Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 8. No. Februari 2021 Pengaruh Pesan Kesehatan pada Kemasan Rokok terhadap Minat Berhenti Merokok Remaja di Jakarta Utara Aulia Nurfaradila. Salman. Ilmu Komunikasi. Fakultas Industri Kreatif. Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis Jalan Pulomas Selatan Kav. Jakarta 13210 Email: Auliafaradila2@gmail. Email: salman. naning@kalbis. Abstract: According to World Health Organization (WHO) Indonesia is the number three country with the most smokers after China and India. Right now Indonesia is country with the most teenage smokers in the world, that makes it call as baby Smokers Countries. The purpose this study is to know how far influence health message in cigarette packs to teenage smoker interest in quitting smoking. This study use positivism paradigm with the approach quantitative and eplanatory survey methods. This study also use Stimulus- Respons (S-R) theory. Then the result on hypothesis test point out that H0 is denied so H1 is accepted that means there is influence on health message to teenage smokers interest in quitting smoking. With this research, ciggarete industries is hoped to make a more detailed supervision, so cigarette can still consumed by the right consumer and to teenager smokers will emphasize the importance of health and environment. Keyword: cigarette packaging,health message, interest, stimulus-respons (S-R). Abstrak:Menurut World Health Organization (WHO) negara Indonesia berada di urutan ketiga dengan jumlah perokok tertinggi di dunia setelah negara China dan India, pada saat ini Indonesia menjadi Negara dengan jumlah perokok remaja tertinggi di dunia hingga mendapat sebutan sebagai Baby Smokers Countries. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pesan kesehatan pada kemasan rokok terhadap minat berhenti merokok remaja di Jakarta Utara. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah postivistik dengan pendekatan kuantitatif serta metode survei Landasan teori dalam penelitian ini adalah Teori Stimulus-Respon (S-R). Kemudian hasil uji hipotesis menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat pengaruh pesan kesehatan terhadap minat berhenti merokok remaja di Jakarta Utara. Melalui penelitian ini, diharapkan industri rokok melakukan pengawasan lebih dalam, agar rokok tetap di konsumsi oleh konsumen yang tepat, dan untuk perokok remaja lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh serta lingkungan. Kata Kunci: kemasan rokok, pesan kesehatan, stimus-respon, minat PENDAHULUAN Komunikasi di dalam dunia kesehatan memiliki peran yang sangat penting untuk menyampaikan informasi mengenai dunia kesehatan kepada Terdapat dua bentuk komunikasi kesehatan yaitu komunikasi secara verbal dan nonverbal. Salah satu bentuk komunikasi di dalam dunia kesehatan yang sering kita temui yaitu pesan kesehatan yang dicantumkan pada kemasan rokok. Pada kemasannya terdapat pesan mengenai bahanbahan yang terkandung dalam rokok serta efek Keberadaan industri rokok di Indonesia memiliki dampak postif dan negatif bagi negara dan Satu-satunya dampak positif industri rokok yaitu memiliki peran yang cukup tinggi dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, yakni pada bulan Agustus 2019 Kementrian Keuangan Indonesia mencatat bahwa penerimaan cukai rokok mencapai Rp. 93,12 Triliun. Penerimaan cukai di tahun 2019 tentunya menjadi angka tertinggi yang diterima sejak tiga tahun terakhir. Selanjutnya dampak negatif adanya industri rokok yaitu meningkatnya jumlah perokok di Indonesia, tentunya hal ini berbahaya bagi kesehatan seseorang yang mengonsumsi rokok maupun yang tidak mengonsumsi rokok. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh lembaga penelitian kanker internasional (Globoca. di tahun 2018, mengungkapkan bahwa kematian akibat kanker paru-paru berada di posisi pertama yaitu 12,6%. Lalu data RSUP Persahabatan mengatakan bahwa sekitar 87% kanker paru-paru berkaitan dengan aktivitas mengonsumsi rokok. mengurangi jumlah perokok di dunia yaitu dengan melakukan aktivitas komunikasi kesehatan dalam bentuk pesan kesehatan pada kemasan rokok. Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 8. No. Februari 2021 Minat adalah suatu dorongan atau keinginan individu terhadap sebuah objek tertentu, hal ini bisa dipengaruhi oleh keluarga, teman-teman hingga Suatu minat dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan, pengalam serta tren yang terjadi dilingkungan sosial. Public Health England (PHE) menyatakan bahwa di Australia dalam 20 tahun terakhir terjadi penurunan aktivitas mengonsumsi Hal ini dikarenakan minat seseorang perokok ternyata dipengaruhi oleh dua hal yaitu iklan dan desain sebuah kemasan rokok. Di Indonesia pada tahun 2014 terdapat peraturan baru dimana seluruh industri rokok diwajibkan untuk memberikan informasi disertai dengan gambaran mengenai bahaya merokok pada kemasannya. Hal tersebut di atur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi Jika melanggar peraturan tersebut maka Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) akan memberikan surat teguran tertulis dan pembinaan. Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Tulus Abadi mengatakan bahwa pihaknya mendukung regulasi tersebut karenahal itu dapat melindungi perokok melalui cara memberikan edukasi mengenai resiko mengonsumsi rokok. Di Indonesia khususnya wilayah Jakarta, jumlah perokok terus mengalami peningkatan sehingga masyarakat setempat mulai membantu pemerintah dalam mengurangi intensitas merokok di wilayahnya. Salah satu contoh yaitu pada bulan Februari 2019, masyarakat RT 013 RW 001 kelurahan Sunter Jaya. Jakarta Utara membangun Kampung Bebas Rokok untuk menekankan jumlah perokok di Masyarakat setempat melarang aktivitas mengonsumsi rokok di wilayahnya. Kampung Bebas Rokok ini dibangun karena inisiatif masyarakat Sunter Jaya untuk menjaga ibu-ibu hamil, anak-anak dan penduduk setempat dari bahaya asap rokok bagi Hal ini tentunya mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena setelah Kampung Bebas Rokok ini dibangun, perokok aktif di wilayah ini mengalami penurunan sebanyak 35% dari total warga setempat yang mencapai 500 orang. Menurut laporan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) dengan judul The Tobacco Control Atlas. Asean Region menunjukkan Indonesia menjadi negara yang mamiliki jumlah perokok terbanyak di Aseandengan jumlah 65. juta orang, jumlah itu setara dengan 34% jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2016. Riskesdas juga menyatakan bahwa terjadi peningkatan prevalensi merokok dengan penduduk berusia 18 tahun dari 2% pada tahun 2013 menjadi 9. 1% di Pernyataan tersebut juga didkung oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang mengungkapkan bahwa kelompok usia perokok tertinggi yaitu usia remaja yaitu 15 hingga 19 tahun. Pada saat ini. Indonesia menjadi Negara dengan jumlah perokok remaja tertinggi di dunia hingga mendapat sebutan sebagai Baby Smokers Countries. Hal ini menunjukan bahwa pesan kesehatan pada kemasan rokok belum bisa mengurangi minat berhenti merokok khususnya kelompok perokok remaja yang ada di Indonesia. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatif yang memiliki sifat asosiatif, artinya adalah peneliti ingin menjelaskan korelasi . antara pesan kesehatan pada kemasan rokok dengan minat berhenti merokok remaja di Jakarta Utara. Penelitian ini memiliki landasan teori stimulus-respon (S-R), menurut Morissan . 8: . teori S-R memberikan sebuah gambaran komunikasi yang sederhana yaitu hanya melibatkan dua komponen yakni mediamassa dan penerima pesan. Jika dikaitkan dengan variabel penelitian maka stimulusdalam penelitian ini adalah pesan kesehatan pada kemasan rokok, lalu perokok remaja memberikan sebuah respon yaitu terdapat perubahan minat berhenti merokok atau tidak setelah melihat pesan kesehatan tersebut. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir dapat digunakan sebagai pendekatan dalam memecahkan suatu masalahan yang diteliti. Terdapat gambaran mengenai kerangka berpikri penelitian seperti pada Gambar 1. Gambar 1 Kerangka Berpikir Pemerintah Indonesia memberikan peraturan kepada industri rokok untuk mencantumkan pesan kesehatan pada kemasan rokok. Dalam hal ini stimulus atau pesan kesehatan pada kemasan Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 8. No. Februari 2021 rokok berperan untuk menyampaikan sebuah pesan bahaya merokok kepada khalayaknya, khususnya yang mengonsumsi rokok. Pesan kesehatan tersebut diberikan langsung kepada khalayaknya melalui 7C Communication Checklist yang di tampilkan pada kemasan rokok. Ketika pesan tersebut diterima oleh khalayak maka muncul sebuah respon. Respon dalam penelitian ini berupa muncul atau tidak perubahan minat berhenti merokok pada kelompok remaja yang dipengaruhi oleh empat unsur yaitu perhatian, ketertarikan, kemauan dan perbuatan Berdasarkan kerangka berpikir yang telah dijelaskan sebelumnya, maka peneliti merumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: H0: Tidak ada pengaruh pesan komunikasi pada kemasan rokok terhadap minat berhenti merokok remaja di Jakarta Utara H1: Terdapat pengaruh pesan komunikasi pada kemasan rokok terhadap minat berhenti merokok remaja di Jakarta Utara Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah kota Jakarta Utara. hal ini dikarenakan pada tanggal 13 Februari 2019 telah dibangun sebuah Kampung Bebas Rokok bersama masyarakat Lokasi pemukiman ini berada di Sunter Jaya RT 13 RW 01 Jakarta Utara untuk menenkankan jumlah perokok diwilayahnya. Selain itu polusi di provinsi Jakarta sangat tinggi jika dilihat dalam beberapa bulan terakhir, melalui data AirVisual pada 11 Agustus 2019 menyatakan bahwa indeks kualitas udara atau air quality index (AQI) di Jakarta sebesar 1711, yang berarti bahwa kualitas udara di provinsi Jakarta sangatlah buruk (Kompas. Oleh sebab itu peneliti ingin menganalisis apakah terdapat pengaruh pesan kemasan terhadap minat untuk berhenti merokok pada kelompok remaja akhir. Waktu atau durasi pelaksanaan penelitian akan berlangsung selama 6 bulan dari bulan desember hingga juni 2020. rumus sampel Yamane dimana penentuan berdasarkan pendugaan dari proporsi populasi. Populasi penelitian ini ditentukan dari data penduduk yang mengonsumsi rokok di Kampung Bebas Rokok Jakarta Utara pada bulan Februari 2019 sebanyak 500 orang, namun setelah dibangunnya Kampung Bebas Rokok terjadi penurunan perokok, sehingga di wilayah tersebut hanya 35% atau 175 orang yang masih mengonsumsi rokok (Kompas. Berdasarkan data tersebut, peneliti menentukan populasi yang masih mengonsumsi rokok pada tahun ini yakni 2020 menjadi 26% atau 130 orang. Terdapat alasan peneliti menentukan pendugaan populasi sebanyak 26% karena saat ini sedang terjadi krisis ekonomi yang disebabkan karena muncunya virus Covid 19 yang mengakibatkan pengurangan tenaga kerja, pendapatan wirausaha menurun dan sebagainya yang menimbulkan industri rokok terkena dampak pandemi yaitu penjualan berkurang. Selain itu data 175 orang yang masih mengonsumsi rokok belum dikelompokan berdasarkan usia, perlu diingat bahwa Kementrian Kesehatan Indonesia mengungkapkan bahwa populasi perokok berdasarkan kelompok remaja berada diurutan tertinggi. Maka peneliti menentukan pendugaan populasi perokok remaja di Kampung Bebas Rokok pada saat ini sebanyak 130 orang. Melalui penjelasan diatas yang terdapat data-data dan alasan dari pendugaan populasi yang ditentukan peneliti, maka dapat dihitung jumlah sampel dengan rumus Yamane menurut Kriyantono . 9: . Dibulatkan menjadi 100 sampel Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Secara singkat populasi adalah keseluruhan dari suatu objek atau fenomena yang diteliti. Dalam menentukan populasi, peneliti harus menetapkan suatu objek berdasarkan ciri-ciri atau karakteristik yang berbeda dengan objek lainnya. Adapun karakteristik dari populasi yang telah ditetapkan penulis dalam penelitian ini yaitu. usia 19-22 tahun . emaja akhi. , domisili Jakarta Utara, intensitas merokok, tingkat pendapatan dan mengonsumsi jenis rokok tembakau. Pada penelitian ini menggunakan Dalampenelitian data terdapat instrumen penelitian atau disebut juga sebagai alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner atau angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang dibuat oleh peneliti yang nantinya akan diisi atau dijawab oleh responden. Jenis kuesioner yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner tertutup dengan skala pengukuran yang digunakan ialah skala Likert. Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 8. No. Februari 2021 Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui valid atau tidak sebuah angket yang digunakan dalam penelitian sehingga dapat mengukur dengan benar terkait variabel yang diteliti. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment. Lalu uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan nilai tingkat keandalan cronbachAos slpha untuk mengukur setiap variabel penelitian. Teknik Analisis Data Berkaitan dengan penelitian ini jenis analisis data yang digunakan ialah statistik inferensial, dimana jenis analisis data ini digunakan dalam riset eksplanatif yang bertujuan untuk menghubungkan satu variabel dengan variabel lainnya. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Analisis Korelasi Analisis korelasi dalam sebuah penelitian digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel atau lebih dan penelitian bersifat kuantitatif. Pada penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dan hasil analisis harus berpedoman terhadap ketentuan dari tingkat hubungan setiap Berikut adalah pedoman korelasi product moment menurut Sugiyono . 3: . Tabel 1 Interprestasi Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi Koefisien determinasi adalah sebuah alat yang memiliki tujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalm menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2012: . Secara singkat koefisien determinasi dapat dihitung dengan cara mengkuadratkan koefisien korelasi atau disebut juga sebagai r square. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah model regresi variabel independen dan variabel dependen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2016: . Dalam penelitian ini pengujian normalitas menggunakan kolmogorov smirnov dengan bantuan dari program SPSS. Terdapat pedoman dalam pengambilan keputusan yang berdasarkan probabilitas (Asymptotic Significanc. menurut Santoso . 2: . : Apabila nilai probabilitas > 0,05 maka distribusi dan model regresi adalah normal. dan Apabila nilai probalitas < 0,05 maka distribusi dan model regresi tidak normal. Uji Regresi Linear Sederhana Sugiyono . 5: . berpendapat bahwa analisis regresi linear sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Adapun rumus persamaan regresi linear sederhana yang digunakan sebagai berikut: Y = a bX Keterangan: Y= Variabel tidak bebas . X= Variabel bebas . a = Nilai intercept . atau harga Y bila X = 0 b = koefisien regresi, yaitu angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b ( ) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan. Uji Hipotesis T Uji hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan hanya didasarkan pada teori relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data (Sugiyono, 2012: . Penelitian ini menggunakan uji hipotesis t, artinya adalah pengujian koefisien regresi dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, yang berguna untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap independen terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Objek Suatu penelitian terdapat gambaran umum objek penelitian yang akan menjelaskan mengenai kondisi atau situasi dari objek yang di teliti. Pada Tabel 2 menunjukan bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin laki-laki berada diurutan tertinggi yaitu 67%, selanjutnya kelompok usia tertinggi yaitu 21 tahun sebesar 55%. Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 8. No. Februari 2021 Kemudian jika dilihat berdasarkan domisili, maka hampir sebagian besar yakni 40% responden berada di domisili kecamatan Kojadengan rata-rata pendapatan sebanyak Rp. 000 - 3. Jika dilihat intensitas merokok, maka sebagian besarresponden yaitu 80% remaja mengonsumsi rokok 1-10 batang perhari. Tabel 3 Uji Validitas Tabel 2 Karakteristik Responden Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Presentase Laki-laki Perempuan Jumlah Presentase 19 tahun 20 tahun 21 tahun 22 tahun Jumlah Presentase Koja Tanjung Priok Pademangan Total Usia Usia Total Domisili Kecamatan Penjaringan Kelapa Gading Cilincing Total Pendapatan Perbulan Pendapatan Jumlah Presentase Rp. <1. Rp. 000 - 3. Rp. 000 - 5. Rp. 000 - 7. Rp. >Rp. Total Intensitas Merokok Intensitas Merokok Jumlah Presentase 1 - 10 batang sehari 10 - 20 batang sehari Lebih dari 20 batang sehari Total Uji Validitas Setelah melakukan pre-test kepada 30 orang responden maka dapat diketahui hasil uji validitas dan reliabilitas pada Tabel 3. Berdasarkan jumlah responden (N) sebanyak 30 orang maka dapat ditentukan nilai r Tabel dengan taraf kepercayaan sebesar 95% atau signifikansi 5% sebesar 0,361. Kemudian nilai dari pearson correlation disebut juga sebagainilai r hitung. Kuesioner dapat dikatakan valid jika r hitung lebih besar dari r Tabel, oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa semua pernyataan dari variabel X dan variabel Y dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Pada penelitian ini menggunakan rumus cronbach alpha, dimana instrumen dapat dikatakan handal . bila memliki koefisien cronbach alpha lebih dari 0,60. Hasil uji reliabilitas penelitian terhadap variabel X memiliki nilai cronbach alpha 631, sedangkan variabel Y memiliki nilai cronbach alpha sebesar 0,805. Hasil uji reliabilitas terhadap kedua variabel tersebut memiliki nilai yang lebih dari 0. 60, hal tersebut menunjukan pernyataan dari setiap variabel yang akan digunakan sebagai alat ukur penelitian memiliki hasil uji reliabilitas yang reliabel atau handal, oleh karena itu setiap pernyataan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. Uji Korelasi Melalui program SPSS 25. 0 terdapat hasil dari pengolahan data korelasi antar variabel pesan kesehatan pada kemasan rokok dengan minat perokok remaja di Jakarta Utara, dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4 uji korelasi pearson correlation Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 8. No. Februari 2021 Dalam menentukan pedoman derajat hubungan dapat dilihat pada Tabel 4 menunjukan bahwa nilai signifkansi dari dasar pengambilan keputusan variabel pesan kesehatan terhadap variabel minta perokok 000 yang artinya berkorelasi karena nilai signifikasinya < 0,05. Kemudian nilai signifikansi dari variabel minat perokok terhadap pesan kesehatan 000 hal ini menunjukan bahwa nilai tersebut < 0,05 yang artinya berkorelasi. Dalam menentukan pedoman derajat hubungan bahwa nilai pearson correlation kedua variabel sebesar 0,554 maka dapat dinyatakan bahwa tingkat hubungan antara variabel pesan kesehatan pada kemasan rokok dengan minta perokok remaja di Jakarta Utara memiliki korelasi yang sedang Koefisien Determinasi Pada penelitian ini menggunakan koefisien determinasi dari nilai R Square. Hasil dari uji koefisien determinasi, diperoleh nilai R Square sebesar 0,307 atau dengan presentase 30,7%. Berdasarkan nilai tersebut dapat diketahui bahwa variabel independen yaitu pesan kesehatan pada kemasan rokok hanya dapat menjelaskan variasi sebesar 30,7% kepada variabel dependen yakni minat perokok remaja di Jakara Utara. Sedangkan terdapat 69,3% variasi variabel dependen dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar dari pembahasan penelitian ini. Uji Regresi Linear Sederhana Pada penelitian ini analisis regresi linear sederhana digunakan untuk melakukan pengujian pengaruh variabel pesan kesehatan pada kemasan rokok terhadap variabel minat perokok remaja di Jakarta Utara. Pengolahan data dalam analisis regresi linear sederhana menggunakan program SPSS 25. hasil analisis dapat dilihat pada Tabel dibawah ini. sederhana memperoleh nilai signifikansi (Si. 0,00, artinya nilai tersebut < 0,05. Oleh karena itu dapat diketahui bahwa model regresi dalam penelitian ini dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen yakni minat perokok remaja di Jakarta Utara. Kemudian jika mengacu pada rumus regresi linear sederhana dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6 regresi linear sederhana . Pada Tabel 6 terdapat beberapa nilai yang digunakan untuk melakukan perhitungan rumus persamaan regresi yakni: Y = a bX Y = 5. 101 0,817 X Diperoleh nilai konstanta sebesar 5. 101, hal ini dapat dinyatakan bahwa jika tidak ada nilai dari variabel pesan kesehatan maka nilai variabel minat perokok sebesar 5. Terdapat nilai koefisien regresi dari variabel pesan kesehatan sebesar 0,817, hal ini menunjukan bahwa setiap penambahan 1 . nilai variabel pesan kesehatan, maka akan terjadi peningkatan nilai minat perokok sebesar 0,817 kali Uji Hipotesis T Pada tahap ini uji statistik t atau parsial dilakukan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial dapat menerangkan variasi kepada variabel dependen, berikut ini adalah hasil uji hipotesis t dalam bentuk Tabel 7. Tabel 7 uji hipotesis t Tabel 5 regresi linear sederhana . Pada tahap pertama, pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi dimana Tabel 5 menunjukan hasil dari analisis uji regresi linear Tabel 7 menunjukan bahwa nilai signifikansi 0,000 yang artinya nilai tersebut < 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima atau artinya adalah terdapat pengaruh secara signifikan antara variabel pesan kesehatan pada kemasan rokok terhadap variabel minat perokok remaja di Jakarta Utara. Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 8. No. Februari 2021 Pembahasan Setiap tahunnya perokok di Indonesia terus mengalami peningkatan, terutama kelompok perokok usia remaja. Salah satu cara untuk menangani hal tersebut yaitu dengan menampilkan pesan kesehatan pada kemasannya untuk meningkatkan kesadaran perokok akan bahaya mengonsumsi rokok. Dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh pesan kesehatan pada kemasan rokok terhadap minat perokok remaja di Jakarta Utara. Selanjutnya peneliti akan melakukan pembahasan dari setiap indentifikasi masalah yang mengacu pada data-data yang telah diperoleh dan teori-teori yang menjadi landasan penelitian. Landasan teori dalam penelitian ini adalah Teori Stimulus-Respon, jika mengacu pada variabel penelitian maka pesan kesehatan atau variabel X berperan sebagai stimulus, kemudian perokok remaja di Jakarta Utara menganggapi pesan tersebut dengan menunjukan sebuah respon yaitu terjadi perubahan minat berhenti merokok atau tidak. Berdasarkan analisis data melalui uji hipotesis T menyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan atara pesan kesehatan pada kemasan rokok dengan minat untuk berhenti merokok pada kelompok remaja di Jakarta Utara. Hal ini menunjukan bahwa teori yang digunakan dalam penelitian ini telah teruji kebenarannya melalui data dan fakta yang ditemukan selama proses penelitian. Mengacu pada kriteria responden penelitian, dapat diketahui bahwa perokok remaja di Jakarta Utara yang paling tinggi adalah kelompok jenis kelamin laki-laki yang berusia 22 tahun, tempat tinggal berada di kecamatan Koja, pendapatan sebesar Rp. 000 - 3. 000 perbulan dan intensitas merokok sebanyak 1-10 batang sehari. Melalui kriteria responden penelitian dapat dinyatakan bahwa besar atau kecilnya pendapatan mereka, tidak berpengaruh terhadap intensitas merokok yang mereka lakukan setiap harinya. Selanjutnya jika dilihat melalui instrumen penelitian dapat ditarik kesimpulan dari pernyataan setiap variabel, dimana jawaban tertinggi pada variabel X yaitu jawaban SS (Sangat Setuj. terdapat di pernyataan nomor 2 yaitu AuPesan kesehatan pada kemasan rokok disampaikan secara ringkas namun saya tetap mengerti arti dari pesan itu sendiriAy, artinya hampir setengah populasi penelitian sangat setuju bahwa pesan kesehatan pada kemasan rokok sesuai dengan salah satu unsur 7C Communication Checklist yaitu Concise . Lalu jika dilihat dari pernyataan variabel Y, terdapat jawaban paling banyak dipilih responden yaitu TS (Tidak Setuj. di pernyataan nomor 7 dengan indikator unsur minat perbuatan yakni AuSaya tidak akan merokok lagi setelah membaca pesan . erokok membunuhm. pada kemasan rokokAy. Hal tersebut menunjukan bahwa kalimat yang paling sering muncul pada kemasan rokok yaituAymerokok membunuhmuAy, tidak berpengaruh terhadap minat untuk berhenti mengonsumsi rokok pada kelompok usia remaja di Jakarta Utara. Melalui pembahasan diatas terkait teori, hipotesis, karakteristik responden hingga pernyataan kuesioner, maka dapat simpulkan bahwa pesan kesehatan pada kemasan rokok memiliki daya tarik pesan pada penggunaan kalimat yang ringkas, sehingga muncul perubahan minat berhenti merokok dari unsur perhatian, ketertarikan, serta kemauan perokok remaja untuk berhenti mengonsumsi rokok yang berbahaya bagi kesehatan tubuhnya. Oleh sebab itu peneliti melihat bahwa upaya pemerintah dan masyarakat dalam menekankan jumlah perokok remaja khususnya di wilayah Jakarta Utara, memiliki dampak positif dan respon yang baik dari para perokok yaitu berupaya untuk melakukan sebuah tindakan dengan cara berhenti merokok setelah melihat pesan kesehatan pada kemasan rokok. IV. SIMPULAN Pada penelitian ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menganalisis sejauh mana pengaruh pesan kesehatan pada kemasan rokok terhadap minat perokok remaja di Jakarta Utara. Hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini adalah hubungan pesan kesehatan dengan minat perokok berada di tingkat hubungan yang sedang yaitu dengan jumlah 0,554. Kemudian jika dilihat berdasarkan uji hipotesis penelitian yaitu H0 ditolak dan H1 diterima, maka pesan kesehatan pada kemasan rokok memiliki pengaruh yang signifikan dengan minat perokok remaja di Jakarta Utara. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yaitu terjadinya wabah Covid-19 atau virus Corona yang menyebar diseluruh dunia, hal ini tentunya menghambat proses pengumpulan data secara langsung. Jika mengacu pada tema penelitian tentunya pesan kesehatan pada kemasan rokok sudah dikenal oleh masyarakat luas dan sudah menjadi salah satu upaya dalam menurunkan tingkat perokok DAFTAR RUJUKAN BBC. Bungkus Rokok Menakutkan di Australia Efektifkan Turunkan Jumlah Perokok?. https://w. Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 8. No. Februari 2021 com/indonesia/majalah-38877010. (Diakses: 30 Desember 2. Strategi Mengola Radio dan Televisi. Jakarta: Kencana Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Yogyakarta: Universitas Diponegoro. Program IBM SPSS (Edisi . Semarang: Universitas Diponegoro. Parnawi. Psikologi Belajar. CV Budi Utama: Yogyakarta. Santoso. Statistik Parametik. Jakarta: PT Gramedia Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Ginting. Morissan. Manajemen Media Penyiaran. Pustaka Umum.