Vol. No. Mei 2025, hal, 18-26 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss01. Peningkatan Kualitas Adzan Melalui Program Kaderisasi Muadzin di Masjid Amal Muhammad Ismail. Kalurahan Planjan. Kabupaten Gunungkidul Lalu An Nadir. AsAoad Umam Taufani. Fadlan Fahamsyah. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: lalunadhir6@gmail. com, . umamtaufani@gmail. com, . fahamsyah84@gmail. Info Artikel Kata kunci : Kaderisasi Muadzin Pelatihan Adzan Masyarakat Gunungkidul ABSTRAK Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Planjan. Kecamatan Saptosari. Gunung Kidul, bertujuan untuk menjalankan ibadah, khususnya shalat berjamaah. Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah "Kaderisasi Muadzin". Penulis Koresponden : yang fokus pada pelatihan adzan untuk pemuda setempat. Pelatihan Lalu An Nadir E-mail : lalunadhir6@gmail. ini dilakukan dengan tujuan untuk memakmurkan masjid yang kurang dimanfaatkan, terutama masjid Amal Muhammad Ismail di Dusun Klepu, yang terhambat oleh kurangnya pengumandangan adzan dan ketiadaan imam tetap. Program ini dilaksanakan sepekan sekali selama KKN dan berhasil meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam mengumandangkan adzan dengan baik dan benar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah tiga pertemuan, sebagian besar peserta telah mampu memperbaiki kesalahan pelafalan adzan dan siap untuk mengumandangkan adzan pada setiap waktu shalat. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan keterlibatan pemuda sebagai pengurus masjid dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan di masjid. PENDAHULUAN Adzan merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan umat Islam, yang tidak hanya sebagai panggilan untuk melaksanakan shalat, tetapi juga sebagai bagian dari dakwah dan budaya lokal yang dapat mempererat hubungan antarwarga. Mengingat adzan dikumandangkan lima kali dalam sehari, sebagai tanda masuknya waktu sholat wajib seorang muslim. (Agus Yanto , 2. Sebagai salah satu padanan dari kata adzan (A)IA, kata A IOAdi dalam berbagai macam bentuknya terulang sebanyak 53 kali di dalam Al-Quran. Dari pengulangan 53 kali tersebut, adzan selain memiliki arti panggilan ataupun seruan, kata tersebut juga berarti permohonan ataupun doa. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Lalu An Nadir. AsAoad Umam Taufani. Fadlan Fahamsyah Apabila kata tersebut ditujukan untuk manusia, maka memiliki arti sebagai panggilan atau seruan. Sementara bila kata tersebut ditujukan untuk Tuhan, maka dapat diartikan sebagai permohonan atau Dalam hubunganya dengan seruan atau panggilan untuk shalat. Al-Quran tidak menggunakan kata adzan namun menggunakan kata A( IOIAQS al-Maidah 5: . dan A( IOOAQS alJumuAoah 62: . Kata yang pertama berkaitan dengan perilaku orang-orang Yahudi yang mana mereka mengejek kaum muslim ketika sedang buru-buru pergi ke masjid saat adzan Sementara kata yang disebutkan kedua yaitu berkaitan dengan adzan yang dikumandangkan di Hari Jumat sebagai salah satu tanda bahwa semua kegiatan harus dihentikan. Adzan secara lughawi . : menginformasikan semata-mata. Sedangkan secara istilah . adalah: menginformasikan . tentang waktu-waktu shalat dengan kata-kata tertentu. Adzan ini telah diperintahkan sejak pada tahun pertama dari Hijrah Nabi ke Madinah (Mughniyah, 2. Menurut H. Sulaiman Rasyid yang dimaksud dengan Adzan ialah AuMemberitahukanAy. Yang dimaksud di sini ialah memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba dengan lafal yang di tentukan oleh syaraAo (Rasyid, 2. Dalam lafal adzan dan iqomah banyak berisi pengertian yang mengandung maksud penting di antaranya dari sisi akidah, seperti adanya Allah Yang Maha Besar bersifat Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, menjelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah rasul Allah. Sesudah kita bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad utusan Allah, kita lalu diajak pula meraih kemenangan baik di dunia maupun di akhirat. Lafal adzan dan iqomah akhirnya ditutup dengan kalimat tauhid. (Masykuri Abdurrahman & Mokh. Syaiful Bahri, 2. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan pendidikan tingkat perguruan tinggi yang menggabungkan pelaksanaan tiga fungsi utama perguruan tinggi . endidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyaraka. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar dan kerja kepada mahasiswa dalam konteks pembangunan masyarakat, menjadi sarana untuk mengaplikasikan serta mengembangkan ilmu di luar lingkungan kampus. Kegiatan KKN dilakukan di lokasi di luar kampus dengan mengikuti mekanisme kerja dan persyaratan tertentu. (Maryadi & Fitria, 2. Program KKN dilaksanakan di Kalurahan Planjan. Kapanewon Saptosari. Kabupaten Gunungkidul, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan keagamaan yang teratur dan berkelanjutan. Walaupun mayoritas penduduk Desa Planjan beragama Islam, sebagian besar dari mereka tidak aktif dalam ibadah, seperti shalat berjamaah di masjid. Sebagian besar alasan mereka tidak shalat berjamaah di masjid adalah faktor pekerjaan, yang Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Kualitas Adzan Melalui Program KaderisasiAA mayoritasnya adalah seorang petani, berangkat pagi dari rumah dan pulang pada malam hari. Begitu juga dengan masjid yang kurang dimakmurkan oleh masyarakatnya, salah satunya adalah masjid Amal Muhammad Ismail di Dukuh Klepu. Kalurahan Planjan. Salah satu pengurus masjidnya atau takmirnya sendiri mengatakan bahwa salah satu penyebab tidak ada masyarakat yang menuju masjid untuk shalat berjamaah adalah karena tidak ada yang mengumandangkan adzan, begitu juga dengan imam shalatnya, karena beliau selaku takmir masjid juga sibuk untuk bekerja di sawah. Salah satu program Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pentingnya ibadah, terutama shalat berjamaah. Fokusnya adalah memakmurkan masjid, seperti memberikan pelatihan adzan bagi para pemuda, yaitu pada program AuKaderisasi MuadzinAy. Selama program, pengajar memberikan penjelasan mendalam mengenai adzan dan memberikan modul ajar terkait dengan keutamaan mengumandangkan adzan, adab-adabnya, tata caranya, serta pengucapan atau pelafadzan adzan yang baik dan benar. Penulis berupaya untuk memperbaiki kondisi masjid yang kurang dimakmurkan ini, dimulai dengan mengajak masyarakat untuk shalat berjamaah di masjid, terutama bagi para pemudanya. Yang nantinya diharapkan merekalah yang menjadi pengurus masjid atau yang memakmurkan masjid untuk seterusnya setelah Kuliah Kerja Nyata berakhir. Dan diharapkan juga masyarakat dapat bersemangat dalam setiap kegiatan keagamaan, sehingga diharapkan estafet dakwah ini dapat berjalan dengan baik. METODE PENGABDIAN Kegiatan yang dijalankan bertujuan untuk memberikan pelatihan guna meningkatkan kualitas adzan melalui program Kaderisasi Muadzin di Masjid Amal Muhammad Ismail. Pelaksanaannya dilakukan di Masjid Amal Muhammad Ismail di Dusun Klepu, melibatkan dua pelatih atau pengajar dan enam peserta. Langkah-langkah yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut : Melakukan musyawarah unutk membahas prosedur pelaksanaan Kaderisasi Muadzin. Memulai kegiatan dengan membuat kelompok . melingkar dan menggunakan modul ajar yang dibuatkan dan diprintkan. Selanjutnya, mengajarkan modul ajar tentang adzan dari definisi, keutamaan, tata cara dan pengucapannya yang baik dan benar. Peserta melakukan praktik adzan satu persatu dengan berdiri dan peserta lain mendengarkan serta menyimak dengan seksama. Setelah peserta selesai dari praktik mengumandangkan adzan, pengajar memberikan pengajaran tentang pengucapan yang benar terkait kesalahan-kesalahan peserta saat praktik adzan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Lalu An Nadir. AsAoad Umam Taufani. Fadlan Fahamsyah Evaluasi kesalahan-kesalahan peserta dari awal sampai akhir, serta bagaimana pengucapan adzan yang baik dan benar, sehingga tidak jatuh dalam kesalahan kembali. HASIL DAN PEMBAHASAN Adzan dapat dilihat sebagai bentuk komunikasi religius antara Allah dan umat Islam. Menurut teori komunikasi, adzan memiliki peran sebagai "panggilan" atau "seruan" yang berfungsi sebagai informasi kepada umat Islam tentang waktu sholat wajib. Dalam konteks ini, adzan tidak hanya sebagai panggilan ritual, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi spiritual. Dalam teori ini, adzan berfungsi untuk menghubungkan dunia fisik dengan dunia spiritual, memberikan informasi mengenai waktu sholat, dan mengingatkan umat Muslim akan kewajiban mereka sebagai hamba Allah (S. & Asmarani. , 2. Selain sebagai panggilan untuk melaksanakan ibadah sholat, juga memiliki dimensi sosial dan budaya yang kuat. Adzan menjadi bagian dari identitas budaya lokal, mempererat hubungan antarwarga, dan menciptakan ikatan sosial dalam masyarakat. Dalam masyarakat Islam, adzan tidak hanya terdengar sebagai suara panggilan dari masjid, tetapi juga menjadi bagian dari ritme kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, adzan berfungsi sebagai elemen pemersatu masyarakat yang memiliki nilai sosial dan budaya, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga dalam melaksanakan kewajiban agama (Rahardjo. , 2. Adzan sebagai seruan untuk sholat juga dapat dimaknai sebagai salah satu bentuk dakwah. Dakwah tidak hanya dilakukan melalui khutbah atau ceramah, tetapi juga melalui suara adzan yang mengajak umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam konteks ini, adzan dapat dilihat sebagai sarana untuk pemberdayaan sosial, yang mengingatkan umat Islam akan kewajiban agama mereka dan memberikan dampak positif dalam membangun masyarakat yang taat dan berdisiplin (Al-Munir. , 2. Adzan juga dapat dipahami dalam konteks sejarah Islam, di mana adzan pertama kali diperkenalkan oleh Nabi Muhammad setelah hijrah ke Madinah sebagai penanda masuknya waktu Sejarah ini memiliki nilai penting dalam perkembangan agama Islam, yang kemudian diikuti oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Teori sejarah ini menggambarkan bagaimana adzan menjadi bagian integral dari tradisi Islam yang terus dilestarikan hingga kini (Huda. , 2. Adzan juga dapat dianalisis dari perspektif psikologi sosial, yaitu bagaimana suara adzan memengaruhi individu dan masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bagi umat Islam, adzan memiliki efek psikologis yang kuat, seperti memberikan ketenangan, rasa kedekatan dengan Tuhan, serta mengingatkan mereka akan kewajiban agama. Teori ini juga berkaitan dengan efek Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Kualitas Adzan Melalui Program KaderisasiAA sosial yang timbul ketika masyarakat mendengar adzan secara bersamaan, yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, dan kolektivitas dalam masyarakat (Wibowo. Berikut adalah proses kegiatan pelatihan adzan: Pertama, pembukaan. Kegiatan ini diawali dengan salam dan menanyakan kabar kepada seluruh peserta yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan tanya seputar sejauh mana pengetahuan mereka tentang adzan dan keaktifan mereka berangkat menuju masjid. Kedua, kegiatan inti. Setelah melakukan pembukaan, pengajar memberikan pembelajaran terkait dengan adzan, peserta membaca secara berurutan modul pelajaran yang telah diberikan, kemudian diberikan penjelasan oleh pengajar agar dapat lebih dipahami, sehingga nantinya dapat dipraktikkan dengan baik dan benar. Pengajar memberikan contoh dalam mengumandangkan adzan yang benar. Lalu satu persatu nama peserta dipanggil untuk berdiri mempraktikkan adzan sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari. Setelah semua peserta mempraktikkan adzan, pengajar memberikan penjelasan tentang kesalahan-kesalahan yang terjadi ketika mengumandangkan adzan dan pengucapan-pengucapannya yang masih keliru. Para peserta kembali diperintahkan untuk mempraktikkan adzan, hingga kesalahan-kesalahan yang mereka alami sebelumnya tidak terjadi Ketiga, penutup. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara menanyakan kembali pelajaranpelajaran yang telah dijelaskan seputar adzan dan mengevaluasi kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika mereka mengumandangkan adzan. Dalam kegiatan ini juga disampaikan nasehat agar memurojaah atau mengulangi kembali apa yang telah dipelajari, dan akan ditanyakan pada pertemuan selanjutnya. Dan juga mengulagi kembali praktik adzan secara mandiri, agar mudah diingat tata caranya dan meminimalisir terjadinya kesalahan. Kemudian yang terakhir, kegiatan ditutup dengan sama-sama membaca doa penutup majelis dan salam penutup. Kegiatan pelatihan adzan untuk pemuda-pemuda Dusun Blimbing dilaksanakan sepekan sekali pada setiap hari Ahad pagi, selama penulis menjalankan KKN. Alhamdulillah program ini sudah berjalan sebanyak tiga kali. Untuk mengevaluasi keberhasilan program, penulis memperhatikan sejauh mana kemampuan peserta dalam mempraktikkan adzan dengan baik dan Perkembangan tersebut dapat diamati dari perubahan kualitas peserta saat mempraktikkan adzan, mulai dari adab-adabnya, tata caranya dan juga pengucapan lafalz adzan yang benar. Dalam Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Lalu An Nadir. AsAoad Umam Taufani. Fadlan Fahamsyah kurun waktu tiga pertemuan, kualitas peserta dalam mengumandangkan adzan dengan pelafadzan yang benar semakin meningkat. Beberapa hal yang dapat dicatat meliputi : Di awal pelaksanaan program, 80% peserta menyadari kesalahan dalam pelafadzan adzan. Tetapi setelah dilakukan program ini, para peserta mulai bisa memperbaiki kesalahankesalahannya. Semua peserta terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan Program Kaderisasi Muadzin. 80% peserta siap untuk mengumandangkan adzan pada setiap shalat lima waktu GAMBAR Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Kualitas Adzan Melalui Program KaderisasiAA Gambar 1,2,3 : Program Kaderisasi Muadzin di Masjid Amal Muhammad Ismail KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Planjan. Kecamatan Saptosari. Gunung Kidul, dengan fokus pada kegiatan "Kaderisasi Muadzin" untuk meningkatkan kesadaran dan keaktifan masyarakat dalam ibadah, khususnya shalat berjamaah, telah memberikan dampak positif. Salah satu program utama yaitu pelatihan adzan untuk pemuda telah berjalan dengan baik, terbukti dengan peningkatan kualitas pelafalan adzan peserta. Sebelum program dimulai, banyak peserta yang tidak memahami tata cara dan pelafalan adzan dengan benar. Namun, setelah tiga pertemuan, 80% peserta mampu memperbaiki kesalahan mereka dan mulai dapat mengumandangkan adzan dengan baik dan benar. Kegiatan ini juga berhasil menciptakan keterlibatan aktif dari para pemuda dalam setiap sesi pelatihan. Sebagai hasilnya, 80% peserta kini siap untuk mengumandangkan adzan pada setiap waktu salat lima waktu. Secara keseluruhan, program ini berhasil memotivasi masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, khususnya di masjid, yang diharapkan dapat terus berlanjut dengan generasi muda sebagai pengurus masjid ke depan. Program "Kaderisasi Muadzin" perlu dilanjutkan dengan lebih intensif, memperkenalkan adzan kepada lebih banyak masyarakat, terutama yang belum terlibat dalam kegiatan ibadah masjid. Penambahan sesi atau variasi pelatihan, seperti mengajarkan adab-adab beribadah atau pelatihan kepemimpinan dalam masjid, dapat menambah kebermanfaatan program. Walaupun sudah ada perbaikan, disarankan untuk melaksanakan pelatihan lanjutan secara berkala agar peserta tidak hanya sekadar memahami, tetapi juga menghafal dan melafalkan adzan dengan lebih sempurna. Program ini bisa diperluas untuk menciptakan sistem yang saling mendukung antara pemuda dan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Lalu An Nadir. AsAoad Umam Taufani. Fadlan Fahamsyah masyarakat lainnya. Keterlibatan pemuda sebagai pengurus masjid bisa menjadi model untuk pengembangan kegiatan masjid yang lebih berkelanjutan dan memakmurkan rumah ibadah tersebut. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya program "Kaderisasi Muadzin" di Desa Planjan ini. Terutama kepada pengurus masjid, masyarakat Dusun Klepu yang telah memberikan dukungan penuh serta kepercayaan kepada kami dalam melaksanakan kegiatan ini. Kami juga berterima kasih kepada para pemuda yang telah berpartisipasi aktif dalam pelatihan adzan, yang menunjukkan semangat belajar dan komitmen untuk memakmurkan masjid. Terima kasih kepada pihak kampus dan dosen pembimbing yang telah memberikan kesempatan dan bimbingan kepada kami dalam menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupun materiil. Semoga semua usaha dan doa kita dapat mendatangkan keberkahan dan manfaat yang besar bagi masyarakat dan umat Islam pada umumnya. DAFTAR PUSTAKA Agus Yanto. Fajar Hidayat. Naimin. Annisa Isnaeni Sofariyah, & Dede Indra Setiabud. KUMANDANG ADZAN DI TINJAU DARI ASPEK SOSIAL BUDAYA DAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI ISLAM. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2. , 71Ae82. https://doi. org/10. 55606/khatulistiwa. Al-Munir. Dakwah Islam: Teori dan Praktik dalam Masyarakat. Alfabeta. Huda. Sejarah Adzan dalam Islam: Dari Madinah Hingga Sekarang. Pustaka Al-falah. Maryadi. , & Fitria. Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Di Desa Kadumadang Kabupaten Pandeglang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2. , 3419Ae3428. https://doi. org/10. 59837/jpmba. Masykuri Abdurrahman & Mokh. Syaiful Bahri. Kupas Tuntas Salat. Tata Cara dan Hikmahnya. Erlangga. Mughniyah. Fiqih Lima Mazhab: JaAofari. Hanafi. Maliki. SyafiAoi. Hambali. Intensive Peace. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Kualitas Adzan Melalui Program KaderisasiAA Rahardjo. Tradisi Adzan dalam Masyarakat Islam Indonesia: Sebuah Kajian SosialBudaya. Erlangga. Rasyid. Fiqh Islam. Sinar Baru Algesindo. & Asmarani. Komunikasi Religius dalam Islam: Studi Kasus pada Pemberitaan Adzan di Media Sosial. Pustaka Pelajar. Wibowo. Psikologi Sosial dalam Perspektif Islam: Teori dan Penerapannya. Pustaka