Jurnal Ekologi. Masyarakat dan Sains E-ISSN: 2720-9717 Volume 6. Nomor 2, 2025 ECOTAS https://journals. org/index. php/ems https://doi. org/10. 55448/ems Artikel Riwayat Artikel: Masuk: 03-11-2024 Diterima: 17-05-2025 Dipublikasi: 18-07-2025 Cara Mengutip Analisis Dampak Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah terhadap Lingkungan dan Sosial-Ekonomi Masyarakat Muhammad Syawaludin1. Nur Alfiyani2 Syawaludin. Muhammad, and Nur Alfiyani. AuAnalisis Dampak Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah Terhadap Lingkungan Dan SosialEkonomi MasyarakatAy. Jurnal Ekologi. Masyarakat Dan Sains 6 . : 152-62. https://doi. org/10. 1,2,3 Lisensi: Abstract: The construction project of the Kijing International Port is expected to enhance IndonesiaAos trade potential, logistics, and maritime connectivity, particularly in the West Kalimantan region. However, during the construction and operational processes, various impacts have been felt due to the lack of impact analysis and evaluation from PT Pelindo as the project developer. The purpose of this study is to analyze the environmental and socioeconomic impacts experienced by the surrounding communities as a result of the Kijing International Port development project. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing primary data collected through observations and surveys of the environmental conditions in the project area, as well as secondary data obtained from theories, historical reports, and other published information. The study was conducted in the affected areas, specifically in Sungai Kunyit Laut Village and Sungai Bundung Laut Village. The findings of this study reveal negative environmental impacts, such as the decline in air and seawater quality, increased water runoff, and a rise in hazardous waste and pollution. On the other hand, the project has also had positive socio-economic impacts, including increased employment opportunities, business prospects, and income for local Keywords: development, environmental impact, socio-economic impact, port Hak Cipta . 2025 Jurnal Ekologi. Masyarakat dan Sains Artikel ini berlisensi Creative Commons AttributionNonCommercial 4. International License. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sekolah Pascasarjana. Universitas Negeri Yogyakarta. Jl. Colombo No. Karang Malang. Caturtunggal. Kec. Depok. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 Penulis koresponden: usyawal862@gmail. Abstrak: Proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing diharapkan dapat meningkatkan potensi perdagangan, logistik, dan konektivitas maritim di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Barat. Namun dalam proses pembangunan dan pengoperasian pelabuhan tersebut, berbagai dampak dirasakan karena belum adanya analisis dan evaluasi dampak dari PT Pelindo selaku pengelola pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana dampak lingkungan dan sosialekonomi masyarakat sekitar akibat adanya proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif ini mengolah data primer dengan observasi dan survei terhadap corak lingkungan di wilayah proyek pembangunan serta data sekunder dengan memperoleh tambahan dari teori, catatan laporan historis, dan informasi lain yang dipublikasikan. Penelitian ini dilakukan di wilayah yang terdampak pada pembangunan Pelabuhan yaitu di Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah munculnya dampak negatif terhadap lingkungan akibat adanya pembangunan seperti penurunan kualitas udara dan air laut, peningkatan luapan air, serta peningkatan limbah dan sampah Kemudian proyek pembangunan ini juga memberikan dampak positif terhadap sosial-ekonomi masyarakat sekitar berupa peningkatan kesempatan kerja, peluang usaha, dan pendapatan bagi masyarakat setempat. Kata Kunci: pembangunan, dampak lingkungan, dampak sosial-ekonomi, pelabuhan Syawaludin. Muhammad, and Nur Alfiyani. AuAnalisis Dampak Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah Terhadap Lingkungan Dan Sosial-Ekonomi MasyarakatAy. PENDAHULUAN Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing dilaksanakan oleh pemerintah dalam mendukung Indonesia Kalimantan Barat. Pembangunan strategis nasional merupakan upaya terencana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara (Noor dkk, 2. Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing diharapkan mampu meningkatkan segala aspek yang dapat memberi manfaat bagi Indonesia dan akan meningkatkan perekonomian. Pembangunan merupakan suatu proses dalam rangka melakukan perubahan terencana yang meliputi berbagai dimensi yang memperjuangkan kemajuan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (Safitri , 2. Proyek pembangunan ini diawali dengan peletakan batu pertama pada tahun 2016 dan hingga saat ini proyek tersebut masih terus dilaksanakan meskipun telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo pada tahun 2022. Meskipun pelabuhan telah diresmikan, proses pembangunan masih terus berlangsung sebagai upaya peningkatan infrastruktur dan mendukung pembangunan di Proyek pembangunan pelabuhan bertaraf internasional ini dibangun di Kecamatan Sungai Kunyit. Kabupaten Mempawah. Provinsi Kalimantan Barat dilakukan oleh PT Pelindo dengan memperoleh konsesi dari pemerintah. Wilayah Kalimantan Barat secara geografis memiliki letak yang strategis dengan dikelilingi oleh berbagai pulau lainnya seperti Kerajaan Malaysia. Republik Singapura, provinsi di Selat Sumatera bagian timur dan provinsi Kalimantan Tengah sehingga dapat menjadi penghubung antara hinterland Kalimantan dengan wilayah Laut Cina Selatan dan Selat Karimata (Safitri, 2. Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar terutama pada sektor pertambangan, perkebunan dan pertanian yang nantinya akan menjadi daya tarik yang tinggi bagi para investor domestik maupun internasional dalam mengembangkan industri pada saat Proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing dibangun atas dasar pemenuhan kapasitas eksisting pelabuhan Dwikora Pontianak yang mengalami keterbatasan lahan (Rahmayati. Tampubolon & Cristanto, 2. Sehingga keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing akan mampu menampung potensi sumber daya alam yang ada di Kalimantan Barat dan dapat difungsikan sebagai hub regional sehingga dapat menekan biaya logistik di wilayah Kalimantan Barat. Pengembangan Pelabuhan Internasional Kijing khususnya berlokasi di Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut dengan luas total 109,3 ha dan telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 20142034 dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2014 ayat 19. a (PT PERSERO, 2. Dalam Rencana Induk Pelabuhan Pontianak No KP 787 Tahun 2016 yang telah disetujui oleh Kementerian Perhubungan RI menjelaskan bahwa pelabuhan ini merupakan bagian dari pelabuhan utama dan melayani rute domestik maupun pelayaran internasional. Sehingga dengan dibukanya akses pelayaran yang luas diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi Indonesia di kancah internasional. Pelabuhan dapat menjadi titik kunci dalam rantai pasokan global dan berguna untuk memperluas jaringan ekonomi global (Wright, 2. Proyek Pelabuhan Internasional Kijing dibangun di kawasan yang padat penduduk disertai dengan kondisi lingkungan yang hijau dengan hamparan sawah dan perkebunan serta lautan yang masih terjaga Sehingga proyek pembangunan ini akan mendorong berbagai dampak dari aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial terhadap Setiap pembangunan pasti ada dampak yang ditimbulkan baik positif maupun Pelabuhan Internasional Kijing diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi seperti peningkatan kapasitas logistik, pendapatan masyarakat, dan konektivitas maritim. Dampak negatif pembangunan terjadi akibat dari kegiatan atau aktivitas pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan analisis mengenai dampak lingkungan dan prosedur yang telah Pendapat Marzantowicz & DembiEska . menyebutkan bahwa terdapat tiga konsep pembangunan pelabuhan berkelanjutan yaitu pemanfaatan kawasan pelabuhan secara efisien, memberikan kontribusi langsung terhadap penyerapan tenaga kerja di pelabuhan dan menerapkan kinerja pengelolaan lingkungan Jurnal Ekologi. Masyarakat Dan Sains 6 . : 152-62. https://doi. org/10. 55448/x9xzd838. sehingga dapat meminimalisir permasalahan Sehingga dalam penelitian ini peneliti pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing yang ditinjau dari aspek lingkungan berupa kualitas air, tanah dan udara serta aspek sosial ekonomi khususnya pada peningkatan pendapatan dan lapangan pekerjaan masyarakat di Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari sumber aslinya untuk kebutuhan menghasilkan informasi yang mencerminkan kebenaran dengan kondisi faktual sehingga (Pramiyati. Jayanta & Yulnelly, 2. Data primer yang digunakan merupakan hasil survey, observasi dan wawancara singkat di lapangan serta melihat corak lingkungan di wilayah proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing. Adapun dalam mendapatkan informasi berupa data-data AMDAL yang dapat mendukung penelitian ini, peneliti meminta bantuan dengan Bapak Ervin Bayu Sanjaya sebagai Manager Komersial PT Pelindo Regional 2 Pontianak yang bertanggung jawab dalam aspek komersial dan pengembangan fasilitas dan layanan pelabuhan. Kemudian peneliti juga melakukan wawancara singkat kepada beberapa tokoh masyarakat sekitar yaitu dengan Bapak Suhaimi. YS selaku Kepala Desa Sungai Kunyit Laut dan Bapak Mulyadi sebagai Kepala Desa Sungai Bundung Laut. Data sekunder menjadi data yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan oleh pihak lain, bukan data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti untuk keperluan tertentu. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari teori, catatan laporan historis dan informasi lain yang Selanjutnya kedua data tersebut akan diolah dan dikelompokkan sesuai dengan topik yang akan dibahas dalam penelitian. Diagram alir yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Gambar 1. Diagram Alur Metode Penelitian Sumber: (Data Primer Rancangan Penelit. HASIL DAN PEMBAHASAN Menyambut era pasar bebas dan meningkatkan efisiensi arus logistik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya, kondisi pelabuhan dan transportasi laut di Indonesia perlu dipersiapkan dengan baik untuk mengantisipasi pesatnya perkembangan sektor pelabuhan dan transportasi laut dunia. Dalam hal ini. Otoritas Pelabuhan Pontianak dan PT Pelabuhan Indonesia II (Perser. membangun dan Terminal Pelabuhan Internasional Kijing. Kecamatan Sungai Kunyit . Kabupaten Mempawah . Provinsi Kalimantan Barat. Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan transportasi laut yang dapat berperan penting dalam sistem transportasi nasional dan internasional. Transportasi laut dalam penyelenggaraannya harus didukung oleh sarana dan prasarana seperti keberadaan pelabuhan yang menjadi tempat bertemunya lalu lintas laut dan darat dengan kegiatan bongkar muat berbagai macam barang dan penumpang dari seluruh wilayah Indonesia maupun internasional. Ketersediaan pelayanan transportasi di suatu daerah menjadi sangat penting karena pelayanan transportasi yang strategis dapat mendorong terciptanya stabilitas dan kelangsungan kegiatan masyarakat serta roda pemerintahan (Sahara dkk. Salah satu daerah yang berpotensi untuk dikembangkan dalam aspek transportasi laut adalah Provinsi Kalimantan Barat. Provinsi Kalimantan Barat memiliki sumber daya alam yang sangat potensial dalam Syawaludin. Muhammad, and Nur Alfiyani. AuAnalisis Dampak Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah Terhadap Lingkungan Dan Sosial-Ekonomi MasyarakatAy. menumbuhkan perekonomian negara yang berpusat pada sektor pertambangan, perkebunan dan pertanian. Sektor-sektor tersebut dapat diekspor ke kawasan internasional seperti Asia Tenggara. India. Asia Timur. Timur Tengah dan negara-negara Eropa. Besarnya potensi sumber daya tersebut dapat menjadi daya tarik yang tinggi bagi para investor domestik maupun internasional untuk mengembangkan industri pertambangan, perkebunan dan pertanian di Kalimantan Barat yang akan memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Sebelumnya Kalimantan Barat telah memiliki Pelabuhan Pontianak yang dikelola oleh PT Persero namun kondisi kapasitas eksistingnya saat ini sangat terbatas dan sulit dikembangkan karena keterbatasan lahan. Sehingga diperlukan adanya pelabuhan baru yang dapat menampung potensi sumber daya alam Kalimantan Barat yang lebih besar dan dapat difungsikan sebagai hub regional. Hub regional diharapkan dapat menekan biaya logistik di wilayah Kalimantan Barat yang saat ini tergolong Dari Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Pontianak Nomor KP 787 Tahun 2016 yang telah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pembangunan proyek Pelabuhan Internasional Kijing berada di wilayah Kalimantan Barat. Pelabuhan Internasional Kijing merupakan bagian dari pelabuhan utama yang direncanakan berfungsi sebagai pelabuhan utama dalam melayani rute domestik dan pelayaran Peta rancangan pola ruang Pengembangan Pelabuhan Internasional Kijing dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Desa Sungai Bundung Laut serta Pulau Temajo. Pembangunan dan pengoperasian pelabuhan ini memiliki batas lokasi yaitu bagian utara merupakan kawasan pertanian dan pemukiman Desa Sungai Bundung Laut dan Desa Sungai Kunyit Laut. Bagian timur merupakan kawasan pertanian dan pemukiman Desa Sungai Kunyit Laut, bagian selatan merupakan kawasan perkebunan dan pemukiman Desa Sungai Kunyit Laut serta bagian barat merupakan Pulau Temajo dan Selat Karimata. Kondisi wilayah yang masih asri dan berbatasan langsung dengan perairan yang luas memungkinkan proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing dilaksanakan di Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut. Kedua wilayah tersebut merupakan lokasi alternatif pembangunan pelabuhan internasional dengan lokasi yang paling layak yang memiliki aspek penilaian kondisi tapak seperti kedalaman pantai, arus dominan, pasang surut dan gelombang, sedimentasi, pendukung dan kondisi lahan. Sebelum Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah, kondisi Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut relatif tenteram dengan mata pencaharian penduduk sebagian besar sebagai nelayan dan petani. Lokasi ini berpotensi sebagai wisata pantai dan memiliki potensi wilayah yang subur dan strategis. Penduduk desa ini hidup sederhana namun mapan dengan rumah yang terletak dekat dengan laut, sehingga memudahkan mereka untuk melakukan kegiatan perikanan dan pertanian. Namun, kedua desa tersebut mulai menghadapi perubahan yang cukup pembangunan pelabuhan. Proses pembangunan lingkungan dan sosial-ekonomi. Secara umum pembangunan merupakan suatu cara pandang yang tidak hanya dilihat dari pembangunan ekonomi saja tetapi harus memadukan tiga unsur pendukung yaitu keseimbangan ekonomi, lingkungan (Mahadika, 2. Pelabuhan Internasional Kijing dalam pembangunan dan pengoperasiannya menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat dan lingkungan, dampak tersebut dapat diklasifikasikan pada tabel di bawah ini. Gambar 2. Peta Wilayah Proyek Pengembangan Pelabuhan Internasional Kijing Sumber: (PT PERSERO, 2. Proyek Pelabuhan Internasional Kijing dibangun di kawasan padat penduduk yang dikelilingi oleh perkebunan dan persawahan yang luas. Proyek pembangunan ini dibangun di wilayah Desa Sungai Kunyit Laut dan Jurnal Ekologi. Masyarakat Dan Sains 6 . : 152-62. https://doi. org/10. 55448/x9xzd838. Tabel 1. Dampak Proyek Pengembangan Pelabuhan Internasional Kijing pembebasan lahan yang berimplikasi pada hilangnya sebagian atau seluruh lahan yang digantikan dengan sejumlah uang atau konsesi lahan di areal lain. Pada areal pembebasan lahan di Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut didominasi oleh pembebasan lahan perkebunan dan pertanian yang mencapai luas 40 ha dengan sebaran komoditas tanaman pangan berupa padi, jagung, kakao, cengkeh dan pohon Kemudian pada lahan pemukiman dilakukan pembebasan lahan seluas 200 ha. Banyak masyarakat di Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut yang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya karena lahannya dibebaskan untuk pembangunan pelabuhan. Proses ini menyebabkan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari mereka termasuk perubahan lingkungan sosial dan kemasyarakatan. Banyak pula masyarakat yang merasa ganti rugi yang diberikan oleh pengembang tidak mencukupi untuk pembebasan lahan tersebut. Nilai ganti rugi dinilai terlalu rendah dan tidak sesuai dengan harga pasaran tanah milik mereka. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan dan protes dari warga sekitar yang merasa dirugikan dengan proses pembebasan lahan tersebut sehingga terjadi konflik sosial. Konflik sosial tersebut muncul karena adanya perbedaan pendapat antara masyarakat dengan pengelola pembangunan dalam menyikapi pembebasan lahan dan penetapan ganti rugi lahan. Karena masyarakat merasa sebagai penumpang atas tanah milik pihak lain dan sebagian warga menerima keputusan pembebasan lahan tersebut. Namun sebagian warga lainnya telah merasa memiliki tanah tersebut sehingga berupaya untuk menolaknya yang mengakibatkan terjadinya konflik sosial. Dampak Lingkungan dan Sosial-Ekonomi Kijing Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Mempawah Aspek SosialAspek Lingkungan Ekonomi Penurunan Kualitas Udara Terjadi Akuisisi (Sumber: AMDAL PT Lahan PERSERO, 2. Penurunan Kualitas Air Perubahan Mata Laut (Sumber: AMDAL Pencaharian PT PERSERO, 2. Peningkatan Limpasan Air Peningkatan Akibat Curah Hujan Kesempatan (Sumber: AMDAL PT Kerja PERSERO, 2. Meningkatkan Peningkatan Pengelolaan Pendapatan dan Sampah Limbah Peluang Bisnis Berbahaya Dampak Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing pada Aspek SosialEkonomi Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah. Kalimantan Barat, merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas maritim serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah dan nasional. Lebih dari sekadar infrastruktur pelabuhan, keberadaan proyek ini memberikan dampak yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan ekonomi. Terjadinya Akuisisi Lahan Pada tahap pertama proyek pembangunan, dampak yang dirasakan oleh masyarakat adalah adanya pembebasan lahan yang dilakukan pada areal pemukiman, perkebunan dan pertanian. Dampak terhadap masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat yang semula tinggal di areal rencana pembangunan yang asetnya hilang dan harus pindah serta masyarakat yang tinggal di luar areal rencana pembangunan yang kehilangan aset dan mata pencaharian di areal tersebut. Pembebasan lahan sangat erat kaitannya dengan pembangunan karena akan membuat proses kelancaran pembangunan pelabuhan tergantung pada penerimaan masyarakat yang lahannya masuk dalam rencana pembangunan. Pada proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, sangat mungkin sebagian atau seluruh lahan milik perorangan atau kelompok akan dijadikan lokasi Pelaksanaan proyek pembangunan . Perubahan Mata Pencaharian Pengadaan tanah yang dilakukan dalam mendukung proses pembangunan pelabuhan mengakibatkan masyarakat setempat mengalami perubahan mata pencaharian yang didominasi dengan bekerja sebagai petani. Selain menjadi petani, masyarakat di Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut juga didominasi oleh nelayan dengan kegiatan perikanan tangkap berupa togog yang jumlahnya sekitar 161 orang. Togog merupakan alat tangkap ikan untuk menangkap udang. Warga di kedua desa tersebut sudah lama menjadi petani dan nelayan sehingga sudah menjadi pekerjaan turun temurun untuk mencari nafkah dengan hasil laut dan pertanian yang sangat menjanjikan. Permasalahan yang dihadapi sebagai nelayan menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan pelabuhan pada awalnya Syawaludin. Muhammad, and Nur Alfiyani. AuAnalisis Dampak Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah Terhadap Lingkungan Dan Sosial-Ekonomi MasyarakatAy. berdampak pada hasil tangkapan warga sekitar. Warga sekitar menyatakan bahwa sebelum adanya mendapatkan hasil tangkapan ikan dan udang hingga ratusan kilo lebih dengan keuntungan perhari mencapai Rp. Namun, adanya mengakibatkan terjadinya pengalihan mata Bagi masyarakat yang terkena dampak pengadaan tanah proyek pembangunan, mereka harus berpindah ke daerah lain yang jauh dari lokasi proyek sehingga harus melakukan penyesuaian dengan daerah tempat tinggal yang baru. Perubahan lokasi tempat tinggal mengharuskan masyarakat untuk melakukan berbagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan yang baru, termasuk adaptasi yang berkaitan dengan perubahan mata Konsep adaptasi mengacu pada kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi lingkungan dan memanfaatkan berbagai sumber daya alam untuk mempertahankan kehidupannya di ceruk yang ditempati (Wijayanto. Suwartapradja & Hermawati, 2. Sebagian masyarakat juga mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerjaan baru di lokasi yang setempat (Sesa & Kodrat, 2. Pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Internasional Kijing memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja setempat untuk bekerja pada kegiatan sebagai kuli bangunan serta berdampak pada perubahan kesempatan berusaha. Pada dasarnya dalam proses pembangunan membutuhkan banyak tenaga kerja bangunan, sehingga kondisi ini menimbulkan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar yang terdampak pembangunan (Widianto & Keban, 2. Meningkatkan Pendapatan dan Peluang Bisnis Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kalimantan Barat membawa dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal dan menciptakan peluang bisnis baru di sekitarnya. Kehadiran pelabuhan ini tidak hanya mempercepat arus barang dan jasa, tetapi juga memicu tumbuhnya berbagai sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Beberapa bentuk usaha yang mulai berkembang di sekitar kawasan pelabuhan meliputi rumah makan, warung, jasa transportasi lokal, usaha penginapan, hingga usaha logistik dan distribusi. Peluang bisnis ini muncul karena meningkatnya mobilitas manusia baik pekerja, pelancong, maupun pengusaha yang datang ke wilayah sekitar pelabuhan. Dengan demikian, masyarakat setempat dapat memanfaatkan kondisi ini untuk membuka usaha guna memenuhi kebutuhan para pendatang dan pelaku ekonomi . Peningkatan Kesempatan Kerja Proyek pembangunan ini di luar dari dampak negatif yang muncul di bidang sosialekonomi, juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar yaitu dengan adanya penyediaan lapangan pekerjaan baru yang lebih mendapatkan ganti rugi dari pembebasan tanah sehingga dapat meningkatkan pendapatan Sejalan dengan Setiowati & Buchori . Pelabuhan Internasional Kijing yang terintegrasi dengan kawasan industri dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar mengenai kesempatan kerja, pemerataan kesempatan berusaha, peningkatan pemanfaatan sumber daya manusia dan percepatan perluasan kawasan industri sekitar. Pada dasarnya pembangunan pelabuhan akan memberikan dampak bagi masyarakat berupa bertambahnya lapangan pemerataan kesempatan munculnya kesempatan berusaha dan peningkatan (Rohma. Pembangunan yang terjadi pada suatu kawasan haruslah merupakan konektivitas yang dapat menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, kawasan wisata serta dapat mendongkrak dan membuka lapangan pekerjaan Menurut Kurniawan . tujuan utama dari pembangunan ekonomi daerah adalah untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dan mengembangkan basis ekonomi lokal secara Artinya, pembangunan yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara Dalam hal ini, masyarakat didorong untuk menjadi pelaku aktif dalam kegiatan ekonomi, bukan hanya sebagai penerima manfaat Karena pembangunan berupaya untuk memberikan kemudahan dan manfaat bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan. Tujuan pembangunan nasional bangsa Indonesia adalah tercapainya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera (Ompusunggu, 2. Akses ekonomi yang merata dan terbukanya peluang usaha bagi masyarakat lokal merupakan langkah nyata cita-cita Pembangunan yang inklusif memungkinkan Jurnal Ekologi. Masyarakat Dan Sains 6 . : 152-62. https://doi. org/10. 55448/x9xzd838. peningkatan pendapatan masyarakat secara pengangguran dan kemiskinan di daerah sekitar Dengan Pelabuhan Internasional Kijing bukan hanya berperan sebagai infrastruktur transportasi laut, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi regional dan nasional melalui penciptaan peluang usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal. disebabkan oleh pembangunan dan pengoperasian pembangunan pelabuhan dari penggunaan kendaraan bermotor dan alat berat yang menghasilkan emisi gas buang seperti nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan karbon monoksida. Pengoperasian kapal dan alat berat serta aktivitas pelabuhan dari masuknya angkutan laut dan darat, transit komoditas dan bahan bakar menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida yang menyebabkan pencemaran udara (Zulfikar et al. , 2. Kemudian juga disebabkan oleh kegiatan penggalian tanah, pemotongan material dan industri yang menyebabkan pencemaran udara di Pengembangan dan pengoperasian Pelabuhan Internasional Kijing juga memicu pertumbuhan ekonomi dan industri di mana peningkatan aktivitas industri dapat menghasilkan emisi tambahan yang berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara. Dampak Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing Aspek Lingkungan Konsekuensi dari proyek pembangunan pelabuhan tersebut mengakibatkan berbagai permasalahan lingkungan. Lingkungan memiliki sumber daya alam yang sangat besar, baik sumber daya alam hayati maupun nonhayati yang memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat seperti menyediakan sumber penghidupan, sarana penghubung, media rekreasi dan lain sebagainya (Rohmatulloh. Basuki & Andhi, 2. Oleh karena itu, pembangunan dan pengoperasian pelabuhan yang berorientasi pada analisis lingkungan sangat penting untuk menjaga lingkungan dari berbagai ancaman pencemaran. Namun demikian, apa yang terjadi dalam proses pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Internasional Kijing memberikan dampak terhadap lingkungan. Dampak lingkungan pelabuhan secara umum permasalahan yang ditimbulkan oleh operasional pelabuhan, permasalahan di laut yang disebabkan oleh kapal yang singgah di dermaga dan permasalahan akibat emisi dari jaringan pelabuhan pedalaman (Zulfikar et al. , 2. Peningkatan pertumbuhan melalui pembangunan dapat meningkatkan penggunaan energi dan bahan baku yang dapat memperburuk keadaan lingkungan (Opoku & Boachie, 2. Penurunan Kualitas Air Laut Dampak kedua yang terjadi adalah menurunnya kualitas air laut. Meningkatnya aktivitas pelayaran di pelabuhan menyebabkan menurunnya kualitas air laut. Kegiatan pembangunan dan operasional pelabuhan berupa pembangunan dermaga, emisi kapal dan pembuangan limbah industri menyebabkan timbulnya intensitas pencemaran air laut secara langsung dengan limbah organik, limbah kimia dan minyak (PT PERSERO, 2. Penurunan kualitas air laut sebagai dampak negatif terhadap kehidupan biota laut, sumber daya alam dan keberlanjutan ekosistem laut yang ditimbulkan secara langsung maupun tidak langsung dari proses pembangunan dan operasional pelabuhan mengakibatkan perairan laut tercemar. Hal ini akan menyebabkan keseimbangan lingkungan menjadi terganggu dan membahayakan kehidupan organisme serta menurunkan kualitas dan nilai guna perairan. Emisi kapal dapat menimbulkan masalah air laut sehingga dapat dilakukan strategi dengan memperbaiki desain kapal dan mengurangi penggunaan bahan bakar melalui pengukusan lambat (Lindstad & Eskeland, 2. Pembangunan garis pantai juga mengakibatkan terkikisnya lahan basah sehingga mengakibatkan warna air laut menjadi keruh. Penurunan Kualitas Udara Permasalahan lingkungan yang terjadi berdasarkan hasil pengamatan di wilayah sekitar proyek pembangunan tersebut adalah pertama penurunan kualitas udara. Penurunan kualitas udara merupakan suatu kondisi dimana kandungan bahan pencemar di udara meningkat sampai pada tingkat yang membahayakan bagi kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan secara keseluruhan. Pencemaran udara dapat berasal dari berbagai sumber dan menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi manusia dan lingkungan. Penurunan kualitas udara di sekitar pembangunan pelabuhan . Peningkatan Limpasan Air Akibat Curah Hujan Dampak ketiga adalah meningkatnya limpasan permukaan akibat adanya perubahan bentang alam yang besar dan bertambahnya permukaan kedap air. Air limpasan permukaan Syawaludin. Muhammad, and Nur Alfiyani. AuAnalisis Dampak Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah Terhadap Lingkungan Dan Sosial-Ekonomi MasyarakatAy. merupakan sebagian dari curah hujan yang mengalir di atas permukaan tanah menuju sungai, danau, atau laut (Salim, 2. Air hujan yang tidak berhasil meresap ke dalam tanah akan mengalir ke atas permukaan tanah menuju elevasi yang lebih rendah. Air limpasan permukaan terjadi apabila jumlah curah hujan melebihi laju infiltrasi air ke dalam tanah. Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing memiliki lahan yang luas tertutup oleh permukaan kedap air seperti aspal dan beton untuk jalan, area parkir, dan dermaga serta pembangunan gudang, kantor, mengakibatkan bertambahnya permukaan yang tidak dapat menyerap air hujan, sehingga Selain itu juga disebabkan oleh adanya kegiatan pemagaran dan perataan lahan akibat adanya pembangunan pembangunan. Meningkatnya limpasan permukaan akan terjadi secara intens pada musim hujan sehingga menimbulkan genangan air dan banjir. kegiatan dalam mengelola sampah dan limbah sejak awal sampai dengan pembuangan dalam bentuk pengumpulan, pengangkutan, perawatan dan pemusnahan disertai dengan pengawasan dan pengaturan sampah dan limbah di area pelabuhan. Pengelolaan sampah sebagai salah satu bentuk pintu masuk dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan karena hal ini akan menjadi isu multisektoral yang tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga masyarakat dan ekonomi (Rijulvita et al. , 2. Implikasi Hasil Penelitian Proyek Pelabuhan Internasional Kijing yang dilaksanakan oleh PT Pelindo tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar tetapi juga memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan sebagai upaya menjaga dan menanggulangi dampak pencemaran atau keberlanjutan suatu lingkungan pencemaran lingkungan kepada pengelola pelabuhan, penyadaran masyarakat dalam mengelola lingkungan pelabuhan, pengadaan industri pengelolaan air limbah dan lain-lain. Pengelolaan proyek pembangunan harus mampu mengevaluasi dampak lingkungan karena sangat penting untuk mengidentifikasi potensi dampak negatif proyek terhadap lingkungan dan merancang langkah mitigasi yang tepat sehingga dapat mendorong terlaksananya proyek pelabuhan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, mensejahterakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pelabuhan merupakan infrastruktur krusial pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang mempunyai arti penting yang strategis bagi suatu negara yang berperan sebagai pintu gerbang perdagangan dunia (Puig et al. , 2. Meningkatnya gelombang kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan dapat mempengaruhi pengelola pelabuhan dalam mewujudkan pelabuhan yang berkelanjutan secara lingkungan. Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup pada masa kini dan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan hidup di masa mendatang. Prinsip pembangunan berkelanjutan adalah menjaga mutu hidup seluruh komponen kehidupan yang dilaksanakan dengan prinsip kesejahteraan ekonomi, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan. Pelabuhan dapat menjadi titik konektivitas yang sangat penting sehingga terciptanya efisiensi dan efektifitas serta keberlanjutan operasional pelabuhan menjadi penting untuk diperhatikan. Efisiensi dan efektifitas serta keberlanjutan . Peningkatan Pengelolaan Sampah dan Limbah Berbahaya Pembangunan pelabuhan menimbulkan dampak yang keempat yaitu bertambahnya sampah dan limbah B3. Limbah dan limbah B3 dihasilkan oleh pelabuhan dari sisa kegiatan pembangunan dan kegiatan Proses pembangunan pelabuhan melibatkan penggunaan berbagai jenis bahan bangunan dan material dalam jumlah besar seperti beton, logam, dan bahan bangunan lainnya. Termasuk juga limbah B3 seperti cat dan bahan kimia berbasis solvent. Pada tahap pembangunan dan pengoperasian, digunakan pula bahan-bahan berbahaya yang disimpan di pelabuhan seperti bahan bakar kapal, pelumas, dan bahan kimia Akibat dari tumpahan bahan-bahan tersebut, dihasilkan limbah B3 yang dapat mencemari lingkungan sekitar. Barang-barang yang masuk dan keluar pelabuhan yang dikemas dalam kemasan juga menghasilkan limbah. Sejalan dengan penelitian Handayani. Rizwan & Kandi . yang menemukan terjadinya pencemaran pelabuhan yang berdampak pada lingkungan yang ditandai dengan terciumnya bau yang menyengat akibat adanya genangan limbah dan tumpukan sampah di lingkungan pelabuhan yang mengakibatkan terjadinya pencemaran Perlunya pengelolaan sampah dan limbah sebagai suatu kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkelanjutan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. Pengelolaan sampah dan limbah merupakan suatu Jurnal Ekologi. Masyarakat Dan Sains 6 . : 152-62. https://doi. org/10. 55448/x9xzd838. pelabuhan dapat ditingkatkan dengan menerapkan sistem manajemen pelabuhan yang baik, terstruktur, tersistematisasi, dan terpadu dengan berbagai pengguna jasa pelabuhan serta memperhatikan aspek keberlanjutan meliputi aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya. Implementasi konsep pembangunan pelabuhan berkelanjutan dan ekonomi hijau adalah dengan lingkungan . Model ini dapat menjadi orientasi pelabuhan di masa depan dengan memiliki konsep ecoport yang mengintegrasikan metode ramah lingkungan dalam proses pembangunan dan pengoperasian meliputi program, kegiatan, operasi, dan pengelolaan pelabuhan yang terkait dengan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya. ekonomi inklusif. SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur yang memperkuat berkelanjutan, serta mendorong inovasi teknologi ramah lingkungan. SDG 11 tentang kota dan memastikan bahwa pengembangan wilayah sekitar pelabuhan berlangsung secara tertata dan tidak merugikan keberlanjutan lingkungan dan . SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawa mendorong efisiensi sumber daya dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dalam operasional pelabuhan. SDG 13 tentang tindakan iklim yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim melalui pengurangan emisi karbon dan perlindungan ekosistem pesisir. SDG 14 tentang ekosistem lautan yang menjaga keberlanjutan sumber daya laut dengan mengurangi pencemaran dan dampak negatif terhadap habitat pesisir. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Pelabuhan Internasional Kijing berpotensi menjadi model pelabuhan modern yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul ekonomi strategis, tetapi juga sebagai wujud nyata Indonesia PENUTUP Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah memberikan dampak yang signifikan terhadap aspek sosialekonomi masyarakat dan lingkunga sekitar. Akibat dari proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, mengalami beberapa permasalahan seperti pencemaran udara, penurunan kualitas air laut, peningkatan limpasan air dan peningkatan sampah serta limbah berbahaya. Selain itu, pada aspek sosial-ekonomi, masyarakat yang berada di sekitar wilayah proyek pembangunan juga mendapatkan dampak positif dalam rangka meningkatkan pendapatan dan perekonomian mereka seperti terbukanya lapangan pekerjaan, kesempatan berusaha dan dana kompensasi dari pembebasan Oleh karena itu, perlu dilaksanakan pembangunan pelabuhan yang berorientasi pada keberlanjutan dan berwawasan lingkungan. Penerapan konsep ecoport menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan ini, dengan menekankan praktik ramah lingkungan, efisiensi operasional, penggunaan teknologi hijau, serta pelibatan masyarakat lokal secara aktif. Pendekatan keberlangsungan fungsi pelabuhan secara teknis dan ekonomi, tetapi juga melindungi ekosistem pesisir serta menjaga keseimbangan sosial masyarakat sekitar. Lebih lanjut, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pembangunan pelabuhan di Indonesia, khususnya dalam konteks pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. , terutama pada beberapa bidang SDGs diantaranya. SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan yang mendukung penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pertumbuhan UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini dapat diselesaikan berkat bantuan berbagai pihak yang memberikan keterbukaan data dan kemudahan akses untuk melakukan observasi. Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada PT Pelabuhan Indonesia II (Perser. yang telah memberikan fasilitas dan informasi terkait data yang dibutuhkan. Kemudian tim peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan observasi dan memberikan informasi terkait dampak yang dialami akibat dari proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing. DAFTAR PUSTAKA