p-issn 2087 9296 e-issn 2685 6166 IDENTIFIKASI ELEMEN ARSITEKTUR RUMAH TINGGAL DI KAWASAN PECINAN JAMBLANG Kevin Volante . Iwan Purnama a IDENTIFIKASI POLA TATA RUANG PADA BANGUNAN GEDONG DUWUR KABUPATEN INDRAMAYU Nanda Aldiyan. Nurhidayah. Edi Mulyana A. ANATOMI ARSITEKTUR GEDUNG BUNDAR KEBUMEN Rahel Zahra Anindya. Sasurya Chandra A. PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK ARSITEKTUR PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA SMP NEGERI 15 KOTA CIREBON Moh Machali Hidayatullah. Yovita Adrian a. KONSEP ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN GEREJA SANTO YUSUF Helmi Nur Riyaman. Sasurya Chandra a. AA. IDENTIFIKASI FASAD BANGUNAN CAGAR BUDAYA GEDUNG CERUTU DI KOTA SURABAYA Rayden Lauwirya Soegiarto. Stephanus Wirawan Dharmatanna. Rully Damayanti . PENGARUH KELEMBABAN RUANG TERHADAP KERUSAKAN PLAFOND Studi Kasus : Ruang Kerja Bidang Penataan Ruang Pada Gedung Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Revina Ulfa Giardita . Eka Widiyananto a DESAIN LANSKAP TELAGA SUNDA SEBAGAI KAWASAN EDUTOURISM Rahmat Akhirul Amin. Akhmad Arifin Hadi A. AA. a DARI LOKAL KE SAKRAL : TRANSFORMASI DESAIN GEREJA BERBASIS IDENTITAS LOKAL Bramasta Putra Redyantanu a. STRATEGI DESAIN FAyNADE TERHADAP OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA SDN 02 CIPUTAT. TANGERANG SELATAN Jasmin Lalila. Utami a. PENERAPAN KONSEP EKOLOGI PADA RE-DESAIN TAMAN KOBER DI PURWOKERTO Nesa Indira Jani. Ayu Krisnawati. Wita Widyandini a. EVALUASI PENCAHAYAAN ALAMI UNTUK KENYAMANAN VISUAL STUDI KASUS FOOD COURT DAN CO-WORKING SPACE SEKOLAH VOKASI IPB Diva Nurfadhilah. Nurtati Soewarno. Andri Sopiandi a. VOLUME 17 NOMOR 1 Jl. Evakuasi No. 11 Cirebon. April 2025 JURNAL ARSITEKTUR | STTC Vol. 17 No. 1 April 2025 KATA PENGANTAR Jurnal Arsitektur adalah jurnal yang diperuntukan bagi mahasiswa program studi arsitektur dan dosen arsitektur dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan pengabdian dengan ruang lingkup penelitian dan pengabdian mengenai ilmu arsitektur diantaranya bidang keilmuan kota, perumahan dan permukiman, bidang keilmuan ilmu sejarah,filsafat dan teoti arsitektur, bidang keilmuan teknologi bangunan, manajemen bangunan, building science, serta bidang keilmuan perancangan arsitektur. Hasil kajian dan penelitian dalam Jurnal Arsitektur ini adalah berupa diskursus, identifikasi, pemetaan, tipelogi, review, kriteria atau pembuktian atas sebuah teori pada fenomena arsitektur yang ada maupun laporan hasil pengabdian masyarakat. Semoga hasil kajian dan penelitian pada Jurnal Arsitektur Volume 17 No. 1 Bulan APRIL 2025 ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada keilmuan Hormat Saya. Ketua Editor Eka Widiyananto Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No 1 / April 2025 JURNAL ARSITEKTUR | STTC Vol. 17 No. 1 April 2025 TIM EDITOR Ketua Eka Widiyanant. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Anggota Sasurya Chandra | Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Farhatul Mutia. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Yovita Adrian. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Dr. Jimat Susilo ,S. Pd. ,M. Pd | Universitas Gunung Jati Cirebon Ardhiana Muhsin | Institut Teknologi Nasional Bandung Reviewer Dr. Iwan Purnama,ST. ,MT | Prodi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Nurhidayah,ST. ,M. Ars | Prodi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Dr. Adam Safitri,ST. ,MT | Prodi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Nono Carsono,ST. ,MT | Prodi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Dr. Ir. Nurtati Soewarno. MT | Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung Ir. Theresia Pynkyawati. MT | Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung Wita Widyandini,ST. ,MT | Prodi Arsitektur Universitas Wijayakusuma Purwokerto Alderina Rosalia,ST. ,MT | Prodi Arsitektur Universitas Palangka Raya Iskandar,ST. ,MT | Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Palembang Jurnal Arsitektur p-ISSN 2087-9296 e-ISSN 2685-6166 A Redaksi Jurnal Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Gd. Lt. 1 Jl. Evakuasi No. Cirebon 45135 Telp. 482196 - 482616 Fax. 482196 E-mail : jurnalarsitektur@sttcirebon. website : http://ejournal. id/index. php/jas Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No 1 / April 2025 JURNAL ARSITEKTUR | STTC Vol. 17 No. 1 April 2025 DAFTAR ISI Kata Pengantar a. Daftar Isi a. IDENTIFIKASI ELEMEN ARSITEKTUR RUMAH TINGGAL DI KAWASAN PECINAN JAMBLANG Kevin Volante . Iwan Purnama a IDENTIFIKASI POLA TATA RUANG PADA BANGUNAN GEDONG DUWUR KABUPATEN INDRAMAYU Nanda Aldiyan. Nurhidayah. Edi Mulyana A. ANATOMI ARSITEKTUR GEDUNG BUNDAR KEBUMEN Rahel Zahra Anindya. Sasurya Chandra A. PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK ARSITEKTUR PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA SMP NEGERI 15 KOTA CIREBON Moh Machali Hidayatullah. Yovita Adrian a. KONSEP ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN GEREJA SANTO YUSUF Helmi Nur Riyaman. Sasurya Chandra a. AA. IDENTIFIKASI FASAD BANGUNAN CAGAR BUDAYA GEDUNG CERUTU DI KOTA SURABAYA Rayden Lauwirya Soegiarto. Stephanus Wirawan Dharmatanna. Rully Damayanti . PENGARUH KELEMBABAN RUANG TERHADAP KERUSAKAN PLAFOND Studi Kasus : Ruang Kerja Bidang Penataan Ruang Pada Gedung Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Revina Ulfa Giardita . Eka Widiyananto a DESAIN LANSKAP TELAGA SUNDA SEBAGAI KAWASAN EDUTOURISM Rahmat Akhirul Amin. Akhmad Arifin Hadi A. AA. a DARI LOKAL KE SAKRAL : TRANSFORMASI DESAIN GEREJA BERBASIS IDENTITAS LOKAL Bramasta Putra Redyantanu a. STRATEGI DESAIN FAyNADE TERHADAP OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA SDN 02 CIPUTAT. TANGERANG SELATAN Jasmin Lalila. Utami a. PENERAPAN KONSEP EKOLOGI PADA RE-DESAIN TAMAN KOBER DI PURWOKERTO Nesa Indira Jani. Ayu Krisnawati. Wita Widyandini a. EVALUASI PENCAHAYAAN ALAMI UNTUK KENYAMANAN VISUAL STUDI KASUS FOOD COURT DAN CO-WORKING SPACE SEKOLAH VOKASI IPB Diva Nurfadhilah. Nurtati Soewarno. Andri Sopiandi a. Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No 1 / April 2025 PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK ARSITEKTUR PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA SMP NEGERI 15 KOTA CIREBON Moh Machali Hidayatullah 1. Yovita Adriani 2 . Mahasiswa Program Studi Arsitektur 1 Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Dosen Program Studi Arsitektur 2 Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Email: hidayart2001@email. com 1, yovita. adriani@email. ABSTRAK Bangunan lama seringkali menunjukkan banyak hal yang berkaitan dengan budaya, yaitu identitas, tingkat pengetahuan dan kebijakan. Bangunan lama juga dapat bercerita tentang sejarah bangunan di masa lalu. Berdasarkan analisis arkeologi dan arsitektural pada bagian-bagian bangunan . enah, struktur, fasad, atap dan bagian muk. diketahui bahwa bangunan cagar budaya SMP Negeri 15 Kota Cirebon merupakan bangunan Cina memiliki berbagai sentuhan pengaruh dari berbagai kebudayaan, baik asli, local maupun Eropa. Hal tersebut menandakan adanya interaksi budaya yang telah berlangsung sejak Latar belakang yang sangat mendorong terjadinya perubahan bangunan budaya tersebut adalah sebagai fungsi bangunan dan bentuk respon atau adaptasi terhadap berbagai kondisi, yaitu iklim, social, ekonomi dan politik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang bentuk-bentuk interaksi budaya yang terlihat pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka melalui observasi secara langsung terhadap objek studi. Penelitian menunjukan bahwa interaksi yang terjalin dengan pendatang Eropa juga turut mempengaruhi ekspresi pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon dengan mengadopsi gaya arsitektur dan pola pemanfaatan ruang yang berbeda dengan sebelumnya. Kata kunci : Bangunan. Budaya. Fungsi. Bentuk. Perubahan PENDAHULUAN Bangunan SMPN 15 Kota Cirebon terletak di Jalan Pasuketan No. Kota Cirebon. Provinsi Jawa Barat. Bangunan berada di lingkungan ruko, dan batasbatasnya, yaitu sebelah utara Jalan Pasuketan, sebelah barat dan timurnya terdapat deretan ruko dan sebelah selatan rumah-rumah penduduk. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 15 Kota Cirebon adalah salah satu bangunan kolonial yang ada di Kota Cirebon. Gedung ini didirikan pada tahun 1922, sebagaimana tertera pada dinding bangunan utama di bagian atas. Gedung induk SMP yang berada di atas lahan seluas 000 M2 ini berukuran Panjang 45 meter dan lebar 15 meter, menghadap ke utara, membujur dari arah barat dan timur. Pada ruang pendopo gedung beratap genting dan sebagaian berbentuk pelana ini terdapat spesifikasi dan ornamentik berupa padma dan garis di tiang dan blandarnya, yang tidak dimiliki pada Bangunan-bangunan sejenis. Kelangkaan ornamentik inilah yang menjadi ciri khas bangunan SMPN 15 Kota Cirebon. Pada samping Gedung induk terdapat pendopo, ruang belajar mengajar, ruang kantor, ruang kamar mandi, ruang WC dan ruang penjaga. Bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri 15 Kota Cirebon merupakan bangunan yang berbentuk Cina karena pada jaman dulu fungsi bangunan tersebut berfungsi untuk tempat peristirahatan para biksu sehabis mengadakan aktifitas di Vihara Dewi Welas Asih. Tetapi tidak banyak yang dapat diketahui dari bangunan tersebut. Sejarah pemilik maupun pendirinya tidak jelas. Peninggalan bangunan lama sangat beragam bentuknya salah satunya bangunan SMPN 15 Kota Cirebon yang berbentuk bangunan Cina, dalam hal arsitektur bangunan SMPN 15 Kota Cirebon terlihat mengadopsi berbagai interaksi dengan pengaruh local dan Eropa. Bagaimana bentuk-bentuk interaksi budaya yang terlihat pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon dan alasan apa yang melatarbelakanginya? Melalui pengungkapan bentuk-bentuk dan latarbelakang tersebut penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana proses komunikasi dan pemahaman bagaimana bentukbentuk interaksi budaya yang terjadi pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon. Pemikiran tersebut didasarkan pada asumsi bahwa arsitektur ini punya peran yang banyak. Menurut arsitek Adhi Moersid, arsitektur merupakan manifestasi dari perilaku hidup kita sehari-hari, cermin budaya, dan petunjuk nilai artistik yang kita miliki dan sekaligus menurut arsitek Sidharta arsitektur adalah seni guna, karena dia menyelesaikan persoalan fungsional dan persoalan kemasyarakatan (Sidharta Budiharjo, 1991:. Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 KERANGKA TEORI Arsitektur Tionghoa atau Cina Pegiat sejarah Tionghoa di Cirebon. Jeremy Huang mengatakan, dalam buku Yingya Sheng Lan yang ditulis oleh Ma Huan disebutkan perkampungan warga Tionghoa di Sarindil. Talang dan Sembung. AuNama Talang berasal dari kata Sam Po Toa Lang artinya 3 orang yang dihormati yaitu Cheng Ho. Ma Huan dan Hasan. Dalam Buku Ma Huan di tuliskan Ching Li Wen. Kawasan Pecinan merupakan Kawasan ekonomi Kota, dimana Kawasan ini biasanya berfungsi sebagai sentra ekonomi dan hunian. Di Indonesia. Kawasan Pecinan sangat eksklusif, sehingga nilai ke etnisan sangat terjaga. Hal ini dikarenakan Kawasan Pecinan terpengaruh kebijakan penguasa, terutama pemerintah colonial Belanda. Pasca-terjadinya pemberontakan etnis Tionghoa di beberapa wilayah, pemerintah Belanda membentuk zona-zona permukiman berbasis Daerah Cirebon dengan memiliki berbagai etnis, tradisi dan budaya salah satunya etnis Tionghoa yang sudah berbaur dengan etnis lokal, seiring dengan perkembangan fungsi Cirebon, khususnya di Kawasan Lemahwungkuk, maka peran kampung cina sudah tidak sevital seperti pada masa colonial. Fenomen penurunan citra Kawasan Pecinan dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain pudarnya karakteristik dan tradisi kebudayaan pecinan, atau bangunan Rumah/toko tidak terawat lingkungannya. akan terlihat jelas pada bangunan-bangunan istana, kuil atau tempat ibadah dan rumah tinggal keluarga kaya. Ujung balok dihiasi dengan kepala singa yang berfungsi menangkal pengaruh roh Bentuk atap, ada beberapa tipe atap yaitu, wu tien, hsieh han, hsuah han dan ngang shan ti. Studi arkeologis menerangkan bahwa, terdapat dua macam struktur kayu yang memberikan perbedaan besar pada perletakan kolom dan perbedaan sistem. Wu Tien : jenis atap bangunan mirip yang dipakai pada istana atau balai-balai penting dengan susunan atap single ataupun double. Karakteristik Arsitektur Tionghoa atau Cina Salah satu karakteristik arsitektur tradisional Tionghoa atau Cina adalah penggunaan Kayu sebagai material konstruksi utama (Kupier, 2. Menurut buku tulisan Gin Djin Su . dijelaskan bahwa karakter arsitektur Cina dapat dilihat pada : Pola tata letaknya, pola tata letak bangunan dan lingkungan merupakan pencerminan keselarasan, harmonisasi dengan alam. Ajaran Konghucu dimanifestasikan dalam bentuk keseimbangan dan harmonisasi terhadap adanya konsep ganda. Keberadaan panggung dan teras depan/balkon, panggung dan teras depan/balkon digunakan sebagai ruang transisi. Sistem struktur bangunan, sistem struktur merupakan sistem rangka yang khas dan merupakan struktur utama yang mendukung bobot mati atap. Tou-Kung, siku penyangga bagian atap yang di depan . merupakan bentuk yang khas dari arsitektur Cina dan karena keunikannya, disebut tou-kung. Merupakan sistem konsol peyangga kantilever bagian teras sehingga keberadaannya dapat dilihat dari arah luar. Ornamen tou-kung ini Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 Gambar 1. Atap tipe Wu Tien . umber: Handinoto, 2. Hsuan Shan : tembok samping bangunan berbentuk segitiga dengan atap miring yang didukung 5-8 kaso. Gambar 2. Atap tipe Hsuan Shan . umber: Handinoto, 2. Hsieh shan : gabungan atap pelana dengan atap bubungan miring/perisai yang lebih rendah. Gambar 3. Atap tipe Hsieh Shan . umber: Handinoto, 2. Ngan Shan ti : jenis atap yang ditopang oleh dinding pada tepinya. Gambar 4. Atap tipe Ngan Shan ti . umber: Handinoto, 2. Penggunaan warna, umumnya warna yang dipakai adalah warna primer seperti kuning, biru, putih, merah dan hitam yang selalu dikaitkan dengan unsur-unsur alam seperti air, kayu, api, logam dan Warna-warna tersebut di antaranya : Warna Warna kuning juga melambangkan kebahagiaan dan warna kemuliaan. Warna hijau melambangkan kesejahteraan. Kesehatan, dan keharmonisan. Warna putih melambangkan kematian dan berduka cita. Warna hitam merupakan warna netral dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Warna biru gelap juga merupakan warna berduka cita Gerbang. Gih Djin Su memasukkan pintu gerbang sebagai Ciri Arsitektur Cina, khususnya bangunan rumah tinggal. Pintu gerbang biasanya berhadapan langsung dengan jalan menghadap ke selatan . rientasi bai. Detail balkon, detail balkon atau angin-angin biasanya menggunakan bentuk-bentuk tiruan bunga krisan atau bentuk kura-kura darat, yang memiliki makna panjang umur. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka melalui observasi secara langsung terhadap objek studi. Penulis akan menggali dan memaparkan secara cermat terkait penerapan perubahan fungsi dan bentuk arsitektur pada bangunan cagar budaya SMP Negeri 15 Kota Cirebon, penelitian akan dibagi dalam dua tahap yaitu, studi Pustaka dan menganalisis bentuk arsitektur pada PEMBAHSAN Lokasi Penelitian Jalan Pasuketan No. 19 Kelurahan Lemahwungkuk Kecamatan lemahwungkuk Kota Cirebon Jawa Barat. Gambar 1 : Lokasi Penelitian Sumber : Google Earth . Perubahan Fungsi Penggunaan bangunan SMPN 15 Kota Cirebon berubah berkali-kali. Gedung ini didirikan pada tahun 1922 Pada awal pembangunannya, bangunan ini awalnya merupakan tempat peristirahatan para biksu sehabis mengadakan aktifitas di Vihara Dewi Welas Asih yang terletak sekitar 100 meter ke arah Selain itu, hingga tahun 1956 gedung ini pernah pula digunakan sebagai poliklinik. Dari tahun 1956 sampai 1960 menjadi tempat Sekolah Guru Pendidikan Teknik. Tahun 1960 sampai 1967 menjadi Sekolah Teknik Menengah Umum. Dari tahun 1967 sampai tahun 1985 menjadi Sekolah Teknik Menengah Perikanan Laut. Dari tahun 1985 sampai tahun 1994 menjadi rumah tinggal guru STM. KPA dan Sekolah Teknik Perikanan Laut. Mulai tahun 1994 hingga sekarang menjadi tempat SMP Negeri 15 Kota Cirebon, dibawah pengelolaan pemerintah Kota Cirebon. Gambar 2 : Gedung SMP 15 Cirebon Sumber : dok. Bentuk Arsitektur Bentuk Atap Bentuk dasar atap yang sering dijumpai pada bangunan-bangunan sekolahan di Cirebon adalah atap pelana. Atap pelana dalam istilah arsitektur AovernacularAo . rsitektur tradisona. masyarakat Jawa Barat disebut juga dengan suhunan jolopong. Bangunan jolopong adalah bentuk rumah atau bangunan yang memiliki susuhunan yang sama panjangnya di kedua bidang atap. Bentuk jolopong memiliki dua bidang atap miring, yang dipisahkan oleh bubungan atau wuwungan yang terletak di pertemuan bagian atas bidang miring tersebut. Bubungan merupakan sisi Bersama dari kedua bidang atap yang sebelah menyebelah, dengan arah kemiringan yang berbeda, namun sudut miringnya Atap jolopong lazim disebut atap pelana. Meskipun berasal dari bentuk dasar yang sama atap pelana di SMPN 15 Kota Cirebon terlihat sedikit Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 kayu, dan bangunan keempat menggunakan atap tipe air. Gambar 6: Bentuk atap dan tipe atap pada bangunan Sumber: Handinoto, 2008 Gambar 3 : Bentuk atap pelana berurut di SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: Dok. Shanti, 2010 Atap bangunan di SMPN 15 Kota Cirebon dibuat berurut semakin ke belakang, atap semakin tinggi. Kuda-kuda pada atap bangunan SMPN 15 Kota Cirebon menggunakan kuda-kuda atap pelana pada umumnya tetapi ada hal yang menarik pada kudakuda atap bangunan SMPN 15 Kota Cirebon, yakni menggunakan kuda-kuda atap pelana dengan sistem pengeratnya menggunakan sistem menarik. Gambar 4 : Sketsa atap bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Atap pertama adalah atap serambi, atap kedua adalah atap dari ruang tengah, dan atap ketiga adalah atap dari ruang belakang di mana terdapat loteng. Atap pertama adalah atap serambi, atap kedua adalah atap dari ruang tengah, dan atap ketiga adalah atap dari ruang belakang di mana terdapat loteng. Gambar 7 : Kuda-kuda pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Atap terbuat dari genteng berbentuk pelana dengan ujung lancip . nd of stra. Gambar 5 : Bentuk atap SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon menggunakan bentuk atap ngan shan dan pada bangunan pertama dari depan menggunakan atap tipe api, bangunan kedua dari depan menggunakan atap tipe emas, bangunan ketiga dari depan menggunakan atap tipe Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 Gambar 8 : Atap dari ruang belakang, foto diambil dari dalam ruangan Sumber: penulis, 2023 Bentuk Denah Johannes Widodo menyatakan bahwa pada aspek tipologi dasar bangunan Cina cenderung berbentuk persegi dengan ruang terbuka di bagian tengahnya seperti bentuk AuOAy altar utama terletak di akhir ruangan, tegak lurus dari arah depan . seperti bentuk AuTAy yang kemudian disebut dengan tipe AuTOAy. Perkembangan selanjutnya, tipe AuTOAy ini berubahan menjadi tipe AuLCAy karena perkembangan penduduk dan keterbatasan lahan di dalam pecinan. Bentuk AuTOAy ini kemudian dibagi menjadi dua bagian, dengan pembatas sebuah tembok sehingga bentuk AuTAy menjadi AuLAy dan bentuk AuOAy tidak seutuhnya bulat, hanya setengahnya sehingga seperti bentuk AuCAy. Tipe AuLCAy ini kemudian lebih sesuai dan umum untuk kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah. Variasi dari tipologi ini kemudian mendominasi bangunanbangunan Cina di Pecinan (Widodo, 1994:16-. Bentuk bangunan SMPN 15 Kota Cirebon secara garis besar, bangunan dibagi menjadi bangunan utama yang berarsitektur Cina, bangunan samping kiri . yang bergaya kolonial, dan bangunan tambahan . yang berupa kelas-kelas di sebelah timur dan belakang bangunan utama yang dibuat bertingkat. Bangunan yang merupakan BCB . anda cadar buday. adalah bangunan utama yang berarsitektur Cina dan bangunan di sayap kiri . yang bergaya kolonial. Bangunan utama berbentuk rumah dengan arsitektur Cina. depan pada bangunan pertama, 2 tiang di tengah pada bangunan pertama, dan ada juga 2 tiang di tengah pada bangunan ketiga. Gambar 10: Struktur menggunakan bahan kayu jati pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Gambar 9 : Denah bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Denah pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon terlihat pembagian kamar di kanan-kiri dengan bagian tengah kosong, tegak lurus ke belakang. Denah bangunan memperlihatkan modifikasi bentuk dengan dua pasang kamar di kanan kiri ruangan pertama. Di antara dua kamar ini . agian tenga. kemungkinan digunakan sebagai tempat meja sembahyang karena letaknya yang tegak lurus pintu depan. Denah bagian tengah bangunan merupakan ruang yang luas tanpa sekat. Bentuk Struktur Bentuk struktur pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon masih menggunakan struktur bahan kayu jati. Ada beberapa perubahan untuk struktur pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon yaitu penambahan 6 kolom di Gambar 11 : Penambahan kolom dan tiang pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 Bentuk Dinding Dinding berwarna biru muda dan kusen-kusennya terbuat dari kayu yang dicat coklat. Terdapat penambahan dinding pada bangunan pertama yaitu disebelah kiri dan kanan bangunan dan penambahan dinding pada bangunan ketiga untuk penambahan ruangan UKS dan Gudang. Gambar 13 : Perubahan Lantai pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Bentuk Pintu dan Jendela Pada bagian bangunan SMPN 15 Kota Cirebon terdapat 15 pintu dan 14 jendela dengan menggunakan bahan kayu jati dan kusennya juga menggunakan bahan kayu jati juga. Gambar 12 : Penambahan dinding pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Bentuk Lantai Lantai terbuat dari ubin ampar berwarna merah kusam. Perubahan lantai pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon yaitu pada bangunan pertama yang dirubah dengan lantai berwarna putih tetapi sistem perubahannya tidak menghilangkan lantai yang terbuat dari ubin ampar berwarna merah kusam tetapi perubahan lantai berwarna putih melapisi lantai sebelumnya agar terlihat lebih modern. Gambar 14 : Letak pintu . arna hija. dan letak jendela . arna bir. pada bangunan SMPN 15 Sumber: penulis, 2023 Ada perubahan pintu pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon yaitu pada pintu utama yang terletak pada bangunan utama menuju bangunan kedua. Yang dulunya menggunakan pintu lipat dengan bahan kayu jati tetapi sekarang dirubah menjadi pintu dengan bahan besi hollow dan kaca. Dan ada juga penambahan 3 pintu pada bangunan ketiga untuk penambahan sirkulasi menuju ruangan UKS dan Gudang. Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 bilah-bilah kayu. Gambar 14 : Pintu Utama pada bangunan SMPN 15 Sumber: penulis, 2023 Gambar 16 : Tangga bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Gambar 17 : Gudang di loteng pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber: penulis, 2023 Gambar 15 : Penambahan pintu pada ruangan UKS dan Gudang pada bangunan SMPN 15 Sumber: penulis, 2023 Bentuk Tangga dan Ruang Atas Pada belakang terdapat tangga yang menghubungkan ruang utama dengan ruangan bagian atas terdapat perubahan bahan pada tangga pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon yang dulu nya menggunakan tangga dengan bahan kayu tetapi sekarang dirubah menggunakan tangga dengan bahan tangga besi dikarenakan tangga yang dulu menggunakan bahan kayu sudah tidak layak atau kuat lagi untuk digunakan makadari itu untuk sekarang dirubah menggunakan bahan tangga besi agar lebih layak atau kuat untuk di Pada bagian loteng terdapat dua kamar yang dijadikan Gudang, dan lantainya terbuat dari Bentuk Fasad Fasad (Bahasa Perancis: Fayad. adalah suatu sisi luar . sebuah bangunan, umumnya terutama yang dimaksud adalah bagian depan, tetapi kadangkadang juga bagian samping dan belakang bangunan. Kata ini berasal dari Bahasa Perancis, yang secara harfiah berarti AudepanAy atau AumukaAy. Dalam arsitektur, fasad bangunan sering kali adalah suatu hal yang paling penting dari sudut pandang desain, karena ia memberikan suasana bagi bagian-bagian bangunan lainnya. Terdapat banyak fasad yang memiliki nilai sejarah, sehingga peraturan-peraturan penetapan zona lokal atau undang-undang lainnya umumnya dibuat untuk sangat membatasi atau bahkan melarang pengubahan mereka. Gambar 18 : Fasad bergaya kolonial SMPN 15 Kota Cirebon Sumber Dok. Shanti, 2010 Unsur pengaruh Eropa lainnya yang dijumpai di SMPN 15 Kota Cirebon terlihat dari bangunan Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 bergaya kolonial yang terdapat di sayap kiri bangunan utama . Pada bagian atas bangunan terdapat angka tahun pendirian, yaitu 1922 dengan hiasan lipatan pita, jalinan sulur, dan tiang-tiang semu. Bangunan bertembok tebal, dengan cat warna biru Bagian kusen merupakan jendela-jendela dengan kisi-kisi persegi empat berkaca dengan ubin dari tegel berwarna merah. Bangunan memanjang ke belakang dan dijadikan kelas-kelas yang dicat berwarna kuning. Jendela dan pintu berukuran besar dan Sebagian pintu ada yang rangkap. Ubin dan plafon bermotif bunga Gambar 19 : Ubin dan plafon dengan motif bunga. Contoh pengaruh kolonial di bangunan SMPN 15 Kota Cirebon. Saat ini bangunan telah direnovasi dan ubin diganti dengan keramik putih Sumber Dok. Rusyanti, 2007 Ada elemen ciri khas bangunan pecinan pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon yang terdapat pada pembatas bangunan ketiga yang terletak di bawah plafon menggunakan elemen dengan bentuk gambar budaya Cina dengan gambar bunga dan naga. Dan ada juga penambahan elemen pada bangunan keempat yang terletak dekat dengan elemen yang berbentuk gambar budaya Cina yaitu terletak dibawah plafon bangunan keempat, dengan bentuk gambar ciri khas budaya Cirebon yaitu batik mega mendung Gambar 20 : Bentuk gambar elemen budaya Cina pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon Sumber Dok. Rusyanti, 2007 PENUTUP Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon merupakan bangunan lama bentukan Cina yang dibentuk oleh karakteristik fungsi dan gaya arsitektur bangunan Cina. Bentuk-bentuk interaksi budaya yang terlihat pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon memperlihatkan bentuk-bentuk AoasliAo terutama pada denah SMPN 15 Kota Cirebon dan mengenai bertahannya bentuk-bentuk tradisional tersebut, ciri arsitektur tradisional yang berkaitan dengan adaptasi dengan lingkungan yang panas misalnya atap yang mempunyai lonjongan . yang Panjang dan mempunyai sudut yang tidak terlalu landai. estetika manusia tidak lepas dari faktor-faktor yang berkaitan dengan aspek ideologis, social, ekonomis, dan politis. Pada dasarnya aspek ideologis, social, ekomomis, dan politis tersebut merupakan tanggapan/respon sekaligus bentuk adaptasi dalam menghadapi berbagai perubahan fungsi, perubahan bentuk, dan kondisi baik iklim, ekonomi, social maupun gejolak politik yang terjadi. Perlu mengadaptasi bentuk tradisional yang terbukti tahan terhadap iklim dan lingkungan serta dengan tetap mempertahankan ciri ideologinya yang berbeda dengan penghuni lokal. Pada perkembangan selanjutnya interaksi yang terjalin dengan pendatang Eropa juga turut mempengaruhi ekspresi pada bangunan SMPN 15 Kota Cirebon dengan mengadopsi gaya arsitektur dan pola pemanfaatan ruang yang berbeda dengan sebelumnya. Untuk menjaga atau melestarikan bentuk bangunan Cina agar tetap terjaga dan tidak menghilangkan bentuk bangunan Cina sebaiknya Kita tidak merusak bangunan lama Cina yang sudah ada dari dulu dan ornamen-ornamen menggunakan ornamen yang berbentuk budaya DAFTAR PUSTAKA