JIGE 5 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Pengelolaan Masjid Kampus Sebagai Laboratorium Pendidikan Karakter Nur Hadi1*. Puput Mulyono2 Program Studi Manajemen. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Surakarta. Indonesia Program Studi Keperawatan. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Surakarta. Indonesia *Corresponding author email: nur_hadi@udb. Article Info Article history: Received September 07, 2024 Approved December 10, 2024 Keywords: Mosque. Education. Character ABSTRACT Today, character education is an urgent need for the Indonesian nation due to the moral degradation that has infected the community even among The campus mosque is a place to foster strategic quality people in the formation of student character. The purpose of this study was to determine the management and role of campus mosques in shaping student character at Duta Bangsa University Surakarta. This research uses descriptive qualitative research with data collection techniques data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results of this study are First, forming a mosque board. Second, formulating the vision, mission, values and goals of the mosque as a character education laboratory. Third, compiling a mosque activity program as a character education Fourth, implementing the mosque activity program as a character education laboratory. Fifth, assessing the success of the mosque activity program as a character education laboratory. Campus mosques at Duta Bangsa University Surakarta, which are currently spread across three locations and have various programs and activities that have been recognized for their benefits, can take on the role of a character education laboratory. ABSTRAK Dewasa ini pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak bangsa Indonesia disebabkan terjadinya degradasi moral yang menjangkit masyarakat bahkan dikalangan mahasiswa. Masjid kampus merupakan wadah membina umat yang strategis secara berkualitas dalam pembentukan karakter mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan dan peranan masjid kampus dalam membentuk karakter mahasiswa di Universitas Duta Bangsa Surakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Pertama, membentuk pengurus masjid. Kedua, merumuskan visi, misi, nilai-nilai dan tujuan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter. Ketiga, menyusun program kegiatan masjid sebagai laboratorium pendidikan Keempat, melaksanakan program kegiatan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter. Kelima, menilai keberhasilan program kegiatan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter. Masjid kampus di Pengelolaan Masjid Kampus Sebagai Laboratorium A - 2055 Hadi & Mulyono / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . lingkungan Universitas Duta Bangsa Surakarta yang saat ini tersebar di tiga lokasi dan telah memiliki berbagai program dan kegiatan yang telah diakui manfaatnya dapat mengambil peran sebagai laboratorium pendidikan Copyright A 2024. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Hadi. , & Mulyono. Pengelolaan Masjid Kampus Sebagai Laboratorium Pendidikan Karakter. Jurnal Ilmiah Global Education, 5. , 2055Ae2061. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Ibarat jamur yang tumbuh di musim hujan, masjid tumbuh dengan sangat pesat di Indonesia. Pada tahun 2021 masjid di seluruh Indonesia yang terdaftar di Kementerian Agama 448 masjid. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah masjid terbanyak 275 masjid. Dengan banyaknya masjid yang tercatat di Kementerian Agama, diharapkan dapat menjadi pusat dari segala kegiatan masyarakat, baik kegiatan formal maupun Masjid dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau umat dalam mencapai tujuan pembangunan Indonesia, yaitu masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera lahir dan batin (Najmudin dan Bayinah, 2. Masjid Kampus adalah masjid yang dibangun dan ditempatkan di area perguruan tinggi sebagai sarana penunjang bagi civitas akademika muslim untuk melaksanakan ibadah, khususnya sholat fardu di hari-hari perkuliahan. Di masjid kampus, pimpinan, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan lainnya dapat melaksanakan sholat fardu secara Dengan demikian setiap hari, setidaknya pada setiap waktu shalat Dzuhur dan Ashar, terjadi pertemuan, interaksi, dan silaturahmi antar civitas akademika. Pertemuan dan interaksi yang semula lebih bersifat ibadah hablummnallah ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi berbagai interaksi positif lainnya yang bermanfaat seperti interaksi akademik, interaksi sosial, dan interaksi budaya. Hal ini akan memberikan warna dan bobot bagi kampus sebagai institusi dan komunitas yang mentransformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai-nilai moral dan budaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memajukan peradaban. Interaksi religius dan intelektual yang demikian merupakan salah satu tujuan dan strategi Rasulullah SAW membangun masjid pertama dan kedua, yaitu masjid Quba dan masjid Nabawi di kota Madinah pada tahun 622 Masehi. Dari uraian di atas, tergambar bahwa masjid memiliki Fungsi masjid tidak hanya untuk melaksanakan ibadah vertikal atau hablumminallah, tetapi juga untuk berbagai program horisontal yang mendukung misi kenabian dan kerasulan, yaitu muamalah, hablumminannaas. Dalam konteks kekinian dan keindonesiaan, konsep dan fungsionalisasi masjid di era Rasulullah SAW, para sahabat dan generasi penerus dapat diaplikasikan dan dikembangkan sesuai dengan potensi, peluang dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang (Maisaroh dan Ngulwiyah, 2. Sebagai umat Islam, pertumbuhan masjid yang pesat tentu menjadi sebuah prestasi yang Namun, sangat disayangkan keberadaan masjid di lingkungan masyarakat, perkantoran, pabrik dan terutama di kampus-kampus sebagian besar hanya difungsikan sebagai Pengelolaan Masjid Kampus Sebagai Laboratorium A - 2056 Hadi & Mulyono / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . tempat ibadah saja. Sangat jarang masjid difungsikan sebagaimana mestinya, yaitu sebagai tempat kegiatan pembentukan karakter manusia seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dengan demikian, masjid di kampus dapat dijadikan sebagai media dalam membentuk karakter mahasiswa. Sejarah mencatat bahwa langkah pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika pertama kali tiba di Madinah pada peristiwa hijrah adalah membangun masjid yang selain berfungsi sebagai tempat beribadah kepada Allah, juga berfungsi sebagai tempat bertemu dan berkumpulnya kaum muslimin untuk menerima ajaran-ajaran Nabi Muhammad. Dalam pembentukan karakter umat Islam. Nabi Muhammad berperan sebagai pendidik yang menggunakan masjid sebagai tempat untuk mengajarkan agama Islam dan memperbaiki akhlak para sahabat. Peran ini dilakukan setelah sholat berjamaah dan juga dilakukan selain waktu tersebut. Ternyata upaya Nabi Muhammad untuk mewujudkan misi kenabiannya ditempuh dengan membangun masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat pembentukan karakter umat Islam. Semangat keteladanan Nabi Muhammad inilah yang kemudian digunakan oleh pengelola kampus dalam mengelola masjid kampus sebagai laboratorium pendidikan karakter bagi para mahasiswa. METODE Peneliti memfokuskan penelitian ini pada peran masjid kampus sebagai pusat pendidikan Islam dalam pembentukan karakter mahasiswa di Universitas Duta Bangsa Surakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dalam hal ini cenderung menggunakan analisasi secara induktif. Jenis penelitian ini, dalam perspektif subjek lebih menonjolkan proses dan makna. Peneliti adalah sebagai instrumen yang hadir langsung di lapangan untuk mengumpulkan data, mengolah data dan mengecek keabsahan data yang Peneliti melakukan wawancara dengan takmir masjid kampus serta beberapa mahasiswa secara individu maupun mahasiswa yang terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Duta Bangsa Surakarta. Peneliti juga melakukan pengamatan dan penjelajahan secara langsung untuk mencari data yang diperlukan. Penelitian deskriptif ini digunakan karena luwes dan mementingkan proses dari pada hasil. Rancangan penelitian dapat dimodifikasi lagi walaupun penelitian sedang berlangsung. Instrument kunci utama adalah peneliti sendiri yang berkomunikasi langsung kepada responden. Penelitian bersifat induktif artinya tidak ada batasan peneliti dalam upaya menerima atau menolak dugaan-dugaan dan mencoba memahami setiap situasi yang ada. Sedangkan secara perspektif holistik dimaksudkan bahwa penelitian bersifat utuh dan menyeluruh pada setiap fenomena yang ditemukan. Data primer dan data sekunder sangat diperlukan dalam penelitian ini. Sumber primer adalah pengumpul data diberikan secara langsung pada sumber, sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan melalui pihak kedua, biasanya diperoleh melalui instansi dari pengumpulan data (Muftiyanto. Metodologi Penelitian 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Mengelola masjid di zaman sekarang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan Pengurus masjid harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Metode atau pendekatan, perencanaan, strategi, dan model evaluasi yang digunakan dalam manajemen modern merupakan alat yang juga dibutuhkan dalam manajemen masjid modern. Pengelolaan Masjid Kampus Sebagai Laboratorium A - 2057 Hadi & Mulyono / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Memakmurkan masjid tidak bisa mengabaikan faktor manusianya. Dengan demikian, pengertian memakmurkan masjid berarti juga upaya membina jamaah agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Pengertian memakmurkan masjid berkembang dari paradigma jamaah memakmurkan masjid menjadi masjid memakmurkan jamaah (Wiyani 2. Keberadaan masjid di suatu tempat jangan sampai menjadi beban bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Program-program yang dikelola oleh pengurus masjid tidak boleh membebani jamaah yang tinggal di sekitar masjid seperti infak-infak yang ditarik dari jamaah untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial belaka. Masjid di Era Revoluis Industri 4. 0 ini sudah saatnya memakmurkan jamaahnya dengan program-program yang betul-betul menyentuh kebutuhan jamaahnya baik secara material maupun nonmaterial seperti pemberdayaan ekonomi jamaah melalui koperasi, penyuluhan kesehatan jamaah, workshop manajemen kemasjidan, dan sebagainya (Untung 2. Berdasarkan data PDDikti, perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2023 ini berjumlah 523, meliputi 31. 399 program studi, 326. 554 dosen, dan 9. 410 mahasiswa. Dari sebanyak 523 itu yang di bawah Kemendikbudristek sekitar 3. 000, dan yang lainnya di bawah Kemenag dan kementerian lain. Bahwa perguruan tinggi harus dapat memenuhi kebutuhan lapangan Hal ini karena dalam 10 tahun ke depan diperkirakan di Indonesia akan ada sekitar 23 juta lapangan pekerjaan yang hilang dan lapangan pekerjaan baru yang akan timbul akibat hilangnya lapangan pekerjaan tersebut belum diketahui dengan jelas. Oleh karena itu perguruan tinggi harus mampu memprediksi, mengantisipasi dan menyiapkan berbagai program dan kompetensi sumber daya manusia supaya mampu menjawab tantangan masa depan yang luar biasa itu. Karena jika tidak, perguruan tinggi hanya meluluskan sarjana-sarjana dengan kompetensi masa lalu yang sudah tidak lagi dibutuhkan di masa depan. Program-program yang ada di dalam program besar Kampus Merdeka dibentuk. Programprogram yang ada pada Kampus Merdeka betul-betul dibuat untuk mengantisipasi disrupsi yang terjadi di seluruh dunia saat ini. Dengan program itu perguruan tinggi diharapkan dapat mendahului perubahan yang ada. Yaitu dengan mengubah pola pendidikan yang deskriptif dan Yakni dari mahasiswa yang hanya bisa meneliti satu keilmuan kepada sistem yang fleksibel dan kaya makna. Bahwa perguruan tinggi selain harus mampu melahirkan lulusanlulusan yang mampu mengisi peluang lapangan kerja, dalam waktu yang bersamaan juga diharapkan para lulusan tersebut mampu menciptakan lapangan pekerjaan sesuai dengan peluang dan kesempatan yang ada dengan mendayagunakan berbagai kompetensi yang dipelajarinya di kampus. Jika diasumsikan setiap perguruan tinggi memiliki 1 . buah masjid, maka pada tahun 2023 ini terdapat sekitar 4. 523 masjid kampus. Jumlah yang besar ini tentu merupakan potensi kelembagaan dan keumatan yang luar biasa jika fungsi, peran dan pendayagunaan masjid kampus dioptimalkan sebagaimana di era Rasulullah SAW. Dengan program Kampus Merdeka, perguruan tinggi leluasa berinovasi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menjadikan masjid kampus sebagai inkubator agar lulusan perguruan tinggi bersangkutan memiliki karakteristik dan kompetensi sebagai SDM yang unggul (Belawati and Nizam 2. Dalam pendidikan sains kegiatan laboratorium merupakan bagian integral dari kegiatan belajar mengajar, khususnya kimia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan kegiatan laboratorium untuk mencapai tujuan pendidikan. Kegiatan di laboratorium memberikan kemudahan bagi peserta dalam memahami apa yang mereka pelajari materi melalui pendekatan kerja ilmiah (Emda 2. Istilah laboratorium berasal dari bahasa Latin labora yang berarti Pengelolaan Masjid Kampus Sebagai Laboratorium A - 2058 Hadi & Mulyono / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Dalam perkembangannya, kata laboratorium mempertahankan arti aslinya, yaitu tempat bekerja khusus untuk keperluan penelitian ilmiah. Laboratorium adalah ruangan atau tempat melakukan kegiatan praktek atau penelitian ilmiah (Gunawan 2. Dalam menghadapi dinamika persaingan global, upaya memperoleh manfaat dan keuntungan bonus demografi, dan menyongsong Visi Indonesia Emas 2045, diperlukan sumber daya manusia yang berkarakteristik unggul yang multi kompetensi. Salah satu kompetensi utama yang dibutuhkan adalah dalam kepemimpinan atau ledership. Untuk tersedianya sumberdaya manusia demikian tentu memerlukan keterlibatan dan peran semua pihak baik pemerintah maupun swasta dengan mendayagunakan sarana prasarana yang ada serta sumber daya yang tersedia, salah satunya adalah Masjid Kampus. Saat ini Universitas Duta Bangsa Surakarta memiliki tiga buah masjid kampus yang tersebar di tiga lokasi kampus, yaitu . Masjid Al-Iman di Cemani Sukoharjo,. Masjid At-Taqwa di Tipes Surakarta, . Masjid Al-Mukminun di Nusukan Surakarta. Dengan berbagai sumber daya yang dimiliki Universitas Duta Bangsa Surakarta bisa meningkatkan peran dan kontribusinya pada penyiapan dan penyediaan para calon pemimpin masa depan yang berkarakter unggul, yakni dengan meningkatkan layanan di tiga masjid tersebut menjadi lebih optimal menjadi laboratorium calon pemimpin yang berkarakter unggul. Luasnya lahan kampus di ketiga lokasi, keberadaan berbagai institusi kampus yang tersedia dan beragamnya kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki yang dikolaborasikan dengan keberadaan ketiga masjid tersebut akan menjadi daya dukung yang sangat memungkinkan. Masjid kampus sebagai laboratorium pendidikan karakter dapat menggali konsep spiritual centered leadership, yang menyoroti pentingnya nilai-nilai spiritual dalam pendidikan karakter mahasiswa (Muftiyanto, 2. Membangun karakter dari masjid dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan kepribadian yang mampu menciptakan rasa aman kepada siapa pun, bersikap wajar, beramal shalih, berperilaku hidup bersih, memiliki rasa takut kepada Tuhan, takwa dan ketundukan (Rachman and Haromaini 2. Ada lima upaya yang dilakukan dalam fungsionalisasi masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter di Universitas Duta Bangsa Surakarta. Pertama, membentuk pengurus masjid. Kedua, merumuskan visi, misi, nilai-nilai dan tujuan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter. Ketiga, menyusun program kegiatan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter. Keempat, melaksanakan program kegiatan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter. Kelima, menilai keberhasilan program kegiatan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter. Pertama, membentuk pengurus masjid. Ketika pengurus masjid terbentuk, maka pada saat itu pula muncul organisasi baru di kampus. Sebagai sebuah unit organisasi baru, di dalam masjid terdapat berbagai kerja sama yang dijalin antar pengurus masjid untuk mencapai hasil atau sasaran tertentu. Kerja sama tersebut dilakukan dengan mengatur pekerjaan para pengurus masjid sesuai dengan posisinya dalam struktur organisasi masjid. Pengurus masjid Universitas Duta Bangsa Surakarta dalam rangka menjadikan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter mahasiswa pengurus masjid membentuk Fokam (Forum Komunikasi Mahasiswa Musli. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Kedua, merumuskan visi, misi, nilai-nilai dan tujuan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter. Visi Masjid Al-Mukminun Universitas Duta Bangsa Surakarta adalah menjadikan masjid kampus sebagai pusat pendidikan karakter calon pemimpin bangsa dalam rangka mewujudkan negara-bangsa yang kuat, bermartabat dan menjadi rahmat bagi semesta Misi Masjid Al-Mukminun Universitas Duta Bangsa Surakarta adalah . Meningkatkan Pengelolaan Masjid Kampus Sebagai Laboratorium A - 2059 Hadi & Mulyono / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . peran dan kontribusi masjid kampus dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan peradaban Islam. Membangun jaringan kerjasama pendidikan karakter aktivis masjid kampus sebagai calon pemimpin bangsa yang berakhlaqul-karimah. Membangun kemitraan strategis dengan seluruh potensi umat Islam dan seluruh potensi warga bangsa. Menjalin kemitraan global guna mewujudkan rahmatan lil Aoalamin. Ketiga, menyusun program kegiatan masjid sebagai laboratorium pendidikan karakter. Program tersebut adalah . Pendampingan thaharah . Adzan dan iqamah . Pendampingan sholat . Pendampingan dzikir dan doa . Kultum . Pendampingan tadarus QurAoan . Tahfidz QurAoan . Subuh Call . CANTIK merupakan akronim dari Cakap. Akhlak mulia. Niat ikhlas. Tanggungjawab, dan Imannya Kuat. Keempat, melaksanakan program kegiatan masjid sebagai laboratorium pendidikan Program tersebut adalah . Tadabur alam . Social media team . Mading . Sahabat asuh . Kajian dan diskusi topik tematik bersama berbagai narasumber. Kelima, menilai keberhasilan program kegiatan masjid sebagai laboratorium pendidikan Pada kegiatan penilaian digunakan instrumen penilaian, instrumen penilaian yang digunakan adalah lembar pantauan dan buku penghubung. Lembar pantauan yang digunakan seperti lembar pantuan ibadah harian, lembar pantauan masa haid, lembar pantauan ketertiban sholat, lembar pantauan kedisiplinan apel Senin, lembar pantauan kultum, dan lembar pantauan KESIMPULAN Indonesia memiliki peluang memperoleh bonus demografi karena jumlah generasi muda penduduknya yang sangat banyak. Generasi muda yang relatif banyak ini akan memberi kontribusi yang sangat bermanfaat dalam upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan keterlibatan dan kontribusi semua pihak. Dengan implementasi dan inovasi Tri dharma Perguruan Tinggi dan Program Kampus Merdeka Universitas Duta Bangsa Surakarta bisa terlibat mengambil peran dengan adanya masjid kampus. Masjid kampus di lingkungan Universitas Duta Bangsa Surakarta yang saat ini tersebar di tiga lokasi dan telah memiliki berbagai program dan kegiatan yang telah diakui manfaatnya dapat mengambil peran sebagai laboratorium pendidikan karakter. DAFTAR PUSTAKA