Zulvatricia. KISRA 01 . , 2024, pp. e-ISSN x-x KISRA: The Knowledge of Industrial & Scientific Research Journal homepage: https://w. id/index. php/kisra Analisis Kapasitas Gudang RWH berdasarkan Klasifikasi ABC di PT. Indonesia Asahan Alumunium RWH Warehouse Capacity Analysis based on ABC Classification at PT. Indonesia Asahan Aluminum Reakha Zulvatricia 1* Email : reakhazulvia@gmail. 1Universitas Medan Area Keywords Abstract ABC classification. RWH. Block Layout PT INALUM is an aluminum producer that continuously carries out production every day to produce a production capacity of 250,000 tons/year. The Smelter. Material, and Berth Operation (SMB) Division is the division responsible for planning the procurement of raw and supporting materials as well as providing production facilities in the form of warehouses. Materials that can be classified into main raw materials, sub raw materials, carbon materials, brick materials, insulator materials. WWTP (Waste Water Treatment Plan. materials, and packing materials. This condition is estimated to indicate that the warehouse is currently experiencing accumulation from various places and there is also material that is idle due to expiration so that it has to wait for further additional processing so that it can be used again. Under these conditions, research will be carried out to analyze the warehouse layout which is currently less regular, so the author proposes a raw material warehouse layout. The method used in this writing is ABC classification based on the number of issuing and receiving The combination of the two helps to place materials effectively. Proposed changes to the block layout that are recommended to be changed include changing the order of storage of raw materials for the aluminum production process so that operators can easily pick up the material. Kata Kunci Klasifikasi ABC. RWH. Abstrak Block Layout PT INALUM adalah produsen aluminium yang secara terus menerus dalam melaksanakan produksi setiap harinya untuk menghasilkan kapasitas 000 ton/tahun. Divisi Smelter. Material, and Berth Operation (SMB) merupakan divisi yang bertanggung jawab akan perencanaan pengadaan material bahan baku dan penunjang serta penyediaan fasilitas produksi berupa gudang. Material yang dapat diklasifikasikan menjadi main raw mterials, sub raw materials, carbon materials, brick materials, insulator materials. WWTP (Waste Water Treatment Plan. materials, dan packing Kondisi ini perkirakan menunjukkan bahwa gudang pada saat ini mengalami penumpukan dari berbagai tempat dan terdapat pula material yang idle karena kadaluarsa sehingga harus menunggu proses tambahan selanjutnya agar bisa dipergunakan lagi. Dengan kondisi demikian akan dilakukan penelitian untuk menganalisis tata letak gudang yang saat ini Zulvatricia. KISRA 01 . , 2024, pp. kurang teratur, sehingga penulis mengusulkan tentang tata letak gudang bahan baku, metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah klasifikasi ABC berdasarkan jumlah issuing dan receiving material. Gabungan keduanya membantu penempatan material dengan efektif. Usulan perubahan dengan block layout yang disarankan untuk diubah mencakup perubahan urutan penyimpanan material bahan baku proses produksi alumunium agar operator mudah mengambil material. Pendahuluan Gudang merupakan suatu fasilitas yang berfungsi sebagai tempat penyaluran barang dari pemasok ke pengguna. Sebuah perusahaan cenderung memiliki ketidakpastian dalam hal pemintaan sehingga hal ini mendorong timbulnya kebijakan dari perusahaan untuk menggunakan sistem persediaan agar jumlah permintaan yang tidak pasti dapat diantisipasi dengan lebih baik, gudang juga disediakan sebagai fasilitas untuk menyimpan persediaan atau inventory . Gudang juga didefinisikan sebagai lokasi untuk penyimpanan produk hingga permintaan cukup besar untuk melakukan distribusi . Penyimpanan ini dianggap perlu untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen . Pada gudang SMB/RWH (Raw material Warehous. disimpan berbagai material yang dapat diklasifikasikan menjadi main raw materials, sub raw materials, carbon materials, brick materials, insulator materials. WWTP (Waste Water Treatment Plan. materials, dan packing materials . Kondisi ini di perkirakan bahwa gudang pada saat ini mengalami penumpukan dari berbagai tempat dan juga terdapat beberapa material yang seharusnya disimpan di gudang pihak SMB/RWH namun harus dipindahkan ke gudang milik divisi lain karena tidak adanya tempat penyimpanan lagi di gudang yang semestinya. Selain itu terdapat pula material yang bertumpuk dan idle karena kadaluarsa sehingga harus menunggu proses tambahan selanjutnya agar bisa dipergunakan lagi . Akibat kondisi ini pastinya menyebabkan tidak efektifnya gudang tersebut bagi penyimpanan material lain. Maka perlu dilakukan perbaikan tata letak gudang yang saat ini kurang teratur dan terjadinya kegiatan yang berulang juga dilakukan oleh operator saat mengambil bahan baku . Salah satunya metode yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan metode ABC. Metode ABC dinyatakan dapat membantu mengelompokkan barang sesuai dengan tingkat kepentingan. Terkait dengan permasalahan yang terjadi pada penyimpanan . Sehingga penulis mengusulkan tentang tata letak gudang bahan baku, metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah klasifikasi ABC berdasarkan jumlah issuing dan receiving material. Perhitungan didasari atas jumlah permintaan, safety stock,lead time dan service level pada perusahaan. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian ilmiah, metode pengumpulan data dimaksud untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurat, dan terpercaya. 1 Jenis dan Sumber Data Data Primer (Data Langsun. Wawancara . Pengumpulan data dengan wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan sejumlah pertanyaan-pertanyaan secara lisan. Wawancara dilakukan kepada bapak Christian Marta Fanni di seksi SMB/RWH PT INALUM (Perser. Hasil yang didapatkan adalah data-data berupa receiving dan distributing dari beberapa material yang terdapat di RWH/SMB. Pengamatan Langsung Terhadap Objek . Melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian . alam hal ini mengamati secara langsung kapasitas gudang dalam penyimpanan bahan baku yang digunakan untuk proses produksi di RWH/SMB PT INALUM (Perser. Zulvatricia. KISRA 01 . , 2024, pp. Data Sekunder (Data tak langsun. Data sekunder diperoleh dari dokumen seperti : daftar nama material yang terdapat di RWH/SMB, data receiving, distributing, dan lead time. Untuk mendapatkan data sekunder maka dilakukan studi litertur yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber baik dari buku, jurnal maupun artikel. 2 Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode ABC untuk mengklasifikasi persediaan tiga kategori yaitu A. B, dan C. Adapun kriteria dari tiap klasifikasi adalah sebagai berikut : Klasifikasi A Material yang dikategorikan dalam kelompok A adalah material yang totalnya selama 1 tahun mencapai 80% sehingga klasifikasi A=80% yang keluar seluruh material. Klasifikasi B Material yang dikategorikan dalam kelompok B adalah material yang totalnya selama 1 tahun mencapai 15% sehingga klasifikasi B=15% yang keluar seluruh material. Klasifikasi C Material yang dikategorikan dalam kelompok C adalah material yang totalnya selama 1 tahun mencapai 5% sehingga klasifikasi C=5% yang keluar seluruh material. Hasil dan Pembahasan Gudang SMB/RWH menyimpan material-material yang dibutuhkan dalam proses produksi. Material-material tersebut terdiri dari material utama, sub raw material, carbon material, brick material, insulator material. WWTP material dan packing material. Beberapa material yang saat ini disimpan di gudang SMB/RWH PT INALUM (Perser. bukan merupakan material yang seharusnya ditempatkan pada gudang SMB/RWH. Material-material tersebut hanya dititipkan untuk sementara waktu di gudang SMB/RWH. Karena hal itu, material-material yang akan diteliti adalah material yang tempat penyimpanan aslinya adalah gudang SMB/RWH PT INALUM (Perser. Adapun data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah : Jumlah issuing dan receiving dari 41 material yang terdapat di gudang RWH selama periode 1 tahun. Block layout RWH . kuran ruanga. Berikut data material, jumlah issuing dan receiving yang akan dijadikan objek penelitian dalam laporan ini yang dapat dilihat pada tabel berikut: Melakukan pengumpulan data jumlah bahan baku yang masuk dan jumlah frekuensi yang keluar selama setahun. Data dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 1. Total issuing dan receiving Nama Material Aluminium Flouride Soda Ash Copper Scrap Perlite Natural Graphite Aluminium Sulphate Coustic Soda Flakes Polymer For Coagulant Cathode Paste Ferro Sillicon Ferro Phosporus Stell Plate Exiting Fero Manganese Total Total receiving Satuan Zulvatricia. KISRA 01 . , 2024, pp. Ceramic Ball Brick Type B1 Brick Type C1 Fire Brick SK 32 Cutting Brick SK 32 Castable CA-13 1/FA Castable C-13 Ni Castable HC-AL/I Non Asbestos Super BR Non Asbestos Insulator Montar HS Sic Lir Mortar Randblock A Randblock B Randblock C Randblock D Strapping Band Flexible for Handling Pallet Marlotherms Heavy oil Soft Pitch De Inclusion Flux Calcium Hypochlorit Kapur Tohor Marker/Pen Point Flux for removing Salt ROLL Analisis ABC membantu mengelompokkan barang sesuai dengan tingkat kepentingan . Terkait dengan permasalahan yang terjadi pada penyimpanan di gudang RWH/SMB pada PT INALUM, analisis ABC membantu mengelompokkan material dan disimpan sesuai dengan Hal ini memudahkan jangkauan bagi pekerja, maksimalkan tempat penyimpanan . Dalam perhitungan terdapat beberapa tahapan dalam melakukan klasifikasi ABC, yaitu: Setelah mendapatkan total issuing dan receiving per material, maka perhitungan klasifikasi ABC dapat dilakukan dengan cara . Klasifikasi A Material yang dikategorikan dalam kelompok A adalah material yang totalnya selama 1 tahun mencapai 80% sehingga klasifikasi A=80% yang keluar seluruh material. Klasifikasi B Material yang dikategorikan dalam kelompok B adalah material yang totalnya selama 1 tahun mencapai 15% sehingga klasifikasi B=15% yang keluar seluruh material. Klasifikasi C Material yang dikategorikan dalam kelompok C adalah material yang totalnya selama 1 tahun mencapai 5% sehingga klasifikasi C=5% yang keluar seluruh material. Klasifikasi ABC maka terdapatlah pengelompokkan dengan kelompok A yaitu pada material Brick Type B1 dengan total receiving 864. 584 PC yang diperoleh dari kategori 80% , kelompok B yaitu pada material Fire brick SK 32 dengan total receiving 568. 486 PC yang diperoleh dari kategori 15%, dan kelompok C yaitu Insulator Montar HS dengan total receiving 85. 000 KG yang diperoleh dari kategori 5%. Zulvatricia. KISRA 01 . , 2024, pp. Klasifikasi ABC maka terdapatlah pengelompokkan dengan kelompok A yaitu pada material Brick Type B1 dengan total issuing 378. 688 PC yang diperoleh dari kategori 80% , kelompok B yaitu pada material Kapur Tohor dengan total issuing 273. 713 KG PC yang diperoleh dari kategori 15%, dan kelompok C yaitu Insulator Montar HS dengan total issuing 33. 500 KG yang diperoleh dari kategori 5%. Kedua klasifikasi berdasarkan issuing dan jumlah receiving, dapat digabungkan menjadi Klasifikasi issuing diletakkan paling pertama, karena menggolongkan seberapa sering material itu keluar. Sementara klasifikasi receiving diletakkan setelah untuk menunjukkan seberapa sering material tersebut masuk. Keduanya membantu melihat kepentingan material. Berikut ini adalah Tabel Klasifikasi ABC berdasarkan issuing dan receiving: Tabel 2 Klasifikasi ABC Berdasarkan issuing dan receiving Receiving Nama Material Brick Type B1 Fire Brick SK 32 Castable CA-13 1/FA Kapur Tohor Brick Type CI Aluminium Sulphate Castable HC-AL/I Calcium Hypochlorit De Inclusion Flux Castable C-13 Ni Sic Lir Mortar Coustic Soda Flakes Insulator Montar HS Marlotherms Flexible For Handling Heavy oil Flux for removing Soft Pitch Randblock A Aluminium Flouride Perlite Straping Band Natural Graphite Ferro Sillicon Stell Plate Exiting BR Non Asbestos Randblock B Non Asbestos Super Cathode Paste Marker/Pen Point Randblock C Randblock D Salt Polymer For Coagulant Pallet Copper Scrap Soda Ash Cutting Brick SK 32 Ceramic Ball Ferro Manganese Ferro Phosporus Zulvatricia. KISRA 01 . , 2024, pp. Usulan Block layout Berdasarkan Klasifikasi ABC Klasifikasi ABC telah dilakukan, hal ini membantu perbaikan tata letak yang dapat diterapkan pada tempat penyimpan di gudang RWH/SMB. Berikut ini adalah gambar block layout awal pada gudang RWH/SMB yang dapat dilihat pada Gambar 1 sebagai berikut : OFFICE RWH Gambar 1 Block Layout Awal Perubahan tata letak material yang telah diusulkan untuk diterapkan dapat dilihat sebagai OFFICE RWH Gambar 2 Block Layout Usulan Gambar 3 Tata Letak Material dengan Block Layout Usulan berdasarkan Klasifikasinya Masing-masing material dikelompokkan berdasarkan jumlah issuing dan receiving, untuk pengelompokkan pada gambar 4. 3 dengan dihitungnya 80% dari total issuing dan receiving untuk material Brick Type B1 dengan klasifikasi AA maka ditempatkan dekat dengan pintu gudang, untuk memudahkan operator dalam pengambilan material tersebut, material Fire Brick SK 32 dengan klasifikasi AB ditempatkan dekat dengan pintu gudang agar memudahkan operator pada pengambilan material. Material Castable CA-13/FA dengan kategori total issuing dan receiving 15% klasifikasi BB ditempatkan pada urutan kedua untuk memudahkan operator dalam pengambilan. Zulvatricia. KISRA 01 . , 2024, pp. Gambar 4 Tata Letak Material dengan Block Layout Usulan berdasarkan Klasifikasinya Pada masing-masing material yang telah dikelompokkan pada gambar 4. 4 dengan kategori 5% klasifikasi C. Dengan kurangnya total issuing dan receiving pada setiap bulannya maka pada material tersebut ditempatkan diujung gudang agar tidak terjadinya kerusakan pada material saat pengambilan, dan dapat meringankan operator saat berkerja. Keterangan gambar : Aluminium Flouride Soda Ash Copper Scrap Perlite Natural Graphite Alumunium Sulphate Coustic Soda flakes Polymer For Coagulant Chatode Paste Ferro Silicon Ferro Phosporus Stell Plate Exiting Fero Manganese Ceramic Ball Brick Type B1 Brick Type C1 Fire Brick SK 32 Cutting Brick SK 32 Castable CA-13 1/FA Castable C-13 Ni Castable HC-AL/I Non Asbestos Super BR Non Asbestos Insulator Montar HS Sic Lir Mortar Randblock A Randblock B Randblock C Randblock D Strapping Band Flexible for Handling Pallet Marlotherms Heavy oil Soft Pitch De Inclusion Flux Calcium Hypochlorit Kapur Tohor Marker/Pen Point Flux for removing Perubahan Setelah Usulan Salt Zulvatricia. KISRA 01 . , 2024, pp. Perubahan tata letak setelah penerapan usulan yang diberikan menghasilkan peningkatan persentase penyiapan ingot (Alumuniu. Data yang diperoleh pada bulan Januari 2017 terdapat 833,33 ton yang dapat disiapkan dari 35. 000 ton ingot (Alumuniu. Persentase adalah 68%. Sementara data penyiapan yang diperoleh pada bulan selanjutnya sejumlah 27. 200 ton dapat Persentase penyiapan meningkat 30% setelah perubahan block layout diusulkan. Hal ini menunjukkan bahwa usulan perubahan tata letak memberikan dampak efektifitas terhadap penyiapan ingot (Alumuniu. Simpulan Dari keseluruhan analisis ini dapat disimpulkan bahwa susunan material pada gudang RWH (Raw material Warehous. di seksi SMB (Smelter Material and Berth Operatio. telah dapat di klasifikasikan berdasarkan metode ABC yang telah dihitung terhadap material. Berdasarkan issuing dan receiving, hasil perhitungan ABC membantu mengatur urutan Masing-masing material dikelompokkan berdasarkan jumlah issuing dan receiving, dengan kategori 80% dari total issuing dan receiving untuk material Brick Type B1 dengan klasifikasi AA maka ditempatkan dekat dengan pintu gudang untuk memudahkan operator dalam menjangkau material, material Castable CA-13/FA dengan kategori total issuing dan receiving 15% klasifikasi BB ditempatkan pada urutan kedua untuk memudahkan operator dalam pengambilan. Sedangkan pada material yang telah dikelompokkan dengan kategori 5% klasifikasi CC. Dengan kurangnya total issuing dan receiving pada setiap bulannya maka pada material tersebut ditempatkan diujung gudang agar tidak terjadinya kerusakan pada material saat pengambilan, dan dapat meringankan operator saat berkerja. Tata letak material dengan menggunakan Block layout yang diterapkan saat ini sudah mendekati urutan dan hasil klasifikasi, sehingga perubahan yang diusulkan dapat diterapkan dengan mudah. Dengan perubahan yang diusulkan, dan menghasilkan peningkatan diestimasikan mencapai 30% untuk penyiapan ingot (Alumuniu. pada bulan selanjutnya. Ucapan Terima Kasih Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya Orang tua tercinta. Ayahanda Zulkarnain dan Ibunda Rihmiati Ningsih atas kasih sayang, doa dan dukungan kepada ananda. Bapak Farly dan Bapak Christian M. Fanni, selaku pembimbing penulis di seksi Smelter Material and Berth PT Indonesia Asahan Alumunium (Perser. yang bersedia menyediakan kebutuhan data dan memberikan bimbingan terkait penelitian ini. Kepada yang terkasih Yovi Wardanasyah yang selalu menemani dan memberi semangat kepada penulis. Referensi