Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Analisis Keterampilan Sosial Siswa Sekolah MTs N 2 Bandung pada Ekstrakurikuler Pencak Silat Ade Ahmad Gunansyah 11. Carsiwan2. Marisa Noviyanti Fajrah Ilsya3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia Email: adeah007@upi. edu, carsiwan@upi. edu, marisa. nfi@upi. Abstrak Pencak Silat merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter. Sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan seperti MTsN 2 Bandung. Pencak Silat memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan keterampilan sosial kepada siswa. Kegiatan ini mengintegrasikan empat aspek utama, yaitu mental-spiritual, bela diri, seni, dan olahraga, yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter positif siswa, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, rasa hormat, dan kepedulian Dalam konteks MTsN 2 Bandung. Pencak Silat dijadikan sebagai strategi untuk mengembangkan karakter keterampilan sosial pada siswa yang selama ini dinilai masih kurang optimal. Berdasarkan hasil kuisioner, ditemukan bahwa sebagian siswa belum menunjukkan sikap keterampilan sosial yang mencerminkan nilai-nilai luhur tersebut, sehingga diperlukan penguatan melalui kegiatan seperti Pencak Silat. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi seni bela diri tradisional dalam pendidikan karakter guna menciptakan pribadi yang bermartabat dan berketerampilan sosial. Kata Kunci : Pencak Silat. Keterampilan Sosial. Ekstrakurikuler PENDAHULUAN Pencak Silat merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang patut dijaga dan diwariskan ke generasi berikutnya. Seni bela diri ini berfungsi sebagai sarana pertahanan diri yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan situasi yang dihadapi. Sejarah Pencak Silat telah berlangsung sejak masa prasejarah hingga era pascakemerdekaan. Sebagai seni bela diri asli Indonesia. Pencak Silat mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan ajaran moral dan budi pekerti, mencakup kemampuan untuk bersikap etis serta mengendalikan diri. Oleh karena itu. Pencak Silat juga mencerminkan dimensi etika, moralitas, dan pengendalian diri. Tingkah laku sosial yang positif yang ditunjukkan oleh siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat kemungkinan besar dipengaruhi oleh kebiasaan mereka dalam memulai setiap sesi latihan dengan doa dan penyerahan diri kepada Allah, serta pembacaan Tri Satya Pencak Silat. Selain itu, mereka dibiasakan untuk menunjukkan sikap saling menghormati, baik kepada yang lebih tua maupun yang lebih muda. Dalam proses pelatihan, peserta juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu sebelum dapat belajar seni bela diri ini di perguruan. Pencak silat sendiri merupakan salah satu cabang olahraga yang berkembang pesat di Indonesia dan dikenal sebagai seni bela diri tradisional khas bangsa Indonesia. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Ekstrakurikuler pencak silat memberikan beragam manfaat. Selain berperan dalam menumbuhkan minat dan bakat serta membentuk karakter siswa, pencak silat juga berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan berpikir. Fadriati . mengemukakan bahwa kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan berdasarkan dimensi pengetahuan, yang meliputi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Penelitian de Castella dalam Madrotillah & Zein . juga mengungkapkan bahwa pencak silat mampu meningkatkan rasa percaya diri serta mengajarkan cara menghadapi konflik dan agresivitas. Banyak anak belum pernah melihat sosok kuat secara fisik yang memilih untuk tidak menggunakan kekuatan tersebut secara kasar, menunjukkan bahwa seni bela diri seperti silat tidak hanya memperkuat fisik, tetapi juga mendukung perkembangan mental yang Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat, terkandung empat unsur utama, yaitu aspek mental-spiritual, bela diri, seni, dan olahraga. Keempat aspek ini berperan penting dalam membentuk karakter dan perilaku sosial peserta didik menjadi lebih Hal ini disebabkan oleh penekanan pencak silat terhadap nilai-nilai moral dan ajaran budi pekerti yang luhur. Oleh karena itu, siswa sebagai individu sekaligus makhluk sosial dituntut untuk terus mengembangkan kualitas diri guna mencapai pribadi yang bermartabat. Nilai-nilai yang ditanamkan mencakup keteguhan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepribadian yang baik, kemampuan mengendalikan diri, rasa tanggung jawab, sikap hormat kepada orang tua dan guru, kepedulian sosial yang tinggi, serta sikap rendah hati, ramah, sopan dalam berbicara maupun dalam berinteraksi dengan lingkungan MTSN 2 Bandung merupakan lembaga pendidikan yang mendidik siswanya untuk menumbuhkan karakter religius pada siswa dan juga ilmu-ilmu umum seperti sekolah pada Salah satu sarana dalam menumbuhkan karakter religius yang dilaksanakan di MTSN 2 Bandung ialah pelaksananaan ekstrakurikuler Pencak Silat yang dilakukan disekolah tersebut. Sehingga banyak sekali cara dan juga strategi yang digunakan untuk memaksimalkan dalam proses pembentukan karakter religius pada siswa. Berdasarkan hasil kuisioner yang peneliti lakukan di MTSN 2 Bandung saat mengikuti kegiatan keagamaan maupun kegiatan pembelajaran, dan juga perilaku siswa pada saat di sekolah maupun di luar sekolah. Seperti, kurangnya sikap sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, tanggung jawab, kedisiplinan serta perilaku yang lain. Sehinga perlu adanya tindakan dalam pengembangan karakter religius siswa agar dapat lebih memahami tentang apa itu karakter religius dan juga penerapan pada kehidupan sehari-hari, salah satunya pengembangan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. METODE Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner, dan tujuan penelitian ini adalah menganalisis Keterampilan Sosial Siswa. Keterampilan Sosial Siswa peserta didik mengikuti ekstrakurikuler Pencak Silat di MTSN 2 Bandung. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik statistik yang dituangkan dalam bentuk persentase. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 HASIL DAN PEMBAHASAN Apabila para pelaksana atau penyelenggara kegiatan pendidikan memiliki karakter yang baik, maka hasil yang diperoleh pun akan positif. Dalam hal ini, pencak silat memiliki peranan penting dalam membentuk karakter, karena salah satu tujuannya adalah menciptakan individu yang berakhlak mulia. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran guru atau pelatih sangat krusial dalam membentuk cara berpikir siswa pencak silat. Mengingat pencak silat berkontribusi besar dalam meningkatkan sikap mental serta kualitas pribadi generasi muda secara berkesinambungan, maka pencak silat dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan sebagai sarana untuk membina kedisiplinan dan sikap mental siswa. Dari aspek-aspek ini, siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler pencak silat dapat secara tidak langsung mengembangkan bakat dan kemampuan mereka dalam membentuk kepribadian yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ini dibuktikan oleh siswa yang taat dalam ibadah mereka dan juga memiliki tujuan dalam hidup masing-masing, sesuai dengan apa yang telah diajarkan. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat harus mematuhi prinsip-prinsip program ekstrakurikuler yang baik untuk pengembangan kegiatan ini, termasuk semua kegiatan sekolah harus diarahkan untuk pembentukan karakter anak, harus ada keselarasan antara program dan kebutuhan masyarakat, harus sesuai dengan karakteristik anak-anak, dan harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh sekolah harus mampu membantu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa dalam membentuk kepribadian seperti rasa tanggung jawab, ketaatan terhadap aturan sekolah, disiplin, dan kemampuan menghargai guru maupun teman sebaya. Begitu pula, program yang dilaksanakan harus memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga dapat menarik masyarakat untuk melibatkan anak-anak mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dianggap sangat perlu untuk mendukung pendidikan formal seperti di sekolah dan saat berada di lingkungan Salah satu program ekstrakurikuler adalah kegiatan pencak silat, di mana siswa diajarkan untuk kuat baik secara fisik maupun mental, serta menjadi siswa yang berani karena benar dan takut karena salah. Kegiatan ekstrakurikuler juga harus mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan Misalnya, kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat, yang sekarang dipadukan dengan kegiatan di mana sebelumnya berlatih Pencak Silat hanya untuk tujuan pertahanan diri dari serangan, kini Pencak Silat bisa menjadi ranah untuk prestasi yang dapat kita kembangkan di bidang pendidikan sekolah. Adapun tujuan dari kegiatan Ekstrakurikuler Meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam semesta. Menyalurkan dan mengembangkan potensi dan bakat peserta didik agar dapat menjadi manusia yang berkreativitas tinggi dan penuh dengan karya. Melatih sikap disiplin, kejujuran, kepercayaan, dan tanggung jawab menjalankan tugas (Depdikbu. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Hasil realita dilapangan penulis menemukan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di MTSN 2 Bandung, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini dilakukan setelah pulang sekolah tepatnya pukul 13. 30 WIB di lapangan sekolah. Kegiatan ini dilakukan seminggu sekali pada hari JumAoat dan pelatih pencak silat selalu memotivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler pencak silat. Kegiatan ini tidak diwajibkan oleh seluruh siswa hanya kelas yang ingin mengolah minat dan bakatnya. Adapun kegiatan ini banyak diminati siswa. Dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat diharapkan dapat mendidik siswa menjadi siswa yang berakhlakul karimah serta menjadi siswa yang dapat memiliki rasa tanggung jawab dan anti diskriminasi. Namun, keadaan dilapangan masih ada beberapa siswa yang berperilaku menyimpang, contohnya saling memukul, berkata tidak sopan, saling mengejek, kurangnya rasa peduli sesama teman, tidak mematuhi aturan sekolah dan kurangnya gotong royong . Hasil Kuesioner Pada Analisis Keterampilan Sosial Siswa Sekolah MTSN 2 Bandung Pada Ekstrakulikuler Pencak Silat, yang menjadi objek penelitiannya adalah para siswa yang mengikuti ekstrakulikuler pencak silat di MTSN 2 Bandung. Kuesioner disebar menggunakan google form kepada para siswa dengan jumlah responden 15 siswa. Kuesioner dirancang untuk mengukur keterampilan sosial siswa berdasarkan 4 indikator yaitu kerja sama, empati, komunikasi dan tanggung jawab sosial. Setiap indikator memiliki 2 pernyataan, dan respon diukur dengan skala likert 4 poin yaitu: Tabel 1. Indikator Penilaian Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju STS Sangat Tidak Setuju Tabel 1 menujukan pilihan untuk menentukan suatu pernyataan yang sesuai dengan kebenaran pribadi yaitu para siswa pada kuesioner yang akan dibagikan kepada para siswa yang mengikuti ekstrakulikuler pencak silat di MTSN 2 Bandung. Analisis Deskriptif Karakteristik responden dan jawaban responden merupakan analisis deskriptif dalam Deskripsi Jenis Kelamin Deskripsi jenis kelamin responden, terdiri atas dua karakteristik yaitu laki-laki dan Perempuan. Jumlah jenis kelamin dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 2. Jenis Kelamin Keterangan Jumlah Persentase Laki-laki 73,33% Perempuan 4 26,67% Total Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Tabel 2 menujukan responden terdiri dari laki-laki dan perempuan. Hasil deskripsi deskripsi responden menunjukan mayoritas adalah laki-laki sebanyak 11 orang atau 73,33% sedangkan perempuan sebanyak 4 orang atau 26,67%. Indikator Kerjasama Tabel 3. Pernyataan mengenai kerjasama Pernyataan SS S TS STS Saya mudah bekerja sama dengan teman saat latihan Saya mau membantu teman yang kesulitan ketika latihan pencak silat 10 4 Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa para siswa yang mengikuti ekstrakulikuler pencak silat di MTSN 2 Bandung memiliki tingkat kerjasama yang baik dengan total sangat setuju/setuju : 28 dari 30 jawaban . y100=93,33%. Namun, ada 2 jawaban yang memilih pernyataan tidak setuju. Indikator Empati Tabel 4. Pernyataan mengenai sikap empati Pernyataan STS Saya merasa peduli saat melihat teman cedera Saya berusaha memahami perasaan teman yang sedang bersedih Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa para siswa yang mengikuti ekstrakulikuler pencak silat di MTSN 2 Bandung memiliki rasa empati yang baik dengan Total sangat setuju/setuju : 28 dari 30 jawaban . y100=93,33%. Namun, ada 2 siswa yang memilih pernyataan tidak setuju. Indikator Komunikasi Tabel 5. Pernyataan untuk menilai komunikasi Pernyataan STS Saya berani berbicara di depan kelompok saat latihan Saya dapat menyampaikan pendapat dengan jelas Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa para siswa yang mengikuti ekstrakulikuler pencak silat di MTSN 2 Bandung memiliki keberanian komunikasi dengan Total sangat setuju/setuju : 24 dari 30 jawaban . x100=80% dan ada 4 orang siswa yang belum cukup keberanian untuk berkomunikasi dengan baik. Indikator Tanggung Jawab Sosial Tabel 6. Pernyataan tentang tanggung jawab sosial Pernyataan Saya datang tepat waktu saat latihan Saya menjaga nama baik tim pencak silat di dalam maupun di luar 10 STS Berdasarkan Tabel 6 dapat dikaetahui bahwa para siswa yang mengikuti ekstrakulikuler pencak silat di MTSN 2 Bandung memiliki rasa tanggung jawan sosial yang Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 baik dengan Total sangat setuju/setuju : 27 dari 30 jawaban . x100=90% namun ada 3 orang yang belum memiliki rasa tanggung jawab. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada 15 siswa . laki-laki dan 4 perempua. , dapat disimpulkan bahwa Siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di MTsN 2 Bandung menunjukkan tingkat keterampilan sosial yang tinggi, dengan persentase rata-rata di atas 85%. Siswa perempuan cenderung menunjukkan empati dan tanggung jawab sosial yang sedikit lebih tinggi, sedangkan siswa laki-laki unggul dalam kerja sama. Ekstrakurikuler pencak silat berperan penting dalam membentuk sikap sosial yang positif melalui aktivitas kelompok, latihan fisik, dan kedisiplinan. DAFTAR PUSTAKA