JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial. Pendidikan Dan Humaniora Vol. No. 3 Desember 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 83-90 DOI: https://doi. org/10. 56910/jispendiora. Pengaruh Layanan Aplikasi Go-Food Terhadap Peningkatan Pada UMKM Kuliner Di Jatinangor Cindy Agustri Rahayu Sitompul Program Studi Manajemen-. Universitas Jambi Mahasiswa PMM di Universitas Padjajaran E-mail: cindytompul35@gmail. Abstract. In an era marked by rapid technological advancements, numerous culinary businesses have embraced online sales processes to reach a wider customer base. This study aims to investigate the impact of the Go-food application service on the sales performance of Micro. Small, and Medium Enterprises (UMKM) in the culinary sector in Bandung. Leveraging the convenience and accessibility offered by the Go-food platform, this research explores how UMKM businesses have experienced growth in their sales revenue. Through a comprehensive analysis of data collected from participating businesses and customer feedback, the study sheds light on the transformative impact of digital platforms on the culinary industry in Bandung. The results of this study demonstrate the positive influence of the Go-food service on increasing sales for UMKM culinary businesses in Bandung. Keywords: Go-food. Culinary UMKM. Online Sales. Digital Transformation and Sales Increase Abstrak. Di era yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, banyak pelaku usaha kuliner yang menerapkan proses penjualan online untuk menjangkau basis pelanggan yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan aplikasi Go-food terhadap kinerja penjualan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner di Bandung. Memanfaatkan kemudahan dan aksesibilitas yang ditawarkan oleh platform Go-food, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana bisnis UMKM mengalami pertumbuhan pendapatan penjualannya. Melalui analisis komprehensif terhadap data yang dikumpulkan dari pelaku usaha yang berpartisipasi dan umpan balik pelanggan, penelitian ini menyoroti dampak transformatif platform digital terhadap industri kuliner di Bandung. Hasil dari kajian ini yaitu menunjukkan jika layanan go-food berpengaruh positif pada peningkatan penjualan usaha kuliner UMKM di Bandung Kata kunci: Go-food. UMKM Kuliner. Penjualan Online. Transformasi Digital dan Peningkatan Penjualan PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi di Jatinangor, sebuah kota yang telah menjadi bagian integral dari pertumbuhan ekonomi Bandung, telah mencatat prestasi yang luar biasa dalam beberapa tahun Di balik pertumbuhan ekonomi ini. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran sentral sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Salah satu sektor yang sangat berperan dalam pertumbuhan ini adalah bisnis kuliner yang berkembang pesat. Dengan keberagaman produk dan jasa yang ditawarkan oleh UMKM kuliner. Jatinangor telah menjadi salah satu pusat bisnis yang menarik di Indonesia. Industri kuliner di Jatinangor mencerminkan kreativitas dan inovasi yang tak terbatas. kota ini, kita dapat menemukan berbagai hidangan lezat dan inovatif yang berasal dari berbagai UMKM kuliner di seluruh penjuru kota. Baik itu makanan tradisional yang menggugah selera atau Received Agustus 30, 2023. Revised September 02, 2023. Accepted Oktober 18, 2023 *Cindy Agustri Rahayu Sitompul, cindytompul35@gmail. Pengaruh Layanan Aplikasi Go-Food Terhadap Peningkatan Pada UMKM Kuliner Di Jatinangor eksperimen kuliner yang mengasyikkan. Jatinangor telah mendapatkan reputasi sebagai surga bagi pencinta makanan. Daya tarik ini tidak hanya memikat wisatawan dari berbagai penjuru, tetapi juga memberikan kenikmatan kepada penduduk setempat. Pertumbuhan UMKM kuliner ini tidak hanya menciptakan peluang kerja yang melimpah, tetapi juga telah menciptakan dampak yang signifikan pada perekonomian kota, meningkatkan pendapatan, dan memperkaya warisan budaya kuliner lokal. Namun, dalam era digital dan mobilitas yang semakin meningkat, bisnis kuliner di Jatinangor telah mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu perubahan yang tidak dapat dihindari adalah pengaruh besar dari platform layanan pengiriman makanan, seperti Go Food. Meskipun platform ini telah memberikan keuntungan dalam hal kenyamanan dan aksesibilitas bagi pelanggan, mereka juga membawa tantangan baru bagi UMKM kuliner di Jatinangor. Bisnis yang dahulu mengandalkan pelanggan setia di sekitar wilayahnya, kini harus bersaing dalam lingkup yang lebih luas dan harus menyesuaikan diri dengan dinamika pesat dalam e-commerce dan perubahan perilaku konsumen. Menurut Prayogo dan Ridho . , penggunaan aplikasi Go Food telah membawa perubahan signifikan dalam bisnis kuliner di Jatinangor. Dalam penelitian mereka, ditemukan bahwa penggunaan aplikasi Go Food telah meningkatkan jumlah pelanggan bagi UMKM kuliner di Jatinangor secara substansial. Keberadaan platform pengiriman makanan ini memudahkan para pelanggan untuk menikmati hidangan dari berbagai UMKM kuliner tanpa harus datang ke tempat Dalam hal ini, platform ini telah membantu mengatasi batasan geografis yang sebelumnya membatasi jangkauan bisnis kuliner, menghadirkan peluang pertumbuhan yang signifikan bagi para pelaku UMKM kuliner. Selain itu, laporan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) . menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi pengiriman makanan juga telah menciptakan lapangan kerja tambahan di sektor kuliner di Jatinangor. Dengan meningkatnya permintaan untuk layanan pengiriman makanan. UMKM kuliner telah mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja untuk memenuhi permintaan ini. Ini bukan hanya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi tingkat pengangguran di kota ini. JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 83-90 Kajian ini bertujuan untuk melakukan analisis yang lebih mendalam terkait dampak penggunaan aplikasi Go Food terhadap ekosistem bisnis kuliner di Jatinangor. Hasil akhir dari kajian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran aplikasi Go Food dalam mengubah lanskap bisnis kuliner di Jatinangor. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam pengaruh layanan aplikasi Go Food terhadap peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jatinangor. Penelitian kualitatif ini lebih berfokus pada pemahaman mendalam terhadap masalah ini daripada mencari generalisasi statistik. Pendekatan ini tidak mengandalkan statistik, tetapi lebih berfokus pada pengumpulan data, analisis, dan interpretasi. Salah satu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, yang berfokus pada analisis kasus-kasus tertentu. Data untuk studi kasus ini dapat diperoleh dari berbagai sumber yang relevan. Tujuan dari penelitian studi kasus adalah untuk memahami dengan mendalam latar belakang, kondisi, dan situasi yang terkait dengan penggunaan layanan aplikasi Go Food dalam meningkatkan usaha UMKM di Jatinangor. Subjek penelitian dapat melibatkan individu, kelompok UMKM, institusi terkait, atau masyarakat yang terlibat dalam ekosistem kuliner Jatinangor. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang dampak layanan aplikasi Go Food terhadap peningkatan usaha UMKM di Jatinangor. Dengan demikian, penelitian ini akan menjelaskan secara rinci gejala dan peristiwa yang terkait dengan peningkatan usaha UMKM berkat penggunaan layanan Go Food di wilayah tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Dampak Pada Peningkatan Penghasilan Pemilik Usaha Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa penggunaan layanan Go Food telah memberikan dampak positif pada pendapatan UMKM di Jatinangor. Melalui aplikasi ini. UMKM dapat memperluas jangkauan pelanggan mereka, yang sebelumnya terbatas pada wilayah tertentu. Dalam wawancara dengan pemilik UMKM, banyak yang menyatakan bahwa pendapatan mereka meningkat secara signifikan setelah bergabung dengan Go Food. Hal ini terjadi karena lebih Pengaruh Layanan Aplikasi Go-Food Terhadap Peningkatan Pada UMKM Kuliner Di Jatinangor banyak pelanggan dapat dengan mudah menemukan dan memesan produk mereka melalui Penggunaan Go Food memberikan UMKM akses ke pangsa pasar yang lebih luas. Sebelum bergabung dengan aplikasi ini. UMKM sering kali terbatas pada pelanggan di sekitar wilayah fisik Namun, melalui platform Go Food yang memiliki jangkauan regional dan bahkan nasional. UMKM dapat menjangkau pelanggan yang jauh di luar wilayah fisik toko mereka (Smith, 2. Terlebih lagi, hasil wawancara dengan pemilik UMKM memberikan data yang kuat yang menunjukkan peningkatan pendapatan setelah mereka mengadopsi layanan Go Food. Contohnya, ada warung makan yang awalnya hanya memiliki pelanggan tetap di lingkungan lokalnya, dan setelah bergabung dengan Go Food, mereka mencatat peningkatan yang nyata dalam jumlah pesanan harian. Ini memberikan gambaran yang jelas tentang peningkatan pendapatan yang dapat dicapai oleh UMKM melalui platform ini, mencerminkan dampak positif yang signifikan pada pendapatan mereka. Data penjualan yang tercatat menunjukkan perbandingan pendapatan UMKM sebelum dan sesudah bergabung dengan Go Food. Penelitian ini mengindikasi bahwa ada peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata peningkatan sekitar 30% dalam pendapatan bulanan UMKM setelah mereka menjadi mitra Go Food. Hal ini mencerminkan perubahan positif yang nyata dalam situasi ekonomi UMKM di wilayah Jatinangor setelah adopsi platform Go Food. Peningkatan Keterjangkauan Pelanggan Salah satu hal utama yang ditawarkan oleh Go Food adalah akses yang lebih mudah dan cepat bagi pelanggan untuk memesan makanan dari UMKM lokal di Jatinangor. Sebelumnya, pelanggan mungkin harus datang langsung ke lokasi UMKM atau menggunakan metode pemesanan yang lebih tradisional. Namun, dengan adanya platform ini, segalanya berubah. Pelanggan sekarang dapat dengan mudah mengakses daftar restoran dan pedagang makanan lokal di ujung jari mereka. Ini memungkinkan mereka untuk menjelajahi berbagai pilihan kuliner tanpa harus meninggalkan rumah atau tempat kerja mereka. Dampak positif lainnya adalah bahwa Go Food memberikan dukungan yang lebih besar kepada UMKM lokal. UMKM yang sebelumnya mungkin hanya dikenal oleh pelanggan setempat, kini memiliki peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Ini membuka pintu bagi peningkatan penjualan, yang merupakan elemen penting dalam pertumbuhan bisnis. Dengan JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 83-90 meningkatnya jumlah pelanggan yang dapat dijangkau. UMKM dapat merasakan peningkatan signifikan dalam volume pesanan mereka. Dengan akses yang lebih besar kepada pelanggan baru. UMKM dapat memperluas operasi mereka dan mengembangkan bisnis mereka dengan lebih cepat. Mereka dapat merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, meningkatkan kapasitas produksi, dan bahkan mempertimbangkan ekspansi ke wilayah lain. Peningkatan Keterpaparan dan Brand Awareness Adanya penggunaan layanan Go Food memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan eksposur dan kesadaran merek bagi UMKM di wilayah Jatinangor. Ketika bisnis ditampilkan di platform Go Food, mereka mendapatkan akses kepada jutaan pengguna yang aktif mencari berbagai produk dan makanan. Ini menciptakan peluang emas untuk memperkenalkan merek mereka kepada pelanggan yang mungkin sebelumnya tidak pernah mendengar tentang UMKM tersebut (Brown et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa UMKM di Jatinangor yang bergabung dengan Go Food mengalami peningkatan signifikan dalam pengenalan merek mereka. Pelanggan yang pertama kali mencoba produk melalui aplikasi Go Food sering kali menjadi pelanggan tetap yang kemudian berkunjung langsung ke toko fisik UMKM tersebut. Hal ini menunjukkan efek positif dalam membangun kesetiaan pelanggan (Smith, 2. Peningkatan Efisiensi Operasional UMKM Meningkatkan efisiensi operasional UMKM di Jatinangor merupakan kunci kesuksesan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di era digital. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan platform seperti Go Food. Selain meningkatkan visibilitas UMKM. Go Food juga memiliki dampak positif pada pengelolaan operasional mereka. Dalam konteks ini, ada beberapa manfaat yang signifikan yang bisa dirasakan oleh UMKM yang menggunakan Go Food. Pertama-tama, sistem pemesanan yang terintegrasi dengan baik dalam aplikasi ini memungkinkan UMKM menerima pesanan dengan lebih efisien. Dengan otomatisasi proses ini. UMKM dapat menghindari potensi kesalahan manusia seperti pencatatan yang salah atau kehilangan pesanan. Ini berarti bahwa UMKM dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan dan membangun reputasi yang positif. Selain itu, fitur pengiriman yang terintegrasi dalam aplikasi Go Food juga dapat membantu UMKM mengelola logistik dan stok dengan lebih efisien. Mereka dapat dengan mudah melacak pesanan, mengatur pengiriman, dan memantau stok barang secara real-time. Ini dapat membantu Pengaruh Layanan Aplikasi Go-Food Terhadap Peningkatan Pada UMKM Kuliner Di Jatinangor mengurangi risiko kehabisan stok atau akumulasi barang yang tidak terjual, yang pada akhirnya akan menghemat biaya operasional UMKM. Efisiensi waktu juga menjadi faktor penting dalam operasional UMKM. Sebelum menggunakan Go Food, banyak UMKM mungkin harus menghabiskan banyak waktu untuk mengelola pesanan secara manual. Namun, dengan adanya platform ini, banyak tugas administratif dapat diotomatisasi, memungkinkan UMKM untuk lebih fokus pada aspek-aspek lain dalam menjalankan bisnis mereka, seperti inovasi produk, pelayanan pelanggan, atau strategi pemasaran. Pemanfaatan Go Food sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi operasional UMKM di Jatinangor tidak hanya relevan dalam mengatasi tantangan ekonomi saat ini, tetapi juga mencerminkan bagaimana teknologi dapat menjadi mitra yang kuat bagi UMKM. Dengan memanfaatkan potensi platform ini. UMKM dapat berkembang dan tumbuh lebih baik di era digital ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan layanan Go Food memiliki dampak positif yang signifikan pada UMKM di Jatinangor. Dampak-dampak tersebut mencakup peningkatan penghasilan pemilik usaha, peningkatan keterjangkauan pelanggan, peningkatan keterpaparan dan kesadaran merek, serta peningkatan efisiensi operasional UMKM. Semua dampak ini saling terkait dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan UMKM di era digital. Pertama, penggunaan Go Food meningkatkan pendapatan UMKM secara signifikan dengan memberikan akses kepada pelanggan dari wilayah yang lebih luas. Ini mencerminkan perubahan positif yang nyata dalam situasi ekonomi UMKM di Jatinangor. Selain itu, peningkatan pendapatan ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang lebih cepat. Kedua, layanan Go Food memberikan kemudahan akses bagi pelanggan dalam memesan produk dari UMKM lokal. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pelanggan tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis UMKM dengan memperluas jangkauan pelanggan. Ketiga. Go Food membantu dalam meningkatkan keterpaparan dan kesadaran merek UMKM. Hal ini menciptakan peluang untuk memperkenalkan merek mereka kepada audiens yang lebih luas, yang dapat berdampak positif dalam membangun kesetiaan pelanggan. JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 83-90 Terakhir, pemanfaatan Go Food juga menghasilkan peningkatan efisiensi operasional UMKM. Hal ini terjadi melalui otomatisasi proses pemesanan, pengelolaan logistik yang lebih efisien, dan penghematan waktu dalam administrasi bisnis. Secara keseluruhan. Go Food bukan hanya alat untuk peningkatan pendapatan, tetapi juga merupakan platform yang mendukung pertumbuhan, visibilitas, dan efisiensi operasional UMKM. Dengan mengadopsi teknologi seperti Go Food. UMKM di Jatinangor dapat memperkuat posisi mereka dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di era digital, sambil memberikan manfaat yang signifikan bagi ekonomi lokal dan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Pengaruh Layanan Aplikasi Go-Food Terhadap Peningkatan Pada UMKM Kuliner Di Jatinangor DAFTAR PUSTAKA