p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 PENGARUH KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DINAS PEMUDAIOLAHRAGA DAN PARIWISATA TERHADAP PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ANJUNGAN KABUPATEN ENREKANG Adnan Rifaldi, . Muhammad Ikbal . Hariyanti Hamid . , . , . UniversitasiMuhammadiyah SidenrengiRappang adnanrifaldi772@gmail. com iqbal. sidrap@gmail. Abstrak Tujuanmdari penelitianiini adalah untukumengetahui Pengaruh Kepemimpinan Partisipatif DinasiPemudaiOlahraga daniPariwisata Terhadap Pengembangan ObjekiWisata Anjungan Kecamatan Enrekang KabupatenuEnrekang Kelurahan Galonta. Populasiidalamipenelitian ini sebanyak 47 pegawaiudiuDinas Pemuda Olahraga daniPariwisata dengan penarikan sampel Kami menggunakan sampel jenuh Runus untuk memberikan sampel 47 orang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dengan bantuan aplikasi Aplikasi IBM SPSS Statistics 21. Hasilipenelitian ini adalah menunjukkanibahwaipengaruh kepemimpinan partisipatif dengan persentase 61,4% berpengaruh baik. Pengembangan objek wisata Anjungan dengan persentase 50,1% kurang baik. Pengaruh kepemimpinan AuBerpengaruh/SignifikanAy terhadap pengembangan objek wisata anjungan kecamatan enrekang kabupaten enrekang kelurahan galonta t hitung t tabel atau dengan nilai 3,331 Ou 2,412 dengan perentase pengaruhnya sebesar 19,8%, jadi pengaruh kepemimpinan partisipatif dinasipemuda olahragaidanipariwisata terhadap pengembanganiobjek wisata anjungan diikelurahan galonta kecamatanienrekang kabupatenienrekang belum efektif. Kata Kunci: Kepemimpinan dan Partisipatif Abstracti The aims of this research are to participatory leadership of the Youth. Sports and Tourism Office on the Development of Pavilion Tourism Objects. Enrekang District. Enrekang district. Galonta Villagei. Theipopulationiin thisistudyiwere 47 employeesiatithe Department of Youth. Sports and Tourism with sampling using the saturated sample formula so that Obtained a sample of 47 people . This type of research is descriptive and quantitative. Data collection techniques used in this study were observation, questionnaires, and literature study. The data analysis technique used is the IBM SPSS Statistics 21. 0 application. Theiresults ofithisistudyiindicateithat the influence of participatory leadership with a percentage of 61. 4% has a good effect. The development of the Pavilion tourist attraction with a percentage of 50. 1% is not good. The influence of leadership "Influential/Significant" onithe development ofithe tourist attraction ofithe platform ofithe Enrekang sub-district. Enrekang district. Galonta village withia valueiof ticount titable or 3. ,331 Ou 2,212 with an influence percentage 8%, so the influence of participatory leadership ofithe youthsports anditourism officeion the development of the object Pavilion tourism in Gallonta Village. Enrekang District. Enrekang Regency has not been effective. Keywords: Leadership and Participatory JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 PENDAHULUAN Pariwisata merupakan sektor yang berperan penting dalam meningkatkan Indonesia adalah negara dengan keindahan alam dan budaya yang beragam, sehingga sektor pariwisata perlu diperkuat hal ini dikarenakan pariwisata dianggap sebagai sektor yang sangat menguntungkan dan dapat dikembangkan sebagai aset yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan negara dan pemerintah. Pariwisata akan datang dua kata, yakni Pari dan Wisata. Pari Bisa diartikan sebagai perjalanan atau perjalanan. Dalam hal ini, itu sesuai dengan kata "perjalanan" dalam bahasa Inggris. Berdasarkan hal tersebut, kata AupariwisataAy dapat diartikan sebagai suatu perjalanan yang berlangsung dari suatu tempat ke tempat lain berkali-kali atau berputar-putar. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang diberkahi dengan keindahan alam, flora dan fauna, dan budaya yang beragam, yang semuanya dapat mendatangkan devisa yang signifikan bagi Pariwisata dipandang sebagai sektor yang jika dikelola dan dikembangkan secara optimal dapat merangsang dan meningkatkan kegiatan pembangunan, usaha, lapangan kerja dan pendapatan daerah. Di era globalisasi, pariwisata harus didukung oleh tenaga yang kompeten dan profesional. Pengembangan pariwisata bertujuan untuk mengembangkan pariwisata dan mengembangkannya ke arah yang lebih baik dalam hal kualitas infrastruktur, akses mudah ke mana-mana, menjadi tujuan wisata yang diinginkan dan membawa manfaat ekonomi yang baik bagi daerah sekitarnya. Undang-undang No. 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha. PengembanganPariwisata penggerak ekonomi yang sangat luas, yaitu wisatawan, tetapi di atas semua itu pengembangan pariwisata yang dapat membangun semangat nasionalisme dan menghargai kekayaan seni dan budaya aspek ekonomi . ertukaran, paja. , aspek kerjasama antar bangsa . engenalan budaya kepada wisatawan (Nurfadila, 2. Rekomendasi untuk mencapai tujuan pengembangan anjungan daya tarik wisata adalah melalui sosialisasi yang dilaksanakan pemerintah tentang pentingnya melestarikan objek wisata, dan diperlukan Kesadaran masyarakat dan nasional. Objects, melakukan promosi khusus untuk investor khususnya promosi atraksi paviliun. Instansi pemerintah, personil terdiri dari manajer dan pejabat. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh para pemimpin organisasi pemerintah untuk memastikan sikap kerja yang baik di antara para pegawainya. Itu berarti menggunakan gaya kepemimpinan yang tepat. Peran pemimpin sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi yang diinginkan, termasuk instansi pemerintah di Indonesia Dinas Kepemudaan olahraga dan pariwisata kab. Enrekang. Fenomena lainnya yang terjadi Dinas Kepemudaan olahraga dan pariwisata Enrekang adalah tidak adanya gaya-gaya kepemimpinan yang berlaku didasarkan pada kepribadian pribadi pemimpin. Kebiasaan sehari-hari dan keturunan mengatur gaya dan tipe kepemimpinan di wilayah ini. Asep Suryana . menjelaskan kepemimpinan sebagai keterampilan yang perlu dimiliki pemimpin dalam cara mereka menjalankan kepemimpinannya sehingga bawahan dapat bertindak sesuai kebutuhan (Madrasah et al. , 2. Kurangnya pengetahuan administratif tentang fitur itu membuat sulit untuk menyelesaikan setiap masalah yang muncul. Fungsi kepemimpinan partisipatif digunakan secara suboptimal Oleh karena itu, kepemimpinan memainkan peran yang sangat penting dalam pengambilan keputusan, terutama dalam pemberian layanan publik. Kepemimpinan yang efektif mengarahkan upaya semua pekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Dinas Kepemudaan Olahraga Dan Pariwisata Kab. Enrekang Sebagai badan publik, ia memperbaiki, melaksanakan reformasi, dan mengantisipasi perkembangan baru di Untuk meningkatkan citra, kerja dan kinerja lembaga menuju profesionalisme, serta membantu membangun tata kelola yang baik, menyatukan arah dan pandangan bagi aparatur pemerintah di semua tingkatan dan JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 melaksanakan baik manajemen maupun administrasi, sebagai pedoman atau bahan acuan pengujian. Fungsi pekerjaan tersedia dan tugas operasional dikonsolidasikan di seluruh area tugas otoritas dan unit Fiedler mendefinisikan pemimpin dalam arti seseorang yang berada dalam kelompok, dan mendefinisikannya sebagai orang yang memberi tantangan atau yang masing-masing. Davis mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk secara antusias membujuk orang lain untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Stephen Robbins . kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai serangkaian (Solikin et al. , 2. Berdasarkan pengertian tersebut, kepemimpinan dapat didefinisikan antara lain dari segi konsep manajemen yang belum dirumuskan. Terry . Kepemimpinan adalah aktivitas di mana orang bersedia untuk mencapai tujuan bersama (L. Pada et al. , 2. Gaya pemimpin membutuhkan kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan kinerja seluruh karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan sebagai penyedia layanan publik. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan dapat menjadi pedoman yang baik untuk pengambilan Kepemimpinan Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata sangat penting untuk mengelola dan mengembangkan potensi pariwisata dalam meningkatkan kunjungan dalam hal Pengembangan Objek Wisata Anjungan tepatnya di jantung kota Enrekang 12iruang bacai, satuiruang pameran,isatu surau,itaman film,i12 mewakiliimasing-masingikecamatan yang ada di Kab. Enrekang tidak terawat dengan baik, banyaknya fasilitas yang sudah rusak akibat Berdasarakan hasil observasi peneliti selama . empat kali dibulan Desember 2021. Dimana Instruksi yang diberikan mungkin tidak sesuai dengan deskripsi pekerjaan Apa yang terjadi di lapangan adalah bahwa alih-alih pemimpin membagi setiap tugas secara merata di antara bawahannya, dia hanya memberikan instruksi kepada tugas-tugas dan bawahan yang dianggap perlu, sehingga ditemukan masalah Partisipatif Dinas Olahraga dan Pariwisata. Kepemimpinan Kepemudaan. METODE PENELITIAN Tipeipenelitian Populasi pada penelitian ini yaitu semua staf/pegawai yangiada diidinas pemuda,iolahraga danipariwisata Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang berjumlah 47 orang dengan menggunakan teknik sampling jenuh dan sampel di dapat sebesar 47 orang. Observasi, kuisioner,idaniwawancara IBMiSPSS Statistici21. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh pengembanganiobjekiwisata anjungan di KabupateniEnrekang. Kelurahan Galonta. Meliputi Hasil penelitian data, data yang tanggapan responden terhadap pertanyaan survei pengaruh kepemimpinan partisipatif dengan indikator masing-masing yaitu. komunikasi dengan persentase 62% atau kategori baik. Berdasarkan pengakuan dari salah satu pegawai Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Kabupaten Enrekang mengatakan bahwa memang pemimpin terkadang memberikaniinformasi yangijelas danimudah dimengertiioleh bawahannya dan juga terkadang memberikan informasi yang tergantung dengan suasana hati pimpinan. Kerjasama dengan persentase 61,6% atau kategori baik, berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan memang baik menurut pengakuan dari salah satu pegawai Dinas pemuda olahraga dan pariwisata karena pimpinan merespon baik bawahannya dan selalu ingin bekerjasama agar pekerjaan lebih efektif dan efisien. keterlibatan dengan persentase 61,6% atau kategori sangat baik, dikarenakan pengakuan dari salah satu pegawai Dinas pemuda olahraga dan pariwisata kabupaten enrekang bahwa pengambilan keputusan agar bawahan dapat memberikan saran dan pemikiran yag dapat JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 pengambilan keputusan dengan persentase 60,4% atau kategori kurang baik. Menurut penjelasan dari salah satu pegawai Dinas pemuda olahraga dan pariwisata kabupaten enrekang bahwa pimpinan dalam menentukan keputusan masih kurang cermat disebabkan oleh pemimpin kurang mengidentifikasi masalah dan terkadang tidak mengevaluasi hasil-hasil keputusan yang telah diajukan oleh Dengan rekapitulasi data variabel X yaitu 61,4% dengan kategori baik. Indikator pengembangan objek wisata anjungan dari Hasil penelitian dalam diperoleh data bahwa pengembangan objek wisata anjungan dengan indikator masingmasing yaitu. Pendekatan Participatory Planning dengan persentase 46,8% atau kategori kurang baik, kemudian berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa objek wisata anjungan masih kurang fasilitas dan pengelolaannya sehingga masih kurang diminati oleh wisatawan lokal maupun asing,terlebih lagi banyaknya sampah wisatawan lokal maupun asing dipelataran objek wisata anjungan, padahal tempat sampah sudah tersedia disetiap sudut ruang baca, tetapi dikarenakan tidak adanya pengelola dari masyarakat setempat maupun pegawai dinas pemuda olahraga dan Pendekatan ketersediaan dengan persentase 42,4% atau kategori kurang baik, berdasakan hasil ketersediaan produk budaya enrekang yang ada di anjungan memang sangat minim atau bisa dikatakan tidak ada, dikarenakan menurut pengamatan tidak adanya lokasi pemudaiolahragaidan pariwisataikabupaten enrekang untuk menjual produk-produk budaya yang ada di enrekang seperti Dangke. usu sapi permentas. , deppa tetekan . ue mera. , baje kotu, nasu cemba dan beras pulu mandoti. Pendekatan persentase 60% atau kategori kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian di Dinas pemuda pengembangan objek wisata anjungan belum maksimal dikarenakan pihak dispopar sama sekali tidak memberdayakan masyarakat untuk menjadi staf pengelola atau security dilokasi wisata anjungan yang akhirnya masih banyak pengunjung wisata yang tidak menjaga fasilitas wisata anjungan. Pendekatan kewilayahan dengan persentase 51% atau kategori kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian letak wisata anjungan sudah berada pada lokasi strategis yaitu di tengah kota kabupaten Enrekang dan seharusnya lebih memudahkan para pengunjung wisata untuk datang, akibat anjungan yang kurang diperhatikan oleh masyarakat setempat maupun pemerintah dinas pemuda olahraga dan pariwisata sehingga fasilitas yang seharusnya dilengkapi dan dijaga sudah banyak yang rusak seperti tanaman hias, plafon ruang baca dan lampu taman oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. hasil rekapitulasi data 50,05%. KESIMPULAN Pengaruh kepemimpinan partisipatif OlahragaidaniPariwisata DinasiPemuda Enrekang diiKecamatan KabupatenoEnrekang Kelurahan Galonta berdasarkan rekapitulasi dari indikator pengaruh kepemimpinan partisipatif (X) beradaipada kategoriibaik denganirata-rata persentasei245,6% denganohasil ideal 61,4% dari 100% yang diharapkan, masing-masing indikator meliputi. komunikasi 62%, . kerjasama 61,6%, . keterlibatan bawahan 61,6% dan . pengambilan keputusan 60,4%. Sedangkan pengembangan objek wisata anjungan berdasarkan rekapitulasi dari (Y) beradaipada kategoriibaik denganirata-rata persentasei200,2% dengan hasiliideal 50,1% dari 100% yang diharapkan, masing-masing indikator meliputi. pendekatan partisipatory planning 46,8%, . Pendekatanipotensiidan karakteristiki42,4%, . oPendekatan pemberdayaanimasyarakat 60% dan . pendekatanikewilayahan 51%. Berdasarkanitabel modeliSummery Koefisien determinasi berganda . atau rA = 0,198 berarti bahwa 19,8% perubahan perkembangan anjungan atraksi (Y) dapat dijelaskan oleh pengaruh variabel kontrol partisipatif (X) atau sebaliknya . Dengan kata lain, pengaruh variabel independen terhadap variabel adalah 19,8%, dan sisanya 80,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam kerangka penelitian. JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 REFERENSI