Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 PENGARUH MORALITAS INDIVIDU. PENGENDALIAN INTERNAL. DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (STUDI PADA KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO) Dila Cahyani Putri A. Hartono A. Esti Nurhidayat A a Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan A Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Majapahit ABSTRACT Abstract This study aims to determine the effect of Individual Morality. Internal Control and Organizational Culture on Accounting Fraud Trends. The theory used in this study is the Fraud Triangle Theory. The population in this study were 100 village officials spread across 25 villages in Kanor District. Bojonegoro Regency. This study uses a purposive sampling technique. The sample was taken as many as 60 village officials in 15 villages in Kanor District. Bojonegoro Regency. Data collection is done by questionnaire method. Processing data using the SPSS version 22. 0 application. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the study show that individual morality has a significantly positive effect on the tendency of accounting fraud, internal control and organizational culture in a positive way have a significant effect on the tendency of accounting fraud. Individual morality, internal control and organizational culture simultaneously have a significant positive influence on accounting fraud Keywords: Individual Morality. Internal Control. Organizational Culture. Accounting Fraud Trends Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Moralitas Individu. Pengendalian Internal dan Budaya Organisasi pada Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Segitiga Kecurangan. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang aparatur desa yang tersebar di 25 desa di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel diambil adalah sebanyak 60 orang aparatur desa yang tersebar di 15 desa di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner. Pengolahan data menggunakan aplikasi Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier Hasil penelitian menunjukkan bahwa moralitas individu secara persial berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, pengendalian internal dan budaya organisasi secara persial berpengaruh negatif sigifikan terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Moralitas individu, pengendalian internal dan budaya organisasi secara simultan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Kata Kunci: Moralitas Individu. Pengendalian Internal. Budaya Organisasi. Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 PENDAHULUAN Kecurangan akuntansi merupakan salah satu satu permasalahan yang banyak menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah di era globalisasi. Kecurangan dapat didefinisikan sebagai kesalahan dalam penyajian laporan keuangan yang sengaja dilakukan. Kecurangan juga terdapat pada sektor pemerintahan salah satunya pemerintahan desa. Semenjak disahkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa, pemerintah memberi kebebasan pada desa untuk memajukan desanya. Namun adanya peraturan baru tersebut berdampak tingginya tindakan kecurangan di pemerintah desa. Indonesia Corruption Watch (ICW) pada tanggal 9 Desember 2016 menyebutkan korupsi yang terjadi di desa dari tahun 2010-2015 tercatat 133 kasus korupsi dengan kerugian mencapai 205 miliar rupiah (Mustikawati, 2. Salah satu faktor yang mem- pengaruhi kecenderungan kecurangan akuntansi adalah moralitas individu. Moral yang buruk dari aparatur dapat mendorong aparatur berlaku curang. Hal itu juga sejalan dengan pendapat Lahaya . Individu dengan level penalaran moral tinggi di dalam tindakannya akan memperhatikan kepentingan orang-orang di sekitarnya. Individu yang memiliki penalaran moral rendah cenderung akan melakukan hal-hal yang menguntungkan dirinya sendiri. Pengelolaan keuangan yang baik selalu terhambat oleh kecurangan yang sengaja dilakukan oleh aparatur yang tidak bertanggung jawab. Kecurangan ini dipengaruhi oleh lemahnya pengendalian internal dalam organisasi. Rosliana . berpendapat apabila sistem pengendaliannya efektif, maka kegiatan operasional juga dapat berjalan secara efektif dan efisien sehingga kemungkinan adanya penyimpangan dalam proses operasional dapat Faktor selanjutnya penyebab kecurangan akuntansi adalah budaya organisasi. Siregar dan Hamdani . menyatakan bahwa adanya budaya organisasi sangat cenderung membentuk standar etika yang tinggi di antara para anggotanya. Apabila dalam suatu organisasi menerapkan standar etika yang tinggi, maka akan memberikan dampak positif terhadap perilaku aparatur di pemerintahan. Untuk itu budaya organisasi sangat penting. Pada penelitian ini, peneliti tertarik melakukan penelitian pada sektor pemerintahan khususnya pada pemerintahan desa. Mengacu pada penelitian Eliza . dan penelitian Siregar dan Hamdani . penelitian ini dilakukan untuk menggali persepsi para aparatur di pemerintahan desa untuk meneliti pengaruh moralitas individu, pengendalian internal, dan budaya organisasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi dalam pengelolaan keuangan desa. Namun, dikarenakan pengelolaan keuangan desa cakupannya sangat luas maka peneliti dalam melakukan penelitian ini membatasi hanya meneliti tentang pengelolaan dana TINJAUAN PUSTAKA Teori Segitiga Kecurangan (Fraud Triangl. Alasan seseorang melakukan kecurangan beragam. Salah satu teori paling terkenal yang menyebutkan alasan seseorang melakukan kecurangan adalah fraud triangle theory yang dikemukakan oleh Cressey . dalam Elder, dkk . Dalam teori ini disebutkan tiga keadaan penyebab seseorang melakukan kecurangan yaitu tekanan, kesempatan. Sikap/Rasionalisasi. Moralitas Individu Moralitas merupakan prinsip yang diikuti individu maupun kelompok mengenai apa yang benar dan salah berdasarkan standar moral. Udayani dan Sari . berpendapat moralitas individu merupakan perilaku dan sikap yang baik, dimana seseorang tersebut tanpa pamrih atau tidak meminta balasan. Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Pengendalian Internal Rosliana . berpendapat Pengendalian internal merupakan proses yang di jalankan untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian keandalan laporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum, efektivitas dan efisiensi operasi. Budaya Organisasi Lubis . , mendefinisikan budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu, sehingga persepsi tersebut menjadi suatu sistem dan makna bersama di antara para anggotanya. Kecurangan Akuntansi Menurut Udayani dan Sari . kecurangan merupakan sesuatu yang secara lihai dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan dengan cara menutupi kebenaran, tipu daya, kelicikan atau mengelabui dan cara tidak jujur yang lain. Desa Bastian . 5: . berpendapat Desa merupakan perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis politik, serta kultural setempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain. Pemerintahan Desa adalah penyelenggara segala urusan pemerintahan serta mengatur kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan negara Indonesia. Yuliansyah dan Rusmianto . 7: . mengemukakan Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan PP No. 60 Tahun 2014 Pasal 2 dana desa dikelola secara tertib, taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatuhan serta mengutamakan kepentingan masyarakat setempat. Kerangka Konseptual Keterangan: = Secara parsial = Secara Simultan Hipotesis H1 = H2 = H3 = H4 = Moralitas individu berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Moralitas individu, pengendalian internal dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Menurut Sugiono . 7: . metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori. Penelitian ini dilakukan pada desa di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Waktu penelitian adalah April-Juli 2019. Populasi. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang aparatur desa yang tersebar di 25 desa/kelurahan di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang aparatur desa yang tersebar di 15 desa/kelurahan di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Teknik Pengambilan Sampel Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode nonprobability sampling. Menurut Sugiyono . nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel Penelitian Variabel merupakan suatu sifat yang dapat memiliki berbagai macam nilai (Lubis, 2017:. Variabel biasanya digambarkan dalam bentuk simbol/lambang umumnya digunakan simbol X dan Y. Variabel-variabel dalam penelitian ini terdiri dari: Variabel Dependen Variabel dependen disebut juga dengan istilah variabel terikat. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kecenderungan kecurangan akuntansi (Y). Variabel Independen Variabel Independen disebut juga dengan istilah variabel bebas. Variabel Independen dalam penelitian ini terdiri dari tiga yaitu: Moralitas Individu (X. Pengendalian Internal (X. Budaya Organisasi (X. Metode Analisis Data Statistik deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan kemencengan distribusi (Ghozali, 2012:. Uji Kualitas Data Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pertayaan pada kuesioner mampu untuk Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Kuesioner dikatakan valid jika nilai r hitung > r tabel. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur keandalan dan reliabel suatu kuesioner. Pada penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik dari Cronbach yaitu CronbachAos Alpha () (Artini. Adiputra, dan Herawati, 2. Reliabilitas suatu variabel dikatakan baik jika memiliki nilai CronbachAos Alpha > dari 0,70. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji H1. H2. H3 dan H4 pada penelitian ini. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Untuk memudahkan proses perhitungan dan analisis data peneliti menggunakan alat bantu SPSS. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara bersama mempengaruhi variabel terikat yang dinyatakan dalam persamaan berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 e Keterangan : Y = Kecenderungan kecurangan akuntansi a = Konstanta . anya Y, bila X=. b1 = Koefisien regresi moralitas individu b2 = Koefisien regresi pengendalian internal b3 = Koefisien regresi budaya organisasi X1 = Moralitas individu X2 = Pengendalian internal X3 = Budaya organisasi e = Varians pengganggu Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah kedua variabel terdistribusi normal atau Pengujian normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Analisis grafik yang digunakan yaitu grafik histogram dan grafik Probability-Plot. Sedangkan untuk uji statistik dapat dilakukan dengan uji one sample kolmogorov-smirnov. Dalam uji ini variabel dikatakan normal jika nilai signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov >0,05. Uji Multikolinearitas Uji multikolinieritas merupakan uji yang ditujukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . ariabel independe. Untuk menguji adanya multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai VIF (Variance Inflating Facto. < 10 dan Tolerance > 0,10 (Eliza, 2. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual atas suatu pengamatan ke pengamatan lain (Eliza, 2. Untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas dapat menggunakan pola gambar Scatterplot model. Penelitian dikatakan tidak heterokedastisitas jika titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Uji Hipotesis Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji . Uji T bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel Jika t hitung > t tabel dan tingkat signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Uji F dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen sebagaimana yang diformulasikan dalam suatu model persamaan regresi berganda sudah tepat (Chandrarin, 2017:. Jika F hitung > F tabel dan tingkat signifikan < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Uji Koefisien Determinasi (R. Analisis koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel-variabel dependen, dimana ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi (R. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Statistik Deskriptif Moralitas Individu Pengendalian Internal Budaya Organisasi Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Valid N . Sumber: output SPSS 23 Min Max Mean 13,33 22,12 21,14 Std. Deviation 2,461 2,214 2,041 25,41 5,608 Tabel 1 menunjukkan jumlah responden (N) sebanyak 49 pegawai. Dari tabel diketahui variabel moralitas individu mempunyai nilai minimum sebesar 10 dan nilai maksimum sebesar 19 dengan nilai rata-rata sebesar 13,33 dan standar deviasi sebesar 2,461. Pada variabel pengendalian internal mempunyai nilai minimum sebesar 18 dan nilai maksimum sebesar 25 dengan nilai rata-rata sebesar 22,12 dan standar deviasi sebesar 2,214. Pada variabel budaya organisasi mempunyai nilai minimum sebesar 17 dan nilai maksimum sebesar 24 dengan nilai rata-rata sebesar 21,14 dan standar deviasi sebesar 2,041. Pada variabel kecenderungan kecurangan akuntansi mempunyai nilai minimum sebesar 15 dan nilai maksimum sebesar 36 dengan nilai rata-rata sebesar 25,41 dan standar deviasi sebesar 5,608. Uji kualitas data Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dikatakan valid jika nilai r hitung > r tabel. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Item Moralitas Individu X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Pengendalian Internal Budaya Organisasi r hitung Kesimpulan 0,841 0,845 0,838 0,395 0,476 0,572 0,907 0,826 0,836 0,806 0,330 0,837 0,780 0,735 0,860 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Kecenderungan Kecurangan Akuntansi 0,647 0,874 0,793 0,765 0,704 0,639 0,728 0,671 0,751 0,670 0,795 0,714 0,601 0,562 0,771 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 0,276 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: output SPSS 23 Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa semua butir pertanyaan dari setiap variabel moralitas individu, pengendalian internal, budaya organisasi dan kecenderungan kecurangan akuntansi adalah valid, karena r hitung > r tabel, dimana r tabelnya sebesar 0,276. Uji Reliabilitas Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Kesimpulan Moralitas Individu Pengendalian Internal Budaya Organisasi Kecenderungan Kecurangan Akuntansi 0,808 0,840 0,737 0,927 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: output SPSS 23 Dari tabel 3 diketahui keempat variabel nilainya diatas 0,70 sehingga dapat disimpulkan bahwa butir-butir pernyataan yang disebarkan kepada responden Reliabel dan dapat digunakan sebagai instrumen untuk penelitian selanjutnya. Uji Regresi linear berganda Uji regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini digunakan persamaan: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 e Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model (Constan. Moralitas Individu Pengendalian Internal Budaya Organisasi Sumber: Output SPSS Unstandardized Coefficients Std. Error Berdasarkan tabel 4 disusun persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 51,348 0,642X1 - 0,685X2 - 0,914X3 e Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 A Nilai konstanta 51,348 menunjukkan besarnya kecenderungan kecurangan akuntansi jika variabel independen . oralitas individu, pengendalian internal, dan budaya organisas. adalah nol. A b1 = 0,642, karena koefisien regresi moralitas individu bernilai positif ini diartikan setiap kenaikan 1 satuan variabel moralitas individu maka akan meningkatkan kecenderungan kecurangan akuntansi sebesar 0,642. A b2 = -0,685, karena koefisien regresi pengendalian internal bernilai negatif ini diartikan setiap kenaikan 1 satuan variabel pengendalian internal akan menurunkan kecenderungan kecurangan akuntansi sebesar 0,685. A b3 = -0,914, karena koefisien regresi budaya organisasi bernilai negatif ini diartikan setiap kenaikan 1 satuan variabel budaya organisasi akan menurunkan kecenderungan kecurangan akuntansi sebesar 0,914. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Sumber: Output SPSS 23. Gambar 1: Hasil Uji Normalitas Gambar 1 menunjukkan adanya penyebaran data . yang tersebar disekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik tersebut mengikuti arah garis diagonal. Maka dapat disimpulkan penelitian ini terdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas Model 1 Moralitas Individu Pengendalian Internal Budaya Organisasi Collinearity Statistics Tolerance VIF Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Tabel 5 menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi. Hal ini dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF) < 10 dan nilai tolerance (TOL) > 0,10. Pada variabel moralitas individu memiliki nilai tolerance sebesar 0,616 > 0,10, sedangkan nilai VIF 1,623 < 10. Variabel pengendalian internal memiliki nilai tolerance sebesar 0,575 > 0,10, sedangkan nilai VIF 1,739 < 10. Variabel budaya organisasi memiliki nilai tolerance sebesar 0,527 > 0,10, sedangkan nilai VIF 1,897 < 10. Uji Heteroskedastisitas Gambar 2: Hasil Uji Heterokedastisitas Gambar 2 memperlihatkan titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu, serta tersebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, ini berarti tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi. Model regresi ini dapat digunakan untuk menganalisis pengaruh moralitas individu, pengendalian internal dan budaya organisasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. 1 Uji Hipotesis Uji Persial . Tabel 6. Hasil Uji t Model 1 (Constan. Moralitas Individu Pengendalian Internal Budaya Organisasi Sig. Dalam pengujian hipotesis uji t diketahui bahwa df=45, dengan nilai = 0,05. Maka nilai t tabel = 1,679. Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Variabel moralitas individu (X. terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Y), t hitung untuk variabel moralitas individu lebih besar dari t tabel yaitu sebesar 2,246 > 1,679 dan tingkat signifikan 0,030 < 0,05. Nilai t hitung > t tabel dan tingkat signifikan < 5%. Jadi. H0 ditolak, ini diartikan moralitas individu (X. secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Y). Variabel pengendalian internal (X. terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Y), t hitung untuk variabel pengendalian internal lebih besar dari t tabel yaitu sebesar -2,084 < -1,679 dan tingkat signifikan 0,043 < 0,05. Nilai t hitung > t tabel dan tingkat signifikan < 5%. Jadi. H0 ditolak, ini diartikan pengendalian internal (X. secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Y). Variabel budaya organisasi (X. terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Y), t hitung untuk variabel budaya organisasi lebih besar dari t tabel yaitu sebesar -2,455 < -1,679 dan tingkat signifikan 0,018 < 0,05. Nilai t hitung > t tabel dan tingkat signifikan < 5%. Jadi. H0 ditolak, ini diartikan budaya organisasi (X. secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Y). Uji Simultan . ji F) Dalam pengujian hipotesis uji F nilai y=5% . , df1 =3, df2 =45, dapat kita lihat nilai F tabel =2,812. Tabel 7. Hasil Uji F ANOVAa Model Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Predictors: (Constan. Budaya Organisasi. Moralitas Individu. Pengendalian Internal Melalui uji F dapat dilihat dari nilai signifikan F sebesar 0,000 < 0,05 . %) dan F hitung lebih besar dari F tabel yaitu sebesar 19,412 > 2,812, maka dapat disimpulkan bahwa variabel moralitas individu, pengendalian internal dan budaya organisasi secara bersama-sama mempengaruhi kecenderungan kecurangan akuntansi. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 8. Hasil Koefisien Determinasi R2 Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,751 ,564 ,535 3,824 Predictors: (Constan. Budaya Organisasi. Pengendalian Internal. Moralitas Individu Dependent Variable: Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Berdasarkan tampilan output pada tabel 8 tersebut diatas menunjukkan besarnya koefisien determinasi (R. yang ditunjukkan dengan nilai Adjust R Square yaitu sebesar 0,535. Sehingga dapat disimpulkan bahwa besarnya pengaruh yang diberikan variabel moralitas individu, pengendalian internal dan budaya organisasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi sebesar 53,5% sedangkan sisanya sebesar 46,5% . %-53,5%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Pembahasan Pengaruh Moralitas Indvidu terhadap Kecenderungan Kecurangan Hipotesis awal dari variabel moralitas individu terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi adalah moralitas individu secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Hasil uji t diketahui bahwa nilai t hitung 2,246 > t tabel 1,679 dan nilai signifikan 0,030 < 0,05 hal ini berarti moralitas individu (X. berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Dengan demikian hipotesis H1 diterima. Hasil penelitian ini di dukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Prawira. Herawati dan Darmawan, . dimana hasil penelitiannya menyebutkan bahwa moralitas individu berpengaruh dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan Pengaruh Pengendalian Internal terhadap Kecenderungan Kecurangan Hipotesis dari variabel pengendalian internal terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi adalah pengendalian internal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Hasil uji t diketahui bahwa nilai t hitung -2,084 < t tabel -1,679 dan nilai signifikan 0,043 < 0,05 hal ini berarti pengendalian internal (X. berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Dengan demikian hipotesis H2 diterima. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Shintadevi . dan Zulfikar . yang menyatakan bahwa pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kecenderungan Kecurangan Hipotesis dari variabel budaya organisasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi adalah budaya organisasi secara parsial berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Hasil uji t diketahui bahwa nilai t hitung -2,455 < t tabel -1,679 dan nilai signifikan 0,018 < 0,05 hal ini berarti budaya organisasi (X. berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Dengan demikian hipotesis H3 diterima. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Siregar dan Hamdani . yang menyatakan bahwa budaya organisasi berpengaruh dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Pengaruh Moralitas Individu. Pengendalian Internal dan Budaya Organisasi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Secara Simultan Hipotesis awal yang diajukan adalah moralitas individu, pengendalian internal, dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan Hasil uji F diketahui bahwa nilai F hitung 19,412 > F tabel 2,812 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 hal ini berarti moralitas individu, pengendalian internal, dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Dengan demikian H4 diterima. Hasil dari penelitian ini didukung oleh penelitian Udayani dan Sari. yang menyatakan bahwa variabel Pengendalian Internal dan Moralitas Individu secara bersama-sama . berpengaruh pada Kecenderungan Kecurangan Akuntansi, ini diartikan kedua variabel independen mampu memprediksi atau menjelaskan kecenderungan kecurangan akuntansi dalam pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan penelitian pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: Moralitas individu (X. secara persial berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Dengan adanya moralitas individu dapat mengendalikan kecenderungan kecurangan akuntansi dalam pengelolaan keuangan desa. Pengendalian internal (X. secara persial berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Dengan adanya pengendalian internal yang efektif setiap kegiatan yang ada di dalam suatu instansi dapat terkontrol dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Budaya Organisasi (X. secara persial berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Budaya organisasi dibutuhkan dalam proses Semakin kuatnya budaya organisasi dalam suatu instansi diharapkan akan semakin berkurang kecenderungan kecurangan akuntansi di suatu instansi. Moralitas individu, pengendalian internal dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akutansi. Artinya kedua variabel independen mampu memprediksi atau menjelaskan kecenderungan kecurangan akuntansi dalam pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Saran Sebagai akhir dari penulisan skripsi ini penulis dapat menyampaikan saran dengan harapan dapat memberikan manfaat dalam pencegahan kecenderungan kecurangan akuntansi. Bagi instansi pemerintah desa disarankan untuk meningkatkan pengendalian internal dan budaya organisasi aparatur desa yang terlibat dengan pengelolaan keuangan desa sehingga dapat lebih efektif menurunkan kecenderungan kecurangan akuntansinya. Instansi pemerintah desa juga disarankan untuk mengendalikan moralitas individu aparatur desa agar kecenderungan kecurangan akuntansi dalam pengelolaan keuangan desa dapat Penelitian ini diharapkan dapat memberikan ide untuk pengembangan penelitian Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan variabel bebas lainnya agar hasil yang didapatkan lebih memuaskan seperti kesesuaian kompensasi, gaya kepemimpinan dan asimetri informasi. Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Daftar Pustaka