Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Kompute. Vol. No. September 201x, pp. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Sistem Pendukung Keputusan Untuk Kelayakan Pemberian Kredit Sepeda Motor Pada Showroom PT. Indostar Sukses Mandiri Menggunakan Metode ARAS Fauzan Azhim*,Ishak**. Khairi Ibnutama*** * Program Studi Mahasiswa. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi Dosen Pembimbing. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Keyword: Pemberian Kredit Sistem Pendukung Keputusan ARAS PT. Indostar Sukses Mandiri ABSTRACT Dalam menentukan layak atau tidaknya pemohon kredit, acuan utama dealer adalah berdasarkan karakter pribadi pemohon yang baik atau tidak dan berdasarkan kemampuann pemohon dalam angsuran kredit. Penentuan tersebut dibuat agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Pemberian kredit yang tidak sesuai kriteria akan menimbulkan resiko kredit Untuk mengatasi permasalahan ini, kemampuan di dalam proses pengambilan keputusan secara cepat, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan sangat dibutuhkan demi keberhasilan proses penambahan cabang yang akan dilakukan. Metode ARAS adalah sebuah metode bagian dari sistem pendukung keputusan yang digunakan untuk perangkingan sebuah kriteria, dalam melakukan proses perangkingan tersebut, metode ARAS memiliki beberapa tahapan-tahapan yang harus kita lakukan untuk menghitungnya. Dengan adanya sistem pendukung keputusan berbasis desktop diharapkan dapat membantu PT. Indostar Sukses Mandiri dalam menentukan kelayakan pemberian kredit sepeda motor dengan tepat sasaran untuk menghindari kredit macet. Copyright A 201x STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Nama : Fauzan Azhim Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email : Fauzanazhim259@gmail. PENDAHULUAN Sepeda motor adalah kendaraan roda dua yang banyak digunakan oleh masyarakat. Pada saat ini sepeda motor menjadi barang yang ingin dimiliki oleh setiap orang untuk menunjang aktifitasnya. Banyak masyarakat yang ingin memiliki sepeda motor,tetapi tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli motor secara tunai. Oleh karena itu tentu membutuhkan suatu cara untuk memiliki motor dengan menggunakan sistem pembayaran secara kredit. Dalam rangka meringankan beban pembayaran sepeda motor PT. Indostar Sukses Mandiri memberikan fasilitas pembayaran secara cash dan kredit bagi para calon pembeli sepeda motor. Dealer akan memberikan kredit sesuai kriteria-kriteria yang harus dicapai oleh calon pembeli, tetapi dengan adanya sistem kredit ini jumlah calon pembeli yang akan mengajukan kredit akan semakin bertambah,sehingga dealer dituntut harus dapat melayani konsumen dengan melakukan analisa dan membutuhkan data-data calon pembeli yang memiliki kemampuan pembayaran kredit. KAJIAN PUSTAKA 1 Kredit Kredit adalah hak untuk menerima pembayaran atau kewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang diminta, atau pada waktu yang akan datang, karena penyerahan barang-barang sekarang. Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Kredit adalah penundaan pembayaran dari prestasi yang diberikan sekarang, baik dalam bentuk barang, uang maupun jasa. Dari pendapat yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa Kredit adalah hak untuk menerima pembayaran atau kewajiban untuk melakukan pembayaran baik dalam bentuk uang, barang atau jasa pada waktu yang sudah ditentukan. 3 Sistem Pendukung Keputusan Menurut Man dan Watson dalam . Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Sistem Pendukung Keputusan Decision Support System (DSS) adalah suatu sistem informasi yang menggunakan model keputusan, basis data, dan pemikiran manajer sendiri, proses modeling interaktif dengan komputer untuk mencapai pengambilan keputusan oleh manajer tertentu . 4 Metode Weight Product Metode Additive Ratio Assessment (ARAS) adalah sebuah metode bagian dari sistem pendukung keputusan yang digunakan untuk perangkingan sebuah kriteria, dalam melakukan proses perangkingan tersebut, metode ARAS memiliki beberapa tahapan-tahapan yang harus kita lakukan untuk menghitungnya. Additive Ratio Assessment (ARAS) Dalam melakukan proses perangkingan, metode ARAS memiliki tiga tahapan yang harus dilakukan, yaitu: Langkah 1 : Pembentukan Decission Making Matrix. ycU= ycU01 ycU0yc U ycU0ycu ycUycn1 ycUycnyc U ycUycnycu . cn = 0, m. A yc = 1, . U U U ycUycu1 ycUycoyc U ycUycoycu Dimana: m = jumlah alternatif n = jumlah kriteria Xij = nilai performa dari alternatif i terhadap kriteria jX0j = Nilai optimum dari kriteria j. Jika Nilai Optimal Kriteria j X0j tidak diketahui, maka: ycoycaycu ycoycaycu X0j = Xij, if Xij is preferable ycn ycoycnycu ycn ycoycnycu X0j = Xij, if Xij is prefable ycn ycn Langkah 2 : Penormalisasian matriks keputusan untuk semua kriteria, jika kriteria benefit, maka dilakukan normaisasi mengikuti: ycUycnyc Xij= Ocyco ycn=0 ycUycnyc Dimana Xij adalah nilai normalisasi. Jika kriteria Cost maka dilakukan normalisasimengikuti: ycUycnyc Langkah 1: Xij = dan langkah 2: R= Ocyco ycUycnyc ycn=0 ycUycnyc Langkah 3 : Menentukan bobot matriks yang sudah dinormalisasi. Dimana Wj = Bobot kriteria jD= [Di. n = Rij. Langkah 4 : Menentukan nilai dari fungsi optimalisasi (S. ycIycn = Ocycuyc=1 yaycnyc. = 1,2. , m. j=1,2. Dimana ycIycn = nilai fungsi optimalisasi alternatif i. Nilai terbesar adalah yang terbaik, dan nilai yang paling sedikit adalah yang terburuk. Dengan memperhitungkan proses,hubungan proporsional dengan nilai dan bobot kriteria yang diteliti berpengaruh pada hasil akhir. Langkah 5: Menentukan tingkatan peringkat tertinggi dari alternatif ycIycn Ki = ycI0 Dimana ycIycn dan ycI0 merupakan nilai kriteria optimalitas, diperoleh dari persamaan. Sudah jelas, itu dihitung nilai ycOi berada pada interval . dan merupakan pesanan yang diinginkan didahulukan efisiensi relatif kompleks dari alternatif yang layak bisa ditentukan sesuai dengan nilai fungsi utilitas. METODOLOGI PENELITIAN Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 1 Metode Penelitian Dalam melakukan suatu penelitian memerlukan langkah-langkah atau cara tertentu yang menjadi pedoman selama proses penelitian, agar hasil penelitian sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah metodologi dalam penelitian ini yaitu: Teknik Pengumpulan Data (Data Collectin. Adapun beberapa teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dari penelitian yaitu : Pengamatan (Observas. Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan tinjauan langsung ke tempat study kasus dimana akan dilakukan penelitian. Wawancara (Intervie. Teknik wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang data dari pihakpihak yang memiliki wewenang agar memperoleh data yang dibutuhkan untuk menunjang penelitian ini. Studi Kepustakaan (Library Searc. Untuk mendapatkan hasil teori yang valid untuk dijadikan sebuah landasan dapat mempelajari beberapa buku referensi. 2 Algoritma Sistem Algoritma sistem merupakan penjelasan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam perancangan sistem pendukung keputusan dalam menetukan penempatan personel polri dengan menggunakan metode Weight Product. Hal ini dilakukan untuk mempermudah polri yang nantinya dapat diaplikasikan dalam sebuah sistem komputer. Flowchart Dari Metode Penyelesaian Gambar 3. 2 Flowchart Algoritma ARAS Deskripsi Data Dari Penelitian Dalam proses penentuan kelayakan kredit pada PT. Indostar Sukses Mandiri dibutuhkan pembobotan sebagai berikut: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Tabel 3. 2 Table Nilai Bobot Kriteria Kode Kriteria Kriteria Penghasilan Pekerjaan Tempat Tinggal Survei Lingkungan Penjamin Bobot Berdasarkan data yang didapat tersebut perlu dilakukan konversi setiap kriteria untuk dapat dilakukan pengolahan kedalam metode ARAS. Berikut ini adalah tabel konversi dari kriteria yang digunakan : Tabel 3. 3 Konversi Kriteria Penghasilan Keterangan Bobot Kriteria >Rp. >Rp. >Rp. Tabel 3. 4 Konversi Kriteria Pekerjaan Keterangan Bobot Kriteria PNS Karyawan Swasta Honorer Tabel 3. 5 Konversi Kriteria Tempat Tinggal Keterangan Bobot Kriteria Rumah Sendiri Sewa Kos Tabel 3. 6 Konversi Kriteria Survei Lingkungan Keterangan Bobot Kriteria Sangat Baik Baik Tidak Baik Tabel 3. 7 Konversi Kriteria Penjamin Keterangan Bobot Kriteria Tetangga Saudara Jauh Saudara Kandung Orang Tua Pimpinan Untuk mempermudah dalam melakukan perhitungan ARAS, maka data akan dilakukan normalisasi. Hasilnya adalah sebagai berikut: Tabel 3. 8 Hasil Konversi Data Normalisasi Nama Khadijah Lubis Ayu Lestari Maju Tobing Sunarto Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Doria Br. Manalu Dhea Natasya S Asnita Winda Pratiwi Penyelesaian Masalah Dengan Mengadopsi Metode Sesuai dengan referensi yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya berikut ini adalah langkah-langkah penyelesaiannya yaitu : Pada data terdapat field Kode Alternatif yaitu : 01, 02 sampai 08 yang menjadi alternatif (A. Dengan kriteria (C. yaitu Penghasilan. Pekerjaan. Tempat Tinggal. Survei Lingkungan. Penjamin. Diketahui : Ai = 01(A. , 02 (A. , 03(A. , 04(A. , 05(A. , 07(A. , 08(A. Cj = Penghasilan (C. Pekerjaan (C. Tempat Tinggal (C. Survei Lingkungan (C. Penjamin (C. Rangking kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria Bobot preferensi . untuk setiap kriteria (C1. C2. C3. C4. = . 25, 0. 25, 0. 20, 0. 20, 0. Penyelesaian : Membuat matriks keputusan ternormalisasi X : ycIycnyc ycUycnyc = ocm ycn=yc Rij Matriks keputusan ARAS normalisasi kolom 1 (Kolom Kriteria C. sebagai berikut: X1,1= X1,1 OoycU1,12 ycU2,12 ycU3,12 ycU4,12 ycU5,12 ycU6,12 ycU7,12 ycU8,12 X2,1 = 0,312 Oo42 52 52 52 42 42 52 42 = 0,390 X5,1 OoycU1,1 ycU2,12 ycU3,12 ycU4,12 ycU5,12 ycU6,12 ycU7,12 ycU8,12 Oo42 52 52 52 42 42 52 42 = 0,312 X6,1 OoycU1,1 ycU2,12 ycU3,12 ycU4,12 ycU5,12 ycU6,12 ycU7,12 ycU8,12 Oo42 52 52 52 42 42 52 42 = 0,312 X7,1 OoycU1,1 ycU2,12 ycU3,12 ycU4,12 ycU5,12 ycU6,12 ycU7,12 ycU8,12 X8,1 X4,1 OoycU1,1 ycU2,12 ycU3,12 ycU4,12 ycU5,12 ycU6,12 ycU7,12 ycU8,12 X7,1 Oo42 52 52 52 42 42 52 42 = 0,390 X6,1 X3,1 OoycU1,1 ycU2,12 ycU3,12 ycU4,12 ycU5,12 ycU6,12 ycU7,12 ycU8,12 X5,1 Oo42 52 52 52 42 42 52 42 = 0,390 X4,1 X2,1 OoycU1,1 ycU2,12 ycU3,12 ycU4,12 ycU5,12 ycU6,12 ycU7,12 ycU8,12 X3,1 Oo42 52 52 52 42 42 52 42 Oo42 52 52 52 42 42 52 42 = 0,390 X8,1 OoycU1,1 ycU2,12 ycU3,12 ycU4,12 ycU5,12 ycU6,12 ycU7,12 ycU8,12 Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A Oo42 52 52 52 42 42 52 42 = 0,312 Matriks keputusan ARAS normalisasi kolom 2 (Kolom Kriteria C. sebagai berikut: X1,2 OoycU1,2 ycU2,2 ycU3,2 ycU4,2 ycU5,2 ycU6,2 ycU7,2 ycU8,2 X2,2 X3,2 OoycU1,2 ycU2,22 ycU3,22 ycU4,22 ycU5,22 ycU6,22 ycU7,22 ycU8,22 Oo42 32 42 42 32 52 52 32 = 0,358 X4,2 OoycU1,2 ycU2,22 ycU3,22 ycU4,22 ycU5,22 ycU6,22 ycU7,22 ycU8,22 Oo42 32 42 42 32 52 52 32 = 0,358 X5,2 OoycU1,2 ycU2,22 ycU3,22 ycU4,22 ycU5,22 ycU6,22 ycU7,22 ycU8,22 X6,2 Oo42 32 42 42 32 52 52 32 = 0,268 X5,2 X2,2 OoycU1,2 ycU2,22 ycU3,22 ycU4,22 ycU5,22 ycU6,22 ycU7,22 ycU8,22 X4,2 Oo42 32 42 42 32 52 52 32 = 0,358 X3,2 E-ISSN : 2615-3475 X1,2 P-ISSN : 1978-6603 Oo42 32 42 42 32 52 52 32 = 0,268 X6,2 OoycU1,2 ycU2,22 ycU3,22 ycU4,22 ycU5,22 ycU6,22 ycU7,22 ycU8,22 Oo42 32 42 42 32 52 52 32 = 0,447 X7,2 = X7,2 OoycU1,22 ycU2,22 ycU3,22 ycU4,22 ycU5,22 ycU6,22 ycU7,22 ycU8,22 X8,2 Oo42 32 42 42 32 52 52 32 = 0,477 X8,2 OoycU1,2 ycU2,2 ycU3,2 ycU4,2 ycU5,2 ycU6,2 ycU7,2 ycU8,22 X1,3 Oo42 32 42 42 32 52 52 32 = 0,268 Matriks keputusan ARAS Normalisasi Kolom 3 (Kolom Kriteria C. sebagai berikut: X1,3 OoycU1,3 ycU2,3 ycU3,3 ycU4,3 ycU5,3 ycU6,3 ycU7,3 ycU8,3 X2,3 = 0,329 X2,3 OoycU1,3 ycU2,32 ycU3,32 ycU4,32 ycU5,32 ycU6,32 ycU7,32 ycU8,32 X3,3 Oo42 42 52 32 42 52 42 32 Oo42 42 52 32 42 52 42 32 = 0,329 X3,3 OoycU1,3 ycU2,32 ycU3,32 ycU4,32 ycU5,32 ycU6,32 ycU7,32 ycU8,32 Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM X4,3 Oo42 42 52 32 42 52 42 32 = 0,329 Oo42 42 52 32 42 52 42 32 = 0,411 Oo42 42 52 32 42 52 42 32 = 0,329 X8,3 OoycU1,3 ycU2,3 ycU3,3 ycU4,3 ycU5,3 ycU6,3 ycU7,3 ycU8,32 Oo42 42 52 32 42 52 42 32 = 0,411 Matriks keputusan ARAS Normalisasi Kolom 4 (Kolom Kriteria C. sebagai berikut: X1,4 OoycU1,4 ycU2,4 ycU3,4 ycU4,4 ycU5,4 ycU6,4 ycU7,4 ycU8,4 Oo42 32 52 42 42 42 52 52 = 0,411 X4,4 OoycU1,4 ycU2,4 2 ycU3,4 2 ycU4,4 2 ycU5,4 2 ycU6,4 2 ycU7,4 2 ycU8,4 2 Oo42 32 52 42 42 42 52 52 = 0,329 X5,4 OoycU1,4 ycU2,4 2 ycU3,4 2 ycU4,4 2 ycU5,4 2 ycU6,4 2 ycU7,4 2 ycU8,4 2 Oo42 32 52 42 42 42 52 52 = 0,329 X6,4 OoycU1,4 ycU2,4 2 ycU3,4 2 ycU4,4 2 ycU5,4 2 ycU6,4 2 ycU7,4 2 ycU8,4 2 X7,4 X3,4 OoycU1,4 ycU2,4 2 ycU3,4 2 ycU4,4 2 ycU5,4 2 ycU6,4 2 ycU7,4 2 ycU8,4 2 X6,4 Oo42 32 52 42 42 42 52 52 = 0,247 X5,4 X2,4 OoycU1,4 ycU2,4 2 ycU3,4 2 ycU4,4 2 ycU5,4 2 ycU6,4 2 ycU7,4 2 ycU8,4 2 X4,4 Oo42 32 52 42 42 42 52 52 = 0,329 X3,4 X7,3 OoycU1,3 ycU2,32 ycU3,32 ycU4,32 ycU5,32 ycU6,32 ycU7,32 ycU8,32 X2,4 X6,3 OoycU1,3 ycU2,32 ycU3,32 ycU4,32 ycU5,32 ycU6,32 ycU7,32 ycU8,32 X1,4 X5,3 OoycU1,3 ycU2,32 ycU3,32 ycU4,32 ycU5,32 ycU6,32 ycU7,32 ycU8,32 X8,3 X4,3 Oo42 42 52 32 42 52 42 32 = 0,329 X7,3 OoycU1,3 ycU2,32 ycU3,32 ycU4,32 ycU5,32 ycU6,32 ycU7,32 ycU8,32 X6,3 A Oo42 42 52 32 42 52 42 32 = 0,411 X5,3 P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Oo42 32 52 42 42 42 52 52 = 0,329 X7,4 OoycU1,4 ycU2,4 2 ycU3,4 2 ycU4,4 2 ycU5,4 2 ycU6,4 2 ycU7,4 2 ycU8,4 2 Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A Oo42 32 52 42 42 42 52 52 = 0,411 X8,4 OoycU1,4 ycU2,4 ycU3,4 ycU4,4 ycU5,4 ycU6,4 ycU7,4 ycU8,4 2 X1,5 Oo42 32 52 42 42 42 52 52 = 0,411 Matriks keputusan ARAS Normalisasi Kolom 5 (Kolom Kriteria C. sebagai berikut: X1,5 OoycU1,5 ycU2,5 ycU3,5 ycU4,5 ycU5,5 ycU6,5 ycU7,5 ycU8,5 X2,5 Oo32 42 42 42 32 32 52 32 = 0,383 Oo32 42 42 42 32 32 52 32 = 0,383 X5,5 OoycU1,5 ycU2,52 ycU3,52 ycU4,52 ycU5,52 ycU6,52 ycU7,52 ycU8,52 Oo32 42 42 42 32 32 52 32 = 0,287 X6,5 OoycU1,5 ycU2,52 ycU3,52 ycU4,52 ycU5,52 ycU6,52 ycU7,52 ycU8,52 Oo32 42 42 42 32 32 52 32 = 0,287 X7,5 OoycU1,5 ycU2,5 ycU3,5 ycU4,5 ycU5,5 ycU6,5 ycU7,5 ycU8,52 X8,5 X4,5 OoycU1,5 ycU2,52 ycU3,52 ycU4,52 ycU5,52 ycU6,52 ycU7,52 ycU8,52 X7,5 X3,5 OoycU1,5 ycU2,52 ycU3,52 ycU4,52 ycU5,52 ycU6,52 ycU7,52 ycU8,52 X6,5 Oo32 42 42 42 32 32 52 32 = 0,383 X5,5 X2,5 OoycU1,5 ycU2,52 ycU3,52 ycU4,52 ycU5,52 ycU6,52 ycU7,52 ycU8,52 X4,5 Oo32 42 42 42 32 32 52 32 = 0,287 X3,5 E-ISSN : 2615-3475 X8,4 P-ISSN : 1978-6603 Oo32 42 42 42 32 32 52 32 = 0,479 X8,5 OoycU1,5 ycU2,5 ycU3,5 ycU4,5 ycU5,5 ycU6,5 ycU7,5 ycU8,52 Oo32 42 42 42 32 32 52 32 = 0,287 Maka dari perhitungan diatas menghasilkan matriks ternormalisasi X seperti terlihat di bawah ini: 0,312 0,358 0,329 0,329 0,287 0,390 0,268 0,329 0,247 0,383 0,390 0,358 0,411 0,411 0,383 Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 0,390 0,358 0,247 0,329 0,383 0,312 0,268 0,329 0,329 0,287 0,312 0,447 0,411 0,329 0,287 0,390 0,447 0,329 0,411 0,479 0,312 0,268 0,411 0,411 0,287 Selanjutnya menghitung nilai optimasi multi objektif ARAS (Ma. Berikut proses penghitungan nilai optimasi multi objektif ARAS dengan menggunakan persamaan di bawah ini: yco ycu ycycn = Oc ycuycnyc Oe Oc ycuycnyc yc=1 yc=yci 1 Dimana w . obot kriteri. Y1 = (X11*W. (X21*W. (X31*W. (X41*W. (X51*W. = . ,312*0,. ,358*0,. ,329*0,. ,329*0,. ,287*0,. = 0,328 Y2 = (X12*W. (X22*W. (X32*W. (X42*W. (X52*W. = . ,390*0,. ,268*0,. ,329*0,. ,247*0,. ,383*0,. = 0,318 Y3 = (X13*W. (X23*W. (X33*W. (X43*W. (X53*W. = . ,390*0,. ,358*0,. ,411*0,. ,411*0,. ,383*0,. = 0,390 Y4 = (X14*W. (X24*W. (X34*W. (X44*W. (X54*W. = . ,390*0,. ,358*0,. ,247*0,. ,329*0,. ,383*0,. = 0,340 Y5 = (X15*W. (X25*W. (X35*W. (X45*W. (X55*W. = . ,312*0,. ,268*0,. ,329*0,. ,329*0,. ,287*0,. = 0,305 Y6 = (X16*W. (X26*W. (X36*W. (X46*W. (X56*W. = . ,312*0,. ,447*0,. ,411*0,. ,329*0,. ,287*0,. = 0,367 Y7 = (X17*W. (X27*W. (X37*W. (X47*W. (X57*W. = . ,390*0,. ,447*0,. ,329*0,. ,411*0,. ,479*0,. = 0,405 Y8 = (X18*W. (X28*W. (X38*W. (X48*W. (X58*W. = . ,312*0,. ,268*0,. ,411*0,. ,411*0,. ,287*0,. = 0,338 Langkah selanjutnya yaitu menentukan perangkingan dari hasil perhitungan metode ARAS seperti dijelaskan dibawah ini. Maka dari total hasil perhitungan di atas bisa disimpulkan bahwa konsumen yang layak mengajukan kredit yaitu alternatif yang memiliki nilai tertinggi. Sehingga hasil keputusan tampil seperti di bawah ini. Tabel 3. 10 Hasil Keputusan Kode Nama Calon Penerima Nilai Akhir Keputusan Khadijah Lubis 0,328 Kurang Layak Ayu Lestari 0,318 Kurang Layak Maju Tobing 0,390 Layak Sunarto 0,340 Layak Doria Br,Manalu 0,305 Kurang Layak Dhea Natasya S 0,367 Layak Asnita 0,405 Paling Layak Winda Pratiwi 0,338 Kurang Layak Dari hasil perhitungan menggunakan metode ARAS di atas dapat diketahui Konsumen yang paling layak mengajukan kredit adalah konsumen dengan nama Asnita dengan nilai hitungan 0,405. KESIMPULAN Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Dari hasil pembahasan mengenai aplikasi sistem pendukung keputusan yang dibangun untuk menentukan pegawai yang akan pindah tugas dapat diambil kesimpulan adalah sebagai berikut : Berdasarkan hasil analisis, metode ARAS dapat diterapkan dalam pemecahan masalah pada PT. Indostar Sukses Mandiri dalam pemberian kredit sepeda motor. Berdasarkan hasil penelitian, dalam merancang sistem pendukung keputusan berbasis dekstop yang mengadopsi metode ARAS dapat digunakan dalam penyelesain masalah pemberian kredit. Berdasarkan pengujian dan implementasi pengaruh sistem pendukung keputusan terhadap penyelesain masalah dalam menetukan pemberian kredit hal ini ditandai dengan semakin mudahnya prosedur dan hasil yang didapatkan dengan memanfaatkan sistem tersebut. UCAPAN TERIMA KASIH Saya ucapkan terima kasih kepada ketua yayasan STMIK Triguna Dharma, kepada Bapak Ishak. Kom. Kom selaku dosen pembimbing 1 saya, kepada Bapak Khairi Ibnutama. Kom. Kom selaku dosen pembimbing 2 saya, kepada orang tua saya yang selalu memberikan dukungan dan kepada teman REFERENSI