JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 189 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar Penerapan Konsep Accelerated Teaching Model MASTER untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Luwu Lili Subeni Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar. Makassar 90221 E-mail :lili. subeni@gmail. Abstrak Ae Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan yang berarti antara motivasi belajar fisika siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu sebelum dan setelah diterapkan konsep accelerated teaching model MASTER tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini termasuk kategori jenis penelitian pra-eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pre Test-Post Test Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu yang terdiri dari sebelas kelas dengan jumlah siswa 384. Adapun sampel penelitian diambil dengan cara acak yaitu kelas X MIA 1 dengan jumlah siswa 34 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi belajar fisika yang diukur menggunkan angket ARCS yang meliputi aspek perhatian . berjumlah 12 nomor, pada aspek keterkaitan . berjumlah 12 nomor, pada aspek percaya diri . berjumlah 10 nomor, pada aspek kepuasan . berjumlah 4 Selanjutnya data yang diperoleh dari tes motivasi belajar dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata motivasi belajar fisika siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu sebelum diterapkan konsep accelerated teaching model master 67 dan setelah diterapkan konsep accelerated teaching model MASTER motivasi belajar fisika siswa adalah 140. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara motivasi belajar fisika siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu. Kata kunci: Konsep Accelerated Teaching. Motivasi Belajar Fisika Abstract Ae This study aims to find out whether there is a significant improvement between the students' physics learning motivation of class X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu before and after applied the concept of accelerated teaching model MASTER 2017/2018 academic year. This type of research includes the type of research type of pre- experiment with research design used is One-Group Pre-Test Post Test Design. Population in this research is all student of class X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu consisting of eleven class with amount of student 384. The sample of research taken by random that is class X MIA 1 with a total of 34 students. The instrument used in this research is a questionnaire of physics learning motivation that is measured using the ARCS questionnaire which includes the attention aspect . of 12 numbers, on the aspect of relevance of 12 numbers, on the confidence of 10 numbers, on the satisfaction aspect is 4 numbers. Furthermore, the data obtained from the test of learning motivation is analyzed by using descriptive analysis. The result of descriptive analysis shows that the average score of physics learning motivation of class X students MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu before applied the concept of accelerated teaching master model is 116. 67 and after applied the concept of accelerated teaching model MASTER student physics learning motivation is 140. This shows that there is a significant improvement between physics learning motivation of class X students MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu. Keywords: The Concept Of Accelerated Teaching. Motivation To Learn Physics JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 190 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 pengetahuan sesuai dengan yang disampaikan PENDAHULUAN Proses belajar mengajar yang dilakukan Pendidikan pada dasarnya merupakan proses untuk membantu manusia untuk mengembangkan dirinya, sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Oleh karena itu, berbagai pendidikan yang berkualitas. Dari aspek kualitas, pendidikan kita sungguh sangat memprihatikan dibandingkan dengan kualitas di sekolah masih berpusat pada guru. Pada waktu guru memberikan kesempatan untuk menjawab atau bertanya, siswa bingung apa yang akan dijawab dan ditanyakan. Hal ini memfasilitasi pendidikan di negara kita adalah sekolah. Bila kita melihat kondisi saat ini, sekolah masih di anggap sebagai sebuah aktivitas yang mengasyikkan justru diluar jam pelajaran, tetapi bila didalam kelas mereka merasa terbebani. Hal tampak dari sorak sorai siswa bila mereka mendengar pengumuman pulang pagi atau rapat guru. Sementara itu, dalam sistem pendidikan di Indonesia, guru itu adalah sentral. Dapat di bayangkan konsekuensi bagi guru apabila Tentunya, apa yang akan dihasilkan tidak akan sesuai dengan keinginan dan harapan untuk menuju ke arah yang lebih maju. Berdasarkan Sehingga mengakibatkan motivasi belajar siswa itu rendah. Masalah ini juga sejalan dengan hasil Salah satu sarana yang dipakai untuk ketertariakan dan keterlibatan siswa dalam pendidikan bangsa lain. wawancara penulis dengan guru fisika di MAN 2 Model Medan yang mengatakan bahwa meskipun telah memiliki sarana kebanyakan dari siswa-siswa kelas X di sekolah tersebut lebih menyukai pelajaran Biologi atau Kimia dibandingkan pelajaran Fisika. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata mata pelajaran fisika untuk kelas X MAN 2 Model 2006/2007 adalah 70,15. Sedangkan mata pelajaran IPA lainnya yaitu Biologi dan Kimia masing masing memperoleh nilai 78,15 dan 74,75. Berdasarkan masalah pembelajaran adalah dengan penggunaan diperoleh dari guru fisika di SMA Negeri 4 Luwu, mengatakan bahwa motivasi belajar fisika siswa masih rendah. Hal ini disebabakan proses Pembelajaran masih menggunakan pembelajaran langsung, dimana siswa tampak pasif dan menerima model pembelajaran yang menarik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Konsep Accelerated Teaching MASTER merupakan salah satu model pembelajaran bagaimna cara belajar dan dan bagaimana cara berfikir dengan penerapan langkah JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 191 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 MASTER yang merupakan singkatan dari berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, kata Mind . Aqcuire the facts . emperoleh informas. Search of the penyesuaian diri. Dengan demikian , belajar meaning . enyelidiki makn. Trigger the dapat dikatakan sebagai rangkaian kegiatan memory . emicu ingata. Exhibit what you jiwa raga, psiko-fisik untuk menuju ke know . emamerkan apa yang diketahu. , perkembangan pribadi manusia seutuhya. Reflect . yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa Model ini diyakini dapat memberikan pengaruh bagi perkembangan dan hasil dan karsa, ranah kognitif, afektif dan . Secara umum belajar dapat dipahami Sebagaimna dikemukakan oleh Milward sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah dalam Rose dan Nicholl: AuModel 6 langkah laku individu yang relative menetap sebagai ini terbukti telah menjadi kerangka acuan hasil pengalaman dan interaksi dengan tidak ternilai untuk meningkatkan kecepatan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. serta motivasi baik para guru maupun siswa Setiap perilaku belajar selalu ditandai oleh berkenaan dengan spektrum topik yang luas, ciri-ciri perubahan spesifik. Diantara ciri-ciri termasuk dalam meningkatkan prestasi ujian perubahan khas yang mejadi karakteristik siswa dan memahami bagaimana siswa perilaku belajar yang terpenting adalah belajar dikelas. Oleh karena itu penulis perubahan itu intensional, perubahan itu tertarik untuk melakukan penelitian dengan positif dan aktif dan perubahan efektif dan fungsional. AuPenerapan Teaching Model Konsep Accelerated MASTER Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 4 LuwuAy. II. LANDASAN TEORI Motivasi dalam Belajar Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat Konsep Belajar belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki berubahAy. Dalam hal ini yang dimaksudkan oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Menurut Aybelajar belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan individu-individu Perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga Dikatakan AukeseluruhanAy, umumnya ada beberapa motif yang bersamasama menggerakkan siswa untuk belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Perannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 192 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 gairah, merasa senang dan semangat untuk materi pembelajaran yang disajikan dengan Siswa yang memiliki motivasi yang pengalaman belajar siswa. Dari keterkaitan kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. menumbuhkan motivasi belajar siswa. Siswa Disamping sebagai pendorong usaha dan pencapaian Karena seseorang melakukan suatu secara pribadi dalam kehidupan sehari-hari. usaha Karena adanya motivasi. Adanya Relevansi menunjukkan adanya hubungan motivasi yang baik dalam belajar akan materi pembelajaran denga kebutuhan dan menunjukkan hasil yang baik. Intesitas Dari Motivasi kebutuhan pribadi, bermanfaat, dan sesuai dengan nilai yang dipegang. berkembang keller telah menyusun prinsip- Confidence . ercaya dir. prinsip yang prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam berlaku dalam hal merasa diri kompeten atau Prinsip ARCS meningkat sejalan dengan meningkatnya merupakan singkatan yang terdiri atas empat harapan untuk berhasil. Harapan ini dapat aspek yakni Attention . adalah dipengaruhi oleh pengalaman sukses dimasa motivasi dapat memberikan ketekunan berkonsentrasi atau pemusatan tenaga dan untuk membawa keberhasilan . , dan selanjutnya pengalaman suskses tersebut Menurut W. Winkel, attention akan memotivasi untuk mengerjakan tugas dapat berarti sama dengan konsentrasi, dapat Oleh karenaa itu, guru harus pula menunjuk pada minat yaitu perasaan kesadaran yang kuat dalam belajar mengajar. belajarnya sehingga mudah berkonsentrasi Satisfaction . yang dimaksud saat pelajaran berlangsung. Sebaliknya, siswa adalah perasaan gembira. Perasaan ini dapat dalam kondisi tidak senang maka akan kurang berminat dalam belajarnya dan Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi akan menghasilkan kepuasan. Kepuasam terhadap pelajaran yang berlangsung. karena mencapai tujuan dipengaruhi oleh ARCS. Relevance . konsekuensi yang diterima, baik yang berasal sebagai keterkaitan atau kesesuian antara dari dalam maupun dari luar individu. Untuk JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 193 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Information . emperoleh Searching of the meaning . enyelidiki penguatan . berupa pujian, makn. , . Triggering the memory . emicu memor. , . Exhibithing what you know menjawab pertanyaan ketika dikelas. emamerkan apa yang anda ketahu. , . Pembelajaran Accelerated Teaching Reflecting how youAore learned . erefleksikan Dasar bagaimana anda belaja. Accelerated Accelerated Model MASTER ini telah diuji cobakan Leraning. Accelerated pada dasarnya berarti terhadap siswa sekolah lanjutan pertama di Learning London yang dianggap sebagai Ausekolah didefinisikan sebagi sebuah proses perubahan yang gagalAy oleh dinas standar sekolah kebiasaan yang disebabkan oleh penambahan (Ofste. lembaga nasional di Inggris yang keterampilan, pengetahuan, atau sikap baru. berwenang secara khusus untuk menilai Jika digabungkan, pembelajaran cepat berarti kinerja-kinerja sekolah ternyata setelah diuji Aumengubah kebiasaan dengan meningkatkan cobakan model MASTER ini dramatis suatu Adapun konsep dasar dalam peningkatan 300% dalam capaian siswa dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran nilai A-C menurut ahli psikologi Pendidikan jauh lebih baik berlangsung secara cepat. Ian MASTER. Teaching Milward memberikan sumbangan sepenuhnya pada Menurut Milward bahwa model enam kebahagiaan, kecerdasan, kompetensi dan langkah ini telah menjadi kerangka acuan tak keberhasilan. Menurut Rose dan Nicholl AuAccelerated Learning permainan dan aktivitas emosi dan musik, motivasi, baik para guru ataupun para siswa. Dengan relaksasi, visualisasi, permainan peran, warna MASTER, peta konsep, proses belajar menjadi kejadian dengan menggunakan metode accelerated yang menyenangkan dan bebas tekananAy. teaching yaitu Pada tahap ini motivating your Model langkah-langkah Accelerated mind . emotivasi pikira. guru menggali Learning dibedakan atas beberapa tipe salah pengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa. satunya adalah tipe MASTER. Sebuah kata Dengan menciptkan suasana belajar yang yang diciptakan oleh pelatih terkemuka yaitu Rose dan Nicholl. Model pembelajaran ini memberikan bentuk motivasi kepada siswa . emotivasi pikira. , . Acquiring the JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 194 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 memberikan kesan semangat dalam menggali siswa memastikan dirinya bahwa dirinya ataupun mempelajari materi tersebut. benar-benar tahu dan memahami akan hal itu. Acquiring the information . emperoleh maka saatnya masing-masing siswa dalam informas. , pada tahap ini guru menciptakan suasana pembelajaran dengan melakukan untuk menjelaskan hasil temuannya di depan kegiatan demonstrasi yang dilakukan guna melibatkan semua kekuatan yang dimiliki mendapatkan kesempatan yang sama untuk oleh siswa baik itu kekuatan visual, auditori menjelaskan solusi dari pemecahan masalah dan kinestetik. Siswa juga mendapatkan yang didiskusikan sehingga semua siswa kesempatan mencoba kegiatan demonstrasi dalam kelompok dapat berperan aktif dalam tersebut sehingga siswa dapat mengalami kegiatan tersebut. sendiri momen belajar tersebut sehingga akan Reflecting melekat pada diri siswa. Semua youAore . erefleksikan bagaimana anda belaja. pada tahap ini, guru dapat memberikan penguatan Tahap ketiga searching out the meaning dari serangkaian kesimpulan yang didapat . enyelidiki makn. Setelah mendapatkan dari tiap-tiap kelompok guna memantapkan konsep awal mengenai materi yang diajarkan, pemahaman yang dimiliki oleh siswa. Untuk siswa bersama sekolompoknya berdiskusi mengukur seberapa besar tingkat pemahaman guna mengkaji dan melakukan penyelidikan secara mendalam dalam bentuk pemecahan diperlukan kegiatan . Dan dari hasil tes yang masalah yang ada. Dengan begitu, siswa akan memahami secara mendalam materi yang kesalahan yang ia lakukan dalam pengerjaan dipelajari dan dapat mengingatnya dalam tes tersebut untuk dapat diperbaiki pada ujian memori jangka panjang. atau tes selanjutnya. Triggering . emicu Dalam memor. pada tahap ini, guru berperan banyak metode yang dapat dilakukan dalam mengawasi dan mengarhkan siswa dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, melakukan kegiatan diskusi guna membuat diantaranya dengan menerapkan siswa dan memastikan pada dirinya bahwa Killen menyatakan "setiap siswa benar-benar memahaminya dan dapat guru harus mampu memilih strategi yang menyimpan dalam memorinya sedemikian tepat sesuai dengan karateristik peserta rupa sehingga siswa bisa membuka dan mengingatnya saat ia memerlukannya. tercapai dengan baik apabila guru mampu Tahap . emamerkan apa yang anda ketahu. setelah Maksudnya JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 195 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 memilih startegi yang tepat sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik. Guru pembelajar yang kompoten dan percaya diri. juga harus memahami bahwa pada dasarnya kemampuan dasar kecerdasan peserta didik Kerangka Pikir Skema berbeda secara individual. Oleh karena itu muncul teori belajar yang menitik beratkan dijelaskan sebagai berikut: pada upaya membantu peserta didik agar Madden juga mengatakan: "Strategi FIRE-UP kemampuan masing-masing artinya belajar dengan kenyamanan masing-masing karena ketika peserta didik mempersiapkan diri untuk belajar peserta didik harus benar-benar merasa nyaman secara fisik, suhu udara yang mendukung, tata cahaya yang nyaman dan area belajar yang memuaskan otak. Dengan Gambar 1. Kerangka Pikir memuaskan otak maka otak pemikir dapat Hipotesis Penelitian memberikan pengaruh yang baik terhadap Berdasarkan kerangka latar belakang hasil belajar. Setiap orang punya gaya belajar masalah yang ada dan didukung oleh teori, yang alami dan nyaman". maka dapat dirumuskan hipotes sebagai Strategi FIRE-UP Hipotesis Penelitian mengefektifkan peserta didik karena dengan Terdapat peningkatan yang berarti antara strategi ini peserta didik dapat berdiskusi dan motivasi belajar fisika sebelum dan setelah bertukar pendapat dengan teman, bertanya pada guru, menanggapi pertanyaan dan model MASTER mengungkapkan apa yang diketahui dengan Negeri 4 Luwu. semaksimal mungkin. Kemaksimalan dalam Hipotesis Statistik berbuat inilah peserta didik akan menemukan H0 = AA1 Ou AA2 gaya belajar yang sesuai dan tepat dengan H1= AA1 O AA2 Keterangan: pada siswa kelas X SMA JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 196 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 H0 : Tidak terdapat peningkatan motivasi belajar fisika setelah diterapan kondep accelerater teaching model MASTER pada siswa kelas X SMA negeri 4 Luwu H1: Terdapat peningkatan motivasi belajar setelah diterapkan konsep accelerated teaching model MASTER pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Luwu. AA1: Skor rata-rata hasil angket motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 4 Luwu sebelum diterapkan konsep Accelerated Teaching model MASTER. AA2 : Skor rata-rata hasil angket motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 4 Luwu setelah diterapkan konsep Accelerated Teaching model MASTER. Negeri 4 Luwu yang terdiri dari sebelas Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket Motivasi belajar fisika siswa diukur menggunakan angket ARCS yang meliputi aspek perhatian . , keterkaitan . , percaya diri . , dan kepuasan . Dalam penelitian ini di gunakan sampel secara acak, setelah dilakukan pengacakan maka kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu sebagai kelas yang diteliti dengan jumlah 34 orang siswa. METODE PENELITIAN Teknik penelitian pra-eksperimen (Pre experimental belajar siswa digunakan aspek desig. dengan desain penelitian One-Group Pre Test-Post Test yang dinyatakan dengan Jenis penelitian yang dilakukan adalah Menghitung jumlah skor tiap-tiap siswa Untuk pernyataan positif jumlah skor pola sebagai berikut: Keterangan: O1 = Tes awal . motivasi belajar menggunakan konsep Accelerated Teaching model MASTER. O2 = Tes akhir . motivasi belajar menggunakan konsep Accelerated Teaching model MASTER X = Perlakuan . yang diberikan kepada siswa dengan menerapkan konsep Accelerated Teaching model MASTER. Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 4 Luwu tahun ajaran 2017/2018 pada semester ganjil. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA 1 SMA tiap siswa = 1(OcA) 2(OcB) 3(OcC) 4(OcD) 5 (OcE) Untuk pernyataan negatif Jumlah skor tiap siswa = 5 (OcA) 4(OcB) 3(OcC) 2(OcD) 1(OcA) Menentukan skor rata-rata siswa. Oc ycUycn ycA Untuk mengkategorikan tingkat motivasi ycuI = siswa digunakan interval nilai dan kategori. Tabel 1. Kategori Tingkat Motivasi Belajar Interval (%) Kategori Keterampilan Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 197 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Teknik analisis inferensial Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, maka terkebih MASTER dirangkum dalam tabel 1 berikut: dahulu dilakukan uji normalitas dan uji Tabel 2. Statistik Skor Hasil Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu. Uji Normalitas Untuk menguji perbedaan frekuensi Rumus yang digunakan adalah rumus Chi Kuadrat: ycu2 = Oc . ceycu Oe yceEa )2 yceEa Uji Hipotesis Adapun statistik adalah sebagai berikut: H0 = AA1 Ou AA2 perbedaan rerata untuk sampel bebas adalah sebagai berikut: Post-Test jumlah sampel sebanyak 34 orang. Dilihat dari skor tertinggi dari hasil motivasi belajar fisika siswa pada pre-test menunjukkan Menghitung harga t observasi atau thitung. Jika Pre-Test kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu memliki Langkah-langkah pengujian hipotesis yc= Standar Deviasi Skor Tertinggi Skor Terendah Skor Total Rentang Skor Banyaknya kelas Panjang kelas Skor rata-rata Ukuran sampel Skor Statistik Dari Tabel 2 siswa yang berada pada H1= AA1 O AA2 Statistik bahwa skor maksimum yang dicapai siswa sebelum diterapkannya konsep accelerated ycUI1 Oe ycUI2 MASTER ycI12 ycI22 ycI ycI Oo Oe Oe 2yc ( 1 ) ( 2 ) ycu1 ycu2 ycu Oo 1 Ooycu2 pembelajaran fisika yaitu 139 . ,15%) dari O thitung Ou ttabel 190 skor yang mungkin dicapai . ,00%) maka H0 diterima dan H1 ditolak. dan skor terendah yang di capai siswa adalah Uji N-gain. ,63%) dari skor 0 . ,00%) yang yci= ycIycyycuycycOeycyceycyc Oe ycIycyycyceOeycyceycyc ycIycoycaycoyc Oe ycIycEycyceOeycyceycyc mungkin dicapai. Adapun skor rata-rata yang diperoleh siswa adalah 116. 67 dengan standar IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Analisis Deskriptif Berdasarkan hasil analisis deskriptif motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 4 Luwu yang diajar menggunakan Jika skor hasil motivasi siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu di analisis menggunakan persentase pada frekuensi, maka dapat dilihat pada Tabel 2 JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 198 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Tabel 2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Motivasi belajar Fisika Siswa Kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu pada Pre-Test Skor Persentase (%) 100 Ae 107 108 Ae 115 116 Ae 123 124 Ae 131 132 Ae 139 Eu Data distribusi frekuensi pretest pada Tabel 2. dapat disajikan dalam diagram skor terendah yang di capai siswa adalah 124 . ,26%) dari skor 0 . ,00%) yang mungkin Adapaun rata-rata diperoleh siswa adalah 140,97 dengan standar deviasi 11,33. Berdasarkan data yang di peroleh dari hasil motivasi belajar fisika siswa setelah di terapkan konsep accelerated teaching model MASTER menggunakan analisis distribusi frekuensi dan persentase skor hasil motivasi belajar batang sebagai berikut: fisika siswa, maka dapat dilihat dari Tabel 3 Gambar 2. Diagram Distribusi Frekuensi Kumulatif dan Persetasi Skor Motivasi Belajar Fisika Kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu pada Pretest Adapun data yang diperoleh dari hasil motivasi belajari fisika siswa kelas X MIA 1 Tabel 4. Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor Hasil Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu Pada Saat Postest Skor Persentase (%) 124 Ae 132 26,47 133 Ae 141 32,35 142 Ae 150 20,58 151 Ae 159 11,76 160 Ae 168 8,82 Eu Data distribusi frekuensi posttest pada tabel 3dapat disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut: SMA Negeri 4 Luwu setelah diajar dengan menerapkan konsep accelerated teaching model MASTER selama 8 kali pertemuan Gerak Lurus Percepatan dan Kecepatan Konstan, maka dapat dilihat pada tabel 1. skor maksimum yang dicapai siswa setelah di terapkan konsep accelerated teaching model MASTER dalam pembelajaran fisika yaitu 168 . ,42%) dari 190 skor yang mungin dicapai . ,00%) dan Gambar 3. Diagram Distribusi Frekuensi Kumulatif dan Persetasi Skor Hasil Motivasi Belajar Fisika Kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu pada Postest JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 199 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Jika skor hasil motivasi belajar siswa di kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu di pada distribusi frekuensi maka dapat di buat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: analisis dengan menggunakan persentase Tabel 5. Distribusi Interval Skor Hasil Motivasi Belajar Fisika Siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu Pada Pretest Dan Postets Interval (%) Pre-test (%) Post-test Kategori 20,58 Sangat Tinggi 55,88 79,41 Tinggi 77 - 114 44,11 Sedang 39 - 76 Rendah 0 - 38 Sangat Rendah Dari Tabel 5 dapat dikemukakan bahwa skor hasil motivasi belajar fisika siswa teaching model MASTER dalam pembelajarn fisika terdapat 15 siswa dalam kategori sedang, dan 19 siswa dalam kategori tinggi sedangkan skor hasil belajar fisika siswa setelah diterapkan teaching model MASTER dalam pembelajarn Gambar fisika terdapat 27 siswa dalam kategori tinggi dan 7 siswa dalam kategori sangat tinggi. Jadi frekuensi yang lebih banyak pada pretest Diagram Kategorisasi dan Frekuensi Skor Hasil motivasi Belajar Fisika siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu saat Pretest dan Posttest. berada pada interval 77-114 dengan kategori Sedang, sedangkan pada posttest frekuensi yang lebih banyak berada pada interval 115152 dengan kategori Tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada diagram berikut Hasil analisis Inferensial Uji Normalitas Hasil analisis data uji coba normalitas dengan menggunakan rumus Chi-Kuadrat diperoleh pre-test dengan nilai ycuEaycnycycycuyci 2,58 dan berdasarkan tabel distribusi Chikuadrat pada taraf signifikan = 0,05 dan dk = 2, maka diperoleh ycuycycaycayceyco = 5,99 Karena diperoleh nilai ycuEaycnycycycuyci < ycuycycaycayceyco atau 2,58 < 5,99 maka data berdistribusi normal. Sedangkan ycuEaycnycycycuyci = 4,04 JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 200 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 distribusi Chi-kuadrat pada taraf signifikan = 0,05 dan dk = 2 diperoleh ycuycycaycayceyco = 5,99. Karena diperoleh nilai ycuEaycnycycycuyci < ycuycycaycayceyco Pembahasan Berdasarkan hasil analisis dekskriptif 4,04 < 5,99 maka data berdistribusi normal. yang didapat pada posttest lebih besar dari Uji Hipotesis pada pretest, hal ini dapat dilihat pada skor Berdasarkan hasil analisis inferensial, di rata-rata yang diperoleh siswa pada pretest peroleh bahwa ycEaycnycycycuyci = 15,19, sedangkan 67 dan standar deviasi 10. 35 sedangkan nilai ycycycaycayceyco = 1,69 untuk taraf nyata = 0,05 posttest rata-rata skor yang diperoleh 140. , karena ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco maka hipotesis H0 di tolak dan H1 di terima. Hal ini berarti motivasi belajar siswa setelah diterapkan MASTER telah meningkat di bandingkan motivasi belajar fisika kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu sebelum dan setelah di terapkan konsep accelerated teaching model MASTER. Untuk analisis uji normalitas dari hasil accelerated teaching model MASTER. Uji N-gain Untuk melihat kategori peningkatan ycuEaycnycycycuyci = 2,58 < ycuycycaycayceyco = 5,99 untuk hasil belajar fisika peserta didik. Rata-rata pretest dan ycuEaycnycycycuyci = 4,04 < ycuycycaycayceyco = 5,99 untuk posttest, yang berarti hasil motivasi disajikan distribusi dan perolehan rata-rata N- belajar fisika siswa kelas X MIA 1 SMA Gain berdasarkan kriteria indeks gain. Negeri 4 Luwu untuk pretest dan posttest N-gain (N-Gai. , berdistribusi normal. ycIycyycuycycOeycyceycyc Oe ycIycyycyceOeycyceycyc ycycoycuyc. Oe ycIycyycyceOeycyceycyc Pengujian 140,97Oe 116,67 190Oe116,67 24,30 73,33 ycEaycnycycycuyci diperoleh 15,19, sedangkan untuk nilai ycycycaycayceyco diperoleh 1,69 . dengan demikian Peningkatan motivasi belajar siswa yang terjadi sebelum dan setelah menerapkan menggunakan uji t sampel. Hasil analisis = 0,33 hipotesis H0 di tolak dan H1 di terima. Hal ini MASTER MASTER pada kelas X SMA Negeri 4 Luwu tahun ajaran 2017/2018 memiliki skor rata- bandingkan dengan sebelum menerapkan rata gain ternormalisasi sebesar 0,33 yang merupakan kategori sedang. MASTER. JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 201 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Hasil N-Gain PENUTUP peningkatan motivasi belajar fisika siswa dalam kategori sedang. Hasil analisis ini Kesimpulan Berdasarkan data hasil penelitian yang menggambarkan bahwa setelah diterapkan MASTER dikelas tersebut maka terjadi peningkatan hasil motivasi belajar fisika diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: Berdasrakan hasil penelitian yang diperoleh baik secara deskriptif maupun penelitian ini dapat dikatakan berhasil karena dapat meningkatkan motivasi belajar fisika motivasi belajar dilihat antara pretest dengan Motivasi belajar fisika siswa kelas X Terdapat peningkatan yang berarti antara motivasi belajar fisika siswa kelas X sebelum dan setelah diajar dengan Hasil pengamatan dalam pembelajaran MASTER berada pada kategori tinggi. siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu MASTER berada pada kategori tinggi. inferensial dapat dikemukakan bahwa konsep accelerated teaching model MASTER dalam Motivasi belajar fisika siswa kelas X MASTER, menunjukkan bahwa siswa berpastisipatif teaching model MASTER dalam hal ini motivasi belajar fisika siswa berada pada kategori sedang aktif dalam proses pembelajaran. Banyak UCAPAN TERIMA KASIH siswa yang mengajukan pertanyaan dan siswa Teristimewa kepada kedua orang tua dan lain menjawab. Tahap Aetahap dalam konsep seluruh keluarga tercinta atas segala doa MASTER dan bantuan baik moril maupun materil. Ibu Dra. Hj. Aisyah Azis. Pd selaku pembimbing 1 dan Bapak MaAoruf. Pd. mengembangkan pengetahuan yang di dapat. Pd sebagai Pembimbing II dengan serta mengulang kembali materi yang telah mereka dapatkan, sehingga pembelajaran meluangkan waktunya untuk memberikan menjadi lebih baik. bimbingan serta senantiasa memberikan masukan dan arahan kepada penulis dalam penyempurnaan penelitian ini. Drs. Ibrahim Lahab selaku Kepala SMA Negeri 4 Luwu. JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 202 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Haslinda. Si selaku guru mata pelajaran . Rekan-rekan Mahasiswa fisika DIMENSI A. B, dan C terkhusus Dwi Afrianti. Nurhalima Tri Wulansari . senantiasa memberi motivasi kepada saya. Serta Peserta didik kelas X MIA 1 SMA Negeri 4 Luwu atas segala pengertian dan kerjasamanya selama penulis melakukan PUSTAKA