e-ISSN 2747-2612 Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics Vol. 6 No. 2, 2025, 251-267 Pengaruh Infrastruktur. Investasi dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Sumatera dalam Perspektif Ekonomi Islam Tahun 2019-2023 Yulistia Devi1. Ajeng Windi Saputri2. Budimansyah3. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung E-mail : yulistiadevi@radenintan. id1, ajengwindi63@gmail. budimansyah@radenintan. Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan mengenai infrastruktur, investasi dan tenaga kerja di Pulau Sumatera menggunakan 10 Provinsi yang mengalami fluktuatif sejak 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2019 hingga 2023 yang mempengaruhi terjadinya fluktuatif pula pada pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah infrastruktur, investasi dan tenaga kerja berpengaruh terhadap infrastruktur, investasi dan tenaga kerja tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 5 tahun sejak tahun 2019 hingga 2023 menggunakan 10 Provinsi di Pulau Sumatera. Sampel yang digunakan metode sampel jenuh yaitu menggunakan seluruh populasi dijadikan sampel mengenai infrastruktur, investasi, tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera menggunakan 10 Provinsi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data panel yang diolah menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel infrastruktur, investasi, tenaga kerja berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera menggunakan 10 Provinsi tahun 2019- 2023. Dalam perspektif ekonomi Islam, pertumbuhan ekonomi yang ada di Pulau Sumatera, seharusnya dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat dan perlu adanya dukungan dari Pemerintah untuk mengembangkannya, kegiatan yang produktif ini dapat meningkatkan pendapatan di suatu daerah. Kata kunci : Infrastruktur. Investasi. Pertumbuhan Ekonomi. Tenaga Kerja Pendahuluan Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi mempunyai hubungan yang saling berkaitan. pembangunan ekonomi sangat mendorong pertumbuhan ekonomi dan begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi Indonesia. (MaAoruf & Wihastuti, 2. Infrastruktur yang memadai sangat penting untuk pembangunan ekonomi. Proyek seperti Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan meningkatkan konektivitas. Manfaat pembangunan infrastruktur jalan harus terkonsentrasi pada investasi, termasuk investasi pemerintah dan investasi swasta dalam proyek-proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), seperti contohnya adalah jalan tol. (Razif, 2. Berikut adalah populasi data infrastruktur di Pulau Sumatera tahun 2019-2023: Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 251 Devi. Windi. Budi Tabel 1. Populasi Data Infrastruktur Di Pulau Sumatera Tahun 2019-2023 (Dalam KM) Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau Total Angkatan Kerja 27. Sumber Data : Badan Pusat Statistik, 2024 Berdasarkan tabel di atas, data infrastruktur di Pulau Sumatera tahun 2019-2023 mengalami ketidakstabilan. Di Provinsi Aceh, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 632 KM dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 23. KM. Di Provinsi Sumatera Utara, terjadi peningkatan di tahun 2020 mencapai 40. 956 KM, namun terjadi penurunan di tahun 2021 menjadi 40. 739 KM dan terjadi peningkatan kembali yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 40. 979 KM. Di Provinsi Sumatera Barat, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 22. 323 KM, lalu terjadi peningkatan di tahun 2021 mencapai 22. 649 KM, namun terjadi penurunan kembali di tahun 2022 999 KM dan 20. 999 di tahun 2023 mencapai 22. 602 KM. Di Provinsi Riau, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 24. 115 KM, lalu terjadi peningkatan di tahun 2021 mencapai 24. 293 KM dan terjadi penurunan kembali di tahun 2023 menjadi 24. KM. Di Provinsi Jambi, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 353 KM. Di Provinsi Sumatera Selatan, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2021 mencapai 19. 606 KM, namun terjadi penurunan di tahun 2022 menjadi 19. KM dan terjadi peningkatan kembali di tahun 2023 mencapai 19. 838 KM. Di Provinsi Bengkulu, terjadi penurunan yang signifikan hingga tahun 2021 menjadi 9. 191 KM dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 9. 228 KM. Di Provinsi Lampung, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 20. 715 KM dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 20. 767 KM. Di Provinsi Kep. Bangka Belitung, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 5. 891 KM. Provinsi Kepulauan Riau, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 688 KM. Berikut adalah populasi data investasi di Pulau Sumatera tahun 2019-2023: Tabel 2. Populasi Data Investasi Di Pulau Sumatera Tahun 2019-2023 (Dalam Milya. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 252 Devi. Windi. Budi Provinsi Aceh 606,90 8. 241,10 7. 904,70 4. 424,20 8. 883,30 Sumatera Utara 189,50 18. 484,50 22. 789,20 Sumatera Barat 026,60 3. 106,20 4. 183,70 2. 559,80 4. 488,20 Riau 292,20 34. 117,80 24. 997,80 243,30 Jambi 437,40 3. 511,70 6. 204,20 8. 882,70 Sumatera Selatan 16. 921,10 15. 824,50 16. 266,90 602,40 Bengkulu 458,10 5. 399,20 4. 923,50 6. 957,30 7. 218,70 Lampung 428,90 7. 120,50 10. 513,20 5. 809,20 7. 625,80 Bangka Belitung 2. 915,20 1. 863,80 3. 677,40 961,40 Kepulauan Riau 5. 656,40 768,70 4. 817,40 8. 856,60 Sumber Data : Badan Pusat Statistik, 2024 Berdasarkan tabel di atas, data investasi di Pulau Sumatera tahun 2019-2023 mengalami ketidakstabilan. Di Provinsi Aceh, terjadi peningkatan di tahun 2020 241,10 milyar, namun terjadi penurunan yang signifikan hingga tahun 2022 424,20 milyar dan terjadi peningkatan kembali di tahun 2023 mencapai 8. 883,30 Di Provinsi Sumatera Utara, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 18. 189,50 milyar, lalu terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2022 mencapai 22. 789,20 milyar dan terjadi penurunan kembali di tahun 2023 menjadi 21. 574 milyar. Di Provinsi Sumatera Barat, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2021 mencapai 4. 183,70 milyar, lalu terjadi penurunan di tahun 2022 menjadi 2. 559,80 milyar dan terjadi peningkatan kembali di tahun 2023 mencapai 4. 488,20 milyar. Di Provinsi Riau, terjadi peningkatan di tahun 2020 mencapai 34. 117,80 milyar, namun terjadi penurunan di tahun 2021 menjadi 24. 997,80 milyar dan terjadi peningkatan kembali yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 48. 243,30 milyar. Di Provinsi Jambi, terjadi penurunan di tahun 2020 511,70 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 939 milyar. Di Provinsi Sumatera Selatan, terjadi penurunan di tahun 2020 824,50 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 602,40 milyar. Di Provinsi Bengkulu, terjadi penurunan signifikan hingga tahun 2021 menjadi 4. 923,50 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 7. 218,70 milyar. Di Provinsi Lampung, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2021 mencapai 10. 513,20 milyar, namun terjadi penurunan di tahun 2022 menjadi 5. 809,20 milyar dan terjadi peningkatan kembali di tahun 2023 625,80 milyar. Di Provinsi Kep. Bangka Belitung, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 1. 863,80 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 961,40 milyar. Di Provinsi Kepulauan Riau terjadi peningkatan di tahun 2020 249 milyar, namun terjadi penurunan yang signifikan hingga tahun 2022 817,40 milyar dan terjadi peningkatan kembali di tahun 2023 mancapai 8. 856,60 Berikut adalah populasi data tenaga kerja di Pulau Sumatera tahun 2019-2023. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 253 Devi. Windi. Budi Tabel 3. Populasi Data Tenaga Kerja Di Pulau Sumatera Tahun 2019-2023 (Dalam %) Provinsi Aceh 45,88 38,12 39,31 38,55 40,14 Sumatera Utara 40,38 40,67 40,93 41,48 Sumatera Barat 37,87 33,72 35,23 34,74 35,81 Riau 47,78 44,03 45,43 45,98 47,87 Jambi 42,94 37,26 37,99 40,02 40,27 Sumatera Selatan 39,48 34,74 35,84 36,72 37,03 Bengkulu 34,88 30,77 31,84 32,46 32,23 Lampung 31,51 27,74 28,69 28,49 29,33 Bangka Belitung 53,18 47,07 49,07 50,37 48,93 Kepulauan Riau 70,43 64,59 64,80 63,68 66,33 Sumber Data : Badan Pusat Statistik, 2024 Berdasarkan tabel di atas, data tenaga kerja di Pulau Sumatera tahun 2019-2023 mengalami ketidakstabilan. Di Provinsi Aceh, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 38,12%, lalu terjadi peningkatan di tahun 2021 mencapai 39,31%, namun terjadi penurunan kembali di tahun 2022 menjadi 38,55% dan terjadi peningkatan kembali di tahun 2023 mencapai 40,14%. Di Provinsi Sumatera Utara, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 40,38% dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 41,48%. Di Provinsi Sumatera Barat, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 33,72%, lalu terjadi peningkatan di tahun 2021 mencapai 35,23%, namun terjadi penurunan kembali di tahun 2022 menjadi 34,74% dan terjadi peningkatan kembali di tahun 2023 mencapai 35,81%. Di Provinsi Riau, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 44,03% lalu terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 47,87%. Provinsi Jambi, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 37,26%, lalu terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 40,27%. Di Provinsi Sumatera Selatan, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 34,74% lalu terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 37,03%. Di Provinsi Bengkulu, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 30,77% lalu terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2022 mencapai 32,46% dan terjadi penurunan kembali di tahun 2023 menjadi 32,23%. Di Provinsi Lampung, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 27,74% lalu terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 29,33%. Di Provinsi Kep. Bangka Belitung, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 47,07% lalu terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2022 mencapai 50,37% dan terjadi penurunan kembali di tahun 2023 menjadi 48,93%. Di Provinsi Kepulauan Riau, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 64,59%, lalu terjadi peningkatan di tahun 2021 mencapai 64,80%, namun terjadi penurunan kembali di tahun 2022 menjadi 63,68% dan terjadi peningkatan kembali di tahun 2023 mencapai 66,33%. Berikut adalah populasi data pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera tahun 2019-2023: Tabel 4. Populasi Data Pertumbuhan Ekonomi Di Pulau Sumatera Tahun 2019-2023 Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 254 Devi. Windi. Budi (Dalam Milya. Provinsi Aceh Sumatera Utara 799. Sumatera Barat 245. Riau Jambi Sumatera Selatan 453. Bengkulu Lampung Bangka Belitung 75. Kepulauan Riau 267. Sumber Data : Badan Pusat Statistik, 2024 Berdasarkan tabel di atas, data pertumbuhan ekonomi atas harga berlaku di Pulau Sumatera tahun 2019-2023 mengalami ketidakstabilan. Di Provinsi Aceh, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 227. 110 milyar. Di Provinsi Sumatera Utara, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 995 milyar. Di Provinsi Sumatera Barat, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 894 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 770 milyar. Di Provinsi Riau, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 727. 599 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 1. 472 milyar. Provinsi Jambi, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 205. 082 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 293. 729 milyar. Di Provinsi Sumatera Selatan, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 100 milyar. Di Provinsi Bengkulu, terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 mencapai 96. 551 milyar. Di Provinsi Lampung, terjadi penurunan di tahun 2020 025 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 880 milyar. Di Provinsi Kep. Bangka Belitung, terjadi penurunan di tahun 2020 menjadi 75. 520 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 636 milyar. Di Provinsi Kepulauan Riau, terjadi penurunan di tahun 2020 095 milyar dan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2023 890 milyar. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang syarat dengan nuansa angka-angka dalam teknik pengumpulan data Dalam analisis data, metode penelitian kuantitatif memerlukan bantuan Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 255 Devi. Windi. Budi perhitungan ilmu statistik, baik statistik deskriptif maupun inferensial . ang menggunakan rumus-rumus statistik non-parametri. (Amala & Budimansyah, 2. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan intrumen penelitian, analisis data bersifat statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Penentuan sampel pada penelitian ini berdasarkan teori Roscoe ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30-500, sampel yang diambil yaitu sampel laporan data infrastruktur, investasi, dan tenaga kerja, khususnya terkait jalan tol di Pulau Sumatera dari 2019 hingga 2023, dan Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini dengan metode kuantitatif menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) sebagai alat pengujian hipotesa menggunakan program eviews12. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Hasil Penelitian Uji Chow Uji Chow dilakukan untuk mengetahui model yang paling tepat antara model common effect dan model fixed effect yang akan digunakan untuk regresi data panel(Salma & Devi, 2. Tabel 4 Effect Test Cross-section F Cross-section Chi-square Hasil Uji Chow Statistic 0,913474 10,032481 . Probabilitas 0,5242 0,3579 Sumber Data: Data diolah menggunakan Eviews 12, 2024 Dari hasil uji chow, nilai probability sebesar 0,3579 > 0,05, maka model yang terpilih yaitu common effect model (CEM). Uji Hausman Tabel 5. Hasil Uji Hausman Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Test Summary Probabilitas Cross-section 7,387946 0,0605 Sumber Data: Data diolah menggunakan Eviews 12, 2024 Berdasarkan tabel di atas, hasil cross section random 0,0605 > 0,05 maka maka terpilih random effect model (REM). Regresi Data Panel. Uji LM Berikut hasil untuk uji LM Test: Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 256 Devi. Windi. Budi Breusch-Pagan Honda King-Wu Standarized Honda Standarized King-Wu Gourieroux. et al. Tabel 6. Hasil Uji LM Test Cross-Section Test Hypotesis Time 2,353306 37,37904 ,1. ,0. -1,534049 6,113840 ,9. ,0. -1,534049 6,113840 ,9. ,0. -1,332359 8,366437 ,9. ,0. -1,332359 8,366437 ,9. ,0. Both 39,73234 . ,0. 3,238401 . ,0. 4,236085 . ,0. 1,042599 . ,1. 2,580667 . ,0. 37,37904 ,0. Sumber Data: Outpot Eviews 12, 2024 Berdasarkan tabel di atas, hasil Breusch-Pagan 0,1250 > 0,05 maka terpilih common effect model (CEM). Berikut adalah rekapitulasi hasil pemilihan model regresi data panel: Tabel 7. Rekapitulasi Hasil Pemilihan Model Regresi Data Panel Pengujian Hasil Kesimpulan Uji Chow Prob > 0,05 CEM Prob < 0,05 FEM Uji Hausman Prob > 0,05 REM Prob < 0,05 FEM Uji LM Test Prob > 0,05 CEM Prob < 0,05 REM Sumber Data : Outpot Eviews 12, 2024 Uji Asumsi Klasik . Uji Multikolinieritas Berikut adalah hasil uji multikolinieritas: Tabel 8. Hasil Uji Multikolinieritas Variabel Infrastruktur (X. Investasi (X. Tenaga Kerja (X. Infrastruktur (X. 1,000000 0,435529 -0,475000 Investasi (X. 0,435529 1,000000 0,143568 Tenaga Kerja (X. -0,475000 0,143568 1,000000 Sumber Data: Data diolah menggunakan Eviews 12, 2024 Berdasarkan tabel di atas, hasil koefisien korelasi X1 dan X2 sebesar 0,435529 < 0,80. X1 dan X3 sebesar -0,475000 < 0,80. X2 dan X3 sebesar 0,143568 < 0,80, maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala multikolinieritas dalam penelitian ini Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 257 Devi. Windi. Budi Uji Regresi Linear Sederhana Analisis uji regresi data panel: Yit = a 1 1it 2 2it 3 3it Keterangan: Yi = Pertumbuhan Ekonomi yu = Bilangan konstanta X1 = Infrastruktur X2 = Investasi X3 = Tenaga Kerja = Pulau Sumatera T = tahun 2019-2023. Berikut hasil uji regresi data panel: Y = -3,326675 0,855060X1 0,406218X2 1,071061X3 Berdasarkan hasil, dapat dilihat bahwa: Y = Pertumbuhan Ekonomi. Konstanta sebesar -3,326675. Nilai koefisien estimasi Infrastruktur adalah sebesar 0,855060, artinya setiap kenaikan 1% nilai Infrastruktur, maka nilai Pertumbuhan Ekonomi bertambah sebesar 0,855060. Nilai koefisien estimasi Investasi adalah sebesar 0,406218, artinya setiap kenaikan 1% nilai Investasi, maka nilai Pertumbuhan Ekonomi bertambah sebesar 0,406218. Nilai koefisien estimasi Tenaga Kerja adalah sebesar 1,071061, artinya setiap kenaikan 1% nilai Tenaga Kerja, maka nilai Pertumbuhan Ekonomi bertambah sebesar 1,071061. Uji Hipotesis . Uji T (Uji Parsia. Berikut adalah Hasil Uji t : Variabel Infrastruktur (X. Investasi (X. Tenaga Kerja (X. Tabel 8. Hasil Uji T Coefficient Std. Error T-Statisctic -3,326675 1,718787 -1,935478 0,855060 0,119100 7,179314 0,406218 0,406218 4,899301 1,071061 0,302355 3,542393 Probabilitas 0,0591 0,0000 0,0000 0,0009 Sumber Data : Data diolah menggunakan Eviews 12, 2024 Berdasarkan tabel di atas, variabel X1 (Infrastruktu. memperoleh nilai coefficient sebesar 0,855060, nilai t-statistic sebesar 7,179314 > 1,679 dan nilai sebesar 0,0000 < 0,05 maka variabel X1 (Infrastruktu. berpengaruh positif terhadap Y (Pertumbuhan Ekonom. Variabel X2 (Investas. memperoleh nilai Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 258 Devi. Windi. Budi coefficient sebesar 0,406218, nilai t-statistic sebesar 4,899301 > 1,679 dan nilai sebesar 0,0000 < 0,05 maka variabel X2 (Investas. berpengaruh positif terhadap Y (Pertumbuhan Ekonom. Variabel X3 (Tenaga Kerj. memperoleh nilai coefficient sebesar 1,071061, nilai t-statistic sebesar 3,542393 > 1,679 dan nilai sebesar 0,0009 < 0,05 maka variabel X3 (Tenaga Kerj. berpengaruh positif terhadap Y (Pertumbuhan Ekonom. Uji F (Uji Simulta. Berikut adalah hasil uji f: Hipotesis Tabel 9. Hasil Uji F Variabel FStatistik Infrastruktur, 58,34902 Investasi dan Tenaga Kerja -> Pertumbuhan Ekonomi Probabilitas 0,000000 Sumber Data: Data diolah menggunakan Eviews 12, 2024 Berdasarkan tabel di atas, nilai F-Statistik 58,34902 dan nilai Prob. F statistic sebesar 0,000000 < 0,05, maka secara bersama-sama/serempak variabel Infrastruktur. Investasi dan Tenaga Kerja berpengaruh secara simultan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Uji Koefisien Determinasi Berikut adalah hasil uji koefisien determinasi: Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi R-Squared Adjusted R-Squared 0,791900 0,778328 Sumber Data : Data diolah menggunakan Eviews 12, 2024 Nilai R-squared sebesar 0,791900 . ,19%) berarti variabel Infrastruktur. Investasi dan Tenaga Kerja mempengaruhi variabel Pertumbuhan Ekonomi sebesar 79,19% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model. Pembahasan Berdasarkan hasil pada uji hipotesis yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dibahas dan diinterpretasikan sebagai berikut: Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 259 Devi. Windi. Budi Pengaruh Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Pulau Sumatera Tahun 2019-2023 Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan hasil bahwa Infrastruktur berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Sumatera tahun 2019-2023. Hal ini dibuktikan dengan nilai coefficient sebesar 0,855060, nilai t-statistic sebesar 7,179314 > 1,679 dan nilai prob. sebesar 0,0000 < 0,05 maka variabel X1 (Infrastruktu. berpengaruh positif terhadap Y (Pertumbuhan Ekonom. Artinya, jika Infrastruktur mengalami peningkatan, maka Pertumbuhan Ekonomi juga mengalami peningkatan. Jalan adalah suatu infrastruktur yang berhubungan dengan darat berbentuk apapun meliputi bagian jalan termasuk bangunan pelengkapnya yang diperuntukkan bagi lalu Infrastruktur jalan merupakan salah satu pemicu kelancaran transaksi perekonomian disuatu daerah, jika satu jalan tersebut rusak maka pengiriman atau transaksi ekonomi akan terjadi kemacetan atau terhambat proses pengirimannya maka mengakibatkan perekonomiannya tersebut menurun. (Adisasmita, 2. Oleh karena itu, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi yang memadai sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah(Situmorang, 2. Oleh karena itu. H1 (Hipotesis Alternati. : Pembangunan infrastruktur berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh (Amalia, 2. dengan judul AuAnalisis Pengaruh Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Studi Pada 33 Provinsi Di Indonesia Tahun 2008-2. Ay yang menyatakan bahwa infrastruktur berpengaruh terhadap terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh (Zahra et al. , 2. dengan judul AuAnalisis Dampak Pembangunan Infrastruktur Jalan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kecamatan Medan TembungAy yang menyatakan bahwa infrastruktur berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun hal ini berbanding terbalik dengan penelitian oleh (Suswita et al. , 2. dengan judul AuPengaruh Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten SimalungunAy yang menyatakan bahwa infrastruktur tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur dapat diartikan sebagai sarana dan prasarana umum. Sarana secara umum diartikan sebagai fasilitas publik yang meliputi jalan, rumah sakit, jembatan, air, telepon, tenaga listrik dan lain-lain. Dalam ilmu ekonomi infrastruktur merupakan wujud dari public capital yang dibentuk dari investasi yang dilakukan oleh pemerintah. The World Bank, mengelompokkan infrastruktur menjadi tiga, yaitu infrastruktur ekonomi, sosial dan administrasi. Teori ini memasukkan infrastruktur sebagai input dalam memepengaruhi output agregat dan juga merupakan sumber yang mungkin dalam meningkatkan batasbatas kemajuan teknologi yang didapat dari munculnya eksternalitas pada pembangunan infrastruktur batas-batas kemajuan teknologi yang didapat dari munculnya eksternalitas pada pembangunan infrastruktur (Ichwan, 2. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 260 Devi. Windi. Budi Pengembangan infrastruktur jalan, sebagai bagian penting dari infrastruktur, memiliki peran dalam membuka akses ke daerah yang kurang berkembang dan mempercepat kemajuan daerah yang sudah maju(Jhingan, 2. Peran masyarakat sebagai mobilitasator pembangunan sangat strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi negaranya(Joga et al. , 2. Ada dua komponen yang diukur, yaitu kontribusi output sektor publik terhadap pertumbuhan ekonomi dan efisiensi dari pengeluaran ini terhadap outputnya(Boediono. Dalam Islam, infrastruktur seperti jalan raya juga jalur transportasi lain seperti sungai juga pembangunan akses jalan di wilayah pegunungan hendaknya disinari dengan nilainilai Al-Qur`an seperti menghasilkan fasilitas yang bermanfaat bagi hajat hidup manusia serta tidak merusak alam. (Huda, 2. Sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nahl ayat 15: )15 :16/A ( EIEAu aA UaUE Eac aEac aE eI a eNa eaO oaIA a AaO a eI aIa eOa a aE eI aO a eIN U acOA a A aO a eE CO AaO ea eA a A a aOA Artinya Dia memancangkan gunung-gunung di bumi agar bumi tidak berguncang bersamamu serta . sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat (An-Nahl/16:. Pengaruh Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Pulau Sumatera Tahun Hasil penelitian menunjukkan bahwa Investasi berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Sumatera tahun 2019-2023. Hal ini dibuktikan dengan nilai coefficient sebesar 0,406218, nilai tstatistic sebesar 4,899301 > 1,679 dan nilai prob. sebesar 0,0000 < 0,05 maka variabel X2 (Investas. berpengaruh positif terhadap Y (Pertumbuhan Ekonom. Artinya, jika Investasi mengalami peningkatan, maka Pertumbuhan Ekonomi juga mengalami peningkatan. Investasi jika dikelola dengan baik maka akan mendapat kontribusi yang positif. Pesatnya aliran modal merupakan kesempatan baik guna memperoleh pembiayaan pembangunan ekonomi yang Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Pambudy dan Syairozi . dengan judul AuAnalisis Peran Belanja Modal Dan Investasi Swasta Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Dampaknya Pada Kesejahteraan MasyarakatAy yang menyatakan bahwa investasi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi(Pambudy & Syairozi, 2. , oleh (Apriliansah & Suyatno, 2. dengan judul Au Analisis Pengaruh Investasi Terhadap Pertumbuhan EkonomiAy yang menyatakan bahwa investasi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun hal ini berbanding terbalik dengan penelitian oleh (Nujum & Rahman, 2. dengan judul AuPengaruh Investasi Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kota MakassarAy yang menyatakan bahwa investasi tidak b e r p e n g a r u h t e r h a d a p p e r t u m b u h a n e k o n o m i . Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 261 Devi. Windi. Budi Dalam meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia, dibutuhkan peran strategis yaitu berupa pembentukan modal. Pembentukan stok modal inilah yang bersumber dari kegiatan investasi atau pendanaan di sejumlah pasar Modal yang ditanam oleh para investor . aik perusahaan maupun individ. akan sangat membantu perekonomian dalam menambah stok modal yang dibutuhkan. Modal-modal tersebut ditujukan untuk proses produksi, sehingga akan menghasilkan barang dan jasa yang tentunya dapat digunakan oleh seluruh masyarakat di masa Walaupun begitu, investasi bukanlah tolok ukur kondisi perekonomian Indonesia. Sebab, sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhinya selain dari i n v e s t a s i . ( T e n d e l i l i n , 2 0 0 1 ) . Teori Harrod-Domar menekankan bahwa betapa pentingnya menyisihkan sebagian pendapatan negara untuk membiayai dan memperbaiki barang-barang . angunan, material, peralatan, dan sebagainy. yang mengalami kerusakan. Investasi dalam peralatan modal atau pembentukan modal tidak hanya dapat meningkatkan faktor produksi atau pertumbuhan ekonomi tetapi juga dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat Di dalam teori yang sampai sekarang masih digunakan adalah teori Tabungan dan Investasi oleh Harrod-Domar. Dalam teori tersebut dijelaskan bahwa kegiatan investasi dianggap salah satu faktor penting dan memiliki dua peran sekaligus untuk membawa pengaruh terhadap perekonomian. Pertama, investasi memiliki hubungan positif dengan pendapatan negara. Oleh karena itu, semakin mudah proses investasi, maka semakin banyak kegiatan investasi yang dilakukan dan semakin tinggi pula pendapatan yang dihasilkan oleh negara. Kedua, investasi dapat memperbesar kapasitas produksi ekonomi dengan cara meningkatkan stok modal. Pembentukan modal ini dianggap sebagai pengeluaran yang akan menambah permintaan kebutuhan seluruh Dari kedua hal tersebut, artinya investasi dapat mempengaruhi permintaan d a n j u g a p e n a w a r a n ( J o g i y a n t o , 2 0 0 3 ) . Prinsip Syariah dalam Investasi adalah elemen pokok yang menjadi struktur atau kelengkapan sesuatu, berbeda dengan asas yaitu landasan atau dasar tempat berpijaknya sesuatu dengan tegak. Adapun prinsip syariah yang dimaksud dalam tulisan ini adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan ekonomi dan bisnis berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa dibidang Lembaga fatwa yang dimaksud disini adalah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Namun demikian perlu dijelaskan terlebih dahulu asasasas fikih muamalah, karena kegiatan investasi merupakan bagian dari bermuamalah mAliyah, dan asas merupakan pijakan berdirinya prinsip(Sudarsono, 2. Dalam AlQuran surat Q. S Al-Baqarah ayat 268 yang berbunyi: Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 262 Devi. Windi. Budi a e a e e a a a e a a a e a e a a a a a e ca a a e U a e ca e a a a a Aa NA A EOI O aEI EAC OOIEI aEA ao OcEE O aEI I aA aIINA a U a a e U a NA )268 :2/A ( ECA nAOAE OcEE O a aEOIA Artinya: Setan menjanjikan . enakut-nakut. kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji . , sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah/2:. Berdasarkan ayat di atas. Islam sangat menganjurkan investasi tapi bukan semua bidang usaha diperbolehkan dalam berinvestasi. Aturan-aturan diatas menetapkan batasanbatasan yang halal atau boleh dilakukan dan haram atau tidak boleh dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengendalikan manusia dari kegiatan yang membahayakan m a s y a r a k a t ( S u d a r s o n o , 2 0 0 8 ) . Pengaruh Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Pulau Sumatera Tahun 2019-2023 Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Tenaga Kerja berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Sumatera tahun 2019-2023. Hal ini dibuktikan dengan nilai coefficient sebesar 1,071061, nilai t-statistic sebesar 3,542393 > 1,679 dan nilai prob. sebesar 0,0009 < 0,05 maka variabel X3 (Tenaga Kerj. berpengaruh positif terhadap Y (Pertumbuhan Ekonom. Artinya, jika Tenaga Kerja mengalami peningkatan, maka Pertumbuhan Ekonomi juga mengalami peningkatan(SunAoan & Senuk, 2. Oleh karena itu. H 3 (Hipotesis Alternati. : tenaga kerja berpengaruh sign if ikan terh ada p pert umb uh an ekon omi di P ula u Sum a tera di teri ma. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Prameswari. Muljaningsih dan Asmara . dengan judul AuAnalisis Pengaruh Kemiskinan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Jawa TimurAy yang menyatakan bahwa tenaga kerja berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi(Prameswari et al. , 2. , oleh Kurniasari. Firda dan Amaliyah . menyatakan bahwa tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi(Kurniasari & Amaliyah, 2. Namun hal ini berbanding terbalik dengan penelitian oleh (Swastika, 2. dengan judul AuPengaruh Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Penduduk Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 20172022Ay yang menyatakan bahwa tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Jumlah penduduk yang cukup dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan memiliki kemampuan skill akan mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Dari Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 263 Devi. Windi. Budi jumlah tenaga kerja yang besar akan meningkatkan produksi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Peningkatan dan penurunan dari jumlah tenaga kerja yang diserap oleh sektor perekonomian maka akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sebab tenaga kerja merupakan sumber daya potensial sebagai penggerak dan juga pelaksana dari pembangunan ekonomi suatu negara (Sukirno, 2. Tenaga kerja menjadi sangat penting peranannya dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan karena dapat meningkatkan output dalam perekonomian berupa produk domestik regional bruto (PDRB). Karena jumlah penduduk semakin besar maka semakin besar juga angkatan kerja yang akan mengisi produksi sebagai input. Tenaga kerja dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Jumlah kerja yang lebih besar berarti akan menambah tingkat produksi, sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar. 53 Pandangan ekonomi Islam pada tenaga kerja adalah segala usaha dan ikhtiar yang dilakukan oleh anggota badan atau pikiran untuk mendapatkan imbalan yang pantas. Termasuk semua jenis kerja yang dilakukan fisik atau pikiran. Islam mendorong umatnya untuk bekerja dan memproduksi, bahkan menjadikannya sebuah kewajiban terhadap orangorang yang mampu, lebih dari itu Allah akan memberikan balasan yang setimpal yang sesuai dengan amal/kerja. Bentuk-bentuk kerja yang disyariatkan dalam Islam adalah pekerjaan yang dilakukan dengan kemampuannya sendiri dan bermanfaat, antara yakni. Menghidupkan tanah mati . anah yang tidak ada pemiliknya dan tidak dimanfaatkan oleh satu orang pu. , menggali kandungan bumi, berburu, makelar . , peseroan antara harta dengan tenaga . , mengairi lahan pertanian . , dan kontrak tenaga kerja . Dalam Q. S An-Nahl ayat 97 yang ea a a a a e a ca e a a U a U a ca e a a a U a a a A aI eI aIE A aE aI eI E s eO IO aON aO aI aI UI AEI aO aOIN OO aO ao aOEI a aOI aN eI aN eIA a a e a a e a )97 :16/A ( EIEA Aa a aI aI EI eO aO aIE eOIA Artinya: Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh. Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka (An-Nahl/16:. Berdasarkan ayat di atas. Al-QurAoan memberikan penekanan utama terhadap pekerjaan dan menerangkan dengan jelas bahwa manusia diciptakan di bumi ini untuk bekerja keras untuk mencari penghidupan masing-masing, bahkan menjadikannya sebagai sebuah kewajiban terhadap orangorang yang mampu, lebih dari itu Allah akan memberi balasan yang setimpal yang sesuai dengan amal/kerja. Kesimpulan Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 264 Devi. Windi. Budi Berdasarkan tabel uji t, infrastruktur berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera Tahun 2019-2023. Artinya, jika Infrastruktur mengalami peningkatan, maka Pertumbuhan Ekonomi juga mengalami peningkatan. Berdasarkan tabel uji t, investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera Tahun 2019-2023. Artinya, jika Investasi mengalami peningkatan, maka Pertumbuhan Ekonomi juga mengalami peningkatan. Berdasarkan tabel uji t, tenaga kerja berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera Tahun 20192023. Artinya, jika Tenaga Kerja mengalami peningkatan, maka Pertumbuhan Ekonomi juga mengalami peningkatan. Daftar Pustaka