JURNAL BUANA SAINS Volume 24. Number 3 (Desember 2. : Hal. ISSN: 1412-1638 . 2527-5720 . Terakreditasi Peringkat 4 Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan No 148/E/KPT/2020 Tersedia online https://jurnal. id/index. php/buanasains EFEKTIVITAS PENYULUHAN PERTANIAN KOMODITI BAWANG MERAH PADA KELOMPOK TANI BAROKAH JAYA DESA BEJI, KECAMATAN JUNREJO. KOTA BATU Maria Angelina Yunita Jemadu. Eri Yusnita Arvianti dan A. Yusuf Kholil Universitas Tribhuwana Tunggadewi korespondensi: mariaangelinayunitajemadu@gmail. Abstract Article history: Received 30 October 2024 Accepted 10 December 2024 Published 31 December 2024 This research aimed to determine the effectiveness of agricultural extension for the shallot commodity in the Barokah Jaya farmer group in Beji Village. Junrejo District. Batu City. This research used a scoring system or score scale and administration technique. Training, guidance, and evaluation are the success metrics used in this research. The results show that the shallot farming extension activities of the Barokah Jaya Farmers Group can be assessed as effective by percentage. According to the operation of implementing extension training, which has a success rate of 79%, they are considered very successful. Implementing the support provided to farmers by extension workers was considered successful with a percentage of 70. Implement training provided to farmers by extension workers, with a proportion of 63. The evaluation procedure was assessed as successful in 69% of cases. This makes it possible to guarantee the success and satisfaction of shallot farming extension efforts in Beji Village. Keywords: Agricultural. Beji Village. Pendahuluan Penyuluhan pendidikan nonformal bagi petani yang melibatkan tindakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan keluarganya melalui proses belajar-mengajar (Mardikanto, 2009:. Penyuluh harus ahli dalam bidang pertanian. Selain membantu petani, penyuluh juga menumbuhkan minat mereka untuk belajar dan memecahkan masalah dengan mendidik dan meningkatkan kesadaran mereka. Petani dapat mengubah sikap dan perilakunya melalui penyuluhan, dan penyuluh dapat memberikan mereka informasi tentang paket teknologi baru dan pembangunan, prinsip agribisnis penanaman, dan membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan dasar pengelolaan lahan. industri, bergerak dalam upaya penyuluhan, kreatif dalam pengembangan, dan inventif (Eriantina, 2. Kemanjuran penyuluh pertanian dapat dipahami sebagai upaya penyuluh untuk memaksimalkan hasil dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Petani menerima penyuluhan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas mereka dan menghasilkan hasil yang memungkinkan mereka untuk mewujudkan To cite this article: Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 aspirasi mereka sebelumnya. Oleh karena itu, misi penyuluh adalah mengubah perilaku Penyuluhan adalah salah satu inisiatif untuk memperluas dan mempromosikan pertanian, dan diharapkan dapat menawarkan sumber daya yang dibutuhkan petani. Penyuluhan bekerja untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian petani dalam menanam tanaman tertentu serta sikap dan perilaku mereka, mendorong mereka untuk mengadopsi yang lebih positif. Untuk mencapai tujuan ini, penyuluh pertanian harus meningkatkan jumlah pelatihan dan program penyuluhan yang mereka berikan kepada petani untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan meningkatkan output dan pendapatan keluarga. Efektivitas adalah metrik yang menunjukkan sejauh mana tujuan . ualitas, kuantitas, dan wakt. berdampak dan menghasilkan hasil bagi suatu tindakan untuk menjadi sukses (Sri Hartini, 2. Efisiensi inisiatif penyuluhan pertanian dapat dipahami sebagai upaya untuk mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya yang sudah Salah satu produk sayuran yang penting bagi masyarakat adalah bawang merah karena nilai gizi dan ekonominya yang besar. Pemerintah Indonesia harus menyadari permintaan bawang merah ini mengingat jumlah bawang merah yang digali untuk penggunaan lokal dan biaya benih. Peningkatan mutu dan mutu bawang merah perlu dilakukan. Untuk mengatasi masalah ini, penyuluh pertanian berkolaborasi dengan Di Provinsi Jawa Timur Indonesia, ada sebuah kabupaten dengan nama Malang. Menyusul Kabupaten Banyuwangi dari segi luas. Kabupaten Malang kabupaten di Jawa Timur dengan jumlah penduduk terbanyak. Kabupaten Malang terkenal sebagai salah satu tempat wisata unggulan di Jawa Timur karena sebagian besar berbukit dan berhawa sejuk. Lingkungan yang sejuk di Kabupaten Malang menjadikannya tempat yang baik untuk pertanian. Kabupaten Malang sangat ideal untuk membudidayakan berbagai tanaman dengan kondisi seperti ini . angan, perkebunan, hortikultura, dan lainlai. Data statistika diatas menunjukkan bahwa semenjak pada tahun produksi bawang merah di Indonesia. Provinsi Jawa Timur. Kota Malang dan Kecamatan Junrejo mengalami peningkatan. Maka, dalam pengembangan hasil pertanian bawang merah di Desa Beji. Kecamatan Junrejo Kota Batu perlu adanya analisis strategi pengembangan. Pada dasarnya strategi pengembangan merupakan suatu rencana yang menyeluruh, terpadu, menyatu dan dapat memberi panduan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaannya untuk mencapai suatu tujuan. Fluktuasi tahunan dalam produktivitas bawang merah disebabkan oleh menyusutnya lahan pertanian. Banyak sekali lahan yang sudah dikembangkan menjadi rumah di Kecamatan Junrejo. Menurut informasi yang dipublikasikan pada tahun 2015 oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhu. , lahan pertanian Kabupaten Malang mengalami penurunan sebesar 5% hingga 10% setiap Petani di Jawa Timur secara ekstensif membudidayakan tanaman yang dikenal sebagai bawang merah. Mayoritas penduduk di Kecamatan Junrejo adalah petani dan buruh Sebagian besar warga Desa Beji, salah satu masyarakat di Kecamatan Junrejo, adalah petani bawang merah. Mengingat permintaan bawang merah yang terus meningkat dan sedikitnya lahan yang tersedia. Desa Beji harus meningkatkan produksi bawang merahnya dengan melakukan penyuluhan tanaman pertanian yang dapat mengubah sikap dan teknik budidaya petani. Dalam rangka peningkatan mutu dan mutu bawang merah di kelompok tani Barokah Jaya Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu dapat dilakukan kerjasama penyuluh dengan petani. Penyuluh pertanian memiliki fungsi strategis yang penting karena mereka pelaksanaan program penyuluhan terkoordinasi dengan To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 baik dan mampu berjalan dengan lancar. Untuk meningkatkan keinginan dan semangat mereka untuk secara konsisten dan sungguhsungguh meningkatkan kualitas bawang merahnya, para petani bawang merah perlu mencari sumber inspirasi terkini. Pengetahuan dasar ini digunakan dalam penelitian ini untuk perkembangan bawang merah telah berubah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan pertanian komoditas bawang merah pada kelompok tani Barokah Jaya di Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu. Metode Penelitian Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis ini digunakan untuk menganalisis data menggunakan teknik evaluasi atau skala nilai dengan keputusan (Sugiyono, 2. Evaluasi dilakukan dalam beberapa interval kelas . angat efektif, efektif, cukup efektif, tidak efekti. , dengan skor standarnya adalah 4 sangat efektif, 3 efektif, 2 kurang efektif, dan 1 tidak efektif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Sekunder. Data primer meliputi informasi tentang produksi bawang merah, harga di lokasi penelitian, dan karakteristik petani seperti usia, tingkat pendidikan, luas lahan, dan jumlah pekerja. Data sekunder meliputi profil dan struktur organisasi tempat penelitian (Ridwan dan Sunarto, 2. Data primer diperoleh dari informasi yang diberikan oleh penyuluh dan kelompok tani sebagai responden. Untuk tujuan ini, daftar kuesioner yang telah disiapkan sebelumnya dari petani atau kelompok petani sebagai informan digunakan untuk memastikan keakuratan data yang diperoleh dari responden. Data sekunder diperoleh dari instansi dan lembaga terkait seperti kantor BPP, kantor kepala desa dan lain-lain serta literatur dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini. Hasil dan Pembahasan Metode Penyuluhan Pertanian Kelompok Tani Barokah Jaya Penyuluhan pertanian merupakan suatu metode untuk mengubah perilaku petani dan keluarganya, membantu mereka menyadari bahwa mereka bersedia dan mampu memecahkan masalah mereka sendiri dan berupaya untuk meningkatkan kinerja bisnis dan standar hidup. Ini merupakan suatu upaya atau usaha untuk. Menurut U. Samsudin S, penyuluhan pertanian adalah suatu metode atau kegiatan pendidikan di luar sekolah . bagi petani dan keluarganya di Petugas penyuluhan pertanian menyampaikan pesan kepada orang yang menjadi sasaran dan membawa perubahan yang diinginkan dalam perilaku dan kepribadian mereka. Petugas penyuluhan perlu memahami prinsip-prinsip metode penyuluhan agar dapat memilih metode yang tepat. Prinsipprinsip ini meliputi: Menumbuhkan keterampilan berpikir kreatif Lokasi terbaik adalah tempat terjadinya aktivitas yang diminati Setiap orang terikat dengan lingkungan Membangun hubungan yang lebih dekat dengan audiens target Anda Berikan sesuatu untuk membuat perbedaan Metode penyuluhan di Kelompok Tani Barokah Jaya menggunakan media lisan yang disampaikan secara langsung dengan pendekatan kelompok melalui temu akrab. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengunjungi kelompok tani 1 kali dalam sebulan untuk melakukan penyuluhan mengenai bawang merah dan membahas kendala-kendala apa saja yang dihadapi petanin pada saat pembudidayaan bawang merah. Hal yang disampaikan penyuluh sebagian besar diterapkan oleh petani dan dengan adanya metode penyuluhan secara langsung sangat membantu penyuluh dalam melihat respon petani dan penyuluh sangat memudahkan dan membantu petani dalam memperoleh informasi. Proses To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 penyuluhan pertanian biasanya dilakukan di aula Kantor Desa dan di rumah petani yang termasuk anggota Kelompok Tani. Identitas Responden Responden merupakan subjek atau orang yang memberikan informasi atau tanggapan terhadap kuesioner yang diberikan. Identitas responden merupakan suatu hal yang sangat penting dalam penelitian ini. Identitas responden yang diambil dalam penelitian ini meliputi umur,tingkat pendidkan responden, lama bertani, jumblah tanggungan dan luas Umur Umur merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk Akibatnya, orang lanjut usia menjadi kurang aktif secara fisik dan lebih rentan terhadap penyakit. Usia petani sangat berpengaruh terhadap aktivitas pertanian dalam mengolah tanah, juga terhadap kondisi fisik dan kesiapan mental petani itu sendiri. Berikut adalah tabel yang menguraikan responden berdasarkan kelompok usia. Tabel 1 menunjukkan bahwa kelompok umur responden yang paling banyak adalah antara 36 dan 46 tahun yaitu sebanyak 15 orang atau sebesar 50% yang menunjukkan bahwa umur tersebut merupakan umur yang matang untuk pengambilan keputusan dan produktif. Yang paling sedikit terdapat pada kelompok umur 47 hingga 60 tahun, dengan tujuh orang. Tingkat Pendidikan Responden Pendidikan adalah kegiatan apapun pengetahuan seseorang. Pendidikan dapat memiliki dampak besar pada cara berpikir Petani yang berpendidikan tinggi cenderung lebih progresif dalam pemikiran mereka daripada petani yang kurang Umumnya, petani dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi lebih terbuka terhadap inovasi dan lebih cepat memahami bagaimana teknologi baru dapat diterapkan untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan produk pertanian mereka. Berikut adalah tabel yang mengkategorikan responden berdasarkan tingkat pendidikan. Tabel 1. Identitas responden berdasarkan kelompok umur Umur (Tahu. Jumlah Responden (Oran. Jumlah Data: Diolah Tahun 2024 Tabel 2. Identitas Responden berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah (Oran. SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat S1/Sederajat Jumlah Data: Diolah Tahun 2024 Presentase (%) 26,66% Presentase (%) 16,66% 46,66% 6,66% To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa rata-rata responden di Kelompok Tani Barokah Jaya berpendidikan. Tingkat pendidikan responden yang paling banyak adalah SMA sederajat yang berjumlah 14 orang dengan presentase 46,66%. Semakin pemikiranya semakin terbuka dan maju. Sedangkan jumlah yang paling sedikit dari tingkat pendidkan adalah S1 yang berjumblah 2 orang dengan presentase 6,66% dan berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa rata-rata petani responden berpendidikan. Lama Bertani Lama bertani adalah lamanya waktu yang dihitung sejak responden terlibat dalam kegiatan pertaniannya. Petani dalam bertani Semakin lama pengalaman berutani seseorang, maka semakin kecil resiko kegagalan yang akan dialaminya karena petani yang berpengalaman lebih mengetahui seperti apa pembudidayaan yang baik berdasarkan pengalamannya (Soekartawati, 2. Berikut adalah tabel klasifikasi responden berdasarkan lamanya bertani. Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa lama bertani dari responden yang paling banyak berkisar 2-12 tahun dan 13-23 tahun yang sama-sama memiliki presentase 40% . Hal ini menunjukan bahwa petani di Kelompok Tanii Barokah Jaya ratarata petani yang berpengalaman sehingga resiko kegagalan dalam pembudidayaan bawang merah tergolong rendah. Jumlah Tanggungan Dalam Keluarga Jumlah tanggungan adalah berapa banyak anggota keluarga baik yang tinggal serumah ataupun tidak serumah yang tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan, dan biaya hidupnya di tanggung oleh petani Jumblah tanggungan yang banyak membuat semakin banyak pula biaya yang harus ditanggung oleh responden. Berikut ini adalah tabel klasifikasi responden berdasarkan jumlah tanggungan Berdasarkan table 4 dapat dilihat bahwa variasi jumlah tanggungan berbeda-beda. Jumlah tanggunagan dalam keluarga yang paling banyak adalah 4-5 orang yang berjumblah 14 responden dengan presentse 50%. Semakin banyak tanggungan maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan petani tersebut dan waktu bekerja dari petani semakin tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tabel 3 Identitas responden berdasarkan lama bertani Lama Bertani (Tahu. Jumlah (Oran. Jumlah Data: Diolah Tahun 2024 Tabel 4 Identitas responden berdasarkan jumlah tanggungan Tanggungan Keluarga (Oran. Jumlah (Oran. Jumlah Data: Diolah Tahun 2024 Presentase % Presentase % To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 Tabel 5 Identitas responden berdasarkan luas lahan Luas Lahan . Jumlah (Oran. 0,05-0,35 36-0,65 0,66-1 Jumlah Data: Diolah Tahun 2024 Luas Lahan Luas lahan adalah luas area yang akan ditanami oleh komuditas pada musim Semakin luas lahan maka semakin banyak pula komuditas yang akan ditanam dan sangat mempengaruhi hasil dari komuditas Berikut ini adalah tabel klasifikasi Berdasarkan table 5 dapat dilihat bahwa luas lahan responden yang paling banyak berkisar antara 0,05-0,35 ha yang berjumblah 14 orang dengan presentase 46,66 dan berdasarkan tabel tersebut rata-rata petani responden memiliki lahan yang lumayan luas . Sedangkan jumblah luas lahan yang paling sedikit berkisar antara 0,36-0,65 ha yang berjumblah 7 orang dengan presentase 23,33%. Lahan adalah satu faktor produksi, tempat di hasilkannya produk pertanian yang memiliki sumbangan yang cukup besar terhadap pendapatan petani , karena banyak sedikitnya hasil produksi dari petani sangat dipengaruhi oleh luas sempitnya lahan yang digunakan untuk menanam komuditas bawang merah. Efektivitas Pelaksanaan Pelatihan Petani Dalam Proses Penyuluhan Pertanidi Kelompok Tani Barokah Jaya Efektivitas ialah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau pencapaian suatu tujuan. Efektivitas dapat terjadi karena adanya pelatihan yang diberikan penyuluh kepada petani. Untuk mengukur sejauh mana pelatihan yang diberikan penyuluh kepada petani terdapat 5 acuan dasar yaitu . Pelatihan penggunaan alat pertanian kepada petani, . Mendemonstrasikan cara memilih bibit, pupuk, pestisida, dan peralatan pertanian yang baik, . Mempraktikan secara Presentase % 46,66 % langsung setelah memberikan Ide/ gagasan, . Memberikan Pelatihan Penggunaan Teknologi digital, . Memberikan pelatihan pengolahan hasil pertanian ( bawang mera. Tingkat pencapaian pelaksanaan pelatihan yang di berikan penyuluh kepada petani dapat dilihat pada tabel 6. Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa skor tertinggi dari pencapaian pelaksanaan yaitu 103 dimana penyuluh mendomonstrasikan kepada petani cara memilih bibit , pestisida, dan peralatan pertanian serta setelah memberi ide/ gagasan penyuluh langsung mempraktikannya kepada petani sehingga petani lebih muda Tabel 6 juga mengemukakan bahwa pelaksanaan pelatihan penyuluhan yang diberikan kepada 30 petani responden tergolong sangat efektif atau sesuai dengan arahan penyuluh dan dengan adanya penyuluhan yang diberikan penyuluh kepada petani dapat merubah sikap dan keterampilan petani dalam pengolahan dan pemilihan bibit bawang merah serta sangat membantu petani dalam menanggulangi masalah yang terjadi di lahan seperti pengendalian hama, dll. Pelatihan penggunaan alat pertanian yang diberikan penyuluh kepada petani tergolong sangat efektif karena memiliki skor 95 dimana pelatihan tersebut langsung di demonstrasikan agar petani dapat langsung bertanya kepada penyuluh jika masih ada arahan penyuluh yang kurang jelas. Hasil olah data menunjukkan bahwa proses penyuluhan berjalan efektif seiring dengan adanya kebijakan dari pemerintah yang menugaskan satu penyuluh yang hanya membina satu desa binaan, faktor lain yang mendorong pelaksanaan pembinaan secara efektif adalah besarnya perhatian pemerintah Kabupaten To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 Malang dalam sektor pertanian. Berdasarkan table 10 dapat dilihat juga bahwa efektivitas pelaksanaan pelatihan memiliki presentase 79,% yang tergolong sangat efektif menunjukan pelatihan yang diberikan penyuluh sudah diikuti oleh petani sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Efektivitas Pendampingan Terhadap Petani Yang Diberikan Penyuluh Pertanian Kepada Petani Bawang Merah Pendampingan penyuluhan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh penyuluh dalam proses pembelajaran petani penyuluhan, antara lain pelatihan petani desa, diskusi petani desa, kunjungan lapang petani, dan lain-lain. Istilah mentoring merupakan Proses lahirnya istilah ini merupakan suatu perbaikan dalam metode kerja para pekerja lapangan yang aktivitasnya hanya sekadar menyampaikan informasi dan teknologi kepada masyarakat. Dengan meningkatkan layanan penyuluhan tradisional tersebut, petugas penyuluh lapangan/PPL kini ditentukan Kelompok Petani. Tingkat pendampingan yang diberikan penyuluh kepada petani dapat dilihat pada tabel 7 di bawah ini. Berdasarkan table 7 dapat dilihat bahwa skor tertinggi dari pencapaian Pelaksanaan pandampingan yang diberikan penyuluh terhadap petani di Kelompok Tani Barokah Jaya adalah 89 yang tergolong efektif dimana penyuluh selalu memberikan masukan atau arahan dalam penyusunan RDKK dan masukan atau saran tersebut di terima dengan baik oleh kelompok tani dan menjadi acuan dalam penyusunan RDKK. Pada table 7 juga penyuluh dalam mendukung kegiatan petani baik di Lapangan maupun di Dinas Pertanian dan kegiatan Penyuluh Mendampingi petani saat rembung tani/ pertemuan kelompok tani, penyuluh mempersiapkan bahan- bahan sebelum menyampaikan informasi tentang tanaman bawang merah memiliki skor yang sama yaitu 82 dan tergolong efektif dimana pendampingan yang diberikan penyuluh kepada kelompok tani bertujuan untuk meningkatkan atau merubah pola perilaku dari anggota kelompok tani guna mencapai tujuan yang diinginkan dan meningkatkan kreatifitas Tabel 6 Capaian pelaksanaan pelatihan yang diberikan penyuluh kepada petani bawang merah Kategori Jawaban Responden Uraian Skor Pelatihan Penggunaan Alat Pertanian Kepada Petani 45 10 95 Mendemonstrasikan cara memilih bibit, pupuk, pestisida, 60 dan peralatan pertanian yang baik Mempraktikan secara langsung setelah memberikan 48 33 14 95 ide/gagasan Memberikan Pelatihan Penggunaan Teknologi digital Memberikan pelatihan pengolahan hasil pertanian (Bawang 28 39 18 1 Mera. Total Presentase Pelatihan Penyuluh kepada Petani 475:600X100 Data: Diolah Tahun 2024 To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 Tabel 7 Capaian Pelaksanaan Pendampingan Yang Diberikan Penyuluh Terhadap Petani Bawang Merah Kategori Jawaban Uraian Responden Skor Penyuluh Mendampingi Petani dalam Penyusunan RDKK Penyuluh mendukung kegiatan petani baik di Lapangan 28 maupun di Dinas Pertanian Penyuluh Mendampingi petani saat rembung tani/ 24 pertemuan kelompok tani Penyuluh Mempersiapkan Bahan- bahan Sebelum 28 Menyampaikan Informasi Tentang Tanaman Bawang Merah Penyuluh Mendampingi Menyelesaikan Kendala- 36 kendala yang Terjadi Dalam Kelompok Tani Total Presentase Pendampingan Penyuluh terhadap petani Data: Diolah Tahun 2024 Penyuluh menyelesaikan kendala- kendala yang terjadi dalam kelompok tani memiliki skor 88 tergolong efektif kendala- kendala yang terjadi dalam kelompok tani yaitu kurangnya ketersediaan pupuk bersubsidi, sehingga penyuluh membantu memberikan informasi cara mendapatkan pupuk bersubsidi bagi petani yang memiliki kartu tani. Pada table 7 juga menjelaskan efektivitas pelaksanaan pendampingan yang di berikan oleh penyuluh dengan presentase 70,5 % yang tergolong efektif hal ini menunjukan bahwa pendampingan yang diberikan penyuluh sangat membantu petani dalam menyelasikan kendala- kendala yang terjadi dalam kelompok tani dan petani dapat menerima dengan baik pendampingan yang diberikan penyuluh seperti penyuluh yang mendampingi petani dalam menghadiri kegiatan di Dinas Pertanian. Efektivitas Pengawasan Penyuluh Terhadap Petani Bawang Merah Pengawasan mengacu pada semua kegiatan yang dilakukan penasihat pertanian 423:600x100% 70,5% untuk memastikan bahwa hasil kerja petani sesuai dengan rencana. Pengawasan dan bimbingan petani oleh penyuluh memberikan pelajaran unik di bidang pertanian. Hal ini dilakukan agar petani dapat menanam bawang merah secara seragam, memperoleh hasil panen yang optimal, memberikan nilai tambah bagi petani, dan dengan demikian meningkatkan produktivitas budidaya bawang Tingkat pengawasan yang diberikan penasihat kepada petani ditunjukkan pada Tabel 8. Berdasarkan tabel 8 dapat dilihat bahwa nilai skor tertinggi yaitu Penyuluh mengawasi dan memberikan petunjuk-petunjuk yang membantu para petani dalam proses budidaya bawang merah dengan perolehan skor 84 yang tergolong yang tergolong efektif dengan adanya pengawasan penyuluh perubahanperubahan yang terjadi sesuai dengan sasaran yang diinginkan yaitu menumbuhkan perubahan perilaku petani dan keluarganya, sehingga akan tumbuh minat untuk mengembangkan budidaya bawang merah agar tercapai produktivitas bawang yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Pada Tabel 8 juga mengemukakan bahwa Penyuluh pertanian To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 konflik yang terjadi dalam kelompok petani atau dengan pihak luar dengan skoring 76 yang tergolong efektif dengan adanya pengawasan penyuluh dalam menyelesaikan konflik sangat membantu petani petani agar penyelesaian konflik diselesaikan secara kekeluargaan atau dengan musyawarah sehingga tidak terjadinya kesalah pahaman. Penyuluh melakukan pengawasan terhadap diskusi-diskusi dalam kelompok tani tergolong efektif dengan skor 75 dimana penyuluh selalu memotivasi petani agar mau melakukan tindakan atau perubahanperubahan untuk pengembangan kelompok tani dan pengutan-penguatan kelompok tani menjadi organisasi petani yang kuat dan Pada tabel 12 juga menjelaskan bahwa presentase efektivitas pengawasan penyuluh yaitu 63,5% yang tergolong efektif sangat berpengaruh terhadap prestasi dan kemandirian dari petani pada proses pembudidayaan bawang merah sehingga terciptanyya kesejateraan rumah tangga Efektivitas kegiatan Evaluasi Penyuluh Kepada Petani Di Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata evaluasi berarti AupenilaianAy. Evaluasi adalah proses penyediaan informasi mengenai sejauh mana kegiatan yang direncanakan telah tercapai, bagaimana kinerja tersebut dapat dinilai berdasarkan kriteria tertentu, dan apakah ada perbedaan antara pencapaian kegiatan dan manfaat yang Ini adalah proses penentuan apakah Sasaran yang dicapai dibandingkan dengan harapan yang ingin dicapai (Umar, 2. Tabel 8 Capaian pengawasan penyuluh terhadap petani bawang merah Kategori Jawaban Responden Uraian Penyuluh mengawasi dan memberikan petunjuk28 petunjuk yang membantu para petani dalam proses budidaya bawang merah Penyuluh pertanian membantu menjembatani penyelesaian konflik yang terjadi dalam kelompok petani atau dengan pihak luar Skoring Penyuluh melakukan pengawasan terhadap diskusi- 20 diskusi dalam kelompok tani Penyuluh membantu kelompok tani untuk 24 melakukan pinjaman modal di instansi terkait Pelaksanaan kegiatan penyuluhan Total Presentase pengawasan penyuluh Data: Diolah Tahun 2024 381:600x100% 63,5% To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 Tabel 9. Capaian kegiatan evaluasi penyuluh kepada petani di kelompok tani barokah jaya Kategori Jawaban Responden Uraian Skoring Setiap Akir program penyuluh selalu melakukan 16 evaluasi bersama kelompok tani. Evaluasi Penyuluh berdasarkan kebenaran atau fakta 24 yang terjadi di lapangan/ lahan Penyuluh memberikan penghargaan atau apresiasi 36 terhadap keberhasilan petani Waktu Pelaksanaan Evaluasi Manfaat Evaluasi Total Presentase Evaluasi Penyuluh 414: 600 X100% Data diolah Tahun 2024 Dalam penelitian ini ada lima acauan dasar evaluasi yakni : . Setiap Akir program penyuluh selalu melakukan evaluasi bersama kelompok tani. Evaluasi Penyuluh berdasarkan kebenaran atau fakta yang terjadi di lapangan/ lahan. Penyuluh memberikan keberhasilan petani. Waktu Pelaksanaan Evaluasi. Manfaat Evaluasi. Tingkat pencapaian kegiatan Evaluasi Penyuluh Kepada Petani Di Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji Kecamatan Junrejo dapat dilihat pada tabel 9 berikut ini. Berdasarkan tabel 13 dapat dilihat skoring tertinggi dari memberikan penghargaan atau apresiasi kepada petani atas keberhasilan petani dan Waktu pelaksanaan evaluasi sesuai dengan yang diinginkan, dengan perolehan skor yang sama yaitu 88 tergolong masuk dalam kategori Dengan adanya evaluasi secara rutin, maka masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan kelompok tani akan lebih cepat diatasi dan peluang untuk pengembangan kelompok tani bisa lebih cepat dilakukan. Evaluasi yang dilakukan secara rutin bisa 1 tahun sekali, 6 bulan sekali, 3 bulan sekali, bahkan untuk beberapa kasus dilakukan 1 bulan sekali. Pada tabel 9 juga menjelaskan bahwa Setiap Akir program penyuluh selalu melakukan evaluasi bersama kelompok tani dengan skor 82 yang tergolong efektif dan evaluasi Penyuluh berdasarkan kebenaran atau fakta yang terjadi di lapangan/ lahan. Pada tabel 9 juga dijelaskan bahwa efektivitas kegiatan evaluasi di Kelompok Tani Barokah Jaya tergolong efektif dengan presentase 69%. Hal ini menunjukan bahwa kinerja penyuluh di Kelompok tani Sudah Baik dan nyaris Sangat baik. Dukungan dari perangkat atau Pemerintah Desa sangat membantu dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan usaha tani dan budidaya (Arifin,2. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan penyuluhan petanian bawang merah di Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu Metode penyuluhan di Kelompok Tani Barokah Jaya menggunakan media lisan yang disampaikan secara langsung dengan pendekatan kelompok melalui temu akrab yaitu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengunjungi kelompok tani 1 kali dalam sebulan untuk melakukan penyuluhan mengenai bawang merah. Proses penyuluhan pertanian biasanya dilakukan di aula Kantor Desa dan di rumah petani yang To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 termasuk anggota Kelompok tani Kegiatan penyuluhan pertanian bawang merah di Kelompok Tani Barokah Jaya tergolong efektif. Dengan presentase pencapaian kegiatan Pelaksanaan Pelatihan yang diberikan penyuluh kepada petani dengan presentase 79% yang termasuk kategori sangat efektif. Pelaksanaan Pendampingan yang diberikan penyuluh kepada petani dengan presentase 70,5%yang tergolong efektif. Pelaksanaan pengawasan yang di berikan Penyuluh kepada petani dengan presentase 63,5% yang termasuk dlam kategori efektif. Kegiatan evaluasi 69 % yang termasuk dalam kategori efektif. Dengan adanya pengukuran ini dapat disimpulkan kegiatan efektifitas penyuluhan pertanian tanaman bawang merah di Desa Beji tergolong efektif dan sangat membantu petani menyelesaikan kendala di lapangan. Ucapan Terima Kasih Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang berkontribusi pada penelitian ini. Daftar Pustaka Afrinawati. Usman. , & Baihaqi. Efektivitas Penyuluhan Pertanian Terhadap Pendapatan Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 1. , 299Ae304. Arifin,. Z 2021. Kontribusi Usahatani Pembibitan Cabai Rawit Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Kelompok Tani Perdi Di Desa Dilem Kecamatan Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Volume 18 Eddy Purnomo. Nugraha Pangarsa. Kuntoro Boga Andri, dan M. Efektifias Metode Penyuluhan Dalam Penerapan Transfer Teknologi Di Jawa Timur. Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran, volume 1. Eriantina. Analisis Efektifitas Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian Dalam Meningkatkan Pendapatan Padi Sawah Menurut Perspektif Ekonomi Islam Skripsi: IAIN Intan Lampung. Bandar Lampung, halm. Husein Umar. Metode Penelitian Untuk Tesis Dan Bisnis. Jakarta : Grafindo Persada. Mutolib. Yanvika. Listiana. , & Nurmayasari. Tingkat Efektivitas Penyuluh Pertanian di Kecamatab Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Agribisnis Terpadu, 13. , 1. Kudsy. Ridwan. Renggono. , & Sunarto. the Use of Wrf Model To Support Cloud Seeding Operation: a Study in the Citarum Catchment Area. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 13. , 1. Mardikanto. , & 1947-. Sistem penyuluhan pertanian. Diterbitkan atas Kerja sama Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) dan UPT Penerbitan dan Pencetakan UNS (UNS Pres. Universitas Sebelas Maret. Masitoh. Analisis Efisiensi. Efektivitas. Dan Kontribusi Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan (PBB-P. Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Studi Deskriptif di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Banyuma. Olszewski. , & Wibowo. Using Equivalent Walking Distance to Assess Pedestrian Accessibility to Transit Stations in Singapore. Transportation Research Record: Journal of the Transportation Research Board, 1927. , 38Ae45. Samadi,B dan Cahyono. Bawang Merah Intensifikasi Usaha Tani. Kanisius. Yogyakarta Subejo. Babak Baru Penyuluhan Pertanian dan Pedesaan. Jurnal IlmuIlmu Pertanian, 7 No. 1, 61Ae70. Sugiyono. 2010 Metode Penelitian Pendidkan To cite this article : Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil . Efektivitas Penyuluhan Pertanian Komoditi Bawang Merah Pada Kelompok Tani Barokah Jaya Desa Beji. Kecamatan Junrejo. Kota Batu. Jurnal Buana Sains 24. : 57-68 M. Jemadu. Arvianti dan A. Yusuf Kholil / Buana Sains Vol 24 No 3 : 57-68 Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R &D. Bandung : Alfabeta Sugiyono. Meode Penelitian Pendidkan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R &D. Bandung : Alfabeta Suriyani,N. Bawang Merah Untung. Budidaya Bawang Merah . Cahaya Atma Pustaka.