JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Integrasi Mandat Budaya Ke Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Melalui Strategi Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Jenet selfiani sakey1 email: sakeyjenetselfiani@gmail. Lila S. Silalahi2 email : lilasilalahi78@gmail. Mortan Sibarani3 email: sibaranimortan@gmail96. Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA JAKARTA)123 Abstract This study was motivated by the importance of improving the quality of Christian religious education (PAK) that can develop students' potential holistically through Contextual Teaching and Learning (CTL) with the aim of improving understanding of cultural mandates. The CTL learning strategy aims to integrate understanding of cultural mandates with the real-life contexts of students in order to achieve effective and meaningful learning. This study used qualitative methods, with data obtained through a literature study utilizing various sources that could answer the research objectives. The results of this study indicate that the application of CTL learning strategies can increase student engagement and understanding of cultural mandates and strengthen the relevance of PAK learning materials in everyday Keywords: Cultural Mandate. Contextual Teaching and Learning (CTL). Christian Religious Education Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingya upaya peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Kristen @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ (PAK) yang mampu mengembangkan potensi peserta didik secara holistik melalui pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mandat budaya. Strategi pembelajaran CTL ini bertujuan untuk mengintegrasikan pemahaman mandat budaya dengan konteks kehidupan nyata peserta didik guna mencapai pembelajaran yang efektif dan bermakna. Metode kualitatif adalah metode yang akan digunakan dalam penelitian ini, data diperoleh melalui study kepustakaan dengan memanfaatkan berbagai sumber literatur yang dapat menjawab tujuan dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawhwa penerapan strategi pembelajaran CTL dapat meningkakan keterlibatan dan pemahaman peserta didik terhadap mandat budaya serta memperkuat relevansi materi pembelajaran PAK dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata kunci: Mandat Budaya. Contextual Teaching and Learning. Pendidikan Agama Kristen Pendahuluan Kurikulum dalam pendidikan nasional terus mengalami pengembangan agar mampu memenuhi kebutuhan zaman serta membekali peserta didik dengan kompetensi yang komprehensif. Dalam upaya kurikulum merdeka hadir dengan menekankan pusat pembelajarannya adalah peserta didik, aktif, kreatif, dan kontekstual dengan lingkungan sekitarnya. Strategi pembelajaran yang juga di tawarkan dalam kurikulum indonesia yakni strategi pembelajaran dimana guru diharuskan untuk mengintegrasikan materi ajar dengan konteks situasi yang nyata, untuk kemampuannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien, disebut dengan strategi pembelajaran Contextual Teaching @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ and Learning (CTL). 1 Dalam pembelajaran PAK strategi yang diterapkan sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Guru tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, budaya, dan pengalaman langsung peserta didik. Oleh karena itu, pemilihan strategi yang tepat menjadi penting agar materi yang diajarkan tidak hanya sekedar teori, tetapi juga mampu membangungun pemahan mendalam dan karakter peserta didik sesuai dengan mandat budaya yang Alah berikan. Pemahaman mandat budaya dapat dilakukan melalui pembelajaran PAK dengan menekankan proses partisipasi yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan potensi penuh mereka, menemukan apa yang telah mereka pelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Peserta didik belajar dengan baik ketika mereka menggunakan lingkungan mereka sebagai panggung untuk mempraktikkan apa yang telah mereka Belajar bermakna apabila peserta didik tidak hanya mempelajari apa yang mereka ketahui, namun juga mengalaminya. Dimana guru menjelaskan sedikit tentang isi materi dan peserta didik mencoba membuktikannya sendiri melalui eksperimen yang dipimpin oleh guru. dalam pembelajaran PAK Strategi ini disebut dengan pembelajaran kontekstual. 2 Allah memberikan mandat kepada manusia untuk menaklukkan, melestarikan, dan memulihkan ciptaan untuk kemuliaan Allah. Mandat ini dikenal dengan istilah mandat Allah memerintahkan manusia untuk melestarikan ciptaan. Dalam Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka. Perintah dalam bagian ini bukan hanya untuk menaklukkan dan menguasai. Toto Sugarto. Contextual Teaching And Learning, ed. Cive Mine (Bantul, 2. , 6. Mei Dewi Simamora et al. AuPengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Hasil Belajar PAK Dan Budi Pekerti Siswa SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu Kabupaten DairiAy 5, no. : 2Ae3. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ tetapi juga untuk mengusahakan dan memelihara taman. Tugas dan tanggung jawab yang Allah berikan kepada orang-orang sangat penting dan mulia. Kita harus memenuhi tugas dan tanggung jawab kita sesuai dengan misi yang diberikan Allah. Mandat budaya merupakan tugas yang diberikan Allah kepada manusia dan harus dilaksanakan sesuai dengan perintah yang Allah Namun, berdasarkan hasil research yang dilakukan Penulis tampaknya dalam proses pembelajaran PAK penggunaan pendekatan pembelajaran CTL masih kurang diterapkan khususnya dalam upaya meningkatkan pemahaman mandat budaya yang Allah berikan. Penulis melihat bahwa hasil penelitian yang berkaitan dengan pendekatan pembelajaran CTL hanya berfokus pada pengembangan karakter peserta didik secara umum. Seperti yang ditunjukkan oleh Ernauli Maharani. Marbun dkk, penelitian ini membahas pembelajaran dan pembelajaran yang berbasis CTL terhadap upaya pembentukan karakter. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh E Maharani, dimana tujuan penelitian ini ialah menggali bagaimana model belajar kontekstual (CTL) yang diterapkan pada mata pelajaran PAK di SMA Negeri 2 Kampung Rakyat untuk membentuk perilaku peserta didik. Serta efektivitas pelaksanaan pembelajaran CTL kedalam materi Pembelajaran PAK dan upaya yang dilakukan guru di sekolah SMA Negeri 2 Kampung Rakyat. 4 Dan selanjutnya, penelitian oleh Togap Siburian, hasil penelitian telah membahas pengembangan model Deslana Roidja Hapsarini and Yendri Wati Pige. AuPemahaman Peserta Didik Tentang Mandat Budaya Dalam Kejadian 1:28 Terhadap Kepedulian Lingkungan,Ay ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen . https://doi. org/10. 53814/eleos. Ernauli Marbun Maharani. AuPembelajaran Pendidikan Agama Kristen Berbasis Contextual Teaching and Learning Terhadap Upaya Pembentukan Karakter Peserta DidikAy 1, 4 . : 5. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ pembelajaran CTL yang dapat memotivasi kinerja dan keterampilan peserta didik untuk tertarik mempelajari PAK. Berangkat dari latar belakang tersebut, penelitan ini bertujuan untuk mendiskripsikan strategi pembelajaran yang efektif dan sesuai dalam proses pembelajaran PAK guna meningkatkan pemhaman, penghayatan dan penerapan mandat budaya yang Allah berikan secara kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Metode Penulis menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada pengumpulan data deskriptif untuk digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan metode penelitian ini. Peneliti menginterpretasikan seluruh hasil yang diperoleh dengan mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan yang ada serta menjelaskannya melalui penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan ini merupakan kegiatan yang melibatkan pengumpuan berbagai sumber bacaan dan pengolahan bahan yang relevan dengan topik peneltian. Metode ini dipilih karena bertujuan untuk mendiskripsikan secara mendalam strategi pembelajaran CTL serta bagaimanan strategi CTL mempengaruhi proses penbelajaran PAK dan pemahaman peserta didik mengenai mandat budaya yang Allah berikan. Togap Siburian. AuPengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Melalui Pendekatan Kontekstual ( Contextual Teaching and Learning / CTL ) Pada Siswa Kelas IV Dan V Di SD HKBP Maranatha,Ay Jurnal Pendidikan Dan Teologi 2, no. Uhar Suharsaputra. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Dan Tujuan (Bandung: Refika Aditama, 2. , 94. Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2. , 1. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Narasikan pada bagian ini dengan 250 hingga 500 kata tentang metode yang digunakan, baik metode secara umum maupun prosedur yang lebih rinci. Berikan rujukan untuk pemilihan dan penggunaan metode penelitian. Hasil dan Pembahasan Perspektif Teologis Mandat Budaya Berdasarkan Kejadian 1:28 Dalam pandangan Teolog Kristen, penciptaan manusia tidak dapat dipisahkan dari tugas dan tanggungjawabnya di dunia, yang kemudian dirumuskan sebagai misi kebudayaan atau mandat budaya. 8 Diskusi mengenai mandat budaya merupakan fokus utama teologi Reformed. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui asal usul istilah ini, dan orang yang sebenarnya menciptakannya adalah Claes Schilder. Penjelasan tentang konsep mandat budaya khususnya terdapat dalam buku Christ and Culture karya Schilder. Schilder mendefinisikan mandat budaya dimulai dari aspek etimologis. Penting untuk mengetahui apa yang dimaksud Schilder dengan kata budaya. AyJadi kebudayaan berasal dari kata kerja latin colere yang berarti meningkatkan atau merawatAy. Schilder menunjukkan bahwa konsep kebudayaan terdapat pada awal Alkitab, khususnya dalam Kejadian 1:28 dan Kejadian 2:15. Halaman pertama Alkitab memuat kesepakatan budaya yang menarik antara Allah dan manusia. Sehubungan dengan itu. Allah memerintahkan nenek moyang manusia yang pertama untuk mengolah taman eden, memenuhi bumi, beranak cucu dan berkembang biak, dan hal ini tentu saja berlaku bagi seluruh umat manusia. Schilder pertama kali menggunakan istilah mandat budaya. Secara sederhana mandat budaya adalah pemeliharaan Sensius Amon Karlau. AuPenciptaan Manusia Sebagai Representatif Allah Untuk Mewujudkan Mandat Budaya Berdasarkan Kejadian 1:26-28,Ay Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi 5, no. : 123Ae25, https://doi. org/10. 47457/phr. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ ciptaan Tuhan dengan tujuan agar mengeluarkan segala potensi yang ada didalamnya demi memajukan kehidupan manusia dan terutama bagi kemuliaan Allah. Artinya manusia harus mengelola setiap aspek ciptaan Allah. 9 Jelaslah, bahwa mandat budaya merupakan tanggungjawab yang harus dilakukan oleh manusia dan harus dikerjakan sesuai dengan pesan firman-Nya. Pengaruh Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kualitas Belajar Peserta Didik CTL Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Perlu disadari bahwa aktivitas dan hasil pembelajaran saat ini, belum memenuhi persyaratan kurikulum atau KKM yang ditetapkan sekolah. Untuk itu perlu diperbaiki dan perlu adanya peningkatan strategi pembelajaran. Strategi Pembelajaran kontekstual diharapkan mampu untuk meningkatkan kemandirian siswa karena terletak pada pembelajaran yang memungkinkan siswa melihat dan menghubungkan disiplin ilmu yang dipelajarinya dengan situasi dunia nyata, termasuk permasalahan sosial dan budaya. Pembelajaran kontekstual mengacu pada tujuh komponen esensial yang menjadi landasannya, yaitu kontstruksivisme, inkuiri, kemampuan bertanya, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik. 10 Model pembelajaran dapat meningkatkan kemandirian peserta didik karena memberikan kesempatan bagi mereka untuk terlibat secara langsung dalam proses Keterlibatan tersebut berdampak bagi pembentukkan karakter dan tanggungjawab pribadi, sehingga siswa yang mampu menyelesaikan tugas David Susilo Pranoto. AuManna Rafflesia,Ay Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu 3, 1. Pelayanan Penyebaran Injil Berdasarkan 2 Korintus 6:1-10 . : 3. I Ketut Ardiawan and Komang Diari. AuPenerapan Model Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Prestasi Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal Pendidikan Dasar 5, no. : 12. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ secara mandiri dapat berkembang menjadi individu yang kompeten. Desain pembelajaran kontekstual mendorong partisipasi aktif siswa, dimana mereka diharapkan berperan secara madniri dalam berbagai kegiatan maupun simulasi Efektivitas CTL Terhadap Kemampuan Berpikir Peserta Didik Siswa hendaknya mengembangkan ilmu yang diperolehnya disekolah secara maksimal agar ketika dihadapkan pada berbagai permasalahan dapat menggunakan kemampuan berpikir kritis, dalam hal ini guru juga perlu melatih siswa berpikir kritis dalam setiap pembelajaran. Keterampilan berpikir kritis siswa merupakan suatu proses sistematis yang memungkinkan mereka mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan secara kritis, dan menjawab Oleh karena itu, pengajaran dengan model CTL dapat menjadi solusi permasalahan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. 12 Model pembelajaran CTL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Karena salah satu fokus utama pembelajaran CTL adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Proses ini melibatkan pemikiran yang sistematis, pemecahan masalah yang logis, serta penggunaan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Melalui latihan terus-menerus dalam pemencahan masalah siswa meningkatkan kemampuan mereka dalam berpikir secara sistematis dan menghasilkan solusi yang baik. Andi Suhandi and Dini Kurniasri. AuMeningkatkan Kemandirian Siswa Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Di Kelas IV Sekolah Dasar,Ay Jurnal Gentala Pendidikan Dasar 4, 1 . : 125Ae27, https://doi. org/10. 22437/gentala. Wirastiani Binti Yusup. AuEfektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen,Ay Harati: Jurnal Pendidikan Kristen 2, no. : 19Ae22, https://doi. org/10. 54170/harati. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Model Pembelajaran CTL terhadap hasil belajar siswa Dalam proses pembelajaran guru kurang berusaha mengaktifkan kemampuan dan pemahaman materi secara optimal. Konsep ini hendaknya menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran terjadi secara alamiah dalam bentuk kerja siswa dan kegiatan praktek bukan dalam bentuk transfer ilmu pengetahuan dari guru kesiswa. 13 Pada titik inilah penting dilakukan inovasi terhadap model pembelajaran agar tidak bersifat mekanis dan mudah dilupakan. Model pembelajaran CTL menjadi salah satu alternatif yang dapat menciptakan pengalaman belajar bemakna sekaligus meningkatkan hasil belajar. 14 Pembelajaran CTL menunjukkan bahwa hasil belajar siswa lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya. Model pembelajaran CTL yang relevan dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran membuat siswa lebih termotivasi, belajar efektif, dan mencapai hasil belajar lebih baik. CTL Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Pencapaian hasil belajar dikelas salah satunya dipengaruhi oleh minat belajar peserta didik. Sebaiknya, untuk mencapai hasil yang baik selain kecerdasan juga harus memperhatikan kepentingan lainnya. Model pembelajaran CTL menawarkan model pembelajaran yang mengajak siswa untuk berkolaborasi dan melakukan pendekatan pembelajaran secara kritis, kreatif dan antusias. Siswa dapat terlibat aktif proses pembelajaran. Kasmawati Kasmawati. Nur Khalisah Latuconsina, and Andi Ika Prasati Abrar. AuPengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar,Ay Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan 5, no. : 70Ae71, http://journal. id/index. php/PendidikanFisika/article/view/3482/3911. khoerul ummah. AuAoPengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas Vi SMP Swasta Free Methodist-1 MedanAo. ,Ay AiauA, no. : 3Ae5. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ karena itu model pembelajaran kontekstual lebih mengutamakan pembelajaran akselerasi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. 15 Strategi pembelajaran CTL dapat meningkatkan minat belajar PAK. Pengenalan pembelajaran CTL dalam PAK menekankan pada keterlibatan siswa dalam mempelajari materi, sehingga siswa dapat fokus langsung pada proses pembelajaran. Pembelajaran CTL menciptakan lingkungan belajar yang menarik, interaktif, relevan dan menantang bagi peserta didik. Dengan menumbuhkan minat belajar yang kuat melalui situasi nyata, partisipasi aktif, kolaborasi, teknologi, dan pengalaman langsung, pembelajaran CTL dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. MANDAT BUDAYA CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Kemandirian Siswa Kemampuan Berpikir Siswa Hasil Belajar Siswa Minat Belajar Siswa Gambar 1. Bagan Hubungan Mandat Budaya dan CTL terhadap Efektifivitas Pembelajaran PAK. F Siramba. AuMeningkatkan Minat Belajar Siswa Dalam Bidang Studi Pendidikan Agama Kristen Melalui Model Pembelajaran Kontekstual,Ay Jurnal Kewarganegaraan 6, no. 4189Ae92, http://journal. id/index. php/pkn/article/view/3685. Amalia Yunia Rahmawati. AuTRADISI BANU SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN UNTUK MENGATASI KRISIS EKOLOGIAy 4, no. July . : 1Ae23. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ PEMBAHASAN Implikasi Mandat Budaya Kepada Peserta Didik Mandat budaya yang Allah berikan kepada manusia, termasuk peserta didik mempunyai beberapa implikasi penting. Berikut beberapa diantaranya: Mengembangkan karakter peserta didik dengan keyakinan dan akhlak Mandat budaya Allah menekankan pentingnya nilai-nilai agama dan moral dalam kehidupan manusia. Menumbuhkan kesadaran peserta didik akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Mandat budaya Allah juga memerintahkan manusia untuk menjaga dan melestarikan alam semesta. Mempererat rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa. mandat budaya juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan nasional. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. mandat budaya mendorong untuk terus belajar dan berkembang. Mempersiapkan peserta didik menjadi pemimpin yang saleh dan Mandat budaya Allah juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang benar dan bijaksana. Secara kolektif, mandat budaya memiliki dampak yang luas dan mendalam terhadap kehidupan peserta didik. Dengan memahami dan mewujudkan mandat budaya, maka peserta didik menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, bertanggung jawab terhadap lingkungan, cinta tanah air, berpikir kritis dan kreatif, serta memiliki kepemimpinan yang adil dan bijaksana. Artinya, mandat budaya kepada peserta didik dapat bervariasi tergantung pada konteks dan situasi. Penting untuk diingat bahwa mandat budaya Allah bersifat @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ universal dan berlaku bagi semua orang, termasuk pelajar. Penerapan mandat budaya Allah dalam pendidikan harus dilakukan dengan cara yang kreatif dan inovatif sehingga membangkitkan minat dan partisipasi peserta didik. Sikap Peserta Didik Terhadap Mandat Budaya Sikap peserta didik terhadap mandat budaya dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk latar belakang agama, budaya, pendidikan, dan pengalaman pribadi. Namun, secara umum, beberapa sikap umum yang dapat Sikap positif. Banyak peserta didik memandang mandat budaya secara Mereka melihat mandat ini sebagai kesempatan untuk belajar dan bertumbuh, menjadi pengelola ciptaan Allah yang bertanggung jawab, dan berkontribusi demi kebaikan dunia. Sikap positif ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor. Yang pertama, latar belakang agama yang kuat. Peserta didik yang memperoleh pendidikan agama yang baik akan lebih mampu memahami makna dan pentingnya mandat budaya. Kedua. Pengalaman positif di alam. Peserta didik yang mempunyai pengalaman positif dialam akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keindahan dan keagungan ciptaan Allah. Dan ketiga, menanamkan nilai-nilai positif. Peserta didik yang ditanamkan nilai-nilai positif seperti tanggung jawab, menghargai lingkungan, dan rasa syukur kepada Allah kemungkinan besar akan lebih termotivasi untuk menyikapi tantangan budaya secara bertanggung jawab. Sikap positif terhadap mandat budaya sangat penting jika peserta didik ingin menjadi pengelola ciptaan Allah yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada kebaikan dunia @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Memberikan pengalaman alam yang positif, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merasakan keindahan dan alam. Keagungan ciptaan Allah membantu anak mengembangkan rasa cinta dan Menanamkan nilai-nilai Menanamkan nilai-nilai positif seperti tanggung jawab, menghargai lingkungan, dan rasa syukur kepada Allah dapat membantu memotivasi peserta didik dalam menghadapi tantangan budaya secara bertanggung Mengajarkan interpretasi yang benar tentang mandat budaya. Penting untuk mengajarkan kepada peserta didik bahwa mandat budaya tidak berarti eksploitasi alam yang tidak terkendali, melainkan pengelolaan ciptaan Allah yang bijaksana dan bertanggung jawab. Hubungkan mandat budaya dengan nilai-nilai universal. Dengan menghubungkan mandat budaya melalui nilai-nilai universal seperti keadilan, kasih sayang, dan keseimbangan, peserta didik dapat memandang keharusan budaya sebagai hal yang positif dan bermanfaat bagi semua orang. Kesimpulan Mandat budaya sebagaimana tercantum dalam Kejadian 1:28 adalah panggilan Allah agar manusia bertanggung jawab dalam mengelola ciptaanNya secara adil dan berkelanjutan. Namun, pemahaman terhadap mandat ini perlu dikontekstualisasikan dalam pendidikan, khususnya melalui strategi pembelajaran yang relevan. Strategi Contextual Teaching and Learning (CTL) terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam menjelaskan dan menanamkan pemahaman mandat budaya kepada peserta didik. CTL tidak hanya menjembatani konsep teologis dengan pengalaman nyata, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada pengembangan kualitas belajar peserta @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Empat aspek utama yang dipengaruhi CTL adalah: Pertama, meningkatkan kemandirian belajar. Kedua, mengembangkan kemampuan Ketiga, meningkatkan hasil belajar, dan . menumbuhkan minat Dengan demikian. CTL dapat dipandang sebagai strategi pedagogis sekaligus teologis yang menolong peserta didik memahami mandat budaya secara utuh, serta mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Hal ini memperlihatkan bahwa mandat budaya bukan sekadar perintah ilahi, melainkan juga kompas moral yang dapat ditanamkan melalui pembelajaran Integrasi antara CTL dan mandat budaya memberikan arah baru bagi Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk generasi yang bertanggung jawab, kritis, mandiri, serta peduli terhadap ciptaan Allah. Referensi