POLINOMIAL Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 May 2025, pp 42-50 Online: https://ejournal. org/index. php/jp e-ISSN: 2830-0378 Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Melalui Model Discovery Learning pada Materi Teorema Pythagoras Kelas Vi SMP Annisa Rahmawati1. Ahmad Fauzan2. Annisa Ummul Khairi3 1,2,3 Universitas Negeri Padang. Indonesia Corresponding Author: annisarhmwti7@gmail. Submitted: 02 May 2025 | Revised: 17 May 2025 | Accepted: 18 May 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi Teorema Phytagoras melalui penerapan model Pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta didik kelas ViA SMP Negeri 2 Lubuk Basung. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksaan pembelajaran dengan baik dilihat pada siklus I diperoleh rata-rata hasil tes pemahaman konsep matematis peserta didik sebesar 57 dan mengalami peningkatan pada siklus II sehingga memperoleh rata-rata hasil tes sebesar 80. Kemudian peningkatan pada persentase siswa yang tuntas dimana pada siklus I sebesar 46,87% dan mengalami peningkatan pada siklus II sehingga persentase siswa yang tuntas sebear 87,5%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep matematis siswa dengan model pembelajaran Discovery Learning pada kelas ViA SMP Negeri 2 Lubuk Basung. Kata Kunci: Pemahaman Konsep Matematis. Discovery Learning. Abstract This study aims to improve students' understanding of mathematical concepts on the Phytagorean Theorem material through the application of the Discovery Learning model. This type of research is a Classroom Action Research conducted with two cycles. The research subjects used were students of class ViA SMP Negeri 2 Lubuk Basung. The results showed that the implementation of learning was well seen in cycle I obtained an average of 57 students' mathematical concept understanding test results and increased in cycle II so as to obtain an average test result of 80. Then an increase in the percentage of students who were complete where in cycle I it was 46. 87% and increased in cycle II so that the percentage of students who were complete was 87. This shows an increase in students' understanding of mathematical concepts with the Discovery Learning learning model in class ViA SMP Negeri 2 Lubuk Basung. Keywords: Understanding Mathematical Concepts. Discovery Learning PENDAHULUAN Pembelajaran matematika merupakan mata pelajaran dasar yang dijumpai mulai dari tingkatan sekolah dasar hingga perguruan tinggi (Azhara & Dimpudus, 2. Tujuan matematika dalam pendidikan adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien dan tepat. Kemampuan tersebut disebut dengan kemampuan pehaman konsep matematis. Kemampuan pemahaman konsep sangat penting dalam pembelajaran This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2025 by Author | 42 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 42-50, Annisa Rahmawati. Ahmad Fauzan & Annisa Ummul Khairi sebagai modal bagi peserta didik dalam mencapai hasil belajar yang memuaskan. Pentingnya kemampuan pemahaman konsep siswa adalah siswa dapat mengetahui, menjelaskan, mendeskripsikan, membandingkan, membedakan, menggolongkan, memberikan contoh dan bukan contoh, menyimpulkan sertamengungkapkan kembali suatu objek dengan bahasanya sendiri dengan menyadari proses-proses yang dilaluinya. Sejalan dengan hal tersebut kemampuan pemahaman konsep matematis adalah kemampuan menyerap dan memahami ide-ide matematika (Yudhanegara & Lestari, 2. Pemahaman konsep matematis berupa suatu kemahiran yang diharapkan dan mempengaruhi peserta didik dalam memecahkan masalah (Trianingsih et al. , 2. Peserta didik yang memahami konsep matematika akan lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan dan soal-soal yang diberikan oleh guru, sedangkan peserta didik yang kurang memahami konsep matematika akan merasa kesulitan dalam menyelesaikannya. Karena konsep dalam matematika saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya (Meidianti et al. , 2. Maka dapat disimpulkan bahwa pentingnya pemahaman konsep matematis adalah sebagai kemampuan mendasar yang menjadi prasyarat bagi peserta didik untuk mempelajari dan memahami konsep berikutnya. Pada kenyataannya pemahaman konsep matematis yang dimiliki peserta didik masih tergolong rendah. Hal ini didukung oleh penelitian Al Haq & Raicudu . diperoleh informasi bahwa kurangnya pemahaman konsep peserta didik dikarenakan peserta didik masih cenderung menghafal dan peserta didik kesulitan dalam menyajikan permasalahan matematika ke dalam pengaplikasian konsep yang telah dipelajari. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh Prasasti et al. , . didapati hal yang mempengaruhi rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yaitu kesulitan mengartikan soal terutama soal yang berbentuk cerita dan tidak mampu memodelkan pernyataan ke dalam bentuk matematika. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri et al. , . kesulitan oleh siswa yaitu dalam membuat model matematika, siswa masih kurang dalam memiliki gambaran atau pandangan yang jelas, terutama pada cara mengaitkan keadaan nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan kalimat matematika. Keadaan serupa juga terjadi di SMP Negeri 2 Lubuk Basung, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan diperoleh gambaran proses pembelajaran matematika yang terjadi di kelas. Ketika pembelajaran berlangsung, peserta didik kurang berpartisipasi dan hanya mendengarkan apa yang pendidik bicarakan. Pendidik telah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, namun tidak ada peserta didik yang bertanya. Terlihat beberapa peserta didik yang cepat bosan, malas, dan tidak memperhatikan selama proses pembelajaran Hal ini akan berdampak pada rendahnya pemahaman konsep matematis peserta didik terhadap materi pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Matematika diperoleh informasi bahwa pemahaman konsep matematis peserta didik masih rendah. Hal ini juga disebabkan karena kurangnya minat peserta didik dalam pembelajaran matematika sehingga peserta didik tidak berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dan masih banyak peserta didik yang kurang memahami materi namun tidak berani menanyakannya pada Sehingga hal ditas dapat menjadi penyebab rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik. Hal ini juga didukung dengan hasil Penilaian Harian (PH) Peserta didik yang masih belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Oleh sebab Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 43 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 42-50, Annisa Rahmawati. Ahmad Fauzan & Annisa Ummul Khairi itu, pemahaman konsep matematis peserta didik masih menjadi perhatian dan perlu Beberapa cara telah dicoba untuk mengatasi masalah pemahaman konsep matematis peserta didik, seperti memberikan motivasi kepada peserta didik bahwa diakhir pembelajaran akan diadakan kuis yang nilainya akan membantu nilai harian mereka, tetapi cara ini masih belum dapat menghidupkan suasana dan aktivitas belajar dikelas. Selain itu menggunakan media pembelajaran juga pernah digunakan dengan menggunakan power point sehingga diharapkan dapat menarik perhatian peserta didik, tetapi kenyataanya perhatian mereka menjadi teralihkan dari materi. Materi yang disajikan hanya dicatat tanpa dimengerti yang berakibat saat mengerjakan latihan peserta didik mengalami kesulitan yang pada akhirnya mereka akan menyalin pekerjaan temannya. Hal ini tentu mengakibatkan pemahaman konsep peserta didik semakin rendah. Berdasarkan permasalahan diatas, untuk mencapai pemahaman konsep siswa dalam matematika perlu diupayakan suatu model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis adalah model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran dan membangun pemahaman konsep terhadap materi yang dipelajari. Adapun model pembelajaran yang menjadi salah satu alternatif dan dapat mengoptimalkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik yaitu dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning. Model pembelajarann discovery learning merupakan model pembelajaran yang membuat peserta didik harus aktif dalam proses pembelajaran dan pendidik hanya sebagai fasilitator. Hal ini juga sejalan dengan penelitian Maslukah & Rosy . yang menyatakan bahwa Model discovery learning dapat menciptakan kepribadian peserta didik yang cenderung aktif di dalam kelas. Artanti & Lestari . juga menyatakan Model discovery learning dapat mengembangkan cara belajar siswa secara aktif. Dengan menemukan sendiri dan menyelidiki sendiri suatu konsep, maka siswa akan lebih mudah memahaminya (Artanti & Lestari, 2. Kodirun & Beliana Viktor . menyatakan Dalam pembelajaran penemuan (Discover. kegiatan yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri. Dalam menemukan konsep, siswa melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan dan sebagainya untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip. Dengan menggunakan model discovery learning proses pengajaran akan berpindah dari situasi teacher dominated learning ke situasi student dominated learning. model discovery learning memiliki arti yaitu model pembelajaran yang menggunakan pendekatan yang mengacu pada pandangan bahwa belajar merupakan aktivitas fisik dan mental yang berpusat pada siswa . tudent centere. Berdasarkan paparan dari Model Pembelajaran Discovery Learning tersebut tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik, karena menurut beberapa hasil penelitian terdahulu, seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Irsyad et al. , . menyimpulkan bahwa Model Discovery Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika khususnya pembelajaran pemahaman konsep matematis, begitu juga dengan hasil penelitian Setiawan et al. , . menyimpulkan bahwa pembelajaran yang Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 44 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 42-50, Annisa Rahmawati. Ahmad Fauzan & Annisa Ummul Khairi menggunakan discovery learning berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis Ramadoni & Nabila . menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahman konsep matematis siswa dan dapat menjadi salah satu alternatif bagi pendidik dalam mate Pelajaran matematika untuk meningkatkan pemahamn konsep matematis. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuMeningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Melalui Model Discovery Learning Pada Materi Teorema Pythagoras Kelas Vi SMPAy. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi Teorema Phytagoras melalui penerapan model Pembelajaran Discovery Learning METODE Ditinjau dari bagaimana penelitian ini dilakukan, maka penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Arikunto et al. , . PTK dilakukan oleh guru guna memperbaiki mutu pelaksanan pembelajaran di kelas dengan berfokus pada proses belajarmengajar yang terjadi secara alami. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas ViA SMP Negeri 2 Lubuk Basung. Dimana anggota kelasnya berjumlah 32 orang yang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 24 orang siswa perempuan. PTK dilakukan dengan empat tahap, yaitu: perencanaan . , tindakan . , observasi . , dan refleksi . Ke-empat tahap dalam penelitian tindakan tersebut membentuk sebuah siklus sadalah unsur untuk membentuk sebuah siklus, yaitu satu putaran kegiatan beruntun. Siklus ini akan kembali kepada rangkaian kegiatan awal. Penelitian Tindakan Kelas membentuk dua siklus dengan minimal tiga kali pertemuan (Arikunto et al. Adapun prosedur pelaksanaan PTK ini dapat dilihat pada gambar 1 berikut: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1. Hubungan tahap Penelitian Tindakan Kelas Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas observasi, dan tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi guru, lembar observasi siswa Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 45 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 42-50, Annisa Rahmawati. Ahmad Fauzan & Annisa Ummul Khairi serta nilai posttest pada akhir siklus. Data yang berasal dari pemahaman konsep peserta didik, dianalisis dengan menggunakan rumus panduan ketuntasan belajar, selanjutnya dikelompokkan berdasarkan KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 70 (Arikunto, 2006. Syaodih Sukmadinata, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Dalam penelitian ini dilaksanakan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Dimana masingmasing siklus terdiri dari 4 dan 3 pertemuan. Siklus I Perencanaan yang dilakukan peneliti yaitu berkoordinasi dengan guru matematika tentang materi yang akan digunakan dalam pembelajaran kemudian menganalisis Capaian Pembelajaran Materi dan Menyusun Tujuan Pembelajaran yang akan digunakan. Selama pertemuan pada siklus I peneliti ditemani oleh 1 orang teman sejawat sebagai observer dan peneliti bertindak sebagai pengajar. Pada pertemuan pertama terkait pembuktian kebenaran teorema phytagoras. Kemudia pada pertemuan kedua membahas terkait menentukan jenis segitiga berdasarka teorema phytagoras. Selanjutnya pertemuan ketiga membahas terkait menemukan Tripel Phytagoras. Siklus I dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kendala seperti siswa masih kurang aktif dalam pembelajaran terutama dalam kegiatan diskusi dan saat membaca hasil Hal ini dapat dilihat saat kelompok tampil mepresentasikan hasil diskusinya siswa masih terlihat ragu-ragu dalam membacakan hasil diskusinya dan kelompok lain siswa belum bisa memberikan komentar kepada kelompok yang tampil Selanjutnya diakhir pembelajaran siklus I dilakukan tes untuk mengukur pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi Teorema Phytagoras dengan model pembelajaran Discovery Learning. Hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Selanjutnya diakhir pembelajaran siklus I dilakukan tes untuk mengukur pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi Teorema Phytagoras dengan model pembelajaran Discovery Learning. Hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Hasil Tes Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Siklus I Rentang Nilai Siswa (N) 80 < ycA O 100 60 < ycA O 80 40 < ycA O 60 20 < ycA O 40 0 O ycA O 20 Jumlah siswa Jumlah Siswa yang tuntas Rata-Rata Nilai Kategori Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Frekuensi Persentase 46,87% Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 46 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 42-50, Annisa Rahmawati. Ahmad Fauzan & Annisa Ummul Khairi Berdasarkan tabel diatas diperoleh bahwa rata-rata nilai siswa pada tes siklus I adalah 57 dan terdapat 15 siswa yang tuntas dengan persentase 46,87%. Pencapaian rata-rata nilai siswa ini menunjukkan bahwa hasil tes pemahaman konsep matematis siswa belum tuntas dari nilai KKM yang ditetapkan yaitu 70. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persentase ketuntasan siswa belum mencapai hasil yang maksimal sehingga diharapkan dapat dilakukan ditingkatkan pada SIklus II. Siklus II Setelah diadakan refleksi siklus I bersama observer maka dilaksanakan siklus II dengan harapan bahwa pelaksanaan siklus II dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Kemudian pelaksanaan pembelajaran pada pembelajaran siklus ke II ni diharapkan mampu meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Pada penelitian siklus II ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan dengan 2 kali pertemuan kegiatan pembelajaran dan satu pertemuan tes akhir siklus II. Pada pertemuan pertama membahas terkait penggunaan teorema phytagoras untuk menentukan dua jarak pada koordinat kartesius. Kemudian pada pertemuan kedua membahas terkait penerapan teorema phytagoras dalam kehidupan seharihari. Pembelajaran pada Siklus II ini siswa terlihat mulai terbiasa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Discovery Learning terlihat peserta didik mulai memahami tahap demi tahap pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dilihat dari banyaknya siswa yang bertanya terkait proses yang dilakukan. Selanjutnya diakhir pembelajaran siklus II dilakukan tes untuk mengukur pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi Teorema Phytagoras dengan model pembelajaran Discovery Learning. Hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada siklus II dapat dilihat pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Hasil tes pemahaman konsep matematis peserta didik siklus II Rentang Nilai Siswa (N) 80 < ycA O 100 60 < ycA O 80 40 < ycA O 60 20 < ycA O 40 0 O ycA O 20 Jumlah siswa Jumlah siswa yang tuntas Rata-Rata Nilai Kategori Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Frekuensi Persentase 87,5% Berdasarkan hasil tes tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai siswa pada tes siklus II adalah 80 dan terdapat 28 siswa yang tuntas dengan presentase 87,5%. Pencapaian rata-rata nilai siswa ini menunjukkan bahwa hasil tes pemahaman konsep matematis siswa sudah tuntas dari nilai KKM yang ditetapkan yaitu 70. Hasil pada siklus II ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman konsep siswa dari hasil tes akhir Siklus I. Dengan demikian dapat disimpulkan pemahaman konsep Teorema Phytagoras siswa kelas ViA dapat ditingkatkan pada pembelajaran siklus ke II. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 47 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 42-50, Annisa Rahmawati. Ahmad Fauzan & Annisa Ummul Khairi PEMBAHASAN Berdasarkan tes pemahaman konsep yang dilakukan pada siklus I dan siklus II, dapat diketahui nilai rata-rata siswa pada setiap indikatornya. Rata-rata setiap indikator pemahaman konsep pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan. Adapun hasil perbandingan tes akhir pemahaman konsep siswa di setiap indikator pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 3 berikut: Tabel 3. Perbandingan tes akhir pemahaman konsep matematis peserta didik siklus I dan II Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep Menyatakan ulang konsep Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan Memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi Mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan Nilai Rata-rata SIklus I 69,53 Nilai Rata-rata Siklus II 89,84 75,00 87,50 71,88 91,41 45,31 71,09 30,47 66,41 Peningkatan pemahaman konsep siswa pada siklus I dan siklus II dipengaruhi oleh setiap tahapan dalam model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajaran pada materi teorema phytagoras. Berdasarkan paparan dari Model Pembelajaran Discovery Learning tersebut tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik, karena menurut beberapa hasil penelitian terdahulu, seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Irsyad et al. , . menyimpulkan bahwa Model Discovery Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika khususnya pembelajaran pemahaman konsep matematis. Begitu juga dengan hasil penelitian Setiawan et al. , . menyimpulkan bahwa pembelajaran yang menggunakan discovery learning berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Ramadoni & Nabila, . menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahman konsep matematis siswa dan dapat menjadi salah satu alternatif bagi pendidik dalam mate Pelajaran matematika untuk meningkatkan pemahamn konsep matematis. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang menggunakan discovery learning dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa kelas ViA SMP Negeri 2 Lubuk Basung. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan dari hasil tes pemahaman konsep matematis peserta didik pada siklus I dan II. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 48 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 42-50, Annisa Rahmawati. Ahmad Fauzan & Annisa Ummul Khairi Dari hasil penelitian diketahui terjadi peningkatan jumlah persentase ketuntasan tes kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi teorema phytagoras pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan tes kemampuan pemahaman konsep teorema phytagoras sebesar 46,87% dengan nilai rata-rata tes 57. Sedangkan pada siklus II pemahman konsep siswa mulai meningkat secara signifikan dimana diperoleh persentase ketuntasan tes kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik sebesar 87% dengan nilai rata-rata tes 87. Dimana nilai ini sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persentase ketuntasan siswa sudah mencapai hasil yang maksimal pada pembelajaran siklus ke II. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi kepada sekolah untuk menerapkan Model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajaran agar dapat meningkatkan pemhaman konsep matematis siswa. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan Model ini. Dengan demikian, diharapkan model pembelajaran ini dapat terus ditingkatkan dan dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. DAFTAR PUSTAKA