Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 ESTU UTOMO HEALTH SCIENCE JURNAL ILMIAH KESEHATAN http : //w. PENGARUH MEDIA VIDEO MELALUI EDUKASI FAMILY CENTERED MATERNITY CARE (FCMC) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN REMAJA PUTRI DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI DESA BENDUNGAN KLATEN Tri Martini. Rina Harwati. , . Program Studi D i Kebidanan STIKES Estu Utomo Email : trimartini@stikeseub. id, rinaharwati80@gmail. ABSTRAK Remaja putri diharuskan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) karena mengalami mentruasi setiap bulan. Pengetahuan remaja dapat diperoleh dari pendidikan kesehatan. Metode pemberian informasi yang dibutuhkan remja dapat dilakukan dengan beberpa metode salah satunya adalah dengan pemberian metode edukasi Family Centered Maternity Care (FCMC). Penelitian bertujuan untuk menganalisa pengaruh media video melalui edukasi family centered maternity care (FCMC) terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe Di Desa Bendungan Klaten. Penelitian pra eksperiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini yaitu remaja putri 12-18 tahun di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten dengan jumlah populasi 48 Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis bivariat menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian ada pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten . -value 0,000 <0,. Ada pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten . -value 0,002 <0,. Ada pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten. Kata Kunci : Media Video. Edukasi FCMC. Pengetahuan. Kepatuhan. Konsumsi. Tablet Fe THE INFLUENCE OF VIDEO MEDIA THROUGH FAMILY CENTERED MATERNITY CARE (FCMC) EDUCATION ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE AND ADOLESCENT WOMEN'S COMPLIANCE IN CONSUMPTION FE TABLETS IN BENDUNGAN KLATEN VILLAGE ABSTRACT Young women are required to consume Blood Supplement Tablets (TTD) because they experience menstruation every month. Adolescent knowledge can be obtained from health ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan The method of providing the information that teenagers need can be done using several methods, one of which is by providing the Family Centered Maternity Care (FCMC) educational method. The research aims to analyze the influence of video media through family centered maternity care (FCMC) education on the level of knowledge and compliance of young women in consuming Fe tablets in Bendungan Klaten Village. Pre-experimental research with a one-group pretest-posttest design. The population of this research is adolescent girls 12-18 years old in Bendungan Village. Cawas District. Klaten Regency with a population of 48 respondents. The sampling technique in this research is purposive sampling. The instrument used in this research was a questionnaire. Bivariate analysis using Wilcoxon. The research results show the influence of video media through FCMC education on the level of knowledge of young women in consuming Fe tablets in Bendungan Village. Cawas District. Klaten Regency . -value 0. <0. There is an influence of video media through FCMC education on adolescent girls' compliance in consuming Fe tablets in Bendungan Village. Cawas District. Klaten Regency . 002 <0. There is an influence of video media through FCMC education on the level of knowledge and compliance of young women in consuming Fe tablets in Bendungan Village. Cawas District. Klaten Regency. Keywords: Video Media. FCMC Education. Knowledge. Compliance. Consumption. Fe Tablets PENDAHULUAN Masa remaja . -18 tahu. merupakan masa perkembangan yang membutuhkan energi yang cukup untuk memenuhi aktifitasnya sehari-hari. Masalah yang paling menonjol di kalangan remaja khususnya remaja putri saat ini berkaitan dengan kesehatan reproduksi, dimana masalah seksualitas, infeksi penyakit menular (IMS). HIV/AIDS, aborsi, hamil di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, dan menikah usia dini merupakan permasalah yang sering dialami remaja. Masalah utama kesehatan yang juga terjadi pada remaja putri yaitu kurangnya asupan nutrisi yang berdampak pada status gizi remaja (Kusmiran, 2. Peningkatan kebutuhan zat gizi pada masa remaja berkaitan dengan percepatan pertumbuhan, dimana zat gizi yang masuk ke dalam tubuh digunakan untuk peningkatan berat badan dan tinggi badan yang disertai dengan meningkatnya jumlah dan jaringan sel tubuh. Selain itu remaja putri cenderung melakukan diet ketat untuk mendapatkan tubuh yang ideal dan mengurangi konsumsi makanan sehingga besar kemungkinan menyebabkan kekurangan gizi yang diperlukan oleh tubuh termasuk zat (Masthalina, 2. Prevalensi anemia pada remaja putri mengalami peningkatan di tahun 2018 menjadi 48,9%. Kejadian anemia di Asia menempati posisi kedua teratas setelah Afrika, yaitu sebanyak 45,7%. Berdasarkan data World Health Organization prevalensi anemia pada Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 remaja usia 10-14 tahun 57,1% dan pada Wanita Usia Subur (WUS) usia 17-45 tahun sebesar 39,5% (WHO, 2. Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa anemia pada remaja putri mengalami peningkatan menjadi 48,9% dibandingkan tahun 2013 sebesar 37,1%, dengan proporsi anemia pada kelompok umur 15-24 tahun dan 25- 34 tahun (Kemenkes RI, 2. Hasil survei profil kesehatan Kabupaten Klaten, 36,2% remaja di Klaten mengalami anemia (Profil Kesehatan Klaten, 2. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas. Selain itu, secara khusus anemia yang dialami remaja putri akan berdampak lebih serius mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar resiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR). (Kemenkes RI, 2. Remaja putri diharuskan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) karena mengalami mentruasi setiap bulan. Tablet tambah darah berguna untuk mengganti zat besi yang hilang karena menstruasi dan untuk memenuhi kebutuhan zat besi yang belum tercukupi dari makanan. Dukungan lingkungan untuk konsumsi tablet tambah darah juga di dapat dari pemerintah. Kemenkes RI, mengeluarkan kebijakan dalam Program Pembangunan Indonesia Sehat dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yakni guna pembinaan perbaikan gizi masyarakat salah satunya adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri dengan target sebesar 30% pada tahun 2019. (Kemenkes, 2. Menurut Kemenkes . Cakupan pemberian TTD pada remaja putri di Indonesia pada tahun 2021 adalah 31,3%. Provinsi dengan persentase tertinggi cakupan pemberian TTD pada remaja putri adalah Bali . ,9%), sedangkan persentase terendah adalah Maluku Utara . ,1%). Cakupan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri belum di Jawa Tengah pada tahun 2021 yaitu sebesar 63,1%. Tujuan dari pemberian tablet tambah darah pada remaja putri adalah untuk menghindari terjadinya anemia. Pengetahuan remaja dapat diperoleh dari pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses yang mempunyai masukan dan keluaran untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu perubahan perilaku. Sasaran pendidikan kesehatan adalah individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, yang dijadikan objek dan subjek perubahan perilaku (Maulana, 2. ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan Metode pemberian informasi yang dibutuhkan remja dapat dilakukan dengan beberpa metode salah satunya adalah dengan pemberian metode edukasi Family Centered Maternity Care (FCMC). Edukasi Family Centered Maternity Care (FCMC) adalah perawatan yang berpusat pada keluarga yaitu dengan cara menyediakan perawatan bagi perempuan dan keluarga mereka yang mengintegrasikan kehamilan, persalinan, nifas, dan perawatan bayi kedalam kontinum dari siklus kehidupan keluarga seperti biasa dengan cara hidup sehat. FCMC diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan remaja lebih baik karena melibatkan lingkungan sekitar (Fiane, 2. Media edukasi juga beraneka ragam dapat berupa kata-kata, tulisan, rekaman video sampai menggunakan benda asli Terdapat beberapa media audio visual yang dapat digunakan dalam meningkatkan pengetahuan remaja, yaitu pendidikan kesehatan melalui media vidio. Media video memiliki berbagai kelebih seperti melibatkan 2 indra yaitu pengeliatan dan mendengaran. Jika dikemas dengan menarik tentunya akan lebih dapat dinikmati (Maulana, 2. Hasil wawancara yang dilakukan tanggal 7 Agustus 2022 kepada bidan Desa Bendungan. Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten menguangkapan bahwa masih banyak remaja yang tidak mendapatkan zat besi dengan cakupan 49,3%. Bidan telah melakukan beberapa edukasi pada ibu saat remja datang berkunjung periksa atau saat pertemuan karang taruna untuk memberikan TTD. Wawancara dengan 4 remja yang datang memeriksakan diri karena anemia di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten 4 remja mengatakan bahwa diberikan tablet Fe oleh bidan, namun 3 remaja mengaku tidak aktif minum tablet Fe karena sering lupa meraka juga hanya mengatahui bahwa itu Fe namun tidak tahu apa manfaatnya bagi dirinya yang masih remaja. Sisanya 1 remaja mengatakan telah rutin mengkonsumsi tablet teratur namun juga kitang mengertitentang fungsi Fe untuk dirinya. Bersadarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Pengaruh Media Video Melalui Edukasi Family Centered Maternity Care (FCMC) Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe Di Desa Bendungan Klaten. Remaja Putri Dalam Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra eksperiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini yaitu remaja putri 12-18 tahun di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten dengan jumlah populasi 48 responden. Sampel penelitian ini sebagian remaja putri 12-18 tahun yang sesuai dengan kriteria penelitian di Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten sekitar 37 responden . Terdapat 11 responden yang tidak sesuai kriteria dimana 2 orang tinggal bersama neneknya karena orang tua merantau, dan 9 lainnya remaja belum pernah mendapatkan tablet Fe. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner pengetahuan dan kapatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet Fe. Analisis bivariat menggunakan wilcoxon. HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Dan Pendidikan Sebagai Berikut: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Karakteristik Umur Kategori 14 tahun 15 tahun 16 tahun 17 tahun 18 tahun Total Frekuensi . Persentase (%) Pendidikan Dasar (SD dan SMP) Menengah (SMA) Total Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa umur remaja sebagian besar dalam penelitian ini memiliki usia 18 tahun yaitu 20 responden . ,1%). Pendidikan responden sebagian besar menengah (SMA) yaitu 22 responden . ,5%) Pengetahuan remaja putri tentang tablet Fe sebelum edukasi media video melalui FCMC di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan Tabel 2 . Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Fe Sebelum Edukasi Media Video Melalui FCMC Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total Berdasarkan dapat diketahui bahwa dari 37 responden, remaja tentang tablet Fe sebelum edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas memiliki pengetahuan cukup yaitu 21 responden . ,8%) dan yang paling sedikit dengan pengetahuan baik sejumlah 4 responden . ,8%). Pengetahuan reproduksi seksualitas pada remaja pada remaja setelah diberikan pendidikan kesehatan media video melalui FCMC Tabel 3. Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Fe Sesudah Edukasi Media Video Melalui FCMC Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total Berdasarkan data dapat diketahui bahwa dari 37 responden, remaja tentang tablet Fe sesudah edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas memiliki pengetahuan baik yaitu 22 responden . ,5%) dan yang paling sedikit dengan pengetahuan kurang sejumlah 2 responden . ,4%). Tingkat kepatuhan remaja putri tentang tablet Fe sebelum dan sesudah edukasi media video melalui FCMC di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Tabel 4 . Gambaran Kepatuhan Remaja Putri Tentang Tablet Fe Sebelum Edukasi Media Video Melalui FCMC Di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Kepatuhan Tidak patuh Patuh Total Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 Dapat diketahui bahwa dari 37 responden, kepatuhan remaja tentang tablet Fe sebelum edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas tidak patuh yaitu 31 responden . ,8%) dan sisanya patuh sejumlah 6 responden . ,2%). Tabel 5. Gambaran Kepatuhan Remaja Putri Tentang Tablet Fe Sesudah Edukasi Media Video Melalui FCMC Di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Kepatuhan Tidak patuh Patuh Total Dapat diketahui bahwa dari 37 responden, kepatuhan remaja tentang tablet Fe sesudah edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas tidak patuh yaitu 20 responden . ,1%) dan sisanya patuh sejumlah 17 responden . ,9%) Pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Hasil uji normalitas nampak bahwa data pre test berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikan 0,042<0,05 dan post test berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikan 0,001<0,05 oleh karena itu dapat dilakukan analisis data dengan uji non parametrik menggunakan wilcoxon. Hasil uji statistik menggunakan uji non parametik untuk mengetahui pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten adalah sebagai berikut : Tabel 6. Hasil Analisis Pengaruh Media Video Melalui Edukasi FCMC Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Kurang Cukup Baik Pengetahuan Sebelum Sesudah p-value 0,000 Berdasarkan tabel dari 37 responden sebelum media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe mayoritas ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan dalam kategori cukup yaitu 21 responden . ,8%). Sesudah pemberian media video FCMC mengkonsumsi tablet Fe mayoritas dalam kategori baiak yaitu 22 responden . ,5%). Berdasarkan hasil analisis wilcoxon. dengan = 0,05, diperoleh nilai p-value 0,000 dimana 0,000<0,05, hal ini berarti hal ini berarti ho ditolak dan ha diterima yaitu ada pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten. Pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Hasil uji normalitas nampak bahwa data pre test dan post post berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikan 0,000<0,05 oleh karena itu dapat dilakukan analisis data dengan uji non parametrik menggunakan wilcoxon. Hasil uji statistik menggunakan uji non parametik untuk mengetahui pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten adalah sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Analisis Pengaruh Media Video Melalui Edukasi FCMC Terhadap Kepatuhan Remaja Putri Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Tidak patuh Patuh Keatuhan Sebelum Sesudah p-value 0,002 Berdasarkan tabel 37 responden sebelum media video melalui edukasi FCMC terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe mayoritas dalam kategori tidak patuh yaitu 31 responden . ,8%). Sesudah pemberian media video melalui edukasi FCMC kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe mayoritas dalam kategori tidak patuh yaitu 17 responden . ,9%). Berdasarkan hasil analisis wilcoxon. dengan = 0,05, diperoleh nilai p-value 0,002 dimana 0,002<0,05, hal ini berarti hal ini berarti ho ditolak dan ha diterima yaitu ada pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten. Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 PEMBAHASAN Karakteristik Responden Umur dalam penelitian ini memiliki umur remaja sebagian besar dalam penelitian ini memiliki usia 18 tahun yaitu 20 responden . ,1%). Banyaknya responden kelompok umur remaja akhir karena karyawan kelompok umur remaja akhir paling banyak berpartisipasi dalam penelitian dibanding dengan karyawan dengan kelompok umur yang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Potter dan Perry . masa remaja adalah masa pencarian jati diri dan membuat keputusan sendiri mengenai karier sehingga meningkatkan keinginan remaja untuk mencoba sesuatu yang baru dan pekerjaan yang cocok bagi mereka. Hal ini sesuai dengan teori menurut elisabeth dalam Wawan dan Dewi . usia adalah umur individu yang terhitung mulai dari saat dilahirkan sampai berulang tahun. Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Kepercayaan masyarakat sese orang lebih dewasa dipercaya dari orang yang belum tinggi kedewasaannya. Hasil penelitian sebelumnya oleh Agustina . menunjukkan bahwa mayoritas pada umur 14 tahun dan memiliki pengetahuan cukup tentang tablet Fe, dimana pada usia remaja remaja cenderung kurang dalam mengakses informasi tentang Kesehatan. Pendidikan responden sebagian besar adalah menengah (SMA) yaitu 21 responden . ,8%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien dalam penelitian ini memiliki pendidikan menengah, pendidikan ini akan berpengaruh kepada tingkat penyerapan informasi, pengalaman seseorang yang akhirnya akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang tentang kesehatan, dimana seorang ibu dengan pendidikan yang baik diharapkan dapat mendidik anaknya dengan baik pul. Hal ini sesuai dengan teori bahwa Pendidikan diperlukan untuk mendapatkan hal-hal meningkatkan kualitas hidup (Dewi dan Wawan, 2. Pendidikan responden dalam kategori SMP yaitu 15 responden . ,5%). Pendidikan responden dapat mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku seseorang dan juga berhubungan dengan pola hidup. Hal ini sesuai dengan teori bahwa pada umumnya seseorang dengan pendidikan rendah akan semakin sulit ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan menerima informasi, sehingga memiliki pengetahuan yang kurang (Dewi dan Wawan, 2. Tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet Fe sebelum dan sesudah edukasi media video melalui FCMC di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 37 responden, remaja tentang tablet Fe sebelum edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas memiliki pengetahuan cukup yaitu 21 responden . ,8%). Hal ini menunjukkan bahwa remaja memiliki pengetahuan yang cukup tentang tablet Fe. Hal ini dapat dikarenakan mayoritas responden memiliki pendidikan SMA yaitu 21 responden . , dari tingkat pendidikan ini akan berpengaruh pada tingkat pengetahuan remaja dimana pendidikan ibu akan memudahkan ibu untuk menyerap informasi sehingga ibu memiliki pengetahuan yang memadai. Hal ini sesuai dengan Notoadmodjo . bahwa pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas Pendidikan juga dapat mempengaruhi seseorang termasuk pula prilaku seseorang akan pola hidup terutama dalam memotivasi sikap berperan serta dalam Pada umumnya makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi. Responden sebelum edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas memiliki pengetahuan cukup yaitu 12 responden . ,4%). Hal ini sesuai dengan teori bahwa lingkungan pergaulan ibu cenderung kurang, sehingga memiliki pengetahuan yang kurang baik pula (Notoadmodjo, 2. Hal lain yang mempengaruhi pengetahuan ibu yang kurang adalah pandidikan ibu yang kurang dimana hasil karakteristik 10 responden . ,4%) berpendidikan SMP. Teori mengatakan bahwa pendidikan juga dapat mempengaruhi seseorang termasuk pula pengetahuan dan prilaku seseorang dalam memotivasi sikap berperan serta dalam Pada umumnya makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi, demikian juga sebaliknya pendidikan yang rendah juga akan berpengaruh pada penyerapan informasi (Notoadmodjo, 2. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 37 responden sesudah edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas memiliki Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 pengetahuan baik yaitu 22 responden . ,5%). Pengetahuan dikatakan meningkat apabila nilai post-test lebih tinggi dari nilai pre-test. Hal ini sesuai dengan teori bahwa kegiatan edukasi media video melalui FCMC, yang dilakukan dengan menyebarkan, menambah pengetahuan dan menanamkan keyakinan sehingga masyarakat sadar, tahu dan mengerti serta dapat melakukan anjuran yang berhubungan dengan kesehatan (Maulana, 2. Peningkatan pengetahuan ini dapat terjadi dipengaruhi oleh faktor umur responden yang telah matang dimana hasil karakteristik mayoritas berumur remaja. Pendidikan responden mayoritas SMA yaitu 59,5%. Hal ini sejalan dengan teori bahwa umur, pendidikan, dan pekerjaan merupakan faktor internal yang mempengaruhi pengethuan (Dewi dan Wawan,2. Kepatuhan remaja putri tentang tablet Fe sebelum dan sesudah edukasi media video melalui FCMC di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Kepatuhan remaja tentang tablet Fe sebelum edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas tidak patuh yaitu 31 responden . ,8%) dan sisanya sejumlah 6 responden . ,2%). Ketidakpatuhan mengonsumsi tablet besi dapat disebabkan oleh banyak faktor. Berdasarkan observasi, kebanyakan remaja malas mengonsumsi karena kurang memahami manfaat tablet Fe. Remaja tidak patuh karena merasa dirinya baik-baik saja sehingga merasa bahwa dirinya tidak butuh tablet Fe. Hal ini sesuai dengan teori bahwa kepatuhan adalah sejauh mana perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh profesional kesehatan (Arifin, 2. Kepatuhan remaja tentang tablet Fe sesudah edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas juga tidak patuh yaitu 20 responden . ,1%) . Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja belum sadar sepenuhnya tentang pentingnya tablet Fe untuk dirinya, sehingga tidak mengkonsumsi tablet Fe secara Hal ini juga terjadi karena remaja saat ini memiliki kesibukan yang cukup padat mengingat mayoritas adalah pelajar dan sekolah telah aktif sampai sore. Hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa 22 remaja putri kurang dalam mengkonsumsi tablet tambah darah dan hal ini berpengaruh pada terjadinya Remaja yang patuh mengonsumsi tablet tambah darah maka dapat ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan terhindar dari anemia sedangkan sampel yang tidak patuh mengonsumsi tablet tambah darah dapat mudah mengalami anemia (Rianti. Fatmawati. Suwarni, 2. Pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37 responden sebelum media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe mayoritas dalam kategori cukup yaitu 21 responden . ,8%). Sesudah pemberian media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe mayoritas dalam kategori baiak yaitu 22 responden . ,5%). Berdasarkan hasil analisis wilcoxon. dengan = 0,05, diperoleh nilai p-value 0,000 dimana 0,000<0,05, hal ini berarti hal ini berarti ho ditolak dan ha diterima yaitu ada pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Responden dalam penelitian ini mengalami peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian media video melalui edukasi FCMC. Sesuai dengan teori bahwa tujuan edukasi adalah meningkatkan pengetahuan untuk merubah perilaku perseorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan (Notoatmodjo, 2. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan pemberian media video melalui edukasi FCMC dapat meningkatkan pengetahuan mengkonsumsi tablet Fe. Keutamaan edukasi ini melibatkan keluarga yaitu suami sehingga selain ibu telah mendapat penjelasan lebih rinci tentang apa manfaat mengkonsumsi tablet Fe. Pengetahuan yang dimiliki tersebut akan ditimbang-timbang yang akan menentukan sikap dan dapat meningkatkan motivasi kearah yang lebih baik yang lebih positif sesuai dengan pengetahuan yang didapatkan. Sehingga diharapkan setelah dilakukan pemberian media video melalui edukasi FCMC dapat mengetahui tentang Atablet Fe dan rutin mengkonsumsinya. Penerimaan informasi dengan media video melalui edukasi FCMC ini juga di dukung oleh karakteristik responden yang mayoritas memiliki pendidikan rerponden menengah 59,5% sehingga mudah menyerap informasi dan Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 meningkatkan pengetahuan. Hal ini sesuai dengn teori bahwa pengetahuan dipengaruhi faktor internal seperti pendidikan dan umur (Notoadmodjo, 2. Pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Hasil penelitian Dari 37 responden sebelum media video melalui edukasi FCMC terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe mayoritas dalam kategori tidak patuh yaitu 31 responden . ,8%). Sesudah pemberian media video melalui edukasi FCMC kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe mayoritas dalam kategori tidak patuh yaitu 17 responden . ,9%). Berdasarkan hasil analisis wilcoxon. dengan = 0,05, diperoleh nilai p-value 0,002 dimana 0,002<0,05, hal ini berarti hal ini berarti ho ditolak dan ha diterima yaitu ada pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten Hal ini menunjukkan bahwa setelah mendapatkan media video melalui edukasi FCMC responden lebih patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe. Kepatuhan dirunjukkan bahwa sebulan terakhir responden mengkonsumsi tablet Fe 4 kali. Peningkatan pengetahuan hasil dari edukasi akan berdampak pada meningkatkan kepatuhan remaja Penelitian lain yang mendukung dilakukan oleh Noverina D. Dewanti LP. Sitoayu L. yang meneliti tentang pengaruh media explanation video dalam pencegahan anemia remaja putrid terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah di SMPN 65 Jakarta Utara. Hasil penelitian terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada kelompok intervensi . O0,0. Kelompok Kontrol sebelum dan sesudah intervensi tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada kelompokkontrol . > 0,. Kepatuhan . merupakan suatu bentuk perilaku yang timbul akibat adanya interaksi antara petugas kesehatan dan pasien sehingga pasien mengerti rencana dengan segala konsekwensinya dan menyetujui rencana tersebut serta Dengan kepatuhan minum tablet tambah darah yang tinggi maka ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan remaja putri akan terhindar dari anemia. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri RD. Simanjuntak BY. Kusdalinah K . Hasil analisis diperoleh pengetahuan gizi dan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah memiliki hubungan signifikan dengan kejadian anemia masingmasing p valuenya 0. 018 dan 0. Remaja putri yang memiliki pengetahuan 8% tidak mengalami anemia. Demikian juga remaja putri yang patuh mengonsumsi tablet tambah darah memiliki kadar hemoglobin di atas 11 gr/dL. PENUTUP Remaja putri di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten umur ibu dalam penelitian ini mayoritas memiliki usia 18 tahun yaitu 20 responden . ,1%) dan pendidikan responden sebagian besar menengah (SMA) yaitu 22 responden . ,5%). Pengetahuan remaja tentang tablet Fe sebelum edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas memiliki pengetahuan cukup yaitu 21 responden . ,8%), setelah edukasi mayoritas pengetahuan baik yaitu 22 responden . ,5%). Kepatuhan remaja tentang tablet Fe sebelum edukasi media video melalui FCMC menunjukkan mayoritas tidak patuh yaitu 31 responden . ,8%), setelah edukasi mayoritas tidak patuh 20 responden . ,1%). Ada pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten . -value 0,000 <0,. Ada pengaruh media video melalui edukasi FCMC terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe di Desa Bendungan. Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten . -value 0,002 <0,. DAFTAR PUSTAKA