Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pengelolaan Sarana Pendidikan Dalam Menunjang Kegiatan Pembelajaran Lilis Setiowati1. Saipul Annur2 Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Ogan Komering Ulu Timur. Sumatera Selatan. Indonesia Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Januari, 2023 Disetujui:Februari, 2023 Dipublikasi: Maret, 2023 _________________ Kata kunci: Pengelolaan. Sarana Pendidikan. Kegiatan Pembelajaran Keywords: Managing. Educational Facilities. Learning Activities ABSTRAK Artikel ini membahas tentang bagaimana proses pengelolaan sarana pendidikan dalam menunjang kegiatan pembelajaran di MIN 2 OKU Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yakni melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display dan conclution drawing/verification. Untuk pengecekan data melalui triangulasi yang terdiri dari triangulasi metode, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa MIN 2 OKU Timur telah menjalankan pengelolaan sarana pendidikan dengan baik untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Ini mencakup peningkatan kualitas ruang kelas, peralatan yang memadai, perpustakaan yang baik, sumber belajar yang memadai, serta fasilitas olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler yang memadai. Keempat aspek ini sangat penting dalam pengelolaan sarana pendidikan dan berperan kunci dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di MIN 2 OKU Timur. Corresponding Author: Lilis Setiowati ABSTRACT Email: larasati06062016@gmail This article discusses the process of managing educational facilities to support learning activities at MIN 2 East OKU. The research conducted is qualitative research with a descriptive approach. Data collection methods in this study included interviews, observations, and documentation. The data analysis techniques employed were data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data validation was carried out through triangulation, which consisted of method triangulation, source triangulation, and time triangulation. Based on the results and discussions above, it can be concluded that MIN 2 East OKU has effectively managed educational facilities to support learning activities. This includes improving the quality of classrooms, providing adequate equipment, maintaining a good library, ensuring sufficient learning resources, and offering suitable sports facilities and extracurricular activities. These four aspects are crucial in managing educational facilities and play a key role in enhancing the effectiveness of the learning process at MIN 2 East OKU. A 2023 Lilis Setiowati. Saipul Annur This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 223 | 233 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. PENDAHULUAN Pengelolaan sarana pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Pengelolaan sarana pendidikan yang baik akan berdampak pada proses pendidikan pada suatu lembaga. Pengelolaan saran aini sebagai suatu proses pengaturan, perencanaan, pemeliharaan, dan penggunaan fasilitas fisik dan non-fisik yang digunakan dalam konteks Menurut SoetopoSarana pendidikan adalahAusegala sesuatu yangmeliputi peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalamproses pendidikan di sekolah seperti gedung, ruangan, meja, kursi, alatperaga, buku pelajaran dan lain-lainAy. Sedangkan prasarana merupakanAusemua komponen yang secara tidak langsung jalanyaprosesbelajar mengajar disebuah lembaga pendidikan seperti jalan menujusekolah, halaman sekolah, tata tertib sekolah dan lain-lainAy. (Arah Hidayat, 2012: . Tujuan pengelolaan sarana pendidikan yakni untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran efektif dan efisien. Ada beberapa aspek penting dalam pengelolaan sarana pendidikan, diantaranya. Perencanaan Sarana Pendidikan, langkah pertama dalam pengelolaan sarana pendidikan adalah perencanaan. Ini mencakup menentukan jumlah, tipe, dan lokasi fasilitas pendidikan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan siswa dan staf Perencanaan ini juga harus mempertimbangkan perkembangan masa depan. Pengelolaan Sarana pendidikan berkaitan dengan pembangunan dan pemeliharaan, setelah perencanaan, langkah berikutnya adalah pembangunan dan pemeliharaan sarana Ini melibatkan konstruksi dan perawatan bangunan, peralatan, serta infrastruktur yang diperlukan. Perawatan rutin sangat penting untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan fasilitas. Pengaturan Ruang Kelas. Ruang kelas merupakan tempat utama Pengelolaan yang baik termasuk pengaturan ruang kelas yang ergonomis, menyediakan perlengkapan pendidikan seperti papan tulis, proyektor, dan peralatan audiovisual, serta memastikan kondisi fisik yang nyaman bagi siswa dan pengajar. Pengelolaan lainnya berkaitan dengan teknologi pendidikan. Dalam era digital, pengelolaan sarana pendidikan juga mencakup integrasi teknologi pendidikan. Ini termasuk jaringan komputer, perangkat keras, perangkat lunak pendidikan, dan infrastruktur IT yang mendukung pembelajaran online dan berbasis teknologi. Dalam mengelola sarana pendidikan harus ada keterlibatan dari sumber daya yang Manajemen sumber daya melibatkan pengelolaan anggaran, tenaga kerja, dan aset pendidikan secara efisien. Hal ini memastikan bahwa sarana pendidikan dapat berfungsi dengan baik tanpa pemborosan sumber daya. Kebijakan dan administrasi pendidikan yang baik diperlukan untuk mengatur pengelolaan sarana pendidikan. Ini mencakup peraturanperaturan terkait dengan fasilitas pendidikan, prosedur penerimaan siswa, dan pengelolaan tenaga pendidik dan kepegawaian pendidikan. Pengelolaan sarana pendidikan juga melibatkan evaluasi berkala untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Feedback dari siswa, pengajar, dan staf pendidikan dapat digunakan untuk membuat perbaikan yang Juga Partisipasi Komunitas, dengan melibatkan komunitas pendidikan dalam pengelolaan sarana pendidikan adalah praktik yang baik. Ini dapat mencakup partisipasi dalam pengambilan keputusan terkait anggaran, perencanaan fasilitas, dan program Pengelolaan sarana pendidikan yang baik merupakan komponen penting dalam memastikan pendidikan yang berkualitas. Ini melibatkan berbagai aspek yang harus dikelola Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 224 | 233 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. dengan hati-hati agar pendidikan dapat berjalan efektif, aman, dan efisien. Sarana pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pembelajaran yang efektif. Sarana pendidikan mencakup semua fasilitas fisik dan non-fisik yang digunakan dalam konteks METODE Penelitian ini dengan judul Pengelolaan Sarana Pendidikan Dalam Menunjang Kegiatan Pembelajaran dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Ogan Komering Ulu Timur (OKUT). Sematera Selatan. Indonesia. MIN 2 OKU Timur ini berada di Desa Tawang Rejo Kec. Belitang. Kab. Ogan Komering Ulu Timur Prov. Sumatera Selatan. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti objek pada kondisi yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan dnegan triangulasi . , analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada (Sugiyono, 2. Teknik analisa data. Reduksi Data (Data Reductio. Penyajian data (Data Displa. Verifikasi/Penarikan kesimpulan. (Ibrahim et al. , 2. Metodologi penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan fenomena atau konteks tertentu dari sudut pandang yang lebih mendalam dan terperinci. Metode ini fokus pada pemahaman makna, persepsi, dan pengalaman individu atau kelompok dalam situasi tertentu. Informan peineilitian ini terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci yaitu data yang diperoleh berasal dari tangan pertama atau data yang dikumpulkan langsung dari individu-individu yang akan diteliti, yaitu orang-orang yang dijadikan objek penelitian atau orang yang akan dijadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun Teknik pengumpulan data yakni dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara adalah kegiatan tanya jawab untuk memperoleh informasi atau data (Widodo, 2019: . Dalam prosesnya wawancara bisa dilakukan dengan terstruktur, semiterstruktur, dan wawncara tidak terstruktur (Fenti Hikmawati, 2018: . Observasi digunakan untuk mendapatkan fakta-fakta empirik yang tampak dan guna memperoleh dimensi-dimensi baru untuk pemahaman konteks dan fenomena yang diteliti (Yin, 2. , sedangkan dokumentasi kegiatan pengumpulan data yang dilakukan melalui penulusuran dokumen (Widodo, 2019: Metodologi penelitian kualitatif sering digunakan dalam berbagai disiplin ilmu, seperti sosiologi, antropologi, psikologi, ilmu politik, pendidikan, dan juga disiplin ilmu lainnya. Dalam penelitian kualitatif ada beberapa kelebihan yakni penelitian ini memiliki kemampuan untuk menjelajahi konteks, makna, dan kompleksitas dalam fenomena manusia, yang sering sulit diukur secara kuantitatif. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 225 | 233 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. HASIL DAN PEMBAHASAN Keberhasilan dalam melakukan pembangunan pendidikan itu ditentukan oleh beberapa faktor yaitu keberhasilan sumber daya manusia, dana/uang, sarana dan prasarana (Ibrahim et al. , 2. Keberhasilan untuk mengelola komponen-komponen tersebut makaharus pula dikaitkan dengan keberhasilan fungsi-fungsi manajemen. Beberapa cara bagaimana sarana pendidikan dapat mendukung pembelajaran: Ruang Kelas yang Nyaman Di tengah era globalisasi lembaga pendidikan ditantang untuk lebih matang dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Salah satu upaya untuk menghadapi tantangan itu yakni dengan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dan sumber daya manusia yang ada pada lembaga pendidikan. Untuk mensukseskan suatu kegiatan pembelajaran harus didukung oleh adanya pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan di suatu lembaga pendidikan tersebut. Ruang kelas meruapakan sarana pendidikan yang menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ada. Dalam kegiatan pengelolaan kelas terdapat beberapa unsur yang mempengaruhi pengelolaan kelas di antaranya: . pengaturan tempat belajar tempat belajar seperti ruang kelas dan ruangan yang lainnya seperti laboraturium, workshop/bengkel kerja, dan . pengaturan siswa. pemilihan bentuk kegiatan. pemilihan media . (Firdaus, 2. Ruang kelas yang nyaman, bersih, dan tertata rapi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran. Siswa dan pengajar merasa lebih baik ketika mereka berada di lingkungan yang nyaman. Ruang kelas yang nyaman memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Ruang kelas yang baik dirancang untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk belajar dengan maksimal. Beberapa indikator dari manajemen kelas itu sendiri yaitu: . ruangan tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar. pengaturan tempat duduk. ventilasi dan pengaturan cahaya. peraturan alat-alat pengajaran. Beberapa faktor pada manajemen kelas antara lain sebagai berikut: . faktor dinamika kelas. faktor kurikulum. faktor gedung dan sarana kelas. faktor tenaga kependidikan. faktor siswa. (SaAodiyah. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala madrasah bahwa ada beberapa faktor yang dapat menciptakan ruang kelas yang nyaman dalam pembelajaran, diantaranya pencahayaan yang cukup dan alami adalah penting. Ruang kelas yang terang membantu siswa tetap waspada dan membaca dengan lebih baik. Jendela yang memungkinkan cahaya alami masuk adalah nilai tambah. Kemudian indikator ruang kelas yang nyaman yakni sirkulasi udara yang baik memastikan bahwa udara segar tersedia dalam ruang kelas. Ruang yang pengap atau berbau dapat mengganggu konsentrasi dan kenyamanan siswa. Juga tata letak ruang kelas harus terorganisir dengan baik. Papan tulis, proyektor, dan tempat duduk siswa harus ditempatkan dengan bijak sehingga semua siswa dapat melihat dan mendengar dengan jelas. Lingkungan fisik tempat belajar dalam pengelolaan kelas mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 226 | 233 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. (Ibrahim & dkk. , 2. Sedangkan menurut wakil kepala madrasah bidang sarana dan prasarana bahwa ruang belajar yang nyaman menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran di madrasah. Pihak madrasah sudah berupaya untuk memenuhi kebutuhan dari pembelajaran, dengan selalu mengadakan pengadaan sarana dan prasarana, perbaikan sarana dan prasarana yang rusak. Ditambahkannya sarana pembelajaran pada kelas yang sangat menunjang pembelajaran yakni kursi dan meja yang ergonomis dan nyaman adalah penting. Siswa harus merasa nyaman selama berjam-jam duduk di ruang kelas. Di dalam kelas juga baiknya dilengkapi dengan dekorasi yang menarik dan relevan dengan topik pembelajaran dapat meningkatkan minat siswa. Tampilan seperti peta, poster ilmiah, atau karya seni siswa dapat menciptakan atmosfer yang positif. Menurut beberapa guru bahwa ruang kelas harus nyaman dalam mendukung proses pembelajaran, ruang kelas harus selalu dalam kondisi bersih dan terjaga. Kebersihan menciptakan lingkungan yang sehat dan menyenangkan bagi siswa dan guru. Kemudian suasana kelas yang positif mencakup hubungan yang baik antara guru dan siswa, serta antara siswa satu sama lain. Hal ini menciptakan rasa aman dan dukungan yang diperlukan untuk pembelajaran yang efektif. Beberapa siswa yang diwawancarai bahwa ruang kelas yang baik menjadi bagian dalam pembelajaran, karena menurutnya ketika kelasnya bersih dan rapi, tentu akan menjadi faktor semangat dalam mengikuti pembelajaran. Madrasah ini sudah cukup nyaman dalam pembelajaran, karena kebersihan ruang kelas menjadi perhatian bagi guru ketika masuk kelas sebelum pembelajaran dimulai. Jadi ketika ruang kelas dalam keadaan yang nyaman, peserta didik cenderung lebih fokus, lebih termotivasi, dan memiliki pengalaman pembelajaran yang lebih positif. Guru juga dapat mengajar dengan lebih efektif dalam lingkungan yang mendukung. Oleh karena itu, perhatian terhadap detail desain dan pengaturan ruang kelas dapat berdampak besar pada hasil pembelajaran. Peralatan dan Teknologi Untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif, pemerintah harus menyediakan atau memfasilitasi setiap sekolah/madrasah dengan sarana dan prasarana pendidikan. (Ibrahim. Choirun Niswah, 2. Kebutuhan sarana dapat berkaitan dengan jenis, jumlah, waktu, tempat dan harga serta sumber yang dapat Pengadaan sarana pendidikan dapat dilakukan dengan cara membeli, menyewa, dan menerima hibah dari pihak lain (Megasari, 2. Peralatan penunjang pembelajaran di kelas adalah alat-alat dan perangkat yang digunakan oleh guru dan siswa untuk meningkatkan proses pembelajaran. Peralatan ini berperan dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih baik, meningkatkan keterlibatan siswa, dan mendukung pengajaran yang efektif. Peralatan yang ada dan berkaitan langsung dengan proses pembelajaran menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Sarana pendidikan sebagai peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 227 | 233 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat pelajaran lainya (Mulyasa, 2002: . Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin cepat. Hal ini menuntut semua pihak untuk mengikutinya. Persaingan global yang semakin ketat juga sangat berpengaruh pada semua seni kehidupan. (Ibrahim et al. , 2. Penggunaan peralatan pendidikan seperti papan tulis interaktif, proyektor, komputer, dan perangkat lunak pendidikan dapat membantu menjelaskan konsep secara visual dan interaktif. Ini membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di semua aspek pada kehidupan manusia yang mana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan serta peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Huda, 2. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. (Bani, 2. Menurut beberapa guru yang diwawancarai bahwa beberapa peralatan penunjang pembelajaran yang umumnya digunakan di kelas, diantaranya, papan tulis yang merupakan salah satu peralatan utama dalam di kelas. Peralatan ini digunakan oleh guru untuk menuliskan informasi, menggambar ilustrasi, atau memproyeksikan materi pembelajaran. Ditambahkan oleh wakil kepala madrasah bidang sarana dan prasarana bahwa peralatan dan teknologi pada madrasah menjadi hal penting diperhatikan, perkembangan teknologi sekarang ini harus diikuti dan menjadi perhatian bagi madrasah. Kepala madrasah menurutnya sudah berupaya bagaimana memenuhi kebutuhan dari peralatan dan teknologi penunjang pembalajaran di kelas, karena ini menjadi salah satu indikator dalam mencapai keberhasilan proses pendidikan di MIN 2 OKU Timur. Peralatan dan teknologi merupakan hal yang penting dalam pembelajaran, ada banyak peralatan dan teknologi yang menunjang proses pembelajaran, diantanya proyektor, proyektor digunakan untuk memproyeksikan gambar, teks, atau presentasi dari komputer atau perangkat lain ke layar atau papan tulis interaktif. Ini memungkinkan bagi tenaga pendidik untuk berbagi informasi visual dengan mudah dalam proses pembelajaran. Menurut beberapa peserta didik bahwa ada beberapa guru yang sudah menggunakan teknologi dalam pembelajaran, seperti Leptop dan peralatan lainnya penunjang pembelajaran. Leptop digunakan oleh pendidik dan peserta didik untuk mengakses sumber daya digital, perangkat lunak pendidikan, dan internet. Dalam implementasinya, mereka juga dapat digunakan untuk pembelajaran berbasis teknologi, dengan mengakses informasi-informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran di kelas. Guru menjelaskan beberapa materi dengan memutar beberapa video yang kemudian ditonton secara bersama-sama oleh semua peserta didik di kelas. Pemilihan peralatan penunjang pembelajaran harus disesuaikan oleh tenaga pendidik dengan kebutuhan dari peserta didik dan materi pembelajaran yang disajikan. Peralatan tersebut harus diintegrasikan dengan baik dalam proses pengajaran agar dapat memberikan manfaat maksimal dalam mendukung pembelajaran yang efektif dan menarik. Perpustakaan dan Sumber Belajar Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar sangat bermanfaat untuk mendukung dalam mencapai tujuan pembelajaran, menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 228 | 233 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. dan menyenangkan melalui pemanfaatan aneka sumber belajar menuju pembelajaran yang berkualitas (Bambang Warista, 2013: . Perpustakaan yang lengkap dengan koleksi buku, majalah, dan sumber belajar lainnya adalah sarana pendidikan yang sangat penting. Ini memberikan siswa akses ke berbagai sumber daya untuk penelitian dan pemahaman yang lebih baik. (Ibrahim. Kris Setyaningsih. Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu murid-murid dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Tujuan adanya perpustakaan yaitu untuk meningkatkan minat dan kebiasaan Namun tidak sama dengan perpustakaan pada umumnya perpustakaan sekolah tujuan utamanya adalah membaca untuk belajar atau menambah wawasan dalam bidang ilmu Pemakai fasilitas perpustakaan sekolah yaitu orang yang berada di lingkungan sekolah tersebut baik itu siswa atau tenaga pendidik . (Prihartanta, 2015: . Keberadaan perpustakaan sebagai fasilitas pendukung dalam sebuah lembaga atau sekolah selama ini telah menarik perhatian banyak pihak, karena dianggap masih memerlukan perbaikan. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya kemajuan perpustakaan itu sendiri dan kurangnya minat pengunjung untuk datang dan menggunakan perpustakaan sebagai sumber informasi yang mereka perlukan. Dengan mempertimbangkan peranannya, perpustakaan berfungsi sebagai mitra dari peserta didik dalam proses pembelajaran. Perpustakaan memberikan panduan dan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menggunakan sumber informasi yang ada, menyediakan akses ke informasi terbaru, serta menawarkan fasilitas untuk belajar, berdiskusi, dan melakukan penelitian. Dengan kata lain, perpustakaan adalah "Sumber Pembelajaran" yang menyediakan akses ke berbagai sumber pembelajaran yang tersedia di lingkungan Menurut kepala madrasah bahwa perpustakaan mempunyai peran dan andil yang cukup besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan kata lain perpustakaan berperan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Ditambahkan oleh wakil kepala madrasah bidang sarana dan prasarana bahwa ada beberapa masalah yang dihadapi dalam pengembangan perpustakaan sebagai sumber belajar, antara lain sebagian besar sekolah belum memiliki tenaga pengelola perpustakaan yang tetap. Perpustakaan belum difungsikan sebagai penyedia sumber belajar. Isi buku-buku wajib dan penunjang belum sesuai kebutuhan belajar, dan Luas ruang, meja, kursi untuk membaca juga belum sebanding dengan jumlah siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah. Peran tenaga pendidik dan pengelola perpustakaan memiliki peran yang tidak boleh diabaikan dalam mencapai kesuksesan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar. Tenaga pendidik memegang peran yang sangat signifikan, karena mereka sering berinteraksi dengan siswa dan memiliki hubungan langsung dalam proses pembelajaran, yang mencakup mengarahkan siswa untuk menggunakan perpustakaan dalam pembelajaran mereka. Menurut beberapa guru dalam wawancara bahwa mereka selalu mengarahkan peserta didik dalam proses pembelajaran dengan mengerjakan tugas atau mencari sumber Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 229 | 233 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. belajar pada perpustakaan. Dalam hal ini, bahwa pentingnya keberadaan tenaga kependidikan yang ada di perpustakaan dalam melayani kebutuhan dari peserta didik. Pengelola perpustakaan dalam hal ini memegang peran penting sebagai sumber informasi dan bertanggung jawab atas program perpustakaan madrasah, yang merupakan pelaksanaan dari visi dan misi madrasah. Dengan bimbingan petugas, user atau pengguna dapat menjadi lebih mengetahui informasi, kreatif, dan produktif, yang pada akhirnya akan membantu membentuk peserta didik yang cerdas dan berkualitas. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam lingkungan madrasah, penting untuk memiliki fasilitas yang memadai pada perpustakaan, karena perpustakaan sebagai sumber belajar dan dapat mendukung kegiatan pembelajaran pada madrasah. Perpustakaan madrasah memiliki peran dan fungsi yang sangat penting, yang dapat berhasil terwujud dengan dukungan dari berbagai pihak terkait, termasuk penentu kebijakan di tingkat departemen agama, tingkat daerah, tingkat madrasah . epala sekolah, guru, dan pengelola Hal ini akan membantu mewujudkan konsep Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar bagi peserta didik dan menunjang proses pendidikan pada suatu lembaga dengan baik. Fasilitas Olahraga dan Kegiatan Ekstrakurikuler Fasilitas olahraga memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pendidikan. Fasilitas-fasilitas ini berperan dalam pengembangan fisik, mental, dan sosial siswa, serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang seimbang. Begitu pentingnya sarana prasarana pendidikan sehingga institusi berlomba-lomba untuk memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan demi meningkatkan kualitas Tidak hanya itu kelengkapan sarana pendidikan juga merupakan salah satu daya tarik bagi calon peserta didik. (M. Arifin, 2012: . Kegiatan ekstrakurikuler dan fasilitas olahraga seperti lapangan, kolam renang, atau pusat kebugaran dapat membantu mengembangkan keterampilan fisik dan sosial siswa. Ini juga membantu dalam membentuk karakter dan kesejahteraan siswa. Ekstra kurikuler sebagai struktur kurikulum yang ditetapkan berdasarkan kebijakan Kehadiran Ekstrakurikuler sebagai pendukung dan pengembangan keilmuan, dan wawasan peserta didik. (Zulkipli et al. , 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala madrasah bahwa beberapa aspek penting dari bagaimana fasilitas olahraga mendukung pendidikan, yakni pengembangan fisik. Fasilitas olahraga seperti lapangan, dan arena bermain yang memberikan siswa kesempatan untuk berolahraga dan mengembangkan kondisi fisik mereka. Melalui aktivitas fisik, siswa dapat meningkatkan kesehatan jasmani, kekuatan, ketahanan, dan koordinasi motorik Menurut guru olahraga bahwa fasilitas olahraga merupakan hal yang penting dalam menunjang proses pendidikan di MIN 2 OKU Timur. Fasilitas olahraga memungkinkan peserta didik untuk belajar berbagai keterampilan olahraga seperti bermain sepak bola, futsal, basket dan lain-lain. Ini tidak hanya membantu dalam perkembangan fisik mereka, tetapi juga mempromosikan keterampilan khusus yang dapat berguna sepanjang hidup. Fasilitas dan kegiatan ekstrakurikuluer dapat juga sebagai alat untuk pengembangan karakter dari peserta didik. Melalui kegiatan olahraga, peserta didik belajar tentang kerja tim. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 230 | 233 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. kepemimpinan, etika bermain yang fair, disiplin diri, dan tanggung jawab. Ini membantu dalam pembentukan karakter yang kuat dan nilai-nilai positif. Ditambahkannya bahwa olahraga juga berperan penting dalam kesehatan mental. Aktivitas fisik dapat mengurangi stres, meningkatkan mood, dan membantu siswa mengatasi masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan konsentrasi, daya tahan, dan energi siswa. Ini dapat berdampak positif pada kinerja akademik mereka dengan membantu mereka tetap fokus dan produktif dalam belajar. Menurut wakil kepala madrasah bahwa fasilitas olahraga sebagai sarana penting dalam proses pembelajaran di MIN 2 OKU Timur, selain itu juga dapat digunakan untuk mengajarkan peserta didik tentang pentingnya gaya hidup baik dan sehat. Ini mencakup edukasi tentang nutrisi, manfaat olahraga, dan kebiasaan hidup sehat. Dengan pengelolaan sarana pendidikan yang baik akan menunjang pembelajaran, termasuk juga dapat mengembangkan minat dan bakat peserta didik. Fasilitas olahraga memberikan peserta didik kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakat mereka dalam berbagai cabang olahraga. Ini dapat memicu minat yang mendalam dan bahkan membuka pintu untuk karir olahraga di masa depan. Fasilitas olahraga yang lengkap dapat mendukung berbagai macam olahraga dan aktivitas fisik, sehingga mengakomodasi minat dan bakat siswa yang beragam. Ini penting untuk mendorong partisipasi seluruh siswa dalam kegiatan olahraga. Dengan demikian, fasilitas olahraga dalam lingkungan pendidikan berkontribusi secara signifikan dalam pembentukan siswa yang sehat, cerdas, dan berkarakter, serta membantu mereka mengembangkan keterampilan dan nilai-nilai yang akan membantu mereka sukses dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan dan penggunaan yang bijak dari sarana pendidikan ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi, menarik, dan efektif. Sarana pendidikan yang baik dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan membantu siswa mencapai potensi mereka yang penuh. SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sarana pendidikan dalam menunjang kegiatan pembelajaran di MIN 2 OKU Timur sudah dijalankan dengan baik, yang mencakup ruang kelas yang nyaman, peratana dan teknologi yang baik, adanya perpustakaan dan sumber belajar yang baik, juga fasilitas olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler. Dari ke-empat cakupan ini. MIN 2 OKUT dalam proses pengelolaan sarana pendidikan dalam pembelajaran sebagai bagian penting dari efektivitas sebuah proses pembelajaran di MIN 2 OKUT. Sarana pendidikan mencakup fasilitas fisik, peralatan, dan sumber daya lainnya yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pengelolaan sarana pendidikan yang baik dapat berkontribusi signifikan pada kualitas pendidikan dan pengalaman belajar siswa. Itu juga menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, kreativitas, dan prestasi akademik yang lebih baik Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 231 | 233 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 223-233 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. DAFTAR PUSTAKA