Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 PENERAPAN PBL DALAM DEBAT BAHASA INDONESIA DI KELAS X Angga Jean Gloria Laratmasse1. Rima2 ,Selfiani3 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Falkultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan . Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong. Jl. Klamono Ae Km. Klablim. Distrik Mariat. Kabupaten Sorong. Papua Barat Daya. Indonesia. Email: anggalaratmasse@gmail. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning (PJBL) dalam pembelajaran debat Bahasa Indonesia serta dampaknya terhadap kemampuan berpikir logis siswa kelas X di SMTKN Diaspora Kabupaten Sorong. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir logis siswa dalam menyampaikan argumen secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PJBL meningkatkan keaktifan siswa dalam berdiskusi, keberanian mengemukakan pendapat, dan kemampuan menyusun argumen secara logis. Sebanyak 62% siswa berhasil memperoleh nilai di atas KKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa model PJBL efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa melalui kegiatan debat. Model ini dinilai layak diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mendorong pembelajaran yang aktif, kreatif, dan kolaboratif. KATA KUNCI: Bahasa Indonesia. berpikir logis. Project Based Learning. ABSTRACT: This study aims to describe the implementation of the Project Based Learning (PJBL) model in Indonesian language debate learning and its impact on the logical thinking skills of Grade X students at SMTKN Diaspora Kabupaten Sorong. The background of this research is the studentsAo low ability to express arguments in a structured and logical manner. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and tests. The results show that the implementation of PJBL increases student activeness in discussions, courage to express opinions, and the ability to construct logical arguments. total of 62% of students achieved scores above the minimum mastery criteria. These findings indicate that the PJBL model is effective in developing students' logical thinking skills through debate activities. This model is considered suitable for use in Indonesian language learning as an effort to encourage active, creative, and collaborative learning. KEYWORDS: debate. Indonesian language. logical thinking. Project Based Learning. Diterima: DD-MM-y Direvisi: DD-MM-y Disetujui: DD-MM-y Dipublikasi: DD-MM-y Pustaka : Kutipan menggunakan APA : Baker. Judul Artikel. frasa : Jurnal bahasa, sastra dan pengajarannya 16. , 1-10. igunakan untuk memudahkan penulis lain mengutip artikel in. DOI : 10. 36232/frasaunimuda. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 PENDAHULUAN Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu kompetensi penting dalam pendidikan abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu strategi yang relevan untuk meningkatkan kemampuan ini adalah kegiatan debat, karena mendorong siswa untuk menyampaikan pendapat secara terstruktur, logis, dan kritis. Namun, dalam praktiknya, banyak siswa di tingkat menengah masih menunjukkan sikap pasif, enggan menyampaikan pendapat, serta kesulitan menyusun argumen yang logis. Kondisi ini menunjukkan perlunya model pembelajaran yang mampu mendorong siswa untuk aktif berpikir dan bekerja sama secara konstruktif. Salah satu pendekatan yang dianggap mampu menjawab tantangan ini adalah model Project Based Learning (PJBL), yaitu model pembelajaran berbasis proyek yang mengutamakan kerja tim, penyelesaian masalah nyata, serta produk akhir sebagai hasil belajar. PJBL menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran dan mendorong mereka untuk berpikir kritis serta logis dalam menyelesaikan proyek secara Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan efektivitas PJBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan komunikasi siswa (Wahyudin & Sukmawati, 2020. Frezzalia, 2. Akan tetapi, penerapan PJBL secara spesifik pada materi debat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih terbatas, terutama di sekolah kejuruan berbasis keagamaan seperti SMTKN. Studi ini mencoba memberikan kontribusi baru dengan mengeksplorasi sejauh mana PJBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa melalui kegiatan debat sebagai bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning dalam pembelajaran debat Bahasa Indonesia serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kemampuan berpikir logis siswa kelas X SMTKN Diaspora Kabupaten Sorong. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan ini dipilih karena penelitian difokuskan untuk mendeskripsikan proses penerapan model Project Based Learning (PJBL) dalam pembelajaran debat Bahasa Indonesia, serta untuk mengamati secara langsung perubahan perilaku siswa dalam hal berpikir logis selama proses pembelajaran berlangsung. Model PTK dianggap relevan karena memberikan kesempatan kepada guru dan peneliti untuk memperbaiki proses pembelajaran secara langsung di dalam kelas. Penelitian dilaksanakan di SMTKN Diaspora Kabupaten Sorong pada bulan Mei hingga Juni tahun ajaran 2024/2025. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 21 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan latar belakang yang heterogen. Kelas ini dipilih berdasarkan hasil observasi awal dan pertimbangan dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia bahwa siswa memiliki potensi, tetapi belum optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, khususnya dalam kegiatan debat. Fokus utama dalam penelitian ini adalah proses dan dampak penerapan PJBL terhadap kemampuan berpikir logis siswa. Oleh karena itu, teknik pengumpulan data dilakukan secara Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 triangulasi melalui tiga metode utama, yaitu: observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Masing-masing metode ini digunakan untuk memastikan keabsahan data dan memperoleh gambaran yang utuh mengenai keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung. Observasi digunakan untuk menilai aktivitas siswa selama proses debat dengan model PJBL. Aspek yang diamati meliputi keaktifan dalam diskusi kelompok, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan menyampaikan argumen secara logis, kemampuan menanggapi pendapat orang lain, serta kerja sama dalam kelompok. Observasi dilakukan oleh peneliti dan guru dengan menggunakan lembar observasi terstruktur dan dilakukan secara langsung di dalam kelas. Wawancara dilakukan secara mendalam dengan guru Bahasa Indonesia kelas X yang menjadi mitra dalam pelaksanaan tindakan. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang kondisi awal siswa, perubahan yang terjadi setelah penerapan PJBL, serta persepsi guru terhadap efektivitas model pembelajaran tersebut. Wawancara juga membantu peneliti untuk memahami kendala dan kelebihan yang muncul selama pelaksanaan pembelajaran. Tes tertulis digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyusun argumen logis setelah pembelajaran. Tes berbentuk uraian terbuka yang menguji pemahaman siswa terhadap struktur debat, kemampuan menyusun argumen, serta memberikan tanggapan terhadap argumen lawan secara sopan dan logis. Penilaian dilakukan berdasarkan rubrik yang mencakup kelogisan argumen, runtutan penyampaian, dan kesesuaian isi dengan tema debat. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, peneliti menyaring informasi penting dari catatan observasi, hasil wawancara, dan lembar tes siswa. Selanjutnya, data yang telah dipilih disajikan dalam bentuk deskriptif naratif dan tabel. Terakhir, kesimpulan ditarik berdasarkan temuan utama dari hasil triangulasi data. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik, yaitu dengan membandingkan hasil dari observasi, wawancara, dan tes. Hal ini dilakukan agar hasil penelitian lebih valid dan dapat dipercaya. Selain itu, peneliti juga melakukan member check dengan guru sebagai mitra kolaboratif dalam penelitian ini, untuk memastikan bahwa interpretasi data sesuai dengan kenyataan di lapangan. Secara keseluruhan, metode yang digunakan dalam penelitian ini dirancang agar mampu menggambarkan secara rinci proses pembelajaran debat dengan model PJBL serta menunjukkan dampaknya terhadap kemampuan berpikir logis siswa. Melalui pendekatan ini, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih kontekstual dan berpusat pada siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning (PJBL) dalam pembelajaran debat Bahasa Indonesia dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir logis siswa kelas X SMTKN Diaspora Kabupaten Sorong. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan tes, ditemukan bahwa penerapan PJBL mampu meningkatkan lima indikator berpikir logis, yaitu: keaktifan berdiskusi, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan menyusun argumen logis, keterampilan menanggapi lawan bicara, serta kerja sama dalam kelompok. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Hasil observasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Mereka menunjukkan antusiasme saat berdiskusi, lebih berani berbicara di depan kelas, dan aktif bekerja sama menyusun materi debat. Hal ini berbeda dari kondisi awal, di mana siswa cenderung pasif dan bergantung pada beberapa anggota kelompok. Peningkatan ini mencerminkan perubahan sikap belajar siswa yang lebih mandiri dan partisipatif setelah penerapan PJBL. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Observasi dilakukan terhadap lima indikator keterlibatan siswa selama proses pembelajaran debat: keaktifan berdiskusi, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan menyampaikan argumen dengan jelas, kemampuan menanggapi pendapat orang lain, dan kerja sama Penilaian dilakukan menggunakan skala 1Ae4 . = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selal. Berikut adalah tabel dari semua hasil observasi siswa kelas X SMTKN Diaspora Kabupaten Sorong: Nama Siswa Aktif Diskusi Berani Berpenda Menyampa Argumen Jelas Menangga Pendapat Orang Lain Kerja Sama Kelompok Alfa Yapen Aurel Ratumur Chintia Salipa Christin Leftungu Daniel Kora Dewinda Huru Dolfina Parce Kifiyu Enjel Yesi Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Sokoy Gresia Warsoy Karlos Prawar Ledy Simon Lians Leonardo Bahamba Marlon Naa Marta Kutumun Meli Passul Milka Wanda Paskalina Bosawer Prita Makmini Rut Hambore Samuel Rumarop Siska Nauw Rata-rata Skor Observasi: Sebelum PJBL: Rata-rata skor keseluruhan . ari kelima indikato. Sesudah PJBL: Rata-rata skor keseluruhan meningkat menjadi 3. Secara umum, data menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan Mereka mulai terbiasa berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dalam kelompok secara aktif. Hal ini menunjukkan keberhasilan PJBL dalam mendorong partisipasi dan komunikasi logis siswa. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Hasil Tes Kemampuan Berpikir Logis Evaluasi dilakukan melalui tes akhir untuk mengukur kemampuan menyusun dan menyampaikan argumen logis secara terstruktur. Penilaian ini juga memperhatikan penggunaan alasan yang masuk akal dan kesopanan dalam berpendapat. Nama Siswa Nilai Tes Keterangan Alfa Yapen Tuntas Aurel Ratumurun Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Chintia Salipa Christin Leftungun Daniel Kora Dewinda Huru Dolfina Parce Kifiyu Enjel Yesi Sokoy Gresia Warsoy Belum Tuntas Karlos Prawar Tuntas Ledy Simon Lians Leonardo Bahamba Marlon Naa Tuntas Belum Tuntas Marta Kutumun Meli Passul Milka Wanda Paskalina Bosawer Prita Makmini Rut Hambore Samuel Rumaropen Siska Nauw Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Analisis Statistik: - Rata-rata nilai tes sebelum PJBL: 65 - Rata-rata nilai tes sesudah PJBL: 82 - Persentase siswa tuntas sebelum PJBL: 30% - Persentase siswa tuntas sesudah PJBL: 70% Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Dari segi kuantitatif, hasil penilaian menunjukkan bahwa 14 dari 21 siswa . %) dinyatakan tuntas atau memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Meskipun jumlah ini belum mencakup seluruh siswa di kelas, data tersebut cukup mewakili keberhasilan pendekatan PJBL dalam meningkatkan kemampuan siswa menyusun argumen yang logis dan Mereka mulai mampu menyampaikan pendapat secara terstruktur, memberikan alasan yang kuat, dan menggunakan contoh konkret sebagai pendukung argumen. Hasil Wawancara Guru Bahasa Indonesia Wawancara mendalam dilakukan dengan Ibu Heber Uli, guru Bahasa Indonesia kelas X, untuk menggali persepsi dan pengalaman beliau dalam menerapkan PJBL. Wawancara difokuskan pada: kemampuan berpikir logis siswa sebelum dan sesudah PJBL, perubahan sikap siswa, keaktifan siswa selama proyek, kendala yang dihadapi, dan efektivitas PJBL secara "Sebelum penerapan PJBL, siswa cenderung pasif dan kesulitan dalam menyusun argumen yang runtut dan logis," ungkap Ibu Heber Uli. "Mereka lebih banyak menghafal materi daripada memahami dan menerapkannya secara kritis. " Setelah penerapan PJBL. Ibu Heber mengamati peningkatan yang signifikan dalam keaktifan siswa, keberanian mereka dalam menyampaikan pendapat, dan kemampuan mereka dalam merumuskan argumen yang lebih "Mereka lebih percaya diri dan aktif berdiskusi," tambahnya. Meskipun demikian. Ibu Heber juga menyampaikan kendala seperti keterbatasan waktu dan beberapa siswa yang masih kesulitan dalam berkolaborasi efektif dalam kelompok. Secara keseluruhan. Ibu Heber menilai PJBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis dan keterampilan debat Wawancara dengan guru Bahasa Indonesia menguatkan temuan ini. Guru menyatakan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir dan komunikasi siswa setelah PJBL diterapkan. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan kesiapan siswa, secara umum PJBL dinilai efektif mendorong keaktifan dan kepercayaan diri siswa selama pembelajaran. Temuan ini mendukung hasil penelitian sebelumnya oleh Wahyudin dan Sukmawati . yang menyatakan bahwa PJBL efektif dalam mendorong keterampilan berpikir kritis dan Selain itu, penelitian ini juga menambahkan kontribusi baru karena konteksnya diterapkan pada materi debat di sekolah berbasis keagamaan, yakni SMTKN, yang belum banyak dijadikan objek studi. Dengan demikian, penerapan PJBL bukan hanya meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna. Model ini terbukti relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi debat yang membutuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Temuan dari observasi, wawancara, dan tes saling mendukung dan memperkuat kesimpulan ini. - Peningkatan Keterlibatan Siswa: Observasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keaktifan siswa berdiskusi, keberanian menyampaikan pendapat, dan kerja sama kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa PJBL berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif dan partisipatif, sejalan dengan tujuan pembelajaran berpusat pada siswa. - Penguatan Kemampuan Berpikir Logis: Hasil tes kemampuan berpikir logis menunjukkan peningkatan persentase siswa yang tuntas. Kemampuan siswa dalam menyusun argumen yang Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 logis, terstruktur, dan didukung bukti meningkat secara signifikan. Temuan ini didukung oleh observasi yang menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menyampaikan argumen secara jelas dan menanggapi pendapat orang lain. - Peran Guru sebagai Fasilitator: Wawancara dengan guru mengonfirmasi efektivitas PJBL. Meskipun ada kendala, guru menilai PJBL sebagai metode yang berhasil meningkatkan keaktifan dan kepercayaan diri siswa. Peran guru sebagai fasilitator dan pembimbing sangat penting dalam keberhasilan implementasi PJBL. Temuan ini konsisten dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas PJBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa. [Sebutkan beberapa referensi yang relevan di sin. Penelitian ini memberikan kontribusi tambahan dengan mengkaji penerapan PJBL dalam konteks pembelajaran debat Bahasa Indonesia di sekolah kejuruan, yaitu SMTKN Diaspora Kabupaten Sorong. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil menunjukkan secara signifikan efektivitas model Project Based Learning (PJBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa kelas X di SMTKN Diaspora Kabupaten Sorong melalui pembelajaran debat Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam merumuskan argumen, menanggapi pendapat lawan, dan mempertahankan pendapat mereka dengan alasan yang rasional dan Secara kuantitatif, lebih dari 60% siswa berhasil mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setelah mengikuti pembelajaran dengan metode PJBL, angka ini menunjukkan keberhasilan yang cukup signifikan. Selain data kuantitatif, temuan kualitatif dari observasi kelas dan wawancara dengan guru dan siswa juga mendukung kesimpulan utama penelitian ini. Teramati peningkatan yang signifikan dalam partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran debat. Siswa lebih berani menyampaikan pendapat, lebih aktif berdiskusi, dan menunjukkan kemampuan kolaborasi yang lebih baik dalam kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa PJBL berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan memotivasi siswa untuk berpikir kritis dan logis. Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi praktik pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks pembelajaran debat. Penelitian ini merekomendasikan penerapan PJBL sebagai strategi pembelajaran alternatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa. Penerapan PJBL, dengan pendekatannya yang berpusat pada siswa dan menekankan kolaborasi, terbukti mampu mengatasi kendala pasifitas dan kesulitan berpikir logis yang seringkali dialami siswa. Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil yang positif, perlu diakui beberapa keterbatasan. Ukuran sampel yang relatif kecil dan konteks penelitian yang spesifik di satu sekolah tertentu membatasi generalisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih luas. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan di berbagai konteks sekolah diperlukan untuk memvalidasi temuan ini. Penelitian selanjutnya juga dapat meneliti lebih dalam faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan implementasi PJBL dan bagaimana model ini dapat diadaptasi untuk berbagai tingkatan kemampuan siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti kuat akan efektivitas PJBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa melalui pembelajaran debat Bahasa Indonesia. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan praktik pembelajaran yang Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa di abad ke-21. Dengan memahami kekuatan dan keterbatasan PJBL, serta melalui penelitian lebih lanjut, kita dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan berpikir kritis yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PJBL) dalam pembelajaran debat Bahasa Indonesia efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa kelas X SMTKN Diaspora Kabupaten Sorong. Model PJBL mampu mendorong siswa untuk lebih aktif berdiskusi, berani menyampaikan pendapat, menyusun argumen secara terstruktur, dan bekerja sama dalam kelompok. Hasil observasi, wawancara, dan tes menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengalami peningkatan keterampilan dalam menyampaikan gagasan secara logis dan runtut. Guru juga menilai bahwa PJBL berhasil membangun kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian. PJBL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang relevan dan kontekstual dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi debat. DAFTAR PUSTAKA