ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Penggunaan Tanaman Obat Lokal dalam Perawatan Pasca Bersalin Oleh Suku Dayak Bakumpai di Kelurahan Muara Laung 1 Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah Monica Khairunnisa1. Jihan1*. Siti Nashihah1 S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia *email: jihan@umbjm. ABSTRACT Indonesia is recognized as one of the worldAos richest countries in biodiversity, serving as a source of various traditional medicinal plants. Among the enduring cultural practices is the use of jamu untalan by the Dayak Bakumpai tribe in Central Kalimantan for postpartum care. This study aimed to identify the medicinal plants used, describe their preparation methods, and analyze community perceptions of their benefits. A qualitative ethnographic approach was applied, involving in-depth interviews with 27 purposively selected respondents, participatory observation, and documentation. Thematic analysis and triangulation ensured data validity. Eight main plants were identified, including Callicarpa longifolia. Blumea balsamifera, and Piper betle, with leaves . 22%) and shoots . 78%) being the most commonly used parts. Preparation involved washing, grinding, and shaping into small balls ( untala. , consumed with banana and water. Respondents believed untalan promotes faster uterine recovery, reduces pain, and improves stamina. Plants were sourced from home gardens . and wild forests . 78%). These findings align with ethnopharmacological studies on anti-inflammatory and wound-healing This documentation is an important step in preserving traditional knowledge and opens opportunities for further scientific validation of its benefits Keywords: medicinal plants, postpartum care. Dayak Bakumpai tribe, ethnopharmacology, untalan. Received: September 2025. Accepted: Desember 2025. Published: Desember 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversity yang kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya tercermin dari sekitar 7. 000 dari 30. 000 jenis flora yang memiliki potensi sebagai bahan obat-obatan . Posisi geografis yang strategis menjadi faktor pendukung tingginya keanekaragaman hayati ini . Kekayaan alam ini telah dimanfaatkan secara turuntemurun pengobatan tradisional, yang hingga kini masih lestari. 20,99% penduduk Indonesia menggunakan obat tradisional, dengan persentase yang signifikan di berbagai daerah, seperti di Kalimantan Tengah yang mencapai 18,87% untuk laki-laki dan 24,59% untuk perempuan . Praktik ini merupakan objek kajian etnofarmakologi, yaitu ilmu yang mempelajari pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu budaya . Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 187Ae 197 e-ISSN: 2598-2095 Masyarakat tradisional, termasuk berbagai suku di Berdasarkan Indonesia, tradisional yang ada dan dokumentasi ilmiah yang Pengetahuan ini seringkali terkodifikasi dalam bentuk Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan obat tradisional, yang menurut Peraturan Menteri untuk menjawab tiga rumusan masalah: . Apa saja Kesehatan RI No. 6 Tahun 2012, adalah bahan atau tanaman obat lokal yang digunakan dalam jamu ramuan dari tumbuhan, hewan, atau mineral yang untalan untuk perawatan pasca melahirkan?. Apa digunakan untuk pengobatan berdasarkan norma manfaat dan bagaimana cara penggunaan tanaman- yang berlaku di masyarakat . tanaman tersebut?. Bagaimana identifikasi Salah satu bentuk obat tradisional yang banyak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi khasiatnya didasarkan pada pembuktian empiris jenis, manfaat, dan cara penggunaan tanaman obat turun-temurun . Praktik ini sangat relevan dalam lokal yang dimanfaatkan oleh Suku Dayak Bakumpai, konteks perawatan pasca melahirkan, sebuah fase kritis yang memerlukan pemulihan fisik dan psikologis penelitian ini adalah untuk mengisi celah dengan ibu, di mana budaya dan tradisi lokal sering kali sangat mendokumentasikan secara ilmiah kearifan lokal yang mempengaruhi praktik perawatan yang dilakukan . Menurut Yufuai dan Widadgo, adanya pengalaman. Kebaruan penelitian terletak pada tradisi, dan kepercayaan yang diturunkan dari nenek fokus spesifik terhadap jamu untalan untuk perawatan moyang membuat masyarakat lebih mempercayai pasca melahirkan pada komunitas Suku Dayak ramuan tradisional . Sehingga tidak mengherankan Bakumpai di Kelurahan Muara Laung 1, yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Diharapkan, menggunakan obat tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. pengetahuan tradisional dari kepunahan. Posisi Salah satu suku yang memiliki tradisi kuat dalam hal ini adalah Suku Dayak Bakumpai di Kalimantan Tengah yang hingga kini masih mempraktikkan penggunaan jamu untalan, suatu ramuan tradisional meningkatkan produksi ASI, dan menjaga kesehatan ibu bayi pasca melahirkan . Namun, pengetahuan tentang jenis tanaman, cara pengolahan, dan manfaat spesifik dari jamu untalan yang digunakan oleh Suku Dayak Bakumpai di Kelurahan Muara Laung 1 belum terdokumentasi dengan baik. Hal ini berisiko menyebabkan punahnya pengetahuan tradisional yang sangat berharga ini seiring berjalannya waktu . METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk menggali secara mendalam pengetahuan dan praktik penggunaan tanaman obat dalam perawatan pasca persalinan di kalangan Suku Dayak Bakumpai. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Muara Laung 1. Kecamatan Laung Tuhup. Kabupaten Murung Raya. Provinsi Kalimantan Tengah. Lokasi ini dipilih karena merupakan wilayah dengan populasi Suku Dayak Bakumpai yang masih mempertahankan tradisi kuat Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 187Ae 197 e-ISSN: 2598-2095 dalam pemanfaatan tanaman obat. Pengumpulan data persetujuan . nformed consen. Identitas responden dilakukan selama bulan April hingga Mei 2025. dijaga kerahasiaannya untuk melindungi privasi. Populasi dan Sampel Penelitian ini mengutamakan prinsip menghormati Populasi perempuan Suku Dayak Bakumpai yang berdomisili di meminimalkan risiko, serta menjamin keadilan bagi Kelurahan Muara Laung 1 dan memiliki pengalaman seluruh responden tanpa diskriminasi. menggunakan tanaman obat untuk perawatan pasca Pengumpulan dan Analisis Data Berdasarkan pendataan awal, jumlah Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara populasi kurang dari 100 orang. Oleh karena itu, mendalam menggunakan pedoman semi-terstruktur, teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk observasi partisipatif terhadap proses pengolahan dan responden ibu pasca persalinan adalah total sampling, pemberian tanaman obat, serta dokumentasi berupa yaitu seluruh anggota populasi yang memenuhi Data Jumlah responden yang berpartisipasi familiarisasi, koding, pencarian tema, dan peninjauan dalam penelitian ini sebanyak 27 orang. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi Selain responden ibu pasca melahirkan, penelitian ini sumber dan metode, member check, serta pencatatan juga melibatkan informan kunci, yaitu tetamba atau ahli pengobatan tradisional. Informan kunci dipilih kredibilitas temuan. Instrumen Penelitian rekomendasi masyarakat serta pengetahuan dan Instrumen utama adalah peneliti sendiri, dibantu pengalaman mereka yang mendalam terkait praktik dengan pedoman wawancara, alat perekam suara, pengobatan tradisional pasca persalinan. dan kamera untuk dokumentasi visual. Kriteria Partisipan Kriteria inklusi untuk partisipan adalah: . perempuan Suku Dayak Bakumpai yang telah menikah dan pernah . HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian menggunakan tanaman obat untuk perawatan pasca Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juni serta . bersedia berpartisipasi penuh dan dengan melibatkan 27 responden dari masyarakat Suku Dayak Bakumpai di Kelurahan Muara Laung 1, perempuan yang pernah melahirkan tetapi tidak Kecamatan Laung Tuhup. Kabupaten Murung Raya. memiliki pengalaman menggunakan tanaman obat Wilayah ini seluas 194 kmA dan berbatasan dengan untuk keperluan tersebut. beberapa desa lain. Meskipun rawan banjir, daerah ini Etika Penelitian memiliki potensi seperti hutan, perkebunan, dan Penelitian ini dilaksanakan dengan memperhatikan kegiatan perdagangan. Penduduknya berjumlah 4. prinsip-prinsip etika penelitian sosial dan kesehatan. jiwa Jumlah penduduknya mencapai 4. 668 jiwa, terdiri Seluruh responden dan informan diberikan penjelasan 388 laki-laki dan 2. 280 perempuan, mayoritas mengenai tujuan, manfaat, dan prosedur penelitian, beragama Islam. Desa Muara Laung 1 memiliki fasilitas serta dilibatkan secara sukarela setelah memberikan kesehatan yang cukup memadai yaitu diantaranya Kriteria Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 187Ae 197 e-ISSN: 2598-2095 terdapat 1 puskesmas, 1 puskesmas pembantu kondisi untuk operasi caesar terbentur oleh jarak yang . Sebelumnya di desa Muara Laung 1 memiliki prakter dokter, namun pada saat ini praktek dokter tersebut persalinan secara normal. Tabel 1. Data Karakteristik Responden sudah tidak beroperasi lagi karena dokter yang Variabel Jenis Kelamin bersangkutan kembali melakukan studi. Masyarakat di Desa Muara Laung 1 mayoritas berasal dari Suku Dayak Bakumpai. Bahasa yang digunakan sehari-hari Bahasa Dayak Bakumpai. Kehidupan sosial dan budaya di Kelurahan ini masih Pekerjaan Metode Persalinan Tanaman Kategori Perempuan Ibu Rumah Tangga Normal Operasi Jumlah . Persentase 88,8% 11,12% Digunakan Metode Perolehan kental dengan tradisi dan adat istiadat Suku Dayak Berdasarkan wawancara mendalam, teridentifikasi Bakumpai. delapan jenis tanaman utama yang digunakan untuk Di daerah ini, terdapat berbagai jenis tanaman obat yang biasa digunakan masyarakat untuk perawatan pasca persalinan, seperti daun sangkareho, pucuk mambung, daun pasak bumi, daun rumput fatimah, daun tuntung uhat . ambung ura. , daun penawar seribu . ambang dar. , daun sirih, dan tembura . Beberapa dari tanaman ini memang sengaja dibudidayakan, sedangkan sebagian lainnya tumbuh liar di hutan sekitar. Karakteristik Responden Penelitian melibatkan 27 responden perempuan Suku Dayak Bakumpai di Kelurahan Muara Laung I. Titik kejenuhan data tercapai pada responden ke-27, dimana tidak ditemukan lagi informasi baru yang Seluruh responden merupakan ibu rumah tangga . %) yang memiliki fleksibilitas waktu dalam mengolah dan mengonsumsi ramuan tradisional. Sebagian besar responden . ,88%) melahirkan secara normal, sementara 11,12% melalui operasi. Tingginya angka persalinan normal ini berhubungan dengan kriteria geografis wilayah. Di mana, dalam konteks geografis wilayah penelitian, dimana Rumah Sakit terdekat, yaitu RSUD Puruk Cahu, berjarak sekitar 44 km dari Kelurahan Muara Laung I. Artinya, perawatan pasca bersalin. Daun merupakan bagian tanaman yang paling dominan digunakan . ,22%), oleh pucuk . ,78%). Pemilihan tanaman ini didasarkan pada kemudahan pengolahan turun-temurun, diungkapkan seorang informan (R. : AuJi makai nah dawen awi balemu mangat mamirikAy (Yang dipakai itu bagian daun karena tidak keras dan mudah diule. Tabel 2. Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan Bagian Tanaman Jumlah . Daun Pucuk Persentase 72,22% 27,78% Berdasarkan hasil wawancara dengan 27 responden didapatkan pula informasi bahwa ada 8 jenis tanaman yang umum digunakan oleh masyarakat dalam perawatan pasca bersalin. Tanaman-tanaman ini mempercepat pemulihan tubuh ibu. Tabel 3. Jenis dan Persentase Pemanfaatan Tanaman Nama Tanaman Sangkareho Tembura/Bendotan Mambung Rumput Fatimah Pasak Bumi Tuntung Uhat/Sambung Urat Panawar Saribu/Sambang Dara Sirih Jumlah . Persentase 44,44% 29,63% 25,92% 11,12% 22,22% 18,51% 18,51% Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 187Ae 197 e-ISSN: 2598-2095 asai e mahiyan, kahang dada kapehe hindai dan sigar bahwasanya masyarakat memperoleh tanaman obat asai eAy . esudah minum untalan badan terasa ringan, dari dua sumber: budidaya sendiri di pekarangan dan pinggang tidak nyeri lagi, dan badan sega. Beberapa dari hutan liar. efek samping yang dilaporkan adalah rasa pahit dan Selanjutnya, mual ringan pada konsumsi pertama. Terdapat Tabel 4. Perolehan Tanaman pantangan untuk tidak mengonsumsi air dingin. Sumber Perolehan Budidaya Sendiri Hutan Liar Jumlah . Persentase 62,96% 37,04% Budidaya sendiri memudahkan akses dan menjamin ketersediaan, sementara tanaman tertentu yang sulit makanan pedas, atau obat-obatan modern setelah mengurangi khasiatnya. dibudidayakan tetap diambil dari hutan. Efek Samping dan Pantangan Pengolahan dan Aturan Pakai Sebagian besar responden tidak mengalami efek Ramuan disebut untalan diolah Tanaman dikumpulkan dicuci bersih, diulek hingga halus, dan dibentuk menjadi bola-bola kecil. Proses ini dijelaskan oleh informan R1: Au. basuh helu hanyar mamirik e sampai ye lanik. Bila jadi lanik hanyar mambulat-bulat e jadi untalanAy (. dicuci lalu diulek sampai halus. Kalau sudah halus baru dibulat-bulatkan jadi untala. Aturan pakai untalan mengikuti tradisi turun-temurun. Selama masa nifas . , untalan dikonsumsi setiap hari. Setelah masa nifas, frekuensi dikurangi menjadi 1-2 kali per minggu untuk pemeliharaan Sebanyak 51,85% mengonsumsi untalan sekali 48,15% mengonsumsinya dua kali sehari. Jumlah . yang cukup kuat serta sedikit mual pada saat pertama kali mengonsumsi. Tidak ditemukan adanya efek samping yang bersifat serius. Terkait pantangan, terdapat kepercayaan di masyarakat bahwa setelah mengonsumsi untalan sebaiknya tidak minum air dingin karena dianggap dapat membuat tubuh semakin dingin, memperlambat peredaran darah. Selain meningkatkan panas tubuh secara berlebihan dan keseimbangan tubuh. Penggunaan obat-obatan juga dipercaya dapat mengurangi efektivitas ramuan. Validasi Etnofarmakologis Manfaat Tanaman Obat Tabel 5. Aturan Pakai Untalan Frekuensi Konsumsi 1 kali per hari 2 kali per hari samping, meskipun beberapa melaporkan rasa pahit Tabel 5 merekapitulasi delapan jenis tanaman obat Persentase 51,85% 48,15% Efektivitas Untalan dalam Proses Pemulihan dalam untalan. Suku Dayak Secara umum, responden merasakan efektivitas untalan dalam proses pemulihan. Mereka melaporkan tubuh terasa lebih bugar, darah nifas lebih lancar, dan pengetahuan tradisional dan bukti ilmiah. Bakumpai Data pemulihan rahim lebih cepat. Seorang informan (R. menyatakan: Aulibas mihup untalan kunge te mangat Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 187Ae 197 e-ISSN: 2598-2095 Tabel 6. Validasi Etnofarmakologis Tanaman Manfaat Persepsi Responden Sangkareho (Callicarpa longifolia Lam. Mempercepat pemulihan rahim. Mambung (Blumea balsamifera (L. ) DC. Memulihkan sisa darah nifas. Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jac. Mengembalikan energi dan daya tahan tubuh. Rumput Fatimah (Labisia pumila Blum. Mempercepat pemulihan rahim. Tuntung Uhat (Codiaeum variegatum L. Mengurangi pegal dan nyeri, pemulihan cepat. Panawar Seribu (Excoecaria cochinchinensis Lour. Mengurangi pemulihan luka. Sirih (Piper betle L. Mengurangi bau tubuh, menjaga kebersihan area Gambar Tembura/Bandotan (Ageratum conyzoides Mengurangi pegal dan nyeri. Manfaat Studi Literatur Pemulihan bersalin, obat sakit kepala, obat kembung . Meningkatkan kesehatan masa nifas, produksi ASI, antiinflamasi, . Obat melahirkan, obat kuat, pinggang, antitumor, antibakteri . Mengembalikan merangsang oksitosin . Perawatan antibakteri . Mempercepat bersalin, meredakan nyeri, membersihkan rahim, antiinflamasi, antiseptik . Antiseptik, antibakteri, menghangatkan tubuh . Mengatasi pendarahan antimikroba . Berdasarkan berkhasiat untuk mempercepat pemulihan rahim mengurangi nyeri. Hal ini sejalan dengan penelitian Dalambide dan Amintarti . yang menyatakan bahwa secara tradisional Sangkareho dimanfaatkan untuk pemulihan pasca bersalin. Efek farmakologis ini didukung oleh kandungan metabolit sekunder utama seperti alkaloid Alkaloid utama dari sangkareho adalah alkaloid golongan berbasah nitrogen yang umum ditemukan pada tanaman obat. Alkaloid dikenal memiliki efek antiinflamasi dan analgesik yang dapat meredakan nyeri, sementara memperkuat pembuluh darah, sehingga mendukung proses penyembuhan dan pelancaran darah nifas . Selanjutnya, tata cara pengolahan divalidasi oleh pernyataan informan kunci (Tetamb. : AuIyuh yaku mawi untalan mahapa dawen sangkareho. Mawi e te imirik beh huras e hanyar mambulat e. Cara manegok e te huang 40 andau libas manak negok beh sining andau bila libas pada 40 andau narusan beh manegok Pembahasan Jenis Tanaman Sangkareho(Callicarpa longifolia Lam. mingguAy (Caranya diulek semua tanamannya sampai Sangkareho (Famili: Verbenacea. tanaman yang paling banyak dimanfaatkan . ,44%) oleh masyarakat. Hasil determinasi menunjukkan ciri memanjang . , dengan tepi daun bergerigi . Berdasarkan dibulat-bulatkan. Kemudian tersebut dikonsumsi dalam 40 hari pasca bersalin untalan dikonsumsi setiap hari, apabila sudah lewat 40 hari untalan tetap dilanjutkan namun frekuensi diperjarang misal dalam seminggu cukup 1-2 kali Mambung (Blumea balsamifera (L. ) DC. pemulihan rahim pasca melahirkan, melancarkan Mambung darah, dan mengurangi nyeri. Sembung (Famili: Asteracea. 25,92% Tanaman ini dapat diidentifikasi dari Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 187Ae 197 e-ISSN: 2598-2095 daunnya yang berbentuk bulat telur hingga lanset, dan . melaporkan pemanfaatan akar Pasak Bumi sebagai obat kuat dan untuk mengatasi demam. Mambung berkhasiat untuk memulihkan kondisi Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid . olongan tubuh, menghangatkan badan, dan mengeluarkan sisa alkaloid kantin-6-on dan beta-karboli. dan flavonoid darah nifas. Keyakinan ini memperoleh dukungan . uteolin, kuersetin, dan kaempfero. pada akar yang ilmiah dari Aprilia & Mukhlisah . yang melaporkan bersifat antitumor dan antibakteri, bahwa Mambung dapat meningkatkan kesehatan ibu terdapat pada daun, namun diperlukan penelitian lebih pada masa nifas dan memperlancar produksi ASI. Efek lanjut untuk mengonfirmasi khasiat spesifik daun menghangatkan dan antiinflamasi ini berasal dari sebagai penambah stamina. Masyarakat kandungan minyak atsiri yang kaya akan L-borneol dan 1,8-sineol, sementara senyawa flavonoid totalnya terbukti mempercepat penyembuhan luka . diduga juga Alkaloid merupakan senyawa yang bersifat anti mikroba, bekerja menghambat enzim esterase. DNA dan RNA polymerase, menghambat respirasi sel dan Lalu, dalam tanaman Mambung juga dilaporkan berperan dalam interkalasi DNA. Senyawa flavonoid terdapat senyawa non-volatil, terutama flavonoid bersifat anti jamur, dapat mengganggu proses difusi . eperti dihidroflavo. dan tanin, yang diekstraksi saat daun direbus. Senyawa-senyawa ini diserap oleh pertumbuhan jamur terhenti . tubuh saat diminum dan memberikan efek antiinflamasi, antioksidan, dan penyembuhan luka secara sistemik . Pengolahan pasak bumi divalidasi oleh responden (R. yang menyatakan: AuBiasa e te acil mahapa dadawenan kakilau pasak bumi. akan mawi untalanAy (Biasanya Pengolahan Mambung divalidasi oleh informan R7 menggunakan dedaunan seperti pasak bumi. yang menyatakan. AuAcil biasa e te mahapa pucuk membuat untala. mambung dengan dawen sangkareho beh pang akan mawi untalan. Baste imirik beh ken dadawenan e. Negok Ay (Acil menggunakan pucuk mambung dan daun sangkareho saja untuk meolah untalan. Semua tanaman diulek. Rumput Fatimah (Labisia pumila Blum. Rumput Fatimah (Famili: Primulacea. dimanfaatkan daunnya oleh 11,12% responden. Tumbuhan ini memiliki daun tunggal berbentuk lanset dengan tepi Masyarakat menggunakan tanaman ini dengan Dikonsumsi setiap har. keyakinan dapat mempercepat pemulihan rahim. Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jac. Penelitian oleh Mitayani . mendukung klaim ini. Pasak Bumi (Famili: Simaroubacea. dimanfaatkan menjelaskan bahwa Rumput Fatimah mengandung daunnya oleh 22,22% responden. Hasil determinasi fitoestrogen yang bekerja mirip hormon estrogen Masyarakat alami, merangsang kontraksi rahim dan membantu mengembalikan ukuran rahim ke bentuk semula lebih mengembalikan stamina dan meningkatkan energi Senyawa aktif tersebut juga meningkatkan pasca melahirkan. Temuan ini memberikan sudut jumlah reseptor estrogen di rahim . Pernyataan informan kunci memperkuat temuan ini: AuIyuh tau awi sebagian besar literatur seperti yang ditulis Silalahi yaku mawi untalan te mahapa. rumput fatimahAy (Iya. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 187Ae 197 e-ISSN: 2598-2095 bisa, saya membuat untalan menggunakan. antiseptik, dan agen penyembuh luka, sehingga sangat mendukung pemulihan tubuh ibu setelah Tuntung Uhat (Codiaeum variegatum L. Tuntung Uhat Sambung Urat (Famili: Euphorbiacea. dimanfaatkan daunnya oleh 22,22% Tanaman ini mudah dikenali dari daunnya yang berwarna-warni . dengan bentuk yang Menurut persepsi masyarakat, tanaman ini mempercepat pemulihan. Penelitian Njoya et al. menyatakan bahwa tanaman ini digunakan dalam perawatan nifas melalui efek antiinflamasinya dengan adanya kandungan flavonoid di dalamnya. Pernyataan informan kunci memperkuat temuan ini: "Iyuh tau awi yaku rancak mahapa pasak bumi dengan panawar saribu akan mawi untalan" (Iya bisa, saya sering menggunakan pasak bumi dan panawar seribu untuk mengolah untala. Sirih (Piper betle L. Sirih (Famili: Piperacea. dimanfaatkan daunnya oleh 18,51% responden. Tanaman merambat ini mudah dikenali dari daunnya yang berbentuk jantung Efek farmakologis ini disumbangkan oleh kandungan . dan memiliki rasa khas yang pedas dan flavonoid, saponin, dan tanin yang berperan sebagai antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan, sehingga mengurangi bau darah nifas, menghangatkan tubuh, (R. Masyarakat . Seorang dan menjaga kebersihan area kewanitaan. Selain menyebutkan: AuDawen Rumput dikonsumsi sebagai untalan, daun sirih juga digunakan secara eksternal sebagai air rebusan untuk membasuh untalanAy (Daun rumput fatimah dan tuntung uhat. untuk membuat untala. area kewanitaan . Penelitian Laksmidara Panawar Seribu (Excoecaria cochinchinensis penggunaan ini, melaporkan bahwa Lour. mengandung senyawa-senyawa seperti betelphenol. Panawar Seribu Sambang Dara (Famili: Euphorbiacea. dimanfaatkan daunnya oleh 18,51% Tanaman ini dapat diidentifikasi dari daunnya yang berwarna hijau di permukaan atas dan ungu kemerahan di permukaan bawah. Masyarakat chavicol, dan eugenol yang memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang kuat. Senyawa-senyawa ini patogen dan mengurangi peradangan pada luka setempat memanfaatkannya untuk mengurangi nyeri Christina dan Kurniyanti . melaporkan bahwa air dan mempercepat pemulihan luka pasca melahirkan. rebusan sirih efektif dalam Penelitian oleh Julung et al. menyebutkan bahwa Responden (R. menjelaskan: "Ada ken, selain mauntal acil mahapa danum luntuhan sirih akan mempercepat luka pasca melahirkan pada ibu yang hatubang" (Ada, selain perawatan menggunakan melahirkan secara Caesar . untalan, perawatan lain yaitu menggunakan air Hasil Panawar Saribu terhadap tuntung menunjukkan kandungan flavonoid dan saponin yang penyembuhan luka Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 187Ae 197 Tembura /Bandotan (Ageratum conyzoides L. Tembura Bandotan (Famili: Asteracea. dimanfaatkan daunnya oleh 29,63% responden, menjadikannya tanaman kedua yang paling banyak Tanaman ini dapat diidentifikasi dari bau yang khas, daun berbentuk bulat telur dengan tepi bergerigi, dan bunga berwarna ungu kebiruan yang Masyarakat memanfaatkannya untuk mengurangi pegal dan nyeri e-ISSN: 2598-2095 (Eurycoma longifoli. Rumput Fatimah (Labisia pumil. Tuntung Uhat (Codiaeum variegatu. Panawar Seribu (Excoecaria cochinchinensi. Sirih (Piper betl. , dan Tembura (Ageratum conyzoide. , yang diolah menjadi ramuan untalan dengan cara dihaluskan dan dibentuk menjadi bola-bola kecil. Bagian tanaman yang dominan digunakan adalah daun . ,22%) dan pucuk . ,78%), yang dikonsumsi 1-2 kali sehari selama masa nifas. Pengetahuan ini diwariskan secara turun-temurun dan masih dipercaya pasca persalinan . masyarakat untuk mempercepat pemulihan rahim. Penelitian oleh Solichah et al. mendukung Ageratum conyzoides memiliki fungsi sebagai hemostatik dan Tanaman ini mengandung berbagai . eperti kuerseti. , terpenoid, steroid . tigmasterol -sitostero. , berkontribusi pada efek antiinflamasi, antimikroba, dan penyembuhan luka . Kombinasi senyawasenyawa ini diduga bertanggung jawab terhadap khasiatnya dalam mengurangi nyeri dan mempercepat Seorang melancarkan darah nifas, mengurangi nyeri, serta meningkatkan stamina ibu. Untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini, disarankan kepada masyarakat untuk terus melestarikan dan meneruskan pengetahuan tersebut kepada generasi Bagi akademisi dan peneliti selanjutnya, sangat penting untuk melakukan penelitian lanjutan guna mengidentifikasi kandungan fitokimia, uji toksisitas, dan uji klinis dari tanaman-tanaman tersebut guna memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi praktik pengobatan tradisional ini. (R. menyatakan: "Dukuhan e ji rancak hapa acil akan mawi untalan te tambura dengan sirih" (Tanaman yang sering digunakan untuk membuat untalan yaitu tambura dan siri. UCAPAN TERIMAKASIH Peneliti mengucapkan banyak terima kasih dan pihak-pihak dilaksanakan, khususnya dari Kelurahan Muara Larung 1 dan juga para tetamba. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Suku Dayak Bakumpai di Kelurahan Muara Laung 1 memiliki kekayaan pengetahuan tradisional dalam pemanfaatan tanaman obat lokal untuk perawatan pasca bersalin. Teridentifikasi delapan jenis tanaman Mambung Sangkareho (Blumea (Callicarpa Pasak Bumi Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 187Ae 197 DAFTAR PUSTAKA