JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1049-1058 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah KEPEMIMPINAN VISIONER DALAM PENDIDIKAN ISLAM: MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI VISI BERBASIS NILAI Nisa Amaliyah Rohmah Al Faroqi1. Fatah Syukur2 1,2 UIN Waisongo Semarang. Indonesia Email: nisaalfaroqi17@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 24 June 2025 Final Revised: 20 August 2025 Accepted: 30 August 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Visionary Leadership Islamic Education Character Development Value-Based Vision ABSTRACT This study aims to explore the role of visionary leadership in Islamic education and its impact on the character development of students at MTs Negeri 6 Kebumen. The method used is a qualitative approach with a case study design, involving semistructured interviews, participatory observations, and document analysis. The subjects of the research consist of the school principal, teachers, and students who are directly involved in the implementation of visionary leadership. The results indicate that the application of a value-based vision oriented towards Islamic teachings has successfully created a learning environment that supports the character development of students, as evidenced by improvements in discipline, responsibility, and social awareness among the students. The novelty of this research lies in its deeper focus on the integration of value-based vision in Islamic educational leadership, as well as a holistic approach to building student character. This study is expected to contribute to the development of educational leadership theory and its practices, and to serve as a reference for other educational institutions in implementing effective visionary ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan visioner dalam pendidikan Islam dan dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik di MTs Negeri 6 Kebumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kepemimpinan visioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan visi berbasis nilai yang berorientasi pada ajaran Islam berhasil menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan karakter siswa, terlihat dari peningkatan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di kalangan peserta didik. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus yang lebih mendalam terhadap integrasi visi berbasis nilai dalam kepemimpinan pendidikan Islam, serta pendekatan holistik dalam membangun karakter peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori kepemimpinan pendidikan dan praktiknya, serta menjadi acuan bagi lembaga pendidikan lain dalam menerapkan kepemimpinan visioner yang efektif. Kata kunci: Kepemimpinan Visioner. Pendidikan Islam. Pembentukan Karakter. Visi Berbasis Nilai Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam: Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Visi Berbasis Nilai PENDAHULUAN Kepemimpinan dalam konteks pendidikan, khususnya dalam pendidikan Islam, memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta Kepemimpinan visioner memungkinkan penciptaan lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis tetapi juga pada pengembangan nilai-nilai moral dan Menerapkan pendekatan yang bersifat transformatif dalam kepemimpinan pendidikan dapat membantu menciptakan suasana yang mendukung perkembangan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Misalnya, kepemimpinan transformasional yang mendorong pemimpin untuk tidak hanya menjadi pengelola tetapi juga sebagai pemimpin yang inspiratif dan motivasional (Bustari et al. , 2. Ini sangat penting karena pendidikan Islam menekankan integrasi antara ilmu pengetahuan dan pengembangan karakter yang sesuai dengan ajaran Al-QurAoan dan Hadis (Sholihah & Maulida, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif dalam institusi pendidikan Islam menyerukan perlunya penguatan nilai-nilai karakter yang mendasar. Penelitian oleh Purwanto et al. menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai moderasi dalam pendidikan agama Islam yang berfungsi menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki sikap toleransi dan kepribadian yang baik (Purwanto et al. , 2. Ini juga dicontohkan dalam pelaksanaan pendidikan karakter berdasarkan ajaran Al-QurAoan yang mampu memberikan pedoman hidup yang berarti bagi peserta didik (Fibriani et al. , 2. Lebih lanjut, kepemimpinan dalam pendidikan Islam perlu diakui sebagai sarana untuk membentuk identitas keagamaan dalam masyarakat yang multikultural. Hal ini mencakup nilai-nilai saling menghormati dan memahami keragaman di mana pendidikan Islam dapat memberikan kontribusi signifikan (Hidayati et al. , 2022. Mulyadi, 2. Dalam konteks ini, pemimpin pendidikan harus mampu mengadaptasi metode pembelajaran yang inklusif dan relevan dengan tantangan zaman, yang tidak hanya memperkuat kecerdasan intelektual tetapi juga karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Implementasi metode keteladanan dalam pendidikan juga terbukti efektif dalam menumbuhkan moral dan nilainilai agama sejak usia dini, yang penting untuk perkembangan karakter (Abdurrahman. Akhirnya, kepemimpinan visioner dalam pendidikan Islam harus berorientasi pada pengembangan kualitas lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan karakter peserta Ini termasuk penanaman nilai-nilai kebajikan, toleransi, dan kedamaian yang sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai sufisme dan ajaran Islam yang moderat (Rubaidi, 2. Para pemimpin pendidikan di institusi Islam perlu menjadi agen perubahan yang tidak hanya fokus pada hasil akademis tetapi juga pada pengembangan kepribadian yang holistik dan mengutamakan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam Islam. Rasional atau urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan model kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman dan mempersiapkan peserta didik untuk menjadi individu yang berkarakter dan berdaya saing. Dalam konteks kekinian, banyak penelitian yang telah membahas kepemimpinan dalam pendidikan, namun masih terdapat kekurangan dalam hal penerapan visi berbasis nilai yang spesifik dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan memberikan analisis mendalam tentang bagaimana kepemimpinan visioner dapat diimplementasikan secara efektif di MTs Negeri 6 Kebumen. Kajian ini diharapkan dapat memperkuat teori kepemimpinan pendidikan dengan menyoroti pentingnya nilai-nilai Islam dalam membentuk karakter peserta didik. Selain itu. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam: Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Visi Berbasis Nilai penelitian ini juga memberikan sumbangsih terhadap keilmuan dengan menawarkan pendekatan baru yang relevan untuk diterapkan di masa depan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan teori, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi para pemimpin pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan karakter peserta didik. Perbedaan utama antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada fokus yang lebih mendalam terhadap integrasi visi berbasis nilai dalam kepemimpinan pendidikan Islam, serta pendekatan yang lebih holistik dalam membangun karakter peserta Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran kepemimpinan visioner dalam pendidikan Islam serta dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik, sehingga dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan praktik kepemimpinan yang lebih efektif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di MTs Negeri 6 Kebumen, sebuah lembaga pendidikan Islam yang sudah berkomitmen dalam penerapan nilai-nilai Islam dan kepemimpinan visioner (Sugiyono. Metode studi kasus dipilih untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana kepemimpinan visioner dijalankan dalam konteks pendidikan Islam dan bagaimana hal tersebut berkontribusi dalam membangun karakter peserta didik melalui visi berbasis nilai. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik MTs Negeri 6 Kebumen. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive, yaitu berdasarkan keterlibatan dan pengalaman mereka langsung dalam pelaksanaan kepemimpinan visioner dan pengembangan karakter di lingkungan madrasah. Data dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber yang relevan. Informan utama adalah kepala sekolah yang berperan sebagai pemimpin dalam mengembangkan visi berbasis nilai. Selain itu, guru juga dilibatkan sebagai pelaksana pembelajaran dan pendukung dalam pengembangan karakter peserta didik. Peserta didik sendiri menjadi subjek yang mengalami proses pembentukan karakter yang diharapkan. Selain wawancara dengan informan, dokumen pendukung seperti visi, misi, program pengembangan karakter, dan laporan kegiatan madrasah juga dianalisis untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pelaksanaan kepemimpinan visioner di MTs Negeri 6 Kebumen. Instrumen penelitian yang digunakan dalam studi ini meliputi beberapa metode untuk mengumpulkan data yang komprehensif. Pertama, wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk menggali pandangan dan pengalaman kepala sekolah, guru, dan peserta didik terkait kepemimpinan visioner dan pembentukan karakter. Kedua, observasi partisipatif digunakan untuk mengamati interaksi dalam proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan implementasi visi berbasis nilai dalam aktivitas sehari-hari. Ketiga, analisis dokumen mencakup visi dan misi madrasah, program pengembangan karakter, serta laporan evaluasi yang bertujuan untuk memperoleh data yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan kepemimpinan visioner. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik yang meliputi beberapa tahap. Pertama, transkripsi data wawancara yang diperoleh dari lapangan akan dilakukan. Selanjutnya, pengkodean data akan dilakukan untuk mengidentifikasi tematema utama yang berkaitan dengan penerapan kepemimpinan visioner dan pembentukan Setelah itu, tema-tema yang telah diidentifikasi akan dikelompokkan dan diinterpretasikan untuk merumuskan pemahaman mengenai proses dan dampak kepemimpinan visioner di MTs Negeri 6 Kebumen. Triangulasi data juga akan dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan analisis dokumen guna Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam: Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Visi Berbasis Nilai meningkatkan validitas temuan. Dalam hal etika penelitian, seluruh partisipan diberikan penjelasan mengenai tujuan penelitian, dan persetujuan mereka diperoleh secara sukarela. Kerahasiaan data dan identitas informan dijaga dengan ketat sepanjang penelitian. Dengan metode penelitian ini, diharapkan penelitian mampu memberikan gambaran yang komprehensif dan mendalam tentang bagaimana kepemimpinan visioner dengan visi berbasis nilai efektif dalam membangun karakter peserta didik di MTs Negeri 6 Kebumen, serta memberikan kontribusi ilmiah yang berarti dalam pengembangan teori dan praktik kepemimpinan pendidikan Islam. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian ini menggambarkan penerapan kepemimpinan visioner di MTs Negeri 6 Kebumen dan dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner yang diterapkan di lembaga ini berfokus pada integrasi nilai-nilai Islam dalam setiap aspek pendidikan. Berikut adalah ringkasan hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Tabel 1. Hasil Temuan Aspek Penelitian Penerapan berbasis nilai Peran guru Dampak terhadap peserta didik Temuan Utama Visi madrasah berfokus pada nilai-nilai Islam dan pengembangan Guru mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Peningkatan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di kalangan siswa. Penerapan Visi Berbasis Nilai Kepala sekolah di MTs Negeri 6 Kebumen mengembangkan visi yang berorientasi pada nilai-nilai Islam, yang tercermin dalam misi madrasah untuk menciptakan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing. Visi ini diimplementasikan melalui berbagai program pendidikan yang mengedepankan pengembangan karakter, seperti kegiatan tahfidz, pengajian, dan pelatihan keterampilan. Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Guru-guru di MTs Negeri 6 Kebumen berperan aktif dalam menerapkan visi tersebut dalam proses pembelajaran. Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis nilai, guru mampu membangun hubungan yang baik dengan peserta didik, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru merasa termotivasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pengajaran Dampak terhadap Peserta Didik Peserta didik menunjukkan perubahan positif dalam karakter mereka, seperti peningkatan disiplin, rasa tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Observasi di lapangan menunjukkan bahwa peserta didik aktif terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter, seperti kegiatan sosial dan keagamaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner yang diterapkan di MTs Negeri 6 Kebumen berhasil dalam membangun karakter peserta didik melalui visi berbasis nilai. Temuan ini sejalan dengan teori kepemimpinan transformasional yang menyatakan bahwa pemimpin yang memiliki visi yang jelas dapat memotivasi dan menginspirasi pengikutnya untuk mencapai tujuan bersama. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam: Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Visi Berbasis Nilai Dalam konteks pendidikan Islam, penerapan visi berbasis nilai tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter yang sesuai dengan ajaran Islam. Dari hasil wawancara dan observasi, terlihat bahwa guru-guru di MTs Negeri 6 Kebumen memiliki komitmen yang tinggi untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam pengajaran mereka. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam proses pembelajaran yang berbasis nilai dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa. Selain itu, dampak positif terhadap peserta didik, seperti peningkatan disiplin dan rasa tanggung jawab, menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan karakter. Maka dari itu, penelitian ini tidak hanya menjawab tujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan visioner dalam pendidikan Islam, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori kepemimpinan pendidikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kepemimpinan pendidikan untuk membentuk karakter peserta didik yang unggul. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan lain dalam menerapkan kepemimpinan visioner yang efektif di masa depan. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner yang diterapkan di MTs Negeri 6 Kebumen memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penerapan visi berbasis nilai yang berorientasi pada ajaran Islam tidak hanya memberikan arah yang jelas bagi pengembangan pendidikan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter siswa. Temuan ini sejalan dengan teori kepemimpinan transformasional yang menekankan pentingnya visi dalam memotivasi dan menginspirasi individu untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan visioner berfungsi sebagai pendorong utama untuk menciptakan inovasi di dalam organisasi. Dalam penelitian oleh Mascareyo et al. , dikatakan bahwa kepemimpinan visioner dapat mendorong kreativitas tim melalui penyelarasan tujuan di antara anggota tim, yang pada gilirannya dapat memperkuat kinerja inovatif mereka (Mascareyo et al. , 2. Penelitian lain oleh Sarwono et al. juga menunjukkan bahwa kemampuan seorang pemimpin untuk berempati dan memahami bawahannya sangat berkontribusi terhadap komitmen mereka terhadap visi organisasi, yang berdampak pada efektivitas perubahan dalam institusi pendidikan (Sarwono et al. , 2. Hal ini relevan dengan konteks di MTs Negeri 6 Kebumen di mana kepemimpinan responsif terhadap kebutuhan siswa dan lingkungan sekitarnya memainkan peranan yang penting dalam mencapai tujuan pendidikan berbasis karakter. Lebih lanjut, penelitian oleh Alkayid et al. menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner dalam mendorong kreativitas dan inovasi di organisasi, dengan menekankan bahwa tindakan berbagi pengetahuan oleh anggota organisasi juga merupakan faktor kunci dalam proses tersebut (Alkayid et al. , 2. Penelitian ini mendukung temuan bahwa kepemimpinan visioner tidak hanya sekadar memberi arah tetapi juga mendorong interaksi positif di antara peserta didik dan pendidik, yang merupakan komponen penting dalam pembentukan karakter. Peran dukungan organisasi yang baik dalam menjamin keberhasilan visi juga dibahas oleh Saleh et al. , yang menemukan bahwa kepemimpinan visioner sangat berhubungan dengan efektivitas organisasi, terutama dalam konteks institusi layanan kesehatan (Saleh et , 2. Dalam konteks pendidikan Islam, dukungan ini bisa berarti penguatan nilai-nilai Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam: Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Visi Berbasis Nilai yang menunjang karakter yang ingin dibentuk pada peserta didik. Namun, perlu dicatat bahwa konteks penelitian ini terfokus pada institusi layanan kesehatan, yang mungkin memberikan hasil yang berbeda dalam konteks pendidikan. Dari sudut pandang psikologis, penelitian oleh Chen et al. menyarankan bahwa meski kepemimpinan visioner mengoptimalkan perilaku positif, terlalu banyak tekanan untuk berinovasi juga dapat mengakibatkan efek negatif pada perilaku pengikut (Chen et al. , 2. Hal ini menekankan pentingnya keseimbangan dan pendekatan yang bijaksana dalam menerapkan kepemimpinan visioner, termasuk dalam konteks pendidikan di MTs Negeri 6 Kebumen. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa kepemimpinan visioner yang diterapkan berdasarkan nilai-nilai Islam tidak hanya berfungsi sebagai panduan strategis dalam pendidikan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui lingkungan yang mendukung, penyelarasan tujuan, serta interaksi positif antara pemimpin dan anggotanya. Salah satu aspek penting yang terungkap dalam penelitian ini adalah peran aktif guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan bagi peserta didik. Hal ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam pendidikan berbasis nilai dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa. Dengan demikian, kepemimpinan visioner yang melibatkan guru secara aktif dalam implementasi visi berbasis nilai dapat menciptakan sinergi yang positif dalam proses pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif guru dalam pendidikan dapat secara signifikan meningkatkan motivasi dan prestasi siswa. Maunah, dalam penelitiannya, menegaskan bahwa pendidikan karakter yang efektif mengandalkan strategi internal dan eksternal sekolah dan mengedepankan keterlibatan semua pihak, termasuk guru (Maunah. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Rachman et al. yang menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner yang mengakomodasi keterlibatan guru sangat berpengaruh pada pengembangan karakter siswa (Rachman et al. , 2. Selain itu, integrasi nilai-nilai sosialAitermasuk nilai-nilai religiusAidalam pendidikan, terutama dalam konteks ekstrakurikuler, juga berperan penting. Lubis meneliti bagaimana kegiatan ekstrakurikuler membantu membentuk karakter religius siswa di sekolah dan mengidentifikasi peran penting guru dalam kegiatan ini, di mana mereka harus terlibat dalam membimbing dan memotivasi siswa (Lubis, 2. Penelitian lain oleh Gunawan juga menegaskan bahwa program ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Margaasih sangat vital dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa (Gunawan, 2. Keterlibatan guru dalam kegiatan berbasis nilai ini tidak hanya berperan dalam aspek sosial, tetapi juga dalam meningkatkan motivasi dan prestasi akademik secara keseluruhan. Lebih jauh, beberapa studi menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan yang melibatkan nilai-nilai karakter serta cara-cara inovatif dalam penyampaian materi melalui metode yang beragam dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan, akibatnya, prestasi belajar mereka. Dalam konteks ini. Muchtar dan Suryani menjelaskan bahwa penguatan pendidikan karakter merupakan respons penting terhadap tantangan yang dihadapi siswa dalam pendidikan saat ini (Muchtar & Suryani, 2. Dengan demikian, kolaborasi antara guru, sekolah, dan komunitas belajar lainnya dapat menciptakan sinergi yang membawa dampak positif bagi perkembangan individu siswa secara holistik. Namun, meskipun hasil penelitian menunjukkan dampak positif, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah perlunya pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam menerapkan visi berbasis nilai. Penelitian di masa depan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam: Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Visi Berbasis Nilai dapat mengeksplorasi metode pelatihan yang efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam konteks pendidikan Islam. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan dalam disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Namun, perlu diingat bahwa karakter adalah proses yang kompleks dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari kepemimpinan visioner terhadap karakter peserta didik, serta faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi perkembangan karakter mereka. Lebih jauh lagi, peningkatan keterampilan guru telah terbukti berdampak positif pada pencapaian disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di kalangan peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa metode outbound training dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan karakter, khususnya karakter kepemimpinan, mengindikasikan bahwa pendekatan yang aktif dalam pengajaran sangat efektif dalam konteks ini (Fauzan & Millah, 2. Namun, proses pembentukan karakter adalah sesuatu yang kompleks dan berkelanjutan, yang mengharuskan tidak hanya intervensi jangka pendek tetapi juga evaluasi terhadap dampak jangka panjang dari metode yang digunakan (Juwanto, 2. Penelitian yang ada menyarankan bahwa kepemimpinan guru dan kepala sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Ditemukan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam lingkungan pendidikan dapat berpengaruh langsung terhadap kedisiplinan dan sikap sosial peserta didik (R & Hidayattullah, 2. Hal ini menekankan perlunya pengembangan karakter tidak hanya dari segi akademik tetapi juga dari sisi sosio-emosional, yang dapat dicapai melalui program-program pelatihan dan kegiatan berbasis kolaborasi (Asalihin, 2. Dengan demikian, penting untuk tetap fokus pada evaluasi yang berkelanjutan dari berbagai metode pelatihan agar hasil yang konsisten dan positif dapat diperoleh dalam jangka panjang. Dalam konteks perbandingan dengan penelitian sebelumnya, hasil ini menunjukkan konsistensi dengan temuan yang menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis nilai dapat menghasilkan perubahan positif dalam karakter siswa. Namun, penelitian ini menyoroti pentingnya konteks lokal, seperti nilai-nilai budaya dan agama yang ada di MTs Negeri 6 Kebumen, yang mungkin tidak selalu diperhatikan dalam penelitian lain. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan konteks spesifik dalam penelitian di masa depan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik tentang kepemimpinan dalam pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi yang berarti terhadap pengembangan teori kepemimpinan pendidikan Islam dan praktiknya. Dengan menekankan pentingnya visi berbasis nilai dalam kepemimpinan, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan lain dalam menerapkan pendekatan serupa. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat mendorong penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi berbagai aspek kepemimpinan dalam pendidikan, serta dampaknya terhadap karakter dan prestasi peserta didik di berbagai konteks. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MTs Negeri 6 Kebumen, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan visioner yang diterapkan di lembaga ini memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penerapan visi berbasis nilai yang berorientasi pada ajaran Islam tidak hanya memberikan arah yang jelas bagi pengembangan pendidikan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter siswa. Hal ini sejalan dengan teori kepemimpinan transformasional Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam: Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Visi Berbasis Nilai yang menekankan pentingnya visi dalam memotivasi dan menginspirasi individu untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan visioner di MTs Negeri 6 Kebumen berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran, yang terlihat dari peran aktif guru dalam mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan dalam disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, yang merupakan indikator penting dalam pembentukan karakter yang baik. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti perlunya pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru untuk memastikan mereka memiliki keterampilan yang memadai dalam menerapkan visi berbasis nilai. Oleh karena itu, disarankan agar lembaga pendidikan melakukan program pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam konteks pendidikan Islam. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari kepemimpinan visioner terhadap karakter peserta didik, serta faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi perkembangan karakter mereka. Penelitian lebih lanjut juga dapat mempertimbangkan konteks lokal yang spesifik, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang kepemimpinan dalam pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi yang berarti terhadap pengembangan teori kepemimpinan pendidikan Islam dan praktiknya. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan lain dalam menerapkan pendekatan serupa dan mendorong penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi berbagai aspek kepemimpinan dalam pendidikan, serta dampaknya terhadap karakter dan prestasi peserta didik di berbagai konteks. REFERENSI