BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 2 Nomor 2. July 2023 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Melalui Media Balok di TK Aisyah Bustanul Athfal 2 Anggana Astrid Larasati1*. Arinda Oktavia2. Dewi Eka Yanti3. Rita4. Mardiana5. Rabiatul Adawiyah6 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda TK Aisyah Bustanul Athfal 2 Anggana Received: July 1st, 2023. Revised: July 7th, 2023. Accepted: July 10th, 2023. Published: July 11th, 2023 Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui penggunaan media balok, khususnya di kelas A TK aisiyah bustanul atfhal 2 anggana, desa handil terusan pada tahun ajaran 2023/2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini melibatkan 6 anak di kelas A TK Aisyah Bustanul Atfhal 2 Anggana. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kemampuan anak selama proses bermain balok. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan dalam kemampuan kognitif anak padda kegiatan bermain balok pada setiap siklusnya. Anak-anak mampu dengan terampil menyusun balok, membedakan bentuk, mengklasifikasikan ukuran, dan memecahkan masalah dengan lebih baik. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan bagi guru dan peneliti selanjutnya untuk lebih mengintegrasikan kegiatan bermain balok dalam pembelajaran anak usia dini, dengan memastikan bahwa permainan tersebut sesuai dengan tujuan yang diinginkan dan menggunakan media balok yang menarik. Dengan demikian, diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan kognitif anak-anak secara menyeluruh melalui penekatan yang menyenangkaan dan interaktif. Kata kunci: bustanul athfal, media balok, perkembangan kognitif Abstract This research was carried out with the main aim of improving the cognitive abilities of young children through the use of block media, especially in class A of Aisiyah Bustanul Atfhal 2 Anggana Kindergarten. Handil Kanan Village in the 2023/2024 academic year. The research method used is the classroom action research method, which consists of planning, implementation, observation and reflection stages. The subjects of this research involved 6 children in class A of Aisyah Bustanul Atfhal 2 Anggana Kindergarten. Data collection was carried out through observation of children's abilities during the process of playing with blocks. The results of the research showed significant results in children's cognitive abilities during block play activities in each cycle. Children are able to skillfully arrange blocks, differentiate shapes, classify sizes, and solve problems better. Based on these findings, it is recommended for teachers and future researchers to further integrate block play activities in early childhood learning, by ensuring that the game is in accordance with the desired goals and uses interesting block media. In this way, it is hoped that it can continue to improve children's overall cognitive abilities through a fun and interactive approach. Keywords: bustanul athfal, block media, cognitive development Copyright . 2023 Astrid Larasati. Arinda Octavia. Dewi Eka Yanti. Rita. Mardiana. Rabiatul Adawiyah * Correspondence Address: Email Address: astridastrid971@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Astrid Larasati. Arinda Octavia. Dewi Eka Yanti. Rita. Mardiana. Rabiatul Adawiyah Pendahuluan Pendidikan anak usia dini memiliki tujuan utama untuk menstimulusi, membimbing, membina, dan memberikan kegiatan pembelajaran yang secara holistik bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak. Pendidikan prasekolah menjadi landasan penting dalam membentuk fondasi pertumbuhan, dan perkembangan anak, melibatkan aspek-aspek seperti jasmani, kecerdasan, kreativitas, emosional, dan kecerdasan spiritual. Melalaui proses pembelajaran yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini merupakan upaya pembinaan yang diarahkan kepada anak sejak lahir hingga usia enam tahun, mencangkup periode kritis dalam perkembangan anak. Fase ini dianggap sebagai pondasi penting yang membentuk landasan bagi pertumbuhan, baik secara rohani maupun jasmani, pendidikan anak usia dini bukan sekedar memberikam pemahaman konsep dasar, tetapi juga merangkul proses perkembangan karakter, emosional, dan sosial. Dengan memberikan stimulus pendidikan yang tepat, anak-anak diarahkan untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan mereka secara fokus pada tahap awal inibertujuan agar anak siap menghadapi perjalanan pembelajaran di sekolah dan pendidikan diluar sekolah. Dengan demekian, pendidikan anak usia dini tidak hanya menciptakan dasar pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilainilai positif dan semangat pembelajaran sepanjang hidup. Hal ini memberikan pondasi kokoh bagi perkembangan karir belajar anak, mempersiapkannya secara holistik untuk menghadapi berbagai aspek pendidikan dimasa depan. (Supiati, 2. Dalam pembelajaran menggunakan media balok, perkembangan kognitif anak menjadi aspek yang sangat penting. Pemberian stimulus, bimbingan, asuhan, dan kegiatan belajar melalui ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan anak secara signifikan. Media balok menjadi sarana yang efektif untuk mengajarkan anak mengenali angka dengan cermat dan akurat. Selain itu, melalui penggunaan media balok anak dapat lebih mudah memahami konsep bilangan sesuai dengaan prinsip perkembangan Pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan perkembangan berfikir dan kemampuan memecaahkan masalah anak. Dengan pendekatan yang tepat dalaam pembelajaran media balok, diharapkan anak-anak dapat lebih mudah mencapai aspek perkembangan yang telah di tetapkan oleh sekolah, menciptakan dasar yang kuat untuk pemahaman konsep matematika, dan membantu mereka tumbuh menjadi pembelajar yang tanggap dan kreatif. Kenyataannya, situasi dikelas A TK Aisiyah Bustanul Atfhal 2 Anggana belum mencapai konsep ideal yang diharapkan. Kemampuan kognitif anak dalam menggunakan media balok untuk meningkatkan kemampuan berfikir dan memecahkan masalah masih menunjukkan kekurangan, dengan rata-rata hanya dengan 70,50 di kelas A. Tidak hanya itu saja, jumlah peserta didik yang berhasil mencapai tingkat keberhasilan dibawah 79 % menjadi penyebab guru harus melakukan pembelajaran remedial secara klasikal. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran media balok perlu ditingkatkan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan kemampuan berfikir anak. Permasalahan ini juga mencuatkan kesenjangan dalam perkembangan kognitif anak, yang mungkin disebabkan kesulitan dalam memilih metode pembelajaran yang tepat dan tantangan dalam memberikan stimulus kepada peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan dalam strategi pembelajaran media balok menjadi langkah yang sangat penting untuk mengatasi hambatan ini. Kognitif adalah proses internal dalam tubuh manusia, terutama di otak yang terlibat dalam kegiatan berfikir. Kemampuan kognitif adalah suatu keterampilan untuk menggunakan pengetahuan dalam merespon, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Pengembangan kognitif bertujuan untuk meningkatkan BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Melalui Media Balok Di Tk Aisyah Bustanul Athfal 2 Anggana kemampuan berpikir anak, memungkinkan mereka mengelola informasi yang dipelajari, menemukan berbagai alternatif pemecahan masalah, dan mengembangkan kemampuan logika matematika, pengetahuan ruang dan waktu, serta kemampuan menyusun, mengelompokkan, dan mempersiapkan diri untuk berpikir secara teliti. Setelah pembahasan diatas kita mengetahui bahwa jika perkembangan kognitif anak tidak berkembang dengan maksimal maka anak akan sulit untuk memcahkan masalahnya dan juga anak akan kesulitan untuk kesiapan ke sekolah selanjutnya. Salah satu alternatif pemecahan masalah diatas yaitu meningkatkan perkembangan kognitif anak adalah dengan menggunakan media balok. permainan balok untuk anak usia dini dirancang dengan tujuan khusus, yaitu melatih kreativitas anak melalui aktivitas menyusun beberapa balok menjadi bentuk permainan yang menghibur dan bermanfaat. Menurut Rachmat, media balok bukan hanya menjadi alat permainan semata, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mengimplementasikan kurikulum atau pembelajaran kreatif. Balok, yang memiliki berbagai bentuk dan warna yang berbeda-beda, menjadi sarana pembelajaran yang menarik. Mereka dapat digunakan sebagai alat untuk mengenalkan konsep warna, bentuk, simbol angka, pola, dan ukuran kepada anak-anak. Dengan demikian, permainan balok tidak hanya memberikan kesenangan kepada anak, tetapi juga memainkan peran penting dalam memperkaya pengalaman belajar mereka dan merangsang perkembangan kognitif secara menyeluruh. (Ardiyah & Ajeng Priendarningtyas, 2. Tinjauan Pustaka Perkembangan Kognitif Anak usia dini sering disebut sebagai masa emas atau golden age , karena pada priode ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat di berbagai aspek Khususnya dalam perkembangan otak, proses pertumbuhan sangat signifikan terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan anak. Saat lahir, berat otak bayi sekitar A 350 gram, dan dalam waktu 3 bulan pertama kehidupan, berat otaknya meningkat menjadi 500 gram. Pada usia 1,5 tahun, berat otak bayi semakin bertambah menjadi A 1 Menariknya, setelah bayi lahir, jumlah sel saraf dalam otak tidak bertambah lagi karena sel saraf tidak dapat membelah diri lebih lanjut. Namun, juluran-juluran yang dimiliki sel saraf mampu bercabang dan membentuk ranting-ranting sepanjang perkembangan anak. Hal ini membuktikan bahwa otak anak dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan rangsangan yang diterima. Jika anak mendapatkan rangsangan untuk belajar, cabang-cabang dan ranting-ranting dalam otaknya akan semakin rimbun. Namun, jika tidak digunakan, cabang-cabang tersebut dapat menyusut. Dengan demikian, pertumbuhan berat otak anak bukan disebabkan oleh bertambahnya jumlah sel saraf, melainkan oleh tumbuhnya percabangan oleh juluran pada sel-sel saraf tersebut. Oleh karena itu, memberikan rangsangan yang tepat dan memadai pada anak usia dini sangat penting untuk memastikan perkembangan otak yang optimal dan merangsang potensi kognitif mereka sepanjang masa emas ini. (Markam. Mayza & Pujiastuti, 2. Perkembangan anak adalah fase kritis yang membentuk fondasi dasar bagi pembentukan kepribadian dan keterampilan yang akan membimbing pengalaman hidup mereka di masa depan. Dalam pandangan John Locke, jiwa anak pada saat lahir dapat diibaratkan sebagai secarik kertas yang masih kosong. Metafora ini menggambarkan bahwa anak memiliki potensi yang belum terbentuk, dan isi serta corak dari "kertas" tersebut akan tergantung pada cara kita menulisnya. Dengan kata lain, lingkungan, pengasuhan, dan pendidikan yang diberikan akan membentuk karakter, nilai, dan keterampilan yang akan membimbing anak dalam menjalani kehidupannya. Oleh karena itu, peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar sangat penting dalam menciptakan pengalaman positif dan BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Astrid Larasati. Arinda Octavia. Dewi Eka Yanti. Rita. Mardiana. Rabiatul Adawiyah pembelajaran yang mendukung untuk membentuk individu yang seimbang dan berkembang secara optimal. (Sitti Rahmawati Talango,2. Dengan demikian, diperlukan sebuah pengoptimalan pada diri anak berdasarkan 6 aspek perkembangan yang meliputi nilai-nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni. Kemudian peneliti memfokuskan pada salah satu aspek perkembangan anak usia dini yaitu perkembangan kognitif. Teori perkembangan kognitif menekankan baahwa pertumbuhan mental individu merupakan bagian kunci dari perkembangan anak. Jika aspek kognitif berkembang dengan baik, maka anak akan mampu mengembangkan proses berfikir, merespon objek sekitar, dan merefleksikan Oleh karena itu, memahami dan merangsang perkembangan kognitif anak usia dini menjadi langkah penting dalam memberikan dukungan optimal bagi anak. (Gusniarti dkk, 2. Kognitif merujuk pada kemampuan belajar, berfikir atau kecerdasan, yang mencangkup keterampilan untuk memperoleh dan memahami konsep serta keterampilan untuk memecahkan masalah. Menurut pandangan gardner . , kognitif juga mencangkup kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan karya yang dihargai dalam suatu kebudayaan. Dalam perspektif Wolfolk . , kognitif adalah serangkaian kemampuan yang melibatkan perolehan dan penggunaan pengetahuan dalam rangka memecahkan masalah dan beradaptasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, pemahaman dan pengembangan kemampuan kognitif anak melibatkan serangkaian aspek penting yang mencakup belajar, berfikir, kreatif, dan adaptasi terhadap perubahan dalam lingkungan sekitar. Untuk mencapai perkembangan kognitif yang optimal pada anak usia dini, diperlukan penggunaan alat dan media yang dapat merangsang mereka dalam proses bermain dan pembelajaran. Penggunaan alat dan media tersebut tidak hanya bertujuan untuk memberikan kesenangan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengeksplorasi dan mengasah kemampuan kognitif anak. Media Balok Balok adalah elemen kunci dalam ruang kelas anak usia dini, menjadi peralatan standar yang mendukung implementasi kurikulum kreatif. (Faisal Rachmat, 2. Unit block, dengan beragam bentuknya, tidak hanya meyediakan kegiatan belajar, tetapi juga membantu anak memahami konsep-konsep matematika, geometri, seni, kreativitas, serta aspek sosial emosional. Keberadaan balok ini bukan hanya sebagai permainan, melainkan segai alat pembelajaran yang merangsang perkembangan holistik anak sejak usia (Nidiya Sabta & Nurhenti Dorlina Simatupan. Media balok merupakan sarana pembelajaran yang efektif dalam menjalankan kurikulum kreatif. Dengan berbagai bentuk dan warna yang berbeda, balok kecil ini tidak hanya membantu anak mengenali warna, bentuk, simbol angka, pola, dan ukuran, tetapi juga melatih kreativitas mereka. Proses menyusun balok satu per satu dapat merangsang imajinasi anak dan memperkaya keterampilan kreatif mereka. Dengan memberikan stimulus melalui media balok secara terus menerus, anak-anak dapat mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas yang menjadi dasar penting dalam perkembangan mereka. (Ardiyah, 2. Bermain balok merupakan salah satu kegiatan konstruktif yang memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak. Balok dengan berbagai bentuk seperti segitiga, persegi, persegi panjang, dan lingkaran, yang ditampilkan dalam warna-warna menarik, membuka peluang kreativitas anak. Aktifitas bermain balok dapat dilakukan secara mandiri atau dalam kelompok, memperkaya pengalaman sosial anak-anak. Lebih dari sekedar hiburan, permainan balok juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep Saat mereka membangun struktur menggunakan balok, anak-anak secara alami BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Melalui Media Balok Di Tk Aisyah Bustanul Athfal 2 Anggana memilih jumlah balok, bentuk yang sama, serta warna yang serupa, membantu mengasah pemahaman konsep matematika dalam situasi yang menyenangkan. Jenis-Jenis Balok Seiring perkembangannya, balok sebagai alat permainan tidak lagi terbatas pada bahan kayu saja. Kini, berbagai jenis bahan seperti karton, busa, karet, dan sebagainya turut digunakan dalam pembuatan balok. Keberagaman bahan ini memberikan variasi dalam tekstur, bobot, dan daya tahan, menciptakan pengalaman bermain yang lebih beragam balok ini juga dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak. Dengan berbagai pilihan bahan, balok menjadi alat yang fleksibel, menyediakan berbagai kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan berkreasi. Beberapa jenis balok yang digunakan sebagai alat permainan kreatif, termasuk balok unit, balok besar, balok berongga, balok pasak/lego, dan variasi lainnya. Balok unit memiliki bentuk dan ukuran standar, sementara balok besar, atau yang disebut sebagai macro play, memungkinkan anak membangun rumah sesuai tinggi mereka. Dalam penelitian ini, karton bekas bungkus, seperti bekas bungkus susu, dapat dijadikan bahan Balok berongga memiliki fungsi serupa dengan balok besar, hanya berbeda dalam pembuatannya yang menggunakan kayu dan papan. Pilihan bahan ini memberikan variasi dan keunikan dalam pengalaman bermain. (Aisyah, 2. Beberapa permainan balok sering digunakan di sekolah sebagai alat permainan edukatif yang menarik. Jenis-jenis balok ini bervariasi dalam bentuk, warna, dan cara Salah satu permainan yang populer adalah Menara Geometri, di mana anakanak dapat membangun struktur geometris dengan menggunakan berbagai bentuk balok. Balok Istana, menyediakan pengalaman membangun istana dengan keberangaman bentuk balok yang tersedia. Sementara itu. Menara Balok, memberikan tantangan dalam membangun menara setinggi mungkin dengan kesetabilan balok. Ada juga permainan Kereta Api Balok, yang mengajak anak-anak untuk merancang jalur kereta menggunakan Melalui berbagai permainan ini, anak-anak tidak hanya dapat mengembangkan keterampilan motorik dan kreativitas, tetapi juga memahami konsep geometri dan struktur secara interaktif. Metode Penelitian tindakan kelas berfokus pada pengebangan kognitif anak usia 4-5 tahun TK Aisyiah Bustanul Athfal 2 Anggan, kelas A, yang terdiri dari 6 anak didik. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas ( PTK ). Tehnik pengumpulan data melibatkan observasi terhadap prilaku anak-anak selama proses pembelajaran, wawancara dengan guru kelas untuk insight lebih mendalam. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak-anak pada tingkat usia dini. Gambar 1. Siklus Ptk Menurut Kurt Lewin BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Astrid Larasati. Arinda Octavia. Dewi Eka Yanti. Rita. Mardiana. Rabiatul Adawiyah Perkembangan Hasil belajar Penilaian Kognitif BSH BSB Menemukan solusi terhadap permasalahan sederhana Mengelompokkan benda berdasarkan konsep banyak dan sedikit Memecahkan sederhana dalam kehidupan sehari-hari . ebagai peserta didik, anak dan tema. dengan cara yang fleksibel dan diterima oleh lingkungan Mengklasifikasikan dengan berdasarkan ukuran, pola, fungsi, sifat, tekstur dan ciri-ciri. Membandingkan besar-kecil, banyak- sedikit, panjang-pendek, beratringan, tinggi- rendah, antara benda yang satu dengan benda yang lainnya. satuan tidak baku Hasil dan Pembahasan Prasiklus Penelitian tindakan kelas disini akan menunjukkan hasil penelitian tindakan kelas di TK Aisiyah Bustanul Athfal 2 Anggana yang mencakup tentang meningkatan perkembangan kognitif melalui media balok pada anak usia 4 - 5 tahun di TK Aisiyah Bustanul Atfhal 2 Anggana. Peneliti terlebih dahulu melakukan wawancara dengan guru untuk mengidentifikasikan permasalahan yang ada pada saat pembelajaran dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak melalui media balok di TK Aisiyah Bustanul Athfal 2 Anggana. Penelitian dilaksanakan dengan observasi dan mewawancarai guru. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Melalui Media Balok Di Tk Aisyah Bustanul Athfal 2 Anggana Tabel 1. Penilaian prasiklus No Nama Siswa Indikator Skor Mengelompokkan Mengklasifikasikan Memecahkan masalah jumlah benda benda berdasarkan ukuran nya BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB 1 Maira azrina ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue Mellysa 3 Muhammad 4 Muhammad 5 Muhammad 6 Nur avika ue Berdasarkan table di atas dapat disimpulkan bahwa anak-anak di Tk Aisiyah Bustanul Atfhal 2 Anggana kelompok A masih banyak anak-anak yang perkembangan kognitifnya belum berkembang, dapat kita lihat dari keseluruhan skor nya ialah 73%. Data prasiklus dapat dilihat dengan jelas melalui grafik dibawah ini. mengelompokkan jumlah mengklasifiksikan benda berdasarkan ukuran memcahkan masalah Berdasarkan grafik kemampuan kognitif anak prasiklus terlihat dari indikator di atas dengan rata-rata 73 %, oleh karena itu peneliti berencana akan melakukan tindakan dengan menggunakan media balok untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Astrid Larasati. Arinda Octavia. Dewi Eka Yanti. Rita. Mardiana. Rabiatul Adawiyah Siklus 1 Tindakan penelitian kelas siklus 1 dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, siklus ini menggunakan 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Kemudian pada setiap pertemuan peneliti mengimplementasikan media balok pada siklus 1 dengan indikator memecahkan masalah, menggelompokkan jumlah, mengklasifikasikan ukuran balok. Tabel 2. Penilaian siklus 1 No Nama Siswa Indikator Skor Mengelompokkan Mengklasifikasikan Memecahkan masalah jumlah benda benda berdasarkan BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB Maira azrina Mellysa Muhammad Muhammad Muhammad Nur avika ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue Dari analisis tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam kemampuan kognitif anak. Pada prasiklus, persentase mencapai 73 % yang menunjukkan kondisi awal kemampuan kognitif anak. Namun melalui intervensi dan implementasi media balok pada siklus 1, terjadi peningkatan yang mencolok hingga mencapai 89 %. Peningkatan sebanyak ini memberi gambaran yang positif, mengindikasikan bahwa pendektan yang digunakan efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak-anak. Lebih jauh lagi, hasil pada siklus 1 telah mencapai kategori sangat baik, menunjukkan bahwa intervensi dengan media balok memberikan dampak yang sangat positif terhadap perkembangan kognitif anak-anak di TK tersebut. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Melalui Media Balok Di Tk Aisyah Bustanul Athfal 2 Anggana mengelompokan jumlah benda mengklasifikasikan benda berdasarkan ukuran memecahkan masalah Diagram di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media balok dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Berikut adalah grafik Persentase Peningkatan Perkembangan Kognitif Anak Prasiklus dan Siklus 1. mengelompokkan jumlah benda mengklasifikasikan benda berdasarkan ukuran memecahkan masalah Dalam hasil observasi perkembangan kognitif anak pada prasiklus, peneliti dapat mengamati bahwa sebagaian anak masih mengalami keterbatasan dalam pengembangan aspek kognitif nya. Pada tahap ini, terlihat bahwa beberapa anak menghadapi beberapa kesulitan dalam kemampuan mengklasifikasikan benda berdasarkan ukuran dan dalam memecahkan masalah. Kondisi awal ini menggaambarkan bahwa perkembangan kognitif anak-anak tersebut belum optimal. Dari jumlah anak 6 orang di kelas A, terdapat 4 anak BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Astrid Larasati. Arinda Octavia. Dewi Eka Yanti. Rita. Mardiana. Rabiatul Adawiyah yang masih berkembang (MB) dan 2 anak yang sudah berkembang sesuai harapan (BSH), anak-anak tersebut masih dibantu oleh guru untuk meningkatkan perkembangan Kegiatan refleksi dengaan guru kelas setelah prasiklus menjadi langkah yang sangat penting dalam menyususn rencana tindakan selanjutnya. Dengan menyimpulkan banyak kekurangan dalam pelaksanaan prasiklus, peneliti dan guru kelas sepakat untuk melanjutkan ke siklus 1. Keputusan ini dapat diambil untuk memberikan kesempatan lebih lanjut dalam mengimplementasikan intervensi dengan media balok dan mengukur kemajuan perkembangan kognitif anak-anak di kelas tersebut. Siklus 1 diharapkan dapat menjadi fase pengembangan dan penyempurnaan dari prasiklus, dengan fokus pada upaya mengatasi kekurangan yang telah diidentifikasi. Dengan melibatkan guru kelas dalam proses refleksi dan perencanaan, kolaborasi yang baik dapat terjalin untuk mencapai tujuan peningkatan perkembangan kognitif anak secara optimal, dalam mengklasifikasikan benda sesuai ukuran, memecahkan masalah. Pembelajaran media bermain balok yang diterapkan akan dilakukan perbaikan-perbaikan dalam mencapai indikator yang diinginkan. Penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan di TK Aisyiah Bustanul Athfal 2 Anggana membuktikan bahwa penggunaan media balok efektif dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak-anak. Melalui serangkaian langkah-langkah penelitian , hasilnya menunjukkan bahwa media balok dapat menjadi alat yang sangat berharga dalam konteks pembelajaran tersebut Adanya perubahan positif sebesar 89% dalam kemampuan kognitif anak merupakan indikator kuat bahwa metode ini tidak hanya efektif tetapi juga relevan dengan kebutuhan pengembangan anak usia dini. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang pentingnya penggunaan media balok dalam mendukung perkembangan kognitif anak di lingkungan TK, serta menegaskan bahwa strategi ini dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan sejenis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Simpulan Perkembangan kognitif pada anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk dasar kemampuan berfikir dan pemecahan masalah yang lebih kompleks di masa depan. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak adalah melalui media balok. Di tk aisyiah bustanul atfhal 2 anggana, menggunakan media balok telah memberikan konstribusi yang signifikan dengan peningkatan sebesar 89 % dalam kemampuan kognitif anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media balok memungkinkan anak-anak untuk mengembangkan keterampilan memecahkan masalah, mengelompokkan jumlah balok, dan mengenali ukuran balok sesuai dengan klasifikasinya. Dengan melalui media balok anak-anak dapat lebih efektif mengasah kemampuan kognitif mereka, memperoleh keahlian dalam mengatasi tantangan, dan mengembangkan fondasi yang kokoh untuk pembelajaran yang lebih lanjut. Referensi