TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Volume 14. Nomor 1 (Juni 2. : 47-76 ISSN 2252-3871 . , 2746-7619 . http://ojs. id/index. php/tedeum/index DOI: https://doi. org/10. 51828/td. Submitted: 30-05-2024 Accepted: 19-06-2025 Published: 30-06-2025 MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER: KAJIAN SIMBOLIS BERDASARKAN WAHYU 2:13, 14, 20 THE MEANING OF THE NAMES ANTIPAS. BALAAM AND IZEBEL AND THEIR IMPLICATIONS FOR CHARACTER BUILDING: A SYMBOLIC STUDY BASED ON REVELATION 2:13, 14, 20 Aska Aprilano Pattinaja,1* Andris Kiamani,2 Jani3 1Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon. Indonesia 2Sekolah Tinggi Teologi Anderson Manado. Indonesia 3Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta. Indonesia *apattinaja@gmail. ABSTRACT One of the distinctive features of the book of Revelation is its abundant use of symbols, including names that serve as lessons and warnings to believers. Revelation 2:13, 14, and 20 mention three namesAiAntipas. Balaam, and JezebelAithat carry rich symbolic However, many scholarly studies on Revelation often overlook the theological significance of these figures as important messages for the church. Therefore, this research seeks to explore the meaning and relevance of these three names for character formation. Using a qualitative hermeneutic method focused on symbolic analysis, this study finds that Antipas represents faithfulness and integrity amid persecution. Balaam represents deceit and moral compromise, which calls for vigilance and ethical discernment. Jezebel symbolizes immorality and idolatry, which must be rejected and guarded against. These messages provide crucial guidance for believers in building character and living righteously according to Biblical truth, especially in facing challenges in the last days. Keywords: Revelation. Antipas. Balaam. Jezebel. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 48 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL ABSTRAK Salah satu ciri khas kitab Wahyu adalah banyaknya simbol-simbol yang tertulis, di antaranya nama beberapa orang yang digunakan sebagai pelajaran dan peringatan bagi orang percaya. Wahyu 2:13,14 dan 20 terdapat tiga nama yang memiliki simbolisasi yakni. Antipas. Bileam, dan Izebel yang perlu diteliti. Penelitian para sarjana terhadap kitab Wahyu sering mengabaikan simbolisasi makna teologis ketiga tokoh ini, yang digunakan sebagai pesan penting kepada orang percaya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman makna dan relevansi teks dalam pembentukan karakter melalui integrasi ketiga nama tersebut. Berdasarkan metode kualitatif studi hermeneutik khusus analisis simbol, penelitian ini menemukan pertama Antipas melambangkan kesetiaan dan integritas dalam menghadapi penganiayaan. kedua Bileam melambangkan penipuan dan kompromi moral yang mendorong kepekaan dan kewaspadaan etika moral. dan ketiga. Izebel melambangkan amoralitas dan penyembahan berhala, yang harus diwaspadai dan dilawan. Peringatan dan pengajaran ini merupakan pesan khusus yang berimplikasi terhadap pembentukan karakter orang percaya agar bisa hidup benar sesuai dengan kebenaran Alkitabiah di zaman akhir. Kata-kata kunci: Wahyu. Antipas. Bileam. Izebel. PENDAHULUAN Kitab Wahyu, atau dalam bahasa Inggris disebut "Revelation", adalah kitab terakhir dalam Alkitab Kristen dan merupakan bagian dari Perjanjian Baru. Kitab ini memang dikenal karena banyaknya simbol-simbol yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan teologis dan nubuat. 1 Seperti halnya tiga nama yang disebutkan dalam Wahyu 2:13, 14, dan 20 yaitu Antipas. Bileam, dan Izebel, memiliki makna simbolis yang mendalam dan penting untuk dipahami sebagai pelajaran dan peringatan bagi orang Menurut Dulles simbolisasi yang muncul dalam kitab Wahyu merupakan sebuah rangkaian informasi penting yang perlu diteliti secara terperinci karena mengandung pengajaran untuk membuka selubung misteri tentang akhir zaman dan dunia yang akan datang. Bagi Orang Kristen simbolisasi ini juga menjadi peringatan dan pengingat agar hidup 1 Leon Morris. Teologi Perjanjian Baru, cetakan ke-lima (Malang: Gandum Mas, 2. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 49 waspada dan tetap murni di akhir zaman. 2 Vann juga mencatat bahwa simbol-simbol dalam Kitab Wahyu perlu penyelidikan yang seksama, karena penting dan dalamnya makna rohani yang harus dipelajari dan menjadi Kompas bagi kehidupan orang percaya diakhir zaman. 3 Secara keseluruhan, kitab Wahyu dengan simbolisme dan nama-nama yang digunakan tidak hanya menyampaikan visi masa depan tetapi juga memberikan pelajaran moral dan spiritual yang relevan bagi orang percaya sepanjang zaman. Interpretasi simbol-simbol ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang konteks Alkitab dan tradisi Kristen. Terdapat perspektif yang berbeda dalam memberikan interpretasi terhadap tiga nama yang terdapat dalam Wahyu 2:13,14 dan 20. Seperti interpretasi yang dikemukakan oleh Hermawan terhadap nama Antipas, mengatakan bahwa relasi antara AuTakhta IblisAy dan Antipas sebagai martir sangat berhubungan erat. 4 Hermawan menginterpretasikan bahwa nama Antipas, yang disebut sebagai martir dalam Wahyu 2:13, memiliki keterkaitan yang erat dengan konsep "Takhta Iblis" di Pergamus. Senada dengan pernyataan Hemer bahwa, nama Antipas berfungsi sebagai representasi historis yang kemudian merujuk pada para martir atau saksisaksi lain yang menyusul. Hemer mengadopsi argumentasi Deissmann mengenai Aupolemical parallelismAy untuk menunjukkan kontras antara Kristus dan kaisar. Hal ini mengindikasikan bahwa hubungan antara "Tahta Iblis" dan Antipas berkaitan dengan praktik penyembahan kaisar. 5 Menurut Hemer nama Antipas berkaitan erat dengan martir, sehingga Antipas tidak hanya merujuk pada satu individu martir, tetapi juga berfungsi sebagai representasi historis untuk semua martir atau saksi yang mengikuti jejaknya. Nama kedua yang ditemukan dalam Wahyu 2:14 ialah Bileam. Ramsay mengaitkan nama Bileam dengan praktik penyembahan berhala di kota Pergamus. Menurut Ramsay. Bileam dipandang sebagai kekuatan yang 2 S. J Avery Dulles. AuSymbol. Myth , and the Biblical Revelation,Ay Theologia Studies Journal 27, no. : 1Ae26, https://doi. org/10. 1177/004056398004100102. Avery Dulles. AuThe Symbolic Structure of Revelation,Ay Theologia Studies Journal 41, no. : 51Ae 73, https://doi. org/10. 1177/004056398004100102. 3 Gerald Vann. AuMyth. Symbol and Revelation,Ay Blackfriars Jornal 42, no. 297Ae311, https://w. org/stable/43816185. 4 Hermawan. AuPergamum and Imperial Cult,Ay Jurnal Teologi Kristen 2, no. 56, https://journaltiranus. id/ojs/index. php/pengarah/article/view/21/17. 5 Colin J Hemer. AuLetters to the Seven Churches of Asia in Their Local Setting,Ay Letters to the Seven Churches of Asia In their Local Setting . : 87. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 50 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL bertentangan dengan ajaran Kristus. 6 Meskipun tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana Bileam secara langsung terkait dengan praktikpraktik khusus di Pergamus. Nama selanjutnya dalam Wahyu 2:20 ialah Izebel, menurut Kayle Izebel dilihat sebagai simbol kekuatan yang berlawanan dengan ajaran Kristus, dengan fokus pada praktik-praktik penyembahan berhala dan pengaruh moral yang merusak dalam komunitas Kristen. Izebel dalam Wahyu 2:18-29 tidak hanya merujuk pada sosok historis dari Perjanjian Lama, tetapi juga mencerminkan tantangan teologis dan etis yang dihadapi oleh gereja pada masa itu. 7 Kayle, mengaitkan karakter Izebel dengan isu-isu penyembahan berhala yang terkait dengan kekuasaan politik Romawi dan penyembahan kaisar. Dengan demikian. Izebel dilihat sebagai representasi dari korupsi dan penyimpangan yang mencoba menyusupi iman Kristen. Selanjutnya menurut Luter dan McGowin. Izebel dalam Wahyu 2:18-29 dipandang sebagai perwujudan dari pengaruh negatif yang menyusup ke dalam gereja. Luter dan McGowin menyoroti bahwa figur-figur perempuan dalam Wahyu sering digunakan untuk mewakili entitas atau konsep yang lebih besar. Izebel, misalnya, tidak hanya merujuk pada sosok perempuan dari Perjanjian Lama, tetapi juga mewakili pengaruh destruktif yang mengancam integritas teologis dan moral jemaat. 8 Mereka berpendapat bahwa Izebel dalam konteks ini mencerminkan tekanan sosial dan politik yang dihadapi oleh gereja, khususnya dalam hal berkompromi dengan praktik penyembahan berhala yang didorong oleh kekuasaan Romawi. Perbedaan interpretasi yang muncul dalam penafsiran nama-nama yang terdapat dalam Wahyu 2:13, 14, dan 20 adalah bahwa variasi ini mencerminkan keragaman pendekatan hermeneutik dan perspektif teologis, historis, dan sosial yang diambil oleh para peneliti. Seperti halnya Hermawan dan Hemer melihat Antipas sebagai representasi martir yang terkait erat dengan konteks "Takhta Iblis" di Pergamus, sementara Hemer menyoroti kontras antara Kristus dan kaisar dalam konteks "Tahta Iblis". Mereka menafsirkan Antipas sebagai lambang seluruh para martir atau Ramsay mengaitkan Bileam dengan praktik penyembahan berhala di 6 W. Ramsay. The Letters to the Seven Churches, ed. Ed. Updated ed. Wilson (Peabody. MA: Hendrickson Publishers, 1. , 221. 7 Kayle B De Waal. AuA Socio-Rhetorical Interpretation of Revelation 2: 18--29,Ay Neotestamentica 55, no. , 243Ae258. 8 A Boyd Luter and Emily Hunter McGowin. AuGetting in Touch with the" Feminine Side" of the Apocalypse: The Function of Female Figures in RevelationAy . Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 51 Pergamus, melihatnya sebagai kekuatan yang menentang ajaran Kristus, meskipun tidak ada penjelasan langsung tentang hubungan khusus antara Bileam dan praktik-praktik tersebut. Interpretasi tentang Izebel yang juga bervariasi, seperti Kayle melihatnya sebagai simbol kekuatan yang bertentangan dengan ajaran Kristus, sementara Luter dan McGowin memandangnya sebagai perwujudan pengaruh negatif yang menyusup ke dalam gereja. Kesenjangan penelitian yang diakibatkan oleh interpretasi yang sempit terjadi ketika para peneliti hanya mempertimbangkan satu sudut pandang atau interpretasi terhadap sebuah teks atau fenomena, tanpa memperhitungkan atau menjelaskan perspektif-perspektif lain yang mungkin juga relevan atau penting untuk dipertimbangkan. Dalam konteks interpretasi nama-nama yang terdapat dalam Wahyu 2:13,14, dan 20, para peneliti yang disebutkan memberikan interpretasi yang berbeda terhadap nama-nama tersebut, sehingga mengakibatkan kesenjangan penelitian. Oleh sebab itu penelitian ini mengimplikasikan teks dalam Wahyu 2:13, 14, dan 20 terhadap pembentukan karakter karena ketiga tokoh yang disebut Antipas. Bileam, dan Izebel mewakili nilai-nilai moral yang kuat dan Antipas menjadi simbol kesetiaan dan keberanian dalam menghadapi penganiayaan, sementara Bileam dan Izebel mencerminkan ancaman nyata terhadap kehidupan iman, yaitu ajaran sesat, kompromi terhadap dosa, serta penyimpangan dari kebenaran. Dengan memahami simbolisme masing-masing tokoh, pembaca diajak mengevaluasi sikap hidup, mengembangkan karakter positif, dan mewaspadai penyimpangan rohani dalam konteks kehidupan sehari-hari. Implikasi dari pemahaman ini menghasilkan kesadaran spiritual yang lebih dalam, menjadikan narasi Alkitab bukan sekadar teks historis, tetapi pedoman pembentukan etika dan karakter Kristen. Penelitian ini, dengan demikian, tidak hanya memberi wawasan teologis, tetapi juga menekankan pentingnya transformasi diri berdasarkan nilai-nilai yang diangkat dari wahyu Ilahi. METODE PENELITIAN Secara sederhana, penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat interpretatif . enggunakan penafsira. yang melibatkan berbagai macam metode dalam menelaah penelitian. 9 Metode yang digunakan dalam 9 Deddy Mulyana. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi Dan Ilmu Sosial Lainnya. Remaja Rosdakarya. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 7. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 52 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi literatur dalam pendekatan hermeneutik, yaitu melakukan analisis simbol, untuk meneliti secara khusus makna simbolis terhadap nama Antipas. Bileam dan Izebel. Penjelasan mengenai ke tiga nama tersebut dijelaskan lebih dahulu secara mendetail dengan kajian gramatika untuk mendapatkan interpretasi makna yang tepat. Bagian penting dalam penelitan kualitatif adalah pendekatan tafsir . yang dipakai dalam menganalisis sumber data. Sumber data utama . ata prime. penelitian ini adalah kitab Wahyu 2:13,14 dan 20. Dengan demikian makna simbolis terhadap Antipas. Bileam dan Izebel dapat ditemukan relevansinya terhadap pembentukan karakter. Beberapa hal yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah, pertama, identifikasi simbol untuk meneliti simbol-simbol apa saja yang ditemukan dalam Wahyu 2:13,14, dan 20. kedua, konfirmasi konteks sejarah-kebudayaan, untuk meneliti sejarah dan budaya dari Kota Pergamus dan Kota Tiatira. ketiga, analisis terjemahan teks dari Wahyu 2:13, 14, 20 untuk menemukan makna sebenarnya dari simbolisasi nama yang ada. keempat, eksplorasi makna simbolis dari nama yang diteliti, yaitu rangkuman hasil analisisi yang dipaparkan oleh penulis sebagai temuan. dan kelima, implikasi terhadap pembentukan karakter. Hasil penulisan ini sangat berguna dan menjadi masukan sebagai peringatan dan pengajaran, khususnya kepada orang percaya agar bisa hidup benar sesuai dengan kebenaran Alkitabiah di zaman akhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Wahyu adalah bagian dari genre apokaliptik, yang umum ditemukan dalam tulisan-tulisan Yahudi dan Kristen mula-mula. Genre ini menggunakan bahasa simbolis, penglihatan, dan nubuat untuk mengungkapkan kebenaran Ilahi, khususnya tentang akhir zaman dan kemenangan akhir Allah atas kejahatan. Negaoe mencatat penggunaan simbol-simbol, angka-angka, dan penggambaran yang jelas dalam kitab Wahyu akan beresonansi dengan para pendengar kontemporer yang akrab dengan literatur apokaliptik Yahudi, seperti Kitab Daniel, dan juga dengan tradisi-tradisi simbolis Yunani-Romawi. Komunitas Kristen mula-mula tidak hanya berjuang melawan penganiayaan dari luar, tetapi juga 10 Sonny Eli Zaluchu. AuMetode Penelitian Di Dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan,Ay Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. : 255-257. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 53 perpecahan dari dalam. 11 Chung menambahakan ajaran-ajaran palsu, ajaran sesat, dan penyimpangan moral merupakan masalah yang signifikan, seperti yang dibuktikan oleh surat-surat kepada ketujuh jemaat dalam Wahyu 2-3, yang membahas isu-isu spesifik dalam komunitas-komunitas ini. 12 Pesanpesan kepada ketujuh jemaat menyoroti perlunya ketekunan, kesetiaan, dan integritas moral. Pesan-pesan ini menasihati jemaat untuk tetap teguh dalam iman mereka meskipun ada tekanan eksternal dan tantangan internal. Tema utama kitab Wahyu adalah kedaulatan Kristus atas sejarah dan kemenangan akhir dari kerajaan Allah. Ini adalah pesan pengharapan yang kuat bagi orang-orang Kristen yang teraniaya, yang menegaskan bahwa penderitaan mereka tidak sia-sia dan bahwa keadilan Ilahi akan menang. Kitab ini menekankan kedatangan Kristus yang akan segera terjadi dan penghakiman terakhir. Pengharapan eskatologis ini memberikan dorongan dan motivasi bagi orang-orang percaya untuk menanggung penderitaan dan tetap setia. Identifikasi Simbol Kitab Wahyu merupakan kitab yang mengandung beragam simbolsimbol, dan sudah menjadi syarat mutlak bagi setiap penafsir untuk menginterpretasi dan menganalisis simbol-simbo ini secara mendetail. Kistemaker mencatat dalam identifikasi simbol, maka penting untuk melihat mengenai alam, pribadi dan nama, angka-angka, warna yang muncul, figur . , serta objek atau tempat, yang kesemuanya memiliki makna teologis yang sangat mendalam. 14 Tenney dalam penelitiannya pernah mendaftarkan sepuluh simbol-simbol utama dalam kitab Wahyu yang dijelaskan oleh Yohanes, yaitu: tujuh bintang adalah malaikat ketujuh jemaat (Why. tujuh kaki dian emas adalah tujuh jemaat . tujuh obor adalah tujuh Roh Allah (Why. kemenyan adalah doa orang-orang kudus (Why. kumpulan orang banyak mewakili mereka yang keluar dari penganiayaan besar (Why. 7:1311 Alexandru Neagoe. AuSymbols of Conflict and Hope: An Introductory Analysis of the Symbolism of Daniel and Revelation,Ay Evangelical Journal of Theology XI, no. 187Ae195. 12 Miyon Chung. AuFeminist Interpretations of Apocalyptic Symbols in Revelation,Ay Torch Trinity Journal 10, no. : 107Ae126. 13 Donald Guthrie. Pengantar Perjanjian Baru Volume 3 (Ibrani - Wahyu, ed. Steve Hendra, 2nd ed. (Surabaya: Momentum Christian Literatur, 2. , 271-172. 14 Simon J. Kistemaker. Tafsiran Kitab Wahyu, ed. Peter Suwadi Wong and Baju Widjomoto, 3rd ed. (Surabaya: Momentum Christian Literatur, 2. , 12-17. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 54 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL naga besar adalah Iblis atau Setan (Why. tujuh kepala binatang adalah tujuh gunung (Why. sepuluh tanduk binatang adalah sepuluh raja . air mewakili umat manusia, kumpulan orang banyak, bangsa dan bahasa (Why. dan perempuan adalah kota besar (Why. Dalam teks Wahyu 2:13,14,20, maka identifikasi simbol yang ditemukan ada dua, yakni: Pertama, simbol pribadi dan nama. Kistemaker menulis, di dalam kitab Wahyu, maka kerap kali muncul pribadi-pribadi khusus, yang menjadi simbol untuk menjelaskan berbagai konteks yang ada, berdasarkan status, kepentingan, dan karya mereka. 16 Dalam konteks kitab Wahyu yang diteliti, maka ada tiga pribadi yang dimunculkan oleh Yohanes, melambangkan karya dan nilai-nilai kehidupanmereka yaitu. Antipas yang melambangkan kesetiaan (Why. Bileam yang melambangkan penipuan (Why. , dan Izebel yang melambangkan perzinahan (Why. Kedua, sombol dari objek atau tempat. Dulles menjelaskan tempat dan objek menjadi hal penting untuk membantu dalam membingkai kerangka penerjemahan karena bisa memuncul ciri utama dari situasi dan kondisi di mana teks itu ditulis. 17 Dalam Wahyu yang di teliti, maka ada dua tempat penting yang menjadi fokus pembahasan, yaitu, pertama. Kota Pergamus, yang menjadi sorotan karena menjadi tempat pemujan berhala dan pemujan terhadap Kaisar yang dianggap sebagai dewa. Dua simbol pribadi muncul dalam pembahasan kota pergamis, yakni Antipas dan Bileam. Kedua. Kota Tiatira, yang disoroti, akibat jemaat di sana mengizinkan seorang peramal, atau petenung wanita yang menyatakan diri sebagai nabiah yang disimbolkan seperti Izebel dan mengajarkan hal-hal yang salah kepada jemaat dan akhirnya membuat jemaat memakan makanan yang dipersembahakn kepada berhala dan jatuh dalam penyembahan berhala. Pembahasan lebih lanjut mengenai dua simbol ini, akan dilakukan dalam bagian berikutnya. Konfirmasi Konteks Sejarah-Kebudayaan Kitab Wahyu, ditulis menjelang akhir abad pertama Masehi pada masa pemerintahan Kaisar Romawi Domitianus . -96 M). Periode ini ditandai dengan gejolak politik, sosial, dan agama yang signifikan, terutama bagi komunitas Kristen mula-mula. Pada masa pemerintahan Domitianus, 15 Merrill C. Tenney. Interpreting Revelation (Grand Rapid Michigan: Erdsman Publishing, 2. , 187. 16 Simon J. Kistemaker. Tafsiran Kitab Wahyu, 14. 17 Avery Dulles. AuSymbol. Myth , and the Biblical Revelation. Ay Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 55 orang-orang Kristen menghadapi penganiayaan yang hebat karena penolakan mereka untuk berpartisipasi dalam kultus kekaisaran, yang mengharuskan mereka untuk menyembah Kaisar sebagai dewa. Penolakan ini sering kali berujung pada pengucilan sosial, kesulitan ekonomi, dan bahkan kemartiran. Istilah "martir" . ahasa Yunani: AEIC, marty. pada awalnya berarti "saksi", dan pada masa ini, istilah tersebut kemudian diasosiasikan dengan orang-orang yang memberikan kesaksian tentang iman mereka sampai mati. Secara tradisional dikaitkan dengan Yohanes Rasul, teks itu sendiri mengklaim ditulis oleh "Yohanes" ketika ia berada di pulau Patmos. Para ahli memperdebatkan identitas pasti Yohanes ini, tetapi secara umum diterima bahwa ia adalah seorang pemimpin Kristen yang terkemuka, mungkin seorang penatua di gereja. Sebagian besar ahli memperkirakan kitab ini ditulis sekitar tahun 95-96 M, pada masa pemerintahan Kaisar Domitianus. 20 Beberapa orang mengusulkan tanggal yang lebih awal pada masa pemerintahan Nero . -68 M), tetapi periode Domitianik lebih diterima secara luas karena adanya bukti-bukti internal dan eksternal. Kekaisaran Romawi, pada puncak kejayaannya, ditandai dengan administrasi yang kompleks dan jaringan provinsi yang luas. Kaisar dianggap sebagai otoritas tertinggi, sering kali didewakan dan disembah, yang menjadi tantangan langsung bagi penyembahan monoteistik kepada Allah Kristen. Orang-orang Kristen menghadapi berbagai tingkat penganiayaan di bawah kaisar-kaisar yang berbeda. Di bawah Domitianus, orang-orang Kristen dianiaya karena menolak menyembah kaisar dan dewadewa Romawi, yang dianggap sebagai ancaman bagi persatuan dan stabilitas Romawi. 21 Penganiayaan ini termasuk pengucilan sosial, hukuman ekonomi, pemenjaraan, dan terkadang eksekusi. 18 Donald. Carson and Douglas J. Moo. An Introduction to The New Testament, ed. Bayu Gunawan and Suhadi Yeremia (Malang: Gandum Mas, 2. , 832-837. 19 Beate Kowalski. AuMARTYRDOM AND RESURRECTION IN THE REVELATION TO JOHN,Ay AUSS: Andrews University Seminary Studies 41, no. : 55Ae Joshua David Owen. AuMARTYRDOM AS AN IMPETUS FOR DIVINE RETRIBUTION IN THE BOOK OF REVELATIONAy (The Southern Baptist Theological Seminary, 2. , 59-65. Mario Ferrero. AuThe Cult of Martyrs,Ay Journal of Conflict Resolution 57, no. : 881Ae904. 20 J. Sidlow Baxter. Menggali Isi Alkitab 4 Roma Sampai Dengan Wahyu (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2. , 17-24. 21 Simon J. Kistemaker. Tafsiran Kitab Wahyu, ed. Peter Suwadi Wong and Baju Widjomoto, 3rd ed. (Surabaya: Momentum Christian Literatur, 2. , 20-35. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 56 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL Lanskap keagamaan Romawi bersifat politeistik, dengan jajaran dewa-dewa dan banyak dewa lokal. Penyembahan kepada kaisar merupakan bagian integral dari sistem ini, dan penolakan publik untuk berpartisipasi dalam kultus kekaisaran merupakan tindakan pembangkangan religius dan Kekristenan mula-mula muncul dari agama Yahudi, dan banyak petobat awalnya adalah orang Yahudi. 22 Namun, pada saat kitab Wahyu ditulis. Kekristenan semakin terlihat berbeda dari Yudaisme, dan menghadapi tantangan dan penganiayaan tersendiri. Perekonomian Romawi sangat kuat, dengan rute-rute perdagangan yang luas yang menghubungkan berbagai bagian kekaisaran. Orang-orang Kristen, yang sering kali menjadi minoritas di lingkungan perkotaan, dapat menghadapi kesulitan ekonomi karena iman mereka, terutama jika mereka menolak untuk berpartisipasi dalam serikat pekerja atau asosiasi perdagangan yang mengharuskan mereka untuk menyembah berhala. 23 Masyarakat Romawi bersifat hirarkis, dengan kesenjangan yang signifikan antara kaum elit yang kaya dan kaum miskin. Orang-orang Kristen sering kali berasal dari latar belakang sosial-ekonomi yang lebih rendah, meskipun ada beberapa Dalam penelitian ini, ada dua kota secara khusus yang berkaitan dengan simbolisasi nama yang mucul, yakni Antipas dan Bileam, muncul dalam surat kepada jemaat Pergamus dan beriktnya Izebel yang muncul dalam surat kepada jemaat Tiatira. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjelaskan konteks historis-budaya dari kedua kota dimaksud agar memiliki bingkai secara keseluruhan mengenai situasi kota-kota tersebut. Kota Pergamus Pergamus, juga dikenal sebagai Pergamon, suatu kota yang terkemuka dan makmur di Asia Kecil (Turki moder. sejak didirikan sekitar tahun 282 SM. Meskipun tidak terletak di jalur perdagangan utama, kota ini berkembang pesat secara ekonomi dan budaya, menjadi salah satu pusat kota yang penting di dunia kuno. Salah satu pencapaian Pergamus yang paling menonjol adalah perpustakaannya merupakan yang kedua setelah 22 Glen E Harris. AuRevelation in Christian Theology,Ay Churchman Journal 120, no. : 11Ae34. 23 Bob Utley. Hope In Difficult Times: The Final Curtain Revelation - Commentary on the Book of Revelation (International. Bible Lesson. (Texas: East Texas Baptist University Press, 2. , 67-70. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 57 Perpustakaan Alexandria yang terkenal di Mesir. 24 Gudang pengetahuan yang luas ini menyimpan lebih dari 200. 000 gulungan perkamen, menjadikannya pusat pembelajaran dan keilmuan yang sangat penting di dunia Romawi. 25 Pergamus dikejutkan dengan penemuan vellum, sebuah bahan tulisan yang terbuat dari kulit binatang yang diolah secara khusus. Inovasi ini muncul dari kebutuhan ketika raja Aleksandria. Ptolemeus V Epiphanes, mengembargo ekspor buluh papirus ke Pergamus. Konflik ini dipicu oleh upaya Raja Eumenes II dari Pergamus untuk mempekerjakan Aristophanes, pustakawan Aleksandria. 26 Menanggapi embargo papirus. Pergamus mengembangkan vellum sebagai alternatif, yang terbukti menjadi kemajuan signifikan dalam pelestarian teks. Pergamus juga terkenal karena kontribusinya dalam bidang Kota ini merupakan rumah bagi Galen, salah satu dokter paling terkenal di zaman kuno, yang karyanya mempengaruhi praktikpraktik medis selama berabad-abad. Kota ini merupakan pusat seni penyembuhan yang didedikasikan untuk Asclepios, dewa pengobatan dan penyembuhan Yunani, yang simbolnya adalah ular. Simbol ular untuk dewa Asclepios berhubungan dengan wujud Iblis yang disimbolkan dengan ular (Kej. 3:1. Why 12:9. sebagai penipu ulang yang menyamar sebagai penyembuh orang sakit dan penyelamat masyarakat. 27 Hubungan dengan Asclepios ini menggarisbawahi reputasi Pergamus sebagai tempat inovasi medis dan ilmiah. Kota ini sangat tertanam dalam struktur agama dan politik Kekaisaran Romawi. Pergamus menjadi tuan rumah bagi kuil-kuil yang didedikasikan untuk pemujaan terhadap Roma dan Kaisar Augustus, yang mencerminkan perannya sebagai pusat pemujaan kekaisaran dan administrasi . 28 Status ini menggarisbawahi kesetiaan kota ini yang terkenal terhadap Roma dan para kaisarnya. Pergamus juga merupakan pembela setia dewa-dewa Yunani, dengan banyak kuil yang didedikasikan untuk berbagai dewa. Yang paling terkenal adalah Kuil Zeus 24 J. MAHAFFY. AuTHE ROYALTY OF PERGAMUM,Ay Hermathena Journal Trinity College Dublin 9, no. : 389Ae405, https://w. org/stable/23036625. 25 Craig S. Keener. The NIV Revelation Application Commentary, ed. Terry Muck (Grand Rapid Michigan: Zondervan, 2. , 153. 26 Richard Evans. A History of Pergamum: Beyond Hellenistic Kingship, 1st ed. (New York: Continuum, 2. , 36-40. 27 Simon J. Kistemaker. Tafsiran Kitab Wahyu, 138. 28 Antony Spawforth and Charlotte Rouechy. AuPergamum,Ay Oxford Classical Dictionary Journal . 314Ae331, https://doi. org/10. 1093/acrefore/9780199381135. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 58 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL yang megah, yang terletak di Acropolis dan mendominasi cakrawala kota. Kuil ini, berbentuk seperti singgasana, disebut sebagai "singgasana Setan" atau AyTakhta IblisAy dalam teks-teks Kristen, yang menyoroti signifikansi kota ini dalam narasi pagan dan Kristen awal. Kota Tiatira Tiatira adalah kota yang lebih kecil dibandingkan dengan pusat-pusat kota besar lainnya pada masanya, tetapi tetap ramai dengan perdagangan dan perniagaan. Kota ini terkenal dengan serikat-serikat dagangnya yang berkembang pesat, yang masing-masing dikaitkan dengan dewa pelindungnya sendiri. Serikat-serikat dagang ini merupakan pusat dari kehidupan ekonomi dan sosial kota itu, menggarisbawahi pentingnya Tiatira sebagai pusat perdagangan. Kota ini terletak secara strategis di jalan utama yang menghubungkan kota-kota besar seperti Pergamus. Sardis. Filadelfia, dan Laodikia, sehingga memudahkan arus barang dan orang. Tiatira sangat terkenal dengan produk wol dan tekstilnya. Lidia, seorang tokoh penting yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 16:14, adalah seorang pedagang dari Tiatira yang menjual kain ungu, yang merupakan produk yang sangat berharga dan mahal pada saat itu. Kota ini mengalami pertumbuhan dan perluasan yang signifikan di bawah kepemimpinan Seleukus Nicator, salah satu jenderal Alexander Agung. Seleukus adalah seorang tentara Makedonia yang menetap di wilayah tersebut, berkontribusi pada pengembangan dan membangun benteng di kota Tiatira. Perluasan ini kemungkinan besar berkontribusi pada meningkatnya keunggulan kota ini dalam perdagangan dan kepentingan militer. Tiatira memiliki beberapa kuil yang didedikasikan untuk dewa-dewa setempat, yang mencerminkan keragaman agama dan lanskap budaya kota. Dewa-dewa terkemuka yang disembah di Tiatira antara lain: Tyrimnos (Apoll. : Dewa matahari, yang sering dikaitkan dengan cahaya, nubuat, dan penyembuhan. Penyembahan Apollo di Tiatira menunjukkan keselarasan kota ini dengan praktik-praktik keagamaan Yunani yang lebih luas. Artemis (Dian. : Dewi cinta, perburuan, dan kesuburan. Artemis dipuja secara luas di banyak kota kuno, dan penyembahannya di Tiatira menunjukkan adanya pengikut lokal yang Sambathe, seorang peramal atau peramal perempuan setempat. Kehadiran Sambathe menyoroti pentingnya praktek-praktek peramal dan kenabian dalam kehidupan religius di kota itu. Perannya sangat penting 29 Evans. A History of Pergamum: Beyond Hellenistic Kingship, 36-37. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 59 dalam memberikan bimbingan dan prediksi ilahi, mempengaruhi keputusan pribadi dan kebijakan publik. Konteks sejarah dan budaya Tiatira dicirikan oleh kegiatan perdagangannya yang dinamis, lokasinya yang strategis, dan praktik-praktik keagamaan yang kaya. Hubungan kota ini dengan serikat dagang dan dewadewa pelindung menggambarkan jalinan antara perdagangan dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Kontribusi tokoh-tokoh seperti Seleukus Nicator dalam perluasan kota dan penduduk terkenal seperti Lydia menggarisbawahi signifikansi sejarah Tiatira. Memahami elemen-elemen ini memberikan pandangan yang komprehensif tentang Tiatira, menjelaskan perannya dalam sejarah kuno dan warisan budayanya. Analisis Terjemahan Teks Analisis literal dilakukan untuk memperhatikan perbandingan terjemahan agar bisa ditemukan kerangka makna dari simbolisasi nama yang diteliti. Analisisnya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. Versi Tabel 1. Analisis Terjemahan Teks Wahyu 2:13 Transliterasi BGT A EAnC. IAI A AC E EE. AEAnC E E I a AAEO E AEE I a EnC AC OEAC A AEIC I A AEEC EC aE AA cn. IAI A EEC EAn. KJV I know thy works, and where thou dwellest, even where Satan's seat is: and thou holdest fast my oida pou katoikeis opou ho Thronos tou satana kai krateis to onoma mou kai ouk erneso ten pistin mou kai en tais Antipas ho martus mou ho pistis mou os apektanthe par umin, opou ho Satanas katoikei. Terjemahan Aku tahu di mana tempat kediamanmu, yaitu di tahta Iblis dan kamu memegang nama-Ku, dan tidak menyangkal iman kepadaku, dan dalam masa Antipas, saksiKu yang setia kepadaKu, yang dibunuh di hadapan mu, pada tempat Iblis berdiam Aku tahu segala pekerjaanmu dan tempat kediamanmu, yaitu tempat kediaman Iblis, dan engkau Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 60 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL name, and hast not denied my faith, even in those days wherein Antipas was my faithful martyr, who was slain among you, where Satan berpegang teguh pada nama-Ku dan tidak menyangkal iman-Ku, bahkan pada waktu Antipas, martir-Ku yang setia, dibunuh di tengah-tengah kamu, di tempat kediaman Iblis. NET 'I know where you live Ae where Satan's throne is. Yet you continue to cling to my name and you have not denied your faith in me, even in the days of Antipas, my faithful witness, who was killed in your city where Satan 'Aku tahu di mana kamu tinggal, di mana takhta Iblis berada. Namun engkau terus berpegang teguh pada nama-Ku dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, bahkan pada zaman Antipas, saksi-Ku yang setia, yang telah dibunuh di kotamu, di mana Iblis tinggal. RSV "`I know where you dwell, where Satan's throne is. you hold fast my name and you did not deny my faith even in the days of Antipas my witness, my faithful one, who was killed among you, where Satan dwells. "Aku tahu di mana kamu diam, di mana takhta Iblis berada, dan kamu berpegang teguh pada nama-Ku, dan kamu tidak menyangkal iman-Ku, bahkan pada zaman Antipas, saksi-Ku yang setia, yang telah dibunuh di tengahtengah kamu, di mana Iblis diam. Versi Wahyu 2:14 Transliterasi Terjemahan Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 61 BGT A iNO E E A IE iNAC aAn AEEC E N e. aEA E e An E aA E I EA IAn AOIE KJV But I have a few things against thee, because thou hast there them that hold the doctrine of Balaam, who taught Balac to cast a before the children of Israel, to eat things sacrificed unto idols, and to commit Tetapi ada beberapa hal yang menentang engkau, karena di sana ada orang-orang yang berpegang pada ajaran Bileam, yang mengajarkan Balak untuk melemparkan batu sandungan ke hadapan orang Israel, untuk makan makanan yang telah kepada berhala dan NET But I have a few things against you: You have some people there who follow the teaching of Balaam, who instructed Balak to put a stumbling block before the people of Israel so Tetapi saya memiliki beberapa hal yang menentangmu: Di sana ada beberapa orang yang mengikuti ajaran Bileam, yang memerintahkan Balak untuk menaruh batu sandungan di hadapan orang Israel sehingga all echo kata sou oliga hoti echeis ekei kratountas ten didachen Balaam hos edidasken to balos balein skandalon enopion ton uion Israel phagein eidolothita kai porneusai Tetapi aku mempunyai keberatan melawan kamu, sebagain kecil di antaramu memegang ajaran Bileam, yang mengajar Balak mendorong orang Israel tersandung, untuk makan persembahan berhala dan berbuat zinah Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 62 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL they would eat food sacrificed to idols and commit sexual mereka akan makan makanan yang kepada berhala dan RSV But I have a few things against you: you have some there who hold the teaching of Balaam, who taught Balak to put a stumbling block before the sons of Israel, that they might eat food sacrificed to idols and practice Tetapi ada beberapa hal yang menentang kamu, yaitu ada beberapa orang di antara kamu yang berpegang pada ajaran Bileam, yang telah mengajar Balak untuk meletakkan batu sandungan di hadapan bani Israel, supaya mereka makan makanan yang telah kepada berhalaberhala dan Versi Wahyu 2:20 Transliterasi Terjemahan BGT A iNO E E IE AIAnC E In AA. cIE AAIIE EA A EC aC IC aE IAn AOIE. all echo kata sou hoti apheis ten gunaika Iezabel, he legousa eauten prophetin kai didaskei kai plana tous emous doulous porneusai kai phagein eidolothuta Tetapi Aku melawan kamu karena membiarkan wanita Izebel untuk berbicara sebaga nabiah dan mengajar serta menyesatkan hambahambaKu, supaya jatuh dalam perzinahan dan makan persembahan berhala. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 63 KJV Notwithstanding I have a few things against thee, because thou sufferest that woman Jezebel, which calleth herself a prophetess, to teach and to seduce my servants to commit fornication, and to eat things sacrificed unto idols. Sekalipun demikian. Aku mempunyai beberapa hal yang menentang engkau, karena engkau perempuan itu. Izebel, yang menamakan dirinya nabiah, mengajar dan membujuk hambahamba-Ku untuk berzinah dan makan makanan yang kepada berhala. NET But I have this against you: You tolerate that woman Jezebel, who calls herself a prophetess, and by her teaching deceives my servants to commit sexual immorality and to eat food sacrificed to Tetapi Aku Engkau membiarkan perempuan itu. Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, dan dengan ajarannya menipu hamba-hamba-Ku untuk melakukan percabulan dan makan makanan yang kepada berhala. RSV But I have this against you, that you tolerate the woman Jezebel, who calls herself a prophetess and is teaching and beguiling my servants to practice Tetapi Aku menentang engkau, bahwa engkau perempuan Izebel, yang menyebut dirinya seorang nabiah dan yang mengajar serta Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 64 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL immorality and to eat food sacrificed to membujuk hambahamba-Ku untuk melakukan amoralitas dan makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Dari hasil analisis di atas, maka terdapat beberapa hal penting yang dapat dipelajari dari simbolisasi ketiga nama yang diteliti, yakni: Pertama, sorotan utama diarahkan kepada jemaat Pergamus, dikarenakan jemaat ini berada di wilayah yang hampir seluruhnya menyembah berhala di mana dibangun banyak tugu-tugu berhala dalam kota mereka, seperti yang telah dijelaskan dalam analisis historis dan kebudayaan. Hal menarik menurut Thomas adalah, bahwa sekalipun mereka ada di tengah-tengah komunitas masyarakat yang tidak menyembah Tuhan, tetapi mereka memilih tidak menyangkal iman mereka. 30 Mereka tetap setia dan berpegang kepada nama Tuhan. Antipas, merupakan salah satu dari saksi Kristus yang melayani dan hidup di tengah-tengah Kota Pergamus. Terjemahan NET dan RSV menerjemahkannya, bahwa ia adalah saksi sementara terjemahan BGT dan KJV dengan lebih jelas memperkenalkannya sebagai martir. Frase OEAC A AEIC I A AEEC (Antipas ho martus mou ho pisti. yang diterjemahkan. AuAntipas adalah saksi/martir-Ku yang setia. Ay31 Terjemahan ini memperjelas bahwa Antipas hadir dan menjadi contoh kesetiaan di tengah-tengah tekanan dan penindasan berat, ia tetap setia dan tidak menyangkal nama Tuhan. Bahkan terjemahan martir, mengindikasikan bahwa Antipas telah setia dan taat sampai mati dalam membela imannya dan tidak menyangkal nama Tuhan. 32 Kistemaker menjelaskan tafsiran ini sangat dalam, yang menekankan kuasa Iblis dalam menganiaya umat Allah. Orang Kristen yang menolak mengakui Kaisar sebagai Tuhan dan Allah . ominus et deu. menghadapi penindasan yang berat, penyitan hak miliki, pengasingan, atau mengalami hukuman mati. 33 Sungguh, kesetiaan inilah yang harus 30 Robert L. Thomas. Revelation 1-7 : An Exegetical Commentary, ed. Kenneth Baker (Chicago: Moody Bible Institute Publisher, 2. , 177-180. 31 Walter Bauer et al. Greek-English Lexicon of The New Testament and Other Early Chrstian Literature (BDAG), 4th ed. (Chicago London: University of Chicago Press, 2. , 32 Basil Mitchell. AuFaith and Revelation,Ay in The Justification of Religious Belief (London: Palgrave Macmillan UK, 2. , 135Ae156, https://doi. org/10. 1007/978-1-349-00663-2_9. 33 Simon J. Kistemaker. Tafsiran Kitab Wahyu, 138. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 65 dimiliki oleh banyak orang percaya dalam melayani Tuhan. Ciri kemurnian dan dedikasi penuh dari komitmen melayani Tuhan. Kedua, masih dalam jemaat yang sama Pergamus, tetapi sekarang disoroti karena mereka menerima ajaran dari Bileam yang mencelakakan umat Israel (Bil. 22:5-25:. Dua ajaran Bileam yang telah mencemari jemaat di Tiatira adalah, mempengaruhi orang percaya untuk memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala dan melakukan perzinahan. Bahasa Yunani menyebutnya sebagai E . , yang artinya sebuah jebakan yang membuat orang terjatuh. 34 Kata ini juga dikenal luas hari ini dengan AuskandalAy yang menurut KBBI artinya perbuatan yang memalukan dan menurunkan derajat seseorang. 35 Jadi perbuatan Bileam telah menjadi skandal yang menghancurkan jemaat di Pergamus. Bileam telah menipu umat Tuhan untuk menyerongkan mereka dari kebenaran untuk menyembah Tuhan . Pet. 2:15-. dan beralih kepada penyembahan terhadap berhala-berhala, yang sama seperti berbuat zinah (Yeh. 6:9, 23:. 36 Tindakan jemaat yang menerima ajaran Bileam merupakan kekeliruan yang sangat fatal, karena melakukan sinkretisme yang berdampak rusaknya iman kepercayaan jemaat terhadap Allah Yahweh. Jadi orang Pergamus, satu sisi dipuji oleh Tuhan karena kesetiaan mereka untuk berpegang kepada nama Tuhan seperti Antipas yang menjadi martir, tetapi selanjutnya jemaat ini disoroti, karena mereka berubah mengizinkan ajaran Bileam yang mencelakakan umat. Dua nama yang muncul ini, mencirikan dua pilihan yang harus dilakukan oleh orang percaya untuk tetap setia kepada Tuhan dalam segala kondisi seperti Antipas dan sambil berhati-hati dalam menjaga segala sesuatu terhadap bahaya ajaran sesat seperti Bileam. Ketiga, sorotan kepada jemaat Tiatira, tertuju kepada keputusan dan pilihan mereka untuk mengizinkan seorang guru palsu yang digambarkan 34 Walter Bauer et al. Greek-English Lexicon of The New Testament and Other Early Chrstian Literature (BDAG), 182. Arti dari E . secara harfiah, tongkat umpan yang dapat digerakkan atau pemicu di dalam perangkap jebakan. sinekdoki, dijelaskan sebagai jebakan itu sendiri yang menjerat. secara metaforis jebakan, yaitu apa yang menyebabkan seseorang berbuat dosa, penyebab kehancuran, kesempatan untuk terjatuh (Rm. secara kiasan berbicara mengenai . sebagai godaan dosa, godaan kemurtadan, pelanggaran (Mat. sebagai apa yang membuat orang tersinggung atau menimbulkan batu sandungan yang menentang, pelanggaran . Kor. 35 Dendy Sugono. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)-Pusat Bahasa, 10th ed. (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2. , 5761. 36 Gordon D. Fee. Revelation A New Covenant Commentary. NCCS (New Covenant Commentary Serie. (Cambridge UK: The Lutterworth Press, 2. , 55-59. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 66 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL sebagai Izebel yang mempengaruhi sehingga jatuh dalam dosa percabulan dan makan persembahan berhala. Menurut Caird mengapa harus Izebel yang diambil sebagai simbol untuk menyatakan pelanggaran di jemaat Tiatira? Karena di Kota Tiatira terkenal dengan pola penyembahan kepada Artemis atau Dewi Cinta yang sangat erat hubungannya dengan 37 Izebel yang baru ini, seperti Izebel di masa lalu . Raj. 16:31. 21:25-. , mendukung kompromi dengan praktik-praktik penyembahan berhala, sehingga ajarannya mungkin mirip dengan ajaran Bileam dan kaum Nikolaus di Pergamus. Dalam kedua kasus ini . 14, . , tindakantindakan amoralitas dan memakan daging yang dikorbankan kepada berhala Menurut Beale, kata Yunani untuk amoralitas digunakan di tempat lain dalam kitab Wahyu untuk merujuk bukan pada amoralitas seksual secara harfiah, melainkan pada hubungan terlarang dengan dewadewa yang berdiri di belakang berhala-berhala yang disembah. 38 Kata Yunani untuk "amoralitas" . yang diterjemahkan percabulan atau Tetapi kata ini memiliki arti metafora ini di tempat lain dalam kitab Wahyu (Why. 39 Penggunaan metafora ini menekankan kepada bentuk kata kerja "amoralitas" . ecara harfiah berarti "berzinah") sehingga maknanya sesuai dengan Izebel, yang mempengaruhi Ahab dan Israel untuk mengadopsi penyembahan kepada Baal. Amoralitas seksual bisa jadi merupakan hal yang kedua dalam pikiran karena hal ini sering menjadi bagian dari penyembahan Baal . emang, amoralitas semacam itu sering kali terlibat dalam penyembahan dewa-dewa kafir pada zaman Yohane. Mengenai "perzinahan" harus dipahami dengan cara yang sama, terutama dengan latar belakang Israel yang dituduh berzinah oleh Allah karena penyembahan berhalanya. 40 Kekeliruan juga yang dilakukan oleh jemaat Tiatira terlihat dalam frase ini AA. IE cIE AAIIE EA (Iezabel, he legousa eauten prophetin kai didaske. Satu kata penting yang harus dilihat yaitu cIE . yang diterjemahkan memposisikan 37 Caird. A Commentary on the Revelation of St John Divine (London: Blackwell Publishing, 2. , 213-215. 38 G. Beale and David H. Campbell. Revelation - A Shoster Commentary (Grand Rapid Michigan / Cambridge U. K: William B. Erdmans Publishing Company, 2. , 87. 39 Walter Bauer et al. Greek-English Lexicon of The New Testament and Other Early Chrstian Literature (BDAG), 165. Arti kata aO . yang artinya . secara umum mempraktikkan amoralitas seksual, melakukan percabulan, hidup tanpa pengekangan seksual . Kor. secara metaforis mempraktikkan penyembahan berhala (Why. 40 Richard Bauckham. The Theology of the Book of Revelation, ed. James D. Dunn, 10th ed. (London: Cambridge University Press, 2. , 109-129. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 67 diri, atau menganggap diri sendiri. 41 Kata ini merupakan kunci utama kesalahan fatal terjadi dengan jemaat Tiatira. Mereka mengizinkan Izebel, memposisikan dirinya sendiri sebagai Nabiah. Mereka menerima dan menganggap Izebel sebagai nabiah sehingga bisa mengajar umat Tuhan. Dengan menerima Izebel sebagai Nabiah, sama saja memberikan posisi Tuhan dan nabi-nabi yang benar digantikan dengan nabi-nabi palsu. Kondisi ini sangat mendukung berkembangnya sinkretisme dan penyembahan berhala yang merusak kepercayaan monoteisme jemaat Tuhan kepada Allah Yahweh. Eksplorasi Makna Simbolis Dalam kitab Wahyu, nama Antipas. Bileam, dan Izebel disebutkan dalam konteks tertentu untuk menyampaikan makna simbolis yang lebih dalam dan menjadi pelajaran serta peringatan bagi orang percaya. Memahami nama-nama ini memberikan wawasan yang berharga tentang tantangan spiritual dan moral yang dihadapi oleh komunitas Kristen mulamula dan memberikan pelajaran penting bagi orang-orang percaya masa kini untuk tetap murni dan waspada. Antipas melambangkan Kesetiaan dan Integritas dalam Menghadapi Penganiayaan Antipas disebutkan dalam pesan kepada jemaat di Pergamus (Wahyu 2:. Tuhan memuji jemaat di Pergamus karena berpegang teguh pada iman mereka meskipun mereka tinggal di tempat "takhta Iblis" dan mengakui kemartiran Antipas, "saksi-Ku yang setia, yang telah dibunuh di tengah-tengah kamu. " Makna tematis dari simbolisasi Antipas adalah: 41 Walter Bauer et al. Greek-English Lexicon of The New Testament and Other Early Chrstian Literature (BDAG), 53. kata ini merupakan ganti refleksif yang merujuk tindakan dalam kata kerja kembali kepada subjeknya sendiri. jamak cIE. dengan orang ketiga sendiri, dirinya sendiri, dirinya sendiri (Mat. digunakan juga untuk orang pertama dan orang kedua jamak diri kita sendiri (Rm. , dirimu sendiri (Mat. sebagai padanan kata ganti resiprokal AO (Mat. digunakan sebagai pengganti kata ganti empunya . ossesive pronou. miliknya, dia, mereka (Mat. digunakan dengan kata depan: . AI c. dengan kehendak sendiri, secara sukarela, secara spontan (Yoh. AI c. dengan sendirinya, dengan sifatnya sendiri (Rm. a cIE kepada atau di dalam diri sendiri, yang digunakan untuk tidak berbicara dengan suara (Luk. 7:39. Mrk. atau untuk menyadari sesuatu di dalam hati (Kis. 12: . AC cIE iANAE datang kepada diri sendiri, sadar (Luk. a cIE dengan kekuatan . Kor. cIEU yang mengekspresikan dengan cara oleh diri sendiri (Kis. melawan dirinya sendiri (Mat. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 68 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL pertama, kesetiaan dalam penganiayaan. Antipas melambangkan kesetiaan yang tak tergoyahkan bahkan sampai mati. Kemartirannya menjadi contoh ketabahan dan kesetiaan kepada Kristus meskipun mengalami penganiayaan berat. Rujukan kepada Antipas menggarisbawahi pentingnya untuk tetap setia kepada iman seseorang dalam menghadapi tekanan dan ancaman dari luar. Kedua ialah menjadi saksi yang setia. Istilah "saksi" . ahasa Yunani: "martus") menyiratkan bukan hanya seorang pemberi kesaksian, tetapi juga seorang yang menyaksikan kebenaran melalui penderitaan dan pada akhirnya, kemartiran. Antipas melambangkan kesaksian iman yang tertinggi melalui pengorbanan, yang memperkuat panggilan bagi orang-orang percaya untuk berdiri teguh dalam keyakinan Antipas, sebagai "saksi yang setia" telah mati sebagai martir di Pergamus, menjadi teladan tindakan kesetiaan yang paling utama dalam menghadapi penganiayaan. Bileam Melambangkan Penipuan dan Kompromi Moral yang Mendorong Kepekaan dan Kewaspadaan Etika Moral Dalam pesan kepada jemaat di Pergamus. Yesus mengkritik beberapa anggota jemaat yang berpegang pada ajaran untuk meletakkan batu sandungan di hadapan orang Israel, yang membuat mereka makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala dan melakukan percabulan (Wahyu 2:. Sebagai nabi palsu. Bileam telah dikenal dalam Perjanjian Lama (Bilangan 22-. karena telah membawa Israel ke dalam dosa melalui nasihatnya yang penuh tipu daya. Bileam melambangkan bahaya ajaran palsu dan kompromi moral yang mengancam integritas iman Kristen. Pada saat itu di kota Pergamus, maka Kekaisaran Romawi mengharuskan penyembahan terhadap kaisar sebagai Tuhan dan dewa-dewa. Pergamus sebagai tempat bertemunya berbagai agama dan budaya, akan mengakibatkan terjadinya sinkretisme dan penyembahan berhala, di mana elemen-elemen dari berbagai agama digabungkan. Orang-orang Kristen sering tergoda untuk mengkompromikan keyakinan mereka untuk menghindari penganiayaan atau untuk mendapatkan keuntungan sosial dan Dampak signifikan dari kondisi ini adalah munculnya guru-guru dan nabi-nabi palsu, yang menganjurkan kompromi semacam itu, menjadi ancaman yang signifikan terhadap kemurnian doktrin dan praktik Kristen. Ada dua makna tematis dari simbolisasi nama Bileam yang bisa dipelajari, yakni: pertama, dosa penipuan dan kompromi. Bileam menjadi simbol penipuan dan kompromi moral. Tindakannya, seperti yang diceritakan dalam Bilangan 22-24 dan 31:16, membawa bangsa Israel ke dalam dosa Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 69 melalui penyembahan berhala dan amoralitas. Warisan Bileam adalah salah satu yang menjauhkan manusia dari pengabdian yang murni kepada Tuhan. Kehidupan Bileam telah menjadi peringatan keras terhadap godaan untuk mencampurkan praktik-praktik kafir dengan ibadah Kristen. Kisah ini telah menjadi peringatan penting terhadap orang-orang percaya untuk mempertahankan kemurnian doktrin dan menolak kompromi moral dan Hal penting yang harus ditandai oleh orang percaya masa kini adalah setiap kompromi terhadap Iblis dan dosa akan berakibat fatal dan membawa seseorang untuk terjerat kepada hukuman kekal. Kedua, korupsi dan keserakahan. Kesediaan Bileam untuk mengutuk Israel demi mendapatkan keuntungan finansial menjadi contoh pengaruh keserakahan yang merusak dan bahaya menggunakan otoritas rohani untuk keuntungan Ada banyak orang percaya yang karena diiming-imingi uang yang banyak, bisa meninggalkan iman kepercayaan dan berbalik menjadi Itulah sebabnya terdapat nasihati untuk bersikap hati-hati terhadap uang . Tim. Izebel Melambangkan Amoralitas dan Penyembahan Berhala, yang Harus Diwaspadai dan Dilawan. Dalam pesan kepada jemaat di Tiatira. Tuhan menyoroti toleransi terhadap "perempuan itu. Izebel, yang menyebut dirinya nabiah dan yang mengajar dan membujuk hamba-hamba-Ku untuk melakukan percabulan dan makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala. " Izebel menjadi tokoh yang memperlihatkan kondisi yang terjadi saat itu dimana dalam kehidupan orang Yunani dan Romawi sangat banyak praktik-praktik yang dianggap tidak bermoral oleh orang Kristen, termasuk percabulan dan penyembahan berhala. Koester menulis Praktik-praktik ini sering kali menyusup ke dalam komunitas-komunitas Kristen, sehingga menimbulkan konflik internal dan perlunya disiplin moral yang ketat. Para pemimpin karismatik di dalam gereja yang telah terpengaruh dan mendapat keuntungan telah menyesatkan para anggotanya, dengan mempromosikan perilaku yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Kristen. 42 Makna simbolisasi nama Izebel yang ditemukan, yakni: pertama, simbol nubuat palsu dan bujukan untuk jatuh dalam dosa. Izebel dalam sejarah, seperti yang digambarkan dalam 1 Raja-raja 16:31-33, adalah seorang ratu yang mempromosikan penyembahan Baal dan menganiaya nabi-nabi Allah. 42 Craig. R Koester. Revelation - The Achor Yale Bible Volume 38A, ed. John J. Collins (New Haven London: Yale University Press, 2. , 294-309. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 70 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL Namanya dalam kitab Wahyu mewakili pengaruh yang sama di dalam gereja, yang membawa orang-orang percaya ke dalam penyembahan berhala dan amoralitas. Kedua, manipulasi dan kontrol yang kuat. Karakter Izebel diasosiasikan dengan manipulasi dan kontrol dengan menggunakan posisinya untuk memimpin orang lain ke dalam korupsi dan pemberontakan terhadap Tuhan. Ahab dan seluruh Israel, telah diserongkan untuk terjebak dalam penyembahan berhala yang membuat Allah murka terhadap mereka. Konteks historis-budaya dari Kitab Wahyu memberikan latar belakang penganiayaan, kompromi moral, dan ajaran-ajaran palsu yang mengancam komunitas Kristen mula-mula. Dalam lingkungan ini, namanama simbolis Antipas. Bileam, dan Izebel memiliki arti yang signifikan . Antipas melambangkan kesetiaan yang tidak tergoyahkan dan panggilan untuk menanggung penganiayaan dengan integritas. Bileam melambangkan bahaya dari ajaran-ajaran palsu dan perlunya menolak kompromi moral dan doktrin. Izebel memperingatkan terhadap pengaruh yang merusak dari amoralitas dan penyembahan berhala, menggarisbawahi pentingnya menjaga kemurnian dan kebenaran. Dengan memahami simbol-simbol ini dalam konteks historisnya, orang-orang percaya modern dapat memperoleh wawasan tentang pentingnya kesetiaan, kebijaksanaan, dan integritas moral dalam kehidupan rohani mereka. Implikasi Terhadap Pembentukan Karakter Kitab Wahyu menggunakan simbolisme yang kaya untuk menyampaikan pesannya, termasuk nama-nama simbolis Antipas. Bileam, dan Izebel. Nama-nama ini memberikan pelajaran dan peringatan yang mendalam bagi orang percaya, khususnya dalam konteks pembangunan Osborne menulis, terdapat keengganan untuk membaca dan mempelajari kitab Wahyu secara mendalam dikarenakan struktur dan isi kitab yang penuh dengan berbagai makna dan simbol mengakibatkan kesulitan untuk memahaminya. Untuk itu para pemimpin gereja diharuskan membantu jemaatnya sehingga dapat belajar dan mempersiapkan diri secara baik lewat pesan-pesan dalam Kitab Wahyu untuk memperlengkapi karakter mereka di akahir zaman. 43 Penelitian dari manurung, dkk, telah memperlihatkan bagaimana pentingnya mempelajari tema-tema wahyu sebagai fondasi pembentukan karakter dikalangan anak-anak muda agar 43 Grant R. Osborne. Baker Exegetical Commentary on the New Testament: Revelation (Grand Rapid Michigan: Baker Publishing Group, 2. , 96-115. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 71 mereka bisa memiliki hidup yang benar di akhir zaman. 44 Eksplorasi makna simbolis dari nama-nama ini dan implikasinya untuk mengembangkan dan mempertahankan karakter yang kuat dan positif bagi orang percaya. Antipas: Simbol Kesetiaan Dalam Wahyu 2:13 telah menyebutkan tentang Antipas, seorang "saksi yang setia" yang menjadi martir karena kesetiaannya kepada iman. Namanya menjadi simbol kesetiaan dan loyalitas yang tidak tergoyahkan kepada Allah. Implikasi terhadap pembentukan karakter yang dapat dipelajari, adalah: Pertama. Komitmen yang pantang menyerah. Antipas mencontohkan pentingnya untuk tetap berkomitmen pada iman dan prinsip-prinsip seseorang bahkan dalam menghadapi kesulitan. Hal ini mendorong orang-orang percaya untuk mengembangkan karakter yang tabah dan dapat diandalkan. Teladan Antipas mendorong orang-orang percaya untuk mengembangkan keberanian dan komitmen, yang mewujudkan nilai-nilai ketangguhan dan kesetiaan. Pembentukan karakter ini sangatlah penting karena menjadi fondasi bagi orang percaya untuk tetap kuat dalam mempertahankan iman kepercayaan di atas nilai-nilai kebenaran meskipun, mengalami banyak tantangan. Kedua. Keberanian dan Integritas. Dengan berdiri teguh dalam keyakinannya, bahkan sampai mati. Antipas mengajarkan nilai keberanian dan integritas. Sifat-sifat ini sangat penting bagi individu yang ingin menjadi orang yang dapat dipercaya dan terhormat dalam semua aspek kehidupan. Ketiga. Ketekunan Dalam Iman. Teladannya mengilhami orang-orang percaya untuk menanggung kesulitan dan tantangan tanpa mengorbankan iman mereka, memupuk ketangguhan dan ketekunan. Kisah Antipas telah menjadi inspirasi untuk bertahan dalam pencobaan dan tetap teguh dalam iman, yang sangat penting untuk membangun karakter dalam kehidupan Kristen. Bagi orang-orang Kristen mula-mula, teladan Antipas memberikan dorongan yang kuat untuk tetap Kemartirannya menggarisbawahi panggilan untuk menanggung penderitaan dan penganiayaan dengan iman yang tidak tergoyahkan. Hal ini juga menjadi karakter yang hebat bagi setiap orang percaya untuk tetap kuat dan bertahan dalam iman sehingga tidak mudah putus asa dan mengundurkan diri. Sebab realita hari ini, banyak orang Kristen yang 44 Well Therfine Renward Manurung. Aska Aprilano Pattinaja, and Andris Kiamani. AuAnalisis Tematik Tentang Surga . Neraka . Dan Tribulasi : Kajian Eskatologi Sebagai Implikasi Bagi Anak Muda,Ay Jurnal Abdiel : Khazanah Pemikiran Teologi . Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 1, no. : 53Ae69, https://doi. org/10. 37368/ja. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 72 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL memilih mundur dan menyangkal iman dari pada menghadapi tekanan dan serangan kepada iman kepercayaannya. Bileam: Simbol Penipuan Bileam yang dicatat dalam Wahyu 2:14, dikenal dalam Perjanjian Lama (Bilangan 22-. karena perannya dalam membawa bangsa Israel ke dalam dosa melalui tipu daya dan keserakahan. Bileam melambangkan bahaya dari ajaran-ajaran palsu dan kompromi moral. Implikasi terhadap pembentukan karakter yang dapat dipelajari, adalah: Pertama. Waspadalah Terhadap Kompromi. Kisah Bileam memperingatkan terhadap godaan untuk mengorbankan moral demi keuntungan pribadi. Hal ini mengajarkan orang percaya untuk menjunjung tinggi standar etika dan menghindari praktik-praktik yang menipu. Kisah Bileam memperingatkan orang percaya untuk menjaga integritas dan menghindari kompromi moral dan spiritual. Orang percaya harus tetap hidup memiliki integritas dan kemrunian hidup untuk menghidupi nilai-nilai kebenaran iman dan membuat perbedaan. Kehidupan orang percaya masa kini harus memiliki karakter yang tetap berakar dengan kuat dalam kebenaran Firman agar tidak mudah Kedua. Ketajaman dan Kepekaan. Penipuan Bileam menyoroti perlunya ketajaman dan kebijaksanaan dalam membedakan kebenaran dan Mengembangkan kualitas-kualitas ini membantu individu untuk membuat keputusan yang tepat dan menjaga integritas mereka. Ketiga. Kewaspadaan Rohani. Teladan Bileam menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan terhadap motivasi dan tindakan seseorang, memastikan bahwa hal itu selaras dengan prinsip-prinsip yang benar dan bukannya dengan keinginan yang mementingkan diri sendiri. Orang percaya harus tetap waspada terhadap ajaran-ajaran palsu dan pengaruh-pengaruh yang dapat menyesatkan orang percaya. Bertarung dengan berbagai ajaran palsu dan sesat yang semakin berkembang, dibutuhkan kewaspadan rohani yang baik, karena ajaran-ajaran tersebut akan nampak atau terlihat seperti ajaran yang baik dan sesuai kebenaran. Karena itu perlunya seseorang membangun diri di atas nilai-nilai ajaran yang asli berdasarkan Alkitab, agar memiliki kepekaan yang tinggi untuk mengenali berbagai ajaran palsu yang Izebel: Simbol Amoralitas dan Penyembahan Berhala Wahyu 2:20 telah mencatat mengenai Izebel, yang digambarkan sebagai nabiah palsu yang membawa orang lain ke dalam percabulan dan penyembahan berhala. Ia melambangkan korupsi, manipulasi, dan Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ASKA APRILANO PATTINAJA. ANDRIS KIAMANI. JANI | 73 kerusakan moral. Implikasi terhadap pembentukan karakter yang dapat dipelajari, adalah: Pertama. Menolak Amoralitas. Tindakan Izebel berfungsi sebagai kisah peringatan untuk tidak terlibat dalam perilaku amoral. Hal ini mendorong orang percaya untuk memupuk kemurnian dan kebenaran dalam perilaku mereka. Pelajaran dari Izebel menekankan pentingnya ketajaman dan penolakan terhadap pengaruh-pengaruh yang korup. Orangorang percaya dipanggil untuk menjunjung tinggi kekudusan dan menolak ajaran-ajaran yang mengarah pada kerusakan moral. Kedua. Menjaga Diri dari Manipulasi. Pengaruh manipulatifnya menyoroti pentingnya untuk waspada terhadap mereka yang berusaha menyesatkan orang lain. Membangun karakter yang tahan terhadap manipulasi melibatkan pengembangan keyakinan etis yang kuat dan keterampilan berpikir kritis. Hal ini juga memperlihatkan pentingnya akuntabilitas dalam kepemimpinan dan bahaya dari membiarkan pengaruh manipulatif dan tidak bermoral bertahan dalam komunitas gereja. Ketiga. Komitmen terhadap Kekudusan. Referensi kepada Izebel memanggil orang-orang percaya kepada standar kekudusan yang lebih tinggi dan dedikasi kepada perintah-perintah Allah, menumbuhkan karakter yang berjuang untuk integritas rohani dan keunggulan moral. Kisah Izebel telah menjadi simbol yang kuat akan pengaruh yang merusak dari ajaran-ajaran palsu dan praktik-praktik amoral di dalam gereja, karena itulah perlunya kewaspadaan dan kemurnian moral serta komitmen terhadap kekudusan di antara orang-orang percaya. KESIMPULAN Nama-nama simbolis Antipas. Bileam, dan Izebel dalam Wahyu 2:13, 14, 20 memberikan pelajaran yang berharga untuk membangun Antipas melambangkan kesetiaan dan integritas, mendorong orang percaya untuk tetap teguh dalam iman mereka. Bileam melambangkan penipuan dan kompromi moral, mendorong kewaspadaan dan ketajaman etika. Izebel melambangkan amoralitas dan penyembahan berhala, menyerukan komitmen terhadap kemurnian dan perlawanan terhadap pengaruh yang merusak. Dengan memahami dan menerapkan makna simbol-simbol ini, maka orang percaya dapat mengembangkan karakter yang kuat dan positif yang mencerminkan iman dan nilai-nilai mereka, yang pada akhirnya mengarah pada kehidupan yang menghormati Tuhan dan menjadi teladan yang positif bagi orang lain. Bahkan simbolisasi nama ini telah menjadi pelajaran penting terhadap pembentukan karakter. Setiap orang percaya yang ingin tetap bertahan di akhir zaman ini, harus Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 74 | MAKNA NAMA ANTIPAS. BILEAM DAN IZEBEL memutuskan untuk hidup benar, murni dan waspada. Penelitian ini dapat ditindaklanjuti dalam penelitian secara komprehensif terhadap simbolisasi angka-angka yang sangat sering muncul dalam kitab wahyu. DAFTAR PUSTAKA