306 Jurnal Info Kesehatan Vol 15. No. Desember 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes Knowledge Relationship and Attitudes of Mothers of Toddlers with Accidental Events After Immunization at the Oebobo Public Health Center in 2016 Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Balita Dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Di Pusat Kesehatan Masyarakat Oebobo Tahun 2016 Ririn Widyastuti Bidan. Poltekkes Kemenkes Kupang Email: ririnwidyastuti@poltekkeskupang. ARTICLE INFO: Keywords: Knowledge Attitude Post-Immunization Events ABSTARCT/ABSTRAK Immunization is very important to prevent the occurrence of certain diseases in a person, a group of people . or even eliminate certain diseases in the world. The immunization program that has been running for a long time in Indonesia, has recently been hampered by the spread of incorrect information about immunization so that many parents are hesitant and afraid to immunize their babies. Incorrect information often uses fear . ear mongerin. issues to post-immunization events that may occur in children after getting immunized. Post-Immunization Events or Adverse Events Following Immunization (AEFI) is a medical event that is suspected to be related to immunization, either in the form of vaccine reactions or adverse effects, pharmacological effects, injection reactions or procedural errors. Problem formulation in this study is how is the relationship between the knowledge and attitudes of the mother of a toddler and the post-immunization incident at the Oebobo Public Health Center in 2016? Research Objectives to determine the relationship between knowledge and attitudes of the underfives with the Post-Immunization Occurrence at the Oebobo Public Health Center 2016. The type of research used was an analytic survey research using a cross sectional research The population in this study were all mothers of children under five . -59 month. in the Oebobo Public Health Center work area, amounting to 348 people. The sampling technique was accidental sampling that met the inclusion and exclusion criteria of 80 people. Data collection techniques using questionnaires. Data analysis technique uses univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate tables with Chi Square. The results of the study are presented in the form of frequency distribution of children affected by post-immunization events 52 people . %) with mild reactions of 45 cases . 5%). Respondents' knowledge about Post-Immunization Accident is good 29 respondents . 25%). Positive attitudes of mothers under five are 68 respondents . %). There is a relationship between the knowledge of mothers under five with Post-Immunization Events . -value: 0. and there is no relationship between the attitudes of mothers under five with Post-Immunization Events . -value: 0. Conclusion: There is a relationship between the knowledge and attitudes of mothers of underfives with the Post-Immunization Accident at Oebobo Public Health Center 2016. Kata Kunci: Pengetahuan Sikap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Imunisasi sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang, sekelompok masyarakat . atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu Program imunisasi yang sudah berjalan sejak lama di Indonesia, akhir-akhir ini mendapatkan hambatan dengan merebaknya informasi yang tidak benar mengenai imunisasi sehingga banyak orangtua ragu dan takut mengimunisasi Informasi yang tidak benar seringkali menggunakan isu ketakutan . ear mongerin. terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang mungkin dapat terjadi pada anak setelah mendapatkan imunisasi. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau Adverse Events Following Immunization (AEFI) merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan dengan imunisasi, baik berupa reaksi vaksin ataupun efek simpang, efek farmakologis, reaksi suntikan ataupun kesalahan prosedural. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita Dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di Public Health Center Oebobo Tahun 2016? Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Ibu Balita dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di Public Health Center Oebobo Tahun Jenis Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita . -59 bula. diwilayah kerja Public Health Center Oebobo yang berjumlah 348 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu 80 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan Chi Square. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi balita yang terkena Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi 52 orang . %) dengan reaksi ringan 45 kasus . 5%). Pengetahuan responden tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi adalah baik 29 responden . 25%). Sikap positif ibu balita sebesar 68 responden . %). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu balita dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi . -value: 0. dan tidak terdapat hubungan antara sikap ibu balita dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi . -value: 0. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu balita dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di Public Health Center Oebobo Tahun 2016. CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Ririn Widyastuti. Jl. Kartini Kupang - 85228 Email: ririnwidyastuti@poltekkeskupang. PENDAHULUAN KIPI merupakan kejadian medik yang diduga Imunisasi merupakan suatu upaya berhubungan dengan imunisasi, baik berupa reaksi vaksin ataupun efek simpang, efek kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu peyakit. Program imunisasi bertujuan kesalahan prosedural (Pusdiknakes, 2. untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit (Proverawati dan Andhini, 2. Imunisasi merupakan penyakit menular. Angka kematian bayi dan balita yang tinggi di Indonesia menyebabkan salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah program pemberian imunisasi dasar Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 46 menyatakan bahwa negara, pemerintah, keluarga dan orangtua wajib mengusahakan agar anak yang lahir terhindar dari penyakit yang mengancam kelangsungan hidup dan atau menimbulkan kecacatan. Salah satu kewajiban yang diamanatkan dalam pasal tersebut adalah perlindungan anak dengan imunisasi (Hapsara, 2. Seiring dengan cakupan imunisasi Program berjalan sejak lama di Indonesia, akhir-akhir merebaknya informasi yang tidak benar orangtua ragu dan takut mengimunisasi Informasi yang tidak benar seringkali menggunakan isu ketakutan . ear mongerin. terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang mungkin dapat terjadi pada anak setelah mendapatkan imunisasi (Hapsara. Menurut Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan KIPI (KN PP KIPI). KIPI adalah semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi dalam masa 1 bulan setelah Pada pengamatan KIPI dapat mencapai 42 hari . rthritis kronis pasca vaksinasi rubell. , atau bahkan 42 hari . nfeksi virus campak vaccine strain pada pasien imunodefisiensi pasca vaksinasi campak dan polio paralitik serta infeksi virus polio vaccine-strain pada resipien KIPI yang tinggi maka penggunaan vaksin juga meningkat dan sebagai akibatnya reaksi Ketakutan simpang yang berhubungan dengan imunisasi juga meningkat. Reaksi simpang dikenal seharusnya diberikan oleh tenaga kesehatan dengan istilah kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) immunization (AEFI) (Pusdiknakes, 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bersedia diteliti. Sedangkan kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki sikap ibu balita dengan kejadian ikutan pasca anak balita sakit dan tidak bersedia diteliti. imunisasi (KIPI) di Puskesmas Oebobo Tahun Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 80 METODE Jenis Teknik pengumpulan data dengan Penelitian memberikan kuesioner tentang pengetahuan adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Rancangan cross puskesmas Oebobo tahun 2016. Teknik sectional merupakan rancangan penelitian analisis data dengan menggunakan analisis yang pengukurannya atau pengamatannya univariat dan bivariat. Analisis univariat yaitu data yang diperoleh dari hasil pengumpulan saat/sekali waktu (Setiawan dan Saryono, data disajikan dalam bentuk tabel distribusi Analisis bivariat digunakan untuk Penelitian bulanOktober tahun 2016 di Wilayah Kerja mengetahui hubungan Puskesmas Oebobo. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Tahun 2016 yang berjumlah 348 orang. Tehnik Chi KIPI KIPI Square. Variabel independen: pengetahuan dan sikap dan variabel dependen: KIPI. HASIL DAN PEMBAHASAN pengambilan sampel dengan cara accidental Puskesmas Oebobo Sampling yaitu teknik penentuan sampel Puskesmas rawat jalan di wilayah Oebobo berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. secara kebetulan bertemu dengan peneliti Luas Puskesmas Oebobo adalah 4. 840 km 2 dapat digunakan sebagai sampel, bila orang dengan jumlah penduduk 39. 190 juta jiwa. tersebut dipandang cocok sebagai sumber Struktur penduduk Puskesmas Oebobo terdiri data (Setiawan dan Saryono, 2. Dalam dari beragam suku, etnis dan budaya yang terdiri dari Timor. Rote. Sabu. Flores. Alor dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria Jawa. inklusi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita . -59 bula. yang masih mendapatkan imunisasi, berada di Puskesmas Oebobo Analisis univariat disajikan pada tabel 1 dan 2 menunjukkan bahwa 52 responden KIPI 45 kasus . 5%) KIPI dengan reaksi yang ringan seperti reaksi lokal dan demam serta terdapat 7 kasus KIPI dengan tata laksana program yaitu 13. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Balita Berdasarkan Jenis Imunisasi dan Pasca dilakukan Imunisasi di Puskesmas Oebobo Tahun 2016 Pasca Imunisasi Jenis Imunisasi Tanpa Kipi KIPI Jumlah Hepatitis B 0 BCG. Polio 1 Campak Total DPT-HB-Hib 1. Polio DPT-HB-Hib 2. Polio DPT-HB-Hib 3. Polio Sumber: Data Primer Tabel 2 Distribusi Gejala KIPI di Puskesmas Oebobo Tahun 2016 Gejala Reaksi Vaksin Reaksi Lokal Ringan : Nyeri, bengkak didaerah bekas suntikan Reaksi Umum: Demam Tata Laksana Program Bengkak disertai demam Total Sumber: Data Primer Analisa bivariat menunjukkan bahwa 29 responden . 25%) dengan pengetahuan baik terdapat 20 responden yang bayi/balitanya terkena KIPI . 5%). 30 responden berpengetahun cukup . 5%) terdapat 23 responden yang bayi/balitanya terkena KIPI . 2%). 21 responden berpengetahun kurang . 25%) terdapat 9 responden yang bayi/balitanya terkena KIPI . 3%). Berdasarkan uji statistik perhitungan Chi-Square diperoleh nilai Asymp. Sig . -side. atau nilai p: 0. Nilai p-value yang lebih kecil dari 0. 05 menunjukkan bahwa hipotesis diterima yang menyatakan ada hubungan antara pengetahuan dengan KIPI di Puskesmas Oebobo Tahun 2016 yang ditunjukkan pada tabel 3 berikut ini: Tabel 3 Hubungan Pengetahuan KIPI di Puskesmas Oebobo Tahun 2016 Pasca Imunisasi Pengetahuan Tidak KIPI KIPI Total Baik Cukup Kurang Jumlah pValue Sumber: Data primer Analisa bivariat menunjukkan bahwa 68 responden . %) mempunyai sikap positif dimana 45 responden ibu balita yang anaknya terkena KIPI adalah 45 kasus . 5%). Berdasarkan uji statistik perhitungan FisherAos exact test diperoleh nilai Exact Sig . -side. atau nilai p: 0. 744 Nilai p-value yang besar dari 0. 05 menunjukkan bahwa hipotesis ditolak yang menyatakan ada tidak ada hubungan antara sikap dengan KIPI di Puskesmas Oebobo Tahun 2016 yang ditunjukkan pada tabel 4 berikut Tabel 4 Hubungan Sikap dengan KIPI di Puskesmas Oebobo Tahun 2016 Pasca Imunisasi Sikap Tidak KIPI KIPI Total Positif Negatif Jumlah pValue Sumber: Data Primer Distribusi frekuensi balita yang terkena KIPI perlu dilaporkan. Kejadian reaksi lokal yang mengalami peningkatan frekuensi walaupun menunjukkan bahwa 52 responden . %) tidak berat sebaiknya juga dilaporkan. Kasus terjadi KIPI setelah dilakukan imunisasi. Jenis ini bisa menjadi pertanda kesalahan program KIPI yang terjadi adalah 45 kasus . atau menjadi masalah untuk batch vaksin KIPI dengan reaksi yang ringan seperti reaksi lokal dan demam. Berdasarkan Pusdiknakes terhadap reaksi vaksin diantaranya adalah . , gejala KIPI yang disebabkan karena induksi vaksin seperti reaksi lokal . yeri, kontraindikasi, tidak memberikan vaksin hidup bengkak didaerah bekas suntika. dan reaksi kepada anak defisiensi imunitas, mengajari sistemik . sudah dapat diprediksi orangtua menangani reaksi vaksin yang terlebih dahulu karena merupakan reaksi ringan dan menganjurkan untuk segera simpang dan secara klinis biasanya ringan. Untuk kasus KIPI dengan reaksi ringan, mencemaskan . aracetamol dapat diberikan seperti reaksi lokal, demam dan gejala-gejala 4 x sehari untuk mengurangi gejala demam sistemis yang dapat sembuh sendiri tidak dan rasa nyer. , mengenali dan mengatasi (Depkes. Pencegahan reaksi anafilaksis dan menyiapkan rujukan ke kepribadian yang erat kaitannya dengan rumah sakit dengan fasilitas lengkap (Akib dan Purwanti, 2. Selain terjadi KIPI perasaan atau pandangan seseorang yang karena reaksi vaksin, pada tabel 2 menjukkan 7 kasus KIPI dengan tata laksana program terhadap suatu objek atau stimulus. Sikap 5% dengan kasus bengkak disertai merupakan konsep yang paling penting dalam psikologi social yang membahas unsure sikap menunjukkan terjadinya sepsis. Hal ini terjadi baik sebagai individu maupun kelompok karena jarum suntik tidak steril (Pusdiknakes, (Wawan dan Dewi, 2. Sikap dapat bersifat positif dan negatif (Purwanto. Erwan dan berhubungan dengan kesalahan prosedur Ratih, 2. Berdasarkan hasil analisa meliputi kesalahan prosedur penyimpanan, univariat didapatkan bahwa 68 responden pengelolaan dan tata laksana pemberian . %) bersikap positif dan 12 responden Kesalahan . %) bersikap negatif. Hal ini berarti bahwa Sebagian Bengkak KIPI penyuntikan, sterilisasi syringe dan jarum menangani KIPI. pemakaian sisa vaksin, jenis dan jumlah pelarut vaksin, tidak memperhatikan petunjuk produsen . etunjuk pemakaianan, indikasi dan kontraindikas. (Akib, & and Purwanti, misalnya: dosis antigen, lokasi dan cara suntik, jarum bekas pakai, tindakan asepstik Sikap Analisa menguji ada tidaknya hubungan pengetahuan dengan KIPI di Puskesmas Oebobo Tahun Uji statistik yang digunakan adalah dengan Chi square Test. Hasil pengujian hubungan kedua variabel tersebut dijelaskan pada tabel 4. 8 diperoleh nilai Asymp. Sig . atau nilai p: 0. 038 Nilai p-value yang Berdasarkan . , lebih kecil dari 0. 05 menunjukkan bahwa pengetahuan dipengaruhi oleh faktor internal hipotesis diterima yang menyatakan ada dan eksternal. Faktor internal terdiri dari umur, hubungan antara pengetahuan dengan KIPI di jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan. Puskesmas Oebobo Tahun 2016. Hal ini Faktor eksternal terdiri dari: lingkungan, sosial sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh budaya, ekonomi dan sumber informasi. Patnaik. Mishra, & Choudhury . bahwa Salamah dan Suyanto . , memberikan gambaran bahwa umur merupakan cirri mempunyai pengetahuan tentang imunisasi dan KIPI lebih baik dibandingkan pada ibu Ariani yang berpengetahuan kurang. Penelitian yang dilakukan oleh (NiAomah. Djarot dan Wahyuni. KESIMPULAN 2. menjelaskan bahwa Ada hubungan Berdasarkan penelitian yang dilakukan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap efek pada 80 responden didapatkan hasil distribusi samping imunisasi dengan sikap ibu tentang frekuensi yang terkena KIPI adalah 52 kasus imunisasi dasar lengkap dengan p value : %) dengan reaksi ringan 45 kasus . 5%), 0,024. Sedangkan pada analisa bivariat pada Tingkat pengetahuan ibu balita tentang KIPI adalah baik yaitu 29 responden . 25%). pengetahuan dan sikap didapatkan data Sikap ibu balita tentang penanganan KIPI bahwa uji statistik perhitungan FisherAos exact adalah 68 responden positif . %). Terdapat test diperoleh nilai Exact Sig . -side. atau hubungan antara pengetahuan ibu balita nilai p: 0. 744 Nilai p-value yang besar dari dengan KIPI di Puskesmas Oebobo Tahun 05 menunjukkan bahwa hipotesis ditolak 2016 dengan p-value 0. Tidak terdapat yang menyatakan tidak ada hubungan antara hubungan sikap dengan KIPI di Puskesmas sikap dengan KIPI di Puskesmas Oebobo Oebobo Tahun 2016. Tahun 2016. REFERENCES