ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN BERORIENTASI PADA PENGEMBANGAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL RADEC DI KELAS Adriansyah Kusuma WardaniA. Titin NurhayatinA. Yeni Cania PuspitaA AUniversitas Pasundan, adrianwardani24@gmail. AUniversitas Pasundan, titin_nurhayatin@unpas. AUniversitas Pasundan, yenicaniapuspita@unpas. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran menulis cerita pendek dan kreativitas peserta didik kelas XI SMKN 3 Bandung pada materi pembelajaran menulis cerpen dengan memerhatikan unusr-unsur pembangun. Penelitian ini mendeskripsikan perbedaan kemampuan peserta didik dalam menulis cerita pendek dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun antara kelas eksperimen yang menggunakan model RADEC (Read. Answer. Discuss. Explain. Creat. dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran diskusi serta menguji efektivitas model RADEC (Read. Answer. Discuss. Explain. Creat. dalam pembelajaran menulis cerita pendek berorientasi pada pengembangan kreativitas peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi dengan bentuk nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, uji coba, observasi dan tes. Data yang dikumpulkan adalah hasil pretest, posttest dan penilaian kreativtias dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil yang diperoleh berdasarkan uji wilcoxon adalah nilai Asymp. Sig. -taile. menunjukkan 0,000 < 0,05 artinya dapat disimpulkan, bahwa terdapat perbedaan kemampuan menulis cerpen yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan model RADEC (Read. Answer. Discuss. Explain. Creat. dengan kelas kontrol yang menggunakan model diskusi. Adapun hasil dari uji mann whitney adalah Asymp. Sig. -taile. menunjukkan 0,000 < 0,05 artinya model RADEC efektif digunakan dalam pembelajaran menulis cerita pendek. Kata Kunci: Model RADEC, menulis, cerita pendek, kreativitas. ABSTRACK This reseacrh aims to improve the learning outcomes of short story writing and the creativity of class XI students at SMKN 3 Bandung in short story writing learning material by paying attention to the building blocks. This study describes the differences in students' ability to write short stories by paying attention to the building blocks between the experimental class using the RADEC model (Read. Answer. Discuss. Explain. Creat. and the control class using the discussion learning model and testing the effectiveness of the RADEC model (Read . Answer. Discuss. Explain. Creat. in learning to write short stories oriented towards developing students' creativity. The method used in this research is a quasi-experimental method with nonequivalent control group design. Data collection techniques using literature study Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. techniques, trials, observations and tests. The data collected are the results of the pretest, posttest and creativity assessment from the experimental and control classes. The results obtained based on the Wilcoxon test are the Asymp values. Sig. -taile. 000 <0. meaning that it can be concluded that there is a significant difference in the ability to write short stories between the experimental class using the RADEC model (Read. Answer. Discuss. Explain. Creat. and the control class using the discussion model. The results of the Mann Whitney test are Asymp. Sig. -taile. 000 <0. 05 meaning that the RADEC model is effectively used in learning to write short stories. Keywords: RADEC model, writing, short stories, creativity. How to Cite: Wardani. Nurhayatin. , & Puspita. PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK BERORIENTASI PADA PENGEMBANGAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RADEC (READ, ANSWER. DISCUSS. EXPLAIN. CREATE) DI KELAS XI SMKN 3 BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2022/2023. Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9. , 459Ae466. https://doi. org/10. 31943/bi. DOI: https://doi. org/10. 31943/bi. PENDAHULUAN keterampilan berbahasa secara utuh sudah Pembelajaran Indonesia Bahasa kebahasaan pada dasarnya mengharuskan peserta didik untuk dapat menguasai empat aspek keterampilan berbahasa. Hal ini dikarenakan keterampilan berbahasa sangat Keterampilan kemampuan intelektual, sosial, dan karakter peserta didik. (Effendi, begitu jelas. Salah satu jenis keterampilan berbahasa yang penting untuk dikuasai oleh peserta didik adalah kemampuan menulis. Menurut (Tarigan, 2018:21-. Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan para pelajar berpikir secara Berangkat dari hal ini, kemampuan menulis pada peserta didik di lingkungan sekolah sebagai sarana Pendidikan perlu didalami guna membentuk pribadi peserta didik yang kritis, kreatif, dan berkarakter. Proses menuangkan kreativitas ke 2015:. menyatakan bahwa Bahasa dianggap sebagai alat yang paling sempurna dan mampu membawakan pikiran dan perasaan, baik mengenai hal-hal yang bersifat konkrit maupun yang bersifat abstrak. Melalui faktafakta tersebut maka pentingnya menguasai dalam bentuk tulisan ini bukanlah proses yang melibatkan kepaduan pikiran dan perasaan untuk kemudian merangkainya ke dalam sebuah tulisan. (Abdurrahman, 2012:. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyatakan bahwa Menulis adalah suatu di Indonesia dan praktik pembelajaran aktivitas kompleks, yang mencakup gerakan menulis yang keliru dari jenjang ke jenjang. lengan, tangan, jari, dan mata secara Kekeliruan Sekaitan dengan Spernyataan Abdurrahman, (Suzanna, perbuatan mental. Namun, menulis adalah 2022:. menyatakan bahwa peserta didik kegiatan fisik yang terintegrasikan secara tidak akan menjadi penulis yang baik kalau utuh dengan seluruh kemampuan yang ada hanya dicekoki oleh berondongan teori pada diri seseorang. Maka modal dasar dari menulis saja. Pada pembelajaran di kelas, seorang penulis adalah kesehatan fisik, guru yang tidak mempunyai kemampuan kesehatan batin, dan kemampuan berbahasa menulis cenderung banyak mengajarkan teori yang segala modal itu saja cukup membuat kepada peserta didiknya, karena menjejalkan peserta didik di sekolah enggan untuk latihan-latihan Keengganan menulis peserta didik ini Keadaan ini membuat peserta didik kesulitan tampak dalam pembelajaran Bahasa dan dalam melakukan kegiatan kreatif seperti Sastra di sekolah. Senada dengan hal itu menulis, terlebih lagi dalam menentukan (Alwasilah, 2022:. mengatakan bahwa hingga meramu ide menjadi sebuah karya sastra seperti cerita pendek. keterampilan yang paling terbengkalai dalam Pembelajaran yang minim integrasi pendidikan Bahasa. Hal ini disebabkan banyak hal seperti karakteristik keterampilan mandegnya kreativitas peserta didik. Sejalan menulis itu sendiri yang membutuhkan waktu dengan ini (Wahyuningsih et al. , 2019:. cukup lama dalam proses pemahirannya. kreativitas itu muncul dan berkembang Sejalan dengan ini (Rustandi & Triandy, karena menghadapi berbagai perosoalan yang 2022:. mengatakan bahwa di antara empat terdapat di lingkungan sekitarnya. Agar menulis adalah keterampilan yang dianggap diwujudkan, diperlukan kekuatan-kekuatan sulit karena memerlukan latihan dan waktu pendorong dari luar dengan proses belajar dan yang lama dan tidak sebentar. pengalaman dari lingkungannya. Menanggapi Kesulitan menulis juga berkenaan erat dengan rendahnya angka literasi peserta didik yang penulis temukan dan telah kemukakan di atas, menjadi penting bagi diri penulis secara Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. pribadi untuk meneliti permasalahan ini lebih Penelitian dari Rizki Ramadini. Berangkat dari permaslahan metode Pembelajaran RADEC terhadap Kemampuan berorientasi kepada proses dan kurang Menulis Teks Eksplanasi Siswa di SD Negeri memberikan kesempatan peserta didik untuk menghayati lingkungan sekitar dalam proses peningkatan hasil belajar dalam kemampuan penciptaan karya sastra. Penulis menawarkan menulis setelah melakukan pembelajaran penggunan model RADEC . ead, answer, dengan model RADEC. discuss, explain, create. ) Menurut Sopandi & Penelitian AuEfektivitas Payung. Ay Model Menunjukkan yang mengujikan Handayani . Model pembelajaran model RADEC terhadap kemampuan menulis RADEC ini merupakan model pembelajaran inovatif yang mampu merangsang dan dilakukan Nengsih. Resky Dewi, and Andi memacu keluarnya potensi yang dimiliki oleh Hamsiah. peserta didik. Penggunaan Model Pembelajaran Radec Dengan "Pengaruh Pemilihan model pembelajaran ini Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep didasari oleh beberapa hal diantaranya dan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VI UPTD SD Negeri 93 Barru. RADEC Menunjukkan kegiatannya cukup lengkap karena RADEC belajar dalam kemampuan menulis setelah sendiri merupakan singkatan dari Read . Answer . Discuss RADEC. Explain . , dan Create . encipta/membua. Kegiatan-kegiatan Berdasarkan tersebut mengarahkan peserta didik untuk berpandangan bahwa model RADEC efektif belajar secara mandiri dan utuh. Kedua, untuk digunakan dalam kegiatan menulis Penulis juga menemukan ada ceruk mengakomodir keterampilan lainnya seperti yang bisa dijadikan kebaruan penelitian yakni membaca pemahaman karena adanya tahap penggunaan model RADEC dalam kegiatan Read, penguasaan konsep pada tahap Answer, menulis lanjut dan juga pada teks fiksi seperti berbicara pada tahap Discuss dan Explain. RADEC berpikir kritis dan kreatif dalam tahap Create. Penelitian terdahulu yang relevan METODE PENELITIAN dengan topik penelitian penulis cukup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. Metode yang digunakan penulis dalam dalam pembelajaran menulis cerita pendek Metode dengan berorientasi pada pengembangan equivalent control group design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak Penulis menyusun hasil penelitian ini setelah melaksanakan penelitian terhadap peserta didik kelas X1 SMKN 3 Bandung. Quasi Experimental Design digunakan karena Peserta didik XI AKL 2 selaku kelas eksperimen dan peserta didik kelas XI MLOG kelompok kontrol yang digunakan untuk 1 selaku kelas kontrol. Data yang diperoleh Dalam suatu pembelajaran, sulit penulis meliputi: . data hasil pretest dan menggunakan sebagian peserta didik untuk posttest peserta didik kelas eksperimen dan eksperimen dan sebagian tidak. Sebagian kelas kontrol, dan . data hasil penilaian menggunakan media atau moda pembelajaran baru yang lain tidak. Oleh karena itu, untuk eksperimen dan kelas kontrol. Data Hasil HASIL PEMBAHASAN variabel-variabel kelompok kontrol dalam penelitian, maka Penilaian Pretest Selanjutnya hasil pretest dan posttest kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran RADEC memperoleh nilai rata- equivalent control group design, desain ini rata 68,00, nilai tertinggi 75, dan nilai hampir sama dengan pretest-posttest control Sedangkan untuk nilai pretest desain ini kelas kontrol, untuk nilai rata-rata 65, nilai kelompok eksperimen maupun kelompok tertinggi 75, dan nilai terendah 54. Hal kontrol tidak dipilih secara random. Dalam tersebut dapat membuktikan peserta didik desain ini, baik kelompok eksperimental kesulitan dalam menuliskan cerita pendek maupun kelompok kontrol dibandingkan. Posttest dikembangkan desain Quasi Experimental. Dalam dipilih dan unsur-unsur ditempatkan tanpa melalui random. Dua Lalu terdapat hasil nilai posttest pada kelompok yang ada diberi tes, kemudian kelas eksperimen yang menggunakan model diberikan perlakuan, dan terakhir diberikan pembelajaran RADEC memperoleh nilai rata- tes untuk mengamati perubahan kemampuan rata 85,00, nilai tertinggi 95, dan nilai Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. Sedangkan untuk nilai posttest Post Test Post Test kelas kotol memperoleh nilai rata-rata 72,00. Eksperimen - Pre Kontrol - Pre nilai tertinggi 83, dan nilai terendah 58. Test Eksperimen Test Kontrol Berdasarkan -4,022b -2,807b ,000 ,005 Asymp. diketahui bahwa kelas eksperimen dan kelas Sig. kontrol mengalami peningkatan rata-rata Akan tetapi, jumlah untuk kelas Wilcoxon Signed Ranks Test eksperimen masih jauh di atas nilai kelas Hal tersebut menandakan bahwa RADEC Based on negative ranks. Data hasil penilaian kreativitas pada peserta didik kelas eksperimen dan dibandingkan dengan model diskusi. kelas kontrol. Untuk menguji signifikansi perbedaan Selain meneliti keterampilan menulis lebih lanjut dari kedua kelas yang dijadikan peserta didik, penelitian ini juga meneliti kreativitas peserta didik dalam menulis cerita mengukur signifikansi perbedaan tersebut. Kemudian hasil pengujian membuktikan Penilaian terhadap kreativitas bahwa terdapat perbedaan dari kedua sampel peserta didik ini dilakukan terhadap karya yang diteliti. Hal tersebut dibuktikan pada yang mereka buat, dengan demikian penilaian hasil perhitungan Uji Mann Whitney yang menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. terhadap kreativitas adalah sebagai salah satu kreativitas kelas eksperimen dan kontrol yaitu penilaian keberhasilan model pembelajaran 0,000. Hal itu berarti nilai Asymp. Sig. yang diujikan untuk meningkatkan kreativitas taile. yang diperoleh kurang dari 0,05. peserta didik. Dilakukannya Maka, data tersebut signifikan dan hipotesis Penilaian kreativitas ini kemudian dapat diterima. Jadi, dapat disimpulkan menghasilkan rata-rata nilai dari kelas bahwa terdapat perbedaan signifikan dari nilai eksperimen sebesar 86 sedangkan hasil tes kreativitas peserta didik di kelas eksperimen kelas kontrol sebesar 73 dengan selisih dan kelas kontrol. Hal ini menandakan bahwa nilai Tabel 1 Hasil Uji Wilcoxon Pretest kreativitas kelas eksperimen lebih unggul dari dan Posttest kelas kontrol dan Kreativitas kelas kontrol. Hal tersebut juga membuktikan Kelas Eksperimen bahwa terdapat perbedaan nilai kreativitas Test Statisticsa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. Wilcoxon Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kreativitas kelas kontrol dan Kreativitas model RADEC efektif dalam meningkatkan Kelas Eksperimen kemampuan menulis cerita pendek dan Tabel Hasil Uji Test Statisticsa kreativitas peserta didik. Data hasil pretest Kreatifitas Kelas Kontrol Ae dan posttest menunjukkan bahwa kelas Kreatifitas Kelas Eksperimen RADEC memiliki peningkatan nilai rata-rata Z Asymp. Sig. -3,758b dari 68,00 menjadi 85,00, sedangkan kelas ,000 kontrol yang menggunakan model diskusi memiliki peningkatan nilai rata-rata dari 65,00 menjadi 72,00. Selain itu, hasil Wilcoxon Signed Ranks Test Based on positive ranks. bahwa kelas eksperimen memiliki nilai rataUntuk menguji signifikansi perbedaan lebih lanjut dari kedua kelas yang dijadikan mengukur signifikansi perbedaan tersebut. Kemudian hasil pengujian membuktikan bahwa terdapat perbedaan dari kedua sampel rata sebesar 86, sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata sebesar 73. Uji statistik menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney menunjukkan bahwa perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan yang diteliti. Hal tersebut dibuktikan pada hasil perhitungan Uji Mann Whitney yang menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. kreativitas kelas eksperimen dan kontrol yaitu 0,000. Hal itu berarti nilai Asymp. Sig. yang diperoleh kurang dari 0,05. Maka, data tersebut signifikan dan hipotesis dapat diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dari nilai bahwa model pembelajaran RADEC lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek dan kreativitas peserta didik dibandingkan dengan model diskusi. Model RADEC yang melibatkan kegiatan membaca, menjawab, diskusi, menjelaskan, pemahaman, penguasaan konsep, berbicara, dan berpikir kritis dan kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa model RADEC dapat SIMPULAN merangsang dan memacu keluarnya potensi yang dimiliki oleh peserta didik, sehingga Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menulis cerita pendek dan kreativitas. DAFTAR PUSTAKA