Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Penerapan Digital Storytelling Berbasis Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek pada Siswa Kelas IV MIS Alkhairaat Tilamut Nurain Halid 1 1 MIS Alkhairaat Tilamuta Correspondence: nurainhalid94@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 02 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Digital Storytelling. Canva App. Short Story Writing. Creative Writing. Fourth-Grade Students. MIS Alkhairaat Tilamuta, narrative skills. ABSTRACT This study examines the application of digital storytelling using the Canva app to improve the short story writing skills of fourth-grade students at MIS Alkhairaat Tilamuta. The research aimed to assess whether integrating Canva, a user-friendly digital design tool, in storytelling activities could help students enhance their writing creativity and narrative skills. During the study, students were tasked with creating digital stories by combining written narratives, images, and design elements using the Canva app. The results showed a significant improvement in students' ability to write coherent and engaging short stories. Students demonstrated increased creativity in constructing their narratives, and they were able to express their ideas more effectively through digital mediums. This study concludes that digital storytelling with Canva is an effective and engaging method for enhancing students' writing skills, as it provides a creative platform for students to visualize and structure their stories while improving their overall communication and technical skills. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar, khususnya dalam hal keterampilan menulis, masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh siswa adalah menulis cerita pendek, yang tidak hanya melibatkan kemampuan berbahasa yang baik, tetapi juga kreativitas dan kemampuan untuk mengembangkan ide secara terstruktur. Menulis cerita pendek tidak hanya mengajarkan siswa untuk berimajinasi, tetapi juga melatih mereka dalam menyusun cerita yang logis dan terorganisir dengan baik. Namun, banyak siswa yang merasa kesulitan dalam mengembangkan ide cerita, menyusun kalimat yang efektif, dan menggabungkan elemen-elemen cerita seperti karakter, alur, dan tema dengan cara yang menarik. Hal ini menyebabkan sebagian besar siswa tidak tertarik untuk menulis cerita pendek dan kurang berkembang dalam kemampuan menulis mereka. Salah satu faktor yang menyebabkan kesulitan ini adalah pendekatan pembelajaran yang masih sangat tradisional, di mana siswa hanya diminta untuk menulis dengan sedikit atau tanpa dukungan media yang dapat memfasilitasi proses kreatif mereka. Di sisi lain, teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat saat ini membuka peluang baru untuk mengubah cara pembelajaran menulis cerita. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui penerapan digital Digital storytelling menggabungkan elemen cerita dengan media digital seperti gambar, teks, suara, dan video untuk menciptakan narasi yang menarik. Dengan bantuan aplikasi yang mudah digunakan, seperti Canva, siswa dapat dengan mudah membuat cerita mereka lebih visual dan menarik, yang dapat meningkatkan minat dan motivasi mereka dalam menulis. Digital storytelling tidak hanya sekadar menyusun cerita, tetapi juga melibatkan keterampilan teknologi yang semakin penting dalam dunia yang serba digital ini. Aplikasi seperti Canva memungkinkan siswa untuk menyusun elemen-elemen cerita dengan cara yang menyenangkan dan inovatif, mengubah pengalaman menulis menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Penerapan digital storytelling berbasis aplikasi Canva diharapkan dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan Nurain Halid . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. menulis cerita pendek mereka dengan cara yang lebih kreatif dan menyenangkan. Dalam konteks ini, penggunaan teknologi dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa, khususnya dalam pengembangan keterampilan menulis cerita pendek. Di MIS Alkhairaat Tilamuta, yang terdiri dari 20 siswa di kelas IV, penerapan digital storytelling menggunakan aplikasi Canva diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menarik dan mengasah keterampilan menulis siswa. Meskipun sekolah ini memiliki fasilitas yang terbatas, pemanfaatan aplikasi Canva yang mudah diakses dan digunakan memungkinkan siswa untuk terlibat dalam pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif. Selain itu, dengan jumlah siswa yang relatif kecil, guru dapat memberikan perhatian yang lebih personal kepada setiap siswa selama proses pembuatan Hal ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis mereka dengan cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Penggunaan aplikasi Canva dalam pembelajaran menulis cerita pendek memberikan banyak manfaat. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk menggabungkan gambar, teks, dan elemen desain untuk memperkaya cerita mereka. Dengan Canva, siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan desain grafis dasar, seperti memilih gambar yang tepat, memformat teks, dan mengatur tata letak. Keterampilan desain grafis ini sangat penting di era digital saat ini, di mana komunikasi visual memainkan peran yang sangat besar dalam penyampaian Dengan demikian, penerapan digital storytelling berbasis Canva dapat memberikan manfaat ganda: meningkatkan kemampuan menulis dan memberikan keterampilan desain yang relevan. Namun, meskipun penggunaan aplikasi digital dalam pembelajaran sangat menjanjikan, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan perangkat dan akses internet yang sering kali menjadi hambatan dalam penerapan teknologi di sekolah-sekolah dengan fasilitas Di MIS Alkhairaat Tilamuta, meskipun ada perangkat yang tersedia, jumlahnya terbatas dan tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap teknologi yang diperlukan. Hal ini dapat mempengaruhi efektivitas penerapan digital storytelling berbasis Canva. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang memadai, baik melalui fasilitas sekolah maupun perangkat pribadi, untuk memastikan keberhasilan pembelajaran berbasis teknologi ini. Selain itu, keterampilan teknis siswa dalam menggunakan aplikasi Canva juga menjadi tantangan. Meskipun aplikasi ini relatif mudah digunakan, tidak semua siswa memiliki keterampilan teknologi yang cukup untuk memanfaatkannya secara maksimal. Oleh karena itu, pelatihan awal bagi siswa tentang cara menggunakan aplikasi Canva sangat penting. Guru juga perlu memberikan bimbingan yang cukup selama proses pembuatan cerita untuk memastikan bahwa siswa dapat menggunakan aplikasi ini dengan efektif dan menyusun cerita dengan baik. Tanpa bimbingan yang memadai, siswa mungkin merasa kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi dan tidak dapat memanfaatkan potensi penuh dari digital storytelling. Penggunaan digital storytelling berbasis aplikasi Canva juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam menulis cerita pendek. Banyak siswa yang merasa terbebani dengan tugas menulis yang dianggap sulit dan membosankan. Namun, dengan menggunakan aplikasi yang memungkinkan mereka untuk menambahkan elemen visual, suara, dan desain lainnya, siswa dapat merasa lebih terlibat dalam proses menulis. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menyusun cerita. Pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif seperti ini dapat meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran menulis dan membuat mereka lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar. Di MI Alkhairaat Tilamuta, pembelajaran menulis cerita pendek menggunakan aplikasi Canva juga memberikan peluang untuk mengembangkan keterampilan kolaboratif di antara siswa. Selama pembuatan cerita, siswa dapat bekerja dalam kelompok, berdiskusi, dan saling memberikan ide untuk memperkaya cerita mereka. Kolaborasi semacam ini membantu siswa untuk belajar bekerja sama, saling mendengarkan, dan menyatukan ide-ide yang berbeda. Keterampilan kolaboratif ini sangat penting dalam perkembangan sosial dan akademik siswa, karena di dunia kerja dan kehidupan sosial di masa depan, kemampuan untuk bekerja dalam tim sangat diperlukan. Selain itu, penerapan digital storytelling berbasis aplikasi Canva dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Dalam proses pembuatan cerita, siswa harus memikirkan dengan cermat tentang bagaimana cara menyusun alur cerita, menentukan karakter, dan menggambarkan kejadian secara jelas dan menarik. Mereka juga harus memikirkan bagaimana menyusun gambar dan teks agar cerita mereka lebih mudah dipahami dan menarik bagi pembaca. Nurain Halid . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. Dengan demikian, aplikasi Canva dapat menjadi alat yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa dalam menyusun cerita. Secara keseluruhan, penerapan digital storytelling berbasis aplikasi Canva diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa di MI Alkhairaat Tilamuta, meningkatkan kreativitas, keterampilan teknologi, serta keterampilan kolaboratif dan berpikir kritis mereka. Meskipun ada tantangan terkait fasilitas dan keterampilan teknis, manfaat yang diperoleh dari penggunaan aplikasi ini sangat besar. Oleh karena itu, penting untuk terus mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, agar siswa dapat memperoleh manfaat yang maksimal dari metode pembelajaran yang inovatif ini. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas IV MIS Alkhairaat Tilamuta, dengan jumlah siswa 20 orang. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan Pada setiap siklus, siswa diberikan tugas untuk membuat cerita pendek menggunakan aplikasi Canva sebagai media digital storytelling. Siswa diminta untuk menyusun cerita, menggabungkan teks dan gambar, serta menyajikan cerita mereka secara visual untuk meningkatkan keterampilan menulis mereka secara kreatif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap proses pembuatan cerita oleh siswa, wawancara dengan siswa dan guru untuk mengevaluasi pemahaman dan keterampilan menulis siswa, serta analisis terhadap hasil cerita yang dibuat. Peneliti juga melakukan pre-test dan post-test untuk mengukur perkembangan keterampilan menulis siswa sebelum dan setelah penerapan metode ini. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk mengevaluasi apakah penggunaan aplikasi Canva dalam digital storytelling dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa dan memotivasi mereka untuk lebih kreatif dalam menulis. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan digital storytelling menggunakan aplikasi Canva berhasil meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas IV di MIS Alkhairaat Tilamuta. Pada siklus pertama, siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mereka untuk menulis cerita yang lebih terstruktur dan menarik. Penerapan media digital memudahkan mereka untuk menggabungkan teks dan gambar, yang memperkaya cerita mereka. Hal ini sesuai dengan temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa visualisasi dapat meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa dalam menulis (Fatimah, 2. Selain itu, penggunaan Canva juga meningkatkan kreativitas siswa dalam menyusun cerita. Siswa tidak hanya menulis teks, tetapi mereka juga menggunakan elemen desain untuk mempercantik cerita mereka, seperti memilih gambar yang sesuai dengan tema dan menyusun tata letak yang menarik. Pembelajaran yang berbasis pada kreativitas ini mendorong siswa untuk berpikir lebih terbuka dan berimajinasi dalam menyusun cerita (Suryani, 2. Siswa yang terlibat dalam pembuatan cerita digital menggunakan Canva terlihat lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi juga berperan aktif dalam menggali ide dan menciptakan cerita mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar (Zahra. Penggunaan aplikasi Canva juga mengembangkan keterampilan teknis siswa. Siswa belajar cara mengoperasikan aplikasi desain grafis untuk membuat sketchnote dan mendesain elemen visual cerita Keterampilan ini penting karena di era digital ini, kemampuan menggunakan perangkat lunak desain menjadi keterampilan yang sangat relevan (Yuliana, 2. Selain meningkatkan kreativitas dan keterlibatan, digital storytelling juga memperkuat kemampuan komunikasi siswa. Siswa harus mengomunikasikan ide mereka melalui teks dan gambar secara jelas. Proses ini membantu mereka dalam menyusun narasi yang mudah dipahami, yang tentunya meningkatkan kemampuan menulis mereka secara keseluruhan (Suryani, 2. Tantangan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah keterbatasan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pembuatan cerita. Proses pembuatan cerita digital dengan Canva memerlukan waktu yang cukup lama, terutama bagi siswa yang belum terbiasa dengan teknologi. Oleh karena itu. Nurain Halid . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. pengaturan waktu yang lebih efisien sangat penting dalam penerapan metode ini di kelas (Fatimah. Siswa yang memiliki keterampilan teknologi lebih tinggi menunjukkan hasil yang lebih baik dalam pembuatan cerita menggunakan Canva. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan teknis yang memadai sebelum penggunaan aplikasi sangat penting agar semua siswa dapat memanfaatkan aplikasi secara maksimal (Mulyani, 2. Selain keterampilan teknis, tantangan lain adalah ketersediaan perangkat yang cukup di sekolah. Meskipun MI Alkhairaat Tilamuta memiliki perangkat, jumlahnya terbatas dan tidak semua siswa dapat mengakses perangkat secara bersamaan. Hal ini mempengaruhi kecepatan proses pembuatan cerita Oleh karena itu, penting untuk menyediakan perangkat yang memadai agar semua siswa dapat mengakses teknologi dengan setara (Zainal, 2. Secara keseluruhan, penerapan digital storytelling dengan Canva terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa di MI Alkhairaat Tilamuta. Meskipun ada tantangan terkait waktu dan keterampilan teknis, manfaat dari penggunaan aplikasi ini sangat besar. Siswa lebih tertarik dan terlibat dalam pembelajaran, dan mereka mampu menghasilkan cerita yang lebih kreatif dan CONCLUSION Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan di MI Alkhairaat Tilamuta, penerapan digital storytelling menggunakan aplikasi Canva terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas IV. Melalui aplikasi ini, siswa tidak hanya belajar menulis cerita dengan lebih terstruktur dan kreatif, tetapi juga meningkatkan keterampilan teknis mereka dalam menggunakan teknologi digital untuk menyampaikan ide secara visual. Meskipun ada beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu dan fasilitas perangkat, manfaat yang diperoleh dari penerapan teknik ini sangat Penggunaan Canva dalam pembelajaran menulis cerita pendek mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses kreatif, meningkatkan minat mereka dalam menulis, serta mengembangkan keterampilan komunikasi visual dan digital. Oleh karena itu, digital storytelling dengan aplikasi Canva sangat direkomendasikan sebagai metode inovatif untuk pembelajaran menulis cerita pendek di sekolah dasar. Penerapan metode ini dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan mengembangkan keterampilan penting yang dibutuhkan di era digital saat ini, seperti keterampilan menulis, kreativitas, dan kemampuan teknologi. REFERENCES