berlaku, serta menerima dan menindak lanjutiide maupun usulan yang diberikan guru untuk mencapai proses pembelajaran dengan . Sekolah memberikan penetapan target yang harus dicapai guru baik itu target peningkatan kemampuan siswa maupun target Hasil Belajar siswa sehingga guru akan secara aktif membuat rencana dan strategi yang dapat mencapai target yang telah diberikan guna mencapai tujuan pembelajaran kepada siswa. DAFTAR PUSTAKA