Copyright A 2025 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. Agustus 2025 Pendampingan Pelaksanaan Donor Darah di PT Masmindo Dwi Area sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Stok Darah PMI Kota Palopo Ehlisa1*. Ilham Sentosa2. Kurniati Tajuddin3 1,2Prodi Mesin Otomotif. Politeknik Dewantara, 3Prodi Teknologi Rekayasa Pangan. Politeknik Dewantara 1ehlisarahmat@polidewa. Ilhamsentosa@polidewa. kurniatitajuddin@polidewa. Abstrak Ketersediaan darah yang memadai di Kota Palopo masih menghadapi tantangan, salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah, termasuk dari lingkungan dunia kerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dalam pelaksanaan donor darah melalui pendekatan edukatif, pendampingan teknis, dan penguatan kemitraan antara perusahaan dan lembaga penyedia layanan donor darah. Kegiatan dilaksanakan di PT Masmindo Dwi Area pada tanggal 3 Juni 2025 dengan tahapan meliputi persiapan, sosialisasi, pelaksanaan donor darah, dan Sebanyak 72 karyawan terlibat dalam kegiatan ini, yang terbagi dalam empat kelompok unit kerja: administrasi . peserta, 15 kantong dara. , operasional tambang . peserta, 25 kantong dara. , pemeliharaan dan mekanik . peserta, 8 kantong dara. , serta keamanan dan logistik . peserta, 7 kantong Secara keseluruhan, terkumpul 55 kantong darah yang layak dan berhasil disalurkan oleh tim Palang Merah Indonesia. Selain memberikan kontribusi terhadap ketersediaan darah, kegiatan ini turut meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya donor darah serta memperkuat inisiatif kerja sama berkelanjutan antara perusahaan dan lembaga kemanusiaan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa model pendampingan terstruktur dan kolaborasi lintas institusi efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat, khususnya dari kalangan karyawan perusahaan, dalam kegiatan sosial yang berorientasi pada Kata Kunci: Donor Darah. Pendampingan. PT Masmindo. PMI Palopo Pendahuluan Ketersediaan darah yang mencukupi merupakan elemen krusial dalam sistem pelayanan kesehatan, baik di tingkat rumah sakit, klinik, maupun pusat pelayanan Darah menjadi komponen penting dalam penanganan berbagai situasi medis, seperti kecelakaan lalu lintas, operasi besar, komplikasi saat persalinan, serta kebutuhan rutin bagi pasien dengan penyakit kronis seperti talasemia, anemia aplastik, dan gagal ginjal yang menjalani cuci darah. Tanpa stok darah yang memadai, rumah sakit sering mengalami kesulitan dalam menangani pasien yang membutuhkan transfusi segera, yang pada akhirnya dapat berdampak langsung terhadap angka morbiditas dan mortalitas. Menurut data terbaru dari Palang Merah Indonesia (PMI) https://jurnal. id/index. php/singkerru Vol. No. Agustus 2025 ISSN 2776-7477 (Onlin. Kota Palopo, kebutuhan darah sepanjang tahun 2023 menunjukkan permintaan ratarata sebesar 250 kantong per bulan. Namun, realisasi pemenuhannya masih jauh dari ideal, dengan rata-rata kekurangan atau defisit sekitar 20% setiap bulannya. Kekurangan ini menjadi tantangan serius, apalagi saat permintaan mendadak meningkat, misalnya akibat musibah atau peningkatan angka kecelakaan. Salah satu faktor penyebab utama kondisi ini adalah rendahnya tingkat partisipasi masyarakat, termasuk kalangan pekerja, dalam kegiatan donor darah sukarela. Padahal, kelompok pekerja terutama dari sektor industri memiliki potensi besar sebagai pendonor aktif yang stabil dan berkelanjutan apabila dikelola secara sistematis. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini melibatkan PT Masmindo Dwi Area sebagai mitra pelaksana utama. Perusahaan ini merupakan salah satu industri tambang skala besar yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur, dengan jumlah karyawan lebih dari 500 orang yang tersebar pada berbagai unit kerja. Berdasarkan survei awal yang dilakukan terhadap 85 karyawan sebagai sampel representatif, ditemukan bahwa sebanyak 63% responden belum pernah melakukan donor darah sama sekali. Beberapa alasan yang diungkapkan antara lain adalah kurangnya informasi atau edukasi mengenai manfaat donor darah, rasa takut terhadap proses pengambilan darah, serta tidak adanya program atau fasilitas donor darah yang terstruktur di lingkungan kerja. Temuan ini menjadi indikator bahwa tingkat pemahaman, kesadaran, dan keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial kemanusiaan masih tergolong rendah dan membutuhkan intervensi yang Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian merancang sebuah model program yang bertujuan meningkatkan partisipasi aktif karyawan dalam kegiatan donor darah melalui pendekatan edukatif dan pendampingan teknis. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah edukasi dan sosialisasi, yang bertujuan membangun pemahaman karyawan tentang manfaat donor darah baik dari sisi kesehatan pribadi maupun kontribusi sosial. Tahap kedua adalah pendampingan teknis, yaitu pendampingan langsung selama proses pelaksanaan donor darah, mulai dari tahap registrasi, skrining kesehatan, hingga prosedur pascadonor. Tahap ketiga adalah fasilitasi kemitraan, yaitu menjembatani kerja sama antara PT Masmindo Dwi Area dengan PMI Kota Palopo untuk mendukung keberlanjutan kegiatan donor darah secara berkala. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan angka partisipasi semata, tetapi juga diarahkan untuk membentuk budaya sadar donor di lingkungan kerja sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pendekatan pendampingan dan edukasi dalam kegiatan donor darah telah dibuktikan melalui berbagai studi sebelumnya. Yasin et al. dalam Jurnal DIKMAS melaporkan bahwa keterlibatan aktif tim pendamping dalam kegiatan donor darah mampu meningkatkan jumlah peserta serta jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan secara signifikan. Sementara itu, hasil penelitian Primasari et al. menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang dilaksanakan secara konsisten mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam donor darah hingga 40% hanya dalam waktu satu bulan. Temuan-temuan ini memperkuat dasar pemilihan metode pengabdian yang digunakan dalam program ini, serta membuktikan efektivitas pendekatan yang berbasis pada partisipasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat sasaran. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan aktif karyawan PT Masmindo Dwi Area dalam kegiatan donor darah yang dilaksanakan Copyright A 2025 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. Agustus 2025 secara terorganisir dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta hubungan yang sinergis antara pihak perusahaan dan lembaga kemanusiaan seperti PMI, sekaligus menjawab permasalahan kekurangan stok darah yang selama ini terjadi di Kota Palopo. Manfaat dari kegiatan ini bersifat multidimensi, tidak hanya berdampak positif bagi lembaga penyedia layanan kesehatan melalui tambahan pasokan darah, tetapi juga meningkatkan citra sosial perusahaan sebagai institusi yang peduli terhadap isu kemanusiaan, serta memberikan manfaat kesehatan langsung bagi karyawan yang menjadi pendonor secara rutin Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim pelaksana di lingkungan kerja PT Masmindo Dwi Area, yang terletak di Kecamatan Latimojong. Kabupaten Luwu. Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilangsungkan pada tanggal 3 Juni 2025, dengan lokasi utama pelaksanaan bertempat di aula internal perusahaan yang telah dipersiapkan secara khusus sebagai ruang donor darah. Pelaksanaan kegiatan dimulai pada pukul 08. 00 WITA dan berlangsung hingga pukul 13. 00 WITA, dengan melibatkan tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palopo sebagai mitra pelaksana teknis donor darah. Untuk memperjelas konteks geografis dan pelaksanaan, denah lokasi kegiatan serta dokumentasi visual disajikan pada bagian lampiran artikel ini. Adapun khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah seluruh karyawan PT Masmindo Dwi Area, yang terdiri atas beragam divisi, mulai dari staf manajemen, teknisi lapangan, operator alat berat, hingga personel keamanan dan Penentuan mitra pengabdian dilakukan melalui proses identifikasi dan pemetaan awal terhadap institusi yang memiliki kapasitas besar dalam menyelenggarakan kegiatan sosial serta menunjukkan kesiapan untuk bekerja sama dalam program pengabdian. PT Masmindo dipilih karena memiliki jumlah karyawan yang cukup besar, yakni lebih dari 500 orang, serta belum memiliki program donor darah rutin yang terintegrasi dengan lembaga transfusi darah lokal. Selain itu, hasil survei awal terhadap 85 orang karyawan menunjukkan bahwa sekitar 63% di antaranya belum pernah menjadi pendonor darah. Fakta ini menjadi indikator penting bahwa diperlukan intervensi yang bersifat edukatif dan partisipatif untuk mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam kegiatan kemanusiaan. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat partisipatif dengan pendekatan terstruktur dan kolaboratif, yang dibagi dalam beberapa tahapan Tahap pertama adalah persiapan, yang mencakup kegiatan koordinasi intensif antara tim pelaksana, manajemen perusahaan, dan pihak PMI Kota Palopo. Pada tahap ini, dilakukan pula penyusunan teknis kegiatan, seperti pengadaan logistik, penjadwalan, serta perancangan sistem alur donor. Tahap kedua adalah sosialisasi dan penyuluhan, yang berfokus pada peningkatan pemahaman karyawan terkait manfaat donor darah, baik dari sisi kesehatan individu maupun kontribusinya terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui media presentasi, sesi diskusi interaktif, dan penyebaran materi informasi. Tahap ketiga adalah pelaksanaan donor darah, yang mencakup proses registrasi peserta, skrining kesehatan oleh tim medis PMI, pengambilan darah secara bergilir, serta pemberian konsumsi dan suplemen pasca-donor untuk menjaga kondisi fisik peserta. Tahap keempat adalah evaluasi dan dokumentasi, yang mencakup pendataan peserta, pengumpulan umpan balik, serta penyusunan laporan kegiatan sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan program serupa di masa mendatang. https://jurnal. id/index. php/singkerru Vol. No. Agustus 2025 ISSN 2776-7477 (Onlin. Keberhasilan pelaksanaan program ini diukur melalui indikator kuantitatif dan Dari sisi kuantitatif, target keberhasilan ditetapkan minimal sebanyak 60 peserta aktif dan 50 kantong darah layak. Hasil akhir menunjukkan bahwa terdapat 72 peserta yang mengikuti kegiatan, dan sebanyak 55 kantong darah berhasil dikumpulkan, yang menunjukkan pencapaian melebihi target awal. Sementara itu, dari sisi kualitatif, indikator keberhasilan diukur berdasarkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta yang tercermin dari antusiasme saat sesi penyuluhan, aktifnya partisipasi dalam proses donor, serta munculnya inisiatif dari pihak manajemen untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari program berkelanjutan perusahaan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pendekatan gabungan. Evaluasi kuantitatif dilakukan dengan menghitung dan menganalisis jumlah peserta, kantong darah yang berhasil dikumpulkan, dan perbandingannya dengan target awal. Sementara itu, evaluasi kualitatif dilakukan melalui observasi langsung selama kegiatan berlangsung, wawancara singkat kepada sejumlah peserta, serta pengumpulan tanggapan dari perwakilan manajemen perusahaan. Hasil evaluasi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberhasilan kegiatan dan menjadi dasar bagi penyusunan rencana tindak lanjut, berupa pelaksanaan program donor darah berkala di lingkungan PT Masmindo Dwi Area yang lebih terstruktur dan sistematis ke depannya. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pendampingan pelaksanaan donor darah di PT Masmindo Dwi Area dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2025 dan diikuti oleh 72 orang karyawan dari berbagai unit kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 kantong darah berhasil dikumpulkan dan dinyatakan layak oleh tim PMI Kota Palopo untuk disalurkan ke Kegiatan berlangsung selama lima jam, dimulai dari pukul 08. 00 hingga 00 WITA, dengan alur kegiatan mencakup registrasi peserta, skrining kesehatan, pengambilan darah, dan pemberian konsumsi pasca-donor. Tim pengabdian terlibat aktif dalam seluruh tahapan, mulai dari koordinasi teknis hingga pendampingan Kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi, yang ditunjukkan oleh tingginya angka partisipasi melebihi target awal. Tabel 1 berikut ini menyajikan data jumlah peserta dan kantong darah yang berhasil dikumpulkan berdasarkan unit kerja: Unit Kerja Jumlah Peserta Total Darah Terkumpul Administrasi Operasional Tambang Pemeliharaan dan Mekanik Keamanan dan Logistik Total Hasil diatas menunjukkan efektivitas dari pendekatan kolaboratif antara dunia usaha dan lembaga sosial (PMI), serta peran strategis kegiatan pengabdian dalam Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. membangun kesadaran sosial di lingkungan kerja. Kegiatan donor darah ini juga membuktikan bahwa perusahaan memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam pemenuhan kebutuhan sosial melalui pemberdayaan karyawan. Secara umum, hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode pengabdian berbasis pendampingan dan edukasi mampu meningkatkan partisipasi karyawan dalam kegiatan donor darah. Hal ini sejalan dengan teori partisipasi komunitas yang dikemukakan oleh Arnstein . , yang menyatakan bahwa pemberdayaan melalui keterlibatan langsung . akan menghasilkan kepemilikan bersama terhadap program sosial. Dalam kegiatan ini, keterlibatan karyawan secara aktif tidak hanya meningkatkan efektivitas pelaksanaan, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif terhadap pentingnya donor darah. Lebih spesifik lagi, kegiatan ini berhasil mematahkan asumsi awal bahwa karyawan perusahaan tambang sulit dilibatkan dalam kegiatan sosial karena beban kerja atau keterbatasan waktu. Temuan lapangan justru menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat melalui penyuluhan, fasilitasi teknis, dan dukungan manajerial karyawan dapat menjadi kontributor aktif dalam kegiatan donor darah. Fakta bahwa lebih dari 76% peserta lolos skrining dan berhasil mendonorkan darahnya menunjukkan bahwa secara umum kondisi kesehatan karyawan berada dalam kategori baik dan layak menjadi pendonor rutin. Dalam studi sebelumnya oleh Primasari et al. , disebutkan bahwa edukasi yang sistematis sebelum kegiatan donor darah dapat meningkatkan partisipasi masyarakat secara signifikan. Hasil kegiatan ini mendukung temuan tersebut, di mana kegiatan penyuluhan yang dilakukan dua hari sebelum pelaksanaan terbukti efektif dalam mengurangi keraguan dan meningkatkan keikutsertaan. Selain itu, hasil kegiatan ini juga memperkuat model praktik pengabdian yang diterapkan oleh Yasin et al. , yaitu integrasi antara pendampingan lapangan dengan kerja sama lintas institusi sebagai solusi terhadap krisis ketersediaan darah di daerah. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pengabdian melalui pendampingan donor darah tidak hanya berhasil mencapai target kuantitatif, tetapi juga memberikan dampak kualitatif berupa meningkatnya kesadaran, keterlibatan, dan komitmen sosial di lingkungan kerja. Hal ini dapat menjadi dasar pengembangan program donor darah berkala sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan ke depannya. Kesimpulan Kegiatan pendampingan pelaksanaan donor darah di PT Masmindo Dwi Area menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga kemanusiaan dan dunia industri mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darah. Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan capaian yang melebihi target, baik dari sisi jumlah peserta maupun kantong darah yang berhasil dikumpulkan. Kegiatan ini juga memberikan manfaat nyata berupa peningkatan kesadaran kesehatan karyawan, kontribusi terhadap ketersediaan stok darah PMI Kota Palopo, serta penguatan citra sosial perusahaan. Secara teoritik, kegiatan ini memperkuat konsep pemberdayaan partisipatif berbasis komunitas kerja, yang dapat menjadi pendekatan efektif dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat berbasis institusi. Hal baru dari kegiatan ini terletak pada integrasi pendekatan edukasi, pendampingan teknis, dan kerja sama lintas lembaga yang dikemas dalam satu rangkaian kegiatan berbasis tanggung jawab Untuk pelaksanaan ke depan, disarankan agar kegiatan donor darah ini https://jurnal. id/index. php/singkerru Vol. No. Agustus 2025 ISSN 2776-7477 (Onlin. menjadi agenda rutin perusahaan melalui program donor darah berkala yang melibatkan lebih banyak unit kerja. Selain itu, perlu dikembangkan kerja sama yang lebih luas dengan instansi kesehatan lainnya untuk memperkuat jejaring donor darah dan memperluas dampak sosialnya. Ucapan Terimakasih Penulis menyampaikan terima kasih kepada PT Masmindo Dwi Area atas dukungan dan partisipasi aktif sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan donor darah, serta kepada Palang Merah Indonesia Kota Palopo yang telah memberikan dukungan teknis dan pelayanan medis selama kegiatan berlangsung. Apresiasi juga disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Dewantara atas dukungan dan fasilitasi akademik dalam penyelenggaraan program pengabdian ini. Referensi