a METODOLOGI EKONOMI ISLAM bawam Raharjo Abstract Studies andresearch labout Islamic economics have been growing quiet fast The problem is that there are not enough literature, data and fund to support the studies. Therefore, itseems to be positive that we found an Association of Islamic economics observer to support communication between observers in developing Islamic economics and local economy. The nextstep could be taken is doing research, both theoretically as well as practically. Participation action research could be applied forthiscontext. Someinstitutions and economic instrument thatare already existed could be picked upas an object ofthe research. Ilmu pengetahuan, termasuk ilmu ekonomi, ada- lah sebuah pengetahuan sistematis yang diperoleh dengan cara-cara teftentu yang telah disepakati dieh umat ilmuwan . lummah a! li. Cara-cara tertentu untuk memperoleh pengetahuan si^ematis itu disebut metodologi. Ilmu pengetahuan diperoleh melalui investigasi atau penyelidikan. Namun tidak setiap penyelidikan dapatdisebut cafa yang syah dan diakui untuk memperoleh pengetahuan Ilmu pengetahuan mempunyal caracara atau proses tertentu yang disebut penelitian CresearchJ. Dengan demikian maka metodologi sebenamya cara-cara atau 'teknik penelitian ilmiah' . cientiric researh techniqu. Yang teknik disini cara-cara menjalankan investigasi dan menllai temuantemuan atau bukti-bukti . , yakni menilai apakah yang ditemukan tersebut benar . atau salah . Hal-hal yang ingin diketahui tidak saja gambaran mengenai keadaan . escription of existing realit. , tetapi juga hubungan antara suatu hal dengan yang lain, khususnya hubungan sebab akibat Penilaian mengenai hubungan antara beberapa hal . elationship between variable. itu akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan umum . atau kecenderungan umum . enera/ tendencie. Apabila kesimpulan itu menggambarkan keajegan yang terus-menerus JEP Vol. 3 No. yang mendekati kepastian, maka orang bisa menetapkan suatu hukum . Kesimpulan itu bersifat tetap, kecuali jika dibuktikan sebaliknya atau berbeda. Dengan adanya hukum Itu, ilmuan bisa membuat prediksi atau bisa menjelaskan kejadian-kejadian di masa iampau dalam bentuk ilmli ekonomi juga mempunyal cara-cara tertentu untuk mencapai pengetahuan Itu. Menurut suatu definisi, ilmu ekonomi itu mempeiajari gejala-gejala seperti harga barang-barang umum, inflasi, harga faktor-faktor produksi seperti sewa tanah, upah tenaga kerja, bunga modal atau pengurangan nilai mesin, juga tentang kesempatan kerja. pengangguran, pendapatan masyarakat atau ekspor dan impor. Gejala-gejala tersebut sebenamya dapat ditangkap dalam rangka mempeiajari gejala yang lebih umum, yakni kegiatan manusia yang memenuhl kebutuhan hidupnya, melalui produksi, pertukarangan dan konsumsi. Di sini ekonomi mempersoalkan bagaimana ofang memilih fak tor-faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, alat-alatdan modal dalam kegiatan produksinya. Hal itu menjadi persoaian mengingat sumber daya itu sifatnya terbatas, sementara itu kebu tuhan masyarakat, seperti pangan, sandang, papan, kendaraan atau alat-alat yang dibutuhkan dalam hidup itu tidak terbatas, karena teats Dswam Rahaijo. Metodofogi Ekonomi Islam berfcembang dan benibah. Karena itu,- setelah produksi dilakukan, b'mbul persoalan distiibusi atau pertukaran. Bahkan masyarakat sebagai pengguna atau konsumen, juga menghadapi persoalan memilih, karena kemampuanya untuk. membeli barang yang mencerminkan kebutuhanya itu terbatas. DIslnl konsumen mempertimbangkan faktor harga yang dikaitkan dengan mutu danjumlah yang akandlbeii. Oleh sebab itulah maka Lord Robin . , ati ekonomi inggris berallran Neo-Kiasik, menyimpuikan bahwa persoalan pokok dalam kehldupan ekonomi itu adalah memilih diantara sumber daya yang t^atas untuk memenuhi kebutuhan yang tak terbatas. Dengah perkataan lain, ilmu ekonomi itu adalah persoalan alokasi sumber daya seoara efislen. Ilmu ekonomi. ditegaskah oleh Mancuar Olson. Jr. , umpamanya, sebaga science of relation choise, ilmu memilih yang berdasarkan nalar. Di Indonesia, gejala ekonomi sudah men- jadi pengetahuan masyarakat luas dan menjadi bahan' pembicaraan masyarakat sehari-hari. Pers mempunyai peranah pentlng dalam mempopul^kan pengetahuan ^onomi ini. Kini, pada umumnya orang rnengetahui apayang disebut harga, tingkat bunga, inflasi bahkan, akhir-akhir in! mulai juga memahami gejala nilai mata uang komparatif, setelah timbulnya krisls mata uahg negaranegaraASEAN. Topik ekonomi sudah sering menjadi ba han debat publik. Beberapa waktu lalu ramai diperblncangkan soal antara hubungan inflasi dan tingkat bunga. Persoalan yang. oleh B. Habibie Itu menjadi hangat dalam debat publik karena ia melontarkan pendapat, yang karena dirumuskan pers seoara slmplistis, men jadi pendapat yang tidak lazim di kalangan ekonom, yakni bahwa tingkat bunga itu mempengaruhi tingkat inflasi. Lebih tepat lagi, penurunan tingkat bunga seoara bertahap dan dengan oara zig-zag, dalam jangka panjang akan menurunkan tingkat inflasi. Sementara itu pendapat konvensionai Amengatakan bahwa tingkat bunga bank pertama- ISSN: 1410-2641 tama tergantung pada tingkat inflasi. Persoalan itu adalah perso^an sebab-aklbat fcouse and effec. , yakni variabe! apa yang mempengaruhi suatu kondisi. Habibie mengatakan bahwa turunnya suku bunga bank akan bisa menggairahkan pasar Sebenamya, pendapat pokok Habibie adalah bahwa suku bungadi Indonesia sekarang ini dinilai terlalu tinggi, sehingga menghambat kegiatan produksi. Oleh karena Itu untuk menggairahkan produksi, suku bunga perlu Tetapi, banyak ekonom berpendapat Misalnya, suku bunga bukan merupakan persoalan p^ok, karena bunga bukan merupakan bagian b^ar dari ongkos prpduksi. Menurut Suniitro Djojohadikusumo bagian blaya yang lebih berat adalah berbagai pungutan. Selama pungutan liar tak ditertibkan, maka industri tidak akan Gejala mata uang jugarhendapat perhatian masyarakat banyak, bukan saja karena dampak negatifhya sangat dirasakan masyarakat, tetapi juga karena dipopulerkan oleh P. Malaysia Mahathir Mohammad, la menuduh George So ros, pemilik Quantum Fund Management, seba gai . iang keladinya. Ulahnya dalam melakukan spekulasi telah menjatuhkan'nilai mata uang Baht, yang menjalar ke mata uang negara-negara ASEAN lainnya. Melihat gejala itu timbul, penilaian Mahathir, bahwa perdagangan mata uang adalah kegiatan yang tidak perlu . , tidak produktif . dan lebih dari itu semua juga adalah tidak bermoral . Dalam penilaian Mahathir itu timbul per soalan moral dan etika bisnis. Bagi Soros, spekulan tidak dapat dipersalahkan, karena mereka melihat kesempatan memperoleh keuntungan dari lemahnya mata uang Baht yang senyatanya, . arena dalam sistem kurs tetap te lah dinilai terlalu tingg. Ini adalah sebuah kasus yang mengkait dengan persoalan moral dan Atas dasar pertimbangan itu maka. Ma hathir menganjurkan agar perdagangan uang itu ditiadakan saja, walaupun pandangan itu tidak dijalankan oleh Pemerintah Malaysia. JEP Vol. 3 NC. 1,1998 ISSN. 1410 - 2641 Ajuran Mahathir itu mengingatkan pada persoalan hukum riba. Dalam fiqih Islam, praktek pembungaan uang dllarang dan spekulasi dalam perdagangan uang bisa dinllal sebagal aktlvltas judi, dan karena Itu dllarang. Kasus krisis mata uang dan dampaknya merupakan kasus yang menarik untuk dipelajari dan ditelltl secara ilmlah, dalam Ekonomi Islam. EKONOMI ISLAM Dengan lahlmya 'Ekonomi Islam' timbul berbagai pertanyaan dlantaranya adalah: . Apakah Ekonomi Islam itu berbeda dengan ekonomi pada umumnya ? . Apakah Ekonomi Islam hanya bersifat normatif saja atau ekonomi positif . Apakah Ekonomi Islam Itu hanya mempelajaii gejala-gejala ekonomi dalam masyarakat Muslim ?. Apakah Ekonomi Islam memlkl metodologi penelltlan khusus yang ber beda dengan metodologi penelltlan ekonomi pada umumnya?. Karena Ekonomi Islam me- mang mengandung predlkat yang memb'^akan, yaknl 'Islam', dimana sebenamya letak perbedaannya dengan llmu ekonomi konvenslonal ?. Sekallpun dalam bahasa Arab ada Istllah yang ekulvalen dengan pengertlan 'ekonomi' yaknl 'iqtishadiyah', tetapl pengertlan yang terkandung dalam Istllah Itu adalah sama. Dengan demlklan pengertlan tentang apa yang disebut 'ekonomi' Itu padadasamya samaantara Ekonomi Islam dan ekonomi konvenslonal. Perlu dlsadari bahwa ekonomi Itu adalah gejala universal yang terdapat dalam masyarakat dari segala-bangsa. Hanya saja bentuk dan caranya bIsa berbeda dan berkembang dari waktu ke waktu. Selaln itu, pengertlan tentang apa yang dimaksud dengan 'ekonomi' atau 'llmu ekonomi' Itu, seperti apa yang dikatakan Samoelson, bisa bertieda dari orang ke orang, tergantung dari sudut mana gejala Itu dipandang. Dislnl dapat dikutip salah satu definisi mengenai ekonomi Islam oleh. seorang banklr dari Pakistan. Hasanuzzaman . -yang m'engatakan bahwa: JEP Vol. 3 No. Dawam Raharjo. Metodologi Ekonomi Islam 'llmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan penerapan pen'ntah-perintah dan tatacara yang diterapkan oleh syari'at, dengan tujuan mencegah kehdak-adilan, dalam penggalian dan penggunaan sumber daya material, guna memenuhi kebutuhan manusia, yang memungkinkan merekamelaksanakan kewajiban kepada Allah danmasyarakaf. Dari deflnlsl tersebutdapat ditahk dua unsur p^gertlan. Pertama pengertian tentang ekonomi Itu sendiri yaknl 'pengertlan tentang penggalian dan penggunaan sumber daya material, guna memenuhi kebutuhan manusia*. Kedua, mengenai 'penerapan perintah-perintah dan tata cara yang ditetapkan olehsyari^af dengan kegiatan ekonomi, dalam rangka 'melaksanakan kewajiban kepada Allah dan masyarakat'. Yang k^ua adalah mengenai predlkat'Islam' dalam llmu ekonomi. Berdasarkan definisi tersebut, maka . pertama-tama kita lakukan terlebih dahulu dalam rangka penelitian Ekonomi Islam adalah menggallajaran Islam atau pengetahuan syari'ah pada umumnya dan'dl bidang yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi, yaknl bidang^ mu'amalah Buku Ibnu Rusjd 'BidayatuI Mudjtah/d'jllid Vi. Bagian Mu'amalat kesatu, yang telah dl allh bahasakan oleh A. 'Hanafi . , da pat dijadlkan rujukan. ' '' Dalam makaiahnya' yang berjudul 'Methodology of Islamic Aconom/cs' . Mo hammad Anas Zarka menyebut'tlga jenis ahll yang bIsamelakukan penelltlan tentang Ekonomi ]slam:'. Speslal llmu syari'ah yang memahami llmu ekonomi, . speslal llmu ekonomi yang mengenai syari'ah dan . mereka yang memiliki keahllan dalam syari'ah maupun llmu ekonomi. TIpe . diharapkan memberikan konstribusi terhadap aspek normatif dalam. area Sistem Ekonomi Islam, dengan menemukan prinsipprinsip Islam. di bidang ekonomi, serta menjawab persoalan-persoalan . modem dalam sistem Sedangkan tipe . lebih diharapkan bisa rhelakukan analisis ekonomi positif tertiadap operasionalisasl Sistem Ekonpmllstam. Dawam Raharjo. Metodologi Ekonomi Islam Dengan demikian. maka Ekonomi Islam itu mencakup segl ilmu normatif . ormative scienc. maupun Ilmu posltif . ositive scienc. Sebenamya, dalam Al-Qur'an dan Sunnah, terdapat pemyataan-pemyataan normatif maupun positif mengenal gejaia alam maupun sosi. Ayat Al-Qur'an yang mengatakan bahwa manusla Itu mempunyai kecendemngan serakah dan berlebih-leblhan dalam kebutuhan hidup, adalah suatu pemyataan posltif. Sedangkan penliaian negatif perbuatan bores atau larangan leblhan umpamanya, adalah pemyataan normatif. Selain mempelajari pemyataan-pemyataan dan presumsl-presumsl posltif dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Zarka juga menganjurkan dllakukan keglatan penellb'an yang mengungkapkan pernyataan-pemyataan ekonomi yang dllakukan oleh para pemlkir Muslim dl sepanjang masa. Anjuran In! mengandung pandangan bahwa dl masa lalu, para pemlkir Muslim telah menghasBkan pemikiran-pemlklran yang berslfat normatif maupun posltif. Suatu hal yang luput dari perhatian Zarka ^aknya adalah praktek-praktek keglatan ekonomi yang dilakukan oleh umat Islam, masa lalu maupun kini. Dari sini bisa timbul pertanyaan, sampaiseberapa jauhajaranIslam diterapkan oleh umat Islam dalam kehidupan ekonomi, khususnya dlngkungan umat Islam sendlrl. Murasa Sarkaniputra, menyatakan bahwa qirath atai plnjam uang b^l untung telah dipraktekkan dl kalangan masyarakat Sunda. Tetapl bagaimana prinslp-prinsip qirath Itu dliaksanakan secara nyata memerlukan penelitian, misalnya nisbah bagi hasllnya, bagaiman jika yang terjadl adalah keruglan, apakah ada perjanjlan tertulis seperti dianjurkan dalam surat Al-Baqarah 182 umpamanya, atau bagaimana umat Islam dalam memegang amanah dalam perjanjlan utang hal terakhir Itu merupakan wilayah penelitian posltif, sekalipun tentang keglatan ekonomi yang sifatnya normatif. Bani-baru Inl FT. Bank Mu'amalat Indone sia (BM. menerbitkan sebuah buku hasll kajlan ISSN: 1410-2641 International Institute of Islamic Economics. In ternational Islamic University. Islamabad. Pa kistan yang berjudul 'Ajaran NabI Muhammad tentang ekonomi: Kumpulan Hadlts-hadlts Pillhan tentang Ekonomi" (Economics Teachings of Prophet Muhamma. , karya Muhammad Akram Khan. Dalam kata pengantamya. Dr. Munawar Iqbal. DIrektur Instltut dl atas menga 'Ekonomi l^am adalah sebuah disiplin ilmu yang mempunyai akar dalam syan'at Islam. I^am memandang wahyu sebagaisumberilmu pengetahuan yang paling utama. Prinsip-piinsip dasar yang dicantumkan dalamal-Qur'an dan Hadist adalah batu-ujian unhik menilai teoii-teori bam berdasarkan doklrin-dok- trin ekonomi Islam. Dalam hal in! sebuah himpunan hadist mempakan sebuah buku sumber yang sangat Lebih lanjut dijelaskan bahwa buku tersebut memang dimaksudkan para peneliti Ekonomi Islam untuk mengakses sumber hadist yang memang sangat luas itu, dengan sistem klaslfikasl yang memudahkan peneliti. Buku Akram Khan Itu memang tidak bisa diharapkan lahir dari ulama, kecuall orang semacam Yusuf Qardhawi atau Taba'tabai, yang memang telah mengarang buku mengenal Ekonomi Islam dari pendekatan Meskipun klasifikasl tersebut telah dlbuat oleh seorang ekonom, naskahnya telah mendapatkan veriflkasi dari seorang ulama ahll hadist. Maulana Malik KandhatwI. Buku tersebut dibagi menjadl 12 tema, yaknl: . Kepemllikan. Kekayaan. Mencari . Tanah. Perburuhan. Modal. Sikap konsumen . Mekanisme pasar. Uang dan Kredlt. Keuangan negara. Pembangunan ekonomi. Nllal-nllal ekonomi. Ke 12 tema tersebut sebenamya dapat dikelompokkan ke dalam kategoii: . faktor-faktof produksl, seperti tanah, tenaga kerja, modal, . perdagangan dan konsumsl. Selain Itu juga tema-tema yang berkaitan dengan masalahmasalah sistem ekonomi, seperi soal kepemHlkan. kekayaan, hal mencari rezkl, keuangan negara. JEP Vol. No. 1,1998 ISSN: 1410-2641 mekanisme pasar, penibangunan ekonomi dan nialai-nilai ekonomi. Tentu saja tidak mudah mengaitkan hadisthadlst di atas dengan analisis ekonomi. Karena dengan mempeiajari hadist-hadist itu pikiran pertama yang timbul adalah bagaimana menerapkannya dalam kehidupan A sehari-hari. Namun, seringkaii pemyataan-pernyatan normatif yang terkandung dalam suatu hadist itu memerlukan penjeiasan, bahkan diskursus dan perdebatan. Hal iniiah yang menlmbulkan ilmu pembahasan hadist . f mustholah al hadis. Dari pembahasan itu dapat disimpulkan suatu konstmk pemikiran, teon atau konseptindakan. ' Dalam penelltian dikenal pendekatan deduksi yang berawal dari pemikiran yang logis yang membentuk premis-premis atau dasar pemikiran, dan kemudian melalui pembahasan atau penelltian menghasilkan kesimpulan. Se^ buah proses deduksi dalam peneiitian empiris dimulai dengan uraian teoritis, kemudian dirumuskan pokok-pokoknya menjadi kesimpulankesimpulan sementara yang disebut hipotesis. Selanjutnya, dilakukan observasi berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari hipote Basil observasi itu diolah untuk menguji Kemudian, dilakukan analisis guna mendapatkari kesimpulan final, balk yang sejalan atau bertolak belakang dari hipotesis yang sebenamya baru merupakan kesimpulan semen tara itu. Kesimpulan final Itu kemudian dapat dirumuskan menjadi sebuah teon baru atau pen jeiasanterhadap teori lama. Basil pembahasan hadist atau ayat-ayat al Qur'an seringkaii tidak dikembangkan menjadi teori terlebih dahuiu untuk ditellti kebenarannya, meiainkan atas dasar iman langsung dllaksanakan atau diterapkan. Sebagai contoh, dalam buku Akram Khan tersebut ditemukan sebuah hadist yang mengatakan bahwa tangan di atas itu lebih balkdari tangan dl bawah*. Kata-kata ini merupakan sebuah pemyataan moral yang membedakan dan menllai antara kedudukan memberj dan menerima. Memberi itu lebih baik JEP Vol. 3 No. 1, 1998 Dawam Raharjo. Metodologi Ekonomi /s/am dari pada menenma atau diberi. Ajaran itu tidak bisa langsung diterapkan. Ada beberapa tindakan yang perlu dilaku kan agar seseorang bisa mencapai posisi pemberi. Tindakan Itu ringkasnya adalah bekeija untuk memperoleh untung dan selanjutnya kekayaan. Mungkin keuntungan itupun masih harus dikumpulkan agar benar-benar bisa men capai posisi pemben, sebab posisi itu hanya dimiliki oleh orang yang berlebih. Dengan demikian hadist di atas mendorong kaum Muslim untuk bekerja agartidak berada pada posisi diberi atau Bahkan, hadist itu bisa mendorong seseorang untuk menjadi kaya, karena keperluan memberinya berkembang. Orang tidak sekedar ingin memberi satu dua ribu rupiah untuk bisa dikonsumsi oleh orang yang diberi, tetapi ingin mampu memberi berjuta-juta rupih agar bisa dipakai untuk membangun masjid atau sekolah. Munawar Iqbal, dalam artikelnya 'Orga nization of Production and Theory of Firm Behaviour from Islamic Perspective' . telah membuat suatu model matematis yang sederhana mengenai ^ngsi dan tujuan perusahaan yang berdasarkan Islam, yakni: Y =Y(F,. Y =Pendapatan . F = Tingkat laba G = Pembelanjaan untuk 'sadaqah' dan 'amal sosiai* Dalam persamaan itu pendapatan yang ingin dicapai oleh perusahaan tidak Idenfa'k de ngan laba saja, tetapi juga baglan pendapatan yang harus dicapai untuk didistribusikan sebagai sadaqah atau zakat, serta pembelanjaan untuk tanggung jawab perusahaan' . orporate social Konsep tersebut mengandung masalah, misalnya apakah hal itu tidak akan memberatkan konsumen? Namun, pemikiran ini sebenamya telah tertampung dalam konsep Rahatjo. Metodofogi Ekonomi Islam ISSN: 1410 - 2641 p@?ibagian SHU (Sisa Has!! Usah. ' dalam koperasi, yang sebagian perlu disisihkan untuk memenuhi fungsi sosialkoperasi. Tetapi ajaran untuk mampu^menjadi pernben atau pada penerima itu menglmplikasikan konsep tentang hak milik. Hanya dengan pengakuan hak milik sebagai ganjaran terhadap orang yang telah bekerja. seseorang atau suatu perusahaan bisa memberi. Karena itu, maka kepastian hukum mengenai hak milik bisa menjadi sumber motivasi kewiraswataan. Seorang ahii manajemen dan kewiraswastaan Jerman. Jochen Ropke membuat sebuah model yang menjeiaskan sumber-sumber timbuinya aktivitas kewiraswastaan. Model itu sebenamya diambiinya dari teori psikoiogl-sosiai, namun bisa menjeiaskan gejala ekonomi sebagai EA = f(PR. EA= Kegiatan kewirausahaan (Entrepreneurial Activitie. f =fungsi persamaan (Functio. PR= Hak milik (Property Righ. C = Kemampuan/keahiian (Competenc. E = Ungkungan/ikllm usaha(Environmen. Dalam persamaan matematis tersebut. Ropke menjeiaskan bahwa 'penekanan utama* nya terletak pada faktor hak milik (PR), karena cadangan hak milik yang tepat dapat dianggap sebagai pihan paling efektif untuk mempengaruhi kewirausahaan*. Pedanyaannya adalah, bagaimana konsep kepemilikan dalam islam ? Hadist di atas secara impiisit mengandung pengakuan terhadap hak milik. Suatu pemberian pada hakekatnya adalah pemindahan atau trans fer hak milik. Tanpa hak milik, pemberian tidak ada artinya. Seianjutnya dalam buku di atas terdapat suatu hadist yang dapat disimpuikan bahwa darah dan hak milik itu suci. 'Barang siapa yang mati dalam mempertahankan hartanya . ak milikny. maka ia mat! syahid', sebagaimana telah dikatakan oleh Rasuluiiah saw. Hak milik saja diakui, tetapi juga'dihargai dan dijunjung tinggi, iebih-lebih hak milik yang diperoleh dengan kerja. Justru, penghargaan dan pensudan hak milik itu timbul karena pengertian bahwa hak milik itu timbul dari hasil kerja. Dalam hadits lainnya juga dikatakan: 'Bila kalian meninggalkan mereka dalam keadaan miskin yang menjadi beban masyarakar. ' Persoalannya tentunya adalah apakah ajaran mengenai hak milik itu cukup dipahami dan menjadi sumber motivasi kaum Muslim ? Hal Inl tentu membutuhkan penelltlan, karena mung- kin saja penelitian itu terdapat dalam masyarakat, namun tidak ada kepastian hukumnya. Oleh sebab itu, langkah pertama kaum Muslim setelah mendengar pemyataan normatif itu dari al Quran dan Hadits, . etelah ada penjelasan sehlngga jelas konsepny. adalah mereaiisasikannya dalam kehidupan nyata. - Persoalan timbul lagi, ketlka dalam upaya menjelasan dan merumuskan konsep dijumpai pula pemyataan normatif, seperti disebut dalam beberapa hadits dalam buku Akram di atas bahwa Islam tidak hanya mengajarkan hak milik perorangan, tetapi juga hak milik kolektif ter hadap berbagai benda tertentu. Hal Itu lebih menambah urgensi perlu pengaturan hukum. Tetapi, persoalan hukum, seperti nampak dalam perkembangan fiqih, baru nampak setelah di jumpai kasus-kasus kongkret dalam masyarakat. Dalam sejarah terungkap bahwa ilmu fiqih dikembangkan karena kebutuhan masyarakat, khususnya pemerintah pada waktu Itu, setelah wafatnya nabl saw. untuk mengatur masyarakat disegala bldang. JadI, selain timbulnya proses deduktif dalam upaya menerapkan ajaran Islam, melalui pemahaman yang benar, timbul pula proses Induktif, yaknl proses yang dimulai dari Buku kumpulan hadits ekonomi dl atas sebenamya timbul dari proses Induktif. Pengarangnya mempunyai idemenyusun buku dengan sistematika dan klasifikasi lain dari kumpulan hadits:yang Iain, karena teriebih dahulu mengetahul ilmu ekonomi dan pengalaman berekonomi. JEP Vol. 3 N0. I, 1998 ISSN 11410-2641 sehingga telah memahami konsep-konsep seperti modal, perburuhan, hak milik dan setems- Maksud dari pengarangnya adalah bahwa darl membaca buku Itu, maka para sarjana ekonomi bisa membuat pernyataan-pernyataan normatlf yang bisa dijadikan pedoman perilaku Ada dua arah yang timbul dari hasii interprestasl terbadap ajaran-ajaran. Pertama menyusun konsep-konsep sebagai dasar penelitian, jika peneiiti ingin menjadlkan hadist-hadits itu 'batu ujian untuk menilai teori-teori ekonomi modem dan untuk mengembangkan teon-teori baru berdasarkan doktrin ekonomi Islam'. Kedua, penyusunan konsep-konsep tangsung sebagai pedoman bertindak atau mengatur perilaku Kombinasi dari keduanya akan menghasiikan penelitian empiris yang akan menjadi bahan bagi 'the body of knowledge' iimu Ekonomi islam. Di Indonesia setidaknya telah terdapat dua karya tentang konsep Ekonomi islam, yaitu buku Prof. "Abdullah Siddiq Aihajj. LLD, 'inti Dasar Hukum Dagang'islam' dan buku Drs. Churmain Pasaribu, 'Hukum Perjanjian Dagang Islam'. Dua buku tersebut merupakan hasii kajian dari hukum-hukum fiqih yang dirumuskan ke daiam bentuk hukum Barat. Dari inggris telah terbit buku' Mohammad Nejatuilah berjudul 'Partnership And Profit Sharing in Islamic Law' . Buku ini sudah mentransfbrmasikan'hu kum fiqih menjadi konsep perbankan dan usaha berdasarkan syari'ah. Sampai seberapa' jauh aturan-aturan dagang -islam tersebut sudah masuk menjadi hukum dagang positif dan telah diiaksanakan atau diterapkan daiam kehidupan perdagangan, adalah sebuah obyek penelitian. Di antara berbagai ajaran dan hukum islam yang paling mendapat perhatian adalah tentang Ajaran riba adalah ajaran tentang iarangan pembungaan uang. Padahai praktek riba ini ternyata telah ada sejak duiu di berbagai masyarakat yang telah mengenal penggunaan alat tukar uang. Larangan Ini sudah tentu menimbuikan-masalah, sebab hanya-meninggalkan JEP Vol. 3 No. Dawam Raharjo. Metodologi Ekonbml Islam praktek riba saja bisa terjadi kemacetan atau kesulitan daiam perkembangan ekonomi. Oleh karena itu, para sarjana Muslim berusaha menyusun konsep perbankan altematif, dengan menawarkan konsep-konsep baru seperti qirad, mudarabah, murabahah, musyarakah, bayk bi thaman ajil dan seterusnya. Jadi, tlmbuinya konsep 'financial instrvment' berdasarkan ajaran islam. -Pada bulan April-Mel 1986 di Malaysia te lah diselenggarakan sebuah seminar tentang 'Developing A System of Islamic Financial In struments' yang diselenggarakan oleh Departe- men Keuangan Pemerintah Malaysia bekerjasama dengan Islamic Research and Training Institute (IRT. Islamic Development Bank (IDB). Asumsi seminar tersebut adalah bahwa pada waktu itu telah dikembangkan konsep, teori dan praktek sistem keuangan islam. Daiam makaiahnya. Dr. Qureshi. Managing Director Bankers Equity Ltd. Pakistan, menyebut beberapa konsep instrumen terpenting yang telah banyak dipraktekkan di dunia' islam, yaitu Bai-Muajjal . erjanjian dagang' dlmana penjual menyetujui pembeli untuk membayar harga suatu komoditi pada suatu tanggaidi masa datang dengan cara mencici. Mudaraba . uatu kontrak, dimana investor- rab al maal -, mema- sok seorang pelaku' bisnis- mudarib-dengan modal untuk dipergunaka. Musharaka . uatu kemitraan bisnis daiam mana bank mengeluarkan dana yang digabung dengan modal mitranya gunamenghasiikan suatu barang dan jasa daiam bentuk penyertaan moda. Murabaha . enjualan kembali suatu kontrak dengan ketentuan laba tertent. Bai-Salam . ank setuju untuk mem bayar duiu di muka suatu pembeiian dengan harga tertentu dan akan dikembalikan pada bank pada waktu tertentu yang akan datan. IJara (Bank membayar teriebih dahulu untuk suatu kontrak jangka panjang atau menengah, secara iangsung atau tak langsung dalam. suatu perjan jian beli sew. dan Qard Hasan . emberian plnjaman tanpa ketentuanpemberian laba bagi bank Rahafjp. Metodologi Bconomi Islam atau yang meminjamkan atas dasr sosial dan kemanusiaa. Proses dan ketentuan administratif dari berbagai instrumen tersebut di atas dijelaskan pula secara detail berdasarkan pengalaman atau praktek. Pelaksanaan instrumen-instrumen finansial tersebut temyata banyak memanfaatkan atau mengikuti dan dengan penyesuaian-penyesuaian modus-modus operand! yang berlaku dalam lembaga-iembaga keuangan Barat. Seminar itu juga mengajukan stud! kasus tentang pasar uang dan pasar modal yang telah dipraktekan di Mesir. Su dan. Malaysia. Bangladesh dan Pakistan. Dalam berbagai studi kasus itu diungkapkan, umpamanya, bagalmana perkembangan berbagai jenis deposito dan simpanan, bentuk-bentuk penggunaan -menurut kegiatan, misalnya pada perdagangan ekspornmpor atau perdagangan dalam negeri, juga di sektor apa saja. ndustri, pertanian, transpordanjasa, kerajinan dan konstruks. Dalam pengalaman Sudan umpamanya, pinjaman Murabaha 1982/1983 lebih banyak dlpergunakan untuk perdagangan dalam negeri . %) daripada impor . %). Tap! kredit temyata 70% dlpergunakan untuk kegiatan perdagangan, sementara untuk transpor dan jasa 14%. Industri pertanian 4%, dan kerajinan 14%. Makalah ISSN : 1410 - 2641 . , penyertaan modal . , penerbitan saham untuk dijual dl pasar niodal kemltraan usaha . dan yang lain yang maslh banyak bisa digall. Model-model Itu tidak bertoiak dari ajaran moral Islam, tetapl ternyata tidak bertentangan dengan ajaran Islam. D^an dliakukannya peneiitian terhadap kegiatan ekonomi non-Islam, tetapl dalam kerangka niialnilai moral Islam, maka wiiayah peneiitlan Ekonomi Islam tidak dibatasi di kaiangan masyarakatMuslim Metode peneiitlan Ekonomi Islam sudah barang tentu menuntut persyaratan Iain. Saiah satu persyaratannya adalah menyatakan atau mengekspliitkan asumsi-asumsl normatifnya da lam melihat realitas. Dari buku Siddiq dapat dislmpulkan bahwa masalah-masalah ekonomi dan bIsnIs praktis itu pemah dan banyak diblcarakan dalam fiqih. Tak kurang dari tokoh-tokoh ahii hadits yang disebut imam yang Empat, yaknl Maliki. Hanafi. Syafi*! dan Hamball sudah berbicara mengenai hal itu. Dalam buku Imam Malik yang masyhur a! Muwatta, terdapat baglan yang disebut KItab a! Qirad, yang memblcarakan khusus soal pinjam memlnjam daiam bentuk a/ Qirad. Murid-murid atau penglkut Imam Itu, se- pertl Ail al-Khafif. Shamsuddin al-Sarakhsi. Ah Abdin Ahmed Salama, dari Faisal Islamic Bankof mad al-Dardirdan Ibnu Qudama al-MaqdisI, telah Sudan tersebut adalah contoh dari suatu hasll membahas secara peneiitlan emplris yang merupakan baglan dari ilmu ekonomi posltif. Dari hasll peneiitlan empiris tersebut konsep-kcnsep Instrumen dalam bisnis keuangan dapatdikembangkan dandiperkaya. perdagangan dan keuangan. Sekalipun, pembahasanya memakai metode khas fiqIh yang ra- Dari komentar QureshI diperoieh ketera- ngan bahwa lembaga-lembaga keuangan Islam temyata banyak juga memlnjam model-model Barat yang sekuler. Secara Impiisit diperoieh informasi bahwa studI ekonomi posltif daiam rangka pengembangan perbankan Islam dilakukan juga terhadap perekonomlan wiiayah nonMuslim. in! berarti bahwa tidak semua praktek sekuler bertentangan dengan Islam. Beberapa dlantaranya memberikan contoh atau model -praktek bIsnIs keuangan yang tidak melanggar ketentuan iarangan riba, misalnya bell sewa masalah-masalah slonal-doktriner, namun pembahasan itu tak mungkin terjadl tanpa pengalaman praktis. Pem bahasan seperti Itu maslh sangat jarang diiakukan. Namun. Syafi'i Antonio, ahll perbankan syari'ah Indonesia sudah banyak menganallsis berbagai persoaian bisnis dengan metode fiqIh yang cukup profesional dari segl ekonomi. Ahll syari'ah seperti Syafi'i adalah contoh kongkret sarjana atau ulama yang dibutuhkan (TIpe a da lam kategori Zark. Usaha membahas kasuskasus pembiayaan atau lembaga keuangan ber dasarkan syari'ah sebenamya telah dllakukan dalam Dewan Syarl'ah yang dibentuk oleh BMI JEP Vol. '3 No. ISSN: 1410 - 2641 yang secara formal juga terdapat pada setiap BPR-Syari*ah dan BMT . / Bait al Maa! wa a! Dawam Raharjo. Metodologi Ekonomi Islam model-model matematis yang dapatdijadikan titik tolak berbagalpenelitian empiris. Tamwiij. Untuk mengatasi kelangkaan sarjanaulama model Syafi'i Antonio, bisa diiakukan pembahasan yang mempertemukan sarjanaTipe a dan Tipe b, yang agaknya telah. terwadahi dalam Dewan Syari'ah itu. Namun, mungkln karena tidak direkam daiam dokumen tertulis, maka-kita dalam dewasa in! belum memiliki jurisprudensi Ekonomi Islam yang seharusnya dimilikl. Inl adaiah salah satu obyek penelitian penting yang disarankan untuk segera diiakukan dengan target output jurisprudensi Ekonomi Islam. Upaya penjeiajahan Ekonomi Islam yang lebiti bersifat normatif, -waiaupun sudah berdasarkan pengetatiuan empiris dan pengalaman praktis- sudah banyak diiakukan dengan mun- culnya art'kel-artikel di berbagal jumal Ekonomi Islam. Tulisan-tulisan itu juga telah lahir dari seminar-seminar. Diantara yang penting adaiah seminar yang diselenggarakan oleh IRTI-IDB dan IlU-lslamabad bertema 'Teaching Economics for University Teachers' Agustus-September 1987 yang telah dibukukan dengan judu! 'Lecfums on Islamic Economics'. Ruang lingkup Ekonomi Is lam dalam perkembangannya saat Itu dapat dibagi menjadi 6 bidang. Pemikiran dan Perkembangan Pemikiran. Konsep dan Metodologi Ekonomi Islam. Jurisprudensi Ekonomi Islam atau Fiqih Mu'amalah. Sistem Ekonomi Islam, yang menyangkut persoalan kelembagaan Ekonomi Islam. Mikro-ekonomi atau ekonomi perusahaan. Makro-ekonomi: pendapatan, tabungan, inyestasi dan kesempatan keija. Kebijaksanaan Moneter dan Fiskal. Masaiah yang belum dibahas barangkali manajemen, etika bisnis dan pertumbuhan ekonomi, padahal sebenamyaberbagal buku dan artikel telah banyak ditulis. Namun dalam berbagai tulisan tersebut di atas, - yang dapat dijadikan pedoman dalam perkuliahan diperguman tinggi Itu telah dikembangkan teori-teori dan JEP Vol. 3 No. PROGRAM PENELITIAN D| INDONESIA Minat terhadap penelitian di Indonesia pada umumnya cukup besar, tetapi kendalanya adaiah soal pembiayaan. Pemblayaan penelitian pada pokoknya be^antung pada. dua sumber. Pertama adaiah donatur di iuar negeii, balk yang disalurkan pemerintah atau LSM. Kedua, dari pemerintah Indonesia. Penelitian order pemerin tah inl pada umumnya diiakukan oleh perguruan tinggi negeri dan lembaga-lembaga pemerintah. Pembiayaan dari perusahaan swasta belum nampak, kecuali yang bersifat studi kelayakan. Yang mungkin bisa diharapkan adaiah dari universitas,terutama unlversitas swasta besar, meskipun sangat terbatas. Beberapa kalangan swasta atau birokrat akhir-akhir Ini nampak men- sponsori kegiatan penelitian yang diiakukan oleh lembaga studi independen, yang sebaglan juga melakukan penelitian atas dasar pesanan. Faktor sumber itu sangat mempengaruhi jenis-jenis penelitian yang bisa diiakukan dan siapa yang melakukannya. Kebanyakan peneli tian dari sumber Iuar negeri dan pemerintah itu adaiah penelitian kebijaksanaan . olicy stud. yang berkaitan dengan progam-program pembangunan. Pemikiran mumi yang idenya berasal dari pemikiran llmiah, masih sangatterbatas. Penelitian mengenai Ekonomi islam, - da lam konstelasi pembiayaan penelitian tersebut agaknya masih sangat sulit diiakukan, kecuali jlka bisa merumuskan usiilan proyek tentang masaiah yang berkaitan dengan pembangunan. Sebenamya. dana yang terbatas bisa diperoleh dari IDS. Namun, masih dijumpai kesulitan untuk bisa mengajukan usulan yang dapat disetujul oleh lembaga tersebut, khususnya karena terbatasnya jumlah pakar yang tertarik dan mengetahui persoalan Ekonomi Islam. Lagi pula usulan itu hams bersaing dengan usulan dari n^aranegara lain yang lebih maju dalam pembangunan Ekonomi Islam itu. ISSN: 1410 - 2641 Raharjo. Metodologi Ekonomi Islam Gambarl JalurMenuju Penjelasan (Eksplanas. Hipotheis Models Expianabon Problems Observasl ClasmcatiORS Desioipsi Terbatasnya jumlah pakar dan tiadanya jumal yang bersedia dan berminat memuat tulisan-tulisan mengenai seal ini menyebabkan diskursus mengenai Ekohomi Islam juga masih sangat terbatas. Hal Ini tentu saja tidak melupakah sejumlah buku yang pemah terbit me^ ngenai Ekonomi Islam, umumnya berupa kumpulan karangan. Oieli sebab itu, dalam rangka mengembangkan jumlah pakar' dan body of knowfedgd mengenai Ekonomi islam, dipedukan upaya peningkatan kegiatan diskursus dalam berbagai bentuknya, misalnya seminar, pengajaran, penerbitan . uku dan artike! di majala. dan penelitian. Kegiatan dalam rangka penelitian pedu dilakukan secara komprehensif. Penelitian perlu ditunjang dengan kegiatan-kegiatan lain, seperti dokumentasi, publikasi, seminar atau pengajaran yang sebenamya mengandung unsur penelitian. Jika seseorang harus mengajar umpamanya, maka la harus mengumpulkan bahan, antara lain dengan membaca dan menuliskan band-out. kegiatan Ini akan menambah bobot kepakaran seseorang yang lebih memungkinkanya melakukan penelitian. Secara komprehensif, kegiatan penelitian tercermin dari gambar 1 'Path of Explanation' yang disusun oleh Abler. Adams &could (Spatial Organization: The Geographer's View of the World, 1971,1. Gambar di atas mengandung 24 garis hubungan antara konsep-konsep yang menggambarkan jalan menuju eksplanasi. ngan perkataan lain, garis-garis itu adaiah proses-proses penelitian yang menghasiikan penjelasan ilmlah. Suatu proses penelitian tidak selalu bertolak dari hipotesis dan observasl tentang fakta-fakta, melainkan bisa berangkat dari teori ataumodel menuju keeksplanasi. Sebuah penelitian memang bertolak dari suatu pertanyaan, keingintahuan atau masalah yang ldta jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan itu perlu dijawab, keingintahuan periu dipenuhi dengan pengetahuan dan masalah yang kita jumpai perlu dipecahkan. Melalui penelitian hams bisa dijawab pertanyaan dengan jawaban yang benar. Kita hams mendapatkan keterangan mengenai hal yang kita ketahui dan kita juga ingin memecahkan secara tepat dan berhasil. Gambar 'Jalan menuju Penjelasan' diatas, pertama-tama menawarkan dua jalan. Pertama, sebuah pertanyaan mungkin dapat dijawab atau diduga jawabannya, dengan memmuskan dugaandugaan atau jawaban-jawaban semehtara. Hal ini bisa dilakukan jika teiah memliiki sejumlah pengalaman atau setelah membaca berbagai buku, atau informasi iainnya. Untuk itu diperiukan ob Dari observasl, balk terhadap data primer, atau data sekunder dapat dimmuskan unsur-un- sur yang membentuk suatu persoalan, sehingga lebih mudah dipahami. Dari pemahaman terhadap masalah itulah dapat dimmuskan jawaban sementara, - mungkin tidak satu melainkan beberapa yang disebut hipotesis. JEP Vol. 3 No. ISSN : 1410-2641 Dengan mengkonfrontasikan pertanyaan atau masalah dengan hasil observasi lapangan, mungkin sudah bisa ditemukan jawaban sementara. Tetapi mungkin belum mampu dirumuskan dugaan-dugaan sementara itu. Untuk itu diperiukan proses lagi, yakni dengan melakukan klasifikasi terhadap data yang telah kita mlliki dari ob Kiasifikasi dilakukan dengan melakukan generaiisasi atau kesimpulan umum untuk memllahkan hal-hal yang berbeda, berdasarkan ukuran atau pedoman tertentu. Misalnya saja dengan membagi tingkat pendapatan menjadi beberapa kelas. Atau dengan merumuskan gejala-gejaia berdasarkan teori atau konsep sehingga kita memperoieh kategori-kategori gejaia seperti peiapisan masyarakat . , kelas masyarakat . ocial clas. dan keiompok masyarakat . ocial grou. Dengan kiasifikasi di atas kita bisa memperoieh penjeiasantambahan. Hal itu berarti menambah penguasaan kita tentang suatu Pada tahap ini peneGti bisa merumuskan hipotesis, b'ahkan teori dan hukum-hukum iimiah . cientific la. Teori atau penangkapan atau penggambaran dunia nyata . eal worl. dengan menghubungkan bertiagai kesan sehingga menghasllkan penjelasan-penjeiasan yang kebenarannya bersifat sementara. Sedangkan hukumhukum iimiah adalah penjeiasan tentang hubungan antara gejala^ejaia atau kejadianM^ejadian yang bersifat past! atau'tetap, walaiipun bisa beA kemungkinan . robabillsticy' Tentu'saja kiasifikasi bisa dilakukan de ngan menggunakan logika atau akal sehat saja. Tetapikitaiebih mampu lagijikamengetahui atau menguasai teori yang sudah ada dan -dapat dipelajari dari buku dan tulisan yarig teiah' ada. Dengan teori itu bisa dirumuskan berbagai ke simpulan sementara. Konfrontasi antara hipotesis dengan fakta-fakta dapat menghasiiakan kesim pulan yang berujud teori-teori baru. Mungkin juga teori itu menjeiaskan secara lebih balkteoriiama, tetapi bisajuga menambah teori lama. Dalam hal yang terakhir itu peneliti bisa merumuskan t^ri JEP Vol. 3 No. Dawam Raharjo. Metodologi Ekonomi Islam Teori dapat menghasllkan model, balk yang sifatnya deskriptif, gambar-gambar maupun matemab's. Sebuah model bisa tersusun jika peneliti berhasil meramu teori-teori daiam bentuk hubungan-hubungan yang iebih sederhana. Dengan demikian, model adalah simplifikasi teori yang sifatnya kompieks. Model ini bisa dioperasionaikan dengan data-data empiris atau historis, tetapi juga bisa juga iangsung dipakai untuk pe doman aksi. Balk teori maupun modei'bisa di pakai untuk menjeiaskan suatu gejaia atau'kejadian secara sistematis dan dapat diandalkan ' Dalam rangka peneiitlan Ekonomi islam, pertama-tama kita harus mampu merumuskan masalah atau pertanyaan-pertanyaan yang ingin Di sini terdapat tiga kecenderungan utama di Dunia Islam. Pertama adalah ke cenderungan untuk mengembangkan ilmu yang disebut Ekonomi Islam tersebut. Kecenderungan tersebut timbul karena memiliki persepsi tentang adanya krisis dalam teori-teori ekonomi Barat dan berkembangnya pemikiran untuk membuat teori-teori altematif. islam mempunyai konsep sendiri mengenai ekonomi, setidak-tidaknya umat islam merasa tidak puas terhadap poia perkembangan ekonomi yang sekarang ini terjadi. Kedua, keinginan untuk menerapkan ajaranajaran islam, daiam kehidupan ekonomi, misalnya menghapuskan sistem riba, mengembang kan rnakanan dan barang-barang haial atau menerapkan sistem zakat sebagai konsep keadiian sosiai. Kef/ga,-cita-cita untuk membentuk kekuatan ekonomi yang dikuasai oleh umat Islam, sehingga umat islam memiliki kemampuan untuk ikut bermain dalam percaturan politik, berperan dalam persaingan ekonomi dan membangunduniayang lebih sejahtera. Ketiga kecenderungan itu terjadl di dunia Islam, tetapi yang paling menonjol adalah ke cenderungan kedua. Daiam mengikuti ke cenderungan itu yang paling menonjol adalah upaya untuk menggantikan sistem bunga men jadi sistim non-bunga dalam pembiayaan usaha dan pembangunan. Dewasa ini apa yang disebut Raharjo. Metodologi Ekonomi Islam Sistem^Ekonomi Islam hampir Identik dengan sistem moneter tanpa bunga tersebut. Dl sini, ide langsung ditransformasikan menjadi program aksl, berdasarkan konsep-konsep yang tidak teiialu dan tidak terlalu sempuma. Sungguhpun kecenderungan kedua tersebut diikuti pula kecenderungan pertama. Salah satu hasilnyaadalati buku yangditulis oleh M. Umer Chapra Towards a Just Monetary Sy^em'. Kecenderungan Itu sangat menonjol dan mewamai perkembangan Ekonomi Islam di Indo Studi-studI ilmiah praktis belum pemah dilakukan, setidak-tidaknya hanya dilaksanakan secara terbatas dan tidak mengandung sopistil^si yang tinggj. Mengingat keterbatasan dana. maka studi ilmiah yang mengikuti kecenderungan pertama kiranya terlalu mewah . untuk kita di'ln. Studi yang praktis adalah mengikuti kecenderungan k^ua, dengan melakukan evaluasi -tertiadap'kinerja sistem ekonomi syari'ah yang telah dipraktekan di Indonesia. Tetapl hal Inl tidak Pemikiran ketlga, yakni untuk membangun kekuatari ekonomi umat Islam perlu diplklrkan. Untuk itu-jenis penelitian yang barangkali paling tepat adalah risetakslatau risetaksl partlsipatoris . articipatory actionresearc. Riset Aksi Partisipatoris Riset aksi partisipatoris (RAP) terdiri dari tiga komponen-atau unsur. Pertama adalah riset itu sendiri. Kedua adalah aksi yang berkaitan dengan riset tersebut Dan ketiga edukasi yang mengandung riset Tiga unsur dapat digambar dalam bagansebagaiberikut Gambar 2 Unsur dalam RAP Edukas Riset ISSN : 1410-2641 Di Indonesia, terdapat tiga keglatan dlatas yang berkaitan dengan Ekonomi Islam. Pertama, dalam kategori aksi terdapat proyek pembangunan dan bisnis, yakni Bank Mu'amalat, sebagai pelopor, yang diikuti dengan proyek BPR-Syari'ah. Asuransi Takaful dan BMT. samping itu terdapat pula proyek kcmoditi halal, khususnya makanan, minuman dan kosmetika. Di sektor riil, ada proyek industri mie instan, antara lain Mie Barokah. Beberapa pesantren, sperti Gontor. Hidayatullah. Darun Najah atau Assyfi'iyah juga mempunyai beberapa proyek Proyek-proyek ini paling tidak perlu di Kedua adalah -keglatan pendidikan. Ada dua rriacarri pendidikan di sini. Pertama yang bersifat profesionai dalam rangka mengembangkan sumber daya mariuslaj(SDM). Pendidikan yang selama- ini dilakukan adalah melatih mencetak tenaga-tenaga pengelola lembaga keuangan Syari'ah dan tenaga-tenaga motivator untuk mengembangkan BPR-S dan BMT. Kedua adalah pendidikan yang menghasilkan sarjana, walaupun lulusannya akhimya menjadi tenagatenaga profesionai. Sekarang telah pula dibuka pendidikan sarjan S-2 dalam program studi Ekonomi Islam. Guna meningkatkan mutu pendidikannya, lembaga-lembaga tersebut membutuhkan hasil-hasil kajian dan penelitian. Selanjutnya mutu dosen juga perlu ditingkatkan. Lem baga pendidikan periu bekerjasama dengan lernbaga-lemaga penelitian. Kegiatan pendidikan periu dikaitkan dengan lembaga-lembaga peneli Karens sudah menjadi misi perguruan tinggi untuk melakukan penelitian. Dalam kaitannya dengan Ekonomi Islam diperlukan penelitian di btdang Ini. Penelitian yang lebih diminati oleh perguruan tinggi. saat ini adalah penelitian mengenai praktek-praktek sistem Ekonomi Islam yang diwujudkan dalam proyek-proyek bisnis dan Kegiatan riset bisa dilakukan oleh pergu ruan tinggi. LSM atau perorangan. Untuk mengaktifkan indivldu diperiukan suatui Asosiasi Peminat Ekonomi Islam (APEI) yang menghlm- JEP Vol. 3 No. Dawam Raharjo. Metodologi Ekonomi Islam ISSN: 1410 - 2641 pun para peminat. pemerhati, pelaku bisnis . dan tenaga pengajar yang berbasis universitas, birokrasi pemerintah. LSM, konsultan, lembaga penelitian, lembaga pengembangan dan badan-badan usaha. Peminat dan pemerhati itu terdiri dari spesialisTypea, b dan c menurut Zarka di atas. Penelitian ini menghasilkan data dan informasi, modei bertindak, teori- teori baru, analisis keadaan, modul-modui pendidikan dan peiatihan, buku teks, konsep kebijaksanaan rencana dan program pemtiangunan. Riset aksi-partisipatoris tersebut di atas bisa diintegrasikan kedaiam suatu proyek peneli tian dengan fokus suatu masaiah tertentu . roblem formu/af/onj. 'Proses penelitian itu dapat dihat dengan siklus pada gambar 3. Kegiatan penelitian dalam-pengembangan Ekonomi islam ini bisa difokuskan pada (A) usaha untuk memberdayakan pelaku ekonomi Upaya memberdayakan . ini pedu dikombinasikan dengan (B) upaya 'islamisasi' kegiatan ekonomi di satu pihak dan (C) upaya pengembangan ilmu . ody ofknowledg. Ekonomi Islam. Dengan demikian, kita rtienempuh jalan pragmatis agar bisasegera memuiai kegiatan ini. Gambar 3 Proses Penelitian dalam RAP Analisa A Sosial. Poiitik Onentasi Nilai Analisis Efisiensi Observasi Deskripsi Mobisasi ( Surhberdaya ' Pemantauan. DokumentasI * A Aksl/ Implementasi JEP Vol. 3 No. Dssam Rahaijo. Metodologi Ekonomi Islam ISSN : 1410-2641 Kegiatan penelitian bisa dimulai dengan memfbkuskan diri pada beberapa topik peneli tian, seperti: . lembaga keuangan syari^ah (BMI. BPRS. BMT. Takafu. , . dana pem- bangunan umat . akat, sadaq^, infaq dan waka. , . pelaku bisnis . asabah lembaga keuangan, potensi usaha kedl/menengah, perusahaan-pemsahaan dengan kuallfikasi tertent. Tiga penelitian diatas perlu diiakukan serentak melalui jaringan yangdibentuk oleh APEI. Dengan melihat bagan proses di atas, kegiatan-kegiatan yang perlu diiakukan oleh ja ringan pertama adalah pengumpulan data sekundermelalui proses dokumentasi. Termasuk di dalamnya pendokumentasian makalah-makaiah dan hasll-hasi! penelitian dari dalam dan luar Proses dokumentasi itu bisa dipusatkan di suatu tempat dengan dukungan jaringan in ternet Sebuah evaiuasi tertiadap state of the art Ekonomi Islam perlu diiakukan dengan sebuah seminar (Pertemuan I) dimana diiakukan review kepustakaan dan dokumen yang ada. Kedua, melakukan penelitian kancah, misalnya . studi khusus tentang kineija BMi dan Takaful sebagai lembaga keuangan syari'ah . survei tentang BPRS seiuruh Indonesia dan studi kasus BPRS tertentu yang sukses, misalnya BPRS Muhammadyah Tuiungagung . survei BMT secara komparatif regional dan studi kasus BMT sukses terdapat di beberapa daerah. Kjnerja BAZiS (Badan Amil Zakat, infaq dan Sadaqa. di seiuruh Indonesia bisa dievaluasi atas order Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri. Demikian pufa Badan Amil Zakat(BAZ) yang telah dibentuk diberbagai departemendan perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN. Aspek lain yang perlu diteliti adalah periiaku muzakki . embayar zakat, balk individu maupun lembag. Obyek penelitian yang takkalah pentingnya adaiah para pelaku ekonomi. Ada tiga pelaku ekonomi yang perlu diteliti. Pertama adalah na sabah lembaga-lembaga keuangan yang bisa dibagi'menjadi tiga kategori, yaitu nasabah BMI. BPRSdan BMT. Kedua, pengusaha Muslim pada umumnya yang terdiri dari pengusaha kedl dan Dan ketiga pemsahaan besar dan menengah tertentu yang telah memasuki arena bIsnIs modem. Hal yang penting untuk segera dikerjakan adalah menyusun usulan proyek. Sebuah lokakarya khusus (Pertemuan II) perlu diiakukan untuk menilai usulan-usulan proyek tersebut sambil mendiskusikan masalah pendanaan dan organisasi peneiitiannya. Gambar4 Strategi Pengembangan Ekonomi Islam Syariah Erisiensi (Economic Efnden. Mu'amaiah Sistem Etika Kesinambungan Kelestarian/Keberianjutan (Sustainabilit. Pemberdayaan Masyarakat (People Empowermen. JEP Vol. 3 No. 1,1998 ISSN: 1410 - 2641 Dawam Raharjo. Metodofogi^'onomi Islam Kegiatari ^alisis dari segi sosial dan ekonomi-politik . olitical econom. sangat pen- efisiensi tertiadap unit-unit usaha dan perusa- ting' untuk dilakukan sebagai salah satu ciri dari telah diteliti. Penilaian ini agalmya'juga membutuhkan lokakarya khusus (Pertemuan V). Tahap selanjutnya adalah' penyusiinan renoana, baik mikro maupun makro, mobllisasi metode penelitlan Ekpnomi Islam. Hal in! nyangkut masalah alokasi dan mobilisasl sumber daya yang memertukan analisls sosial dan ekonomi-politik, misalnya menyangkut peranan pemerintah, kekuatan kcnglomerat dan kekuatan iuar negeri. Anallsis ini bisa dilakukan pada tingkat proyek, tetapi cukup penting untuk dibicarakan dalam suatu lokakarya (Pertemuan . Proses selanjutnya adalah orientasi nllai. Tujuan dari orientasi nilai Ini adalah menghadapkan hasil observasi di lapangandan has!! anallsis sosial-politik dengan sistem nilal ke-lslam-an. Sudah tentu hal ini menyangkut penggallan nllainilai ke-lslam-an dari al Qurian. Hadite dan Ijtihad para ulama. Tetapi penggalian ini diletakkan da lam konteks tertentu. Dalam hal Ini dllibatkan ti- dak saja ahli syari'ah, tetapi juga ahii teologi Type a untuk berhadapan dengan Type b dan Type c. Pembahasan ini mungkin bisa digabungkan dalam Pertemuan ill. Tetapi mengingat pesertanya yang berbeda dan missinya yang berbeda pulamakatidakaada salahnyajikadilaku kan lokakarya atau seminar khusus (Pertemuan IV). Tahap selanjutnya, setelah dilakukan intervensi sosial-politik . konomi-politi. dan orientasi nilai, perlu dilakukan penilaian dari sudut rasional-ekonoml. Misalnya saja dengan membuat perbandingan antara efisiensl BMI dengan bank konvensional yang sekelas . engan nllai aset antara Rp. 500 milyar s/d Rp. 1,-trilyu. Juga membandingkan antara BPR konvensional dan BPRS. Sangat menarik juga untuk membanding kan model BMT dengan model PHBK (Proyek Hubungan Bank dan Kelompok Swadaya Masyaraka. KUM (Karya Usaha Mandlr. Pokmas (Kelompok Masyaraka. IDT atau Prokesra (Program Keluarga Sejahter. BKKBN. Dari situ dapat dikembangkan konsep-konsep untuk menlngkatkan efisiensi lembaga-lembaga keuangan syari'ah. Bisa pula dilakukan penelitlan JEP Vol. 3 No. 1, 1998 haan nasabah lembaga keuanpri iAyari'^ yang sumber daya . odal, tenaga keija, sumberdaya alam, teknologi, informas. dan program aksi yang m^pakan implementasi rencana. Penyusunan ren oana ini t^ m^ambO corporate plaii yang terdiri dari visi, misi, tujuan, target, strategi, program dan alokasi sumberdaya. Rencana ini bisa pada tingkat perusahaan . bisa pula pada tingkat program atau proyek . Implementasi ini bisa berupa keianjutan kegiatan yang sudah ada dalam memperbaiki kinerja, misalnya kinerja BMI. Takaful. BPRS. BMT atau nasabah-nasa- bah lembaga keuangan, bisa pula implentasi proyek-proyek baru, dengan model baru pula. Akhlmya, peiaksanaan proyek dari pro gram itu perlu didukung dengan pemantauan. Sistem MONEV . onitoring and evaluatio. yang dapat digambarkan dalam bagan berikut: Kinerja Sistem Ekonomi Islam perlu dlnilai dalam empat kriteria diatas. Setiap kriteria berinteraksi dengan kriteria lainnya. Misalnya kriteria efisiensi ekonomi tidak hanya diharapkan dengan normanormadan hukum syari'ah dan sistem tika Islam, tetapi juga dengan kriteria apakah sistem tersebut mampu memberdayakan masyarakat. Demikian pula efisiensi itu perlu dikonfirmasikan dengan kelestarian sistem jangka panjang atau keberlanjutan suatu usaha atau proyek. Hubungan antar nllai atau kriteria sering bertentangan atau bersifat trade off. Pengutamaan efisiensi sering harus mengorbankan nilai-nilai etika atau pemberdayaan masyarakat. Efisiensi sering juga berslf^ jangka pendek, sehingga kesinambungan dan kelestariannya kurang namun bagaimana, kriteria proyek ekonomi adalah efiaensi. Masalahnya adalah bagaimana efisiensi tidak mengorbankan kepentingan-kepentingan lainnya, demi kelestariannya sendiri. ewam Rahaijo. Metodofogi Ekonomi Islam ISSN. 1410 - 2641 Sebagai simpulan langkah yang pertama dilakukan sekarang ini adalah membentuk asosiasi peminat dan pemerhati Ekonomi Islam (APE. yang mencakup tidak saja peneliti, tetapi juga pengajar, praktisi, birokrat dan profesional. Pada dasamya APEl adalah sebuah jaringan yang bertujuan memajukan perekonomlan masyarakat, pemngembangan ilmu dan proses 'Islamisasi' . enerapan nilai-nilai Isla. dalam Langkah selanjutnya adalah melaksanakan proyek rlset aksl partlsipatoris (RAP) dengan mengambil obyek penelltian proyek-proyek ekonomi syari'ah. Tujuannya tidak semata-mata penelltian mumi atau pengembangan Ilmu, tetapi juga untuk mengembangkan bisnis dan pendidlkan, balk pendldikan praktis dan profesional, maupun pendldikan akademls. Proyek semacam Inl membutuhkan slnergi berbagal sumberdaya dengan membuat jaringat keglatan penelltian. Ilmu dan am. pendldikan dan prograni aksl. ^PULAN DAFTARPUSTAKA Abler. Etal, . SpatialOrganization: The Geographer's Viewof the Worfd. Ahmad. Ausaf, . Lectureson Islamic Economics. Jeddah. IRTI. Hasanuzzaman, . 'Definition of Islamic Economics' Journal ofResearch inIslamic Economics. Vol. 1 No. Iqbal. Munawar, . , 'Organization of Production and Theory of Firm Behaviour from Islamic Prospective'. Khan. Akram, . Economic Teaching of Prophet Muhammad. Islamabad. Pakistan. International Islamic University. Lapra. Umar. M, . Toward a Just Monetary System. London. Islamic Foundation. Nejatuliah. Muhammad, . Partnership and Profit Sharing in Islamic Law. Rusy. Ibnu, . BidayatuI Mudjtahid. Terjemahan oleh A. Hanafi. Jakarta. Bulan Bintang. Zarka. Anas, . , 'Methodology ofIslamic Economics'. London. Islamic Foundation. JEP Vol. 3 No. 1,1998