PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP NIAT BERWIRAUSAHA DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS DARUNNAJAH Engga Jalaludin1 Rizka Fajrina S2 NurMajdina3 Universitas darunnajah123 Email: engga. jalaludin@darunnajah. Rizkafajrina@darunnajah. nurmajdina@darunnajah. Received June 13th 2023 Revised Aug 17th 2023 Accepted Sept 30th 2023 ABSTRACT This study intends to perform empirical research on Darunnajah University students' selfefficacy, entrepreneurial intention, and entrepreneurship education. On the basis of crosectional data, the author employs a quantitative approach. Students in the Faculty of Commerce at Darunnajah University were the intended target demographic for the random sample approach. To get responses from survey participants, the author employs a questionnaire. The structural equation model (SEM) is employed by the author. According to research, the introduction of possibilities and the development of entrepreneurship knowledge, in particular, have a considerable beneficial influence on entrepreneurial self-efficacy and entrepreneurial ambition. Entrepreneurial intention is positively and significantly impacted by the business self-efficacy component as well. Keywords: Entrepreneurship education . Self-efficacy, and Entrepreneurial Intentions PENDAHULUAN Salah satu indikator yang penting dari potensi bisnis yang penerimaan diri seseorang untuk menciptakan bisnis baru di masa depan adalah niat berwirausaha (Thompson 2. beberapa dekade terakhir konsep ini menjadi subjek bagi para ahli (Soomro. Memon, and Shah 2. Konsep ini menjadi penting dalam teori terencana oleh (Ajzen, 1. , teori peristiwa bisnis . usiness event theor. oleh Shapero dan Sokol . dan dalam hubunganya dengan kewirausahaan. Teori-teori ini menjelaskan bahwa bisnis yang memiliki risiko seperti membuat usaha tidak dapat diprediksi, seorang pengusaha harus terlibat dalam Oleh sebab itu, menjalankan bisnis harus melalui perencanaan terlebih dahulu dan dipertimbangkan dengan cermat. Sebaliknya, beberapa penelitian penelitian terkait kewirausahaan telah menyatakan bahwa niat perilaku kewirausahaan di masa Pendidikan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan sikap, perilaku dan kemampuan yang akan digunakan dalam karir bisnis (Wilson et al. Hal ini akan meningkatkan kemandirian, keinginan, kemampuan kesadaran akan peluang, dan toleransi terhadap ambiguitas melalui sikap, waktu integrasi sifat, niat, dan perilaku (Steenekamp 2. Disisi lain pendidikan kewirausahaan, merupakan hal yang kompleks karena banyak tujuan, metode, dan Akibatnya, program pendidikan terkait pendidikan kewirausahaan Media Mahardhika Vol. No. September 2023 muncul dalam berbagai bentuk dan nama (Pittaway and Edwards 2. Kemudian, program pendidikan mempersiapkan individu dengan menginspirasi pendekatan bisnis dalam mengejar tujuan sosial(Hoppe, dkk, 2. Dengan cara ini, hasil penelitian terdahulu memberikan bukti tentang hubungan antara pendidikan kewirausahaan dan niat kewirausahaan dengan efikasi diri (Memon, 2019. Puni, 2018. Ndofirepi Efikasi adalah keyakinan individu bahwa kompetensi yang memadai untuk unggul dalam suatu bisnis (Memon dkk, 2. Beberapa hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa pendidikan bisnis dan kewirausahaan menjadi target penelitian bagi berbagai studi yang meneliti pendidikan kewirausahaan, niat dan efikasi diri (Sidratulmunthah dkk. Soomro, 2019. Ndofirepi 2. penelitian ini dilakukan di antara mahasiswa bisnis. Namun, pengetahuan yang signifikan tentang kewirausahaan serta sikap untuk memulai bisnis dan/atau bisnis mereka(Davey, dkk2. Berangkat dari kesadaran berwirausaha dan efikasi diri wirausaha, maka penelitian ini menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap sifat-sifat Penelitian ini dilakukan di kalangan mahasiswa fakultas bisnis Universitas Darunnajah. Penelitian ini juga mencari mata rantai yang kewirausahaan, niat berwirausaha dan efikasi diri wirausaha. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris bagi pembuat kebijakan dan manajemen perguruan tinggi untuk kewirausahaan yang bermanfaat yang secara kuat mengembangkan niat berwirausaha dan efikasi diri di kalangan mahasiswa. TINJAUAN PUSTAKA Niat sebagai keyakinan kuat di antara individu yang ingin mendirikan dan menjalanankan perusahaan baru di masa depan (Thompson 2. Dalam hal ini, beberapa peneliti telah melakukan penelitian tentang niat berwirausaha dengan menggunakan faktor berbeda di negara(Soomro dan(Ndofirepi 2. Selain itu, niat berwirausaha menjadi lebih dikenal (Shouming dkk, 2012. Kusumajanto. Hoang dkk. , 2. Pendidikan kewirausahaan dan pelatihan membina mencapai hasil yang diinginkan (Ndofirepi 2. Dalam penelitianya pada siswa kejuruan. (Ndofirepi 2. positif dan signifikan terhadap niat (Ali, 2. dalam penelitianya mengemukakan bahwa modal sosial mempunyai peranan penting pada meningkatkan persepsi norma-norma sosial, persepsi efikasi diri, dan persepsi Demikian pula, variabel efikasi diri wirausaha, kepribadian proaktif, dan prediktor niat berwirausaha yang signifikan di kalangan mahasiswa. Lebih lanjut, efikasi diri wirausaha secara Media Mahardhika Vol. No. September 2023 parsial memediasi hubungan antara niat berwirausaha dan kepribadian proaktif (Sidratulmunthah et al. , 2. Efikasi diri wirausaha juga diyakini memiliki pengaruh signifikan terhadap seseorang menjadi wirausaha (Shakir, 2. Pengakuan peluang. Efikasi diri wirausaha . Niat Berwirausaha Pengusaha pemula dapat belajar melalui perilaku dan praktik bisnis yang kuat. Untuk mengembangkan pembelajaran ini, pendidikan kewirausahaan secara signifikan bertanggung jawab untuk kemampuan dasar mereka untuk memperkuat niat berwirausaha (Soomro dan Shah, 2. Dalam literatur prediktor niat berwirausaha yang signifikan (Puni dkk. , 2018. Boldureanu dkk, 2020. Ali, 2013. Menurut Dickson dkk. substansial mempengaruhi kemampuan individu untuk memulai usaha baru. Hasil penelitian Asimakopoulos dkk. pendidikan kewirausahaan terhadap niat kewirausahaan di masa depan. Otoritas universitas di Indonesia berupaya mengembangkan pendidikan kewirausahaan untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam berwirausaha. Kemajuan dalam penyediaan pendidikan menciptakan efikasi diri wirausahawan di kalangan mahasiswa. Pada akhirnya, memberikan keyakinan untuk bekerja lebih baik melalui pendirian bisnis (Kusumajanto, 2. Sejalan dengan itu. Puniet al. menyatakan bahwa dimensi pendidikan kewirausahaan yaitu EKA dan OR akan berpengaruh positif terhadap niat berwirausaha dan efikasi diri wirausahawan. kewirausahaan berpengaruh positif terhadap niat berwirausaha melalui orientasi belajar dan efikasi diri (Hoang et al. , 2. Hasilnya, penelitian lainya mengkonfirmasi pengaruh OR terhadap ESE, dan EI (Shouming et al. , 2012. Kusumajanto, 2015. Hoang et al. , 2. yaitu di kalangan mahasiswa bisnis dan Universitas menawarkan pendidikan kewirausahaan dianggap memainkan peran penting dalam berkontribusi secara holistik teknologi serta inovasi regional (Clark. Dengan demikian, mahasiswa Universitas Darunnajah keterampilan, sikap dan pengetahuan untuk berhasil mengelola bisnis, perdagangan dan industri (Bamba et al. Selain perdagangan yang mempelajari kursus EE mengambil langkah besar untuk mendapatkan peluang lebih baik dalam memasuki karir yang melibatkan pendirian perusahaan bisnis (Davey et , 2. Meskipun demikian, sangat sedikit penyelidikan yang dilakukan Pakistan (Soomro dan Shah, 2015. Soomro dkk. , 2. Oleh karena itu, penulis mengajukan hipotesis berikut: H1a. Pengakuan peluang secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap efikasi diri wirausaha. H1b. Pengakuan peluang secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap niat berwirausaha. Pengaruh Akuisisi Pengetahuan Kewirausahaan. Efikasi Diri Niat Berwirausaha penting untuk mengenali kerangka pendidikan kewirausahaan. Akuisisi pendidikan kewirausahaan wirausahawan dan membekali mereka dengan keterampilan untuk memahami bisnis dan menjadi wirausaha sukses (Aruwa. Pendidikan menciptakan suasana bersahabat bagi Media Mahardhika Vol. No. September 2023 kewirausahaan sebagai karir bagi para Selain mengembangkan ikatan yang kuat dengan niat berwirausaha (Heuer dan Kolvereid, 2. Dalam model yang Souitaris . menunjukkan bahwa peningkatan niat berwirausaha hanya mungkin terjadi melalui mahasiswa yang mempelajari program pendidikan kewirausahaan. Memon dkk. mengeksplorasi instrumental, kecenderungan risiko, eifikasi diri wirausahawan. Akibatnya, kewirausahaan dan pelatihan terkait memiliki peran besar dalam membina mengembangkan niat berwirausaha (Ndofirepi, 2. Melalui pendidikan kewirausahaan dapat mengarah pada segala bentuk dukungan universitasbisnis. Mahasiswa mungkin terlibat dalam memimpin pembentukan usaha baru selama masa studi mereka, setelah lulus atau pada fase masa depan lainnya (Gibb dan Hannon, 2. Namun penelitian terhadap hubungan tersebut (Akuisisi Pengetahuan Kewirausahaan. Efikasi Diri wirausawan, terhadap Niat Berwirausah. di kalangan mahasiswa saat ini masih diperlukan. Oleh karena itu, penulis mengembangkan hipotesis H2a: Akuisisi kewirausahaan secara positif dan signifikan berpengaruh efikasi diri H2b. Akuisisi kewirausahaan secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap niat Pengaruh Efikasi diri wirausaha dan niat berwirausaha Efikasi diri wirausaha dianggap mennyatakan bahwa efikasi diri terhadap niat berwirausaha secara Sebaliknya. Puni dkk. wirausaha dan niat berwirausaha memiliki hubungan positif. Dalam kewirausahaan. Adanya tingkat efikasi diri wirausaha yang tinggi berarti wirausahawan telah mengambil risiko yang paling besar (Ali dan Yousuf. Selain itu, tingkat efikasi diri wirausaha yang tinggi menunjukkan minat intrinsik yang lebih tinggi terhadap perilaku kewirausahaan dan usaha kewirausahaan (Hoang et al. Memon et al. , 2019. Hasilnya, banyak penelitian di bidang ini memperkuat kontribusi signifikan efikasi diri wirausaha dalam pembentukan niat berwirausaha di kalangan individu (Yousuf, 2019. Asimakopoulos et al. , 2019 dan Puniet , 2018. Namun, hanya sedikit penelitian yang dapat mengkonfirmasi pengaruh ini di kalangan mahasiswa bisnis di Indonesia (Memon et al. , 2019. Ali dan Yousuf, 2019. Sidratulmunthah et al. , 2. Oleh karena itu, penulis mengusulkan agar: H3. Efikasi diri wirausaha positif dan signifikan berpengaruh terhadap niat berwirausaha. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang terdaftar dan aktif di Fakultas Bisnis Universitas Darunnajah. Penentuan dilakukan secara Random Sample Tecnique yaitu pengambilan sampel secara acak dengan maksud untuk memberikan kesempatan yang sama bagi responden untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Data menyebarkan 250 kuesioner online kepada mahasiswa yang terdaftar dan aktif di Fakultas Bisnis Universitas Media Mahardhika Vol. No. September 2023 Darunnajah melalui grup wa dan email Data dikumpulkan dari bulan Juni 2023 hingga Juli 2023. Kuesioner yang dikembalikan, sebanyak 218 kuesioner yang telah diisi, sehingga menghasilkan tingkat respons sebesar kuesioner yang dapat digunakan Model Pengukuran Penelitian ini menggunakan pemodelan persamaan struktural (SEM), karena merupakan kerangka statistik multivariat yang kuat, untuk menguji hubungan langsung dan kompleks dalam model (McDonald dan Ho, 2. Alat penelitian ini menggunakan AMOSS Dalam model pengukuran, skor loading faktor muncul dengan internal concistency yang ideal (>0,. antar item individual (Hair et al. , 2. Namun, dua item, yaitu apk4 dan edw5, tidak dimasukan di atas skor yang disarankan (>0,. (Hairet al. , 2. (Tabel . Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk mengecualikan itemitem ini karena tidak memenuhi loading factor, juga tidak memenuhi syarat, di Tabel 1. Statistik deskriptif, dan matriks korelasi Variabel Mean Niat berwirausaha Efikasi diri wirausaha Pengakuan kesempatan Akusisi pengetahuan Std. Deviation Catatan. : ** Korelasinya signifikan pada tingkat 0,01 . -taile. *korelasi signifikan pada level 0,05 . -taile. Tabel 3. Model Pengukuran Variabel Pengakuan kesempatan Akusisi pengetahuan Efikasi diri wirausaha Niat berwirausaha Item code Factor AVE Media Mahardhika Vol. No. September 2023 nb4 Sumber : Data diolah pada nilai yang disyaratkan. Penulis . tau reliabilitas konstru. (Netemeyeret al. untuk mengukur jumlah total varians skor aktual relatif terhadap varians skor skala penuh. Melalui hal ini, kami mengamati bagaimana Auindikator variansi bersama di antara variabel-variabel digunakan sebagai indikator konstruksi latenAy (Fornell dan Larcker, 1. Hasilnya, nilainya ditemukan antara 0,832 dan 0,899 (Tabel . , dengan kata lain, >0,70, seperti yang disarankan oleh Gefen dkk. dan Kline . Demikian pula, nilai AVE digunakan konstruk (Fornell dan Larker, 1. Nilai AVE juga memperkirakan konvergensi yang memadai dengan skor di atas 0,5 (Hair et al. , 1. Dengan cara ini, penelitian kami menunjukkan skor >0,70 (Hairet al. , 1998. Hairet al. untuk konstruksi lainnya (Tabel Akhirnya, alpha Cronbach () ditemukan antara 0,800 dan 0,870 (Tabel . , yang memuaskan dalam hal konsistensi internal antara item-item konstruk (>0,. (Nunnally dan Bernstein,1. Model Struktural Dalam penelitian ini, penulis tidak menggunakan variabel kontrol apa Dimasukkannya variabel kontrol berpotensi mengurangi jumlah varians yang dapat dijelaskan dan mengurangi kekuatan statistik dan derajat kebebasan yang tersedia (Carlson dan Wu, 2. Penyertaan dalam model ini juga dapat menunjukkan bahwa prediktor tidak terkait dengan kriteria atau terhubung secara tidak terduga (Becker, 2005. Breaugh, 2008. Carlson dan Wu, 2. Akibatnya, hasil ini dapat menyebabkan hasil yang salah. Kesesuaian model pertama kali diuji dengan menggunakan statistik chi-kuadrat dengan nilai N2 yang tidak signifikan (CMIN/df 5 2,774 (<3 atau p > 0,. (Gambar 2 dan Tabel . dengan data yang ada (Hair et , 2. Selain itu, indeks kesesuaian model lain yang relevan yaitu, indeks Good fit index (GFI) . Adjusted fit index (AGFI) . Normative fit index (NFI) . Comparative fit index (CFI) ) . and Root Mean Square Error Approximation (RMSEA) ( . menemukan bahwa model memiliki kecocokan yang baik . ilai cut-off 5 0,. 2 5 244,661 dengan nilai p lebih kecil dari 0,001. Terakhir, untuk mengkonfirmasi efek yang diusulkan, mencatat 5 standard error (SE) dan d critical ratio(CR) berdasarkan jalur signifikan pada p <0,01***. Penulis menemukan pengaruh positif yang signifikan dari PK pada EDW, dan NB (H1a 5 error types [SE] CR 5 5,225*** . H1b5SE50. CR5 6,723*** . H1c 5 SE 5 0. CR5 6 999*** . (Tabel 2 dan Tabel . Oleh karena itu. H1a. H1b dan H1c diterima. Demikian pula bobot SEM untuk H2a. H2b dan H2c menunjukkan hasil sebagai berikut (H2a 5 SE 5 0,082. CR 5 6,986***. H2b 5 SE 5 0,038. CR 5 5 228*** . H2c5SE50. CR 5 5,821***. p 0,. (Gambar 2 dan Tabel . Oleh karena itu, analisis mendukung H2a. H2b dan H2c. Selain itu, kami menemukan pengaruh EDW yang signifikan dan positif terhadap NB (H35SE50. 5 6,728***. pO0,. (Tabel 2 dan Tabel Hasilnya. H3 diterima. PEMBAHASAN Tujuan utama dari penelitian ini pendidikan kewirausahaan,dan efikasi berwirausaha mahasiswa fakultas bisnis Media Mahardhika Vol. No. September 2023 Universitas Darunnajah. Penulis juga menganalisis hubungan langsung efikasi Berdasarkan literatur, penulis mengembangkan model dan Hasilnya, kami menemukan adanya pengaruh signifikan Pendidikan kewirausahaan (PK dan APK) pada EDW, dan NB (H1a, dan H1b dan H2a, dan H2b didukun. Pengaruh positif Pendidikan dengan beberapa penelitian yaitu (Shouming dkk, 2012. Kusumajanto, 2015 dan Hoang dkk. , yang menemukan hasil yang sama di antara mahasiswa di berbagai bidang, seperti mahasiswa bisnis dan kewirausahaan. Hasil positif mencerminkan bahwa universitas dengan pendidikan penting dalam mengembangkan niat berwirausaha dan kepercayaan diri mahasiswa bisnis (Clark, 2. Mata kuliah kewirausahaan menghasilkan ide bisnis di kalangan mahasiswa bisnis. Melalui pendidikan kewirausahaan, mereka disadarkan akan pilihan karir masa depan. Pelatihan Kewirausahaan meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memanfaatkan peluang yang lebih baik dalam lingkungan bisnis. Mungkin, memberdayakan mereka secara efektif menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. Mereka menjadi mampu mengenali wirausaha sukses dalam hal risiko, inovasi, dan Mereka keterampilan yang dibutuhkan dan penting untuk mengembangkan dan mengelola usaha baru. Pendidikan pemahaman tentang berbagai sumber pendanaan untuk memulai usaha bisnis Tabel 4. Index Kesesuaian Model CFI RMSEA NFI CMIN/df GFI AGFI 2,774 >0. >0. >0. >0. <0. Catatan: CMIN 5 N2/chi-square/df. 5 degrees of freedom. GFI. 5 goodness-of-fit index. AGFI. 5 adjusted goodness-of-fit index. NFI. 5 normed fit index. CFI. 5 comparative fit index. RMSEA 5 root mean square error of approximation. Model fit indicators Nilai yang disarankan Tabel 5. Estimasi Model Persamaan Struktural (SEM) Independent Dependent Path Estimate Variables H1a >>> EDW 0,234 0,034 5,223 *** H1b >>> 0,228 0,066 6,723 *** H2a APK >>> EDW *** H2b APK >>> *** EDW >>> *** Catatan: SE. 5 standard error. CR. 5 critical ratio. significance level *** p < 0. Hipo Pengaruh positif pendidikan kewirausahaan terhadap efikasi diri wirausaha mencerminkan mahasiswa Decision Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima lebih proaktif dalam memulai usaha sendiri dan bekerja secara efisien. Mereka siap mengendalikan proses Media Mahardhika Vol. No. September 2023 pengembangan awal suatu perusahaan. Lebih lanjut, korelasi antara pendidikan kewirausahaan dan niat berwirausaha mereka menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan telah mempersiapkan mereka menjadi seorang wirausaha. Mereka menetapkan target untuk menciptakan usaha sendiri di masa Mereka terbukti serius dalam niatnya dan bersemangat menjalankan Demikian menemukan pengaruh efikasi diri wirausaha yang signifikan dan positif (H3 Hasil ini konsisten dengan hasil (Puni, 2. dan (Akhtar dkk. Pengaruh-pengaruh membuktikan efikasi diri wirausaha signifikan(Asimakopoulos. Memon, 2019. Akhtar, 2. Sifat motivasi ini membuat individu percaya diri dan menjadi protagonis dalam melakukan aktivitas kewirausahaan Adanya tingkat efikasi diri wirausaha yang tinggi menunjukkan bahwa mahasiswa perdagangan antusias membuka usaha sendiri. KESIMPULAN Hasil pendidikan kewirausahaan merupakan mempunyai pengaruh positif dan wirausaha, dan niat berwirausaha. Selain itu, efikasi diri wirausaha diketahui memiliki pengaruh positif terhadap niat berwirausaha yang cukup signifikan. Hasil ini menunjukan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan kepercayaan diri, sikap dan niat berwirausaha, singkatnya, mahasiswa fakultas bisnis di universitas Darunnajah keterampilan dan pengetahuan mereka dengan penuh minat dan semangat. Mereka berpendapat bahwa pendidikan kewirausahaan merupakan mekanisme penting yang membantu mereka memulai dan mengelola usaha mereka. Selain itu, pendidikan kewirausahaan adalah alat yang efektif membantu mereka menghadapi tantangan besar dan substansial terkait kewirausahaan. SARAN Hasil penelitian ini sangat penting bagi para pembuat aturan atau memahami niat berwirausaha, efikasi diri wirausaha yang dapat dicapai melalui pendidikan kewirausahaan yang Oleh karena itu, otoritas dan mengembangkan tingkat pendidikan kewirausahaan secara besar-besaran untuk lebih meningkatkan kepercayaan diri para mahasiswa. Hasil ini juga memberikan bukti empiris untuk menyusun kurikulum pendidikan kreatif baru untuk lebih mendukung wirausaha muda dan pelajar dalam pengembangan kewirausahaan mereka saat ini atau di masa depan (Asimakopoulos, 2. DAFTAR PUSTAKA