Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PENGARUH GROSS PROFIT MARGIN (GPM) DAN NET PROFIT MARGIN (NPM) TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN SEKTOR BAHAN BAKU YANG TERDAFTAR PADA BEI PERIODE 2021-2022 Muhammad Razullah * . Indriati Sumarni muhammadrazullah@gmail. indriatisumarni338@gmail. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Fluktuasi pertumbuhan laba perusahaan sektor bahan baku terjadi begitu drastis, bahkan mencapai titik yang mengkhawatirkan karena dapat mengancam keberlangsungan perusahaan. Akan tetapi, ada beberapa perusahaan yang mampu bertahan bahkan mengembangkan usahanya. Untuk itu perlu dicari faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba agar keberlangsungan perusahaan lebih terjamin. Salah satu faktor tersebut adalah GPM dan NPM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Gross Profit Margin (GPM) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022, untuk mengetahui pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022, untuk mengetahui pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuanttatif deskriptif dengan sumber data sekunder berupa laporan keuangan tahun perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar di BEI. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 93 perusahaan, dengan jumlah sampel sebanyak 17 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria-kriteria yang telah Analisis data dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tidak ada pengaruh Gross Profit Margin (GPM) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Tidak ada pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Tidak ada pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Kata Kunci : GPM. NPM. Pertumbuhan Laba. THE INFLUENCE OF GROSS PROFIT MARGIN (GPM) AND NET PROFIT MARGIN (NPM) ON PROFIT GROWTH IN RAW MATERIALS SECTOR COMPANIES LISTED ON THE BEI FOR THE 2021-2022 PERIOD ABSTRACT Fluctuations in profit growth for companies in the raw materials sector have occurred drastically, even reaching a worrying point because they can threaten the company's sustainability. However, there are several companies that are able to survive and even develop their business. For this reason, it is necessary to look for factors that influence profit growth so that the company's sustainability is more guaranteed. One of these factors is GPM and NPM. The aim of this research is to determine the effect of Gross Profit Margin (GPM) on profit growth in raw materials sector companies listed on the IDX for the 2021-2022 period, to determine the effect of Net Profit Margin (NPM) on profit growth in raw materials sector companies listed on BEI for the 2021-2022 period, to determine the effect of Gross Profit Margin (GPM) and Net Profit Margin (NPM) simultaneously on profit growth in raw materials sector companies listed on the BEI for the 2021-2022 JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 This research uses a descriptive quantitative approach with secondary data sources in the form of annual financial reports of raw materials sector companies listed on the IDX. The population in this study was 93 companies, with a total sample of 17 companies selected using the purposive sampling method with predetermined criteria. Data analysis was carried out using IBM SPSS 26. The results of this research show that there is no influence of Gross Profit Margin (GPM) on profit growth in raw materials sector companies listed on the BEI for the 2021-2022 period, there is no influence of Net Profit Margin (NPM) on profit growth in raw materials sector companies listed on the BEI for the 2021-2022 period. There is no simultaneous influence of Gross Profit Margin (GPM) and Net Profit Margin (NPM) on profit growth in raw materials sector companies listed on the BEI for the 2021-2022 period . Keywords: GPM. NPM. Profit Growth. PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi di era modern yang sangat pesat mengharuskan setiap perusahaan mampu melakukan perubahan menjadi lebih baik dengan cepat demi menghadapi persaingan dalam dunia bisnis, tidak terkecuali pada industri sektor bahan baku . asic material. Sektor bahan baku merupakan perusahaan yang menjual produk dan jasa yang digunakan oleh industri lain sebagai bahan baku untuk memproduksi barang jadi . arang konsume. Sektor bahan baku dapat dikatakan sebagai salah satu sektor penting bagi pertumbuhan laba sektor industri lain. Apabila harga produk yang dihasilkan perusahaan sektor bahan baku naik maka akan mempengaruhi nilai harga pokok produksi dari sektor lain. Harga barang yang naik cenderung membuat minat beli konsumen menurun, yang berarti potensi laba yang didapatkan juga menurun. Padahalkan setiap perusahaannya selalu meningkat setiap tahunnya . rtinya mengalami pertumbuha. Salah satu perusahaan sektor bahan baku yang mengalami kenaikkan laba disaat daya beli masyarakat sedang berpotensi menurun adalah PT Avia Avian Tbk. (AVIA) pada tahun 2023. Dilansir dari website CNCBIndonesia. com menyatakan bahwa Emiten produsen cat PT Avia Avian Tbk. (AVIA) mencatat laba bersih sepanjang kuartal i tahun 2023 tercatat sebesar Rp 1,1 triliun, dengan marjin 22,1%. Laba tersebut berasal dari penjualan AVIA sebesar Rp 5,2 triliun untuk periode sembilan bulan tahun 2023, tumbuh 4,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (CNCB Indonesia, 2. Pertumbuhan laba penting untuk diketahui karena menjadi salah satu tolak ukur bagi JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 pemegang saham dan investor dalam menanamkan modalnya pada suatu perusahaan. Hal ini karena pertumbuhan laba dapat memberikan gambaran tingkat pengembalian investasi bagi pemegang saham dan investor, sekaligus untuk penilaian kembali kinerja perusahaan oleh manajemen. Pertumbuhan laba inilah yang menjadi pendorong minat investor untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut. Pada beberapa tahun terakhir, yakni tahun 2021 dan 2022 pertumbuhan laba dari 93 perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar di BEI terus mengalami fluktuasi. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2021 pertumbuhan laba mengalami peningkatan positif yang cukup signifikan yakni sebesar 213. 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun pada tahun 2022 pertumbuhan laba sektor kembali mengalami penurunan yang sangat drastis sebesar -277. dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan bagi keberlangsungan sebagian besar perusahaan. Akan tetapi, ternyata ada 17 perusahaan yang mampu bertahan bahkan mengembangkan usahanya, dimana perusahaan-perusahaan ini yang justu mengalami pertumbuhan laba positif selama 2 tahun secara beturut-turut. Bahkan salah satu perusahaan ini, yakni Bintang Mitra Semestaraya Tbk. (BMSR) pada tahun 2021 mencatatkan pertumbuhan laba positif yang fantastis yakni meningkat sebesar 16720. 07% dibandingkan tahun Hal ini berarti ke-17 perusahaan ini meningkatkan pertumbuhan laba masing-masing perusahaan disaat perusahaan lainnya mengalami Oleh karena itu, perlu dipelajari dan faktor-faktor mempengaruhi pertumbuhan laba perusahaan sektor bahan baku agar perusahaan sektor bahan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 baku lainnya bisa membuat strategi untuk mempertahankan profitabiltas agar pertumbuhan laba tidak mengalami penurunan secara terusmenerus. Pertumbuhan laba dapat diketahui dengan melakukan analisis laporan keuangan dengan menggunakan analisis ratio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio leverage, dan rasio lain. Menurut (Rahmani, 2. faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba ialah ratio profitabilitas yang terdiri dari: . Return On Asset (ROA), . Return On Equity (ROE), . Net Profit Margin (NPM), . Gross Profit Margin (GPM). Menurut (Mariam & Munandar, 2. faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba ialah ratio likuiditas yang terdiri dari: . Current Ratio (CR) dan . Quick Ratio (QR). Sedangkan menurut (Petra & dkk, 2. faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba ialah: . Ukuran Perusahaan, . Current Ratio (CR), . Perputaran Persediaan. Rasio keuangan yang sering digunakan untuk memprediksi pendapatan perusahaan adalah rasio (Kasmir, 2. mengatakan rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. (Fahmi, 2. juga mengatakan semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan Rasio profitabilitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Net Profit Margin (NPM) dan Gross Profit Margin (GPM). Pemilihan variabel GPM dan NPM dikarenakan variabel tersebut biasanya digunakan sebagai ukuran profitabilitas suatu perusahaan, dimana koefisien tersebut dapat mewakili keuntungan dari aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Nilai GPM meningkat dapat menunjukkan bahwa adanya laba kotor yang diterima perusahaan lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan bersih, sedangkan NPM adalah laba dari kegiatan komersial sebagai persentase dari pendapatan atau penjualan bersih yang dilakukan oleh perusahaan. Nilai NPM yang tinggi mencerminkan semakin baik kegiatan operasional perusahaan untuk mendapatkan laba. Penggunaan kedua variabel tersebut (GPM dan NPM) ditujukan agar dapat mengetahui secara sempurna mengenai margin JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 laba atas penjualan. Jadi dapat dipahami bahwa semakin lengkap jenis rasio profitabilitas yang digunakan, semakin sempurna hasil yang akan Hasil penelitian yang dilakukan (Wijaya & Arisman, 2. menunjukkan bahwa GPM secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. (Damayanti & Erdkhadifa, 2. , (Yuliantin & Aprianti, 2. , menunjukkan bahwa NPM secara pertumbuhan laba. Sedangkan, berbanding terbalik dengan hasil penelitian yang dilakukan (Nisa, 2. dan (Islam & Nurhayati, 2. menunjukkan bahwa NPM dan GPM secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan tersebut dengan menguji kembali penelitian-penelitian terdahulu untuk mengetahui pengaruh variabel Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) terhadap pertumbuhan laba. Oleh karena itu, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul: AyPengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Bahan Baku Yang Terdaftar Pada BEI Periode 2021-2022Ay. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan maka penulis mengidentifikasi permasalahan yang terjadi yaitu: Banyaknya perusahaan yang mengalami kerugian sehingga mengakibatkan pertumbuhan laba menurun drastis. Biaya operasional yang tinggi menjadi salah satu penyebab laba yang seharusnya diterima perusahaan menjadi berkurang. Beberapa perusahaan justru mampu bertahan . disaat banyak perusahaan yang sejenis mengalami kerugian. Batasan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah berfokus pada 17 perusahaan sektor bahan baku yang mengalami pertumbuhan laba positif selama 2 tahun berturut-turut, yakni tahun 2021-2022. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Apakah ada pengaruh Gross Profit Margin (GPM) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022 ? Apakah ada pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022 ? Apakah ada pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022 ? Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui pengaruh Gross Profit Margin (GPM) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Untuk mengetahui pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Untuk mengetahui pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Manfaat penelitian terbagai menjadi 2, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Adapun manfaat teoritis dari penelitian ini adalah: Kontribusi pada pada pengetahuan akademik: Penelitian ini akan memberikan kontribusi pada pengetahuan akademik dengan menyediakan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara Gross Profit Margin (GPM). Net Profit Margin (NPM) dan pertumbuhan laba. Hasil penelitian dapat memperkaya teori-teori keuangan yang ada serta memberikan landasan teoritis bagi penelitian selanjutnya. Mengidentifikasi faktor-faktor memengaruhi pertumbuhan laba: Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor khusus dalam Gross Profit Margin (GPM). Net Profit Margin (NPM) yang berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Hal ini akan membantu para akademisi dan peneliti dalam memperluas pemahaman tentang variabel-variabel yang relevan dalam konteks pertumbuhan laba. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Validasi konsep dan teori: Penelitian ini dapat menguji validitas konsep dan teori yang ada mengenai Gross Profit Margin (GPM). Net Profit Margin (NPM) dan pertumbuhan laba. Dengan mengumpulkan data empiris dari laporan keuangan perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar di BEI periode 2021-2022, penelitian ini dapat memperkuat atau mengoreksi teori-teori yang ada dalam literatur. Adapun manfaat praktis dari penelitian ini Kontribusi terhadap Investor : Penelitian ini dapat membantu investor dalam mengambil perusahaanperusahaan yang terdaftar di BEI sektor bahan Analisis GPM dan NPM ini dapat memberikan gambaran pertumbuhan laba Perusahaan kepada para investor. Kontribusi terhadap perusahaan : Penelitian ini dapat membantu dalam menyelidiki sejauh mana perusahaan telah berhasil dalam mengelola biaya produksi dan operasionalnya. Analisis GPM dan NPM dapat memberikan wawasan tentang efisiensi operasional perusahaan dan kemampuannya dalam menghasilkan laba dari kegiatan pokok Kontribusi terhadap penulis : Penelitian ini dapat membantu penulis untuk memahami lebih lanjut tentang bagaimana faktor-faktor tertentu, seperti GPM dan NPM dapat mempengaruhi laba dan kinerja keuangan secara keseluruhan. TINJAUAN PUSTAKA Laporan Keuangan Menurut (Kasmir, 2. laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan yang disajikan perusahaan sangat penting bagi manajemen dan pemilik perusahaan. Disamping itu, banyak pihak yang memerlukan dan berkepentingan terhadap laporan keuangan yang dibuat perusahaan, seperti pemerintah, kreditor, investor, maupun para supplier. (Samryn, 2. juga memberikan pengertian secara sederhana bahwa laporan keuangan dapat disebut sebagai ikhtisar yang menunjukkan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 transaksi ringkasan posisi keuangan dan hasil usaha sebuah organisasi yang menyelenggarakan transaksi keuangan. Laporan keuangan disajikan secara periodik, atau dalam potongan-potongan periode waktu secara konsisten. Laporan keuangan yang formal dan lengkap meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan. Analisis Laporan Keuangan (Kasmir, 2. menyatakan, analisis laporan keuangan perlu dilakukan agar laporan keuangan menjadi lebih berarti sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh berbagai pihak. Bagi pihak pemilik dan manajemen, tujuan utama analisis laporan keuangan adalah agar dapat mengetahui posisi keuangan perusahaan saat ini. Dengan mengetahui posisi keuangan, maka akan terlihat apakah perusahaan dapat mencapai target yang telah direncanakan sebelumnya atau tidak. Hasil analisis laporan keuangan juga akan memberikan informasi tentang kelemahan dan kekuatan yang dimiliki. Salah satu cara untuk menganalisis laporan keuangan adalah dengan menggunakan analisis Menurut (Samryn, 2. rasio keuangan merupakan suatu cara yang membuat perbandingan data keuangan perusahaan menjadi lebih berarti. Rasio keuangan menjadi dasar untuk menjawab beberapa pertanyaan penting mengenai kesehatan keuangan dari perusahaan. Pertanyaan tersebut meliputi likuiditas perusahaan, kemampuan manajemen memperoleh laba dari penggunaan aktiva perusahaan, dan kemampuan manajemen mendanai investasinya, serta hasil yang dapat diperoleh para pemegang saham dari investasi yang dilakukannya ke dalam perusahaan. Untuk memenuhi informasi tersebut, ada beberapa jenis rasio keuangan yang lazim digunakan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio leverage, dan rasio lainnya. Pemakai informasi keuangan bebas memilih jenis rasio yang ingin digunakannya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masing-masing. Jenis rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio profitabilitas. (Kasmir, 2. mengatakan rasio probabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 (Fahmi, 2. juga mengatakan semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan. Rasio profitabilitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Net Profit Margin (NPM) dan Gross Profit Margin (GPM). Penggunaan kedua variabel tersebut ditujukan agar dapat mengetahui secara sempurna mengenai margin laba atas penjualan. Semakin lengkap jenis rasio profitabilitas yang digunakan, semakin sempurna hasil yang akan dicapai. (Kasmir, 2. Gross Profit Margin (GPM) Gross Profit Margin (GPM) adalah salah satu rasio keuangan yang mengukur persentase keuntungan kotor dari pendapatan penjualan setelah dikurangkan biaya produksi atau biaya barang yang dijual. Rasio GPM ini memberikan gambaran tentang sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dari aktivitas inti Menurut (Kasmir, 2. Gross Profit Margin (GPM) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Margin Laba Kotor merupakan margin yang menunjukkan laba relatif terhadap perusahaan, dengan cara penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan dibagi dengan jumlah penjualan. Rasio ini merupakan cara untuk penetapan harga pokok penjualan serta memberikan gambaran laba kotor yang didapat dari setiap penjualan. Pendapat serupa juga diutarkan oleh (Samryn, 2. yang menyatakan bahwa Margin Laba Bruto merupakan margin laba kotor yang menunjukkan tren profitabilitas perusahaan, dengan cara penjualan dikurangi beban pokok penjualan dibagi dengan penjualan bersih. Sedangkan menurut (Sujarweni, 2. Gross Profit Margin (Margin Laba Koto. merupakan perbandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan dengan tingkat Rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari suatu penjualan. Menurut (Kasmir, 2. Gross Profit Margin (GPM) dapat diukur dengan rumus: yaycEycA (%) = ycEyceycuycycycaycoycaycu yaAyceycycycnEa Oe yaycaycyciyca ycEycuycoycuyco ycEyceycuycycycaycoycaycu Sales (Penjuala. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Net Profit Margin (NPM) Net Profit Margin (NPM) adalah salah satu rasio keuangan yang mengukur sejauh mana perusahaan dapat mempertahankan laba bersih dari pendapatan penjualan setelah dikurangkan semua biaya, termasuk biaya operasional, bunga, dan Rasio ini memberikan gambaran tentang efisiensi perusahaan dalam mengelola semua biaya yang terkait dengan operasi bisnisnya. Menurut (Kasmir, 2. Net Profit Margin (NPM) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Margin Laba Bersih merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan Rasio ini menunjukkan pendapatan bersih perusahaan atas penjualan. Pendapat serupa juga diutarkan oleh (Samryn, 2. yang menyatakan bahwa Margin Laba Bersih merupakan margin laba bersih yang menunjukkan tren profitabilitas perusahaan, dengan cara membagi laba bersih setelah pajak dengan penjualan bersih. Sedangkan menurut (Sujarweni, 2. Net Profit Margin (NPM) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan. Manfaat dari analisis Net Profit Margin (NPM) mempertimbangkan semua biaya terkait. (Sufyati & Anlia, 2. menjelaskan manfaat dari rasio Net Profit Margin (NPM) adalah untuk mengukur laba bersih setelah pajak penjualan. Semakin tinggi Net Profit Margin semakin baik operasi suatu Hal tersebut digunakan untuk mengukur penghasilan perusahaan yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Selain itu Net Profit Margin juga bertujuan untuk mengkompresi nilai profitabilitas dengan perusahaan kompetitor yang menjalankan basis bisnis. (Anwar, 2. mengatakan rasio Net Profit Margin (NPM) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari Makin besar angka ini maka perusahaan makin profitable, dan sebaliknya makin kecil angka rasio ini, perusahaan makin tidak JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Menurut (Kasmir, 2. Net Profit Margin (NPM) dapat diukur dengan rumus: ycAycEycA (%) = Laba Bersih Setelah Pajak Sales (Penjuala. Pertumbuhan Laba Pertumbuhan laba adalah persentase kenaikan laba perusahaan. Tiap tahunnya laba perusahaan dapat meningkat dan dapat pula menurun. Peningkatan maupun penurunan itulah yang disebut pertumbuhan laba (Widiyanti, 2. Pertumbuhan laba mengacu pada peningkatan laba bersih yang diperoleh oleh suatu perusahaan dari satu periode ke periode lainnya. Peningkatan laba dapat diukur dalam persentase atau nilai numerik, dan dapat memberikan indikasi tentang kinerja keuangan dan profitabiliitas perusahaan. Menurut (Harahap, 2. Pertumbuhan laba merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan laba bersih dibanding tahun lalu. Pertumbuhan laba dipengaruhi oleh perubahan komponen-komponen dalam laporan keuangan, seperti perubahan penjualan, perubahan harga pokok penjualan, perubahan beban operasi, perubahan beban bunga, perubahan pajak penghasilan, dan perubahan komponen lain pada laporan laba rugi. Menurut (Harahap, 2. , indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan laba dapat dirumuskan sebagai berikut: ycU= ycU OeycU X 100% Keterangan: : Pertumbuhan Laba Yt : Laba setelah pajak . aba bersi. periode tertentu Yt-1 : Laba setelah pajak . aba bersi. periode sebelumnya Kerangka Konseptual Kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1 : Kerangka Konseptual Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 fenomena yang ada pada saat penelitian dengan menggunakan data historis atau empiris. Sumber: Data diolah, 2024 Hipotesis Berdasarkan model penelitian, maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: H1 : Ada pengaruh Gross Profit Margin (GPM) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Bahan Baku Yang Terdaftar Pada BEI Periode 2021-2022 H2 : Ada pengaruh Net Profit Margin (NPM) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Bahan Baku Yang Terdaftar Pada BEI Periode 2021-2022 H3 : Ada pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Bahan Baku Yang Terdaftar Pada BEI Periode METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Menurut (Sugiyono, 2. penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, data penelitian berupa angka-angka, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif Penelitian deskriptif kuantitatif adalah jenis penelitian yang secara sederhana menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka untuk mengelompokkan individu atau kelompok (Suharsaputra, 2. Jenis penelitian ini memusatkan perhatian pada masalah atau JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Populasi dan Sampel Penelitiam Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 Ae 2022 sebanyak 93 perusahaan yang terdaftar 2 tahun berturut-turut. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan Teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Sampel dalam penelitian ini yakni 17 perusahan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 20212022. Sumber Data Sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan sektor bahan baku. Data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Dokumentasi dilaksanakan dengan mengumpulkan data dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar di BEI periode Data diperoleh dari situs resmi BEI yaitu w. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis Statistik Deskriptif Uji Asumsi Klasik, yang terdiri dari: Uji Normalitas. Uji Multikolonieritas Uji Heteroskedastisitas Uji Autokorelasi. Uji Regresi Linear Berganda. Uji Hipotesis, yang terdiri dari Uji T . Uji F . Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Uji Koefisien Determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Analisis menggambarkan dan mendeskripsikan data dari variabel independent. Analisis statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, maksimum, minimum, dan sebagainya. Hasil analisis statistik dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1 : Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Min Max Mean GPM (X. Std. Deviation NPM (X. Pertumbuhan Laba (Y) Valid N . Sumber: Data diolah, 2024 Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diatas dapat diketahui informasi mengenai nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata, dan standar deviasi pada setiap variabel dalam penelitian ini: Variabel GPM (X. memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 34 sampel, dari 34 sampel ini nilai persentase GPM terkecil . adalah 22, dan nilai persentase GPM terbesar . 52, dengan rata-rata . 6632 dan nilai standar deviasi sebesar 12. Variabel GPM (X. memiliki nilai mean diatas nilai standar deviasi, artinya sebaran GPM pada penelitian ini sudah baik, sehingga penyimpangan data yang terjadi rendah dan membuat penyebaran nilainya Variabel NPM (X. memiliki jumlah sampel sebanyak 34 sampel, dari 34 sampel ini nilai persentase NPM terkecil . adalah 0,50, dan nilai persentase NPM terbesar . 22, dengan rata-rata . 2526 dan nilai standar deviasi Variabel NPM (X. memiliki nilai mean diatas nilai standar deviasi, artinya sebaran GPM pada penelitian ini sudah baik. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 sehingga penyimpangan data yang terjadi rendah dan membuat penyebaran nilainya Variabel Pertumbuhan Laba (Y) memiliki jumlah sampel sebanyak 34 sampel, dari 34 sampel ini nilai persentase Pertumbuhan Laba terkecil . 81, dan nilai persentase Pertumbuhan Laba terbesar . 07, dengan rata-rata . 8947 dan nilai standar Variabel Pertumbuhan Laba (Y) memiliki nilai mean dibawah nilai standar deviasi, artinya sebaran Pertumbuhan Laba pada penelitian ini cukup besar yang berarti banyak variasi dalam data dan membuat penyebaran nilainya cukup jauh. Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas Uji normalitas merupakan pengujian dengan tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2. Normal tidaknya suatu data dapat dideteksi dengan melihat grafik histogram, melihat normal probability plot (Normal P-P Plo. dan menggunakan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov . ji K-S). Dimana didalam uji statistik Kolmogorov-smirnov . ji K-S) jika nilai probilitas signifikansi bernilai diatas 0,05 (=5%) maka data berdistribusi normal. Jika data tidak terdistribusi normal, maka dapat dilakukan transformasi agar menjadi normal (Ghozali, 2. Berdasarkan hasil pengujian normalitas menggunakan SPSS 26 maka didapat output pada penelitian ini sebagai berikut: Gambar 2 : Hasil Uji Normalitas Grafik Histogram Sumber: Data diolah, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Dari grafik histogram diatas menunjukkan bahwa setelah dilakukan tranformasi data, perbandingan antara data observasi dengan distribusi berada pada alur distribusi normal atau mendekati distribusi normal. Namun demikian hanya dengan melihat histogram dapat menyesatkan khususnya untuk sampel yang kecil. Oleh karena itu perlu menggunakan metode yang lebih handal seperti dengan melihat normal probability plot (Normal P-P Plo. dan menggunakan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-smirnov . ji K-S). Hasil normal probability plot dapat dilihat pada gambar dibawah Gambar 3 : Hasil Uji Normalitas Grafik Normal P-P Plot Sumber: Data diolah, 2024 Grafik normal P-P Plot dinyatakan tidak memenuhi syarat asumsi normalitas apabila data . menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal (Ghozali, 2. Berdasarkan gambar 3 diatas dapat dilihat bahwa grafik P-P Plot menunjukkan bahwa data yang telah ditransformasi menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal Dengan demikian, grafik P-P Plot diatas menunjukkan bahwa model regresi berdistribusi normal atau memenuhi syarat asumsi normalitas. Untuk mendeteksi normalitas data dapat juga dilakukan dengan uji non-parametrik statistik dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Dimana didalam uji statistik Kolmogorov-smirnov . ji K-S) jika nilai probilitas signifikansi bernilai diatas 0,05 (=5%) maka data berdistribusi normal. Hasil uji Kolmogorov-smirnov dapat dilihat pada tabel JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Tabel 2 : Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Liliefors Significance Correction Sumber: Data diolah,2024 Dalam uji Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada Asymp. Sig. -taile. Apabila signifikansi K-S > 0. 05, maka data tersebut terdistribusi normal dan apabila signifikansi K-S < 0. 05, maka data tersebut tidak terdistribusi normal (Ghozali, 2. Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dilihat bahwa hasil output menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. Dengan demikian 0. 05, maka dari ketiga pengujian diatas dapat dinyatakan bahwa data dalam penelitian ini terdistribusi normal. Hasil Uji Multikolonieritas Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . (Ghozali, 2. Untuk multikolinearitas didalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Nilai cutoff . mbang bata. yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai Tolerance O 0. 10 atau sama dengan nilai VIF Ou 10. Hasil uji multikolonieritas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3 : Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF LN_X1 LN_X2 Dependent Variabel: LN_Y Sumber: Data diolah, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Berdasarkan tabel 3 diatas diketahui bahwa nilai tolerance X1 dan X2 sama-sama bernilai 429 dengan nilai VIF yang sama sebesar 2. Dengan demikian, nilai tolerance 0. 429 > 0. 10 dan nilai VIF 2. 3333 < 10, maka dapat dinyatakan bahwa data dalam penelitian ini tidak mengalami Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilihat dari Grafik Plot (Scatterplo. dan melakukan Uji Glejser. Hasil uji Scatterplot dapat dilihat pada gambar dibawah berikut: Gambar 4 : Hasil Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Uji Glejser heteroskedastisitas apabila signifikansi variabel independen terhadap variabel dependen berada dibawah tingkat kepercayaan 5%. Berdasarkan hasil output SPSS pada tabel 4 diatas dapat diketahui dengan jelas bahwa tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik memengaruhi variabel dependen nilai absolut residual (ABRESID). Hal ini terlihat dari kepercayaan 5%. Sehingga dari kedua pengujian diatas dapat dinyatakan bahwa data dalam penelitian ini tidak mengalami heteroskedastisitas. Hasil Uji Autokorelasi Uji autokorelasi merupakan pengujian dengan tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . (Ghozali, 2. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dilakukan dengan uji Durbin-Watson (DW-Tes. Hasil uji Durbin-Watson dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel 5 : Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Sumber: Data diolah, 2024 Grafik Scatterplot mengindikasikan terjadi heteroskedastisitas apabila ada pola tertentu yang teratur . ergelombang, melebar kemudian menyempi. (Ghozali, 2. Berdasarkan gambar 4 diatas dapat dilihat bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas dan tersebar secara Sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Uji berikutnya adalah Uji Glejser. Hasil Uji Glejser dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4 : Hasil Heteroskedastisitas Uji Glejser Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error LN_X1 LN_X2 (Constan. Standardized Coefficients Beta Dependent Variable: ABRESID Sumber: Data diolah, 2024 JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Sig. Model Square Adjusted R Square Std. Error Durbinof the Watson Estimate Predictors: (Constan. LN_X2. LN_X1 Dependent Variable: LN_Y Sumber: Data diolah, 2024 Berdasarkan hasil output SPSS pada tabel 5 diatas, menunjukkan nilai DW sebesar 2. 273 dan harus dibandingkan dengan nilai tabel dengan nilai signifikansi 5%. Jumlah sampel 34 (N) dan jumlah variabel independen 2 . Nilai tabel didapatkan 5805 artinya nilai DW 2. 273 lebih besar dari batas atas . U) sebesar 1. 5805 dan kurang dari 4 Ae 1. Ae dU), maka dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitan ini tidak terdapat Uji Regresi Linear Berganda Uji regresi linear berganda bertujuan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 dependen dengan variabel independen (Ghozali. Persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Y = b1X1 b2X2 e. Hasil uji regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6 : Hasil Uji Regresi Linear Berganda Tabel 7 : Hasil Uji T Coefficientsa Model Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Sig Beta (Constan. LN_X1 LN_X2 Dependent Variable: LN_Y Sumber: Data diolah, 2024 Berdasarkan tabel 6 diatas dapat dilihat bahwa hasil analisis regresi linear berganda sebagai Y = b1X1 b2X2 e Y = 5. 454 (-0. 550 e Dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta () bernilai positif yaitu menunjukkan nilai sebesar 5. 454, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel independen . ilai X1 dan X2 adalah . , maka nilai variabel dependen (Y) atau Pertumbuhan Laba adalah Nilai koefisien regresi X1 (GPM) adalah 759 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan variabel GPM Pertumbuhan Laba (Y) akan mengalami penurunan sebesar -0. Nilai koefisien regresi X2 (NPM) adalah 550 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan NPM mengalami kenaikan 1 nilai, maka Pertumbuhan Laba (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Uji Parsial (Uji T) digunakan untuk menemukan seberapa jauh pengaruh GPM dan NPM secara parsial terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Hasil Uji T dapat dilihat pada tabel 7 berikut: JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Sig Beta (Constan. LN_X1 LN_X2 Dependent Variable: LN_Y Sumber: Data diolah, 2024 Berdasarkan hasil tabel 7 diatas pada uji t . menunjukkan bahwa signifikansi pengaruh GPM (X. terhadap pertumbuhan Laba (Y) adalah 0. 165 > 0. 05 dengan nilai t-hitung 1. 423 < nilai t-tabel 2. 03951, maka H1 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh GPM terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Kemudian, tabel 7 juga menunjukkan bahwa signifikansi pengaruh NPM (X. terhadap Pertumbuhan Laba (Y) adalah 0. 277 > 0. 05 dengan nilai t-hitung 1. 107 < nilai t-tabel 2. 03951, maka H2 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh NPM terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Uji Simultan (Uji F) Signifikansi model regresi secara simultan diuji dengan melihat nilai signifikansi . dimana jika nilai sig dibawah 0,05 maka variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji Fstatistik digunakan untuk membuktikan ada pengaruh antara variabel independent terhadap variabel dependen secara simultan (Ghozali, 2. Hasil analisis uji simultan (Uji F) sebagai berikut: Tabel 8 : Hasil Uji F ANOVAa Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Model Sig Dependent Variable: LN_Y Predictors: (Constan. LN_X2. LN_X1 Sumber: Data diolah, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Berdasarkan hasil tabel 8 diatas dapat dilihat bahwa hasil uji F menunjukkan nilai F hitung 013 < F tabel sebesar 3. 30 dengan 375 > 0. 05, maka H3 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh GPM dan NPM secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali. Uji koefisien determinasi dalam penelitian ini akan menilai sejauh mana pengaruh GPM dan NPM sebagai variabel independen dalam menjelaskan variasi yang terjadi terhadap Pertumbuhan Laba sebagai variabel dependen pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9 : Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model Square Adjusted R Square Std. Error of Estimate Predictors: (Constan. LN_X2. LN_X1 Dependent Variable: LN_Y Sumber: Data diolah, 2024 DurbinWatson Berdasarkan tabel 9 diatas, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. adalah sebesar 0. 001 atau sebesar 0. dengan hubungan tergolong tidak ada hubungan (De Vaus, 2. Diambil dari nilai Adjusted R Square karena sampel yang diteliti kurang dari 100 sampel (Pallant, 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa besarnya pengaruh GPM dan NPM sebesar 0. 10% terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Adapun sisanya 9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, uji t . menunjukkan bahwa signifikansi JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 pengaruh GPM (X. terhadap pertumbuhan Laba (Y) adalah 0. 165 > 0. 05 dengan nilai t-hitung 1. 423 < nilai t-tabel 2. 03951, maka H1 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh GPM terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Uji t juga menunjukkan bahwa signifikansi pengaruh NPM (X. terhadap Pertumbuhan Laba (Y) adalah 0. > 0. 05 dengan nilai t-hitung 1. 107 < nilai t-tabel 03951, maka H2 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh NPM terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 20212022. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 013 < F tabel sebesar 3. 30 dengan signifikansi 375 > 0. Sehingga dapat disimpulkan tingkat signifikansi yang lebih besar dari 0. menunjukkan bahwa variabel Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar pada BEI periode 2021-2022. Yang berarti pernyataan H3 ditolak. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa besarnya pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba hanya sebesar 0. atau sebesar 0. 10% dengan hubungan tergolong tidak ada hubungan. Sedangkan sisanya sebesar 9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Lemahnya hubungan antara GPM dan NPM dengan Pertumbuhan Laba ini disebabkan oleh beberapa hal seperti kegiatan operasional yang kurang efisien sehingga membuat biaya operasional bertambah, regulasi pajak dari pemerintah, dan beban bunga yang tinggi. Jadi, meskipun GPM dan NPM biasanya digunakan sebagai ukuran profitabilitas suatu perusahaan, namun kedua variabel ini tidak memberikan gambaran lengkap mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan laba sehingga kekuatan hubungan yang dihasilkan cenderung Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh (Nisa, 2. tentang pengaruh rasio profitabilitas terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor barang konsumen non-primer yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2020. Penelitian ini juga mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh (Islam & Nurhayati, 2. tentang pengaruh GPM dan NPM terhadap pertumbuhan laba PT Mustika Ratu Tbk. Penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh (Yuliantin & Aprianti, 2. tentang pengaruh GPM. ROA. DER. NPM terhadap pertumbuhan laba PT. SAT Nusa Persada yang terdaftar di BEI. Penelitian ini juga tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh (Wijaya & Arisman, 2. tentang pengaruh NPM. GPM, dan GER terhadap pertumbuhan laba perusahaan makanan dan minuman. Penelitian ini juga tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh (Damayanti & Erdkhadifa, 2. tentang pengaruh CR. TATO. DER, dan NPM terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar pada BEI periode 2017-2021. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan terhadap pertumbuhan laba, hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan laba suatu perusahaan tidak hanya terjadi dari penjualan atau pendapatan yang diperoleh perusahaan, tetapi juga dipengaruhi oleh hal lain seperti beban operasional, beban bunga, beban pajak, dan beban tambahan lainnya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jika perusahaan lebih efektif dalam mengelola pengeluaran yang digunakan dalam kegiatan usaha untuk memperoleh laba atas kegiatan penjualan antara tahun 2021-2022, maka pengaruh serta hubungan Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) terhadap pertumbuhan laba dapat meningkat. Besarnya biaya . yang harus dikeluarkan oleh perusahaan akibat kegiatan operasional yang tidak efisien menjadi penyebab rendahnya pertumbuhan laba yang dialami oleh Jumlah laba yang seharusnya dihasilkan perusahaan dapat menurun karena tingginya biaya operasional dan yang terkait dengan aktivitas operasional dan utangnya. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan Tidak ada pengaruh Gross Profit Margin (GPM) terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Bahan Baku Yang Terdaftar Pada BEI Periode 2021-2022. Tidak ada pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Bahan Baku Yang Terdaftar Pada BEI Periode 2021-2022. Tidak ada pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Bahan Baku Yang Terdaftar Pada BEI Periode 2021-2022. SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dalam hal ini peneliti dapat menyarankan hal-hal sebagai Bagi Investor Investor diharapkan agar lebih memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba, bukan hanya dari nilai GPM dan NPM tetapi juga nilai-nilai lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan laba seperti beban operasional, beban bunga, dan beban Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir risiko dalam Bagi Perusahaan Perusahaan hendaknya lebih memperhatikan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan operasionalnya, dimana efisiensi yang buruk membuat biaya operasional yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional menjadi lebih tinggi bahkan bisa membuat jumlah hasil penjualan yang diperoleh tidak cukup untuk menutupi biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh Hal pertumbuhan laba yang seharusnya dimiliki oleh perusahaan menjadi berkurang. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang tepat agar operasionalnya dengan lebih efisien. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan memasukkan rasio profitabilitas yang lain seperti Return On Asset (ROA). Return On Equity (ROE). Return Investment (ROI), menggunakan rasio lainnya seperti rasio likuiditas dan rasio levelarge. Sehingga memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap pertumbuhan laba dengan mengubah atau menambah variabel. Selain itu, untuk data yang lebih akurat peneliti selanjutnya bisa memperpanjang jangka waktu pengamatan yang diteliti. DAFTAR PUSTAKA