Hubungan antara Konformitas A (Devi Nur Ariyan. HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN CITRA TUBUH PADA SISWA KELAS Vi DI SMP NEGERI 2 KALASAN CORRELATION BETWEEN PEERS CONFORMITY WITH BODY IMAGE STUDENTS OF 8th JUNIOR HIGH SCHOOL STATE 2 KALASAN Oleh : Devi Nur Ariyani. Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta devinurariyani21@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya banyak siswa yang cenderung berpenampilan mengikuti kelompok teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan citra tubuh pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Kalasan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 126 siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Kalasan, namun 21 siswa diantaranya telah dipakai sebagai uji coba instrumen. Instrumen pengumpul data berupa skala konformitas teman sebaya dengan nilai reliabilitas 0,872 dan skala citra tubuh dengan nilai reliabilitas 0,898. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik product moment dari pearson menggunakan program SPSS for Windows 17. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Kalasan memiliki konformitas teman sebaya dengan kategori sedang yaitu sebanyak 124 siswa . ,4%) dan citra tubuh dengan kategori sedang pula sebanyak 120 siswa . ,2%). Hasil uji hipotesis diperoleh nilai p= -181 dan nilai signifikansi sebesar 0,043. Hal ini berarti ada hubungan negatif dan signifikan antara konformitas teman sebaya dengan citra tubuh, yang berarti semakin tinggi konformitas teman sebaya yang dimiliki maka semakin rendah citra tubuhnya, begitupun sebaliknya. Selanjutnya besaran sumbangan efektif sebanyak 3,3%, selebihnya sebanyak 96,7% terbentuknya citra tubuh dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Kata kunci: konformitas teman sebaya, citra tubuh. Abstract This research is based by there are many students appearance similar with their peers. This research aimed to prove correlation between peer conformity with body image students of 8th junior high school state 2 Kalasan. The approach in this study is quantitative correlational. Subjects in this study were 126 students of class 8th in junior high school state 2 Kalasan, but 21 students have been used for a test sample. Instrument collecting data of peer conformity scale with reliability 0,872 and body image scale with reliability 0,898. Data were analyzed by statistic product moment technique from pearson using SPSS for Windows program. The result of this research shows that most of 8th students junior high school state 2 Kalasan have peer conformity with medium category is 124 students . ,4%) and body image with medium category is 120 students . ,2%). Hypothesis test results obtained p value = 181 and significance value of 0. This means there is a negative and significant relationship between peer conformity with body image, which means the higher the peer conformity, the lower the body image, and vice versa. Contribution of peer conformity to body image is 3,3% which 96,7% influenced by other factors. Keywords: peer conformity, body image 408 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 4. Nomer 8. Agustus 2018 PENDAHULUN Masa remaja yang berlangsung pada usia Citra 13 sampai 18 tahun merupakan sebuah masa seseorang tentang tubuhnya (Sarah Grogan, peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Papalia . 9: . mendefinisikan citra Banyak perubahan yang terjadi pada masa tubuh sebagai sebuah keyakinan deskriptif dan remaja ini, terutama perubahan fisik yang evaluatif tentang penampilan seseorang ataupun terlihat begitu menonjol karena adanya pubertas. tentang bagaimana seseorang memandang dirinya Menurut Hurlock . 0: . , perubahan fisik Citra tubuh sangat berkaitan dengan remaja saat masa puber meliputi perubahan perkembangan fisik manusia terutama pada masa remaja, remaja menjadi sangat memerhatikan ciri-ciri perkembangan ciri-ciri seks sekunder. (Mueller Santrock, 2012: . Perubahan fisik yang dialami oleh remaja Hurlock . 0: . berpendapat bahwa ini seringkali menghasilkan proporsi tubuh yang hanya sedikit remaja yang mengalami kateksis tidak selalu sesuai harapan. Monks . 2: . tubuh, kateksis tubuh merupakan perasaan puas mengungkapkan bahwa pertumbuhan anggota- akan tubuh yang dimiliki. Kegagalan mengalami anggota badan remaja lebih cepat daripada kateksis tubuh menjadi salah satu penyebab badannya, tangan dan kakinya lebih panjang timbulnya konsep diri yang kurang baik dan daripada badannya, hal ini membuat remaja kurangnya harga diri selama masa remaja. untuk sementara waktu memiliki proporsi tubuh Ketidakpuasaan remaja putri akan citra tubuhnya yang tidak seimbang, padahal tubuh merupakan ini juga bertentangan dengan salah satu tugas cermin diri dari seseorang yang paling mudah perkembangan remaja yang diungkapkan oleh untuk dinilai oleh diri sendiri maupun orang lain. Izzaty, dkk . 8: . yaitu menerima keadaan Papalia . 9: . juga berpendapat akan adanya fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara perubahan fisik dalam diri remaja yang dramatis dan menjadi tidak proporsional. Perubahan fisik Masa yang dramatis ini membuat remaja lebih peduli pencarian identitas. Salah satu cara remaja untuk pada penampilannya dan menjadi tidak menyukai mendapatkan jati diri adalah dengan beradaptasi bentuk tubuhnya di cermin. dengan teman sebayanya. Hubungan dengan Meningkatnya perhatian dan kesadaran teman sebaya ini mencapai puncak pada saat akan tubuhnya mengakibatkan gambaran dan remaja awal, usia 12-13 tahun (Fuligni dalam penilaian terhadap tubuh juga mulai terbentuk Papalia, . Saat berinteraksi dengan teman dalam diri remaja. Penilaian terhadap tubuh ini sebaya ini, remaja akan membentuk sebuah Hubungan antara Konformitas A (Devi Nur Ariyan. 409 kelompok-kelompok tertentu dimana di dalamnya tubuh ideal yang ada dalam kelompoknya terdapat unsur kesamaan seperti kesamaan minat, walaupun terkadang tidak sesuai dengan hati hobi, latar belakang, cara berpakaian, pola pikir, dan lain sebagainya. Hal ini menjadikan teman Remaja yang kurang puas dengan citra sebaya menjadi tokoh panutan. Panut dan Ida tubuhnya akan menganggap norma yang ada . 5: . mengungkapkan bahwa remaja akan dalam kelompok menjadi sebuah tekanan yang meniru tingkah laku, pakaian, sikap, dan tindakan wajib untuk dilakukan. Tekanan kelompok teman teman-temannya dalam satu kelompok. Remaja sebaya tentang penampilan ini juga memengaruhi melakukan berbagai macam cara agar bisa beberapa hal lain seperti mengkonsumsi berbagai macam barang dan jasa untuk mendukung Adanya keinginan untuk terlihat sama pada penampilan dan mendapatkan pengakuan sosial anggota kelompok pertemanan ini disebut sebagai dari kelompoknya. Sebayang . menyatakan bahwa remaja dengan citra tubuh yang negatif Konformitas atau tidak puas dengan tubuh dan penampilannya pengaruh sosial dimana individu mengubah sikap didukung dengan konformitas teman sebaya yang dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan tinggi akan meningkatkan perilaku konsumtifnya, norma sosial yang ada (Baron & Byrne, 2005: demikian pula sebaliknya. Konformitas dapat diamati dalam hampir Konformitas semua dimensi perilaku remaja seperti pilihan memengaruhi citra tubuh ini juga terjadi pada pakaian, musik, nilai, aktifitas waktu luang, dan siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Kalasan. sebagainya (Santrock, 2007: . Berdasarkan observasi yang telah dilakukan Seorang diketahui ada beberapa siswa yang merasa tidak kelompok pertemanan akan memiliki suatu bentuk puas dengan bentuk tubuhnya. Beberapa siswa komitmen yang sama-sama dimengerti dalam mengeluh tentang penampilannya seperti merasa kelompok tersebut. Mereka akan berusaha untuk memiliki tubuh yang terlalu gendut atau terlalu meniru apa yang ada dalam kelompoknya. kurus, badan kurang tinggi, wajah berjerawat. Remaja menjadi lebih sering melakukan penilaian warna kulit yang hitam, dan lain sebagainya. tentang penampilan dan bentuk tubuhnya dan Bahkan ada beberapa siswa yang mengaku pernah membandingkan dengan citra tubuh yang dimiliki oleh kelompok teman sebayanya. Kemudian. Hal ini membuat siswa tersebut karena adanya pengaruh norma dalam kelompok melakukan berbagai cara untuk mendapatkan yang didasarkan agar dapat disukai dan diterima tubuh yang sesuai dengan keinginannya, seperti membuat remaja mengikuti nilai dan standar melakukan diet dan rutin berolah raga. Selain itu, 410 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 4. Nomer 8. Agustus 2018 banyak siswa perempuan yang mempunyai gaya subjek uji coba instrumen penelitian sebelumnya. berjilbab yang relatif sama yaitu Aujilbab poniAy, mereka melakukan hal ini karena terinspirasi oleh Prosedur kakak kelas dan teman dekatnya. Dalam memakai Peneliti melaksanakan penelitian dengan pakaian seragam pun ada beberapa siswa yang melakukan observasi terlebih dahulu, kemudian memakai pakaian seragam tidak sesuai dengan melakukan uji coba instrumen untuk mengetahui tata tertib yang ada. Informasi yang diperolah dari nilai validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya, hasil wawancara menyebutkan bahwa remaja melakukan pengambilan data pada sampel yang yang berpakaian seragam seperti itu merupakan telah ditentukan dan dianalisis menggunakan siswa yang tergabung dalam satu kelompok teman program SPSS for windows 17. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti tentang AuHubungan antara Data. Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Hasil Penelitian dan Pembahasan Konformitas Teman Sebaya dengan Citra Tubuh Tabel 1. Data Hasil Kategori Konformitas pada Siswa Kelas Vi di SMP Negeri 2 Teman Sebaya Kalasan. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Data Kategori Tinggi Sedang Rendah Jumlah Frekuensi Persentase (%) Teknik penelitian ini menggunakan model skala. Skala Waktu dan Tempat Penelitian yang digunakan adalah skala konformitas teman Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sebaya dan skala citra tubuh. Skala konformitas 2018 di SMP Negeri 2 Kalasan pada tanggal 28- teman sebaya terdiri dari 22 item dan skala citra 31 Mei 2018. tubuh terdiri dari 24 item yang divalidasi menggunakan validitas isi oleh expert judgment Subjek Penelitian Penentuan subjek penelitian menggunakan dan uji coba penelitian menggunakan program SPSS for windows 17. teknik proportionate random sampling dengan mengambil sampel 126 siswa sebagai subjek, namun 21 siswa diantaranya mengisi instrumen penelitian 2 kali karena telah dipakai sebagai Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam Hubungan antara Konformitas A (Devi Nur Ariyan. 411 korelasional dengan melakukan uji prasyarat Maksud dari arah negatif ini adalah apabila analisis terlebih dahulu kemudian melakukan konformitas teman sebaya itu tinggi maka citra analisis korelasi menggunakan product moment tubuhnya akan semakin rendah, sebaliknya Pearson apabila konformitas teman sebaya itu rendah maka citra tubuhnya akan semakin tinggi. Hasil menjelaskan bahwa analisis data dalam penelitian analisis ini mendukung hipotesis yang diajukan kuantitatif merupakan kegiatan setelah data dari dalam penelitian ini, yaitu ada hubungan negatif seluruh responden atau sumber data terkumpul. antara konformitas teman sebaya dengan citra Windows Sugiyono SPSS tubuh pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Tabel 2. Data Hasil Kategori Citra Tubuh Kategori Tinggi Sedang Rendah Jumlah Frekuensi Kalasan. Persentase (%) Hasil analisis ini didukung dengan teori Bell & Rushforth . 8: 3-. yang menjabarkan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi citra Dari hasil penelitian yang ditunjukkan oleh Tabel 1. Diketahui siswa yang termasuk dalam kategori tinggi dalam konformitas teman sebaya tercatat sebanyak 124 siswa . ,4%), pada kategori sedang sebanyak 2 siswa . ,6%), dan . ,0%). Selanjutnya, pada Tabel 2. Diketahui siswa yang termasuk dalam kategori tinggi citra tubuh tercatat sebanyak 2 orang . ,6%), kategori sedang sebanyak 120 siswa . ,2%,), dan kategori rendah sebanyak 4 siswa . ,2%) Berdasarkan hasil uji korelasi sederhana Pearson diperoleh diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,043, dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, yang berarti hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima . ,043<0,. Tanda negatif pada nilai koefisien korelasi (-. dalam Tabel 13. menunjukkan adanya arah konformitas teman sebaya dengan citra tubuh. tubuh adalah keluarga dan lingkungan sosial. Lingkungan sosial yang berupa lingkungan teman sebaya mengubah pola pikir remaja akan citra tubuh yang dimilikinya, apalagi saat masa remaja remaja menjadi lebih dekat dengan teman sebaya dibanding dengan orang tua dan keluarganya. (Izzati, dkk, 2008: . Selain itu. Mitchell Preinstein, (Santrock, mengungkapkan bahwa remaja yang tidak yakin akan identitas sosialnya akan cenderung lebih menyesuaikan diri dengan teman sebayanya. Teman sebaya pun menjadi sumber referensi dalam membentuk persepsi dan sikap dalam kehidupannya sehari-hari. Bernard & Perry (Papalia, 2009: . berpendapat bahwa remaja cenderung memilih teman yang mirip dengan mereka, dan teman akan saling memengaruhi agar menjadi semakin mirip. Panut & Ida . 5: . menambahkan bahwa remaja akan meniru tingkah laku, pakaian, sikap, 412 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 4. Nomer 8. Agustus 2018 teman-temannya penelitian yang dilakukan oleh Maria . 1: . Tindakan meniru ini sebagai bentuk di mana terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara konformitas dengan citra tubuh pada siswa SMA dengan nilai signifikansi sebesar penerimaan/acceptance menurut/compliance kecenderungan mengikuti kemauan kelompok 0,283. Penelitian Vania . ehavioral conformit. dan kecenderungan dari mengungkapkan bahwa pengaruh teman sebaya kepribadian individu untuk . adanya pengaruh dari Orang lain . ersonality ketidakpuasaan citra tubuh pada remaja berusia trait conformit. Salah satu contoh yang terlihat 12-15 tahun, dimana semakin besar pengaruh di SMP Negeri 2 Kalasan seperti saat siswa teman sebaya, semakin besar pula ketidakpuasan memenuhi ajakan teman kelompoknya untuk citra tubuh yang dimilikinya. berjilbab dengan mengeluarkan sedikit poninya atau sering disebut Aujilbab poniAy di sekolah. Namun demikian, nilai koefisien korelasi dari konformitas teman sebaya terhadap citra Keterlibatan remaja pada sebuah kelompok tubuh pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 teman sebaya ini mengubah persepsi dan pola Kalasan ini dapat dikatakan tidak terlalu tinggi pikir remaja tentang citra tubuh yang dimilikinya. anya 0,. Hal ini berarti bahwa konformitas Desakan untuk conform pada teman sebaya teman sebaya yang dimiliki siswa tidak hanya cenderung sangat kuat saat masa remaja. Remaja memengaruhi citra tubuhnya, tetapi juga terhadap menjadi lebih memperhatikan dan mengikuti apa hal lain. Koefisien korelasi konformitas teman yang dilakukan oleh anggota kelompok teman sebaya yang cenderung rendah ini sesuai dengan sebayanya, melakukan penilaian terhadap bentuk pendapat Baron dan Byrne . 5: . yang tubuh dan penampilannya lalu membandingkan mengungkapkan bahwa pada beberapa orang dengan standar tubuh ideal yang ada dalam melakukan konformitas pada sebagian besar kelompok teman sebayanya. Setelah itu, remaja norma sosial yang dianggap benar, bukan pada akan melabeli dirinya berdasarkan oleh standar semua aspek kehidupan. tersebut dan dari penilaian dalam kelompoknya. Selanjutnya, besarnya sumbangan variabel Apabila citra tubuh yang dipresepsikan oleh konformitas teman sebaya terhadap citra tubuh remaja berbeda, hal ini akan mengakibatkan hanya sebesar 3,3%, maka masih ada 93,7% faktor lain yang dapat memengaruhi tinggi berakibat pada munculnya rasa minder, tidak rendahnya citra tubuh yang dimiliki siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Kalasan. Faktor-faktor Terdapatnya hubungan antara konformitas teman tersebut diantaranya antara lain budaya, jenis sebaya dengan citra tubuh ini sejalan dengan kelamin, media, usia, keluarga dan lingkungan Hubungan antara Konformitas A (Devi Nur Ariyan. 413 sosial, serta berat badan. (Bell & Rushforth, sebaya dan citra tubuh pada siswa kelas Vi di 2008: 3-. SMP Negeri 2 Kalasan yang artinya bahwa semakin tinggi konformitas teman sebaya yang SIMPULAN DAN SARAN dimiliki oleh siswa maka semakin rendah citra Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah konformitas teman sebaya yang dimiliki siswa diuraikan pada bab sebelumnya, diketahui dari maka semakin tinggi pula citra tubuh yang 126 siswa kelas Vi di SMP Negeri Kalasan yang menjadi subyek penelitian, sebanyak 124 teman sebaya terhadap citra tubuh sebesar 3,3% siswa . ,4%) memiliki yang ditunjukkan dengan nilai p2 = 0,033. hal ini sebaya dengan kategori sedang, 2 siswa . ,6%) memiliki konformitas teman sebaya dengan kategori tinggi, dan tidak ditemukan siswa yang memiliki konformitas teman sebaya dengan kategori rendah . ,0%). Sementara itu, diketahui 4 siswa . ,2%) memiliki citra tubuh dengan kategori rendah, 120 siswa . ,2%) citra tubuh dengan kategori siswa . ,6%) memiliki kategori citra tubuh yang Sumbangan 96,7% dipengaruhi oleh faktor lain selain konformitas teman sebaya. manusia itu unik walaupun berbeda dengan teman sebayanya. Guru BK juga diharapkan mampu untuk melakukan upaya preventif terhadap adanya konformitas teman sebaya yang terlalu tinggi di lingkungan sekolah dengan memberikan layanan pribadi-sosial, dan lain sebagainya. Dari hasil uji hipotesis korelasi product moment diperoleh nilai signifikansi sebesar p= Saran Dari hasil penelitian, pembahasan, dan 0,043. Jika nilai p<0,05 maka hipotesis yang berbunyi adanya hubungan yang negatif dan kesimpulan yang telah diuraikan signifikan antara konformitas teman sebaya dengan citra tubuh yang diajukan diterima diajukan oleh peneliti, antara lain sebagai berikut: ,043<0,. Selanjutnya nilai koefisien korelasi Bagi Guru Bimbingan dan Konseling: (Rhitun. diketahui sebesar 0,181 . ngka negati. Guru BK diharapkan mampu untuk membantu dan nilai Rtabel pada taraf signifikansi 5% siswa untuk lebih memahami tubuhnya bahwa sebesar 0,176, di mana Rhitung > Rtabel setiap tubuh yang dimiliki 0,181 > 0,176. Dari hasil perhitungan ini dapat Bagi Siswa disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang Siswa negatif dan signifikan antara konformitas teman gambaran mengenai pentingnya menentukan 414 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 4. Nomer 8. Agustus 2018 sikap terhadap tekanan pada kelompok teman sebaya mengenai standar ideal tentang tubuh Maria, . Hubungan mereka masing-masing sehingga dapat lebih konformitas dengan citra tubuh pada remaja putri. Skripsi. Yogyakarta: USD. karakteristik yang dimiliki. Selain itu, siswa Monks. & Knoers. Psikologi juga diharapkan mampu untuk memfilter perkembangan: Pengantar dalam berbagai Bagi Orang Tua Orang (Alih Bahasa: Siti Rahayu memberikan pengaruh positif kepada anak- Haditon. Yogyakarta:UGM Press. Panut. Ida, anaknya agar mampu meningkatkan citra Yogyakarta: Yogya. terpengaruh oleh tekanan teman sebayanya. Psikologi Wacana Tiara Papalia. Diane E, dll. Human development: Bagi Peneliti Selanjutnya Psikologi perkembangan bagian V sd IX. Melihat masih terdapat 93,7% faktor lain yang dapat memengaruhi citra tubuh selain konformitas teman sebaya, maka peneliti Jakarta: Kencana Prenada Media. Santrock,W. John. Remaja. Jakarta: Erlangga. memengaruhi tinggi rendahnya citra tubuh yang dimiliki seseorang. Adolescence: Perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga. selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai faktor lain yang dapat . Life-span development: Perkembangan masa-hidup. Jakarta: Erlangga. Sebayang. Hubungan antara body image DAFTAR PUSTAKA