Pengaturan Kecepatan Motor DC dengan Menggunakan Mikrokontroler Atmega 8535 Qory Hidayati 1 Jurusan Teknik ElektronikaPoliteknik Negeri Balikpapan. Jl. Soekarno Hatta Km. Balikpapan,Indonesia . hone: 0542-860895. e-mail : admin@poltekba. Abstract Controller is an activity that is often done to control the value of a variable. Arrangements can be made in various ways from open to closed loop . In this report presents the development of open-loop control system for DC motor speed control based microcontroller Atmega 8535. Controlled system is a DC motor. And controlled is to regulate the speed of DC motor with Pulse Width Modulation technique (PWM). This study uses a PC to give commands to the microcontroller which serves to raise or lower the DC motor rotation, thereby removing the signal microcontroller Pulse Width Modulation (PWM) to the driver to strengthen the current. PWM signal is already amplified current is used to drive DC motors. Key Word : Atmega8535. PWM. DC motor Abstrak Pengaturan adalah suatu kegiatan yang sering dilakukan untuk mengendalikan nilai suatu variable. Pengaturan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dari lup terbuka hingga tertutup. Pada laporan ini menyajikan perkembangan system kendali lup terbuka untuk pengendalian kecepatan motor DC dengan berbasis mikrokontroler Atmega 8535. Sistem yang dikendalikan adalah sebuah motor DC. Dan yang dikendalikan adalah mengatur kecepatan motor DC dengan teknik Pulse Width Modulation (PWM). Penelitian ini menggunakan PC untuk memberikan perintah ke mikrokontroler yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan putaran motor DC, sehingga mikrokontroler mengeluarkan sinyal Pulse Width Modulation (PWM) ke driver untuk menguatkan arus. Sinyal PWM yang sudah dikuatkan arusnya digunakan untuk menggerakkan motor DC. Kata Kunci :Atmega8535. PWM, motor DC Dengan adanya pemikiran tersebut, muncul ide untuk membuat suatu peralatan elektronik yang dapat bekerja untuk mengukur kecepatan motor DC yakni AuPengaturan Kecepatan Motor Menggunakan Mikrokontroler ATMEGA8535Ay. Dalam penelitian ini dibuat suatu perangkat keras untuk mengontrol kecepatan motor DC 12V berbasis mikrokontroler AT8535. Pendahuluan Dengan pengetahuan dan teknologi yang sudah sangat pesat ini, sudah hampir banyak memakai dan menggunakan peralatan secara otomatis untuk membantu kerja manusia lebih efisien. Penemuan - penemuan teknologi sebagai penyempurnaan maupun yang baru telah dilakukan di berbagai bidang, dan chip . yang berfungsi sebagai sistem kontrol juga mulai berkembang dalam penggunaannya sebagai Dan salah satu yang dapat di kontrol adalah kecepatan motor DC dapat dikendalikan melalui suatu chip yang dapat mengirim dan menerima data secara Tinjauan Pustaka Konfigurasi Pin ATMega8535 Mikrokontroler ATMega8535 mempunyai jumlah pin sebanyak 40 buah, dimana 32 pin digunakan untuk keperluan port I/O yang dapat menjadi pin input/output sesuai konfigurasi. Pada 32 pin tersebut terbagi atas 4 bagian . , yang masing-masingnya terdiri atas 8 pin. Pin-pin rangkaian osilator, supply tegangan, reset, serta tegangan referensi untuk ADC. Untuk ATMega8535 dapat dilihat pada gambar 1. (XCK/T. PB0 PA0 (ADC. (T. PB1 PA1 (ADC. (INT2/AIN. PB2 PA2 (ADC. C0/AIN. PB3 PA3 (ADC. (SS) PB4 PA4 (ADC. (MOSI) PB5 PA5 (ADC. (MISO) PB6 PA6 (ADC. (SCK) PB7 PA7 (ADC. RESET AREF VCC GND GND AVCC XTAL2 PC7 (TOSC. XTAL1 PC6 (TOSC. (RXD) PD0 PC5 (TXD) PD1 PC4 (INT. PD2 PC3 (INT. PD3 PC2 (OC1B) PD4 PC1 (SDA) (OC1A) PD5 PC0(SCL) (ICP) PD6 PD7 (OC. dengan frekuensi 11,0592 MH. berdasarkan seri mikrokontroler yang digunakan. Motor DC Motor DC (Direct Curren. adalah peralatan elektromagnetik dasar yang berfungsi untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanik yang desain awalnya diperkenalkan oleh Michael faraday lebih dari seabad yang lalu (E. Pitowarno, 2. Motor DC dikendalikan dengan menentukan arah dan kecepatan Arah putaran motor DC adalah searah dengan arah putaran jarum jam (Clock Wise/CW) atau berlawanan arah dengan arah putaran jarum jam (Counter Clock Wise/CCW), yang bergantung dari hubungan kutub yang diberikan pada motor DC. Kecepatan putar motor DC diatur dengan besarnya arus yang diberikan. Gambar 1. Konfigurasi Pin ATmega8535 Berikut ini adalah susunan pin-pin dari ATMega8535. C VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukkan catu daya C GND merupakan pin ground C Port A (PA0. PA. merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan ADC C Port B (PB0. PB. merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu Timer/Counter. Komparator Analog, dan SPI C Port C (PC0. PC. merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu TWI. Komparator Analog, dan Timer Oscilator C Port D (PD0. PD. merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu Komparator Analog. Interupsi Iksternal dan komunikasi serial USART C Reset C XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukkan clock eksternal . silator Motor Driver L293D L298N adalah contoh IC yang dapat digunakan sebagai driver motor dc. IC ini menggunakan prinsip kerja H-Bridge. Tiap H-Bridge dikontrol menggunakan level tegangan TTL yang berasal dari output L298N dapat mengontrol 2 buah motor dc. Tegangan yang dapat digunakan untuk mengendalikan robot bisa mencapai tegangan 46 Vdc dan arus mencapai 2 A untuk setiap kanalnya. Gambar 2. IC L298 PWM (Pulse Width Modulatio. Salah satu cara yang paling mudah untuk membangkitkan sebuah tegangnan analog dari sebuah nilai digital adalah pulse-width modulation (PWM). Dalam PWM dibangkitkan sebagai output digital. Untuk contoh, sebuah port bit secara kontinyu melakukan kegiatan saklar on dan off pada frekuensi yang relatif tinggi. Selanjutnya, bila sinyal diumpankan pada LPF low pass filter, tegangan pada output filter akan sama dengan Root Mean Squere ( RMS ) dari sinyal gelombang kotak. Selanjutnya tegangan RMS dapat divariasi dengan mengubah duty cycle dari sinyal. Adapun perencanaan sistem kerja dari penelitian ini dapat digambarkan secara blok diagram pada Gambar 4. Diagram blok sistem kerja dari analisa sistem pengaturan dengan mikrokontroler, sebagai DUTY CYCLE menyatakan fraksi waktu sinyal pada keadaan logika high dalam satu siklus. Satu siklus diawali oleh transisi low to high dari sinyal dan berakhir pada transisi berikutnya. Selama satu siklus, jika waktu sinyal pada keadaan high sama dengan low maka dikatakan sinyal mempunyai DUTY CYCLE 50 %. DUTY CYCLE 20 % menyatakan sinyal berada pada logika 1 selama 1/5 dari waktu total Gambar 4. Perancangan sistem kerja mikrokontroler Pada gambar perancangan diatas perangkat yang digunakan adalah sebuah minimum system AVR8535 yang didukung perlengkapan lain seperti unit motor DC dan rotary encoder serta pensuplai daya dan Unit minimum system avr merupakan sebuah sistem minimum yang digunakan untuk dikendalikan PC melalui serial komunikasi. Unit komputer disini digunakan sebagai alat pentransfer data mikrokontroler yang terdapat di minimum system AVR 8535 melalui sebuah komunikasi serial RS 232. Selain sebagai pentransfer, komputer juga berfungsi sebagai tampilan hasil dari sebuah kontroler yang didapat dari sebuah mikrokontroler yang terdapat di minimum system AVR Gambar 3. Duty cycle 30 % Metode Penelitian Metode yang diginakan dalam penelitian ini adalah study literatur, perancangan sistem, pengujian dan pengambilan kesimpulan. Perancangan Software dengan Code Vision AVR Pada mikrokontroler yaitu menggunakan AVR ATMega8535. Menggunakan fasilitas interupt serial receive. Jadi saat ada data masuk melalui serial maka otomatis AVR akan menjalankan program yang ada pada subrutin UART Receiver interrupt. Berikut setting programnya pada codevision AVR : Hasil dan Pembahasan Rangkaian pendukung utama yang bekerja secara berkesinambungan, baik sebagai pengubah, penguat dan pengikut, maupun pembuat sinyal sinyal tertentu, sehingga membentuk kesesuaian kerja dari mikrokontroler. Gambar 8 Blok diagram pengujian kecepatan Motor DC Kecepatan motor yang diset adalah nilai kecepatan motor yang diinginkan oleh user untuk ditampilkan dalam software dan input ini akan di proses oleh program. Gambar 5 Tampilan Program Code Vision AVR Tabel 1 Hasil kecepatan motor yang diinginkan Kecepatan yang Gambar 6 Koneksi PC server kemikrokontroler Set Speed Mikrokontroler Driver Motor PWM Result Motor Stop PWM Gambar 7. Flowchart Sistem Kerja Mikrokontroler Motor DC Pengujian Keseluruhan Sistem Pada pengujian keseluruhan sistem disini yaitu menguji kecepatan motor DC dengan memberikan kecepatan yang Dengan Blog diagram sebagai Gambar 9 Gambar Grafik Kecepatan Motor DC Program Studi Teknik Elektro Jurusan Ilmu-ilmu Teknik. Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Kesimpulan Dari hasil yang diperoleh dapat A Model kecepatan motor DC dengan lup A Sinyal PWM satu fase yang dirancang merupakan jenis PWM menggunakan sebuah sinyal sinus dan dua buah sinyal segitiga. Frekuensi sinyal PWM yang frekuensi yang lebar dari 20 sampai 60 hertz dengan kenaikan setiap 1 Frekuensi sinyal PWM yang dihasilkan sama dengan frekuensi masukan yang diharapkan, dengan mengamati lebarnya pulsa dalam satu perioda yang ditampilkan dengan grafik. Dapat menampilkan kecepatan yang diinginkan baik itu secara manual maupun dengan memasukkan nilai kecepatan motor yang diinginkan pada tampilan program pada setiap pengujian sistem. Ucapan Terima Kasih Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Drs. Suhaedi,MT dan rekanrekan Teknik Elektronika Politeknik Negeri Balikpapan yang telah memberikan masukan untuk penulisan jurnal ini. Daftar Pustaka